• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pemetaan Potensi Tanah Wakaf

BAB III PEMBAHASAN

A. Analisis Pemetaan Potensi Tanah Wakaf

Kabupaten Lombok Utara

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa tanah wakaf yang ada di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara rata-rata telah dimanfaatkan sesuai dengan tujuan diwakafkan tanahnya oleh wakif ketika pertama kali mewakafkan tanahnya. Tanah- tanah yang telah diwakafkan oleh para wakif di Kecamatan Tanjung dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Secara garis besar sesuai dengan ketentuan KHI pasal 216 yang berbunyi bahwa fungsi wakaf adalah mengekalkan manfaat benda wakaf sesuai dengan tujuan wakaf,75 dan sesuai dengan UU Wakaf no. 41 Tahun 2004 yaituwakif mewakafkan tanah untuk keperluan ibadah atau untuk kesejahteraan umum menurut syariah.76

Tanah-tanah wakaf yang ada di Kecamatan Tanjung melihat dari aspek penerimaan manfaatnya dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu :

1. Wakaf Khairi yaitu yang manfaatnya diterima oleh masyarakat umum. 77 Dimana Kecamatan Tanjung terdapat wakaf Khairi yang berupa tanah wakaf untuk masjid, musholla, madrasah, dan pondok pesantren.

75Aries Mufti dan Muhammad Syakir Sula, Amanah Bagi Bangsa..., hlm. 213

76Rachmadi Usman, Hukum Perwakafan..., hlm. 153

77Hamdan Firmansyah, “Penafsiran Ayat-Ayat Ahkam Tentang Wakaf..., hlm. 16

2. Wakaf Musytarak yaitu yang manfaatnya untuk keluarga dan umum secara bersamaan.78 Hal ini di Kecamatan Tanjung terdapat makam umum dan keluarga secara bersamaan.

Berdasarkan dari data pada bab sebelumnya, terlihat mayoritas peruntukan tanah wakaf tertumpu pada tempat ibadah sebanyak 115 dengan luas 5.610Ha, dan diikuti dengan mayoritas kedua yakni makam sebanyak 23 dengan luas 975Ha, kemuadian peruntukan wakaf untuk pondok pesantren sebanyak 10 dengan luas 950Ha dan peruntukan untuk sekolah atau madrasah sebanyak 3 dengan luas 138Ha.

Jika rata-rata harga tanah 5jt/1 are maka harga tanah wakaf untuk peruntukan tempat ibadah sebanyak 5.610Ha mencapai harga ≥28.050.000.000 miliar, kemudian untuk peruntukan makam dengan luas 975Ha mencapai harga ≥ 4.875.000.000 miliar, dan peruntukan tanah wakaf untuk pondok pesantren dengan luas 950Ha mencapai harga

≥4.750.000.000 miliar, dan juga peruntukan tanah wakaf untuk madrasah dengan luas 138Ha mencapai harga

≥690.000.000 miliar.

Tanah wakaf terluas di Kecamatan Tanjung terdapat di Desa Sigar Penjalin dengan luas 2.133Ha sebanyak 37 lokasi dan di Desa Tegal Maja dengan luas 325 sebanyak 7 lokasi. Untuk lebih jelasnya terdapat pada tabel grafik dibawah ini.

78Nur Azizah Latifah, “Analisis Pelaksanaan Wakaf..., hlm. 10

Gambar 3.1 Luas Tanah Wakaf Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara

Dari jumlah tanah wakaf sebanyak 7.673Ha belum memberikan kontribusi kepada prekonomian masyarakat yang ada di Kecamatan Tanjung,seperti yang dikatakan oleh bapak Hamdun selaku sekertaris BWI Kabupaten bahwa tanah wakaf yang ada di Kecamatan Tanjung secara pengelolaan masih konsumtif akan tetapi berpotensi untuk dijadikan tanah wakaf yang produktif seperti tanah wakaf yang berupa persawahan dan perkebunan.79

Potensi tanah wakaf produktif yang ada di Kecamatan Tanjung memiliki jumlah 3.593Ha dalam bentuk perkebunan, persawahan, lahan masjid pinggir jalan raya yang bisa dijadikan sebuah ruko. Sebagaimana pengertian dari wakaf produktif itu adalah harta yang dapat digunakan untuk kepentingan produksi baik dibidang pertanian, perindustrian, perdagangan, dan jasa yang manfaatnya bukan pada benda wakaf secara langsung, tetapi dari keuntungan

