• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Variabel Utang Bank/Liability Bank, Surat Berharga yang

BAB V PEMBAHASAN

C. Pengaruh Variabel Utang Bank/Liability Bank, Surat Berharga yang

Variabel Total Pendapatan

Pengaruh variabel utang bank/liability bank, surat berharga yang diterbitkan dan dana pihak ketiga terhadap variabel laba melalui variabel total pendapatan dapat dilihat melalui tabel di bawah ini:

Tabel 5.1

Perhitungan Pengaruh Langsung, Tidak Langsung dan Total

Pengaruh variabel Pengaruh Kausal

Langsung Tidak Langsung Total

X1 terhadap Z 0,266 0,266

X2 terhadap Z 0,293 0,293

X3 terhadap Z 0,171 0,171

X1 terhadap Y -0,014 -0,014

X2 terhadap Y 0,073 0,073

X3 terhadap Y 0,208 0,208

Z terhadap Y 0,794 0,794

X1→Z→Y (0,266)( 0,794) = 0,211 0,211

114 Ikromi Ramadhani,“Pengaruh Penerbitan Obligasi Syariah terhadap Profitabilitas”, Jurnal Etikonomi, 12.2 (Oktober 2013), 149-164.

115 Sakifah,”Pengaruh Sukuk dan Gross Domestic Bruto (GDP) terhadap Kinerja dan Nilai Perusahaan di Indonesia” (Tesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2017).

X2→Z→Y (0,293)( 0,794) = 0,232 0,232

X3→Z→Y (0,171)( 0,794) = 0,135 0,135

Total X1 terhadap Y -0,014 0,211 0,197

Total X2 terhadap Y 0,073 0,232 0,305

Total X3 terhadap Y 0,208 0,135 0,343

Berdasarkan tabel pengaruh langsung dan tidak langsung di atas dapat diketahui bahwa pengaruh yang paling besarsecara langsung terhadap laba adalah variabel total pendapatan namun secara tidak langsung yang memiliki pengaruh terbesar terhadap laba melalui total pendapatan adalah variabel dana pihak ketiga dan pengaruh total terbesar adalah pengaruh dana pihak ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa jika ingin menaikkan laba maka hal utama yang harus ditingkatkan adalah total pendapatan dengan menaikkan dana pihak ketiga yang memiliki ATMR terendah. Sehingga untuk meningkatkan laba juga harus menyeimbangkan komponen-komponen yang lainnya sebagaimna hasil wawancara yang telah dilakukan sebagamana berikut:

laba, ditanya laba diperoleh dari mana ya macem-macem sih ininya. Tapi yang terpenting yang saya jelaskan tadi. Komponen laba itu kan macem- macem. Ada yang sifatnya organik dan ada yang tidak organik. Kalau organik ya istilahnya yang sifatnya memang habitual atau on balance sheet. Tapi kalau yang sifatnya unorganik itu misalnya dari nasabah- nasabah yang apa ya.. nasabah-nasabah yang kalau dikasih pembiayaan tuh bermasalah. Tapi yang kami kejar adalah nasabah yang organik

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa laba dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.Ada yang berasal dari aktivitas dengan nasabah maupun faktor lainnya. Faktor-faktor tersebut dapat berupa modal sendiri yang memadai, pertumbuhan ekonomi global, likuiditas, bank size, pelayanan yang baik terhadap nasabah, pembiayaan yang lancar, produk administrasi dan sebagainya.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Secara parsial variabel utang dan dana pihak ketiga memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap total pendapatan BUS dan UUS di Indonesia namun variabel surat berharga yang diterbitkan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap total pendapatan.

2. Secara simultan variabel utang bank, surat berharga yang diterbitkan dan dana pihak ketiga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap total pendapatan BUS dan UUS di Indonesia.

3. Secara parsial variabel utang dan surat berharga yang diterbitkan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap laba namun variabel dana pihak ketiga dan total pendapatan memiliki pengaruh terhadap laba BUS dan UUS di Indonesia. Kontribusi terbesar yang berpengaruh terhadap laba BUS dan UUS di Indonesia adalah variabel total pendapatan BUS dan UUS..

4. Secara simultan variabal utang bank, surat berharga yang diterbitkan, dana pihak ketiga dan total pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap laba BUS dan UUS di Indonesia.

