BAB IV GAMBARAN SETTING PENELITIAN
C. Dinamika Politik dan Pemerintahan Kabupaten Rembang
3. Struktur Organisasi Dinas Koperasi Kabupaten Rembang
KEPALA DINAS INDAGKOPUKM
SEKRETARIS
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KASUBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN
KASUBAG KEUANGAN
KASUBAG PROGRAM
KABID PERINDUSTRIAN
KABID PERDAGANGAN
KABID KOPERASI DAN
USAHA MIKRO KABID PASAR
KEPALA SEKSI INDUSTRI AGRO
KEPALA SEKSI PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN
KEMETROLOGIAN
KEPALA SEKSI KELEMBAGAAN DAN
USAHA KOPERASI
KEPALA SEKSI PENGELOLAAN PASAR
WILAYAH I
KEPALA SEKSI ILMATEKTA
KEPALA SEKSI DISTRIBUSI PERDAGANGAN
KEPALA SEKSI PENGAWASAN DAN
PENGENDALIAN
KOPERASI
KEPALA SEKSI PENGELOLAAN PASAR
WILAYAH II
KEPALA SEKSI DATA DAN INFORMASI
KEPALA SEKSI PROMOSI DAN PENGEMBANGAN
EKSPOR
KEPALA SEKSI PEMBERDAYAAN DAN
PENGEMBANGAN USAHA MIKRO
KEPALA SEKSI PENGELOLAAN PASAR
WILAYAH III
UPTD
Gambar 7. Struktur Organisasi Instansi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang.
Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Kepala Dinas Ikhtisar Jabatan yaitu merumuskan program kerja, kebijakan teknis, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan bidang kesekretariatan, perindustrian, perdagangan, koperasi dan usaha mikro
serta pasar meliputi program, keuangan, umum dan kepegawaian, industri agro, ilmatekta, data dan informasi, perlindungan konsumen dan kemetrologian, distribusi perdagangan, promosi dan pengembangan ekspor, kelembagaan dan usaha koperasi, pengawasan dan pengendalian koperasi, pemberdayaan dan pengembangan usaha mikroserta pengelolaan pasar guna mendukung merumuskan program kerja, kebijakan teknis, pegoordinasian, pelaksanaan dan pemantauan.
Sekretaris memiliki tugas jabatan yaitu mengonsep program kerja, bahan kebijakan teknis, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan bidang kesekretariatan meliputi perencanaan, keuangan, umum dan kepegawaian, kehumasan dan keorganisasian guna mendukung kelancaran tugas dinas.
KASUBAG Umum dan Kepegawaian memiliki tugas jabatan yaitu melakukan kegiatan pencatatan dan pendokumentasian bahan dan dokumentasi umum antara lain menerima, membaca, mencatat, menyediakan, mendistribusikan dan melacak surat masuk, serta membaca dan menyediakan surat keular, memberi nomor dan mengirim surat dan dokumentasi lain, mengarsip surat dan menemukan kembali jika dibutuhkan agar tertib administrasi dan pelaksanaan tugas berjalan lancar.
KASUBAG Keuangan memiliki tugas jabatan yaitu menyusun bahan perencanaan, kebijakan teknis dan melaksanakan pengelolaan keuangan meliputi anggaran, perbendaharaan, verifikasi, keuangan, pembukuan,
pertanggungjawaban dan laporan keuangan serta pemenuhuan pemeriksaan keuangan guna mendukung kelancaran tugas dinas.
KASUBAG Program memiliki tugas jabatan yaitu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, pengkoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan bidang program dilingkungan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dan UKM.
KABID Koperasi dan Usaha Mikro memiliki tugas jabatan yaitu merumuskan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengkoordinasian, pemantauan, evaluasi serta pelaporan bidang koperasi dan usaha mikro yang terdiri dari kelembagaan dan usaha koperasi, pengawasan dan pengendalian koperasi serta pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro.
