BAB III METODE PENELITIAN
E. Analisis Data
Analisis data kualitatif dilakukan apabila data empiris yang diperoleh adalah data kualitatif berupa kumpulan berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka serta tidak dapat disusun dalam kategori-kategori/struktur klasifikasi. Data bisa saja dikumpulkan dalam aneka macam cara (observasi, wawancara, intisari dokumen, pita rekaman) dan biasanya diproses terlebih dahulu sebelum siap digunakan (melalui pencatatan, pengetikan, penyuntingan, atau tulisan), tetapi analisis kualitatif tetap menggunakan kata-kata yang biasanya disusun ke dalam teks yang diperluas, dan tidak menggunakan perhitungan matematis atau statistika sebagai alat bantu analisis. Menurut Miles, Huberman dan Saldana (2014:14) kegiatan analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Reduksi data merupakan data yang diperoleh peneliti melalui wawancara, observasi dan dokumentasi direduksi dengan cara
merangkum, memilih dan memfokuskan data pada hal-hal yang sesuai dengan tujuan penelitian.
2. Penyajian Data
Penyajian data dilakukan setelah data selesai direduksi atau dirangkum. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dianalisis kemudian dalam bentuk catatan wawancara, catatan lapangan dan catatan dokumentasi. Data yang sudah disajikan dalam bentuk catatan wawancara, catatan lapangan catatan dokumentasi diberi kode untuk mengorganisasi data, sehingga peneliti dapat menganalisis dengan cepat dan mudah. Peneliti membuat daftar awal kode yang sesuai dengan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Masing-masing data yang sudah diberi kode dianalisis dalam bentuk refleksi dan disajikan dalam bentuk teks.
3. Kesimpulan, Penarikan atau Verifikasi
Langkah terakhir dalam analisis data kualitatif model interaktif adalah penarikan kesimpulan dari verifikasi. Berdasarkan data yang telah direduksi dan disajikan, peneliti membuat kesimpulan yang didukung dengan bukti yang kuat pada tahap pengumpulan data.
Kesimpulan adalah jawaban dari rumusan masalah dan pertanyaan yang telah diungkapkan oleh peneliti sejak awal.
Adapun model analisis data interaktif Miles, Huberman dan Saldana dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 1. Komponen-komponen Analisi Data Model Interaktif Sumber: Miles dan Huberman (Miles, Huberman dan Saldana, 2014:14)
Pengumpulan Data
Kesimpulan, Penariakan Verifikasi
Penyajian Data
Reduksi Data
44 BAB IV
GAMBARAN SETTING PENELITIAN A. Gambaran Umum Kabupaten Rembang
1. Kondisi Geografis Kabupaten Rembang
Rembang adalah sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Rembang. Kabupaten ini berbatasan dengan teluk Rembang (Laut Jawa) di utara, Kabupaten Tuban (Jawa Timur) di timur. Kabupaten Blora di selatan, serta Kabupaten Pati di barat. Kabupaten Rembang terletak di ujung timur laut Provinsi Jawa Tengah dan dilalui jalan pantai Utara Jawa (Jalur Pantura), terletak pada garis koordinat 111000’ – 111030’ Bujur Timur dan 6030’ – 706’ Lintang Selatan. Laut Jawa terletak disebelah utaranya, secara umum kondisi tanahnya berdataran rendah dengan ketinggian wilayah maksimum kurang lebih 70 meter di atas permukaan air laut. Adapun batas-batasnya antara lain:
Utara Laut Jawa
Selatan Kabupaten Blora
Barat Kabupaten Pati
Timur Kabupaten Tuban
Tabel 2. Batasan Tempat Kabupaten Rembang Sumber. Dinpermades (2019)
Kabupaten Rembang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur, sehingga menjadi gerbang perbatasan dengan Jawa Timur (seperti di Kecamatan Sarang, memiliki kode telepon yang sama dengan Tuban (Jawa Timur). Bagian selatan wilayah Kabupaten Rembang merupakan daerah Perbukitan, bagian dari pegunungan kapur utara, dengan puncaknya Gunung Butak (679 meter). Sebagian wilayah utara, terdapat perbukitan dengan puncaknya Gunung Lasem (Ketinggian 806 meter). Kawasan tersebut kini dilindungi dalam Cagar Alam Gunung Celering.