5. Berdasarkan tabel pengaruh langsung dan tidak langsung, dapat diketahui bahwa pengaruh yang paling besar, baik pengaruh langsung maupun tidak

langsung, terhadap laba BUS dan UUS di Indonesia adalah variabel total pendapatan yaitu sebesar 79,4%.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka saran yang dapatdisampaikan adalah:

1. Rekomendasi Praktis

Penelitian ini diharapkan menjadi masukan yang membangun bagi BUS dan UUS agar semakin meningkatkan laba sebagai bukti kinerja perbankan syariah mengalami peningkatan. Terdapat beberapa rekomendasi yang dapat menjadi masukan, diantaranya:

a. Bagi BUS dan UUS

Untuk meningkatkan kinerja bank syariah yang dapat ditandai dengan adanya peningkatan laba maka BUS dan UUS harus memperhatikan total pendapatan. Total pendapatan harus selalu meningkat supaya laba juga mengalami peningkatan. Namun, peningkatan total pendapatan tidak hanya bersumber pada pendapatan yang menggunakan profit based income, tapi juga non profit based income yang lebih kreatif dan kompeten dengan kompetitor lainnya serta harus up to date terkait produk dan pelayanan.

b. Bagi peneliti selanjutnya

Penelitian ini banyak kelemahannya karena peneliti terbatasi oleh waktu, dana, dan pengetahuan.Selain itu, kelemahan dalam penelitian ini adalah masih memiliki gejala autokorelasi yang belum bisa diperbaiki. Oleh

karena itu, rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dapatmenggunakan seluruh sumber dana yang digunakan bank sebagai variabel penelitian serta dapatmenggunakan teknik analisis lainnya untuk menguji konsistensi hasil penelitian ini dan mengembangkannya.

DAFTAR PUSTAKA

Abduh, Muhammad & Alias, Aizat. 2014. Factors Determine Islamic Banking Performance in Malaysia. Journal of Islamic Banking and Finance.

Journal of Islamic Banking and Finance, (Online), (http://irep.iium.edu.my/36336/1/Abduh_%26_Aizat,_JIBF_2014.pdf diakses 18 April 2020).

Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis.

Jakarta: Rineka Cipta

Darwis, Muhammad. Arif. 2016. Pengaruh Pembiayaan Mugharabah dan Musyarakah terhadap Laba Bersih Melalui Pendapatan Bagi Hasil pada Bank Syariah tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tesis tidak diterbitkan.

Makasar: Program Pascasarjana UIN Alauddin Makasar

Fajria, Rola. Nurul. 2016. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Bank Syariah Bank Umum Syariah di Indonesia tahun 2011-2015, Tesis tidak diterbitkan. Surakarta: Program pascasarjana IAIN Surakarta.

Faradila, Astri & Cahyati, Ari. Dewi. 2013. Analisis Manajemen Laba pada Perbankan Syariah.Jurnal Riset Akuntansi dan Komputerisasi Akuntansi.

(Online)Vol. 4, No. 1. (https://media.neliti.com/media/publications/4447- ID-analisis-manajemen-laba-pada-perbankan-syariah.pdf diakses 18 April 2020).

Hasan, Ichsan, Nurul. 2014. Perbankan Syariah. Ciputat: GP Press Group

Herdiyanto, Wempy. Singgih, 2015. Pengaruh Struktur Utang terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur tahun 2011- 2013.Diponegoro Journal of Accounting, (Online), Vol. 4, No. 3, (https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/accounting/article/view/17027 diakses 18 April 2020).

Hidayat, Anwar . 2017. Uji Autokorelasi dengan SPSS-Durbin Watson. (Online).

https://www.statistikian.com/2017/01/uji-autokorelasi-dengan-spss.html (diakses pada 15 Juli 2020, pukul 14:01).

Kasmir. 2002. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Kuncoro, Mudrajad & Suhardjono, 2006. Manajemen Perbankan: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE

Latan, Hengky. 2013. Analisis Mulyivariate: Teknik dan Aplikasi. Bandung:

Alfabeta

Mannan. 1993. Undestanding Islamic Finance, A Study of the Securities Market in an Islamic Framework. Jedah: Islamic Research and Training Institute of IDB

Manurung. 2014. Analisis Jalur, Path Analysis. Jakarta: Rineka Cipta

Muhamad. 2014. Manajemen Keuangan Syariah, Analisis Fiqih dan Keuangan.

