• Tidak ada hasil yang ditemukan

Variabel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

G. Variabel Penelitian

determinasi mencerminkan seberapa besar variasi dari variabel endogen yang dapat diterangkan oleh variabel eksogen. Rumus R² diperoleh berdasarkan langkah-langkah pada tabel ANOVA.74

Variabel endogen adalah variabel yang dalam diagram analisis jalur memiliki anak-anak panah yang menuju ke arahnya. Variabel yang termasuk di dalamnya mencakup variabel perantara dan tergantung. Variabel perantara endogen adalah variabel yang memiliki anak panah yang menuju ke arahnya dan dari arah variabel tersebut dalam suatu model diagram jalur. Adapun variabel tergantung yaitu variabel yang hanya memiliki anak panah yang menuju ke arahnya.76 Variabel perantara dalam penelitian ini adalah variabel total pendapatan sedangkan variabel tergantungnya adalah variabel laba.

.

76 Ratlan Pardede &Renhard Manurung,Analisis Jalur, Path Analysis....,20.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data

1. Gambaran Umum BUS

Dalam penelitian ini, subjek yang digunakan adalah BUS &UUS di Indonesia. Jumlah BUS di Indonesia sampai dengan Januari 2020sebanyak14 BUS dengan total aset sebesar 346.373 juta, jumlah kantor pusat operasional/kantor cabang mencapai 480kantor, jumlah kantor cabang pembantu/unit pelayanan syariah mencapai 1246kantor dan jumlah kantor kas mencapai 196 kantor. Berikut tabel perkembangan BUS tahun 2014 sampai Januari 2020.

Tabel 4.1

Perkembangan Jumlah Bank, KPC/UPS, KPO/KC dan KK BUS Tahun Januari 2014- Januari 2020

No Tahun Jumlah BUS Aset KPO/KC KCP KK

1 2014 12 197.539 413 1520 210

2 2015 12 200.217 450 1.472 201

3 2016 13 254.184 473 1.207 189

4 2017 13 288.027 471 1.176 178

5 2018 14 316.691 478 1.199 198

6 2019 14 322.949 478 1.214 202

7 2020 14 346.373 480 1.246 196

Sumber: Statistik Perbankan SyariahJanuari 2020

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa BUS mulai tahun 2014-2020 mengalami perkembangan dari seluruh aspek baikBUS, KPO/ KC, KCP dan KK. Berikut ini daftar nama BUS tahun 2020 yang dijelaskan pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2

Jumlah BUS, KPC/UPS, KPO/KC dan KK BUS Tahun2020

Kelompok Bank KPO/KC KCP/UPS KK HOO/BO SBO/SSU CO Bank Umum Syariah

480

1.246

196

1 PT. Bank Aceh Syariah

26

89

27

2 PT BPD Nusa Tenggara Barat

Syariah

13

28

4

3 PT. Bank Muamalat Indonesia

82

152

57

4 PT. Bank Victoria Syariah

9

4

-

5 PT. Bank BRISyariah

53

218

12

6 PT. Bank Jabar Banten Syariah

9

55

2

7 PT. Bank BNI Syariah

68

213

14

8 PT. Bank Syariah Mandiri

129

427

53

9 PT. Bank Mega Syariah

27

34

5

10 PT. Bank Panin Dubai Syariah

13

4

-

11 PT. Bank Syariah Bukopin

12

7

4

12 PT. BCA Syariah

14

13

18

13 PT. Bank Tabungan Pensiunan

Nasional Syariah

24

2

-

14 PT. Maybank Syariah Indonesia 1

-

-

Sumber: Statistik Perbankan SyariahJanuari 2020

Berdasarkan Tabel 4.2 PT Bank Syariah Mandiri merupakan BUS yang paling eksis terkait jumlah kantor disusul oleh PT Bank Muamalat Indonesia, PT Bank BNI Syariah, dan PT BRI Syariah.

2. Gambaran Umum UUS

UUSjuga mengalami perkembangan mulai tahun 2014-2020. Hal ini terlihat dari jumlah aset yang dimiliki dan jumlah jaringan kantor yang terus

mengalami peningkatan. Perkembangan UUS dapat dilihat pada Tabel 4.3 di bawah ini:

Tabel 4.3

Perkembangan Aset, Jumlah UUS, KPC/UPS, KPO/KC dan KK UUS Tahun 2014-Januari 2020

No Tahun Jumlah Aset KPO/KC KCP KK

1 2014 22 64.389 138 174 42

2 2015 22 73.277 144 143 44

3 2016 21 102.320 149 135 48

4 2017 21 136.154 154 139 51

5 2018 20 160.636 153 140 55

6 2019 20 163.944 156 157 59

7 2020 20 168.951 160 164 62

Sumber: Statistik Perbankan Syariah Januari 2020

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa UUSjuga mengalami perkembangan mulai tahun 2014-2020 dari aspekjumlah aset dan jumlah KPO/KC, KCP dan KK.