79 Hamdun, Wawancara, Tanjung, 24 Mei 2022

bersih dari hasil pengembangan wakaf yang diberikan kepada orang-orang yang berhak sesuai dengan tujuan wakaf.80

Tanah wakaf yang berupa persawahan dan perkebunan hasilnya masih dipergunakan untuk pembangunan masjid, dan membiayai aktivitas pemeliharaan masjid. Dalam artian bahwa tanah wakaf yang berupa persawahan dan perkebunan masih dimanfaatkan kedalam bentuk wakaf konsumtif belum dimanfaatkan ke dalam wakaf yang produktif.

Dapat kita lihat dari tabel Pemanfaatan wakaf pada bab sebelumnya bahwa pelaksanaan wakaf produktif yang telah terlaksana baru ada 10 pondok pesantren dan 3 madrasah, dimana wakaf tersebut dapat dikategorikan sebagai wakaf yang produktif. Makna produktif adalah menghasilkan, akan tetapi tidak semua yang menghasilkan haruslah berupa finansial. Menghasilkan Sumber Daya Manusia yang baik juga dapat disebut suatu bentuk keproduktifan.

Tabel 3.7 Pemanfaatan Aset Tanah Wakaf Produktif di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.

No Alamat Peruntukan Luas (M2) Nadzir 1

Sigar

Penjalin Pesantren 800 Mahsan Hasyim 2

Sigar

Penjalin Pesantren 750 Miftahuddin, M.Pd.I

3 Sokong Pesantren 3558 Mohamad

Wildah

4 Sokong Sekolah 5.03 Drs. H. Muhajir

5 Sokong Sekolah 281 Misbah

80Veithzal Rival Zainal, “Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf..., hlm. 6

6 Tanjung Sekolah 998 Mahsun As-ad 7 Tanjung Pesantren 1100 Arif Maulana 8 Tanjung Pesantren 148 Arif Maulana 9 Jenggala Pesantren 1794 Johardi 10 Jenggala Pesantren 425 Johardi

11 Jenggala Pesantren 933 Dedi Rahmadi Maka dapat disimpulkan bahwa wakaf produktif di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara belum optimal karena kurangnya masyarakat dalam berwakaf secara produktif serta partisipasi pemerintah untuk lebih mengoptimalkan pemberdayaan wakaf di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara pada umumnya.

Adapun hambatan dan kendala Badan Wakaf Indonesi (BWI) tingkat Kabupaten dalam proses pengawasan lembaga wakaf di Kecamatan Tanjung yang dituturkan oleh Bapak Hamdun selaku sekertaris dari BWI Kabupaten yaitu:81

1. Minimnya anggaran sosialisasi untuk wakaf khususnya wakaf produktif.

2. Minimnya Sumber Daya Manusia yang menguasai bidang dalam mengelola wakaf produktif.

3. Masyarakat masih berfikir konsumtif untuk berwakaf Beberapa hambatan dan kendala yang telah dipaparkan sebelumnya, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan yakni.

1. Membenahi sistem kemampuan SDM nadzir, seperti menambah wawasan dan pengetahuan nadzir-nadzir wakaf yang ada. Dengan hal ini diharapkan nadzir menjadi lebih profesional, amanah, dan tanggung jawab.

81 Hamdun, Wawancara, Tanjung, 24 Mei 2022

2. Memberikan wawasan kepada masyarakat agar lebih dapat mengerti bahwa wakaf tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah saja.

Selain dari hambatan-hambatan dan kendala yang ada tersebut, adapun cara pemetaannya sebagai berikut : 1. Pengumpulan data

Dalam hal pengumpulan data, peneliti mengumpulkan data tanah wakaf yang terdaftar di SIWAK Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara melalui KUA Kecamatan Tanjung, lalu melakukan wawancara ke beberapa nadhir untuk mengetahui pengelolaan dan pemanfaatan tanah wakaf yang dikelola nadzir tersebut.

2. Penyajian data

Peneliti melakukan penyajian data dengan mengelompokkan data tanah wakaf sesuai dengan alamat Desa masing-masing, kemudian mengelompokkannya kedalam data potensi tanah wakaf produktif dengan melihat letak geografis tanah wakaf yang ada.

