BAB VI PENDAYAGUNAAN EKONOMI PERTANAHAN
VI.3. Analisis Data Ekonomi Pertanahan
Kata analisis sendiri diadaptasi dari bahasa Inggris “analysis” yang secara etimologis berasal dari bahasa Yunani kuno “ἀνάλυσις” (dibaca Analusis). Kata Analusis terdiri dari dua suku kata, yaitu “ana” yang artinya kembali, dan “luein”
yang artinya melepas atau mengurai. Bila digabungkan maka kata tersebut memiliki arti menguraikan kembali. Kemudian kata tersebut juga diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi analisis. Menurut asal katanya tersebut, analisis adalah proses memecah topik atau substansi yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
Jadi secara umum, pengertian analisis adalah aktivitas yang terdiri dari serangkaian kegiatan seperti; mengurai, membedakan, dan memilah sesuatu untuk dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu.
Analisis data adalah sebuah proses pemeriksaan, pembersihan, transformasi dan pemodelan data dengan tujuan menemukan informasi yang berguna, menginformasikan kesimpulan dan mendukung pengambilan keputusan.
Kegiatan analisis data ekonomi pertanahan merupakan bagian dari proses pengolahan data yang dikumpulkan untuk menghasilkan kesimpulan dalam
pengambilan keputusan untuk berbagai kepentingan dalam kegiatan pertanahan.
Hasil analisis ekonomi pertanahan juga dapat menggambarkan kegiatan ekonomi masyarakat pada suatu wilayah tertentu.
Kegiatan analisis data ekonomi pertanahan dapat dilakukan pada tingkat pusat dan daerah. Hasil dari analisis dapat dibuatkan dalam bentuk laporan berkala paling sedikit setahun sekali dalam 1 tahun anggaran.
DAFTAR PUSTAKA
1. MAPPI. 2018. Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia.
Jakarta: MAPPI
2. https://study.com/academy/lesson/extraction-method-of-land-site-valuation.html 3. PUSDATIN DAN LP2B. 2021. Upload Peta ZNT
4. Fotheringham, A. Stewart, Chris Brunsdon, and Martin Charlton. 2002.
Geographically Weighted Regression: The Analysis of Spatially Varying Relationships. Chichester, United Kingdom: Wiley
5. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/12937/Penggunaan-Zona-Nilai- Tanah-Sebagai-Dasar-Pemilihan-Data-Pembanding-Untuk-Penilaian-Tanah- Dengan-Pendekatan-Perbandingan-Data
Pasar.html#:~:text=Zona%20Nilai%20Tanah%20(ZNT)%20yang,nyata%20sesuai%
20dengan%20penggunaan%20tanah.
6. https://www.kpk.go.id/id/berita/berita-kpk/1319-kpk-dorong-kerja-sama-peningkatan- pendapatan-daerah-di-maluku
7. https://desktop.arcgis.com/en/arcmap/latest/tools/spatial-statistics- toolbox/geographically-weighted-regression.htm
8. Supriyanto, Heru. 2011. Penilaian Properti Tujuan PBB. Jakarta: Indeks 9. Harjono, D. K. 2016. Hukum Properti. Jakarta: PPHBI
10. Undang-Undang Nomor 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak
LAMPIRAN
Lampiran 1 Formulir Survei Nilai Tanah Non Pertanian
Lampiran 2 Formulir Survei Nilai Tanah Pertanian
Lampiran 3 Layout Peta Zona Nilai Tanah
1. Contoh Layout Peta Zona Awal
2. Contoh Layout Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah
3. Contoh Layout Peta Standar Deviasi
4. Contoh Layout Peta Sebaran Titik
5. Contoh Layout Pembaruan Peta Zona Nilai Tanah
6. Contoh Layout Peta Nilai Bidang Tanah
7. Standar Layout Peta Znt Dan Pembaruan Znt
KETERANGAN LAYOUT:
1. Ukuran kertas A0 Garis batas peta :
Posisi : Ukuran :
X : 9 cm P : 105 cm
Y : 2 cm L : 80 cm
2. Garis Tepi Peta merupakan garis yang dibuat mengelilingi gambar peta untuk menunjukkan batas peta tersebut.
Posisi : Ukuran :
X : 10 cm P : 80 cm
Y : 3 cm L : 78 cm
Interval grid menggunakan satuan Meters dengan X Axis Interval 27.000 dan Y Axis Interval 27.000
3. Informasi Tepi :
Posisi : Ukuran :
X : 91 cm P : 22 cm
Y : 3 cm L : 78 cm
1 2 3
4
5
6
7
8 9 10 11 12 13 14
15
4. Informasi Peta
a. Judul Peta dituliskan dengan Huruf Kapital jenis Arial dengan ukuran 28, ditebalkan dan letaknya ditengah (centre).
b. Arah utara berada di bawah judul peta dan letaknya ditengah (centre).
c. Skala Peta menggunakan Skala Bar yang dibuat dengan jenis Arial dengan ukuran 12 dan letaknya ditengah (centre).