Namun pada tahun 2020 UUS mengalami penurunan dari jumlah UUS yang semula pada tahun 2014 sebanyak 22 UUS menjadi 20 UUS. Berikut ini daftar nama bank konvensional yang memiliki UUS sampai tahun 2020 yang dijelaskan pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4

Jumlah Bank, KPC/UPS, KPO/KC dan KK UUS Tahun 2020

Kelompok Bank HOO/BO KPO/KC KCP/UPS SBO/SSU KK CO

Unit Usaha Syariah 160

164

62

1 PT Bank Danamon Indonesia, Tbk 10

1

-

2 PT Bank Permata, Tbk

11

2

1

3 PT Bank Maybank Indonesia, Tbk 14

2

-

4 PT Bank CIMB Niaga, Tbk 15

1

3

5 PT Bank OCBC NISP, Tbk

10

-

-

6 PT Bank Sinarmas

35

1

12

7 PT Bank Tabungan Negara

(Persero), Tbk.

24

55

7

8 PT BPD DKI

2

13

5

9 PT BPD Daerah Istimewa

Yogyakarta 1

5

3

10 PT BPD Jawa Tengah

5

14

9

11 PT BPD Jawa Timur, Tbk

7

10

-

12 PT BPD Sumatera Utara

1

2

-

13 PT BPD Jambi

5

17

-

14 PT BPD Sumatera Barat

5

4

-

15 PT BPD Riau dan Kepulauan Riau 2

4

7

16 PT BPD Sumatera Selatan dan

Bangka Belitung

3

2

4

17 PT BPD Kalimantan Selatan

2

9

1

18 PT BPD Kalimantan Barat

2

3

6

19 PD BPD Kalimantan Timur

2

19

3

20 PT BPD Sulawesi Selatan dan

Sulawesi Barat

4

-

1

Sumber: Statistik Perbankan SyariahJanuari 2020

Berdasarkan Tabel 4.4,UUS pada PT Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk merupakan UUS yang paling eksis terkait jumlah kantor disusul oleh UUSPT Bank Sinarmas, PT BPD Jawa TimurTbk dan PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta.

3. Gambaran Umum Statistik Deskriptif Data Variabel

Data variabel dalam penelitian ini bersumber dari data publikasi statistik perbankan syariah yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupa laporan gabungan kegiatan usaha BUS dan UUS (untuk mendapatkan data variabel utang/liability, surat berharga yang diterbitkan, dan dana pihak ketiga)

serta laporan Laba Rugi Gabungan BUS dan UUS (untuk mendapatkan variabel pendapatan dan laba). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data laporan keuangan BUS. Populasi data laporan keuangan BUS adalah data publikasi yang dimuat dalam Statistik Perbankan Syariah sejak pertama dipublikasikan oleh OJK tahun 2009 sampai dengan 2020..

Gambaran umum statistik deskriptif merupakan data statistik yang memiliki fungsi untuk menggambarkan atau mendeskripsikan gambaran tentang objek yang akan diteliti melalui sampel dan populasi yang meliputi nilai maksimum, nilai minimum, rata-rata dan standar deviasi.77 Statistik deskriptif variabel dalam penelitian ini ditunjukkan olehTabel 4.5.

Tabel 4.5

Statistik Deskriptif Data Variabel Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

utang 73 2005,00 13094,00 7457,7671 2354,86299

Surat Berharga yang diterbitkan

73 100,00 10845,00 3780,7123 2139,07234

Dana Pihak Ketiga 73 177930,00 416558,00 284424,4658 72375,71826

Pendapatan 73 1746,00 34797,00 14465,1096 8711,03476

Laba 73 225,00 6672,00 2131,9589 1562,68790

Valid N (listwise) 73

Sumber: Data Output SPSS (Lampiran 1).

Statistik deskripsi data variabel pada Tabel 4.5 menunjukkan bahwa jumlah sampel yang digunakan sejumlah 73. Dari 73 sampel variabel utang memiliki jumlah utang minimum sebesar 2005 juta rupiah, utang maksimum

77 Hengky Latan dan Selva Temalagi, Analisis, 27.

sebesar 13.094 juta rupiah, rata-rata utang sebesar 7.457,8juta rupiah dan standar deviasi utang sebesar 2.354 juta rupiah. Variabel surat berharga dari 73 sampel memiliki jumlah minimum surat berharga sebesar 100 juta rupiah, jumlah maksimum sebesar 10.845 juta rupiah, rata-rata surat berharga sejumlah 3.780 juta rupiah dan standar deviasi surat berharga sebesar 2.139 juta rupiah. Variabel dana pihak ketiga menunjukkan bahwa dari 73 sampel nilai minimum dana pihak ketiga sebesar 177.930 juta rupiah, jumlah maksimum sebesar 416.558 juta rupiah, rata-rata sejumlah 284.424 juta rupiah dan standar deviasi sebesar 72.375 juta rupiah. Variabel pendapatan menunjukkan bahwa dari 73 sampel yang digunakan, nilai minimum pendapatan sebesar 1.746 juta rupiah, nilai maksimum sebesar 34.797 juta rupiah, nilai rata-rata sebesar 14.465juta rupiah dan standar deviasi sebesar 8.711 juta rupiah. Variabel laba menunjukkan bahwa dari 73 sampel nilai minimum sejumlah 225 juta rupiah, nilai maksimum sejumlah 6.672 juta rupiah, nilai rata-rata sejumlah 2.131juta rupiah dan standar deviasi sebesar 1.562 juta rupiah.

