• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran pemerintah daerah dalam menciptakan tata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "peran pemerintah daerah dalam menciptakan tata"

Copied!
148
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENCIPTAKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE)

TERHADAP PEMBERDAYAAN KOPERASI

( Studi pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang )

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi persyaratan

Memperoleh gelar Sarjana Administrasi Publik ( S-1 ) Oleh :

AINUN NAHIB NPM ( 217.01.09.1.074 )

UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA 2021

(2)

i

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

(3)

ii

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

(4)

iii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

(5)

iv

KARTU KONSULTASI I

(6)

v

KARTU KONSULTASI II

(7)

vi MOTTO

SELALU LIBATKAN TUHAN DAN ORANG TUA DI SEMUA POSITIVISME LANGKAH KEHIDUPAN

(AINUN NAHIB)

(8)

vii

BIODATA PENULIS

Ainun Nahib nama penulis skripsi ini. Penulis dilahirkan oleh Ibu yang luar biasa dan diasuh oleh keluarga dan kedua orangtua yang sangat luar biasa, Orangtua penulis banyak memberikan pelajaran berharga bagi perjalanan kehidupan yang amat panjang ini. Penulis lahri dari bapak yang bernama puji dan Ibu Faridah.

Penulis merupakan anak kedua dari 3 bersaudara, kakak yang pertama yang bernama Dewi Andriani, dan adik saya yang bernama Elma Adelia, Penulis lahir di Rembang, 07 Oktober 1998. Penulis melakukan pendidikan mulai dari TK Thunas Bhakti, dan dilanjutkan menempuh pendidikan SD di SDN N 1 Sendang Mulyo, dan SMP di SMP N 1 Kragan, lalu lanjut di SMA N 1 Kragan, dan pada akhirnya penulis memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu di Fakultas Ilmu Administrasi Negara, Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Islam Malang.

Penulis juga mengikuti berbagai Organisasi Internal kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk bertujuan mencari pengalaman di bidang organisasi. Penulis ikut BEM sampai tiga periode dan menjabat dibidang keolahragaan, karena besigh penulis ada dibidang keolahragaan.

Penulis juga pernah mengikuti berbagai lomba-lomba sepakbola dan futsal diberbagai event yang ada, penulis pernah mewakili Universitas Islam Malang

(9)

viii

mengikuti lomba ajang besar yang diselenggarakan oleh pihak LIMA (Liga Mahasiswa), penulis menjadi bagian pemain yang dikirim oleh Universitas Islam Malang untuk mewakili diturnamen besar tersebut. Banyak pengalaman yang didapatkan dari peulis didalam event besar seperti LIMA (Liga Mahasiswa).

Penulis juga banyak mengikuti ajang futsal di daerah-daerah untuk mencari banyak pengalaman yang ingin didapatkan.

Penulis Percaya akan kekuatan tuhan dan kekuatan sholawat serta dukungan yang lebih dari kedua orangtua dan keluarga yang mungkin tidak ada henti-hentinya mendoakan saya untuk menempuh pendidikan ini. Penulis percaya rencana tuhan akan lebih baik dari segala hal yang kita ekspektasikan, berdoa dan berusaha kunci utama untuk mencapai suatu kesuksesan dan keberhasilan.

(10)

ix

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadiran Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan limpahan kepada junjungan Nabi Besar Nabi Muhammad SAW, beserta kepada keluarganya, sahabatnya, dan umatnya hingga akhir zaman, aminn.

Penulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada program Administrasi Publik, Universitas Islam Malang, Judul yang penulis ajukan adalah “PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENCIPTAKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) TERHADAP PEMBERDAYAAN KOPERASI” (Studi pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang). Dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini tentunya tidak terlepas dari kekurangan, baik pada aspek kualitas maupun aspek kuantitas dari materi penelitian yang disajikan. Semua ini didasarkan dari keterbatasan yang dimiliki penulis.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna, sehingga penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan di masa mendatang. Tentunya penulisan skripsi ini juga tidak terlepas dari bantuan, bimbingan serta dukungan dari beberapa pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulisan dengan tulus hati menyampaikan banyak terimakasih kepada:

(11)

x

1. Prof.Dr.H. Maskuri M.Si selaku Rektor Universitas Islam Malang.

2. Dr. Rini Rahayu Kurniati M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Administrasi.

3. Dra. Nurul Umi Ati, M.AP selaku Dosen Pembimbing I yang selalu bijaksana untuk menyempatkan waktu untuk membimbing penulis dalam menyusun skripsi ini.

4. Khoiron, S.AP, M.IP selaku Dosen Pembimbing II yang selalu menyempatkan waktu disela-sela kesibukannya sehingga skripsi ini bisa terselesaikan.

5. Seluruh Dosen Fakultas Ilmu Administrasi yang membekali penulis dengan berbagai seluruh ilmu serta pengalamannya.

6. Kedua orang tua penulis Bapak Puji dan Ibu Faridah yang selalu sabar mendidik dan menyayangi penulis serta selalu menjadi seseorang yang selalu menguatkan penulis dan selalu ada disaat suka maupun duka.

7. Keluarga besar penulis yang selalu memberikan suport tiada henti dan mendoakan penulis. Utamanya saudari Dewi Andriani yang berperan penting dalam perjalanan pendidikan penulis.

8. Seluruh Teman kelas Penulis Angkatan 2017 FIA Publik B yang selalu mendoakan dan mensuport dalam menyelesaikan skripsi penulis.

(12)

xi

9. Seluruh Teman-teman seperjuangan Jurusan Administrasi Publik Angkatan 2017 yang selalu memberikan kebagaiaan dan keceriaan disetiap harinya.

10. Seluruh keluarga besar Badan Eksekutif Mahasiswa Administrasi Publik periode 2017-2020 yang selama ini telah memberikan pengalaman di dalam berorganisasi yang baik, yang mengajari penulis bagaimana membagi waktu, belajar realistis, dan memberikan cerita, kesan-kesan yang tidakakan pernah dilupakan oleh penulis.

11. Seluruh Keluarga PKJ yang selalu menjadi tempat bertukar pikiran dan banyak hal, terimakasih (Kholil Rohman, Anang Septiadi, Ahibbau Syaifullah, Bahrul Ulum, Ahmad Nur Fuadi, Ishak, Riyan Slamet Muhajir, Armansyah)

12. Sahabat Karib Keluarga Pupantara yang selalu memberikan kebahagiaan tiadahenti, Terimakasih untuk Sahabat-Sahabat saya (Rese, Jecky, Mif, Ulum, Zainul, Fian, Ivan Mahardika) Terimakasih untuk segalanya.

13. Sahabat Karib yang membantu banyak hal di dalam perjalanan pendidikan penulis (Febry, Lulu, Mas Afi, Kholil Rohman, Anang Seprtiadi, Faisal, Wahyu Sri, Shofia, Bahrul, Rese, Mif,). Terimakasih atas Bantuan kalian.

(13)

xii

14. Seluruh sahabt karib saya di Kos yang selalu ada dan berbagi pengalaman selama perjalanan pendidikan penulis yaitu (Lucky, Alvin, Galih, Wahyu). Teimakasih.

15. Semua pihak yang membantu dalam penyusunan skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat ditulis satu persatu.

Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, dan apabila ada nama yang tidak disebutkan penulis memohon maaf yang sebesar- besarnya. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan ladang ilmu baik bagi penulis sendiri maupun bagi pembaca. Bagi para pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini semoga amal dan kebaikannya mendapatkan balasan yang berlimpah dari Allah SWT, Aminn.

Malang,

Ainun Nahib

(14)

xiii RINGKASAN

Ainun Nahib, 2020, NPM 21701091074, Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang, Peran Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) Terhadap Pemberdayaan Koperasi (Studi pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang). Dosen Pembimbing I : Dra, Nurul Umi Ati, M. AP, Dosen Pembimbing II : Khoiron, S.AP., M.IP

Ada beberapa Koperasi di Kabupaten yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik, dan tidak mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT), maka Koperasi yang dinyatakan tidak menjalankan fungsinya dan tidak mengikuti RAT maka dikatakan tidak aktif dan akan dibubarkan oleh Pemerintah Daerah. Koperasi yang tidak aktif indikatornya tidak memiliki badan usaha yang baik, tidak memiliki Sumber Daya Manusia (SDM), Kelembagaan yang tidak struktur, dan tidak menjalankan fungsinya dengan baik, Pemerintah Kabupaten Rembang melakukan Pemberdayaan, pengembangan, pengawasan, dan pengendalian bertujuan untuk menciptakan Koperasi yang berdayaguna dan berdaya saing tinggi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran atau pelaksanaan peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang Baik (good governance) terhadap pemberdayaan koperasi, dalam proses peran pemerintah daerah terhadap pemberdayaan koperasi aka nada faktor pendukung dan faktor penghambat yang dapat mempengaruhi aktifitas peran pemerintah daerah dalam pemberdayaan Koperasi di Kabupaten Rembang.