48 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Dari seluruh pembahasan yang telah peneliti uraikan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan wakaf di Kecamatan Tanjung masih bersifat konsumtif ketimbang produktif. Pelaksanaan wakaf produktif sudah terlaksana yakni memiliki luas 1.079Ha sedangkan potensi tanah wakaf produktif memiliki luas 3.593Ha dari jumlah tanah wakaf secara keseluruhan yang ada di Kecamatan Tanjung. Maka dapat disimpulkan bahwa wakaf produktif di Kecamatan Tanjung belum optimal karena kurangnya masyarakat dalam berwakaf secara produktif serta pasrtisipasi pemerintah untuk lebih mengoptimalkan pemberdayaan wakaf di Kecamatan Tanjung pada umumnya.

B. Saran

Untuk pengelolaan potensi tanah wakaf produktif yang ada di Kecamatan Tanjung peneliti mengajukan atau menyampaikan beberapa saran sebagai beikut :

1. Adakan pelatihan untuk para nadzir dalam mengelola tanah wakaf produktif.

2. Kepada pihak BWI Kabupaten untuk selalu adakan sosialisasi ke setiap Desa atau Kelurahan tentang wakaf produktif agar masyarakat paham apa itu wakaf produktif.

3. Perlunya adanya partisipasi pemerintah setempat untuk lebih mengoptialkan pemberdayaan wakaf di Kecamatan Tanjung maupun di seluruh Kabupaten Lombok Utara umumnya.

49

DAFTAR PUSTAKA

Al-Nawawi al-Syafi‟i Imam Abi Zakaria bin Syaraf, Riyadus Al- Shalihin (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Islami, 2010).

Abdul Nasir Khoerudin, “Tujuan dan Fungsi Wakaf Menurut Para Ulama dan Undang-Undang di Indonesia”, Tazkia, Vol. 19, Nomor 2, Desember

Aries Mufti dan Muhammad Syakir Sula, Amanah Bagi Bangsa, Konsep Sistem Ekonomi Syariah, (Jakarta: MES, 2009).

Amelia Fauzi.dkk, Filantropi Islam dan Keadilan Sosial, Studi Tentang Potensi, dan Pemanfaatan Filantropi Islam di Indonesia, (Jakarta: CSRC,2006).

Afifuddin dan Beni Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: CV.Pustaka Setia, 2012)

.Aditya Nugroho & Wahyu Andhyka K, “Sistem Informasi Geografis Pemetaan Lokasi Bird Contesr Kota Malang Berbasis Android”, SISTEMASI, Vol. 7, Nomor 3, September 2018.

Achmad Dzikri Rajuli. Dkk, “Studi Analisis Ayat-Ayat Wakaf dalam Tafsir Al-Azhar”, Ekonomi Islam, Vol. 1, Nomor 13

Ahmad Djunaidi, Menuju Era Wakaf Produktif, (Jakarta: Mumtaz Publishing, 2007).

Depag RI, Fiqih Wakaf, (Jakarta: Direktoat Pemberdayaan Wakaf Dirjen BIMAS Islam Depatemen Agama RI, 2007).

--- , Al-Qur‟anul Karim Tafsir Perkata Tajwid Kode, terj.

Muhamad Shohib, (Jakarta: Al-Fatih, 2009).

--- , Panduan Pemberdayaan Tanah Wakaf Produktif Strategis di Indonesia, (Jakarta: Direktoat Pemberdayaan Wakaf Dirjen BIMAS Islam Depatemen Agama RI, 2007).

Djam‟an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif,(Bandung: ALFABETA cv, 2014).

Dhevia Nursafitri, “Praktik Tukar Tambah Tanah Wakaf Persfektip Hukum Ekonomi Syaiah”,(Skripsi: UIN Mataram,2020).

Daryanto, Kamus Indonesia Lengkap, (Surabaya: Apollo, 1997).

Daharmi Astuti.dkk, “Pemetaan Potensi Wakaf di Koa Pekanbaru”,Agama dan Ilmu Pengetahuan, Vol.18, Nomor 2, Oktober 2021.

Devi & Megawati, “Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Produktif di Kota Pekanbaru”, Hukum Islam, Vol. XIV, Nomor 1, November 2014.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008).

Erni Tisnawati Sule, Pengantar Manajemen, (Jakarta: Kencana Perdana Media Group, 2009).