Data variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Deskripsi Data Utang Bank/Liability

Variabel utang bank dalam penelitian ini diperoleh dari jumlah giro, tabungan, deposito, setoran jaminan, dana pelunasan sukuk.78 Berikut ini data perkembangan utang bank bulan Januari 2014 – Juni 2019.

78 Statistik Perbankan Syariah Januari 2020

Tabel 4.6

Data Utang Bank/Liability Bank Bulan Januari 2014 – Januari 2020 (dalam jutaan rupiah)

No Bulan 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

1 Januari 9.573 7.220 8.139 7.799 6.957 2.157 5.821 2 Februari 10.682 8.089 7.603 7.270 7.412 2.563 3 Maret 13.094 7.963 8.825 7.089 6.907 2.160 4 April 11.339 7.940 8.059 6.366 6.595 2.132

5 Mei 8.052 8.841 8.004 6.883 6.938 2.063

6 Juni 11.318 9.346 9.869 8.670 5.813 2.005

7 Juli 10.539 7.855 8.902 7.393 6.176 5.322

8 Agustus 10.027 7.688 7.861 6.437 5.705 4.914 9 September 12.886 8.346 9.320 6.451 5.858 4.835 10 Oktober 8.712 7.638 9.450 7.591 5.517 4.869 11 November 8.144 7.734 9.642 7.431 5.993 5.802 12 Desember 9.710 8.468 10.785 9.674 6.862 6.324 Sumber: Statistik Perbankan Syariah Januari 2014- Januari 2020, diolah.

Tabel 4.6 menunjukkan bahwa utang bank mengalami penurunan pada tahun 2018-2019. Grafik terkait utang bank syariah dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut.

Gambar 4.1

Perkembangan Utang BUS dan UUS di Indonesia 2014-2020

0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Gambar 4.1 menunjukkan garis terendah utang BUS dan UUSterdapat pada garis tahun 2019. Hal ini berarti utang pada tahun 2019 telah mengalami penurunan.

b. Deskripsi Data Surat Berharga yang Diterbitkan

Variabel surat berharga yang diterbitkan dalam penelitian ini diperoleh dari penjumlahan surat berharga yang diterbitkan dimiliki oleh pihak ketiga bukan bank dan surat berharga yang diterbitkan yang dimiliki bank lain. Berikut ini perkembangan surat berharga yang diterbitkan BUS dan UUS mulai bulan Januari 2014-Juni 2019.

Tabel 4.7

Data Surat Berharga yang Diterbitkan BUS dan UUS Bulan Januari 2014 – Juni 2019(dalam jutaan rupiah)

No Bulan 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

1 Januari 1.997 3.153 3.288 3.083 2.725 3.149 6.676 2 Februari 1.997 3.755 1.293 2.140 5.170 3.220

3 Maret 1.997 3.200 1.860 5.635 6.482 3.045

4 April 1.997 3.455 2.163 4.228 4.715 2.810

5 Mei 100 4.265 1.908 3.658 4.406 2.261

6 Juni 100 4.938 3.188 5.625 6.916 2.311

7 Juli 100 4.295 3.541 3.321 3.894 5.694

8 Agustus 100 4.159 3.394 2.795 4.148 7.281

9 September 279 5.212 3.783 4.397 4.971 7.157

10 Oktober 279 3.805 3.722 4.045 3.852 6.006

11 November 279 3.842 4.273 3.901 5.457 6.420 12 Desember 279 4.346 7.434 6.824 10.845 8.953 Sumber: Statistik Perbankan Syariah Januari 2014 – Januari 2020, diolah.

Tabel 4.7, jumlah surat berharga yang diterbitkan pada tahun 2014 tidak mengalami perubahan setiap bulan. Dalam setahun pada tahun 2014 jumlah surat berharga yang diterbitkan hanya mengalami perubahan 3 kali namun mulai tahun

2015 sampai tahun 2020 jumlah surat berharga yang diterbitkan telah mengalami perubahan setiap bulan. Perkembangan surat berharga yang diterbitkan juga dapat ditunjukkan melalui grafik berikut ini:

Gambar 4.2

Perkembangan Surat Berharga yang Diterbitkan BUS dan UUS di Indonesia 2014-2020

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa grafik surat berharga yang diterbitkan selalu mengalami perubahan dan titik terendah terdapat pada tahun 2014.

c. Deskripsi Data Dana Pihak Ketiga

Variabel dana pihak ketiga dalam penelitian ini diperoleh dari penjumlahan antara lain dana simpanan wadiah (giro dan tabungan), dana investasi non profit sharing (giro, tabungan, dan deposito) dan dana investasi profit sharing (giro, tabungan,

0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

dan deposito). Berikut ini data perkembangan dana pihak ketiga BUS dan UUS yang dapat dilihat pada Tabel 4.8 di bawah ini.