Dalam penelitian ini menggunakan penelitian jenis pendekatan kualitatif, dengan tekhnik pengumpulannya dengan melakukan (Observasi, Wawancara, Dokumentasi). Sumber data didapat dari segi primer dan sekunder. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis kualitatif dari miles dan Huberman dalam saldana (2014).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi di Kabupaten Rembang masih banyak Koperasi yang tidak aktif, dikarenakan faktor internal yang dialami oleh banyak Koperasi di Kabupaten Rembang, dari segi permodalan hingga tidak bisa mengembangkan badan usaha, dan masih buruk dalam segi manajerial.

Pemerintah Daerah berperan penting terhadap masa depan Koperasi, pendekatan intensif dan pelayanan fasilitas terhadap Koperasi di Kabupaten Rembang harus ditingkatkan guna menciptakan Koperasi dan berdaulat dan berkembang untuk membantu menigkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian

Kata Kunci : Pemberdayaan, pengembangan, tata kelola pemerintahan baik.

(15)

xiv SUMMARY

Ainun Nahib, 2020, NPM 21701091074, State Administration Study Program, Faculty of Administrative Sciences, Islamic University of malang, The Role of local Goverments in Creating Good Governance towards Cooperative Empowerment (Study at the Departement of Industry, Trade, Cooperatives and UKM, Rembang Regency). Supervisor I : Dra, Nurul Umi Ati, M.AP. Supervisor II : Khoiron, S.AP., M.IP.

There are several cooperatives in the district that do not carry out their functions properly, and do not attend the Annual Member Meeting (RAT). So those cooperatives that are declared not carrying out their functions and not participating in RAT are said to be inactive and will be dissolved by the Regional Government. The indicator of inanctive cooperatives do not have a good business entity, do not have Human Resources (HR), an institution that is not struvtured, and does not carry out its function properly, the Rembang Regency Government carries out empowerment, development, supervision, and control aimed at creating cooperatives that are efficient and highly competitive.

This study aims to determine the description or implementation of the role of the Regional Government in creating good governance towards cooperative empowerment, in the process of the role of local government in the empowerment of cooperatives, there are supporting factors and inhibiting factors that can affect the activities of the role of local governments in empowerment. Cooperative in Rembang Regency.

In this study using a qualitative approach type research, with collection techniques by doing (Observation, interview, Documentation). The data sources were obtaitned from the primary and secondary aspects. In this sudy using a qualilative analysis research method from miles and Huberman in Saldana (2014).

The results showed that there are still many cooperatives in Rembang Regency that are inanctive, due to internal factors experiend by many cooperatives in Rembang Regency, in term of capital so that they cannot develop businessnetities, and are still poor in managerial term. Local governments play an important role in the future of cooperatives, intensive apparoaches for cooperatives in Rembang Regency Must be improved in order to create cooperatives and are sovereign and developing to help improve the welfare of society and the economy

Keywords : Dmpowerments, development, good governance

(16)

xv DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ... i

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ... ii

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii

KARTU KONSULTASI I ... iv

KARTU KONSULTASI II ... v

MOTTO ... vi

BIODATA PENULIS ... vii

KATA PENGANTAR ... ix

RINGKASAN ... xiii

SUMMARY ... xiv

DAFTAR ISI ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Konteks Penelitian... 1

B. Rumusan Masalah ... 9

C. Fokus penelitian ... 9

D. Tujuan Penelitian... 10

E. Manfaat Penelitian ... 10

1. Manfaat Praktis ... 10

2. Manfaat Akademis ... 11

BAB II TINJAUAN TEORITIK ... 12

A. Review Hasil-hasil Penelitian Terdahulu ... 12

B. Konsep Pemerintahan Daerah ... 15

1. Pengertian Pemerintahan ... 15

2. Pengertian Pemerintah Daerah ... 16

3. Kewenangan Pemerintah Daerah ... 17

(17)

xvi

4. Peran Pemerintah Daerah ... 20

C. Good Governance ... 21

1. Pengertian Good Governance ... 21

2. Penerapan Good Governance ... 22

3. Ciri-Ciri Good Governance ... 23

D. Konsep Pemberdayaan ... 24

1. Pengertian Pemberdayaan ... 24

2. Manfaat Pemberdayaan ... 25

3. Proses Pemberdayaan ... 27

E. Tinjauan Umum Koperasi ... 28

1. Pengertian Koperasi ... 28

2. Prinsip-prinsip Koperasi ... 29

3. Fungsi dan Peran Koperasi ... 30

F. Pemberdayaan Koperasi ... 31

1. Konsep Pemberdayaan Koperasi ... 31

2. Pengertian Pemberdayaan Koperasi ... 32

3. Langkah-Langkah Pemberdayaan Koperasi ... 33

G. Kerangka Pemikiran ... 36

BAB III METODE PENELITIAN ... 37

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 37

B. Setting dan Situs Penelitian ... 38

C. Sumber Data ... 39

D. Teknik Pengumpulan Data ... 40

E. Analisis Data ... 41

BAB IV GAMBARAN SETTING PENELITIAN ... 44

A. Gambaran Umum Kabupaten Rembang ... 44

(18)

xvii

1. Kondisi Geografis Kabupaten Rembang ... 44

2. Pembagian Administratif Kabupaten Rembang ... 46

3. Gambaran Profil Wisata Kabupaten Rembang ... 47

B. Profil Desa Kabongan Lor ... 48

1. Sejarah Desa Kabongan Lor... 48

2. Letak Gegorafis Desa Kabongan Lor Kabupaten Rembang ... 49

3. Visi dan Misi Kantor Desa Kabongan Lor ... 50

C. Dinamika Politik dan Pemerintahan Kabupaten Rembang ... 50

1. Sejarah Dinas Koperasi Kabupaten Rembang ... 50

2. Visi dan Misi Dinas Koperasi Kabupaten Rembang... 51

3. Struktur Organisasi Dinas Koperasi Kabupaten Rembang ... 53

BAB V TEMUAN-TEMUAN PENELITIAN ... 57

A. Peran Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) Terhadap Pemberdayaan Koperasi 57

1. Koperasi Tidak Aktif... 58

2. Setrategi Pemberdayaan Koperasi... 63

3. Pelaksanaan Setrategi Pemberdayaan Koperasi ... 65

B. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governace) Terhadap Pemberdayaan Koperasi ... 68

1. Faktor Pendukung ... 69

2. Faktor Penghambat... 74

BAB VI PEMBAHASAN TEMUAN PENELITIAN ... 82

A. Peran Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) Terhadap Pemberdayaan Koperasi 83

1. Koperasi Tidak Aktif... 83

2. Setrategi Pemberdayaan Koperasi... 84

3. Pelaksanaan Setrategi Pemberdayaan Koperasi ... 85

B. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governace) Terhadap Pemberdayaan Koperasi ... 87

(19)

xviii

1. Faktor Pendukung ... 88

2. Faktor Penghambat... 93

BAB VII PENUTUP ... 99

A. Kesimpulan ... 99

B. Saran ... 101

DAFTAR PUSTAKA ... 102

DAFTAR LAMPIRAN ... 105

A. Surat Keterangan Melakukan Penelitian ... 105

B. Pedoman Wawancara ... 106

(20)

xix

DAFTAR TABEL

Tabel 1, Rekapitulasi Penelitian Terdahulu ... 14

Tabel 2, Batasan Tempat Kabupaten Rembang ... 44

Tabel 3, Pembagian Administratif PerKecamatan ... 47

Tabel 4, Aset dan Volume Usaha ... 58

Tabel 5, Koperasi Aktif dan Non Aktif ... 59

Tabel 6, Faktor Penyebab Ketidakaktifan Koperasi dan Solusi ... 60

Tabel 7, Program Kegiatan dan Output ... 61

Tabel 8, Setrategi Pemberdayaan Koperasi Kabupaten Rembang ... 64

Tabel 9, Faktor Pendukung dan Penghambat Koperasi Kabupaten Rembang. 70 Tabel 10, Hambatan dan Program Pemerintah Daerah ... 75