Yogyakarta: UPP STIM YKPN

Munir, Akhmad Sirojudin. 2017. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Di Indonesia,Jurnal Ummul Qura,

(Online), Vol. 9, No. 1.

(http://ejournal.kopertais4.or.id/pantura/index.php/qura/article/view/3043 diakses 18 April 2020).

Nasution. 2008. Metodologi Research, Penelitian ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara Nazir. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Yudhistira Ghalia Indonesia

Noor, Juliansyah. 2015. Metodologi Penelitian. Jakarta: Prenadamedia Group Nurakhiroh dkk. 2014. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Rating Sukuk dengan

Manajemen Laba sebagai variabel Intervening,Accounting Analysis

Journal, (Online), Vol. 3, No. 1,

(https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/aaj/article/view/4194 diakses 18 April 2020).

Nurdin, Mutmainnah. 2017. Struktur Keuangan dan Manajemen Hutang terhadap Laba (Studi kasus pada PT Garuda Indonesia,Tesis tidak Diterbitkan. Makasar: Universitas Hasanuddin Makasar.

Nurhasanah. 2014. Pengaruh Assets Growth dan Dana Pihak Ketiga terhadap Profitabilitas Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Kecukupan Modal sebagai Pemoderasi. Jurnal Administrasi

Akuntansi, (Online), Vol. 3, No. 3.

(http://jurnal.unsyiah.ac.id/JAA/article/view/4431 diakses 19 April 2020).

Otoritas Jasa Keuangan. 2015. Roadmap Perbankan Syariah Indonesia 2015- 2019. Jakarta: Departemen Perbankan Syariah

Padmantyo, Sri. 2010. Analisis Manajemen Laba Pada Laporan Keuangan Perbankan Syariah (Studi Pada Bank Syariah Mandiri Dan Bank Muamalat Indonesia), Jurnal Manajemen dan Bisnis,(Online), Vol. 14,

No. 2. (https://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/1822?show=full diakses 18 April 2020).

Pandu dkk. 2009. Indonesia Legal Center Publishing, For Law and Justice Reform, Membaca Neraca Bank. Jakarta: CV Karya Gemilang

Pardede, Ratlan & Manurung, Reinhard. 2014. Analisis Jalur, Path Analysis.

Jakarta: Rineka Cipta

Priyatno, Dwi. 2013. Mandiri Belajar Analis data dengan SPSS. Yogyakarta:

Mediakom

Purwanto. 2012. Metodologi Penelitian Kuantitatif . Yogyakarta: Pustaka Pelajar Puspitosari, Lety. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap

Manajemen Laba pada Bank Syariah,Jurnal MIX, (Online), Vol. 5, No. 2.

(http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/Jurnal_Mix/article/view/61 8 diakses 18 April 2020).

QS Al Anfal ayat 27 QS Al Baqarah 282 QS Al Baqarah ayat 198 QS Al Baqarah ayat 283.

QS Al Baqarah ayat 283.

QS Al Maidah ayat 1 QS An Nisa ayat 29 QS. Al Jumu'ah ayat 10 QS. Al Muzammil ayat 20 QS. Al Baqarah ayat 282.

Rakhimsyah, Leli Amnah & Gunawan, Barbara. 2011. Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Kebijakan Dividen an dan Tingkat Suku Bunga terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal, Investasi, (Online), Vol.

7, No. 1, (https://journal.trunojoyo.ac.id/infestasi/article/view/490 diakses 18 April 2020).

Ramadhani, Ikromi. 2013. Pengaruh Penerbitan Obligasi Syariah terhadap Profitabilitas.Jurnal Etikonomi, (Online), Vol. 12, No. 2, (http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=3894 25 diakses 18 April 2020).

Riduwan & Sunarto. 2015. Pengantar Statistika, untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi, dan Bisnis. Bandung: Alfabeta

Roflin, Eddy. 2009. Penggunaan Metode Trimming pada Analisis Jalur dalam Menentukan Model Kausal Dana Alokasi Umum Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan”, Jurnal Penelitian Sains, (Online), Vol 9 no

12 (https://jpsmipaunsri.files.wordpress.com/2010/08/0101-09-a- edirofin-ganjil.pdf diakses 18 April 2020)

Rosiana dkk. 2015. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, dan Islamic Governance Score terhadap Pengungkapan Islamic Social

Reporting,Esensi, (Online), Vol. 5, No. 1.

(http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/esensi/article/view/2334 diakses 18 April 2020).

Rosidi, Imron. 2005. Ayo Senang Menulis Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: CV.

Media Pustaka

Sakifah, 2017. Pengaruh Sukuk dan Gross Domestic Bruto (GDP) terhadap Kinerja dan Nilai Perusahaan di Indonesia. Tesis tidak Diterbitkan.

Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sari, N.M. Veronika & Budiasih, I G.A.N. 2014. Pengaruh Debt to Equity Ratio, Firm Size, Inventory Turnover dan Asset Turn Over terhadap Profitabilitas.E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana,, (Online), Vol. 6, No. 2, (https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/7930 diakses 18 April 2020).

Sari, Rini. Puspita. 2018. Strategi Peningkatan Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Tesis tidak Ditrerbitkan. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Setiawan & Kusrini,Dwi. Endah. 2010. Ekonometrika. Yogyakarta: C.V Andi Statistik Perbankan Syariah Juni 2019

Subramanyan. 2008. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat

Sudana, I. Made. 2009. Manajemen Keuangan Teori dan Praktik. Surabaya:

Airlangga University Press

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Sukidin & Mundir. 2005. Metode Penelitian. Surabaya: Insan Cendekia

Sulhan, M. & Siswanto, Ely. 2008. Manajemen Bank Konvensional dan Syariah.

Malang: UIN Malang Press

Taswan, 2012. Akuntansi Perbankan, Edisi III. Yogyakarta: UPP STIM YKPN Thalib, Djamil. 2016. Intermediasi, Struktur Modal, Efisiensi, Permodalan dan

Resiko terhadap Profitabilitas Bank, Jurnal Keuangan dan

Perbankan,(Online), Vol. 20, No. 1.

(http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/jkdp/article/view/155 diakses 18 April 2020).

Warren, Reeve, dan Fess. 2008. Pengantar Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat Wiroso. 2011. Akuntansi transaksi Syariah. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia Yani, Dyah. Fitri. 201. Pengaruh Hutang Jangka Panjang dan Profitabilitas di

Bank Syariah: Studi Pada PT Bank Muamalat Indonesia,Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan, (Online), Vol. 10, No.

1. (https://ojs.unud.ac.id/index.php/jmbk/article/view/21489 diakses 18 April 2020).

156 Nama : Wiwit Mustafidah

NIM : 0839217037 Program : Magister

Institut : Pascasarjana IAIN Jember

Dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa tesis ini secara keseluruhan adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya.

Jember, 02 Juni 2020 Saya yang menyatakan,

WIWIT MUSTAFIDAH NIM. 0839217037

LAMPIRAN 1 HASIL WAWANCARA

Wiwit: apakah utang bank, surat berharga yang diterbitkan dan dana pihak ketiga memiliki pengaruh terhadap pendapatan dan dampaknya terhadap laba?

Informan: kalau secara prinsip perbankan, emh... bahwa fungsi perbankan itu kan sebagai intermediasi. Atau perantara. Jadi dia menghimpun sama menyalurkan.

Kalau dilihat ya memang ya misalnya begini.. apa ya... ada namanya, kalau saya lebih cenderungnya menganaloginya begini antara dua ini (menunjuk ke kertas yang tertuliskan simpanan=pinjaman) ini 6 huruf dan ini 6 huruf. Simpan dan pinjam pasti saling berkorelasi. Ini bukan karena kebetulan. Iya jadi sangat berpengaruh menurut saya mbak. Ketika misalnya kalo kita simpan berarti terkait dengan tabungan ya produknya ya.. nah ketika tabungannya banyak eh ternyata pinjamannya juga ga jalan misalnya ni itu akibatnya dana kita meluber deh..