KABID Pasar memiliki tugas jabatan yaitu menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di lingkup perencanaan pembangunan, pengawasan, dan pengelolaan pasar.
KABID Perdagangan memiliki tugas jabatan yaitu menyiapkan bahan perumusan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengkoordinasian, pemantauan, evaluasi serta pelaporan bidang perdagangan yang terdiri dari perlindungan konsumen dan kemetrologian, distribusi perdagangan serta promosi dan pengembangan ekspor.
KABID Persindustrian memiliki tugas jabatan yaitu menyiapkan bahan perumusan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengkoordinasian, pemantauan, evaluasi serta pelaporan bidang perindustrian yang terdiri dari industri logam,
mesin, alat transportasi, elektronika, kimia, tekstil, dan aneka serta data dan informasi industri.
57 BAB V
TEMUAN-TEMUAN PENELITIAN
A. Peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) terhadap pemberdayaan koperasi?
Pemerintah Daerah memiliki suatu peran yang sangat besar di dalam perkembangan suatu perekonomian masyarakat, perkembangan perekonomian bisa di ciptakan berdasarkan peran pemerintah yang efektif di dalam pengembangan roda perekonomian masyarakat, salah satunya melalui peningkatan dan pengembangan koperasi untuk menjadi penggerak perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat. Seperti yang dituturkan oleh Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang Ibu Idha, beliau mengatakan :
“…Peran Pemerintah Daerah yaitu meningkatkan dan mewujudkan Koperasi yang menjadi penggerak perekonomian Daerah untuk memperluas kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat”.
Gambar 8. Pegawai Pemerintah Daerah Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Dapat diketahui gambaran pelaksanaan Pemerintah Daerah terhadap pemberdayaan koperasi dapat dilihat dari suatu peran Pemerintah Daerah yang memberikan peran terhadap perkembangan koperasi melalui aspek permodalan dan pemasaran produk, meningkatkan mutu produksi melalui pelatihan dan rapat koordinasi, menumbuhkan kemandirian, disiplin dan semangat kerja untuk peningkatan finansial, Pemerintah Daerah memberikan fasilitas untuk peningkatan koperasi yang ada. Seperti yang di tuturkan Ibu Idha selaku Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang mengatakan:
“…Fasilitas yang diberikan Pemerintah Daerah dalam pengembangan Koperasi adalah Akses terbuka untuk mendapatkan modal usaha dan memasarkan produk, peningkatan mutu produksi melalui kegiatan pelatihan atau rapat koordinasi (5 kali pelatihan) (20 kali koordinasi), menumbuhkan kemandirian, disiplin, dan semangat kerjasama untuk peningkatan finansial bagi seluruh anggota koperasi 90% ksp sehat”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Aset: Volume Usaha:
337.090.062.275 236.673.040.596
Tabel. 4. Aset dan Volume Usaha
Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021) 1. Koperasi Tidak Aktif
Permasalaha di Kabupaten Rembang yang masih banyak Koperasi yang tidak aktif menjadi indicator pertama hambatan Pemerintah Daerah dalam pengembangan Koperasi di Kabupaten Rembang. Ketidakaktifan koperasi disebabkan karena masih banyak Koperasi yang tidak melaporkan kegiatannya, dan masih banyak Koperasi yang tidak menjalankan fungsinya sebagai Koperasi dengan baik. Seperti yang di tuturkan salah satu Kepala Bidang Koperai dan
Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang, Ibu Idha, beliau mengatakan bahwa:
“…Di Kabupaten Rembang masih banyak Koperasi yang tidak aktif, Koperasi yang dinyatakan sudah tidak aktif karena sudah tidak melaporkan kegiatannya, dan Koperasi yang sudah tidak menjalankan fungsinya dengan baik sebagai Koperasi”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
No Indikator Tahun
2016 2017 2018 2019
1 Koperasi Aktif (%) 53,34 90,28 90,40 51,96 2 Koperasi Tidak
AKtif (%)
47,66 10,72 10,60 49,04
Tabel 5. Koperasi Aktif dan Non Aktif
Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Dapat diketahui di Kabupaten Rembang masih banyak Koperasi yang sudah tidak aktif, permasalahan yang harus segera di slesaiakan Pemerintah Daerah yaitu masih banyaknya Koperasi di Kabupaten Rembang yang tidak aktif. Faktor penyebab ketidakaktifan Koperasi adalah masih banyak koperasi yang bergantung kepada pengurus sehingga ketika pengurus pasif Koperasi ikut pasif, Koperasi dibangun karena tidak kehendak seluruh anggota sehingga masih memiliki rasa tidak memiliki masih ada, dan anggota tidak faham akan jatidiri Koperasi. Seperti yang di tuturkan oleh salah satu Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang, Ibu Idha beliau mengatakan bahwa:
“…Faktor yang menyebabkan Koperasi tidak aktif lagi bisa dikatakan terlalu tergantung pengurus sehingga ketika pengurus pasif Koperasi ikut pasif itu satu, yang kedua Koperasi didirikan tidak atas kehendak seluruh anggota sehingga perasaan memiliki sangat kurang, dan yang ketiga anggota kurang memahami jatidiri Koperasi”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Faktor Penyebab Solusi Terlalu bergantung kepada
Pengurus (SDM)
Pemberdayaan, pengawasan, pengembangan pendampingan, Koperasi didirikan tidak atas
kehendak semua anggota Anggota kurang memahami
jatidiri Kopoerasi
Tabel 6. Faktor penyebab ketidakaktifan Koperasi dan solusi Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Hal ini diperkuat oleh salah satu pemaparan dari Manager Koperasi Unit Desa (KUD) Misoyo Mardi Mino Kecamatan Sarang, Bapak Mulyono Koperasi harus diberikan suatu kepercayaan, pembinaan, dll, agar bisa selalu aktif dalam mengembangkan di sector perekonomian, badan usaha, dll. Beliau mengatakan bahwa :
“…Koperasi harus diberikan kepercayaan, dibimbing, dibina, dan diperhatikan dalam rangka untuk mensejahterahkan masyarakat, itu harus selalu di implementasikan agar Koperasi tetap eksis dan tidak ada yang berhenti beroperasi”. (Wawancara, 19 Januari 2021)
Program dari Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengan untuk pemberdayaan Koperasi di Kabupaten Rembang adalah mewujudkan kesejahteraan, membangun tatanan perekonomian nasional, pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap koperasi bertujuan untuk membangun suatu kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas perekonomian Nasional, Daerah, Maupun perekonomian masyarakat.
Seperti yang di paparkan oleh Ibu Idha selaku Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang, beliau mengatakan bahwa:
“…Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang dijalankan berdasarkan asas kekeluargaan, inti dari koperasi adalah kerjasama, yaitu kerja sama diantara anggota dan para pengurus dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun tatanan perekonomian nasional. Ekonomi tumbuh itu bukan hanya ditentukan oleh usaha swasta, perusahaan-perusahaan swasta yang besar, yang menengah, dan juga bukan hanya oleh badan-badan usaha miliki negara dan badan usaha milik daerah, tetapi juga sangat ditentukan oleh ekonomi yang disumbangkan oleh gerakan Koperasi dan UKM, dalam konteks ini, maka Koperasi justru harus makin tumbuh dan makin berkembang, momen inilah yang ditangkap Pemerintah Kabupaten Rembang, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Rembang, dalam menjalankan program pengembangan Koperasi”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Kegiatan Output
a. Penilaian Kesehatan Koperasi
Menilai kesehatan seluruh koperasi di Kabupaten Rembang b. Pemberdayaan dan
Pengembangan Koperasi
Peningkatan kelembagaan dan usaha koperasi c. Pemberdayaan Koperasi
Sektor Riil
Meningkatnya usaha koperasi sektor riil Tabel 7. Program Kegiatan dan Output
Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Hal ini diperkuat dengan pernyataan salah satu Manajer Koperasi Unit Desa (KUD) Misoyo Mardi Mino Kecamatan Sarang, Bapak Mulyono, beliau mengatakan bahwa:
“…Program yang dilakukan oleh Pemerintah sudah cukup baik, tetapi harus ditingkatkan lagi agar program-program yang dilakukan bisa tepat sasaran”.
