• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Hasil penelitian

Perubahan tersebut telah diterima dan di catat dalam database Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Nomor: AHU-AH.01.10-16130 tanggal 29 Juni 2010.

Perubahan kegiatan usaha Bank Victoria Syariah dari Bank Umum Konvensional menjadi Bank Umum Syariah telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia berdasarkan Keutusan Gubernur Bank Indonesia Nomor : 12/8/KEP.GBI/DpG/2010 tertanggal 10 Februari 2010. Bank Victoria Syariah mulai beroperasi dengan prinsip syariah sejak tanggal 1 April 2010. Adapun kepemilikan saham Bank Victoria pada Bank Victoria Syariah adalah sebesar 99.99%.

Dukungan penuh dari perusahaan induk PT Bank Victoria International Tbk telah membantu tumbuh kembang Bank Victoria Syariah yang selalu terus berkomitmen untuk membangun kepercayaan nasabah dan masyarakat melalui pelayanan dan penawaran produk yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah serta memenuhi kebutuhan nasabah.

B. Analisis Hasil penelitian

Tabel diatas menjelaskan bahwa nilai rata-rata dari volume pembiayaan sebesar 29,2006, nilai minimum volume pembiayaan sebesar 27,55 yang terdapat pada bank Victoria syariah pada tahun 2017 dan nilai maksimum sebesar 30,98 yang dimiliki oleh Bank Mandiri Syariah pada tahun 2020.

Nilai rata-rata tingkat bagi hasil selama lima tahun berturut-turut sebesar 26,6870, adapun jumlah tingkat bagi hasil terkecil ialah 24,96 yang terdapat pada bank Victoria Syariah tahun 2016 dan jumlah tertinggi pada tingkat bagi hasil sebesar 28,21 yang ada pada bank Mandiri Syariah di tahun 2020.

Nilai rata-rata DPK selama lima tahun berturut-turut sebesar 30,0617, adapun jumlah DPK terkecil ialah 27,82 yang terdapat pada bank Victoria Syariah tahun 2016 dan jumlah tertinggi pada DPK sebesar 32,18 yang ada pada bank Mandiri Syariah di tahun 2020.

Nilai rata-rata NPF selama lima tahun berturut-turut sebesar 2,0949, adapun jumlah NPF terkecil ialah 0,01 yang terdapat pada BCA Syariah pada tahun 2020 dan jumlah NPF tertinggi sebesar 4,95 yang ada pada bank Bukopin Syariah di tahun 2020.

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan dalam menguji variabel dependen dan variabel independen dalam model regresi juga mengetahui nilai tersebut terdistribusi dengan normal atau tidak normal. Menurut Ghozali (2011:161). Apabila sebaran titik-titik mengikuti garis diagonal pada gambar p-plot juga jika nilai sig lebih besar dari 0.05 pada hasil uji one sample Kolmogorov smirnov maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi dengan normal.

Adapun pada hasil uji di bawah ini yakni gambar 4.1 sebaran titik-titik mengikuti garis diagonal sehingga asumsi bahwa data tersebut normal benar

adanya. Selain itu juga pada hasil uji one sample KS di bawah ini memiliki nilai sig yang lebih besar dari 0.05 jadi dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal. Di bawah ini merupakan hasil uji Grafik P-Plot serta hasil uji One Sample KS:

Gambar.4 1 Grafik P-P Plot

Sumber: Data diolah peneliti, 2022

Tabel 4. 3 Hasil Uji Normalitas

Sumber: Data diolah Peneliti, 2022

Jika nilai Asymp. Sig. lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa residual menyebar normal dan begitupun sebaliknya. Adapun nilai test statistic diatas sebesar 0.126 dan nilai sig sebesar 0.176 artinya nilai tersebut lebih besar dari 0.05 jadi disimpulkan bahwa data tersebut lolos uji normalitas.

b. Uji Multikolinieritas

Untuk menguji multikolinieritas dengan melihat nilai VIf dan Tolerance, apabila nilai dari tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10 maka disimpulkan bahwa

Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed)

0,126 0,176

data tersebut terhindar dari multikolinieritas (Ghozali, 2011: 107 - 108). Berikut ini merupakan hasil uji multikolinieritas:

