• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis dan Interpretasi

Dalam dokumen analisis tingkat kesehatan bank umum syariah (Halaman 111-118)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Analisis dan Interpretasi

Berdasarkan analisis kesehatan bank menggunakan pendekatan RGEC dapat menghasilkan informasi bank yang termasuk dalam kondisi sangat sehat, sehat, cukup sehat, atau tidak sehat. Hasil analisis dari delapan Bank Umum Syariah yang menjadi sampel penelitian ini adalah sebagai berikut :

95 Sumber : Data yang telah diolah

Dari seluruh variabel yang digunakan dalam penilaian kesehatan, Bank Muamalat pada tahun 2011 sampai 2014 masuk kedalam peringkat sehat. Hal ini mengindikasikan kondisi bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Sedangkan pada tahun 2015 masuk kedalam peringkat cukup sehat. Hal ini mengindikasikan kondisi bank yang secara umum cukup sehat sehingga dinilai cukup mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.Yang perlu diperhatikan, selama periode 5 tahun pembiayaan kualitas rendah terhadap total pembiayaan Bank Muamalat masuk kedalam peringkat tidak sehat. Ini dikarenakan pembiayaan macet yang dimiliki Bank Muamalat sangat tinggi.

Tabel 4.14

Tingkat Kesehatan Bank Syariah Mandiri 2011-2015

Sumber : Data yang telah diolah

Dari seluruh variabel yang digunakan dalam penilaian kesehatan, Bank Syariah Mandiri selama periode 2011 sampai 2015 secara keseluruhan memiliki peringkat

Tahun NPF PKR/TP FDR AL/TA AL/PJP GCG ROA NIM CAR Rata-Rata Peringkat

2011 1 5 3 4 2 2 1 1 1 2 Sehat

2012 1 3 3 5 4 2 1 1 1 2 Sehat

2013 2 3 3 4 3 2 2 1 1 2 Sehat

2014 2 3 2 3 2 2 5 1 1 2 Sehat

2015 2 2 2 5 4 1 3 1 1 2 Sehat

Bank Syariah Mandiri

Tahun NPF PKR/TP FDR AL/TA AL/PJP GCG ROA NIM CAR Rata-Rata Peringkat

2011 2 5 2 2 2 1 1 1 1 2 Sehat

2012 2 5 3 4 3 1 1 1 1 2 Sehat

2013 2 5 3 4 4 1 1 1 1 2 Sehat

2014 2 5 2 4 2 3 1 1 1 2 Sehat

2015 2 5 3 4 4 3 1 1 1 3 Cukup Sehat

Muamalat

Tabel 4.13

Peringkat Kesehatan Bank Muamalat 2011-2015

96 sehat.Hal ini mengindikasikan kondisi bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Terdapat beberapa variabel yang masuk kedalam kategori tidak sehat diantaranya pembiayaan kualitas rendah terhadap total pembiayaan tahun 2011, aset likuid terhadap total aset tahun 2012 dan 2015, dan ROA pada tahun 2014. Namun hal ini tidak berpengaruh banyak terhadap peringkat Bank Syariah Mandiri secara keseluruhan.

Tabel 4.15

Tingkat Kesehatan BRI Syariah 2011-2015

Sumber : Data yang telah diolah

Dari seluruh variabel yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan bank umum syariah, BRI Syariah secara keseluruhan memiliki peringkat sehat selama periode 2011 sampai 2015. Hal ini mengindikasikan kondisi bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Terdapat dua variabel yang termasuk kedalam peringkat 5 yaitu aset likuid terhadap total aset pada tahun 2011 dan pembiayaan kualitas rendah terhadap total pembiayaan pada tahun 2015. Namun hal ini tidak berpengaruh banyak dengan peringkat BRI Syariah secara keseluruhan.