Tabel 11, Perkembangan Koperasi di Kabupaten Rembang ... 77

Tabel 12, Hambatan dan Penyebab Keterbatasan Sumber daya manusia ... 78

Tabel 13, Koperasi tidak menjalankan RAT di Kabupaten Rembang ... 79

DAFTAR GAMBAR Gambar 1, Komponen-Komponen Analisis Data Model Interaktif ... 43

Gambar 2, Peta Wilayah Kabupaten Rembang ... 45

Gambar 3, logo Dampo Awang Beach ... 47

Gambar 4, Kantor Desa Kabongan Lor... 49

Gambar 5, Peta Administrasi Desa Kabongan Lor ... 49

Gambar 6, Profil Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang ... 51

Gambar 7, Struktur Organisasi INstansi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang ... 53

Gambar 8, Pegawai Pemerintah Daerah... 57

Gambar 9, Kegiatan Program Pemerintah Daerah ... 62

(21)

xx

Gambar 10, Salah Satu Pelaksanaan Kegiatan Setrategi Pemerintah Daerah .. 66 Gambar 11, Pemaparan Kepala Bupati Kabupaten Rembang ... 67 Gambar 12, Pelatihan dan Pendidikan Sumber Daya Manuisa (SDM) Koperasi Kabupaten Rembang dan Usaha Mikro ... 72 Gambar 13, Kegiatan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Kabupaten Rembang ... 72 Gambar 14, Berita Pernyataan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang ... 73 Gambar 15, Program Pemerintah Daerah Terhadap Koperasi dan Usaha Mikro dalam Aspek Permodalan Untuk Badan Usaha ... 74

(22)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian

Pemerintah adalah suatu struktur organisasi yang sangat penting didalam suatu proses tata kelola Negara. Pemerintah memiliki suatu peranan penting bagi perubahan suatu perkembangan Negara melalui tata kelola yang diberikan untuk menunjang perkembangan dari semua segala fasilitas dan kebijakan Negara.

Pemerintah juga bisa dikatakan sebagai roda penggerak dalam sentral pemimpin, pemimpin memberikan suatu tindakan yang dimana bertujuan untuk menciptakan suatu pemerintahan yang efektif didalam pengelolaan pemerintahan untuk mengembangkan suatu sentral Negara menjadi lebih berkembang. Pemerintah juga bisa dikatakan suatu roda pengingat bagi semua anggota dalam sekumpulan individu yang dimana bertujuan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan dan menciptakan sistem tata kelola yang baik dan. “Menurut Apter pemerintah adalah sekumpulan khusus dari individu-individu yang telah menetapkan tannguangjawab untuk mempertahankan dan/atau mengadaptasi sistem (Habbodin, 2015:2)”.

Berdasarkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam pasal 33 ayat (4) tentang Perekonomian nasional, menciptakan suatu asas demokrasi perekonomian yang efisien, pemeritah harus melalui penyelenggaraan- penyelenggaraan yang harus dilaksanakan untuk menciptakan tata kelola yang baik melalui suatu penyelenggaraan yang menciptakan keadilan, kebersamaan,

(23)

kesejahteraan. Hal ini sangat penting untuk menunjang terciptanya demokrasi ekonomi yang relefan dan efektif didalam suatu tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance).

Good Governance merupakan suatu tata penggunaan sistem tata kelola yang memiliki suatu tujuan untuk mencapai suatu keefektifan sistem pemerintahan.

Good Governance juga merupakan paradigma baru didalam suatu tata kelola pemerintahan, sistem yang digunakan untuk menciptakan suatu perubahan didalam sistem tata kelola pemerintahan melalui keefektifan yang diciptakan untuk mencapai suatu tujuan. Paradigma ini juga merupakan suatu penggerak roda tata kelola sumber daya didalam pembangunan sosial ekonomi. Good Governance memiliki arti sebagai sistem yang mengelola didalam segala macam urusan tatanan pemerintahan dan disegala urusan publik secara fektif dan efisien. Dengan perubahan yang spesifik dari goverment menjadi governance memiliki tujuan untuk memperbaiki disegala sistem pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang baik adalah tata kelola yang tatanannya menciptakan suatu pelayanan publik yang efektif dan efisien didalam perubahan sistem pengelolaan yang diberikan pemerintahan untuk Negara. Good Governance dikatakan memiliki sistem perubahan untuk perkembangan Negara berkembang sangat efektif untuk diterapkan, oleh karena itu sistem ini dipakai untuk memperbaiki sistem yang kurang efektif menjadi lebih efektif.

Demokrasi bisa dikatakan sistem Negara yangh memiliki kebijakan yang mewujudkan suatu pemerataan yang adil, untuk mewujudkan suatu kesempatan dialam pemerataan sistem, mewujudkan kebersamaan dalam lapisan masyarakat.

(24)

Perkonomian Negara itu tidak bisa dengan sendirinya berkembang secara kesendirian, oleh karena itu harus di topang dengan adanya sistem demokrasi ekonomi yang spesifik didalam perjalanan prkembangan perkonomian Negara.

Perkonomian Negara harus didorong pertumbuhannya melalui pertumbuhan perekonomian suatu Daerah secara kokoh. Memanfaatkan potensi dari berbagai daerah yang ada pertumbuhan perekonomian Negara ditunjang dengan cara mengembangkan potensi yang ada didalam suatu daerah, itu adalah salah satu strategi yang harus dilakukan guna bertujuan untuk mengembangkan atau menciptakan suatu perkonomian Negara yang efektif.

Pemerintah Daerah bisa dikatakan salah satu pusat pengelolaan terhadap aset yang dimiliki oleh suatu daerah, aset yang bisa memberikan kesejahteraan dan kedaulatan harus di pertahankan dan di kembangkan melalui kebijakan- kebijakan tata kelola pemerintahan yang baik dan efektif, karena pertumbuhan ekonomi harus di prioritaskan dan di perhatikan di dalam mengembangkan potensi perekonomian yang ada di suatu daerah tersebut. Pemerintah Daerah harus bisa mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui program-program peningkatan, pemberdayaan, serta peran masyarakat juga dibutuhkan di dalam perkembangan perekonomian daerah, ini akan menciptakan daya saing yang berkualitas dengan mempertimbangkan aspek-aspek lainnya seperti prinsip demokrasi, keadilan, pemerataan, dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ”Pemerintah daerah adalah unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang terdiri dari Gubernur, Bupati, ataau walikota, dan perangkat daerah (Rahayu, 2018:3)”.

(25)

Peran Pemerintah Daerah memiliki suatu unsur penting bagi perubahan suatu daerah, oleh karena itu peranan yang diberikan suatu pemerintah daerah didalam perkembangan perekonomian daerah sangat dibutuhkan guna menunjang suatu kebijakan yang efektif dan menciptakan suatu perekonomian daerah yang baik dan selalu berkembang melalui kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Peran pemerintah dibutuhkan untuk semua perkembangan aspek daerah, baik dari segi kebijakan pemberdayaan, pengendalian yang dilakukan melalui pemanfaatan fasilitas yang ada di suatu daerah. aspek-aspek lainnya seperti prinsip demokrasi, keadilan, pemerataan, dan kekhususan suatu daerah harus diterapkan oleh pemerintah daerah guna bertujuan untuk membangun suatu perkembangan daerah.

Pemberdayaan dan pengembangan usaha koperasi serta pengawasan dan pengendalian koperasi di suatu daerah oleh pemerintah ini harus di lakukan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan koperasi dan UMKM agar menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Perhatian pemerintah daerah di tujukan dengan cara memberikan berbagai kebijakan yang mempermudah masyarakat untuk membantu terlaksananya usaha-usaha kecil melalui pemberdayaan dan pengembangan koperasi di lingkup daerah. Pemerintah juga harus mendukung dan memfasilitasi koperasi yang ada di suatu daerah agar tetap eksis dan tidak mati dalam mengembangkan usaha-usaha perkoperasian, karena ini semua pemerintah memiliki peran pentig di dalam menstabilkan dan mensejahterahkan perekonomian masyarakat.

(26)

Berdasarkan UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dalam hal pembagian urusan pemerintah di bidang koperasi, dan UMKM, daerah Kabupaten mempunyai kewenangan melakukan pendidikan, Perkoperasian, Pemberdayaan, dan Perlindungan Koperasi.

