• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Efektifitas Penggunaan Anggaran Dalam

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR (Halaman 82-99)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Efektifitas Penggunaan Anggaran Dalam

untuk mendanai tanggap darurat, penanggulangan bencana alam dan/atau bencana sosial, termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya yang telah ditutup ditetapkan dengan keputusan kepala daerah dan diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) paling lama 1 (satu) bulan terhitung sejak keputusan dimaksud ditetapkan. Pengeluaran belanja untuk tanggap darurat berdasarkan kebutuhan yang diusulkan dari instansi/lembaga berkenaan setelah mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas serta menghindari adanya tumpang tindih pendanaan terhadap kegiatan- kegiatan yang telah didanai dari anggaran pendapatan dan belanja negara. Pimpinan instansi/lembaga penerima dana tanggap darurat harus bertanggung jawab atas penggunaan dana tersebut dan wajib menyampaikan penggunaan kepada kepala daerah.

Bendahara pengeluaran sebagai wajib pungut pajak penghasilan (PPh) dan pajak lainnya, wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajak yang dipungutnya ke rekening kas negara pada bank yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai bank persepsi atau pos giro dalam jangka waktu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

B. Analisis Efektifitas Penggunaan Anggaran Dalam Meningkatkan

pengembangan dan peningkatan pembibitan rumput laut. Berikut ini penjelasan Penggunaan Anggaran tahun 2011.

1. Pengadaan PARA-PARA

Dimana sumber dana yang dianggarakan senilai Rp. 95.310.000 dengan nilai realisasi keuangan senilai Rp. 51.090.750. Berikut rincian perhitungannya :

a. Pengadaan rangka utama

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan rangka utama senilai Rp.

62.500.000 dengan harga satuan senilai Rp. 3.125.000 dan jumlah volume sebanyak 2 M3. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah senilai Rp. 25.312.500 dengan harga satuan senilai Rp. 3.125.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 0,81 M3. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah sebesar :

E = 25.312.500 62.500.000 E = 40,50%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 40,50%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

b. Pengadaan lantai bambu

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan lantai bambu senilai Rp.

16.380.000 dengan harga satuan senilai Rp. 468.500 dan jumlah volume sebanyak 35 M2. Setelah diproses ternyata dana yang

direalisasi adalah senilai Rp. 14.992.000 dengan harga satuan senilai Rp. 468.500 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 32 M2. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah sebesar :

E = 14.992.000 16.380.000 E = 91,53%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 91,53%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

c. Pengadaan rang plastik

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan rang plastik senilai Rp.

5.250.000 dengan harga satuan senilai Rp. 150.000 dan jumlah volume sebanyak 35 M2. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah senilai Rp. 4.800.000 dengan harga satuan senilai Rp. 150.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 32 M2. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah sebesar :

E = 4.800.000 5.250.000 E = 91,43%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 91,43%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

d. Pengadaan tenda plastik

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan tenda plastik senilai Rp.

7.000.000 dengan harga satuan senilai Rp. 350.000 dan jumlah volume sebanyak 2 lembar. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah senilai Rp. 350.000 dengan harga satuan senilai Rp. 150.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 1 lembar. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah sebesar :

E = 3.500.000 7.000.000 E = 50,00%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 50,00%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

e. Pengadaan baut dan mur

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan baut dan mur senilai Rp.

2.340.000 dengan harga satuan senilai Rp. 782.500 dan jumlah volume sebanyak 30 buah. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah senilai Rp. 1.565.000 dengan harga satuan senilai Rp. 782.500 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 20 buah. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah sebesar :

E = 1.565.000 2.340.000

E = 66,90%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 66,90%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

f. Pengadaan paku

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan paku senilai Rp.

1.840.000 dengan harga satuan senilai Rp. 184.250 dan jumlah volume sebanyak 30 buah. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah senilai Rp. 921.250 dengan harga satuan senilai Rp. 184.250 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 20 buah. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah sebesar :

E = 921.250 1.840.000 E = 50,10%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 50,10%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

2. Pekerjaan lain-lain

Dimana sumber dana yang dianggarakan sebesar Rp. 36.000.000, dengan realisasi keuangan senilai Rp. 18.000.000, berikut rinciannya : a. Biaya mobilisasi rangka

Dana yang dianggarkan untuk biaya mobilisasi rangka senilai Rp.