Gambar 2. Peta Wilayah Kabupaten Rembang (Pemerintah Kabupaten Rembang) Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Rembang memiliki fauna identitas yaitu kijang (Muntiacus Muntjac).
Pemerintah Kabupaten Rembang memberi julukan kepada tim sepak bola Kabupaten Rembang. PSIR Rembang yaitu Tim Kijang Lasem selain julukan Laskar Dampo Awang karena diharapkan menunjukan identitas Kabupaten Rembang yaitu Gunung Lasem yang memiliki populasi kijang yang banyak.
Selain itu Kijang adalah hewan yang termasuk cerdik, jadi diharapkan tim PSIR Rembang menjadi Tim yang cedik melakukan serangan ke gawang lawan.
2. Pembagian Administratif Kabupaten Rembang
Pembagian Administratif Kabupaten Rembang terdiri atas 14 Kecamatan, yang dibagi lagi atas 287 desa dan 7 kelurahan serta memiliki luas wilayah meliputi 1001.408 ha. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Rembang.
Kecamatan di Kabupaten Rembang adalah:
No Kecamatan Desa Kelurahan
1 Sumber 18 0
2 Bulu 16 0
3 Gunem 16 0
4 Sale 15 0
5 Sarang 23 0
6 Sedan 21 0
7 Pamotan 23 0
8 Sulang 21 0
9 Kaliori 23 0
10 Rembang 27 7
11 Pancur 23 0
12 Kragan 27 0
13 Sluke 14 0
14 Lasem 20 0
Tabel 3. Pembagian Administratif Perkecamatan Sumber. Kantor Kecamatan Rembang (2021) 3. Gambaran Profil Wisata Kabupaten Rembang
Wisata di Rembang Dampo Awang Beach atau pantai dampo awang dahulunya dikenal dengan nama Taman Rekreasi Pantai Kartii (TRPK) kini berganti nama menjadi “Dampo Awang Beach” (Pantai Dampo Awang) adalah sebuah taman dan pantai yang terletak di kota Rembang, tepat di sisi utara jalur pantura. Sebelumnya pengelolaannya diserahkan ke pihak swasta, taman ini bernama Taman Rekreasi Pantai Kartini (TRPK) yang kemudian diganti dengan nama Dampo Awang Beach. Pengganti nama dilakukan untuk membedakan dengan pantai kartini di jepara.
Gambar 3. Logo Dampo Awang Beach
Sumber. Pemdampingrembang.wordpress.com (2019)
Dampo Awang Beach atau nama lamanya Taman Rekreasi Pantai Kartini (TPRK) adalah salah satu tempat tujuan wisata yang berlokasi di Kabupaten Rembang yang sudah dikenal oleh masyarakat di wilayah ini dan daerah-daerah sekitarnya sejak zaman penjajahan Belanda. Pada zaman kolonial Belanda, taman itu di samping digunakan sebagai tempat rekreasi juga digunakan untuk mengawasi lalu lintas laut sekitar perairan Rembang. Di tempat itu terdapat bangunan kuno yang diperkirakan sebagai pertemuan dan pesta orang-orang Belanda.