Pemerintah memiliki kewajiban di dalam mengembangkan dan mendorong pertumbuhan koperasi di suatu daerah, koperasi memiliki peranan penting di dalam pengembangan usaha yang di lakukan pemerintah di dalam mengelola aset daerah yang ada. Pemerintah daerah sendiri memberikan suatu pendidikan, kemudahan, serta perlindungan kepada koperasi. Di situasi seperti ini Pemerintah Daerah harus pandai melakukan suatu kebijakan di dalam mempertahankan eksistensi koperasi yang ada di lingkup daerah, karena dengan adanya koperasi bisa membantu mengembangkan dan memberdayakan perekonomian masyarakat dan juga daerah bisa memiliki daya saing yang tinggi. Pemerintah harus tegas untuk melakukan keputusan di dalam pengelolaan aset daerah salah satunya adalah pemerintah harus mempercayakan kepada koperasi untuk berperan di dalam memberdayaklan aset daerah. Usaha-usaha koperasi yang berkembang dan masih aktif dengan baik ini harus di fasilitasi oleh pemerintah daerah agar bisa tetap eksis dan tidak mati di dalam pengelolaan Usaha yang di kembangkan koperasi itu sendiri, karena itu berpotensi bisa mengancam suatu perkembangan koperasi itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk memperhatikan perekonomian masyarakat dan daerah bahkan nasional, disini pemerintah berperan penting dalam mengembangkan koperasi dan ini menjadi salah satu tanggung jawab dan kewajiban pemerintah untuk berusaha mempertahankan eksistensi koperasi.

(27)

Koperasi adalah suatu badan usaha yang mandiri dan memiliki suatu kumpulan individu yang memiliki suatu tujuan untuk mengembangkan badan usaha. Koperasi memiliki peranan penting bagi peningkatan perekonomian daerah, badan usaha yang dikembangkan akan membantu peningkatan perekonomian masyarakat dan juga memberikan suatu kesempatan kerja bagi masyarakat. “Hubungan koperasi dengan anggota adalah hubungan kausalitas.

Bentuk hubungan ini tidak ditemukan pada badan usaha non-koperasi (Prijambodo, 2018:11)”.

Berdasarkan sumber dari Koran Online Berita Merdeka Online.com pada 1 Januari 2020 yang menerangkan bahwa “tiga kali berturut-turut tak menjalankan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sekitar 50 persen dari jumlah keseluruhan sekitar 500 Koperasi yang terdaftar di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang terancam dibubarkan”.

Beberapa fenomena Koperasi yang masih tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan dan melaksanakan fungsinya sebagai Koperasi ini masih banyak di jumpai di Kabupaten Rembang. Kejadian seperti ini bisa mengancam suatu perekonomian masyarakat bahkan daerah karena Koperasi memiliki peran penting di dalam perkembangan suatu perekonomian masyarakat bahkan daerah. Kasi Kelembagaan dan Pengembangan Koperasi Kabupaten Rembang yaitu Ibu Dwi Septina Rahayu mengatakan bahwa, pemberitaan bahwa sekitar 50% Koperasi di Kabupaten Rembang terancam dibubarkan adalah berdasarkan data pengajuan pembubaran koperasi ke Kementrian Koperasi dan UKM, selain itu koperasi dapat di bubarkan bila tidak memenuhi ketentuan UU No 25 tahun 1992 tentang

(28)

perkoperasian atau tidak melaksanakan ketentuan ad koperasi yang bersangkutan, koperasi bertentangan dengan ketertiban umum dan atau kesusilaan berdasarkan keputusan pengadilan, dinyatakan pailit, sudah tidak melakukan kegiatan usaha, anggota sepakat di bubarkan. Untuk program-program kerja Pemkab Rembang yaitu pemberdayaan dan pengembangan usaha koperasi, dan pengawasan dan pengendalian koperasi (wawancara, 06 Oktober 2020)”. Disisi lain, Bapak Mulyono selaku Manajer di Koperasi Unit Desa (KUD) Misoyo Mardi Mino Kecamatan Sarang mengatakan bahwa, koperasi unit desa harus di berikan kepercayaan, di bimbing, dibina, sudah cukup baik dan diperhatikan dalam rangka untuk mensejahterahkan masyarakat, itu harus selalu di implementasikan agar koperasi tetap eksis dan tidak ada yang berhenti beroperasi. Selain itu pemberdayaan dan pembangunan usaha koperasi, pengawasan dan pengendalian, pengembangan infrastruktur dan sarana prasarana harus di berikan pemerintah daerah untuk koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Rembang. Yang harus diberikan kepada koperasi untuk mempertahankan eksistensinya ya seperti sarana dan prasarana, kemudian perannya yang efektif, infrastruktur di dalam pembangunan usaha koperasi. Adapun koperasi yang aktif dan tidak aktif jadi semua koperasi unit desa itu sifatnya mandiri, jadi koperasi yang dimaksud oleh UU No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, koperasi itu adalah badan usaha jadi tugas koperasi harus mengembangkan usahanya, jika tidak bisa mengembangkan maka akan mati. Untuk kendala tentu ada tapi tidak mempengaruhi, tidak menghambat dari pada kegitan usaha koperasi (wawancara, 07 Oktober 2020)”.

(29)

Oleh karena itu melalui data di atas saya berkesimpulan bahwa melihat fenomena yang ada di dalam suatu daerah di Kabupaten Rembang masih banyak permasalahan mengenai koperasi, sehingga pemerintah dalam melakukan pengelolaan yang baik pemerintah melakukan kebijakan mengurangi koperasi yang tidak melakukan RAT dan fungsinya dengan baik untuk menumbuhkan perekonomian yang baik, mensejahterahkan masyarakat, dan menciptakan suatu kedaulatan. Adapun setrategi pemerintah daerah untuk koperasi tersebut adalah Pemberdayaan dan pengembangan usaha koperasi dengan baik, pengawasan dan pengendalian itu salah satu setrategi pemerintah dalam pemberdayaan koperasi di dalam mengembangkan suatu usaha koperasi tersebut, karena setrategi-setrategi yang efektiflah yang akan mengantarkan pemerintah menuju tata kelola yang baik, ketika tata kelola pemerintahan bisa berjalan dengan baik maka bisa dikatakan pemerintahan yang efektif dan efisien. Itulah suatu tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Berdasarkan realita dan penjelasan di atas adalah suatu hal yang sangat menarik bagi penulis mengkaji lebih dalam tentang fungsi pemerintah daerah dalam mempertahankan eksistensi koperasi unit desa di kabupaten rembang untuk mengembangkan taraf perekonomian masyarakat dengan ini peneliti mengangkat judul penelitian, “PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENCIPTAKAN TATA KELOLA PEMRINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) TERHADAP PEMBERDAYAAN KOPERASI ( Studi pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang )”.

(30)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas, maka diangkatlah rumusan masalah sebagai berikut:

A. Bagaimana peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) terhadap pemberdayaan koperasi?

B. Apa faktor pendukung dan penghambat peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) terhadap pemberdayaan koperasi?

C. Fokus Penelitian

Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah :

1. Bagaimana peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) terhadap pemberdayaan koperasi.

a. Koperasi yang tidak aktif.

b. Setrategi pemberdayaan koperasi.

c. Pelaksanaan setrategi pemberdayaan koperasi.

2. Apa faktor pendukung dan penghambat peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) terhadap pemberdayaan koperasi.

a. Faktor Pendukung

1. Aspek sumber daya manusia yang baik.

(31)

2. Faktor Kelembagaan yang terstruktur.

3. Aspek pendanaan yang cukup baik.

4. Badan usaha Koperasi yang cukup baik.

b. Faktor Penghambat

1. Adanya Koperasi yang tidak aktif.

2. Keterbatasan Sumber daya manusia

3. Banyak Koperasi yang tidak menjalankan RAT (Rapat Angaran Tahunan).

D. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) terhadap pemberdayaan koperasi.

2. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) terhadap pemberdayaan koperasi.

E. Manfaat Penelitian

Setiap penelitian memiliki manfaat sebagai acuan tindak lanjut dari apa yang telah dirumuskan dalam tujuan penelitian. Adapun manfaat yang terdapat di penelitian tersebut, yaitu:

1. Manfaat Praktis

a. Bagi instansi, Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan suatu kontribusi pemikiran dan wacana bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang khususnya di Dinas Koperasi dan UKM di

(32)

Kabupaten Rembang dalam upaya pemberdayaan Koperasi, agar kedepannya jenis usaha ini dapat menjadi salah satu penopang peningkatan perekonomian di Kabupaten Rembang.

b. Bagi masyarakat, membantu memperbaiki perekonomian masyarakat terkhusus di daerah Kabupaten Rembang.