Tabel 4. 4

Hasil Uji Multikolinearitas

Model Tolerence VIF

Konstan

Tingkat Bagi hasil 0,129 7,748 Dana Pihak Ketiga 0,116 8,590

NPF 0,705 1,421

Sumber: Data diolah peneliti, 2022

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan nilai VIF dari masing-masing variabel yaitu Bagi Hasil sebesar 7,748, Dana Pihak Ketiga (DPK) 8,590 dan NPF sebesar 1,421, sedangkan nilai tolerance adalah 0.12 untuk NPF, dan 0.11 untuk nilai tolerance DPK dan 0.75 untuk nilai Bagi Hasil. Ini menunjukkan bahwa nilai Tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya ketidaksamaan variance terhadap pengamatan satu dengan yang lainnya agar terjadi homoskedastisitas (Tri, 2016: 60). Menurut (Ghozali, 2018) dasar analisis pada uji ini ialah. Apabila sebaran titik-titik menyebar di bawah dan di atas pada sumbu Y angka 0 maka disimpulkan tidak ada Heteroskedastisitas.

Gambar.4 2 Uji Heteroskedastisitas

Hasil dari uji heteroskedastisitas grafik scatterplot memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah pada angka 0 dan sumbu Y. Artinya bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi sehingga model regresi ini layak untuk dipakai.

Tabel 4. 5

Hasil Uji Asumsi Klasik

Asumsi Statistik Kesimpula m n Keterangan Normalitas p-value

=0,176

>0,05

Error terdistribusi Normal

Terpenuhi Non-

Multikolinieritas

VIF<10 Tidak terdapat Multikolinieritas

Terpenuhi Homoskedastisit

as

P-Value Tidak terdapat Heteroskedastisitas

Terpenuhi

Sumber: Data diolah peneliti, 2022

Tabel diatas di jelaskan bahwa hasil uji asumsi klasik terpenuhi sehingga penelitian ini dapat diuji secara regresi linier berganda.

3. Uji Hipotesis

a. Uji Koefisien Determinasi R2

Pengujian ini dilakukan bertujuan mengetahui seberapa besar variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas.

Tabel 4. 6

Hasil Uji Koefisien Determinasi R2

model R R

Square

Adj.R Square

1 0,971a 0,943 0,938

Sumber: Datadiolah peneliti, 2022

Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas, maka didapatkan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,94 yang berarti bahwa 94% variabel dependen (Volume Pembiayaan) dapat dijelaskan oleh variabel Tingkat Bagi Hasil, Dana Pihak Ketiga dan NPF, sedangkan 6% dijelaskan oleh variabel ataupun faktor lain yang belum terdapat dalam penelitian ini.

b. Uji Regresi Secara Simultan (Uji Statistik F)

Uji F bertujuan untuk menguji variabel bebas secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat dengan melihat instrument pada hasil uji yaitu tabel hasil uji Anova (Tri, 2016: 54). Adapun dasar penentuan keputusan yaitu sebagai berikut:

1. Jika Fhitung kecil dari Ftabel, dan probabilitas signifikan besar dari 0.05, maka hipotesis diterima

2. Jika Fhitung besar dari Ftabel, dan probabilitas signifikan kecil dari 0.05, maka hipotesis diterima

Ftabel : (a ; k ; n-k-1) Ftabel : (0,05 ; 3 ;35-3-1) Ftabel : (0,05 ; 3; 31) Ftabel : (2,92)

Tabel 4. 7 Hasil Uji Statistik F

Model F Sig.

Regression 171,629 0,000b

Sumber: Data diolah peneliti, 2022

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa F hitung 171,629 > F tabel maka hipotesis diterima, jadi kesimpulannya ialah variabel Tingkat Bagi Hasil,

Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Financing secara bersama-sama berpengaruh terhadap Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil.

c. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)

Uji t merupakan uji yang bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara sendiri-sendiri atau secara parsial.dengan dasar pengambilan keputusan yaitu sebagai berikut: (Tri, 2016).

1) Jika Thitung kecil dari Ttabel dan probabilitas signifikan besar dari 0,05, maka Hipotesis ditolak.

2) Jika Thitung besar dari Ttabel dan probabilitas signifikan kecil dari0,05, maka Hipotesis diterima.

Untuk mencari Ttabel: ttabel : (a ; n-k-1) ttabel : (0,05 ; 35-3-1) ttabel : (0,05 ; 31) ttabel : 1,697

Tabel 4. 8 Hasil Uji Statistik t

Model B T Sig

Constant 0,989 1,499 0,144

Tingkat Bagi hasil 0,582 4,348 0,000

DPK 0,376 3,962 0,000

NPF 0,015 1,086 0,286

Sumber: Data diolah peneliti, 2022

Berdasarkan dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa interpretasi dari hipotesis yang ditawarkan:

1) Nilai Konstant sebesar 0,989 menandakan bahwa jika Tingkat bagi hasil (X1), DPK (X2) dan NPF (X3) = 0 Maka Volume Pembiayaan berbasis bagi hasil (Y) sebesar 0,989.