5. Lokasi Peta berisi:
a. Provinsi lokasi kegiatan
b. Kabupaten/Kota lokasi kegiatan 6. Petunjuk Lokasi berisi:
a. Menggambarkan letak kabupaten wilayah kerja dalam 1 Provinsi
b. Menggambarkan Peta Zona Nilai Tanah yang sedang dikerjakan dalam kabupaten yang bersangkutan.
7. Klasifikasi Nilai Tanah berisi 8 gradasi warna Nilai Tanah beserta Nilai Tanah dari masing-masing simbol gradasi warna tersebut. Semakin mendekati warna hijau, maka nilai tanah akan semakin murah. Sedangkan jika mendekati warna merah, maka nilai tanah akan semakin mahal.
8. Sumber data serta sistem proyeksi dan grid.
1) Sumber data berisi data-data yang digunakan sebagai bahan untuk pembuatan Peta Zona Nilai Tanah, contoh:
a. Citra Satelit Tahun 2014;
b. Hasil Survei Lapangan Skala 1:10.000 Tahun 2016;
c. Peta Pendaftaran Skala 1:1.000 Tahun 2015;
d. Peta Penggunaan Tanah Skala 1:50.000 Tahun 2012; dan e. Peta-peta lainnya.
2) Sistem Proyeksi dan Grid terdiri dari:
a. Proyeksi : TM-3 b. Datum : WGS-84
c. Zona : Zona disesuaikan dengan lokasi pekerjaan
9. Legenda peta adalah keterangan dari simbol-simbol peta yang digunakan supaya mudah dipahami, yang berisi kumpulan beberapa simbol yang digunakan pada peta, antara lain :
No Simbol Nama Keterangan
1. Ibukota
Kabupaten/Kota
- Penulisan nama Ibukota Kabupaten/Kota dituliskan dengan Huruf Kapital jenis Arial dengan ukuran 20 dan letaknya berdekatan dengan simbol Ibukota Kabupaten/Kota.
2. Batas Negara - Penulisan nama Negara yg berbatasan dengan wilayah kerja dituliskan dengan Huruf Kapital jenis Arial dengan ukuran 22 dan ditebalkan.
3. Batas Provinsi - Penulisan nama Provinsi yg berbatasan dengan wilayah kerja dituliskan dengan Huruf Kapital jenis Arial dengan ukuran 22
No Simbol Nama Keterangan
4. Batas
Kabupaten/Kota
- Penulisan nama Kabupaten/Kota baik Kabupaten/Kota yang sedang dikerjakan pembuatan Peta ZNT, maupun Kabupaten/Kota yang berbatasan dituliskan dengan Huruf Kapital jenis Arial dengan ukuran 16.
5. Batas
Kecamatan
- Penulisan nama Kecamatan dituliskan dengan Huruf Kapital jenis Arial dengan ukuran 14.
Contoh : Kec. Cibinong
6. Batas
Kelurahan/Desa
- Batas kelurahan ditampilkan jika Peta ZNT dibuat dengan skala besar.
7. Jalan - Jalan yang ditampilkan yaitu jalan kolektor dan jalan arteri.
8. Nomor Zona
Nilai Tanah
- Nomor Zona Nilai Tanah dituliskan dengan jenis huruf Arial Narrow ukuran 6 dan letaknya di atas Nilai Rata-rata per m.
9. Nilai Rata-rata
per m
- Nilai Rata-rata per m dituliskan dengan jenis huruf Arial Narrow ukuran 6 dan letaknya di bawah Nomor Zona Nilai Tanah.
10 .
Lokasi Kawasan
- Lokasi kawasan, yaitu lokasi yang tidak termasuk lokasi pembuatan Peta ZNT, misalnya kawasan hutan, kawasan wisata, dll.
11 .
Wilayah Belum Ada Peta ZNT
- Wilayah yang belum ada Peta ZNT nya.