2. Manfaat Akademis

a. Bagi penulis, untuk mengetahui dan memahami deskripsi mengenai

“Peran Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) terhadap pemberdayaan koperasi (Studi Pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang)”.

b. Bagi mahasiswa fakultas ilmu administrasi, bisa dijadikan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya terkait dengan “Peran Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) terhadap pemberdayaan koperasi (Studi Pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang)”.

c. Bagi Dinas Koperasi dan UKM, sebagai bahan evaluasi dan sebagai bahan rujukan pertimbangan di dalam pengambilan keputusan pemerintah daerah dalam pemberdayaan Koperasi di Kabupaten Rembang.

(33)

12 BAB II

TINJAUAN TEORITIK A. Review Hasil-hasil Penelitian Terdahulu

Temuan melalui hasil dari berbagai penelitian sebelumnya adalah hal yang sangat perlu dan dapat dijadikan sebagai data pendukung. Dalam penelitian ini penulis memaparkan penelitian terdahulu yang dianggap relevan dengan permasalahan yang akan diteliti. Penelitian terdahulu ini menjadi salah satu suatu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis bisa memperkaya teori yang digunakan acuan dalam mengkaji penelitian. Adapun beberapa penelitian terdahulu yang sama-sama membahas tentang fungsi pemerintah daerah.

Pertama, Sri Fatmaliza. Jurusan Ekonomi Islam Fakultas syari’ah dan Ilmu Hukum tahun 2011 yang berjudul “Peran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kampar Dalam Mengawasi Koperasi Simpan Pinjam Di Kota Bangkinang Menurut Perspektif Ekonomi Islam”. Hasil penelitiannya adalah Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kampar dalam mengawasi Koperasi Simpan Pinjam di Kota Bangkinang berperan dalam menentukan kebijaksanaan dibidang koperasi dan usaha kecil menengah serta penilaian dan pengawasan atas pelaksanaannya. Disamping itu Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kampar juga melaksanakan kegiatan yang bias meningkatkan kualitas koperasi seperti pembinaan kepada pengurus dan karyawan

(34)

koperasi, yaitu dengan mengembangkan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan penelitian perkoperasian.

Kedua, Saiful Bahari. Jurusan Muamalat Fakultas Syariah dan Hukum tahun 2011 yang berjudul “Strategi Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan Dalam Pengembangan KJKS”. Hasil penelitiannya adalah Untuk mengetahui strategi dan kebijakan dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan dalam mengembangkan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS). Dengan cara bekerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta, seperti perbankan, BUMN, serta bUMS. Kebijakan dengan program-program yang telah direncanakan dengan semaksimal mungkin, seperti sosialisasi, mendata, pelatihan, pembinaan, serta meningkatkan kinerja para pelaku KJKS maupun UKM. Sedangkan program yang dijalankan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan dalam upayahnya adalah dengan cara peningkatan pemahaman prinsip-prinsip Koperasi, peningkatan kompetensi pembinaan dan peningkatan koperasi dalam memonitoring dan mengevaluasi, dll.

Ketiga, Rahmawati Putri Lianda. Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tahun 2021 yang berjudul “Peran Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Tulungagung Dalam Memberdayakan Dan Mengembangkan Sumber Daya Manusia Di Koperasi Wanita Mekar Kenanga Kenayan, Tulungagung”. Hasil penelitiannya adalah memberikan pelatihan pada anggota yang ingin mengembangkan usahanya, konsultasi usaha, peningkatan keterampilan baik dalam hal teknis usaha seperti organisasi manajemen, administrasi dan akuntansi. Pemberdayaan dan pengembangan SDM yang

(35)

dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tulungagung sangatlah besar bagi Koperasi binaan pada umumnya dan koperasi wanita mekar kenanga pada khususnya yang memberikan dampak positif bagi sumber daya manusia untuk berkembang.

Tabel 1. Rekapitulasi Penelitian Terdahulu No. Nama dan Judul Metode yang

digunakan

Hasil Penelitian Perbedaan Penelitian 1. Sri Fatmaliza

(2011) Peran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

Kabupaten

Kampar Dalam Mengawasi

Koperasi Simpan Pinjam Di Kota Bangkinang Menurut Perspektif Ekonomi Islam.

Penelitian tersebut menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan demikian

penelitian ini menggambarkan fakta-fakta tentang Peran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dalam mengawasi

Koperasi Simpan Pinjam Kota Bangkinang

menurut perspektif ekonomi islam

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Peran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

melaksanakan kegiatan yang bisa meningkatkan kualitas koperasi seperti pembinaan, pengembangan, pendidikan, pelatihan,

penyuluhan, dan penelitian

perkoperasian.

Perbedaan

Penelitian penulis meneliti tentang Peran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

Kabupaten

Kampar Dalam Mengawasi

Koperasi Simpan Pinjam Di Kota Bangkinang

Menurut Perspektif Ekonomi Islam

2. Saiful Bahari (2011) Strategi Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan Dalam

Pengembangan KJKS.

Penelitain tersebut menggunakan metode pendekatan kualitatif. Dengan demikian

penelitian bisa mengetahui

Strategi Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan Dalam Pengembangan KJKS.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa peran koperasi terhadap pengembangan KJKS itu sangatlah penting bagi pengembangan dan pembangunan di dalam sektor ekonomi,

kebijakan

pemerintah juga menentukan awal

Perbedaan

penelitian penulis meneliti tentang Strategi Dinas Koperasi dan

UKM Kota

Tangerang Selatan Dalam

Pengembangan KJKS.

(36)

dari perubahan di sektor ekonomi.

3. Rahmawati Putri Lianda (2021) Peran Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Tulungagung Dalam

Memberdayakan Dan

Mengembangkan Sumber Daya

Manusia Di

Koperasi Wanita Mekar Kenanga Kenayan,

Tulungagung

Penelitian tersebut menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan demikian penelitan ini

menggambarkan Peran Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Tulungagung Dalam

Memberdayakan Dan

Mengembangkan Sumber Daya

Manusia Di

Koperasi Wanita Mekar Kenanga Kenayan,

Tulungagung

Hasil penelitiannya yaitu memberikan pelatihan pada anggota yang ingin mengembangkan usahanya,

konsultasi usaha, peningkatan

keterampilan baik dalam hal teknis usaha seperti organisasi

manajemen,

administrasi dan akuntansi.

Pemberdayaan dan pengembangan

SDM yang

dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tulungagung

Perbedaan

penelitian penulis meneliti tentang Peran Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Tulungagung Dalam

Memberdayakan Dan

Mengembangkan Sumber Daya

Manusia Di

Koperasi Wanita Mekar Kenanga Kenayan,

Tulungagung

Sumber : data yang diolah peneliti (2020) B. Konsep Pemerintahan Daerah 1. Pengertian Pemerintahan

Pemerintah didalam suatu konsep bisa dikatakan sebagai suatu pengemudi ataupun sebagai pengendali didalam sistem pemerintahan, melalui istilah Goverment yang diartikan sebagai sistem pengendalian dan pengemudian pemerintah menjadi suatu subyek perubahan didalam perkembangan suatu sistem pemerintahan.

(37)

Menurut Affan Gaffar dalam buku Habbodin (2015:10) mengatakan bahwa pemerintahan adalah ilmu yang mempelajari proses penyelenggaraan pemerintahan suatu negara, bisa diartikan pemerintahan adalah suatu penyelenggaraan dengan sistem pemerintahan yang ada yang bertujuan untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan melalui proses yang ada.

Berdasarkan pernyataan diatas menyatakan bahwa pemerintahan bisa dikatakan suatu elemen yang bertujuan menyelenggarakan pemerintahan negara yang sasaran utamanya adalah ilmu pemerintahan. Dari beberapa pendapat yang dikemukakan para ahli di atas tentang definisi pemerintahan adalah pemerintahan bisa dikatakan alat kelengkapan negara, dan juga bisa dikatakan sebagai organisasi pelengkapan negara. Pemerintahan suatu struktur yang memikul suatu struktural organisasi negara untuk mengelola suatu tatanan organisasi pemerintahan negara, dan juga sebagai suatu identifikasi masalah dan mencari suatu pemecahan masalah. Kebijakan-kebijakan yang struktural suatu tindakan yang bisa mengidentifikasi masalah dan pemecahan masalah.

2. Pengertian Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah merupakan suatu penggerak penyelengaraan urusan pemerintahan, pemerintah daerah juga menjadi suatu prinsip otonomi, dengan prinsip otonomi pemerintah daerah bisa menciptakan sistem dan prinsip seluas- luasnya untuk Negara, oleh karena itu pemerintah daerah merupakan salah satu penopang perubahan Negara melalui sistem pemerintahan yang terstruktur dan baik.

(38)

Menurut Santosa (2008:74) mengatakan bahwa dalam hal organisasi pemerintah daerah sebagai pembuat kebijakan, harus membebaskan diri semaksimal mungkin dari kegiatan teknis operasional.