Tahun NPF PKR/TP FDR AL/TA AL/PJP GCG ROA NIM CAR Rata-Rata Peringkat

2011 2 2 3 5 2 2 4 1 1 2 Sehat

2012 1 1 4 4 2 1 3 1 1 2 Sehat

2013 2 3 3 3 4 1 3 1 1 2 Sehat

2014 2 3 3 3 3 1 4 1 1 2 Sehat

2015 2 5 2 2 3 2 3 1 1 2 Sehat

BRI Syariah

97 Tabel 4.16

Tingkat Kesehatan Bank Bukopin Syariah 2011-2015

Sumber : Data yang telah diolah

Dari seluruh variabel yang diperoleh untuk menilai tingkat kesehatan bank umum syariah, Bank Bukopin Syariah pada tahun 2011 sampai 2013 termasuk kedalam peringkat cukup sehat. Hal ini mengindikasikan kondisi bank yang secara umum cukup sehat sehingga dinilai cukup mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Pada tahun 2014 dan 2015 Bank Bukopin Syariah termasuk kedalam peringkat sehat. Hal ini mengindikasikan kondisi bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Terdapat beberapa variabel yang masuk kedalam peringkat tidak sehat yaitu pembiayaan kualitas rendah terhadap total pembiayaan tahun 2011 dan 2012, aset likuid terhadap pembiayaan jangka pendek pada tahun 2011, dan aset likuid terhadap total aset pada tahun 2013. Hal ini mempengaruhi peringkat Bank Bukopin Syariah secara keseluruhan menjadi peringkat cukup sehat.

Tahun NPF PKR/TP FDR AL/TA AL/PJP GCG ROA NIM CAR Rata-Rata Peringkat

2011 1 5 2 4 5 2 3 1 1 3 Cukup Sehat

2012 2 5 3 4 4 2 3 1 1 3 Cukup Sehat

2013 2 4 4 5 3 2 3 1 1 3 Cukup Sehat

2014 2 2 3 3 2 2 4 1 1 2 Sehat

2015 2 3 3 3 2 2 3 1 1 2 Sehat

Bank Bukopin Syariah

98 Tabel 4.17

Tingkat Kesehatan Bank Panin Syariah 2011-2015

Sumber : Data yang telah diolah

Dari seluruh variabel yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesehatan bank umum syariah, Bank Panin Syariah pada tahun 2011 sampai 2015 secara keseluruhan memiliki peringkat sehat. Hal ini mengindikasikan kondisi bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Terdapat beberapa variabel yang masuk kedalam peringkat tidak sehat diantaranya adalah FDR pada tahun 2011 sampai 2012, aset likuid terhadap total aset 2011, dan aset likuid terhadap pembiayaan jangka pendek pada tahun 2014.

Tabel 4.18

Tingkat Kesehatan BCA Syariah 2011-2015

Sumber : Data yang telah diolah

Dari seluruh variabel yang digunakan dalam penilaian tingkat kesehatan bank umum syariah, BCA Syariah selama periode 2011 sampai 2015 menempati peringkat sehat. Hal ini mencerminkan kondisi bank yang secara umum sehat sehingga dinilai

Tahun NPF PKR/TP FDR AL/TA AL/PJP GCG ROA NIM CAR Rata-Rata Peringkat

2011 1 1 5 5 5 2 1 1 1 2 Sehat

2012 1 1 5 2 3 1 1 1 1 2 Sehat

2013 1 1 3 1 3 1 3 1 1 2 Sehat

2014 1 1 3 3 5 1 2 1 1 2 Sehat

2015 1 3 3 4 3 2 3 1 1 2 Sehat

Bank Panin Syariah

Tahun NPF PKR/TP FDR AL/TA AL/PJP GCG ROA NIM CAR Rata-Rata Peringkat

2011 1 1 2 2 4 2 3 1 1 2 Sehat

2012 1 1 2 2 4 2 3 1 1 2 Sehat

2013 1 1 2 3 5 2 3 1 1 2 Sehat

2014 1 5 3 2 5 1 3 1 1 2 Sehat

2015 1 2 3 4 5 2 3 1 1 2 Sehat

BCA Syariah

99 mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Terdapat beberapa variabel yang masuk kedalam peringkat tidak sehat diantaranya aset likuid terhadap pembiyan jangka pendek tahun 2013 sampai 2015 dan pembiayaan kualitas rendah terhadap total pembiayaan pada tahun 2014. Akan tetapi hal ini tidak mempengaruhi terhadap peringkat kesehatan bank secara keseluruhan.

Tabel 4.19

Tingkat Kesehatan BJB Syariah 2011-2015

Sumber : Data yang telah diolah

Dari seluruh variabel yang digunakan dalam penilaian kesehatan bank umum syariah, tingkat kesehatan BJB Syariah mengalami pasang surut. Pada tahun 2011 dan 2013 BJB Syariah masuk kedalam peringkat sehat. Hal ini mencerminkan kondisi bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.