B. Profil Desa Kabongan Lor 1. Sejarah Desa Kabongan Lor
Sejarah Desa Kabongan Lor berdiri sejak tahun 1933, konon ceritanya kabongan dulu merupakan pantai yang penuh dengan tanaman mangrove. Oleh pendatang dari negeri Campa sekitar pada tahun 1415 ditanami tebu, dan tempat tersebut oleh para pendatang dinamakan Desa Ka-bungau-an yang artinya “ Bungau “ dari bahasa Campa berarti Mangrove. Pada tahun 1496, Tumenggung Singapataka menyatukan dan mengumpulkan seluruh warga pendatang yang akhirnya beliau diangkat sebagai “Panewu Rembang”. Setelah penjajahan Belanda dan Belanda membuat jalan Daendles yang membenteng dari Anyer sampai Panarukan dan Melewati dan membelah Desa “ Ka-bungau-an” menjadi dua, Utara dan Selatan. Semenjak itu untuk memudahkan pembagian wilayah, akhirnya disebut Kabongan Lor untuk wilayah di utara jalan Daendles dan Kabongan Kidul untuk wilayah di selatan jalan Daendles.
Gambar 4. Kantor Desa Kabongan Lor Sumber. Dokumentasi peneliti (2021)
2. Letak Geografis Desa Kabongan Lor Kabupaten Rembang
Letak Geografis Desa Kabongan Lor yaitu wilayah Desa Kabongan Lor berada di sebelah Utara Jalan Raya Pantura Semarang – Surabaya, Terbentang dari Barat ke Timur, dengan batas di sebelah Barat berbatasan langsung dengan Desa Sukoharjo, di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kabongan Kidul dan sebelah Timur berbatasan dengan Desa Tireman.
Gambar 5. Peta Administrasi Desa Kabongan Lor Sumber. Pemdampingrembang.wordpress.com (2019)
3. Visi dan Misi Kantor Desa Kabongan Lor Kabupaten Rembang
VISI :
“ TERWUJUDNYA DESA KABONGAN LOR YANG MAJU, SEJAHTERA DAN HARMONIS ”
MISI :
Agar VISI sebagaimana tersebut dapat tercapai maka ditetapkan Misi sebagai berikut :
1. Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
2. Meningkatkan pelayanan Prima terhadap Masyarakat serta Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa yang bersih dan profesional.
3. Meningkatkan peran Masyarakat khususnya generasi muda dalam pembangunan Desa.
4. Menumbuhkan Kewirausahaan dan Masyarakat secara terpadu.
5. Meningkatkan Silahturahmi Masyarakat yang edukatif dan produktif serta meningkatkan kegotongroyongan.
C. Dinamika Politik dan Pemerintahan Kabupaten Rembang 1. Sejarah Dinas Koperasi Kabupaten Rembang
Sejarah Dinindagkopukm Kabupaten Rembang ini bergerak dibidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro yang beralamat di jalan Pahlawan Nomor 2 Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Dinindagkopukm
Kabupaten Rembang berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Rembang Nomor 12 Tahun 2016 mempunyai melaksanakan urusan pemerintahan Daerah di bidang Perindustrian, Perdagangan, Kopeprasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
Gambar 6. Profil Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang.
Sumber. Dokumentasi peneliti (2021)
2. Visi dan Misi Dinas Koperasi Kabupaten Rembang
Berdasarkan pengetahuan dan makna Visi tersebut, dengan memperhatikan secara umum kondisi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Rembang pada saat ini serta tantangan pembangunan yang harus dihadapi, maka perumusan Visi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Rembang sebagai berikut : “Menjadi mitra dunia usaha yang tangguh untuk kemandirian perekonomian daerah melalui pengembangan kawasan dan pembangunan bidang industri, perdagangan koperasi dan usaha mikro kecil dan
menengah dengan memperhatikan potensi unggulan daerah dan sumber daya lokal”. Rumusan ini harus dipakai sebagai komitmen bersama yang pencapainya membutuhkan rentang waktu panjang selama lima tahun kedepan. Kehendak untuk menjadi institusi yang profesional dalam usaha pemberdayaan industri, dagang, koperasi dan UMKM dalam rangka meningkatkan daya saing dengan memperhatikan potensi sumber daya lokal.