Dari pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa pemerintah daerah adalah suatu struktural yang memiliki sifat pembuatan kebijakan, menyalurkan, dan mengoperasionalkan suatu pelayanan publik. Dalam kebijakan pemerintah daerah harus memiliki suatu kalkulasi yang tepat untuk menciptakan suatu kebijakan yang efektif dan tepat sasaran, untuk pelayanan publik pemerintah daerah juga memiliki suatu tanggung jawab besar dalam pelayanan publik untuk menciptakan pelayanan yang efektif dan terbaik bagi masyarakat dan Negara. Peran Pemerintah Daerah sangat penting untuk perubahan peningkatan pelayanan suatu Negara.

3. Kewenangan Pemerintah Daerah

Menurut Ridwan HR (2006:101) tentang Hukum Administrasi Negara yang mengatakan bahwa Seiring dengan pilar utama negara hukum, yaitu asas legalitas (legaliteitsbeginsel atau het beginsel van wetmatigheid van bestuur).

Pernyataan tentang Prinsip diatas tersirat didalam suatu wewenang pemerintahan yang memiliki peraturan undang-undang. Ada suatu kewenangan yang memiliki suatu sumber yang diperoleh melalui atribusi, delegasi, dan mandat. Oleh karena itu pemerintahan yang baru terikat suatu peraturan yang harus disesuaikan oleh undang-undang untuk kepentingan perkembangan suatu kewenangan. Lebih lanjut disebutkan bahwa legislator yang kompeten untuk memberikan atribusi wewenang pemerintahan itu dibedakan antara :

(39)

a. Yang berkedudukan sebagai original legislator; didalam suatu Negara di suatu tingkatan pusat itu ada yang namanya MPR yang tugasnya melakukan suatu pembentukan konstitusi, dan juga adanya DPR yang notabennya menciptakan suatuundang-undang, dan ditingkat daerah ada yang namanya DPRD yang notabennya melahirkan suatu kebijakan atau peraturan tentang daerah.

b. Yang bertindak sebagai delegated legislator; Presiden memiliki suatu ketentuan yang menganut dengan suatu undang-undang untuk mengatur pemerintahan dimana dengan cara menciptakan suatu wewenang pemerintahan kepada Badan atau Jabatan Tata Usaha Negara.

Berdasarkan pernyataan diatas mengatakan bahwa Pada delegasi terjadilah pelimpahan suatu wewenang yang telah ada oleh Badan atau Jabatan Tata Usaha Negara yang telah memperoleh wewenang pemerintahan secara atributif kepada Badan atau Jabatan Tata Usaha Negara lainnya. Jadi suatu delegasi selalu didahului oleh adanya suatu atribusi wewenang.

Menurut Rahayu (2018:55) mengatakan bahwa Pemerintahan daerah adalah bisa dikatakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan di Indonesia, tetapi seringkali selalu ada masalah antara pusat dan daerah, salah satunya dalam hal pembagian urusan pemerintahan antara pusat dan daerah.

Berdasarkan pernyataan diatas bahwa bisa disimpulkan pemerintah di Negara ini mengandalkan suatu sistem yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat, kedua ini harus memiliki suatu hubungan yang baik untuk menciptakan suatu koordinasi yang baik dan tertata, agar memberikan suatu

(40)

kontribusi yang efektif untuk perkembangan suatu Negara. Tetapi didalamnya masih memiliki permasalahan ketidaksingkronan Pemerintah Daerah dengan Pemrintah Pusat, masih sering mengalami suatu ketidakbenaran dalam pembagian urusan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, hal ini harus dislesaikan secara intensif guna memperbaiki prihal ketidaksingkronan sistem tersebut.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 juncto (jo.) Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 mengatakan:

1. Urusan Pemerintahan Absolut

Urusan pemerintahan absolut adalah urusan yang dilakukan oleh pemerintahan yang dimana hal tersebut didapatkan melalui dari kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Bidang eksekutif bisa dikatakan sebagai definisi pemerintah pusat.

2. Urusan Pemerintahan Konkuren

Urusan pemerintahan konkuren adalah urusan pemerintahan yang dibagi antara Pemerintah Pusat dan Daerah Provinsi serta Daerah Kabupaten/Kota, urusan yang diserahkan kepada daerah menjadi dasar pelaksanaan otonomi daerah. Pembagian itu mencakup berbagai bidang, mulai dari pertanian, perdagangan, pertambangan, perikanan, dan lain-lain. Akan tetapi prinsi utama dalam pembagian urusan pemerintahan konkuren adalah harus didasarkan pada akuntabilitas, efisiensi, eksternalitas, serta harus berkepentingan nasional.

Berdasarkan pernyataan diatas berkesimpulan bahwa urusan pemerintahan memiliki dua aspek yaitu urusan pemerintahan absolut dan konkuren, keduanya

(41)

memiliki peran yang sentral dalam pemerintahan. Urusan pemerintahan mayoritas ditangan pemerintahan absolut, tetapi pemerintahan konkuren juga memiliki peran sentral yang besar, ini menjelaskan bahwa kedua peran pemerintahan tersebut memiliki sentral yang penting.

4. Peran Pemerintah Daerah

Peran Pemerintah Daerah adalah suatu peranan yang bisa dikatakan peranan yang dilakukan untuk kepentingan perkembangan suatu daerah, Pemerintah daerah memiliki suatu peranan penting didalam perubahan dan perkembangan suatu daerah melalui peranan yang dilakukannya. Peran Pemerintah Daerah bisa tercipta melalui suatu kebijakan yang dilakukan guna bertujuan untuk menciptakan suatu keharmonisan dan perkembangan suatu Daerah.

“Peran menurut Bruce J.Cohen dalam bukunya sosiologi suatu pengantar adalah “Suatu perilaku yang diharapkan oleh orang lain dari seseorang yang menduduki status tertentu (Putra, 2015: 03)”.

Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa peran bisa dikatakan sebagai suatu perilaku yang dapat dirasakan oleh seseorang yang bisa dikatakan bisa terjadi suatu perubahan ketika peran dilaksanakan dengan baik dan benar. Perubahan akan terjadi dan bisa tercipta jika adanya suatu peran yang dilakukan, yang bertujuan untuk menciptakan suatu perubahan yang signifikan melalui suatu peran yang dilakukan oleh suatu pihak. Didalam organisasi bisa menciptakan suatu keharmonisan, interaksi yang baik, sistem terstruktur dan bisa mencapai suatu tujuan karena adanya suatu peran yang dilakukan oleh suatu pihan, oleh karena itu peran sangat penting guna menunjang suatu aspek untuk

(42)

berkembang dan menciptakan suatu perubahan yang siginfikan melalui suatu peranan yang dilakukan oleh suatu pihak.

Pemerintah adalah pihak yang mampu menerapkan aturan agar kehidupan dapat berjalan dengan baik dan dinamis (Putra, 2015:04)”.

Berdasarkan pernyataan diatas bisa dikatakan bahwasannya pemerintah pihak yang memiliki suatu mandat untuk melaksanakan suatu wewenangnya didalam menciptakan suatu kesejahteraan kehidupan bagi masyarakat, melalui wewenang, fungsi, regulator, kebijakan dan lain-lainnya, yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah memiliki suatu peranan penting didalam suatu kesejahteraan masyarakat, pemerintah harus pandai untuk mengelola dan menciptakan wewenang dan kebijakan yang tepat sasaran untuk kebaikan semua masyarakat.

C. Good Governance

1. Pengertian Good Governance

Menurut Pierre Landell-Mills & Ismael Seregeldin dalam buku Santosa (2008:130) mendefinisikan good governance sebagai penggunaan otoritas politik dan kekuasaan untuk mengelola sumber daya demi membangun sosial ekonomi.

Good Governance bisa dikatakan suatu sistem tata kelola pemerintahan yang cara penerapannya menggunakan tata cara yang efektif didalam Negara berkembang, suatu sistem yang bertujuan untuk mengelola suatu sumberdaya ekonomi guna menciptakan suatu kesejahteraan yang diinginkan oleh semua masyarakat. Good Governance memiliki cara bagaimana kekuasaan negara digunakan untuk menciptakan tatakelola peningkantan ekonomi melalui sistem

(43)

pemberdayaan, pengembangan dan lain-lain. Governance digunakan untuk kekuasaan negara dan pengelolaan sumberdaya ekonomi dan sosial guna membangun kemaslahatan masyarakat. Governance juga menunjukkan suatu hal yang menuju kedalam teknis-teknis pengelolaan. Oleh karena itu governance sangat penting dalam penerapan sistem negara.

Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa good governance adalah sistem pemerintahan yang dimana menuju suatu profesionalitas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, demokrasi, efisiensi, efektivitas, supremasi hukum, dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

2. Penerapan Good Governance

Menurut Susiani (2019:111) tentang Hukum Administrasi Negara mengatakan Penerapan good governance di Indonesia dilatarbelakangi oleh dua hal yang sangat mendasar:

1. Tuntutan dalam bentuk eksternal: Perkembangan ekonomi dan politik yang ada didalam negeri ini menjadi suatu perubahan globalisasi yang dimana sistem pemerintahan harus dipaksa untuk merubah pelayanan menjadi lebih efektif. Dengan good governance pelayanan publik akan semakin lebih efektif karena sistem yang menggunakan interaksi langsung dengan masyarakat menjadikan sistem ini dianggap lebih efektif. Karena perubahan harus dilakukan guna memajukan suatu Negara melalui sistem-sistem yang diterapkan.

(44)

2. Tuntutan dalam bentuk internal: Pendapat masyarakat yang seiring berjalannya waktu bisa merasakan suatu perubahan yang terjadi disebabkan oleh suatu krisis multidimensional yang dianggap masyarakat terjadinya perubahan ini disebabkan banyaknya suatu kasus korupsi yang ada, kolusi yang terjadi, dan nepotisme. Ini menjadi suatu permasalahan yang dianggap masyarakat yang menjadi penyebab munculnya suatu masalah. Masyarakat menilai praktik KKN yang paling mencolok kualitasnya dan kuantitasnya adalah justru yang dilakukan oleh cabang-cabang pemerintahan, eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Berdasarkan pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa tuntutan pengaruh globalisasi memaksa perubahan didalam sistem untuk menuju reformasi. Good governance menjadi acuan efektif didalam perubahan kebijakan, kualitas dan kualitas pelayanan harus bisa dirasakan masyarakat di era ordebaru ini, oleh karena itu good governance menjadi salah satu acuan efektif didalam perubahan.

3. Ciri-Ciri Good Governance

Menurut Haris (2005:47) Berdasarkan ciri yang dikemukakan oleh Thompson ini, maka bisa kita katakan bahwa good governance memiliki dua ciri besar :

Secara Struktural :

(45)

a. Menciptakan atau membentuk suatu struktur yang bertujuan untuk menghindari suatu kompleksitas jaringan kerja yang mengancam suatu keefektifan tata kelola pemerintahan.

b. Mewujudkan suatu organisasi yang lebih efektif sistemnya.

Terwujudnya sistem organisasi modern, yakni: menciptakan suatu tatanan pembagian tugas yang terstruktur, delegasi wewenang yang baik, serta menciptakan suatu koordinasi yang efektif oleh atasan dengan bawahan.

Tataran Nilai :

1. Efisiensi, adanya hubungan yang maksimal didalam fungsi manajemen pemerintahan.

2. Efektifitas, bertujuan untuk menjawab semua keresahan dan permasalahan masyarakat dengan menggunakan metode pendekatan langsung kepada masyarakat guna mengetahui keluhan yang dirasakan.

Berdasarkan pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa ciri besar dalam good governance terfokus dalam pembentukan struktur yang jelas, terwujudnya prinsip organisasi modern, efisien, dan efektif dalam menjawab persoalan- persoalan masyarakat.

D. Konsep Pemberdayaan 1. Pengertian Pemberdayaan

Menurut Aziz, Suhartini, dan Halim (2005:169) menyatakan bahwa Pemberdayaan pada hakikatnya merupakan Konseptual yang terfokus didalam

(46)

suatu kekuasaan yang ada. Pemberdayaan juga memiliki suatu makna yang dimana makna tersebut berbicara tentang proses pemutusan dari subjek dan objek.

Hal ini memiliki suatu makna yang dimana pemberdayaan memiliki suatu kekuasaan untuk merubah suatu aspek melalui pemberdayaan yang dilakukan.

Dari pernyataan diatas memiliki suatu pengertian tentang pemberdayaan yang bisa dikatakan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu tindakan yang berupa suatu ikhtiar atau upaya pemulihan, yang bertujuan untuk meningkatkan suatu kemampuan sesuai dengan apa yang harus dilaksanakan sesuai dengan hak- hak dan tanggung jawab yang harus diterapkan untuk mencapai suatu keinginan yang diinginkan.

Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa tentang Pemberdayaan merupakan suatu proses pembangunan dimana masyarakat berinisiatis untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Pemberdayaan bisa terlaksana ketika masyarakat ikut andil dalam pelaksanaan pemberdayaan guna mempermudah suatu proses pemberdayaan.

Pemberdayaan yaitu memiliki suatu arti yang dimana arti trsebut bisa dikatakan suatu proses untuk menciptakan, meningkatkan suatu aspek yang menjadi salah satu tujuan untuk tercapainya suatu tujuan yang direncanakan dan dituju dari awal.

2. Manfaat Pemberdayaan

Pemberdayaan muncul karena adanya suatu fenomena sosial ekonomi yang sulit dan akhirnya mengakibatkan suatu ketidakmampuan dan ketidaktahuan

(47)

masyarakat mengakibatkan suatu produktivitas masyarakat menjadi rendah. Hal ini akan memunculkan suatu pemberdayaan guna memperbaiki dan memberdayakan agar bertujuan meningkatkan suatu kondisi sosial ekonomi.

Menurut Damanik (2019:8) menyatakan bahwa pemberdayaan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan, dinamis, secara sinergis, mendorong keterlibatan semua potensi yang ada pada saat ini, sehingga masyarakat dapat mewujudkan jati diri, harkat dan martabat secara maksimal untuk bertahan dan mengembangkan diri secara mandiri baik di bidang ekonomi, sosial, agama dan budaya.

Bisa disimpulkan bahwa pemberdayaan merupakan suatu kegiatan secara berkesinambungan untuk bertujuan mendorong suatu potensi yang ada, sehingga dengan adanya pemberdayaan masyarakat bisa mendapatkan suatu perekonomian yang diinginkan untuk memperbaiki aspek ekonomi yang masih terasa kurang, Pemberdayaan memiliki suatu manfaat untuk membantu meningkatkan hal positif didalam fenomena yang terjadi.

Menurut Damanik (2019:2) menyatakan bahwa pada dasarnya, pemberdayaan terletak didalam kekuatan individu dan sosial yang bertujuan untuk merujuk pada suatu kemampuan individu. Khususnya kelompok yang rentang dan lemah sehingga mereka tetap memiliki kekuatan atau kemampuan dalam memenuhi :

1. Kebutuhan dasarnya

(48)

Semua Masyarakat membutuhkan kebutuhan yang dibutuhkan, sehingga masyarakat diberikan suatu kebebasan untuk mengemukakan suatu pendapat yang diinginkan seperti halnya bebbas dari kemiskinan, kebodohan dan juga bebas dari kesakitan.

2. Menjangkau segala sumber produktif

Dengan memiliki sumber sangat produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan segala kebutuhan sumber produktif yang memungkinkan agar dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh kebutuhan barang-barang dan jasa segala sumber produktif yang bertujuan untuk meningkatkan suatu pendpatan dan memperoleh suatu kebutuhan barang dan jasa.

3. Mampu berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan keputusan yang mempengaruhi Pengembangan untuk kepentingan masyarakat bukan hanya teori belaka tetapi mengembangkan suatu daerah harus melalui tingkatan-tingkatan yang ada di suatu masyarakat.

3. Proses Pemberdayaan

Menurut Aziz, Suhartini, dan Halim (2005:170) menyatakan bahwa Proses pemberdayaan bisa dimaknai sebagai runtutan perubahan dalam perkembangan usaha untuk membuat masyarakat menjadi lebih berdaya. Wilson memaparkan empat tahapan dalam proses pemberdayaan sebagai berikut:

C. Mayarakat disadarkan dengan kemampuan, sikap dan keterampilan dan juga masyarakat akan diberikan suatu rencana dan harapan untuk masyarakat agar kondisi yang mereka alami akan segera membaik.

(49)

D. Memberikan suatu pemahaman kepada penyadaran masyarakat melalui pemberian edukasi dan persepsi mengenai diri mereka masing-masing, aspirasi dan keadaan umum lainnya.

E. Setelah masyarakat merasa sadar mengenai pemberdayaan, saatnya masyarakat akan melakukan berbagai tindakan mengenai pemberdayaan melalui suatu komunikasi yang akan dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.

F. Keterampilan dan kmampuan harus digunakan oleh smua masyarakat guna menciptakan kehidupan keseharian yang berdaya guna dan bermanfaat.