Tabel 4.8

Data Dana Pihak Ketiga BUS dan UUS Bulan Januari 2014 – Januari 2020

(dalam jutaan rupiah)

No Bulan 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

1 Januari 177.930 210.761 229.094 277.714 335.185 372.548 414.942 2 Februari 178.154 210.297 231.820 281.084 331.943 374.699

3 Maret 180.945 212.988 232.657 286.178 339.909 382.734 4 April 185.508 213.973 233.808 291.889 340.186 381.233 5 Mei 190.783 215.339 238.366 295.606 339.749 375.665 6 Juni 191.594 213.477 241.336 302.013 341.216 386.624 7 Juli 194.299 216.083 243.184 307.638 339.195 384.249 8 Agustus 195.959 216.356 244.843 309.006 338.754 382.967 9 September 197.141 219.580 263.522 318.574 355.446 389.802 10 Oktober 207.121 219.478 264.678 319.124 355.919 402.356 11 November 209.644 220.635 270.480 322.715 354.421 408.397 12 Desember 217.858 231.175 279.335 334.719 371.828 416.558 Sumber: Statistik Perbankan Syariah Januari 2014 Januari 2020, diolah.

Tabel 4.8 menunjukkan jumlah dana pihak ketiga mengalami peningkatan terus menerus. Peningkatan ini dapat dilihat terutama pada setiap akhir tahun.

Perkembangan dana pihak ketiga juga dapat dilihat melalui Gambar 4.3.

Gambar 4.3

Perkembangan Dana Pihak Ketiga BUS dan UUS di Indonesia 2014-2020

Gambar 4.3 menunjukkan bahwa seluruh garis mengarah ke kanan atas.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa setiap tahun dana pihak ketiga mengalami kenaikan terus menerus.

d. Deskripsi Data Pendapatan

Variabel pendapatan dalam penelitian ini diperoleh dari penjumlahan antara pendapatan operasional setelah distribusi bagi hasil pendapatan operasional lainnya (pendapatan dari MTM dan penjualan surat berharga, pendapatan bank selaku Mudharib dalam Mudharabah Al Muqayaddah, pendapatan dari penyertaan, fee/komisi/provisi dan pendapatan lainnya). Berikut data perkembangan pendapatan BUS dan UUS mulai bulan Januari 2014 – Januari 2020.

0 50.000 100.000 150.000 200.000 250.000 300.000 350.000 400.000 450.000

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Tabel 4.9

Data Pendapatan BUS dan UUS Bulan Januari 2014 – Januari 2020 (dalam jutaan rupiah)

No Bulan 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

1 Januari 2.420 2.335 1.835 3.945 3.007 3.221 3.408 2 Februari 5.305 4.248 1.746 5.672 5.187 6.009

3 Maret 7.888 7.154 3.033 8.595 8.267 8.994

4 April 10.583 10.627 3.822 11.225 10.902 11.633 5 Mei 10.549 12.838 5.010 14.098 13.368 14.252 6 Juni 11.772 13.685 6.243 14.374 16.929 17.058 7 Juli 12.900 16.245 7.374 16.770 19.402 19.920 8 Agustus 15.219 18.147 8.247 19.101 22.017 22.818 9 September 16.306 19.382 9.634 21.015 24.763 25.156 10 Oktober 19.178 21.297 11.759 23.262 27.416 28.922 11 November 22.319 24.703 12.840 25.544 29.950 32.326 12 Desember 24.712 27.267 12.675 28.158 33.175 34.797 Sumber: Statistik Perbankan Syariah Januari 2014- Januari 2020, diolah.

Tabel 4.9 menunjukkan bahwa pendapatan BUS dan UUS mengalami kenaikan terus menerus terutama setiap akhir tahun atau bulan Desember. Tidak hanya pada akhir tahun atau bulan Desember saja, namun kenaikan pendapatan dapat dilihat setiap tahun. Setiap tahun pendapatan BUS dan UUS mengalami peningkatan, kecuali pada tahun 2016 yang mengalami penurunan. Perkembangan pendapatan dapat dilihat juga pada Gambar 4.4.