Sedangkan pada tahun 2012, 2014 dan 2015 BJB Syariah masuk kedalam peringkat cukup sehat. Hal ini mencerminkan kondisi bank yang secara umum cukup sehat sehingga dinilai cukup mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Terdapat beberapa variabel yang termasuk kedalam peringkat tidak sehat diantaranya aset likuid terhadap total

Tahun NPF PKR/TP FDR AL/TA AL/PJP GCG ROA NIM CAR Rata-Rata Peringkat

2011 1 3 2 2 5 2 3 1 1 2 Sehat

2012 2 2 3 3 5 3 5 1 1 3 Cukup Sehat

2013 1 3 3 2 3 2 3 1 1 2 Sehat

2014 2 4 3 5 4 2 3 1 1 3 Cukup Sehat

2015 2 3 4 5 5 3 4 1 1 3 Cukup Sehat

BJB Syariah

100 aset tahun 2014 dan 2015, aset likuid terhadap pembiayaan jangka pendek tahun 2011 dan 2012, dan ROA pada tahun 2012. Hal ini mempengaruhi peringkat kesehatan BJB Syariah secara keseluruhan.

Tabel 4.20

Tingkat Kesehatan BNI Syariah 2011-2015

Sumber : Data yang telah diolah

Dari semua variabel yang digunakan dalam penilaian tingkat kesehatan bank umum syarah, secara keseluruhan BNI Syariah masuk kedalam peringkat sehat. Hal ini mencerminkan kondisi bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Terdapat beberapa variabel yang termasuk kedalam peringkat tidak sehat diantaranya pembiayaan kualitas rendah terhadap total pembiayaan pada tahun 2011 dan aset likuid terhadap total aset tahun 2012 sampai 2014. Tetapi hal ini tidak berpengaruh besar terhadap peringkat kesehatan BNI Syariah secara keseluruhan.

Tahun NPF PKR/TP FDR AL/TA AL/PJP GCG ROA NIM CAR Rata-Rata Peringkat

2011 2 5 2 2 1 2 2 1 1 2 Sehat

2012 1 2 2 5 3 1 2 1 1 2 Sehat

2013 1 1 3 5 4 1 2 1 1 2 Sehat

2014 1 3 3 5 2 2 2 1 1 2 Sehat

2015 1 3 3 4 3 2 2 1 1 2 Sehat

BNI Syariah

101 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil analisis dan penelitian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penilaian RGEC pada bank umum syariah periode 2011 sampai 2015 adalah sebagai berikut :

1. Dari sampel Bank Umum Syariah yang diambil untuk penelitian ini, yang termasuk kedalam peringkat sehat pada periode 2011 sampai 2015 antara lain adalah Bank Syaiah Mandiri, BRI Syariah, Bank Panin Syariah, BCA Syariah, dan BNI Syariah. Terdapat beberapa variabel yang termasuk kedalam peringkat tidak sehat, tetapi tidak mempengaruhi tingkat kesehatan bank secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan adanya variabel-variabel lain yang mendukung tingkat kesehatan bank.

2. Bank Muamalat memiliki tingkat kesehatan bank yang sehat tahun 2011 sampai 2014 kemudian mulai menurun pada tahun 2015.

3. Bank Bukopin Syariah pada tahun 2011 sampai 2015 memiliki tingkat kesehatancukup sehat. Tetapi hal ini terus membaik di tahun 2014 dan 2015 karena tingkat kesehatan Bank Bukopin Syariah masuk kedalam kategori sehat.

4. Tingkat kesehatan BJB Syariah cukup berfluktuatif. Hal ini dibuktikan pada tahun 2011 BJB Syariah masuk kedalam peringkat sehat, kemudian pada tahun

102 2012 masuk kedalam peringkat cukup sehat. Kemudian membaik pada tahun 2013 masuk kedalam peringkat sehat dan terus menurun pada tahun 2014 sampai 2015 menjadi peringkat cukup sehat.

B. Saran - Saran

Saran yang dapat diambil terkait dengan hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pada penelitian ini tidak menggunakan seluruh indikator penilaian kesehatan, untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan indikator untuk mengukur penilaian kesehatan bank dapat ditambah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia agar mendapatkan hasil yang lebih akurat. Untuk sampel objek penelitian, diharapkan dapat mengambil sampel objek penelitian yang lebih luas.

Tidak hanya mengukur pada lingkup bank umum syariah, melainkan unit usaha syariah dan BPRS.

2. Bagi bank umum syariah yang mendapatkan predikat yang buruk dapat memperbaiki tingkat kesehatan untuk kedepannya. Dan untuk bank umum syariah yang memiliki tingkat kesehatan yang baik agar dapat dipertahankan dan meningkatkan kualitas kesehatan bank.