2) Nilai koefisien regresi pada variabel Tingkat bagi hasil sebesar 0,582, nilai tersebut dapat diartikan bahwa apabila Tingkat Bagi Hasil naik 1 satuan,

maka Volume pembiayaan akan meningkat sebesar 0,584 dengan asumsi variabel lainnya konstan. Hasil Uji t menunjukkan bahwa pada variabel Tingkat Bagi Hasil (X1) nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05. Sedangkan nilai t hitung 4,348 lebih besar dari t tabel 1,697, maka dari hasil ini menginterpretasikan hipotesis diterima yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara tingkat bagi hasil terhadap Volume pembiayaan berbasis bagi hasil pada bank syariah.

3) Nilai koefisien regresi pada variabel DPK sebesar 0,376, nilai tersebut dapat diartikan bahwa apabila DPK naik 1 satuan, maka Volume pembiayaan akan meningkat sebesar 0,376 dengan asumsi variabel lainnya konstan.Hasil uji t menunjukkan bahwa pada variabel Dana Pihak Ketiga (X2) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05. Sedangkan nilai t hitung 3,962 lebih besar dari t tabel 1,697. Maka dari hasil ini menginterpretasikan hipotesis diterima yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antaraa Dana Pihak Ketiga terhadap Volume pembiayaan berbasis bagi hasil pada bank syariah.

4) Nilai koefisien regresi pada variabel NPF sebesar 0,015, nilai tersebut dapat diartikan bahwa apabila NPF naik 1 satuan, maka Volume pembiayaan akan meningkat sebesar 0,015 dengan asumsi variabel lainnya konstan.Hasil uji t menunjukkan bahwa pada NPF (X3) nilai signifikansi sebesar 0,286 lebih besar dari nilai signifikansi 0,05 sedangkan nilai t hitung 1,086 lebih kecil dari t-tabel 1,697 maka hasil ini menginterpretasikan hipotesis ditolak yang menunjukkan bahwa tidak

terdapat pengaruh yang signifikan antara NPF dan volume pembiayaan berbasis bagi hasil pada bank syariah.

4. Pembahasan

Tabel 4. 9 Hasil Penelitian

Uji Hasil Keterangan

Koefisien Determinan R2

94% 94% Volume Pembiayaan dapat dijelaskan oleh Tingkat Bagi Hasil, Dana Pihak Ketiga (DPK)

dan Non Performing Financing (NPF) serta 6% dijelaskan oleh

variabel lain yang belum dijelaskan dalam penelitian ini Statistik f 0,000b Variabel independen

berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen Statistik t (X1 0,000)

(X2 0,000)

(X3 0,286)

Bagi Hasil berpengaruh secara saignifikan terhadap Volume

Pembiayaan (HI diterima) Dana Pihak Ketiga berpengaruh

secara signifikan terhadap Volume Pembiayaan (HI

diterima)

Non Performing Financing tidak berpengaruh terhadap Volume

Pembiayaan (HI ditolak)

Sumber: Data diolah peneliti, 2022

a. Pengaruh Tingkat Bagi Hasil terhadap Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Hasil Uji t menunjukkan bahwa pada variabel Tingkat Bagi Hasil (X1) nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sedangkan nilai t hitung 4,348 lebih besar dari t tabel 1,697, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, yaitu Tingkat Bagi Hasil berpengaruh positif secara signifikan terhadap Volume Pembiayaan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi Tingkat Bagi Hasil pada perbankan syariah maka semakin besar pula Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil yang akan disalurkan oleh pihak Bank kepada nasabah.

Hal tersebut sesuai dengan penelitian dari Yuliatasani, inies (2017) yang menghasilkan bahwa Tingkat Bagi Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Kurniasari (2013) yang menhasilkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat bagi hasil dengan volume pembiayaan berbasis bagi hasil.