10.000.000 dengan harga satuan senilai Rp. 5.000.000 dan jumlah

volume sebanyak 2 Ls. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah senilai Rp. 5.000.000 dengan harga satuan senilai Rp. 5.000.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 1 ls. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah sebesar :

E = 5.000.000 10.000.000 E = 50,00%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 50,00%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

b. Pengadaan pengerjaan

Dana yang dianggarkan untuk pengerjaan senilai Rp. 20.000.000 dengan harga satuan senilai Rp. 10.000.000 dan jumlah volume sebanyak 2 ls. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah senilai Rp. 10.000.000 dengan harga satuan senilai Rp.

10.000.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 1 ls. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah :

E = 10.000.000 20.000.000 E = 50,00%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 50,00%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

c. Biaya operasional

Dana yang dianggarkan untuk biaya operasional senilai Rp.

6.000.000 dengan harga satuan senilai Rp. 3.000.000 dan jumlah volume sebanyak 1 ls. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah senilai Rp. 3.000.000 dengan harga satuan senilai Rp. 3.000.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 1 ls. Sehingga nilai efektivitas penggunaanya adalah :

E = 3.000.000

6.000.000 = 50,00%

Berdasarkan perhitungan didapatkan nilai sebesar 50,00%, hal ini dapat dikatakan efektif karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

Berdasarkan hasil perhitungan, maka dapat dilihat Realisasi Keuangan untuk tahun 2011, berikut ini :

Tabel 1

Realisasi Keuangan Tahun 2011

No Jenis Kegiatan

Jumlah Dana Realisasi Persentase (Rp) Keuangan

(%) Fisik

(Rp) (%)

1 Pengadaan PARA-PARA 95.310.000 51.090.750 53,60 100 a. Pengadaan rangka utama 62.500.000 25.312.500 40,50 100 b. Pengadaan lantai bambu 16.380.000 14.992.000 91,53 100 c. Pengadaan rang plastik 5.250.000 4.800.000 91,43 100 d. Pengadaan tenda plastik 7.000.000 3.500.000 50,00 100 e. Pengadaan baut dan mur 2.340.000 1.565.000 66,90 100 f. Pengadaan paku 1.840.000 921.250 50,10 100 2 Pekerjaan lain-lain 36.000.000 18.000.000 50,00 100 a. Biaya mobilisasi rangka 10.000.000 5.000.000 50,00 100 b. Biaya pekerjaan 20.000.000 10.000.000 50,00 100 c. Biaya Operasional 6.000.000 3.000.000 50,00 100

Jumlah 131.310.000 69.090.750 53,00 100

Sumber : Data diolah, 2014

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa nilai realisasi keuangan pada tahun 2011 adalah senilai Rp. 69.090.750, dimana sumber dana yang tersedia senilai Rp. 131.310.000. Berdasarkan nilai realisasi dan sumber dana, maka dapat dilihat bahwa masih ada nilai residu(sisa) dari sumber dana yang tersedia yakni senilai Rp. 62.219.250.

Dimana nilai sisa dari sumber dana yang tidak terpakai ini dialokasikan untuk anggaran tahun berikutnya, yakni tahun 2012.

Selanjutnya penulis akan menjelaskan Penggunaan Anggaran tahun 2012 pada kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar, berikut penjelasannya :

1. Pengadaan PARA-PARA

Dimana sumber dana yang dianggarakan sebesar Rp. 152.540.000, dengan realisasi keuangan senilai Rp. 81.745.200, berikut perhitungannya :

a. Pengadaan rangka utama

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan rangka utama sebesar Rp.

100.000.000 dengan harga satuan senilai Rp. 5.000.000 dan jumlah volume sebanyak 2 M3. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah sebesar Rp. 40.500.000 dengan harga satuan senilai Rp. 5.000.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 0,81 M3. Sehingga nilai efektivitasnya sebesar :

E = 40.500.000 100.000.000 E = 40,50%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 40,50%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

b. Pengadaan lantai bambu

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan lantai bambu sebesar Rp.

26.236.000 dengan harga satuan senilai Rp. 749.600 dan jumlah volume sebanyak 35 M2. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah sebesar Rp. 23.987.200 dengan harga satuan senilai Rp. 749.600 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 32 M2. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah sebesar :

E = 23.987.200 26.236.000 E = 91,43%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 91,43%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

c. Pengadaan rang plastik

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan rang plastik sebesar Rp.