12 .
Wilayah Sudah Ada Peta ZNT
- Wilayah yang sudah ada Peta ZNT nya.
13 .
Hutan -
14 .
LP2B -
15 .
Sungai - Nama sungai dituliskan dengan jenis Arial ukuran 8, huruf miring dan warna tulisan biru.
16 .
Perairan - Nama Perairan seperti laut, danau, waduk dan lainnya dituliskan dengan menggunakan jenis huruf Arial ukuran 8, huruf miring dan warna tulisan biru.
10. Satuan kerja yang membuat Peta Zona Nilai Tanah dan disebelah kiri dicantumkan logo Kementerian.
a. Apabila yang membuat Peta Zona Nilai Tanah adalah Direktorat Penilaian Tanah, maka yang dituliskan adalah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dengan logo Kementerian.
b. Apabila yang membuat Peta Zona Nilai Tanah adalah Kantor Wilayah BPN Provinsi, maka yang dituliskan adalah Kantor Wilayah BPN Provinsi dengan logo Kementerian
c. Apabila yang membuat Peta Zona Nilai Tanah Kantor Pertanahan, maka yang dituliskan adalah Kantor Pertanahan Kabupaten dengan logo Kementerian
11. Dituliskan nama kegiatan Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah sesuai dengan yang tercantum dalam POK.
12. Keterangan :
a. Luas : Luas area pembuatan Peta Zona Nilai Tanah b. Jumlah Zona : Jumlah zona akhir setelah dilakukan pengolahan
data spasial
c. Tanggal Pelaksanaan : Tanggal pelaksanaan pengambilan data di lapangan
d. Tanggal Penilaian : Tanggal penilaian dibawa ke tanggal 31 Desember tahun berjalan atau disesuaikan
e. Pelaksana : Pelaksana Kegiatan Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah
f. Penanggung Jawab Penilaian
: Orang yang bertanggung jawab terhadap hasil penilaian Peta Zona Nilai Tanah
g. Penanggung Jawab Pemetaan
: Orang yang bertanggung jawab terhadap hasil pemetaan Peta Zona Nilai Tanah
h. Diperiksa : Kepala Seksi Penilaian Tanah atau Pejabat Fungsional yang setara
13. Untuk pembuatannya ditandatangani oleh pejabat dimana anggaran pembuatan Peta Zona Nilai Tanah berada, misalnya:
a. Anggaran Kantor Pertanahan, pembuatan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan;
b. Anggaran Kantor Wilayah BPN, pembuatan ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah atau atas nama Kepala Kantor Wilayah, Kepala Bidang Pengadaan Tanah; dan
c. Anggaran pusat ditandatangani oleh Direktur atau atas nama direktur, Kasubdit.
14. Untuk penggunaannya ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan lokasi pembuatan Peta Zona Nilai Tanah.
15. Informasi yang disajikan pada di muka peta harus ditampilkan di informasi tepi (legenda). Simbologi harus sama persis antara muka peta dengan informasi tepi (legenda)
Lampiran 4 Koreksi Data Spasial sebelum Unggah Data di Aplikasi KKP
Terdapat beberapa bentuk data dalam Sistem Informasi Geografi, misalnya data vektor dan data raster. Data vektor terbentuk dari tiga jenis geometri, yaitu titik (point), garis (line), dan poligon (polygon). Pembuatan/pembaruan Peta ZNT menggunakan geometri titik untuk data titik sampel dan poligon untuk data zona nilai tanah. Data tersebut harus dilakukan pengecekan sebelum diunggah ke Aplikasi KKP.
Kegagalan saat unggah data salah satunya disebabkan karena ketidaksesuian geometri data spasial (shapefile) dengan sistem di aplikasi KKP.
Oleh karena pengecekan geometri penting dilakukan. Kesalahan yang sering ditemukan antara lain sebagai berikut.
a. Geometri poligon berbentuk 3 Dimensi
Data spasial (shapefile) merupakan data yang memiliki referensi geografis (koordinat). Jika koordinatnya terdiri dari X dan Y saja, maka shapefile berbentuk 2 Dimensi sedangkan jika memiliki nilai (nilai Z) maka shapefile berbentuk 3 Dimensi. Geometri poligon 3 Dimensi dapat diketahui dari atribute table pada field Shape berisi informasi PolygonZM. Geometri poligon 2 Dimensi pada field Shape berisi informasi Polygon.