Berdasarkan uraian diatas bisa disimpulkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan untuk masyarakat bertujuan untuk meningktakan kualitas hidup masyarakat mlalui program-program pemberdayaan, salah satunya adalah masyarakat harus ikut serta dalam memberikan suatu pendapat mengenai fenomena yang dirasakan guna mengetahui apa yang dinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri.

E. Tinjauan Umum Koperasi 1. Pengertian Koperasi

Koperasi adalah suatu organisasi yang sifatnya mandiri yang dikendalikan oleh anggota-anggotanya. Walaupun koperasi membuat perjanjian dengan organisasi lainnya termasuk pemerintah atau menambah modal dari sumber luar,

(50)

koperasi harus tetap dikendalikan secara demokrasi oleh anggota dan mempertahankan suatu perekonomian koperasi itu sendiri.

Menurut Sattar (2017:27) tentang Ekonomi Koperasi menyatakan bahwa Seringkali orang mendefinisikan koperasi dengan menggunakan prinsip-prinsip koperasi atau serangkaian prinsip koperasi.

Berdasarkan pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa koperasi yang berjalan menggunakan prinsip-prinsip koperasi, karena didalam prinsip tersebut mengandung unsur nilai, norma, dan tujuan yang diinginkan. Pentingnya menerapkan prinsip-prinsip didalam suatu perjalanan koperasi guna mempermuda mengembangkan dan menunjang kepentingan yang harus diberikan oleh Koperasi melalui penggunaan prinsip-prinsip Koperasi.

2. Prinsip-Prinsip Koperasi

Prinsip-prinsip Koperasi adalah salah satu penopang untuk perkembangan suatu Koperasi ketentuan-ketentuan pokok yang diterapkan didalam prinsip- prinsip Koperasi memiliki berbagai manfaat untuk perkembangan Koperasi, jadi prinsip Koperasi sangat penting guna mempertahankan kualitas Koperasi. Pada dasarnya prinsip koperasi bisa dikatakan sebagian dari jatidiri koperasi yang harus selalu diterapkan guna menciptakan koperasi yang berkualitas dan berdayaguna.

Pernyataan diatas menjelaskan bahwa prinsip-prinsip koperasi bisa dijadikan suatu pedoman oleh koperasi untuk mengembangkan suatu usaha, prinsip-prinsip koperasi juga bisa dikatakan jati diri dan ciri khas koperasi.

(51)

Pernyataan Berdasarkan UU Nomor tahun 1992 tentang perkoperasian dalam pasal 5 disebutkan juga prinsip-prinsip koperasi yaitu:

a. Koperasi melaksanakan prinsip koperasi sebagai berikut: keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka; pengelolaan dilakukan secara demokratis;

pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota; pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal; kemandirian.

b. Dalam mengembangkan koperasi, maka koperasi melaksanakan pula prinsip koperasi sebagai berikut: pendidikan perkoperasian, dan kerjasama antar koperasi.

Pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa Koperasi harus meningkatkan prinsip-prinsip yang harus selalu diterapkan untuk menciptakan koperasi yang selalu aktif didalam perjalanan meningkatkan roda perekonomian daerah.

Perkembangan Koperasi bisa dikatakan dampaknya melalui terapan prinsip- prinsip yang digunakan untuk menunjang keefektifan Koperasi dan perkembangan Koperasi. bahwa prinsip yang di terapkan untuk koperasi tersebut bertujuan memperbaiki perekonomian yang buruk menjadi lebih baik, khususnya dibidang pertanian.

3. Fungsi dan Peran Koperasi

Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian pasal 4 menyatakan bahwa fungsi dan peran koperasi yaitu:

(52)

A. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

B. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

C. Memperkokoh perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.

D. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

F. Pemberdayaan Koperasi

1. Konsep Pemberdayaan Koperasi

Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI No.

18/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang pedoman Pendidikan dan Pelatihan Bagi Sumber Daya Manusia Koperasi, Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam hal menimbang bagian a dan b, bahwa dalam rangka pengembangan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah perlu peningkatan kualitas, kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia koperasi dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah. Untuk peningkatan kualitas, kapasitas dan kompetensi sumberdaya manusia koperasi dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah, perlu dilaksanakan pendidikan dan pelatihan secara koordinatif terencana, terstruktur dan tertib sesuai dengan kebutuhan dinamis dari koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah.

(53)

Pendidikan dan pelatihan adalah upaya yang dilakukan secara tertera dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia koperasi dan pengusaha mikro, kecil dan menengah.

Tujuan pendidikan dan pelatihan bagi sumber daya manusia koperasi dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dan perilaku sumber daya manusia koperasi dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah. Tujuan tersebut juga memberikan suatu dampak yang positiv bagi sumber daya manusia koperasi dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah.

2. Pengertian Pemberdayaan Koperasi

Pemberdayaan yaitu kemampuan untuk melakukan sesuatu atau kemampuan untuk bertindak yang berupa akal budi, ikhtiar atau upaya untuk memulihkan maupun untuk meningkatkan kemampuan suatu komunitas ( Damanik, 2019:3)”.

Pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa pemberdayaan memiliki suatu kemampuan yang bertujuan untuk melakukan sesuatu atau kemampuan untuk melakukan tindakan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan suatu kemampuan komunitas guna menciptakan suatu aspek yang berkualitas didalam suatu komunitas tersebut.

Koperasi adalah kumpulan orang bukan kumpulan modal. Kekuatan koperasi ada pada anggota, dalam jumlah anggota maupun potensi ekonomi anggota. Hubungan koperasi dengan anggota adalah hubungan kausalitas. Oleh

(54)

karena itu aspek yang paling vital dalam Koperasi adalah dari segi Anggotanya atau bisa dikatakan Sumber Daya Manusianya, karena Koperasi sangat bergantung kepada anggota guna meningkatkan atau mengembangkan potensi Koperasi itu sendiri, ketika Sumber daya tidak memiliki suatu inovasi atau produktivitas maka Koperasi tidak akan bisa berkembang. Oleh Karena itu dari segi Aspek Sumber daya manusia didalam Koperasi harus diperhatikan secara intensif karena hal itu sangat penting. “Bentuk hubungan ini tidak ditemukan pada badan usaha non-koperasi (Prijambodo, 2018:11)”.

Berdasarkan pernyataan di atas bisa di simpulkan bahwa Koperasi adalah suatu organisasi yang sifatnya mandiri yang dikendalikan oleh anggota- anggotanya. Walaupun koperasi membuat perjanjian dengan organisasi lainnya termasuk pemerintah atau menambah modal dari sumber luar, koperasi harus tetap dikendalikan secara demokrasi oleh anggota dan mempertahankan suatu perekonomian koperasi itu sendiri.

3. Langkah-langkah Pemberdayaan Koperasi

Dalam era pembangunan yang dewasa ini, pendekatan-pendekatan yang ekonomi ternyata mempun

Gambar

Tabel 1. Rekapitulasi Penelitian Terdahulu  No.  Nama dan Judul  Metode yang
Gambar 1. Komponen-komponen Analisi Data Model Interaktif  Sumber: Miles dan Huberman (Miles, Huberman dan Saldana, 2014:14)
Tabel 2. Batasan Tempat Kabupaten Rembang  Sumber. Dinpermades (2019)
Gambar 2. Peta Wilayah Kabupaten Rembang (Pemerintah Kabupaten Rembang)  Sumber. Dinas Koperasi Kabupaten Rembang (2021)
+7

Referensi

Dokumen terkait

sebagai peran serta Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan. kegiatan KKN, adalah sebagai berikut

Pembangunan ekonomi lokal merupakan usaha untuk penguatan daya saing ekonomi lokal guna pengembangan ekonomi daerah, yang dalam prosesnya pemerintah lokal dan organisasi

Adanya reog festival karena adanya upaya pemerintah untuk melestarikan reog di kancah nasional seperti halnya Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo mengadakan festival reog

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BERWAWASAN LINGKUNGAN (Studi tentang Pemberdayaan Masyarakat berbasis Sumber Daya Alam di Desa

Adapun upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah dalam melengkapi media pembelajaran serbaneka di sekolah adalah pemerintah daerah dapat berkolaborasi

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik sosial perang suku dan mengetahui peran pemerintah daerah dalam mengatasi konflik sosial perang antara Suku

Peran pemerintah daerah dalam pemanfaatan ruang wilayah permukiman di Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa Pengaturan yang di lakukan pemerintah Daerah khususnya Dinas pekerjaan umum

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Peran Pemerintah Daerah Dalam Membangun City brandingdi Kota Tanjungpinang