Dalam penyaluran pembiayaan, bank perlu melakukan pertimbangan, yakni memperhatikan tingkat bagi hasil yang diperoleh bank dikarenakan bank dapat mengelola dan menjaga dana nasabah sebaik mungkin agar mampu memberikan keuntungan bagi pemilik dana yang telah menanamkan dananya pada bank. Maka dari itu volume pembiayaan yang berbasis bagi hasil dapat dipengaruhi oleh tingkat bagi hasil secara signifikan. Dimana dengan tingginya tingkat bagi hasil maka besar kemudian peluang untuk meningkatkan volume pembiayaan yang berbasis bagi hasil karena ini akan mempengaruhii tingkat pendapatan suatu bank.

Begitupun sebaliknya, ketika tingkat bagi hasil yang diperoleh bank rendah maka volume pembiayaan yang akan disalurkan juga akan semakin rendah, ini disebabkan karena bank akan cenderung untuk menghindari terjadinya risiko yang lebih besar daripada keuntungan yang diperoleh dari dana investasi nasabah

b. Pengaruh Dana Pihak Ketiga terhadap Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Hasil uji t menunjukkan bahwa pada variabel Dana Pihak Ketiga (X2) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sedangkan nilai t hitung 3,962 lebih besar dari t tabel 1,697.maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, yaitu Dana Pihak Ketiga berpengaruh positif secara signifikan

terhadap Volume Pembiayaan berbasis Bagi Hasil. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi Tingkat Bagi Hasil pada perbankan syariah maka semakin besar pula Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil yang akan disalurkan oleh pihak Bank kepada nasabah.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Isnaini Fajrin Nadia Palupi (2015) yang menghasilkan bahwa DPK berpengaruh positif dan signifikan terhadap Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil. Namun berbeda dengan penelitian dilakukan oleh Sandra Yusnita Devi (2020) yang menghasilkan bahwa DPK berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap volume pembiayaan berbasis bagi hasil

Berdasarkan hasil uji t maka dapat diinterpretasikan bahwa apabila DPK dari suatu bank meningkat maka pembiayaan yang disalurkan juga akan ikut meningkat dan ketika volume pembiayaan yang disalurkan oleh bank kepada masyarakat relatif besar maka tentu saja kontribusi yang diberikan oleh bank tersebut juga akan semakin besar terhadap perekonomian Indonesia. Juga selain untuk perekonomian negara, adanya penyaluran pembiayaan berbasis bagi hasil tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan yang produktif dan hal tersebut tentu saja akan memberikan dampak yang positif yaitu memberikan peluang kerja yang lebih besar sehingga angka pengangguran akan semakin menurun.

c. Pengaruh Non Performing Financing Terhadap Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Hasil uji t menunjukkan bahwa pada NPF (X3) nilai signifikansi sebesar 0,286 lebih besar dari 0,05 sedangkan nilai t hitung 1,086 lebih kecil dari t-tabel 1,697 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak, yaitu Non Performing Financing tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Volume Pembiayaan berbasis Bagi Hasil.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dita Andraeny (2011) yang menghasilkan bahwa Non Performing Financing tidak berpengaruh signifikan terhadap volume pembiayaan berbasis bagi hasil.

Penelitian Pratin dan Adnan (2005) menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang tidak signifikan antara NPF dan Volume Pembiayaan berbasis Bagi Hasil.

NPF tersebut tidak berpengaruh karena angka NPF dalam penelitian ini bukanlah tingkat NPF yang ditetapkan oleh pihak bank, melainkan NPF yang benar-benar terjadi selama jangka waktu penelitian. NPF yang ditetapkan mencerminkan tingkat pengendalian biaya dan strategi pendanaan yang dilakukan oleh bank. Alasan lain yang memungkinkan variabel NPF tidak berpengaruh bisa disebabkan karena data NPF yang peneliti gunakan bukan merupakan NPF yang hanya berfokus pada volume pembiayaan berbasis bagi hasil namun data NPF yang memyamgkut keseluruhan jenis pembiayaan pada bank syariah. Hal ini dapat saja terjadi dikarenakan adanya keterbatasan peneliti dalam menemukan data yang secara spesifik terhadap volume pembiayaan berbasis bagi hasil.

d. Pengaruh Tingkat Bagi Hasil, Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Financing terhadap Volume Pembiayaan berbasis Bagi Hasil pada Perbankan syariah di Indonesia

Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sedangkan nilai F hitung 171,629 lebih besar dari F-tabel 2,92 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yaitu variabel Tingkat Bagi Hasil, Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Financing berpengaruh secara simultan terhadap Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil pada perbankan syariah di indonesia periode 2016-2020.