Berdasarkan pengertian dan makna misi bagi organisasi tersebut, Misi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Rembang dirumuskan sebagai berikut: “Mewujudkan dunia usaha industri, perdagangan, koperasi dan UMKM yang sehat, tangguh dan berdaya saing serta mampu menjadi penggerak perekonomian daerah, menumbuhkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan industri, perdagangan, koperasi dan UMKM dalam rangka memperluas kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat, meningkatkan pemanfaatan potensi unggulan daerah dan sumber daya local dengan penerapan tekhnologi yang ramah lingkungan dalam pembangunan di di bidang industri, perdagangan, koperasi dan UMKM guna memperkuat pembangunan daerah, mengembangkan sinergi dan peran serta dunia usaha dan masyarakat dalam mempercepat pengembangan industri, perdagangan, koperasi dan UMKM dan mendorong terciptanya kawasan industri dan klaster ”.
3. Struktur Organisasi Dinas Koperasi Kabupaten Rembang
KEPALA DINAS INDAGKOPUKM
SEKRETARIS
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KASUBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN
KASUBAG KEUANGAN
KASUBAG PROGRAM
KABID PERINDUSTRIAN
KABID PERDAGANGAN
KABID KOPERASI DAN
USAHA MIKRO KABID PASAR
KEPALA SEKSI INDUSTRI AGRO
KEPALA SEKSI PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN
KEMETROLOGIAN
KEPALA SEKSI KELEMBAGAAN DAN
USAHA KOPERASI
KEPALA SEKSI PENGELOLAAN PASAR
WILAYAH I
KEPALA SEKSI ILMATEKTA
KEPALA SEKSI DISTRIBUSI PERDAGANGAN
KEPALA SEKSI PENGAWASAN DAN
PENGENDALIAN
KOPERASI
KEPALA SEKSI PENGELOLAAN PASAR
WILAYAH II
KEPALA SEKSI DATA DAN INFORMASI
KEPALA SEKSI PROMOSI DAN PENGEMBANGAN
EKSPOR
KEPALA SEKSI PEMBERDAYAAN DAN
PENGEMBANGAN USAHA MIKRO
KEPALA SEKSI PENGELOLAAN PASAR
WILAYAH III
UPTD
Gambar 7. Struktur Organisasi Instansi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang.
Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Kepala Dinas Ikhtisar Jabatan yaitu merumuskan program kerja, kebijakan teknis, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan bidang kesekretariatan, perindustrian, perdagangan, koperasi dan usaha mikro
serta pasar meliputi program, keuangan, umum dan kepegawaian, industri agro, ilmatekta, data dan informasi, perlindungan konsumen dan kemetrologian, distribusi perdagangan, promosi dan pengembangan ekspor, kelembagaan dan usaha koperasi, pengawasan dan pengendalian koperasi, pemberdayaan dan pengembangan usaha mikroserta pengelolaan pasar guna mendukung merumuskan program kerja, kebijakan teknis, pegoordinasian, pelaksanaan dan pemantauan.
Sekretaris memiliki tugas jabatan yaitu mengonsep program kerja, bahan kebijakan teknis, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan bidang kesekretariatan meliputi perencanaan, keuangan, umum dan kepegawaian, kehumasan dan keorganisasian guna mendukung kelancaran tugas dinas.
KASUBAG Umum dan Kepegawaian memiliki tugas jabatan yaitu melakukan kegiatan pencatatan dan pendokumentasian bahan dan dokumentasi umum antara lain menerima, membaca, mencatat, menyediakan, mendistribusikan dan melacak surat masuk, serta membaca dan menyediakan surat keular, memberi nomor dan mengirim surat dan dokumentasi lain, mengarsip surat dan menemukan kembali jika dibutuhkan agar tertib administrasi dan pelaksanaan tugas berjalan lancar.
KASUBAG Keuangan memiliki tugas jabatan yaitu menyusun bahan perencanaan, kebijakan teknis dan melaksanakan pengelolaan keuangan meliputi anggaran, perbendaharaan, verifikasi, keuangan, pembukuan,
pertanggungjawaban dan laporan keuangan serta pemenuhuan pemeriksaan keuangan guna mendukung kelancaran tugas dinas.