Gambar 4.4

Perkembangan Pendapatan BUS dan UUS di Indonesia 2014-2020

Berdasarkan Gambar 4.4, garis pada grafik mengarah ke kanan atas. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan telah mengalami kenaikan secara terus menerus.

e. Deskripsi Data Laba

Variabel laba dalam penelitian ini adalah laba bersih. Laba bersih diperoleh dari total pendapatan dikurangi dengan beban ditambah pendapatan non operasional dikurangi beban non operasional dan dikurangi pajak. Berikut data perkembangan laba mulai bulan Januari 2014 – Januari 2020:

0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Tabel 4.10

Data Laba BUS dan UUS Bulan Januari 2014 – Januari 2020 (dalam jutaan rupiah)

No Bulan 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

1 Januari 305 225 284 374 329 598 738

2 Februari 531 428 545 749 685 942

3 Maret 817 681 822 1.165 1.397 1.568

4 April 1.037 876 939 1.528 1.916 2.106

5 Mei 1.231 1.103 686 1.979 2.455 2.678

6 Juni 1.471 1.070 1.426 2.307 2.999 3.349

7 Juli 1.613 1.254 1.584 2.608 3.507 3.961

8 Agustus 1.665 1.433 1.654 2.908 4.028 4.606 9 September 1.977 1.715 2.024 3.340 4.925 5.194 10 Oktober 1.825 1.921 2.123 3.135 4.759 5.896 11 November 1.831 2.107 2.771 3.620 5.274 6.672 12 Desember 1.004 1.786 2.096 3.081 5.119 6.278 Sumber: Statistik Perbankan Syariah Januari 2014- Januari 2020, diolah.

Tabel 4.10 menunjukkan konsistensi bank syariah dalam memperoleh laba.

Laba mengalami kenaikan terus menerus setiap bulan dan setiap tahun.Gambar 4.5 menunjukkan perkembangan laba BUS dan UUS secara grafik.

Gambar 4.5

Perkembangan Laba BUS dan UUS di Indonesia 2014-2020

Grafik diatas menunjukkan bahwa laba mengalami peningkatan setiap tahun. Hal ini terlihat dari garis grafik yang mengarah ke kanan atas.

Berdasarkan deskripsi data setiap variabel di atas, maka bentuk data keseluruhan variabel dapat dirangkum dan dilihat pada Tabel 4.11berikut ini:

Tabel 4.11

Data Variabel Utang Bank, Surat Berharga yang Diterbitkan, Dana Pihak Ketiga, Pendapatan dan Laba BUS dan UUS

Januari 2014 – Januari 2020 (dalam jutaan rupiah)

No Bulan Utang SBG DPK PDPT Laba

1 Januari 2014 9.573 1.997 177.930 2.420 305

2 Februari 2014 10.682 1.997 178.154 5.305 531

3 Maret 2014 13.094 1.997 180.945 7.888 817

4 April 2014 11.339 1.997 185.508 10.583 1.037

5 Mei 2014 8.052 100 190.783 10.549 1.231

6 Juni 2014 11.318 100 191.594 11.772 1.471

7 Juli 2014 10.539 100 194.299 12.900 1.613

8 Agustus 2014 10.027 100 195.959 15.219 1.665

0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

9 September

2014 12.886 279 197.141 16.306 1.977

10 Oktober 2014 8.712 279 207.121 19.178 1.825

11 November 2014 8.144 279 209.644 22.319 1.831 12 Desember 2014 9.710 279 217.858 24.712 1.004

13 Januari 2015 7.220 3.153 210.761 2.335 225

14 Februari 2015 8.089 3.755 210.297 4.248 428

15 Maret 2015 7.963 3.200 212.988 7.154 681

16 April 2015 7.940 3.455 213.973 10.627 876

17 Mei 2015 8.841 4.265 215.339 12.838 1.103

18 Juni 2015 9.346 4.938 213.477 13.685 1.070

19 Juli 2015 7.855 4.295 216.083 16.245 1.254

20 Agustus 2015 7.688 4.159 216.356 18.147 1.433 21 September

2015 8.346 5.212 219.580 19.382 1.715

22 Oktober 2015 7.638 3.805 219.478 21.297 1.921 23 November 2015 7.734 3.842 220.635 24.703 2.107 24 Desember 2015 8.468 4.346 231.175 27.267 1.786

25 Januari 2016 8.139 3.288 229.094 1.835 284

26 Februari 2016 7.603 1.293 231.820 1.746 545

27 Maret 2016 8.825 1.860 232.657 3.033 822

28 April 2016 8.059 2.163 233.808 3.822 939

29 Mei 2016 8.004 1.908 238.366 5.010 686

30 Juni 2016 9.869 3.188 241.336 6.243 1.426

31 Juli 2016 8.902 3.541 243.184 7.374 1.584

32 Agustus 2016 7.861 3.394 244.843 8.247 1.654 33 September

2016 9.320 3.783 263.522 9.634 2.024

34 Oktober 2016 9.450 3.722 264.678 11.759 2.123 35 November 2016 9.642 4.273 270.480 12.840 2.771 36 Desember 2016 10.785 7.434 279.335 12.675 2.096