(Wawancara 19 Januari 2021)
Dari pernyataan yang di paparkan oleh Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang Ibu Idha, terhadap pelaksanaan
program-program yang dibuat oleh Pemerintah Daerah, beliau berbicara tentang program-program Pemerintah Daerah mengatakan bahwa:
“…Penyelenggaraan kegiatan pemasyarakatan Koperasi pada tahun ini mengambil tema ”Reformasi Total Koperasi Di Era Revolusi 4.0”. Kegiatan pemasyarakatan Koperasi yang telah dilaksanakan telah berhasil menarik masyarakat untuk lebih mengenal Koperasi sehingga Koperasi akan semakin memasyarakat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ditunjukkan dengan antusias masyarakat untuk mengikuti berbagai acara yang telah dilaksanakan, ibarat gading yang tak retak, penyelenggaraan event ini tak lepas dari kekurangan yang membutuhkan perbaikan kedepannya, Gambaran kegiatan yang telah dilaksanakan baik ditingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional yaitu:
Jambore Koperasi, Harkopnas Expo, Gerebek Koperasi, Upacara Puncak Harkopnas, Upacara Kabupaten, Bazaar Koperasi, dan Peresmian Gedung Dekopinda”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Gambar 9. Kegiatan Program Pemerintah Daerah Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Bisa disimpulkan dari data di atas bahwasannya Pemerintah Daerah berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat melalui program-program
yang di buat untuk menciptakan suatu kesejahteraan, kedaulatan, dan peningkatan perekonomian melalui program Pemerintah Daerah, Pemberdayaan dan pengendalian Koperasi bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu Pemerintah Daerah membuat berbagai kegiatan untuk mensosialisasikan Koperasi dan pendekatan dengan masyarakat agar Koperasi bisa menyatuh dan di percaya oleh masyarakat.
2. Setrategi Pemberdayaan Koperasi
Pemerintah Daerah memiliki setrategi di dalam pemberdayaan Koperasi, tujuan dari setrategi tersebut di harapkan agar Koperasi di Kabupaten Rembang ini bisa selalu eksis dan aktif di dalam bidang perkoperasian, Setrategi Pemerintah Daerah yang di tekankan untuk memberdayakan Koperasi yaitu pembiyaan untuk Koperasi tujuannya agar Koperasi bisa mengembangkan berbagai kepentingan Koperasi, Iklim bisnis, Tekhnologi untuk mempercepat dan mempermudah Koperasi, Kemampuan Manajerial, dan Akses Pasar, seperti halnya yang dipaparkan oleh salah satu Kepala Bidang Koperai dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang, Ibu Idha, beliau mengatakan bahwa:
“…Setrategi yang di lakukan oleh pemerintah dalam pemberdayaan Koperasi di Kabupaten Rembang ini yaitu Pembiayaan, Iklim Bisnis, Tekhnologi, Kemampuan Manajerial, dan Akses Pasar, itu semua untuk menciptakan dan mempertahankan Koperasi di Kabupaten Rembang agar selalu eksis dan aktif di dalam menjalankan Koperasi”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Setrategi Output
Pembiayaan Membiayai seluruh Koperasi di Kabupaten Rembang
Iklim Bisnis Meningkatkan Iklim Bisnis Koperasi
Tekhnologi Membantu mempermudah akses
koperasi
Kemampuan Manajerial Meningkatkan Kemampuan Manajerial
Akses Pasar Membantu memberikan akses ke pasar internasional
Tabel 8. Setrategi Pemberdayaan Koperasi Kabupaten Rembang Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Adapun yang diharapkan dari salah satu Koperasi di Kabupaten Rembang terhadap Pemerintah Daerah adalah memberikan fasilitan terhadap Koperasi- Koperasi yang ada di Kabupaten Rembang untuk menunjang perkembangan Koperasi dalam mengembangkan badan Usahanya, seperti yang di paparkan oleh salah satu Manajer Koperasi Unit Desa (KUD) Misoyo Mardi Mino Kecamatan Sarang, Bapak Mulyono, beliau mengatakan bahwa:
“…Pemberdayaan, dan pembangunan usaha Koperasi, pengawasan dan pengendalian, pengembangan infrastruktur dan sarana prasarana harus diberikan Pemerintah Daerah untuk Koperasi-Koperasi yang ada di Kabupaten Rembang untuk mendukung perkembangan Koperasi”.