KASUBAG Program memiliki tugas jabatan yaitu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, pengkoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan bidang program dilingkungan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dan UKM.
KABID Koperasi dan Usaha Mikro memiliki tugas jabatan yaitu merumuskan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengkoordinasian, pemantauan, evaluasi serta pelaporan bidang koperasi dan usaha mikro yang terdiri dari kelembagaan dan usaha koperasi, pengawasan dan pengendalian koperasi serta pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro.
KABID Pasar memiliki tugas jabatan yaitu menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di lingkup perencanaan pembangunan, pengawasan, dan pengelolaan pasar.
KABID Perdagangan memiliki tugas jabatan yaitu menyiapkan bahan perumusan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengkoordinasian, pemantauan, evaluasi serta pelaporan bidang perdagangan yang terdiri dari perlindungan konsumen dan kemetrologian, distribusi perdagangan serta promosi dan pengembangan ekspor.
KABID Persindustrian memiliki tugas jabatan yaitu menyiapkan bahan perumusan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengkoordinasian, pemantauan, evaluasi serta pelaporan bidang perindustrian yang terdiri dari industri logam,
mesin, alat transportasi, elektronika, kimia, tekstil, dan aneka serta data dan informasi industri.
57 BAB V
TEMUAN-TEMUAN PENELITIAN
A. Peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) terhadap pemberdayaan koperasi?
Pemerintah Daerah memiliki suatu peran yang sangat besar di dalam perkembangan suatu perekonomian masyarakat, perkembangan perekonomian bisa di ciptakan berdasarkan peran pemerintah yang efektif di dalam pengembangan roda perekonomian masyarakat, salah satunya melalui peningkatan dan pengembangan koperasi untuk menjadi penggerak perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat. Seperti yang dituturkan oleh Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang Ibu Idha, beliau mengatakan :
“…Peran Pemerintah Daerah yaitu meningkatkan dan mewujudkan Koperasi yang menjadi penggerak perekonomian Daerah untuk memperluas kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat”.
Gambar 8. Pegawai Pemerintah Daerah Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Dapat diketahui gambaran pelaksanaan Pemerintah Daerah terhadap pemberdayaan koperasi dapat dilihat dari suatu peran Pemerintah Daerah yang memberikan peran terhadap perkembangan koperasi melalui aspek permodalan dan pemasaran produk, meningkatkan mutu produksi melalui pelatihan dan rapat koordinasi, menumbuhkan kemandirian, disiplin dan semangat kerja untuk peningkatan finansial, Pemerintah Daerah memberikan fasilitas untuk peningkatan koperasi yang ada. Seperti yang di tuturkan Ibu Idha selaku Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang mengatakan:
“…Fasilitas yang diberikan Pemerintah Daerah dalam pengembangan Koperasi adalah Akses terbuka untuk mendapatkan modal usaha dan memasarkan produk, peningkatan mutu produksi melalui kegiatan pelatihan atau rapat koordinasi (5 kali pelatihan) (20 kali koordinasi), menumbuhkan kemandirian, disiplin, dan semangat kerjasama untuk peningkatan finansial bagi seluruh anggota koperasi 90% ksp sehat”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Aset: Volume Usaha:
337.090.062.275 236.673.040.596
Tabel. 4. Aset dan Volume Usaha
Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021) 1. Koperasi Tidak Aktif
Permasalaha di Kabupaten Rembang yang masih banyak Koperasi yang tidak aktif menjadi indicator pertama hambatan Pemerintah Daerah dalam pengembangan Koperasi di Kabupaten Rembang. Ketidakaktifan koperasi disebabkan karena masih banyak Koperasi yang tidak melaporkan kegiatannya, dan masih banyak Koperasi yang tidak menjalankan fungsinya sebagai Koperasi dengan baik. Seperti yang di tuturkan salah satu Kepala Bidang Koperai dan
Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang, Ibu Idha, beliau mengatakan bahwa:
“…Di Kabupaten Rembang masih banyak Koperasi yang tidak aktif, Koperasi yang dinyatakan sudah tidak aktif karena sudah tidak melaporkan kegiatannya, dan Koperasi yang sudah tidak menjalankan fungsinya dengan baik sebagai Koperasi”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