8.400.000 dengan harga satuan senilai Rp. 240.000 dan jumlah volume sebanyak 35 M2. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah sebesar Rp. 7.680.000 dengan harga satuan senilai Rp. 240.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah

sebanyak 32 M2. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah sebesar :

E = 7.680.000 8.400.000 E = 91,43%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 91,43%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

d. Pengadaan tenda plastik

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan tenda plastik sebesar Rp.

11.200.000 dengan harga satuan senilai Rp. 5.600.000 dan jumlah volume sebanyak 2 lembar. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah sebesar Rp. 5.600.000 dengan harga satuan senilai Rp. 5.600.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 1 lembar. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah sebesar :

E = 5.600.000

11.200.000 = 50,00%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 50,00%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

e. Pengadaan baut dan mur

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan baut dan mur sebesar Rp.

3.756.000 dengan harga satuan senilai Rp. 125.200 dan jumlah

volume sebanyak 30 buah. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah sebesar Rp. 2.504.000 dengan harga satuan senilai Rp. 125.200 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 20 buah. Sehingga nilai efektivitasnya adalah sebesar :

E = 2.504.000

3.756.000 = 66,70%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 66,70%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

f. Pengadaan paku

Dana yang dianggarkan untuk pengadaan paku sebesar Rp.

2.948.000 dengan harga satuan senilai Rp. 294.800 jumlah volume sebanyak 30 buah. Setelah diproses ternyata yang direalisasi adalah sebesar Rp. 294.800 dengan harga satuan senilai Rp. 1.474.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 20 buah. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah :

E = 1.474.000

2.948.000 = 50,00%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 50,00%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

2. Pekerjaan lain-lain

Dimana dana yang dianggarakan sebesar Rp. 57.600.000, dengan nilai realisasi keuangan senilai Rp. 28.800.000, berikut rinciannya :

a. Biaya mobilisasi rangka

Dana yang dianggarkan untuk biaya mobilisasi rangka sebesar Rp.

16.000.000 dengan harga satuan senilai Rp. 8.000.000 dan jumlah volume sebanyak 2 Ls. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah sebesar Rp. 8.000.000 dengan harga satuan senilai Rp. 8.000.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 1 ls. Sehingga nilai efektivitasnya adalah sebesar :

E = 8.000.000

16.000.000 = 50,00%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 50,00%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

b. Pengadaan pengerjaan

Dana yang dianggarkan untuk pengerjaan sebesar Rp. 32.000.000 dengan harga satuan senilai Rp. 16.000.000 dan jumlah volume sebanyak 2 ls. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah sebesar Rp. 16.000.000 dengan harga satuan senilai Rp.

16.000.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 1 ls. Sehingga nilai efektivitas penggunaan anggarannya adalah :

E = 16.000.000

32.000.000 = 50,00%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 50,00%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

c. Biaya operasional

Dana yang dianggarkan untuk biaya operasional sebesar Rp.

9.600.000 dengan harga satuan senilai Rp. 4.800.000 dan jumlah volume sebanyak 2 ls. Setelah diproses ternyata dana yang direalisasi adalah sebesar Rp. 4.800.000 dengan harga satuan senilai Rp. 4.800.000 dan jumlah volume yang direalisasi adalah sebanyak 1 ls. Sehingga nilai efektivitasnya adalah sebesar :

E = 4.800.000 9.600.000 E = 50,00%

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai efektivitas sebesar 50,00%, hal ini dapat dikatakan efektif oleh karena realisasi lebih besar dari 1 (satu) %.

Tabel 2

Realisasi Keuangan Tahun 2012

No Jenis Kegiatan

Jumlah Dana Realisasi Persentase (Rp) Keuangan

(%) Fisik

(Rp) (%)

1 Pengadaan PARA-PARA 152.540.000 81.745.200 53,60 100 a. Pengadaan rangka utama 100.000.000 40.500.000 40,50 100 b. Pengadaan lantai bambu 26.236.000 23.987.200 91,43 100 c. Pengadaan rang plastik 8.400.000 7.680.000 91,43 100 d. Pengadaan tenda plastik 11.200.000 5.600.000 50,00 100 e. Pengadaan baut dan mur 3.756.000 2.504.000 66,70 100 f. Pengadaan paku 2.948.000 1.474.000 50,00 100 2 Pekerjaan lain-lain 57.600.000 28.800.000 50,00 100 a. Biaya mobilisasi rangka 16.000.000 8.000.000 50,00 100 b. Biaya pekerjaan 32.000.000 16.000.000 50,00 100 c. Biaya Operasional 9.600.000 4.800.000 50,00 100