meluber itu apa ya karena saya orang palembang .. emhh berlebihan. Atau sebaliknya ketika misalnya pinjaman kita lebih besar dari pada dana itu akan berpengaruh juga karena kita dananya ini akan kita pinjam dari treasury. Sehingga pendapatannya nanti akan kecil. Tapi kalau kita punya dana sendiri kita akan punya uang sendiri dong. Cash money kita, kita pinjam sehingga selisih atau margin katakanlah kita melempar kredit 10% kemudian kita hitung nih terkait modalnya lah kan sekian kemudian pengeluaran sekian macem. Nah ketika dana kita sedikit kan kita minjem dulu ke treasury sehingga marginnya sedikit yang kita dapat. Ditanya tadi terkait pengaruh dana atau DPK sumber dana kalau menurut saya sih iya karena Salah satu komponen p_based atau salah satu laba itu adalah di p based income seperti misalnya kalau di dana kita itu misalnya kita komposisi dana mahal dan dana murah kita. Kalau banyak komposisi dana mahal berarti bagi hasilnya kan lebih rendah karena cost of fundnya itu menjadi lebih banyak. Nah artinya ya udah kita coba menyesuaikan kasanya aja supaya kasa lebih besar dari pada dana mahalnya. Nah kemudian itu pengaruhnya kemana ya dengan adanya dana melimpah ini kita kan ada namanya dana promosi. Dana Promosi yang kita grab untuk misalnya kerjasama dengan beberapa instansi itu misalnya dengan IAIDA itu, supaya apa, supaya mereka pembukaan yang sifatnya massal.

Misalnya pembukaan rekening masal sehingga ada fee administrasi 10.000.

kemudian untuk ini juga kita membikin namanya e-chanel. E-channel itu mobile banking . kemudian terkait dengan yang lain juga. Terkait valasnya juga. Kalau untuk produk-produk yang di funding ya yang seperti sudah saya sampaikan ke panjenengan.

Wiwit: kalau misalkan terkait hutang, di bank syariah sendiri itu pernah melakukan hutang? Kayak misalnya pernah melakukan hutang dengan bank lain atau dengan yang lain?

Informan: bukan begitu sih maksudnya.. artinya itu yaa.... misalnya dana kita.

Kan di ketentuan dari ini bahwa ketika dana kita ni misalnya lagi ini ni ternyata deposan lagi narik nih kemudian dana kita short kita kan ada medianya namanya permintaan ke kastrip atau permintaan ke bank lain nanti akan dipotong di giro kita . kita kan meletakkan di giro

Wiwit : kayak semacam pasar uang antar bank gitu pak?

Informan: iya. Di giro kita di Bank Indonesia kan GWM nya ada. Giro Wajib Minimum itu ada. Nah mangkanya kita dari sini misalnya kita butuh uang nih misalnya 300 juta. 300 juta ni kita butuh penarikan. Dan sebaliknya bank lain ketika posisi kita lagi banyak dia ini ndak papa. Dan itu gratis fee nya. Tapi nanti itu akan memotong potongannya di gironya. Seperti itu. Kalau ditanya tadi kan nanyanya pengaruh ..

Wiwit: hutang sumber dana terhadap pendapatan dan laba

Informan: jadi dana yang kita kelola, kita harus efektifkan. Misalnya pemberian lebih banyak porsi dana yang low cost fund. Sehingga balikannya itu menjadi banyak. Terus kita adain terkait pembukaan rekening-rekening massal seperti itu.

Kemudiah nah itu juga kita lempar ke lending. Cari pembiayaan yang ATMR nya rendah. Aktiva tertimbang menurut resiko. Bahsanya itu bobotnya yang paling kecil. Kenapa? Kalau kita lempar nih pembiayaan ternyata risikonya itu lebih banyak sehingga yang terjadi ya yang namanya risiko itu kan pasti ada. Tinggal mitigasi kita. Karena begitu kita pinjem kita sudah ada dana cadangan dan ketika misalnya dia terjadi permasalahan ada namanya pencadangan yang level-levelnya.

Yang pencadangan level 1,2 3, dst. Nah pencadangan ini akan menggerus terkait laba juga. Makanya kita harus memberikan pembiayaan itu yang memang sektornya yang memang bener. Dann sektornya itu memang bener sesuai.

Wiwit: biasanya itu yang ATMR nya paling rendah itu biasanya?

Informan: kalau ATMR yang paling rendah itu biasanya yang sifatnya likuid.

Contoh misalnya gadai, kemudian pensiunan yang termasuk ATMRnya rendah, kemudian BO 2. BO 2 itu implant pembiayaan karyawan.yang PNS. Karena kan gajinya itu sudah tetap selain tetap juga gajinya sudah kita kuasai. Jadi sifatnya tinggal pemotongan gaji aja. Seperti itu. Sama seperti bank-bank lain. Nah kalau misalnya sektor yang masih belum juga karena faktor ekonomi contoh misalnya pembiayaan mikro. Pembiayaan mikro ini pengaruh karena kondisi global. Nah kemudian pembiayaan-pembiayaan lain yang sifatnya butuh banyak diskusi.