(Wawancara, 19 Januari 2021)
Didalam setrategi Pemerintah Daerah apakah sudah sangat efektif untuk pemberdayaan dan pengendalian Koperasi agar Koperasi DI Kabupaten Rembang tetap Eksis dan aktif di dalam menjalankan berbagai aspek perkoperasian, di tuturkan oleh salah satu Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang, Ibu Idha, bahwa setrategi Pemerintah Daerah sudah sangat efektif, karena setrategi yang di buat oleh Pemerintah Daerah adalah kebutuhan Koperasi yang harus di fasilitaskan untuk Koperasi di dalam mengembangkan Koperasi tersebut. Beliau mengatakan bahwa:
“…Ya, tentu sudah efektif, karena setrategi Pemerintah Daerah itu sendiri adalah kebutuhan yang dibutuhkan Koperasi untuk mengembangkan semua aspek Koperasi agar Koperasi bisa selalu eksis dan aktif dalam ruang lingkup Perkoperasian”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
3. Pelaksanaan Setrategi Pemberdayaan Koperasi
Dalam pelaksanaan setrategi Pemerintah Daerah terhadap pemberdayaan koperasi ada beberapa terobosan setrategi yang dilakukan Pemerintah Daerah untuk pemberdayaan Koperasi, adapun pelaksanaan setrategi yang dilakukan Pemerintah Daerah adalah (Pembiayaan) seperti memberikan suatu akses pelayanan pembiayaan terhadap seluruh Koperasi, (Iklim Bisnis) bisa dikatakan pengaruh birokrasi khususnya untuk Koperasi misalnya penggunaan IT untuk mengakses birokrasi, (Tekhnologi) pengenalan tekhnologi bagi Koperasi, (Kemampuan Manajerial) training bagi anggota atau karyawan Koperasi, dan yang terakhir (Akses Pasar) mendukung perkembangan akses ke pasar internasional. Penjelasan di atas seperti yang di tuturkan oleh Ibu Idha, beliau sebagai Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang mengatakan bahwa:
“…Pelaksanaan setrategi Pemerintah Dalam Pemberdayaan Koperasi seperti (Pembiayaan) memberikan akses layanan pembiayaan, (Iklim Bisnis) pengurangan birokrasi khususnya untuk Koperasi misalnya melalui penggunaan IT untuk memangkas birokrasi, (Tekhnologi) pengenalan tekhnologi bagi Koperasi (Quality control, inovasi, perubahan teknis dan organisasi, dsb), (Kemampuan Manajerial) training bagi anggota dan karyawan Koperasi memberikan akses jasa pendampingan dan konsultasi, (Akses Pasar) membantu akses ke pasar internasional membantu akses Koperasi untuk ikut serta dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah”.