Jumlah 210.140.000 110.545.200 52,60 100

Sumber : Data diolah, 2014

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa nilai realisasi keuangan pada tahun 2012 adalah senilai Rp. 110.545.200, dimana sumber dana yang tersedia senilai Rp. 210.140.000. Berdasarkan nilai realisasi dan sumber dana, maka dapat dilihat bahwa masih ada nilai residu(sisa) dari sumber dana yang tersedia yakni senilai Rp. 99.594.800.

Dimana nilai sisa dari sumber dana yang tidak terpakai ini dialokasikan untuk anggaran tahun berikutnya, yakni tahun 2013.

Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan di atas, maka Penggunaan Anggaran pada Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten sudah tepat dan tingkat efektivitas yang dihasilkan di atas standar yang telah ditetapkan, dimana penilaian efektivitas dikatakan baik apabila nilai realisasi yang dianggarkan lebih besar atau sama dengan sumber dananya atau sama dengan 1% (satu persen). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka hipotesis pada penelitian ini ditolak.

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah :

1. Penggunaan anggaran yang telah dialokasikan oleh kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar sudah tepat, karena telah mengikuti prosedur pengalokasian anggaran yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintahan yang berlaku.

2. Penggunaan anggaran sudah efektif, hal ini terbukti berdasarkan hasil perhitungan untuk mencari tingkat efektivitas penggunaan anggaran kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar, dimana diperoleh bahwa nilai realisasi mendekati sumber dana yang dianggarkan, dimana persentase yang didapatkan rata-rata mencapai nilai 50%, yang dimana untuk ukuran tersebut dinyatakan sudah efektif, sehingga hipotesis pada penelitian ini ditolak.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran-saran yang dapat diberikan adalah :

1. Pihak kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar, lebih meningkatkan penggunaan anggarannya, hal ini terlihat jelas dari RAB yang dimiliki, dimana sumber dana yang tersedia masih menyisakan anggaran yang seharusnya masih bisa digunakan.

86

2. Karena penelitian ini hanya terbatas dilingkungan kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar, maka disarankan kepada penelitian agar melakukan penelitian dengan judul yang sama namun pada objek yang berbeda agar supaya bisa dijadikan bahan pembanding nantinya.

DAFTAR PUSTAKA

Dermawan,Rachman, 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Pertama, Penerbit : Agung Media, Jakarta.

Djojosoekarto, Agung, 2004. Akuntabilitas Publik dan Fungsi Pengawasan, Penerbit : Sekretariat Nasional Adeksi, Jakarta.

Foster,Bob, 2008.Manajemen Ritel, Penerbit : Alfabeta, Bandung.

Hasibuan, Malayu S.P, 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit : Bumi Aksara, Jakarta.

Krista, Selvi Monalisa, 2004. Praktikum Akuntansi Keuangan 1: Kasus, Penerbit : AgroMedia Pustaka, Jakarta.

Makmur, Syarif, 2008. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Efektivitas Organisasi. Pnerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Mardiasmo, 2002.Akuntansi Sektor Publik. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Marwan, Asri dan Adisaputro, Gunawan, 2001. Anggaran Perusahaan, Edisi kesatu, Penerbit : BPFE, Yogyakarta.

Mulyadi, 2005. Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Ketiga, Penerbit : Salemba Empat, Jakarta.

Munandar, A.S, 2010. Psikologi Industri dan Organisasi, Penerbit : Universitas Indonesia (UI Press), Jakarta.

Nafarin, M, 2004. Penganggaran Perusahaan, Penerbit : Salemba Empat, Jakarta.

Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000, Tentang : Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah

Permendagri No. 13 Tahun 2006, Tentang : Pemberian Pinjaman Daerah Kepada Pemerintah Dan Pemberian Pinjaman Daerah Kepada Daerah Lain

Prawirosentono, Suyadi, 2007. Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Management Abad 21: Studi Kasus dan Analisis, Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Purwatiningsih dan Maudi Warouw, 2002. Perencanaan dan Pengendalian Laba, edisi pertama, Penerbit : Salemba Empat, Jakarta.

88

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR (Halaman 82-99)

Dokumen terkait