Hal tersebut sesuai dengan penelitian oleh Sandra Yusniati Devi (2020) dan Nadia palipi (2015) yang menghasilkan bahwa Tingkat Bagi hasil, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Non Performing Financing (NPF) berpengaruh secara simultan terhadap Volume Pembiayaan berbasis Bagi Hasil.

56 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan pada penelitian ini yaitu:

1. Penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara tingkat bagi hasil terhadap Volume pembiayaan berbasis bagi hasil pada dengan melihat hasil Uji t yamg menunjukkan bahwa pada variabel Tingkat Bagi Hasil (X1) nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sedangkan nilai t hitung 4,348 lebih besar dari t tabel 1,697, maka dari hasil ini menginterpretasikan hipotesis diterima.

2. Penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antaraa Dana Pihak Ketiga terhadap Volume pembiayaan berbasis bagi hasil dengan melihat hasil uji t yang menunjukkan bahwa pada variabel Dana Pihak Ketiga (X2) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sedangkan nilai t hitung 3,962 lebih besar dari t tabel 1,697. Maka dari hasil ini menginterpretasikan hipotesis diterima.

3. Penelitian ini menghasilkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara NPF dan volume pembiayaan berbasis bagi hasil dengan melihat hasil uji t yang menunjukkan bahwa pada NPF (X3) nilai signifikansi sebesar 0,286 lebih besar dari 0,05 sedangkan nilai t hitung 1,086 lebih kecil dari t-tabel 1,697 maka hasil ini menginterpretasikan hipotesis ditolak yang

4. Penelitian ini menghasilkan bahwa variabel Tingkat Bagi Hasil, Dana Pihak Keiga dan Non Performing Financing berpengaruh secara simultan terhadap Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dengan melihat hasil uji F yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih

kecil dari 0,05 sedangkan nilai F hitung 171,629 lebih besar dari F-tabel 2,92 maka hasil ini menginterpretasikan hipotesis diterima yang menunjukkan

B. Keterbatasan Penelitian

Dalam setiap penelitian tidak terlepas dari kketerbatasan, demikian pula pada penelitian kali ini, oleh karena itu ada kemudian yang menjadi kketerbatasan pada penelitian kali ini dan perlu diperbaiki dan dikembangkan pada penelitian selanjutnya, yaitu:

1. Variabel independen pada penelitian kali ini hanya menggunakan 3 variabel, yaitu Tingkat bagi Hasil, Dana Pihak Ketiga dan Non Performing Financing.

2. Objek dalam penelitian ini hanya menggunakan 7 bank dari 14 bank 3. Nilai atau data NPF yang diambil merupakan nilai npf pada pembiayaan

secara keseluruhan tidak pada nilai NPF khusus untuk pembiayaan pada bagi hasil.

C. Saran

Adapun beberapa saran yang direkomendasikan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu diharapkan kepada bank syariah untuk terus memaksimalkan persentase dana DPK yang berasal dari masyarakat terkait dengan produk-produk yang ada pada bank syariah. Juga perlu kiranya agar pihak bank memaksimalkan sosialisasi literasi kepada masyarakat dalam meningkatkan pemahaman terkait dengan produk penghimpun dana dengan prinsip bagi hasil tersebut. Jika persentase dana DPK mengalami peningkatan maka akan semakin meningkat pula persentase dana yang dapat disalurkan kepada masyarakat sehingga hal tersebut dapat memaksimalkan sungbangsih perbankan syariah dalam meningkatkan

sektor riil juga akan memberikan citra baik pada masyarakat terkait dengan bank syariah itu sendiri.

Kemudian untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan data NPF yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti serta sebaiknya menambahkan variabel lain agar penelitian selanjutnya lebih memperkuat variabel-variabel yang mempengaruhii Volume Pembiayaan berbasis Bagi Hasil.

59

DAFTAR PUSTAKA

Adnan Purwoko, “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhii Pembiayaan Mudharabah Menurut Perspektif Manajemen Bank Syariah dengan Pendekatan Kritis”, dalam Jurnal Akuntansi & Investasi, Volume. 14, No.

1, 2013.

Anisah, N., Riduwan, A., & Amanah, L. Faktor-faktor Yang Mempengaruhii Pertumbuhan Deposito Mudharabah Bank Syariah. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 1 (2): 169-186. 2013

Anshori, Abdul Ghofur, Pokok-pokok Hukum Perjanjian Islam di Indonesia, Citra Media, Yogyakarta. 2006.

Antonio, Syafii.. Bank Syariah Suatu Pengenalan Umum. Jakarta: Tazkia Institute dan BI. 1999

---. Bank Syariah Suatu Pengenalan Umum. Jakarta: Tazkia Institute dan BI.

1999

Arianti, Wuri. Analisis pengaruh Dana Pihak Ketiga, Capital Eduquacy Ratio, Non Performig Financing dan Return On Asset Terhadap Pembiayaan Pada Perbankan Syariah. 2011.

Ascarya. Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

2007.

Asra, M. Implementasi Sistem Produk Pembiayaan Muḍârabah di Bank Muamalat Jember. Istidlal: Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam, 2(1), 23–

47, 2018.

Bawono, A. Multivariate Analysis dengan SPSS. Salatiga: STAIN Salatiga Press, 2006.

Dendawijaya. Manajemen Perbankan. Edisi kedua. Jakarta:Ghalia Indonesia.

2009

Dian, Citra Pranata.”,Analisis faktor yang mempengaruhii pembiayaan mudharabah berbasis bagi hasil pada Bank Umum Syariah di Indonesia”, Skripsi, (USU: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2017).

fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Nomor: 15/DSN-MUI/IX/2000 tentang prinsip distribusi hasil usaha dalam lembaga keuangan syariah, 2000 Firaldi,Mufqi.”Analisis Pengaruh Jumlah Dana pihak ketiga (DPK), Non

Performing Financing dan Modal Sendiri Terhadap Volume Pembiayaan Pada Perbankan Syariah Studi Kasus Bank Muamalat Indonesia”.Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Volume 1,Nomor2,2015.

Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2013.

---. Aplikasi Analisis Multivariate: Dengan Program IBM SPSS 25, 9th edn Semarang: UNDIP, 2018.

---. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8).

Cetakan ke VIII. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

2016.

Hikmawati, Fenti. Metodologi Penelitian Edisi 1 Cetakan 4. Depok Rajawali Pers, 2020.

Husaeini, U. A. (2017). “Analisis Pengaruh DPK, dan NPF terhadap ROA pada BPRS di Indonesia”. Dalam Jurnal Ekonomi Syariah, Vol. 5, Nomor 1, Tahun 2017.

Ibrahim, M. Anwar. “Konsep Profit and Loss Sharing Sistem Menurut Empat Mazhab.” Makalah Diskusi Bulanan Pusat Pengkajian Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta: P3EI UIN Syarif Hidayatullah. 2002

Ismail, Perbankan Syariah (Jakarta: Kencana, 2011).

---. Perbankan Syariah. Jakarta: Prenada media Group. 2016

Ismawati, “peran dan strategi marketing funding dalam meningkatkan jumlah nasabah penabung pada bank syariah mandiri kcp.panakkukang kota makassar”,Vol 3, No.1, 2019

Kamen, perwataatmadja “apa dan bagaimana bank islam”,Yogyakarta , 2008 Karim, A. Adiwarman, Bank Islam: Analisis Fiqih dan keuangan –Ed. 5.-Cet. 11.-

Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2016

---. “Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan”.PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.2004.

Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2009.

Kuncoro. Mudrajad. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Edisi 3. Penerbit Erlangga, 2009.

Machmud, A., & Rukmana. (2009). Bank Syariah: Teori, Kebijakan, dan Studi Empiris di Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Madani, Aspek Hukum Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia, Jakarta:

Prenada media Group, 2015.

Maryanah. Faktor – faktor yang Mempengaruhii Pembiayaan Bagi Hasil di Bank Syariah Mandiri. Ekesis, Jurnal Ekonomi Keuangan dan Bisnis Islami 4(1): 1 – 19. 2008

Mu’alim, A. Praktek Pembiayaan Bank Syariah dan Problematikanya. Al- Mawarid Journal of Islamic Law, 46-47, 2015.

Muhamad. Manajemen Dana Bank Syariah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

2014

---. Manajemen Bank Syariah, Yogyakarta:UPP AMP YKPN, 2002.

---. Manajemen Keuangan Syariah. (Yogyakarta: UPP STIM YKPN). 2016 Mukhlis, H. dan Wahdaniyah, Thoatul. “Pengaruh DPK, Inflasi dan NPF

Terhadap Pembiayaan UKM; Studi Pada Bank Syariah di Indonesia 2012-2013. Jurnal ISLAMINOMICS, no.2, 2016.

Musa, Marwan bin. Hidayatul Insan Bi tafsiril Qur’an. Bandung: (t.p) 2010.

Dokumen terkait