103 DAFTAR PUSTAKA

Antonio, Muhammad Syafi’i, Bank Syariah : Dari Teori ke Praktik, Gema Insani, Jakarta, 2001

Dahlan Siamat, Manajemen Lembaga Keuangan, FEUI, Jakarta, 2004.

Effendi, Muh. Arief, The Power of Good Corporate Governance : Teori dan Implementasi, Salemba Empat, Jakarta, 2009.

Gilarso, T. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro, Kanisius, Yogyakarta, 2003.

Hafidhuddin, Didin, Islam Aplikatif, Gema Insani, Jakarta, 2003.

Hanafi, Mamduh M, Abdul Halim, Analisis Laporan Keuangan, UPP STIM YKPN, Yogyakarta, 2012.

Hery, Analisis Kinerja Manajemen, PT Grasindo, Jakarta, 2015.

Ikatan Bankir Indonesia, Memahami Bisnis Bank Syariah, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2014.

Kasmir,Dasar-dasar Perbankan , PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta,2011 Kasmir, Pemasaran Bank, Kencana, Jakarta, 2008

Lukman, Dendawijaya, Manajemen Perbankan, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2003.

Munawir, Analisis Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta, 2008.

Rizal Yaya dkk, Akuntansi Perbankan Syariah Teori dan Praktik Kontemporer, Salemba Empat, Jakarta, 2014

Sekaran, Uma. Research Methods for Business : Metedologi Penelitian untuk Bisnis, Salemba Empat, Jakarta, 2009.

Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung, 2013.

Supriyanto, Metodologi Riset Bisnis, PT Indeks, Jakarta,2009

Wahyudi,Imam dkk, Manajemen Risiko Bank Islam, Salemba Empat, Jakarta, 2013

104 Zarkasyi, Moh. Wahyudin, Good Corporate Governance : pada Badan Usaha

Manufaktur, Perbankan, dan Jasa Keuangan Lainnya, Alfabeta, Bandung, 2008.

Internet

http://bankvictoriasyariah.co.id/page/sub/profil http://bjbsyariah.co.id/laporan-keuangan/

http://maybanksyariah.co.id/pages/27/selayang-pandang http://www.bankmuamalat.co.id/profil-bank-muamalat http://www.bcasyariah.co.id/profil-korporasi/sejarah/

http://www.bi.go.id/id/peraturan/perbankan/Default.aspx

http://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan-tahunan/perekonomian/Default.aspx http://www.bnisyariah.co.id/profile-perusahaan

http://www.brisyariah.co.id/?q=sejarah

http://www.megasyariah.co.id/#.about-content1=about-us/about-mega-syariah http://www.syariahbukopin.co.id/id/tentang-kami/profil-perusahaan

https://www.paninbanksyariah.co.id/index.php/mtentangkami

https://www.syariahmandiri.co.id/category/info-perusahaan/profil-perusahaan/

Ilmam saiful aziz, Sejarah Perbankan di Indonesia, diakses dari http://caramita.com/sejarah perbankan-di-Indonesia.htm pada tanggal 25 Agustus 2016 pukul 20.37 WIB.

Laporan Perekonomian Indonesia 2015, Bank Indonesia, 2015

Laporan Perkembangan Perbankan Syariah 2012, Bank Indonesia, 2012

Metadata Statistik Perbankan Syariah berdasarkan Laporan Stabilitas Moneter Keuangan dan Sistem Keuangan, Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan, OJK, 2016.

105 Peraturan Perundang-Undangan

Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.9/PBI/2007 Tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah.

Undang Undang Dasar No 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan Undang Undang Dasar No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan

Undang Undang Dasar No 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 8/POJK.03/2014 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.

Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.13/1/PBI/2011 Tentang Penilaian Tingkat Bank Umum

Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.6/10/PBI/2004 Tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum

Jurnal dan Skripsi

Agustina, Firda Maulidiyah. 2014.Jurnal. Analisis Rasio Indikator Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode RGEC Pada PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk. Universitas Negri Surabaya.

Artyka, Nur. 2015. Skripsi. Penilaian Kesehatan Bank dengan Metode RGEC pada PT Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk Periode 2011-2013. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Fortania, Lotus Mega dan Ulfi Kartika Oktaviana. 2015. Jurnal. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah Dengan Metode CAMELS dan RGEC. Fakultas Ekonomi, UIN Malang.

Irma, Rini Dwiyani Hadiwidjaja dan Yeni Widyastuti. 2016. Jurnal. Assesing The Effect of Bank Performance on Profit Growth Using RGEC Approach.

Dalam dokumen analisis tingkat kesehatan bank umum syariah (Halaman 111-118)

Dokumen terkait