37 Januari 2017 7.799 3.083 277.714 3.945 374

38 Februari 2017 7.270 2.140 281.084 5.672 749

39 Maret 2017 7.089 5.635 286.178 8.595 1.165

40 April 2017 6.366 4.228 291.889 11.225 1.528

41 Mei 2017 6.883 3.658 295.606 14.098 1.979

42 Juni 2017 8.670 5.625 302.013 14.374 2.307

43 Juli 2017 7.393 3.321 307.638 16.770 2.608

44 Agustus 2017 6.437 2.795 309.006 19.101 2.908 45 September

2017 6.451 4.397 318.574 21.015 3.340

46 Oktober 2017 7.591 4.045 319.124 23.262 3.135

47 November 2017 7.431 3.901 322.715 25.544 3.620 48 Desember 2017 9.674 6.824 334.719 28.158 3.081

49 Januari 2018 6.957 2.725 335.185 3.007 329

50 Februari 2018 7.412 5.170 331.943 5.187 685

51 Maret 2018 6.907 6.482 339.909 8.267 1.397

52 April 2018 6.595 4.715 340.186 10.902 1.916

53 Mei 2018 6.938 4.406 339.749 13.368 2.455

54 Juni 2018 5.813 6.916 341.216 16.929 2.999

55 Juli 2018 6.176 3.894 339.195 19.402 3.507

56 Agustus 2018 5.705 4.148 338.754 22.017 4.028 57 September

2018 5.858 4.971 355.446 24.763 4.925

58 Oktober 2018 5.517 3.852 355.919 27.416 4.759 59 November 2018 5.993 5.457 354.421 29.950 5.274 60 Desember 2018 6.862 10.845 371.828 33.175 5.119

61 Januari 2019 2.157 3.149 372.548 3.221 598

62 Februari 2019 2.563 3.220 374.699 6.009 942

63 Maret 2019 2.160 3.045 382.734 8.994 1.568

64 April 2019 2.132 2.810 381.233 11.633 2.106

65 Mei 2019 2.063 2.261 375.665 14.252 2.678

66 Juni 2019 2.005 2.311 386.624 17.058 3.349

67 Juli 2019 5.322 5.694 384.249 19.920 3.961 68 Agustus 2019 4.914 7.281 382.967 22.818 4.606 69 September

2019 4.835 7.157 389.802 25.156 5.194

70 Oktober 2019 4.869 6.006 402.356 28.922 5.896 71 November 2019 5.802 6.420 408.397 32.326 6.672 72 Desember 2019 6.324 8.953 416.558 34.797 6.278 73 Januari 2020 5.821 6.676 414.942 3.408 738

Rata-rata 7.458 3.781 284.424 14.465 2.132

Sumber: Statistik Perbankan Syariah Januari 2014-Januari 2020, diolah.

B. Analisis dan Pengujian Hipotesis 1. Uji Prasyarat Analisis

Uji persyaratan analisis diperlukan guna untuk mengetahui data dapat dilanjutkan atau tidak untuk diuji. Analisis regresi selain mempersyaratkan uji normalitas data juga mempersyaratkan uji linearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas.79

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji data apakah berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dapat dilakukan dengan beberapa teknik seperti uji chi- kuadrat, uji Liliefors, teknik Kolmogrov Smirnov dan Statistical Package for the Social Sciences(SPSS).80 Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan teknik Kolmogrov Smirnov bantuan paket program Statistical Package for the Social Sciences(SPSS) 25.

1) Uji Normalitas Struktur Jalur 1

Uji normalitas jalur 1 adalah uji normalitas pengaruh variabel X1: utang, X2:

surat berharga yang diterbitkan dan X3: dana pihak ketiga terhadap Z: total pendapatan. Hasil uji normalitas jalur 1 dapat dilihat melalui Tabel 4.12.

Tabel 4.12 Hasil Uji Normalitas jalur 1 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Utang

Surat Berharga yang diterbitkan

Dana Pihak Ketiga

Pendapata n

N 73 73 73 73

Normal Mean 7457,7671 3780,7123 284424,4658 14465,1096

79 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2015), 174.

80 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian...., 174.

Parametersa,b Std.

Deviation

2354,86299 2139,07234 72375,71826 8711,03476

Most Extreme Differences

Absolute ,085 ,111 ,146 ,080

Positive ,070 ,111 ,146 ,080

Negative -,085 -,064 -,100 -,072

Test Statistic ,085 ,111 ,146 ,080

Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d ,026c ,001c ,200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber: Output SPSS 25.

Hasil uji normalitas menggunakan teknik teknik Kolmogrov Smirnov menunjukkan bahwa data ke empat variabel terdistribusi normal. Uji normalitas selain melihat uji Kolmogrov Smirnov juga melihat residual statistik. Berikut hasil residual statistik jalur 1 yang ditunjukkan pada Gambar 4.6.

Gambar 4.6

Hasil Residual Statistik Jalur 1

Residual data terdistribusi atau tidak dapat ditunjukkan dengan grafik normal probability plot yaitu jika titik-titik plot tidak melebar dari garis diagonal atau masih berada di sekitar garis diagonal sehingga dapat dikatakan bahwa residual data terdistribusi normal.81 Berdasarkan Gambar 4.6,titik plot berada di sekitar garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa residual data jalur 1 terdistribusi normal.

2) Uji Normalitas Struktur Jalur 2

Uji normalitas struktur jalur 2 adalah uji normalitas pengaruh variabel X1: utang, X2: surat berharga yang diterbitkan dan X3: dana pihak ketiga dan Z: total pendapatan terhadap variabel Y: laba. Hasil uji normalitas jalur 2 dapat dilihat melalui Tabel 4.13.

Tabel 4.13 Hasil Uji Normalitas jalur 2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Utang

Surat Berharga

yang diterbitkan

Dana Pihak

Ketiga Pendapatan Laba

N 73 73 73 73 73

Normal Parametersa,b

Mean 7457,7671 3780,7123 284424,465 8

14465,1096 2131,9589

Std.

Deviation

2354,8629 9

2139,07234 72375,7182 6

8711,03476 1562,6879 0 Most Extreme

Differences

Absolute ,085 ,111 ,146 ,080 ,174

Positive ,070 ,111 ,146 ,080 ,174

Negative -,085 -,064 -,100 -,072 -,111

Test Statistic ,085 ,111 ,146 ,080 ,174

Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d ,026c ,001c ,200c,d ,000c a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

81 Hengky Latan,Analisis Multivariate: Teknik dan Aplikasi (Bandung: Alfabeta, 2013), 57.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber: Output SPSS 25.

Hasil uji Kolmogrov Smirnov struktur jalur 2 menunjukkan kelima variabel terdistribusi normal. Namun tidak hanya melihat uji Kolmogrov Smirnov juga perlu untuk melihat residual statistik yang ditunjukkan oleh Gambar 4.7.

Gambar 4.7

Hasil Residual Statistik Jalur 2

Gambar 4.7,titik plot juga berada di sekitar garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa residual data jalur 2 juga terdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji keeratan antar variabel dengan melihat hasil VIF dan tolerance. Data tidak terjadi multikolinearitas jika nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,01.

1) Uji Multikolinearitas Struktur Jalur 1

Uji multikolinearitas struktur jalur 1 adalah uji multikolinearitas pengaruh variabel X1: utang, X2: surat berharga yang diterbitkan dan X3: dana pihak ketiga terhadap Z: total pendapatan. Hasil multikolinearitas struktur jalur 1 ditunjukkan oleh tabel 4.14.

Tabel 4.14

Hasil Uji MultikolinearitasStruktur Jalur 1 Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta

Tolera nce VIF

1 (Constant) -9565,167 10979,700 -,871 ,387

utang ,869 ,679 ,234 1,281 ,204 ,339 2,947

surat berharga 1,024 ,595 ,251 1,722 ,090 ,535 1,869

dpk ,048 ,027 ,394 1,776 ,080 ,231 4,327

a. Dependent Variable: pendapatan

Sumber: output SPSS 25

Hasil uji multikolinearitas struktur 1 yang ditunjukkan oleh Tabel 4.14 memenuhi kriteria bebas masalah multikolinearitas karena nilai toleranceutang sebesar 0,339lebih dari 0,10 dan nilai VIF utang sebesar 2,947 kurang dari 10, nilai tolerance surat berharga yang diterbitkan sebesar 0,535 lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF surat berharga yang diterbitkan sebesar 1,869 lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance dana pihak ketiga sebesar 0,231 lebih besar 0,10 dan nilai VIF dana pihak ketiga sebesar 4,327 lebih kecil dari 10.Sehingga dapat dikatakan penelitian ini memenuhi uji multikolinearitas. Jika suatu data terbebas dari

masalah multikolinearitas, artinya terdapat korelasi antara variabel eksogen dan variabel endogen.82

2) Uji Multikolinearitas Struktur Jalur 2

Uji multikolinearitas struktur jalur 2 adalah uji multikolinearitas pengaruh variabel X1: utang, X2: surat berharga yang diterbitkan, X3: dana pihak ketiga dan Z: total pendapatan terhadap Y: laba.. Hasil multikolinearitas struktur jalur 2 ditunjukkan oleh Tabel 4.15.