(Wawancara, 18 Januari 2021)
Gambar 10. Salah Satu Pelaksanaan kegiatan strategi Pemerintah Daerah Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Adapun hambatan dari pelaksanaan setrategi Pemerintah Daerah dalam pemberdayaan Koperasi adalah masih minimnya atau keterbatasan dari aspek Sumber Daya Manusianya (SDM), dan juga mayoritas hambatan yang terjadi masih ada keterbatasan di dalam aspek anggaran, seperti yang dituturkan oleh Ibu Idha, sebagai Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang beliau mengatakan bahwa:
“…Hambatan yang terjadi adalah Masih banyak keterbatasan dari aspek Sumber daya manusianya (SDM), dan juga dari keterbatasan aspek anggaran”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Dari berbagai problem yang di miliki oleh Koperasi di Kabupaten Rembang, Pemerintah Daerah berharap bisa memberikan pelayanan dan fasilitas yang terbaik untuk perkembangan dan pemberdayaan Koperasi di Kabupaten Rembang, adapun harapan Pemerintah Daerah yang terbesar adalah bisa menciptakan Koperasi yang selalu aktif, dan memiliki daya saing yang tinggi, dan sistem yang tertata. Harapan yang di inginkan Pemerintah Daerah salah satunya Koperasi dapat selalu eksis dan aktif untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperbaiki
perekonomian. Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinindagkopukm Kabupaten Rembang Ibu Idha, mengatakan bahwa:
“…Harapan dari Pemerintah Daerah adalah Semua Koperasi dapat aktif, berdaya, tertata kelembagaannya serta mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya”. (Wawancara, 18 Januari 2021)
Gambar 11. Pemaparan Kepala Bupati Kabupaten Rembang Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Dari data di atas bisa disimpulkan bahwa pemberdayaan Koperasi yang di lakukan oleh Pemerintah Daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperbaiki perekonomian melalui pemberdayaan Koperasi yang dimana tujuan dan harapan Pemerintah Daerah dari program-program yang dilakukan bertujuan untuk mempertahankan eksistensi Koperasi di Kabupaten Rembang agar tetap selalu eksis dan aktif di Kabupaten Rembang.
Harapan dari Pemerintah Daerah terhadap seluruh Koperasi di Kabupaten Rembang agar bisa memiliki daya saing yang tinggi, selalu aktif dalam bidang Usaha, menciptakan kesejahteraan, dan meningkatkan perekonomian baik itu untuk masyarakat, Daerah, ataupun Negara. Koperasi yang aktif selalu di pertahankan dan akan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah guna mempertahankan eksistensi Koperasi yang ada di Kabupaten Rembang agar tidak ada Koperasi
yang dibubarkan atau tidak menjalankan fungsinya dengan baik sebagaimana fungsi Koperasi karena itu akan dinyatakan tidak aktif. Dari segi Sumber daya manusia, Kelembagaan, Badan Usaha, Pendanaan, dll, diharapkan selalu terjaga kualitasnya dan tetap dipertahankan untuk menopang Koperasi menjadi Koperasi yang berdayaguna dan berdaya saing yang tinggi.
B. Faktor pendukung dan penghambat Peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) terhadap Pemberdayaan Koperasi
Pemerintah Daerah memiliki peran yang sangat besar di dalam perkembangan suatu daerah, salah satunya pengembangan di sector perekonomian, oleh karena itu peran Pemerintah di dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) memiliki banyak program dalam perkembangan suatu Daerah, salah satunya pemberdayaan dan pengembangan di sector Koperasi. Di Kabupaten Rembang masih banyak Koperasi yang memiliki masalah didalam aspek internal, dari permasalahan tersebut peran Pemerintah Daerah sangat di butuhkan didalam memberikan suatu bantuan untuk perkembangan Koperasi di Kabupaten Rembang. Dari Pemerintah Daerah sendiri memiliki banyak program dan kebijakan, tetapi semua yang di lakukan oleh Pemerintah Daerah dalam pemberdayaan dan pengembangan Koperasi pasti ada suatu faktor pendukung dan penghambat dalam program- program yang diberikan Pemerintah Daerah untuk Koperasi di Kabupaten Rembang. Hal tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang harus dislesaikan oleh Pemerintah Daerah untuk menciptakan suatu tata kelola Pemerintahan yang baik
dengan membuat Koperasi di Kabupaten Rembang tetap eksis dan aktif didalam persaingan dunia perKoperasian untuk menciptakan Koperasi yang memiliki daya saing yang tinggi.
1. Faktor Pendukung
Berikut beberapa penjabaran faktor pendukung dari Pemerintah Daerah terhadap Koperasi di Kabupaten Rembang, selanjutnya untuk menuju Pemerintahan yang baik dan menciptakan Koperasi yang memiliki daya saing yang tinggi pasti terdapat faktor pendukung baik dari interna maupun eksternal untuk mencapai suatu tujuan yang di inginkan tersebut. Faktor pendukung yang penulis jadikan topik utama adalah peran Pemerintah Daerah didalam pemberdayaan Koperasi. Faktor pendukung sangat membantu dalam Pemerintah Daerah mengembangkan dan pemberdayaan terhadap Koperasi agar menciptakan perkembangan dan mempertahankan keaktifan Koperasi di Kabupaten Rembang.
Faktor pendukung dalam pemberdayaan Koperasi bisa dikatakan salah satu aspek yang membantu berhasilnya Pemerintah Daerah dalam menjalankan peran didalam pemberdayaan dan pengembangan Koperasi khususnya di Kabupaten Rembang, karena faktor pendukung adalah salah satu hal yang mendorong keberhasilan program-program yang diberikan Pemerintah Daerah untuk menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik. Seperti yang dituturkan Kasi Kelembagaan dan Pengembangan Koperasi Kabupaten Rembang, Ibu Septina, beliau memaparkan bahwa:
“…Faktor yang menjadi pendukung dari pelaksanaan kegiatan pemberdayaan Koperasi adalah adanya struktur organisasi yang terintegrasi pada Dinas, adanya komunikasi yang intens dengan penggerak Koperasi di grup whatsapp, adanya komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kelembagaan Koperasi, adanya hubungan yang baik dengan stakeholders lain seperti Dinas Provinsi, Kementerian dan Lembaga Keuangan lain”.
(Wawancara, 18 Januari 2021) Faktor
Pendukung
Tipe Koperasi
Faktor Penghambat Tipe Koperasi Adanya struktur
organisasi yang terintegrasi
Koperasi Aktif
Koperasi yang tidak aktif dalam aspek apapun
Non Aktif Adanya
Komunikasi yang baik
Koperasi Aktif
Koperasi yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik
Non Aktif Adanya Komitmet
untuk
meningkatkan kualitas kelembagaan
Koperasi Aktif
Tidak menjalankan Rapat Anggota Tahunan (RAT)
Non Aktif
Adanya hubungan yang baik dengan stakeholder lain
Koperasi Aktif
Tidak memiliki Sumber daya manusia (SDM)
Non Aktif Tabel 9. Faktor Pendukung dan Penghambat Koperasi Kabupaten Rembang
Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
Pemerintah Daerah harus pandai menyikapi berbagai tantangan didalam menciptakan perkembangan Koperasi dari pemberdayaan Koperasi, Faktor pendukung maupun faktor penghambat harus selalu menjadi acuan didalam evaluasi Pemerintah Daerah agar selalu mendapatkan suatu trobosan-trobosan yang bisa selalu mempertahankan eksistensi Koperasi dan keaktifan Koperasi, bahkan yang diinginkan setiap saat harus selalu baik dan dan kompetens dalam menjalankan Koperasi untuk mencapai suatu keberhasilan hasil yang di inginkan.
Pemerintah Daerah harus pandai menyikapi suatu faktor-faktor yang menjadi acuan untuk evaluasi kedepannya. Seperti yang di Tuturkan oleh Ibu Septina,