No Indikator Tahun
2016 2017 2018 2019
1 Koperasi Aktif (%) 53,34 90,28 90,40 51,96 2 Koperasi Tidak
AKtif (%)
47,66 10,72 10,60 49,04
Tabel 5. Koperasi Aktif dan Non Aktif
Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Dapat diketahui di Kabupaten Rembang masih banyak Koperasi yang sudah tidak aktif, permasalahan yang harus segera di slesaiakan Pemerintah Daerah yaitu masih banyaknya Koperasi di Kabupaten Rembang yang tidak aktif. Faktor penyebab ketidakaktifan Koperasi adalah masih banyak koperasi yang bergantung kepada pengurus sehingga ketika pengurus pasif Koperasi ikut pasif, Koperasi dibangun karena tidak kehendak seluruh anggota sehingga masih memiliki rasa tidak memiliki masih ada, dan anggota tidak faham akan jatidiri Koperasi. Seperti yang di tuturkan oleh salah satu Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang, Ibu Idha beliau mengatakan bahwa:
“…Faktor yang menyebabkan Koperasi tidak aktif lagi bisa dikatakan terlalu tergantung pengurus sehingga ketika pengurus pasif Koperasi ikut pasif itu satu, yang kedua Koperasi didirikan tidak atas kehendak seluruh anggota sehingga perasaan memiliki sangat kurang, dan yang ketiga anggota kurang memahami jatidiri Koperasi”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Faktor Penyebab Solusi Terlalu bergantung kepada
Pengurus (SDM)
Pemberdayaan, pengawasan, pengembangan pendampingan, Koperasi didirikan tidak atas
kehendak semua anggota Anggota kurang memahami
jatidiri Kopoerasi
Tabel 6. Faktor penyebab ketidakaktifan Koperasi dan solusi Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Hal ini diperkuat oleh salah satu pemaparan dari Manager Koperasi Unit Desa (KUD) Misoyo Mardi Mino Kecamatan Sarang, Bapak Mulyono Koperasi harus diberikan suatu kepercayaan, pembinaan, dll, agar bisa selalu aktif dalam mengembangkan di sector perekonomian, badan usaha, dll. Beliau mengatakan bahwa :
“…Koperasi harus diberikan kepercayaan, dibimbing, dibina, dan diperhatikan dalam rangka untuk mensejahterahkan masyarakat, itu harus selalu di implementasikan agar Koperasi tetap eksis dan tidak ada yang berhenti beroperasi”. (Wawancara, 19 Januari 2021)
Program dari Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengan untuk pemberdayaan Koperasi di Kabupaten Rembang adalah mewujudkan kesejahteraan, membangun tatanan perekonomian nasional, pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap koperasi bertujuan untuk membangun suatu kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas perekonomian Nasional, Daerah, Maupun perekonomian masyarakat.
Seperti yang di paparkan oleh Ibu Idha selaku Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang, beliau mengatakan bahwa:
“…Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang dijalankan berdasarkan asas kekeluargaan, inti dari koperasi adalah kerjasama, yaitu kerja sama diantara anggota dan para pengurus dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun tatanan perekonomian nasional. Ekonomi tumbuh itu bukan hanya ditentukan oleh usaha swasta, perusahaan-perusahaan swasta yang besar, yang menengah, dan juga bukan hanya oleh badan-badan usaha miliki negara dan badan usaha milik daerah, tetapi juga sangat ditentukan oleh ekonomi yang disumbangkan oleh gerakan Koperasi dan UKM, dalam konteks ini, maka Koperasi justru harus makin tumbuh dan makin berkembang, momen inilah yang ditangkap Pemerintah Kabupaten Rembang, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Rembang, dalam menjalankan program pengembangan Koperasi”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Kegiatan Output
a. Penilaian Kesehatan Koperasi
Menilai kesehatan seluruh koperasi di Kabupaten Rembang b. Pemberdayaan dan
Pengembangan Koperasi
Peningkatan kelembagaan dan usaha koperasi c. Pemberdayaan Koperasi
Sektor Riil
Meningkatnya usaha koperasi sektor riil Tabel 7. Program Kegiatan dan Output
Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Hal ini diperkuat dengan pernyataan salah satu Manajer Koperasi Unit Desa (KUD) Misoyo Mardi Mino Kecamatan Sarang, Bapak Mulyono, beliau mengatakan bahwa:
“…Program yang dilakukan oleh Pemerintah sudah cukup baik, tetapi harus ditingkatkan lagi agar program-program yang dilakukan bisa tepat sasaran”.
