• Tidak ada hasil yang ditemukan

III.5 Definisi dan Batasan Operasional

5.3 Analisis Finansial Usahatani Jambu Biji

pupuk dan koran digunakan inflasi sebesar 6% yang merupakan rata-rara inflasi indeks umum. Perubahan tersebut disajikan dalam bentuk arus kas per sampel selama 15 tahun dalam lampiran 12. Dalam setahun usahatani jambu biji mencapai 12 periode panen . Tiap tahun jumlah inputnya konstan.

Tingkat suku bunga yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 %, 15

% dan 18% karena belum ada ketetapan yang pasti dalam tingkat suku bunga bank yang berlaku di Indonesia dan juga sebagai pertimbangan dan alternatif dalam penentuan NPV. Selain itu juga dibuat juga analisis NPV, IRR dan Net B/C selama 10 tahun saja karena pada tanaman yang umurnya diatas 10 tahun sudah tergolong tua dimana produktivitasnya sudah jauh berkurang.

Tabel 12. Nilai NPV, Net B/C dan IRR dengan i=12% selama 15 tahun

No Uraian Satuan

1 NPV Rp 381.390.993,35

2 IRR 32,05%

3 Net B/C 2,29

Sumber: Analisis Data Lampiran 16 dan 17 tahun 2011.

Berdasarkan nilai ketiga kriteria investasi di atas, dapat dilihat memperoleh NPV > 0 yang artinya usaha ini layak dijalankan. Nilai pada NPV menunjukkan manfaat bersih yang diterima dari usahatani jambu biji pada discount rate yang berlaku. Nilai NPV yang positif artinya bahwa usaha ini memberikan keuntungan Rp 381.390.993,35.

Hasil Net B/C > 0 berarti usaha ini layak untuk dijalankan. Net B/C sama dengan 2,29 yang artinya setiap Pp 1,00 biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek menghasilkan Rp 2,29 penerimaan.

Tingkat pengembalian internal atau IRR sebesar 32,05% menunjukkan bahwa usaha ini mampu mengembalikan modal pinjaman sampai tingkat bunga maksimum sebesar 32,05%. Nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

Berdasarkan kriteria kelayakan finansial tersebut, menunjukkan bahwa usahatani jambu biji ini layak untuk dikembangkan.

Tabel 13. Nilai NPV, Net B/C dan IRR dengan i=15% selama 15 tahun

No Uraian Satuan

1 NPV Rp 278.205.984,75

2 IRR 32,06%

3 Net B/C 2,02

Sumber: Analisis Data Lampiran 16 dan 17 tahun 2011.

Berdasarkan nilai ketiga kriteria investasi di atas, dapat dilihat memperoleh NPV > 0 yang artinya usaha ini layak dijalankan. Nilai pada NPV menunjukkan manfaat bersih yang diterima dari usahatani jambu biji pada discount rate yang berlaku. Nilai NPV yang positif artinya bahwa usaha ini memberikan keuntungan Rp 278.205.984.

Hasil Net B/C > 0 berarti usaha ini layak untuk dijalankan. Net B/C sama dengan 2,02 yang artinya setiap Pp 1,00 biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek menghasilkan Rp 2,02 penerimaan.

Tingkat pengembalian internal atau IRR sebesar 32,06% menunjukkan bahwa usaha ini mampu mengembalikan modal pinjaman sampai tingkat bunga maksimum sebesar 32,06%. Nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

Berdasarkan kriteria kelayakan finansial tersebut, menunjukkan bahwa usahatani jambu biji ini layak untuk dikembangkan.

Tabel 14. Nilai NPV, Net B/C dan IRR dengan i=18% selama 15 tahun

No Uraian Satuan

1 NPV Rp 198.968.711,50

2 IRR 32,07%

3 Net B/C 1,78

Sumber: Analisis Data Lampiran 16 dan 17 tahun 2011.

Berdasarkan nilai ketiga kriteria investasi di atas, dapat dilihat memperoleh NPV > 0 yang artinya usaha ini layak dijalankan. Nilai pada NPV menunjukkan manfaat bersih yang diterima dari usahatani jambu biji pada discount rate yang berlaku. Nilai NPV yang positif artinya bahwa usaha ini memberikan keuntungan Rp 198.968.711,50.