Tabel 4.15

Hasil Uji Multikolinearitas struktur jalur 2 Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standar dized Coefficie

nts

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta

Toleranc

e VIF

1 (Constant) -3500,655 845,119 -4,142 ,000

utang ,099 ,053 ,150 1,878 ,065 ,331 3,017

surat berharga

-,010 ,046 -,013 -,206 ,838 ,513 1,950

dpk ,011 ,002 ,513 5,258 ,000 ,221 4,525

pendapatan ,123 ,009 ,691 13,336 ,000 ,783 1,277

a. Dependent Variable: laba

Sumber: Output SPSS 25

Hasil uji multikolinearitas struktur 2 yang ditunjukkan oleh Tabel 4.15 memenuhi kriteria bebas masalah multikolinearitas karena nilai toleranceutang sebesar 0,331lebih dari 0,10 dan nilai VIF utang sebesar 3,017 kurang dari 10, nilai tolerance surat berharga yang diterbitkan sebesar 0,513 lebih besar dari 0,10

82 Hengky Latan, Analisis, 63.

dan nilai VIF surat berharga yang diterbitkan sebesar 1,950 lebih kecil dari 10, nilai tolerance dana pihak ketiga sebesar 0,221 lebih besar 0,10 dan nilai VIF dana pihak ketiga sebesar 4,525 lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance total pendapatan sebesar 0,783 lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF total pendapatan sebesar 1,277 lebih kecil dari 10. Hasil uji multikolinearitas jalur 2 dapat dikatakan memenuhi bebas multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Model regresi yang baik yaitu model regresi yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk melihat ada tidaknya heteroskedastisitas dapat melalui grafik scatterplot yaitu jika titik-titik tidak berkumpul atau menyebar secara acak maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.83

1) Uji Heteroskedastisitas Struktur Jalur 1

Uji heteroskedastisitas struktur jalur 1 adalah uji heteroskedastisitas pengaruh variabel X1: utang, X2: surat berharga yang diterbitkan dan X3: dana pihak ketiga terhadap Z: total pendapatan. Untuk melihat ada tidaknya heteroskedastisitas dapat melalui dua metode yaitu metode informal dan formal. Metode informal dapat dilakukan dengan melihat sifat persoalan dan grafik scatterplot. Grafik scatterplot yaitu jika titik-titiktidak berkumpul atau menyebar secara acak maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Metode formal dapat dilakukan dengan menggunakan pengujian secara statistik antara lain

83 Hengky Latan,Analisis Mulyivariate: Teknik dan Aplikasi (Bandung: Alfabeta, 2013), 56.

menggunakan uji korelasi Rank-Spearman, uji Park, uji Glejser dan uji Goldfeld- Quandt. 84

Uji heteroskedastisitas struktur jalur 1 dalam penelitian ini secara informal menggunakan scatterplot dan uji formal menggunakan uji glejser. Hasil uji heteroskedastisitas menggunakan scatterplotdapat ditunjukkan oleh Gambar 4.8.

Gambar 4.8. Hasil Uji HeteroskedastisitasStruktur Jalur 1

Gambar 4.8, titik-titik plot menyebar ke segala arah dan tidak berkumpul pada 1 arah saja. Hal ini menunjukkan bahwa dengan metode informal yaitu menggunakan scatterplot, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas dalam struktur jalur 1. Setelah menguji informal untuk membuktikan kebenarannya maka diuji dengan metode formal yaitu dengan uji Glejser. Hasil uji Glejser dapat ditunjukkan dalam Tabel4.16.

84 Setiawan & Dwi Endah Sari, Ekonometrika (Yogyakarta: C.V Andi Offset, 2010), 107.

Tabel 4.16

Hasil Uji Glejser Jalur 1

Dalam pengambilan keputusan uji Glejser, jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka tidak terdapat heteroskedastisitas namun jika signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat dimpulkan terjadi heteroskedastisitas.

Berdasarkan Tabel 4.16

menunjukkan hasil bahwa nilai signifikansi variabel utang sebesar 0,390 > 0,05, variabel surat berharga sebesar 0,682 > 0,05 dan variabel dana pihak ketiga sebesar 0,231 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak terdapat heteroskedastisitas dalam jalur 1.

2) Uji Heteroskedastisitas Struktur Jalur 2

Uji heteroskedastisitas struktur jalur 2 adalah uji heteroskedastisitas pengaruh variabel X1: utang, X2: surat berharga yang diterbitkan, X3: dana pihak ketiga dan Z: total pendapatan terhadap Y: laba. Hasil uji heteroskedastisitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardi zed Coefficien

ts

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -177,539 5448,572 -,033 ,974

utang ,291 ,337 ,176 ,865 ,390 ,339 2,947

surat berharga

-,122 ,295 -,067 -,412 ,682 ,535 1,869

dpk ,018 ,013 ,329 1,335 ,186 ,231 4,327

a. Dependent Variable: abs_res

struktur jalur 2 secara informal menggunakan scatterplot dapat ditunjukkan oleh Gambar 4.9.

Gambar 4.9. Hasil Uji HeteroskedastisitasStruktur Jalur 2

Gambar 4.9, titik-titik plot juga menyebar ke segala arah dan tidak berkumpul pada 1 arah saja. Hal ini menunjukkan bahwa secara metode informal menggunakan scatterplottidak terdapat heteroskedastisitas dalam struktur jalur 2.

Namun untuk menguji kebenarannya juga dapat dilakukan dengan metode formal yaitu dengan menggunakan uji Glejser. Hasil uji Glejser jalur 2 dapat dilihat pada Tabel 4.17.

Dokumen terkait