Wiwit:kalau surat berharga, di bank syariah ini sudah menerbitkan surat berharga?

Informan: surat berharga kita mengeluarkan. Ada yang namnya sukuk. Sukuk sekarang sudah beberapa kali periode. Dari pemerintah mengeluarkan sukuk. Kita tawarkan sukuk itu. Dan alhamdulillah respon masyarakat itu sukuk syariah ya yang dari BSM bagus ininya dari kuota atau kupon yang disediakan insyaallah untung.

Wiwit: dengan penerbitan sukuk itu bisa mempengaruhi laba pak?

Informan: kalau sukuk kan nanti ada bagi hasilnya. Ada profit sharing itu juga.

Tapi yang kami kejar kalau sukuk itu yang sifatnya temporer. Sukuk itu temporer.

Nah yang kita cari itu yang sifatnya continue. Seperti misalnya e-channel kemudian pembukaan tabungan kemudian ada beberapa hal juga yang sifatnya massal dan rutin. Termasuk juga pada penjualan saham.

Wiwit : berarti kalau surat berharga ini selain sukuk ada?

Informan: ya sifatnya sama, sifatnya tadi fungsi dari bank itu intermediate artinya menyalurkan produk-produk fundingnya. Produk-produk faunding kan macem- macem ada secara umumnya adalah bisa tabungan bisa dana murahnya kemudian bisa komponen pelengkap lainnya.

Wiwit: terus kalau DPK, Dana Pihak Ketiga ini didapat dari mana saja?

Informan: Kalau didapat dari mana saja tentunya dari masyarakat. Masyarakat ya sifatnya macem-macem sih ininya segmentasinya macem-macem.

Wiwit: produknya ada apa ja?

Informan: DPK kan cuma ada 3. Giro, Tabungan dan deposito. Kita coba memaksimalkan komposisinya bahwa yang kasa giro dan tabungan itu lebih besar daripada deposito. Tadi supaya mendorong laba salah satunya. Karena kalau banyak dana mahal kita berarti jualannya rugi donk. Seperti itu.. tapi kalau banyak dana murah ya spread margin menjadi positif.

Wiwit: berarti kalau antara utang, terus surat berharga dan dana pihak ketiga itu yang low cost fund lebih rendah yang mana? misalkan bank syariah itu membutuhkan dana, dana low cost fund itu yang mana?

Informan: yang jelas kan, yang namanya kasa itu kan yang dana murah.

Komposisinya tabungan sama giro. Cuman memang kalau giro itu kan ga semua.

Itu kan lebih cenderung ke institusi. Perusahaan atau wiraswasta-wiraswasta yang sering melakukan transaksinya itu melalui cek dsb. Kalau tabungan pasti semuanya. Jadi kalau urutannya kurang lebih seperti itu.

Wiwit: kalau pendapatan sendiri itu diperoleh dari mana saja? Pendapatan bank itu diperoleh dari apa saja?

Informan: ya yang seperti saya sebut tadi, kan pendapatan kan ada yang namanya pendapatan yang sifatnya dari tabungan, sama sih semua bank pasti dari tabungan, kemudian dari ATM, dari ATM kalau melakukan transaksi misalnya melakukan pembayaran itu kan ada namanya fee nya. Kemudian melakukan pembayaran seperti yang di Blokagung membayar SPP misalnya dia dari ATM bank lain dapat fee kerjasamanya. Itu salah satunya yang sifatnya misalnya ada yang ganti kartu karena rusak bisa dapat fee nya.

Wiwit: kalau pembiayaan, disini pembiayaan yang sudah dilaksanakan pembiayaan apa?

Informan: kalau pembiayaannya consumer kita.

Wiwit: sehingga kalau laba diperoleh dari?

Informan: laba, ditanya laba diperoleh dari mana ya macem-macem sih ininya.

Tapi yang terpenting yang saya jelaskan tadi. Komponen laba itu kan macem- macem. Ada yang sifatnya organik dan ada yang tidak organik. Kalau organik ya istilahnya yang sifatnya memang habitual atau on balance sheet. Tapi kalau yang sifatnya unorganik itu misalnya dari nasabah-nasabah yang apa ya.. nasabah- nasabah yang kalau dikasih pembiayaan tuh bermasalah. Tapi yang kami kejar adalah nasabah yang organik

Dokumen terkait