Aplikasi KKP tidak dapat memproses geometri poligon 3 Dimensi sehingga apabila data spasial yang diunggah berbentuk 3 Dimensi, secara otomatis sistem akan menolak data tersebut dan terjadi error. Masalah ini dapat diatasi dengan cara menghilangkan nilai Z sehingga data berbentuk 2 Dimensi saja.
b. Terdapat poligon-poligon kecil dalam satu poligon
Poligon-poligon kecil dapat terbentuk saat proses digitasi maupun analisis data spasial. Terhadap poligon-poligon tersebut harus dieliminasi karena luasannya kurang dari angka tertentu. Eliminasi poligon kecil dilakukan pada poligon dengan luasan kurang dari 0.5 mm x 0.5 mm (12.5 m x 12.5 m pada skala 1:25.000, 5 m x 5 m pada skala 1:10.000, dan 1.25 m x 1.25 m pada skala 1:2.500). Poligon-poligon kecil tersebut dapat digabungkan dengan poligon disekitarnya yang lebih besar.
c. Tidak boleh terdapat Overlap
Error Topology merupakan kesalahan yang terdapat di dalam suatu objek vektor (misalnya shapefile) berupa polygon yang diakibatkan adanya kesalahan dalam proses digitasi atau kesalahan yang muncul setelah melakukan analisis terhadap suatu objek. Error Topology dapat menjadikan suatu poligon saling overlap. Oleh karena itu diperlukan cek topology untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi. Data spasial (.shp) hasil pembuatan/pembaruan Peta ZNT perlu dilakukan cek error topology sebelum diunggah di Aplikasi KKP.
Overlap merupakan kondisi dimana suatu poligon (dalam satu layer) saling tumpang tindih. Oleh karena itu, poligon tersebut harus perbaiki sehingga tidak saling tumpang tindih. Apabila tidak diperbaiki, dikhawatirkan saat data spasial sudah terunggah di Aplikasi KKP, luasan area kerja (AoI) menjadi lebih besar dari luas yang sebenarnya karena adanya poligon yang saling overlap. Kondisi yang demikian menjadikan informasi nilai tanah menjadi tidak sesuai.
d. Tidak boleh terdapat Gaps
Selain tidak boleh terdapat overlap, cek topology juga dilakukan untuk memastikan tidak terdapat gaps antar poligon. Gaps merupakan ruang kosong atau rongga diantara poligon (dalam satu layer) yang saling berimpitan. Poligon tersebut harus diperbaiki dengan cara melakukan digitasi sehingga tidak ada lagi ruang kosong di dalamnya. Poligon hasil digitasi kemudian digabungkan dengan poligon di sekitarnya sesuai dengan jenis zona yang dapat dilihat dari kenampakan citra satelit.
Lampiran 5 Upload Peta Zona Nilai Tanah dan atau Peta Nilai Bidang Tanah
TUTORIAL IMPORT ZNT 1. Login https://kkp2.atrbpn.go.id/
2. Pilih Sub menu PETA seperti di bawah ini
3. Pilih menu Interaksi Spasial kemudian pilih Peta Pendaftaran seperti dibawah ini
4. Sebelum import znt siapkan terlebih dahulu file shp dan lakukan compress ke file zip seperti ketentuan dibawah ini
5. Pada Peta Pendaftaran pilih box pada peta seperti dibawah ini
Muncul tampilan pemilihan view untuk di peta pendaftaran
6. Masuk ke menu Unggah/Unduh lalu pilih tipe proses “Unggah Zona Nilai Tanah”
Catatan:
Profil petugas upload Zona Nilai Tanah adalah profil yang sudah ditambahkan Pelaksana Subseksi Pemanfaatan Tanah Pemerintah dan Penilaian Tanah atau Kepala Subseksi Pemanfaatan Tanah Pemerintah dan Penilaian Tanah
7. Klik browse dan cari file znt berformat zip yang sudah disiapkan.
8. Saat browse File ZNT yang akan diupload dan dimasukkan maka tampilan akan langsung men-zoom ke lokasi peta pendaftaran wilayah yang di maksud.