Hasil Net B/C > 0 berarti usaha ini layak untuk dijalankan. Net B/C sama dengan 1,78 yang artinya setiap Pp 1,00 biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek menghasilkan Rp 1,78 penerimaan.

Tingkat pengembalian internal atau IRR sebesar 32,07% menunjukkan bahwa usaha ini mampu mengembalikan modal pinjaman sampai tingkat bunga maksimum sebesar 32,07%. Nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

Berdasarkan kriteria kelayakan finansial tersebut, menunjukkan bahwa usahatani jambu biji ini layak untuk dikembangkan.

Tabel 15. Nilai NPV, Net B/C dan IRR dengan i=12% selama 10 tahun

No Uraian Satuan

1 NPV Rp 235.857.895.33

2 IRR 29,98%

3 Net B/C 1,97

Sumber: Analisis Data Lampiran 16 dan 17 tahun 2011.

Berdasarkan nilai ketiga kriteria investasi di atas, dapat dilihat memperoleh NPV > 0 yang artinya usaha ini layak dijalankan. Nilai pada NPV menunjukkan manfaat bersih yang diterima dari usahatani jambu biji pada discount rate yang berlaku. Nilai NPV yang positif artinya bahwa usaha ini memberikan keuntungan Rp 235.857.895,33.

Hasil Net B/C > 0 berarti usaha ini layak untuk dijalankan. Net B/C sama dengan 1,97 yang artinya setiap Pp 1,00 biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek menghasilkan Rp 1,97 penerimaan.

Tingkat pengembalian internal atau IRR sebesar 29,98% menunjukkan bahwa usaha ini mampu mengembalikan modal pinjaman sampai tingkat bunga maksimum sebesar 29,98%. Nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

Berdasarkan kriteria kelayakan finansial tersebut, menunjukkan bahwa usahatani jambu biji ini layak untuk dikembangkan.

Tabel 16. Nilai NPV, Net B/C dan IRR dengan i=15% selama 10 tahun

No Uraian Satuan

1 NPV Rp 187.669.718,58

2 IRR 29,97%

3 Net B/C 1,76

Sumber: Analisis Data Lampiran 16 dan 17 tahun 2011.

Berdasarkan nilai ketiga kriteria investasi di atas, dapat dilihat memperoleh NPV > 0 yang artinya usaha ini layak dijalankan. Nilai pada NPV menunjukkan manfaat bersih yang diterima dari usahatani jambu biji pada discount rate yang berlaku. Nilai NPV yang positif artinya bahwa usaha ini memberikan keuntungan Rp 187.669.718,58.

Hasil Net B/C > 0 berarti usaha ini layak untuk dijalankan. Net B/C sama dengan 1,76 yang artinya setiap Pp 1,00 biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek menghasilkan Rp 1,76 penerimaan.

Tingkat pengembalian internal atau IRR sebesar 29,97% menunjukkan bahwa usaha ini mampu mengembalikan modal pinjaman sampai tingkat bunga maksimum sebesar 29,97%. Nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

Berdasarkan kriteria kelayakan finansial tersebut, menunjukkan bahwa usahatani jambu biji ini layak untuk dikembangkan.

Tabel 17. Nilai NPV, Net B/C dan IRR dengan i=18% selama 10 tahun

No Uraian Satuan

1 NPV Rp 134.040.004,75

2 IRR 29,97%

3 Net B/C 1,57

Sumber: Analisis Data Lampiran 16 dan 17 tahun 2011.

Berdasarkan nilai ketiga kriteria investasi di atas, dapat dilihat memperoleh NPV > 0 yang artinya usaha ini layak dijalankan. Nilai pada NPV menunjukkan manfaat bersih yang diterima dari usahatani jambu biji pada discount rate yang berlaku. Nilai NPV yang positif artinya bahwa usaha ini memberikan keuntungan Rp 134.040.004,75.

Hasil Net B/C > 0 berarti usaha ini layak untuk dijalankan. Net B/C sama dengan 1,57 yang artinya setiap Pp 1,00 biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek menghasilkan Rp 1,57 penerimaan.

Tingkat pengembalian internal atau IRR sebesar 29,97% menunjukkan bahwa usaha ini mampu mengembalikan modal pinjaman sampai tingkat bunga maksimum sebesar 29,97%. Nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

Berdasarkan kriteria kelayakan finansial tersebut, menunjukkan bahwa usahatani jambu biji ini layak untuk dikembangkan.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait