Dengan mencermati pemulihan dan perbaikan ekonomi nasional, kami terus berupaya memanfaatkan setiap peluang untuk mencapai target bisnis dan aspirasi Bank. Kami juga terus merespon setiap perubahan yang terjadi dengan melakukan penyesuaian secara cepat dan efisien. Untuk itu, pada tahun 2022, disertai dengan analisis berbagai tantangan dan peluang CIMB Niaga menerapkan 5 Pilar Strategi sebagai landasan strategi dan kebijakan Bank, meliputi 1) Fokus pada Keahlian Utama, 2) Peningkatan CASA, 3) Disiplin dalam Pengelolaan Biaya, 4) Penjagaan Modal dan Keseimbangan Budaya Risiko, dan 5) Pemanfaatan Teknologi Informasi.
1. Fokus pada Keahlian Utama
Kami berfokus pada sektor dan target pasar yang telah dikenal baik, dan yang juga menjadi kekuatan Bank selama ini. Segmen Konsumer dan Emerging Business Banking (EBB) menjadi fokus utama pertumbuhan kami, tidak hanya karena kedua segmen tersebut merupakan keahlian utama Bank, melainkan juga prospek pertumbuhan ke depan yang masih menjanjikan peluang pertumbuhan. Kedua segmen tersebut juga memberikan Risk-Adjusted Return on Capital (RAROC) yang relatif lebih menarik dibandingkan segmen lainnya.
Perbankan Konsumer terus berfokus pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Mobil (KPM). Hasilnya Perbankan Konsumer CIMB Niaga tumbuh 11,77% di tahun 2022 mencapai Rp67,2 triliun dari sebelumnya Rp60,1 triliundi dorong utamanya oleh pertumbuhan KPR dan KPM.
Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan segmen EBB, CIMB Niaga melakukan penguatan digitalisasi, mempersingkat proses kredit, pengembangan ekosistem digital, dan menawarkan suku bunga yang kompetitif. Bank memanfaatkan basis nasabah internal pada Perbankan Korporasi dan Komersial maupun eksternal melalui kolaborasi dengan Fintech dan Ekosistem Digital untuk memperdalam penetrasi bisnis, baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan.
Pada tahun 2022, EBB mencatatkan kredit sebesar Rp23,1 triliun, meningkat 9,17% dari tahun sebelumnya sebesar Rp21,1 triliun.
2. Peningkatan CASA
Pada tahun 2022, CIMB Niaga membukukan rasio CASA yang meningkat menjadi 63,57% dari sebelumnya 61,34%. Pencapaian ini turut mendorong biaya dana semakin turun ke level yang rendah, sehingga memberikan keunggulan kompetitif bagi Bank.
Pencapaian ini merupakan hasil dari beragam inisiatif dan program yang dilakukan Bank, baik segmen ritel maupun non ritel, terutama keberhasilan dari strategi digital yang kami kembangkan secara inovatif untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Bank akan terus mengembangkan layanan digital dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasabah dengan fitur keamanan yang tinggi.
3. Disiplin dalam Pengelolaan Biaya
Pada tahun 2022, secara konsisten kami terus menerapkan berbagai inisiatif terkait efisiensi, penyederhanaan proses kerja, optimalisasi biaya operasional, prioritasisasi belanja modal, peninjauan kembali terhadap operasional kantor cabang, dan lain sebagainya.
Hasilnya, pertumbuhan biaya operasional dapat ditekan hingga tingkat yang moderat yaitu 5,12%.
Inisiatif dan strategi disiplin dalam pengelolaan biaya juga dibuktikan dengan capaian pengurangan cost to income ratio dari 45,88% menjadi 44,91%. Di samping itu, kami juga terus mengembangkan jaringan perbankan digital dengan melakukan investasi pada aspek-aspek penggerak pertumbuhan bisnis untuk meningkatkan produktivitas Bank.
4. Penjagaan Modal dan Keseimbangan Budaya Risiko Pada tahun 2022, CIMB Niaga membukukan Kecukupan Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 22,19%, jauh di atas batas minimal peraturan yang berlaku.
KPMM pada tahun sebelumnya tercatat sebesar 22,68%.
Kami senantiasa mengimplementasikan Enterprise Wide Risk Management sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan bisnis dan pengambilan keputusan. Strategi Bank untuk mencapai kembali keseimbangan yang ideal dalam hal portofolio pinjaman dilakukan melalui kalibrasi ulang bobot risiko pinjaman dengan menerapkan kerangka Risk Adjusted Return On Capital (RAROC). Kami juga mensosialisasikan risk awareness dengan memperkuat peran Unit Pengendalian Risiko (Risk Control Unit/RCU) dan quality assurance di setiap fungsi di dalam organisasi. Pada saat yang sama, CIMB Niaga juga melakukan upaya menanamkan budaya risiko yang melekat pada setiap insan CIMB Niaga.
Perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan merupakan salah satu fokus Bank di 2022. Keberhasilan inisiatif terkait kualitas aset dibuktikan dari rasio kredit bermasalah (NPL bruto) yang turun sebesar 67 bps menjadi 2,80% pada akhir tahun 2022.
5. Pemanfaatan Teknologi Informasi
Kemajuan teknologi informasi di bidang perbankan digital sangat membantu berbagai transaksi dan kegiatan perbankan. Kami terus mencari peluang dengan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi, yang juga memegang peranan penting dalam mendukung bisnis Bank. Namun, pemanfaatan teknologi informasi ini juga diharapkan semakin memudahkan proses bisnis sehingga dapat membantu Bank agar lebih fokus di aspek bisnis untuk melayani nasabahnya.
Kami terus berinovasi dan mendigitalisasi proses bisnis agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah.
Saat ini, CIMB Niaga mencatat lebih dari 97% transaksi perbankan dilakukan melalui jaringan laku pandai (branchless banking), termasuk melalui kanal-kanal digital.
Penggunaan platform digital tetap menjadi fokus kami untuk memberikan customer experience dan keamanan terbaik dalam transaksi perbankan. Kami juga mendigitalisasi proses internal untuk mempercepat proses serta mempermudah Relationship Manager dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah.
Secara berkelanjutan, CIMB Niaga menjalin sinergi dengan CIMB Group melalui program transformasi digital, dan inovasi berkelanjutan atas berbagai layanan digital Bank. Dengan sinergi ini, Bank dapat
terus memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta pada saat yang sama dapat meningkatkan potensi pertumbuhan bisnis Bank.
PERANAN DIREKSI DALAM PERUMUSAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN
Direksi merumuskan strategi dan kebijakan strategi yang diterapkan pada tahun 2022 selaras dengan amanat yang ditetapkan dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi.
Kami berperan aktif dalam perumusan strategi dan kebijakan strategis sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Strategi dan kebijakan yang kami tetapkan senantiasa sejalan dengan Visi dan Misi Bank sebagaimana yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank disertai persetujuan dari Dewan Komisaris.
PROSES YANG DILAKUKAN DALAM MEMASTIKAN PENERAPAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN
Dalam rangka memastikan penerapan strategi dan kebijakan Bank terlaksana dengan baik, kami melakukan berbagai upaya, di antaranya memberikan penjabaran yang diperlukan sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank 2022 agar lebih mudah diaplikasikan. Direksi juga berperan aktif untuk memastikan bahwa seluruh bagian organisasi memahami serta menerapkan strategi Bank secara konsisten pada masing-masing unit bisnis.
Direksi terlibat langsung dalam pengawasan implementasi strategi serta memastikan bahwa seluruh bagian organisasi memperoleh kesempatan yang sama dalam menyampaikan ide-ide dan inovasi yang dapat mendukung pencapaian tujuan Bank. Keterlibatan Direksi dalam proses ini, dibantu oleh komite-komite di bawah Direksi dan organ pendukung lainnya dalam mengawasi realisasi pelaksanaan strategi dan kebijakan secara berkala untuk memastikan implementasi strategi tersebut berada dalam jalur yang tepat.
PENCAPAIAN KINERJA 2022 DAN PERBANDINGANNYA DENGAN TARGET
Dengan posisi permodalan dan likuiditas Bank yang kuat, implementasi strategi dan kebijakan yang tepat serta konsisten dijalankan, kami dapat mencapai target finansial yang kami telah tetapkan di tahun 2022. Dari sisi posisi keuangan, CIMB Niaga mencatatkan total aset sebesar Rp306,8 triliun dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp310,8 triliun. Bank berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp196,6 triliun tumbuh 8,26% dari tahun sebelumnya sebesar Rp181,6 triliun.
Bank berhasil meraih kinerja solid pada dengan perolehan pendapatan operasional naik sebesar 7,39% terutama dikontribusikan oleh Pendapatan Bunga Bersih (NII) dan Pendapatan Operasional Lainnya (NoII) yang masing- masing tumbuh 20,34% dan 2,96%. Marjin Pendapatan Bunga Bersih (NIM) menjadi 4,69% dari 4,86% pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Loan Loss Coverage
(LLC) tercatat di level 242,75% yang didukung oleh kualitas aset yang membaik.
Laba sebelum pajak konsolidasi tercatat sebesar Rp6,6 triliun atau naik sebesar 23,26% dari Rp5,3 triliun pada tahun sebelumnya. Sedangkan Laba bersih konsolidasi mencapai Rp5,0 triliun, naik 19,63% (laba 2021 tidak termasuk exceptional items) dari sebelumnya sebesar Rp4,2 triliun. Hal ini menghasilkan laba per saham sebesar Rp202,21. Peningkatan kinerja keuangan pada tahun 2022 seiring dengan pertumbuhan bisnis yang baik, biaya yang terkendali, dan tren kualitas aset yang lebih baik.
Dengan terus memusatkan perhatian pada pertumbuhan dana murah sebagai salah satu pilar strategi, CIMB Niaga kembali berhasil meningkatkan rasio dana murah (rasio CASA) menjadi 63,57% dari sebelumnya 61,34%. Kenaikan ini terutama didorong oleh pencapaian CASA sebesar Rp144,4 triliun dan penurunan deposito berjangka menjadi Rp82,7 triliun dari Rp93,3 triliun di tahun sebelumnya. Total dana nasabah tercatat sebesar Rp227,2 triliun, dari tahun sebelumnya Rp241,3 triliun, sehingga posisi likuiditas Bank tetap terjaga dengan baik. Bank juga meningkatkan efisiensi operasional yang ditandai dengan semakin menurunnya rasio Cost to Income (CIR) menjadi 44,91% dari sebelumnya 45,88%.
Malalui perbaikan kinerja fundamental yang konsisten, CIMB Niaga kembali berhasil meningkatkan imbal hasil kepada pemegang saham dalam bentuk rasio tingkat pengembalian aset (ROA) dan rasio tingkat pengembalian ekuitas (ROE). Pada tahun 2022, ROA dan ROE masing- masing meningkat ke level 2,16% dan 12,59% atau naik masing-masing dari 1,88% dan 10,73%.
Secara keseluruhan kinerja CIMB Niaga menunjukkan realisasi yang baik. Dari sisi fungsi intermediasi, per 31 Desember 2022 jumlah penyaluran kredit juga tercatat tumbuh lebih baik dibandingkan dengan target. Secara keseluruhan, hasil pencapaian kinerja pada tahun 2022 mendorong CIMB Niaga untuk terus memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.
KENDALA YANG DIHADAPI DAN ANTISIPASI YANG DILAKUKAN
Secara konsisten, CIMB Niaga memberikan solusi dan layanan pembiayaan yang relevan kepada nasabah dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menjawab tantangan yang dihadapi di tengah pandemi.
Dengan inisiatif yang tepat tersebut CIMB Niaga tetap dapat mendukung kelancaran bisnis para debitur.
Kendati demikian, Bank juga dihadapkan pada sejumlah tantangan baik dari sisi eksternal maupun internal selama tahun 2022. Kenaikan inflasi global sebagai dampak terganggunya rantai pasokan akibat perang, direspon dengan kebijakan bank sentral untuk meningkatkan suku
bunga. The Fed memutuskan menaikkan federal fund rate (FFR). Kebijakan The Fed tersebut menjadi pertimbangan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan.
Hal ini berdampak pada naiknya suku bunga perbankan serta meningkatkan cost of fund.
CIMB Niaga menyikapi hal ini dengan melakukan penyesuaian baik di suku bunga kredit maupun simpanan dan memperkuat CASA. Dalam menjaga CASA sebagai tulang punggung dalam mempertahankan cost of fund, CIMB Niaga terus memperkuat solusi layanan digital, meningkatkan layanan cash management, meningkatkan penetrasi operating account dan lain-lain.
CIMB Niaga melakukan pengelolaan portofolio kredit secara proaktif, terutama pada sektor yang masih terdampak COVID-19, guna menjaga kualitas aset Bank. Kami juga terus melakukan identifikasi dan pengelompokan secara dini atas portofolio dan menerapkan thematic stress test dan/atau melakukan review atas portofolio yang terkena dampak.
Meski pandemi belum berakhir, kami telah mengantisipasi berbagai tantangan paska pandemi dari sisi operasional Bank. Kami mendorong agar karyawan tetap produktif untuk bekerja di kantor maupun di rumah melalui HyWork (hybrid working dan happy working). Hal ini juga menjadi salah satu inovasi kami dalam proses internal di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dengan melibatkan seluruh aspek yang ada di Bank untuk beradaptasi di tengah tantangan pandemi COVID-19, sehingga siap menghadapi era kembalinya pertumbuhan ekonomi ke depan.
Pada tahun 2022, kami juga dihadapkan pada beragam regulasi berkaitan dengan industri perbankan nasional.
Terdapat penerbitan Undang-Undang (UU) Pelindungan Data Pribadi yang menjadi payung hukum dari ketentuan Pelindungan Data Pribadi (PDP) di Indonesia. UU ini melindungi pemilik data pribadi dari kasus serangan siber yang dapat menyebabkan kebocoran data, serta pemrosesan/penggunaan data pribadi yang tidak sah.
Kemudian, terdapat juga perubahan regulasi terkait aktivitas dan produk Bank, yang antara lain mencakup transaksi valuta asing, penguatan ketentuan perlindungan konsumen, dan aturan kegiatan penyertaan modal oleh bank. Terakhir, adanya kebijakan stimulus perekonomian nasional bagi debitur terdampak COVID-19 yang diterbitkan oleh OJK dan Bank Indonesia, yang diharapkan dapat membantu debitur untuk pulih. Secara umum, seluruh perubahan atau penerbitan regulasi selama tahun 2022 tidak berdampak signifikan terhadap kinerja operasional dan laporan keuangan Bank.
Tak lupa, seluruh tantangan yang ada juga kami sikapi dan cermati dengan menerapkan 5 Pilar Strategi secara konsisten. Hasilnya, Bank kembali berhasil memaksimalkan kekuatan dan mendorong pertumbuhan dan nilai tambah yang berkelanjutan, meningkatkan kapabilitas dan invasi
digital, serta meneguhkan posisinya sebagai yang terdepan dalam layanan perbankan digital.