9. Selanjutnya tinggal mengisi inputan yang ada:
File shp : File shp yang di extract ke Winzip
Nomor SK : di isi sesuai nomor SK kantah masing-masing Tanggal SK : di isi sesuai Tanggal SK kantah masing-masing Field Nomor Zona : Pilih NOZONE
Field Mean : Pilih MEAN
Field Nilai : Nilai hasil pembulatan dari data shp pada kolom Mean dan Rpbulat
Sesuaikan untuk nilai pembulatan normal atas atau ke bawah
10. Nilai hasil pembulatan dapat di lihat di open atribute tabel pada file shp dengan melihat nilai
MEAN dan RPBULAT seperti di bawah ini:
11. Selanjutnya klik PROSES hingga ada pemberitahuan “Proses Berhasil” dan zona nilai tanah sudah terupdate terbaru seperti dibawah ini.
Hasil update zona nilai tanah terbaru
1 09
12. Di bawah ini merupakan contoh data shp yang geometry nya tidak valid dan pada saat di proses status gagal atau eror, seperti polygon ada yang tidak menutup, di dalam polygon ada polygon kecil, maka otomatis aplikasi akan gagal dalam mengupload ZNT. Untuk mengatasi masalah tersebut, lakukan perbaikan pada polygon yang tidak menutup dan hapus polygon-polygon kecil yang ada di dalam polygon dan pastikan geometry yang tersedia dalam 2D jangan 3D.
a. Contoh data Shp geometry tidak valid dan 3Dimensi
1
b. Contoh polygon-polygon kecil di dalam satu polygon 10
c. Contoh dalam satu polygon saling silang antar vertek
1 11
Lampiran 6 Berita Acara dan Kutipan Komplain
BERITA ACARA
PENANGANAN KEBERATAN INFORMASI NILAI TANAH No.
Pada hari ini, tanggal….., yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
NIP :
Jabatan : Kepala Seksi Pengadaan Tanah Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota…
Menerangkan bahwa,
Pada tanggal…. Pemohon atas nama ……. telah melakukan permohonan keberatan informasi nilai tanah dengan Nomor Hak…..yang terletak di Desa …. Kecamatan……Kabupaten….., No Zona…..
Setelah dilakukan pengecekan berkas dan ditindaklanjuti dengan survei lokasi dan pengolahan data, maka dihasilkan kesimpulan bahwa di lokasi tersebut ada perubahan Nilai Zona, yaitu No Zona…..
Nilai Zona Rp………. berubah menjadi Rp……
Demikian berita acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kepala Kantor Pertanahan Kepala Seksi Pengadaan Tanah
Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota ……. Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota …….
( ) ( )
NIP. NIP.
KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN/KOTA
Jl. … No. .. Bangkalan (69116), Telp/Fax….
email : …
1 12
Nomor :
Sifat :
Lampiran :
Perihal :
Sehubungan dengan Surat Saudara Nomor : … tanggal … Perihal sebagaimana tersebut pada pokok surat diatas, bersama ini dapat disampaikan bahwa terhadap permohonan keberatan Zona Nilai Tanah dari Sdr. … Notaris selaku penerima kuasa dari Sdr. … (pemilik tanah Sertipikat Hak Milik No:…, Kecamatan …, Kabupaten …), berdasarkan Standar Prosedur Operasional Direktorat Penilaian Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Tahun 2018, bahwa :
1. Pembuatan Zona terhadap nilai tanah tambak dan perumahan dipisahkan berdasarkan zona pertanian dan non pertanian,
2. Jika ada pengaduan keberatan dari masyarakat terkait nilai zona, maka dilakukan analisa pengaduan untuk dilakukan peninjauan kembali lapangan,
3. Data hasil peninjauan lapangan dilakukan pengolahan data untuk perhitungan zona nilai tanah terbaru, data peninjauan kembali lapangan berdasarkan Surat Tugas Nomor:… dan Berita Acara Penelitian Lapang Keberatan Informasi Nilai Tanah Nomor:… :
No Urut Entry
Nama Surveyor
Tanggal Pelaksan aan
Bangunan (B)/Ruko (R)/Tanah Kosong
(TK)
Kelurahan Kecamatan X Y Status
Kepemilikan Jenis Data
Tanggal Penawaran /Transaksi
Harga Penawaran/
Transaksi (Rp.)
Luas Tanah
(m2)
Nilai per m2
1 … … … … … … … … … … … … …
2 … … … … … … … … … … … … …
d
st.
Dihasilkan nilai tanah rata-rata untuk tambak Zona … sebesar Rp. …,- untuk selanjutnya Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota … agar membuat Berita Acara Penanganan Keberatan Informasi Nilai Tanah dan Kutipan Zona Nilai Tanah (contoh terlampir).
Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional
Provinsi …