(Wawancara 19 Januari 2021)
Dari pernyataan yang di paparkan oleh Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang Ibu Idha, terhadap pelaksanaan
program-program yang dibuat oleh Pemerintah Daerah, beliau berbicara tentang program-program Pemerintah Daerah mengatakan bahwa:
“…Penyelenggaraan kegiatan pemasyarakatan Koperasi pada tahun ini mengambil tema ”Reformasi Total Koperasi Di Era Revolusi 4.0”. Kegiatan pemasyarakatan Koperasi yang telah dilaksanakan telah berhasil menarik masyarakat untuk lebih mengenal Koperasi sehingga Koperasi akan semakin memasyarakat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ditunjukkan dengan antusias masyarakat untuk mengikuti berbagai acara yang telah dilaksanakan, ibarat gading yang tak retak, penyelenggaraan event ini tak lepas dari kekurangan yang membutuhkan perbaikan kedepannya, Gambaran kegiatan yang telah dilaksanakan baik ditingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional yaitu:
Jambore Koperasi, Harkopnas Expo, Gerebek Koperasi, Upacara Puncak Harkopnas, Upacara Kabupaten, Bazaar Koperasi, dan Peresmian Gedung Dekopinda”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Gambar 9. Kegiatan Program Pemerintah Daerah Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Bisa disimpulkan dari data di atas bahwasannya Pemerintah Daerah berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat melalui program-program
yang di buat untuk menciptakan suatu kesejahteraan, kedaulatan, dan peningkatan perekonomian melalui program Pemerintah Daerah, Pemberdayaan dan pengendalian Koperasi bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu Pemerintah Daerah membuat berbagai kegiatan untuk mensosialisasikan Koperasi dan pendekatan dengan masyarakat agar Koperasi bisa menyatuh dan di percaya oleh masyarakat.
2. Setrategi Pemberdayaan Koperasi
Pemerintah Daerah memiliki setrategi di dalam pemberdayaan Koperasi, tujuan dari setrategi tersebut di harapkan agar Koperasi di Kabupaten Rembang ini bisa selalu eksis dan aktif di dalam bidang perkoperasian, Setrategi Pemerintah Daerah yang di tekankan untuk memberdayakan Koperasi yaitu pembiyaan untuk Koperasi tujuannya agar Koperasi bisa mengembangkan berbagai kepentingan Koperasi, Iklim bisnis, Tekhnologi untuk mempercepat dan mempermudah Koperasi, Kemampuan Manajerial, dan Akses Pasar, seperti halnya yang dipaparkan oleh salah satu Kepala Bidang Koperai dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang, Ibu Idha, beliau mengatakan bahwa:
“…Setrategi yang di lakukan oleh pemerintah dalam pemberdayaan Koperasi di Kabupaten Rembang ini yaitu Pembiayaan, Iklim Bisnis, Tekhnologi, Kemampuan Manajerial, dan Akses Pasar, itu semua untuk menciptakan dan mempertahankan Koperasi di Kabupaten Rembang agar selalu eksis dan aktif di dalam menjalankan Koperasi”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Setrategi Output
Pembiayaan Membiayai seluruh Koperasi di Kabupaten Rembang