Elvinaro Ardianto, metodologi Penelitian untuk Public relations Kuantitatif dan Kualitatif, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2014).

Fakhruddin M, “Pemetaan Tanah Wakaf di Kabupaten Karawang” Multikultural dan Multireligius, Vol. 17, Nomor 1, Juni 2018.

Hamdi, “Penerapan Fungsi Manajemen Pada Kantor Kelurahan Rantau Kiwa Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin” Ekonomi Bisnis, Jilid 6, Nomor 2, Juli 2020.

Hamdani, Dasar-Dasar Kependidikan, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2011).

Hamdan Firmansyah, “Penafsiran Ayat-Ayat Ahkam Tentang Wakaf”,Wakaf dan Ekonomi Islam, Vol 12, Juni 2019.

H.A. Rusdiana, Pengelolaan Pendidikan, (Bandung: CV. Pustaka Seria, 2015).

Indah Yuliana & Surya Perdana Hadi, “Model Penerapan dan Potensi Wakaf Saham di Indonesia”, Perspektif Ekonomi Darussalam, Vol. 5, Nomor 2, September 2019.

Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Kencana, 2017).

Munawwir,Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap, (Surabaya: Pustaka Progresif, 1997).

Mardani, Fiqh Ekonomi Syariah, Fiqh Muamalah, (Jakarta:Kencana Prenadamedia Grup, 2013).

.

Mundzir Qahaf, Manajemen Wakaf Produktif, (Jakarta: Khalifa, 2004).

Mohamad Ainun Najib, “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Melalui Manajemen Aset Wakaf Berbasis Skim Mudhorobah dan Ijarah”, Wakaf dan Ekonomi Islam, Vol 13, No. 2.

Nur Azizah Latifah, “Analisis Pelaksanaan Wakaf di Kuwait”

Zakat dan Wakaf, Vol.6 ,No. 1, 2019.

Nunung Lasmana, “Wakaf dalam Tafsir Al-Manar (Penafsiran Atas Surah Al-Baqarah Ayat 261-263 dan Al-Imran Ayat 92)” Ekonomi dan Bisnis Islam, Vol. 1, Nomor 2, 20162018.

“Potensi Wakaf di Indonesia”, Artikel diakses tanggal 16 Juni 2021dari

https://money.kompas.com/read/2020/10/30/193149326/p otensi-wakaf-di-indonesia-capai-rp-180-triliun-per-tahun.

Peraturan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Pegembangan Harta Benda Wakaf, Pasal 1 ayat (1), dalam www.bwi.go.id diakses tanggal 16 januari 2022

Rachmadi Usman, Hukum Perwakafan Di Indonesia,(Jakarta:

Sinar Grafika, 2009).

Restu Mahdila & Eki Saputra, “Sistem Informasi Pemetaan Kualitas Pendidikan di Kota Pekanbaru Berbasis WEB”, Rekayasa dan Manajemen Sistem Informasi, Vol. 1, Nomor 2, Agustus 2015.

Rahmawati, “Pengelolaan dan Pemanfaatan Tanah Wakaf Di Desa Pemenang Barat Lombok Utara (Tinjauan Hukum Islam)”, (Skipsi: IAIN Mataram, 2015).

Sulaiman Bin Ahmad Al-Thabrany, Kitab Mu‟jam Al-Ausath, (Khairo: Darul Haromain, t.th).

Suharsimi Arikunta, Pengelolaan Kelas dan Siswa, (Jakarta: CV.

Rajawali, 1988).

Suhrawardu K. Lubis. dkk, Wakaf dan Pemberdayaan Umat, (Jakarta: Sinar Grafika, 2010).

Siswahyudianto, “Potensi Wakaf Untuk Perumahan dan Permukiman Rakyat”Akuisisi, Vol. 12, Nomor 2, November 2016.

Samuel Batlajery, “Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen Pada Aparatur Pemerintahan Kampung Tambat Kabupaten Merauke” Ilmu Ekonomi dan Sosial, Vol. VII, Nomor 2, Oktober 2016.

Suriawati, “Pandangan Tokoh Masyarakat Terhadap Pengelolaan Tanah Wakaf Di Desa Lingsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Baat”, (Skipsi: UIN Mataram, 2016).

Veithzal Rival Zainal, “Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Produktif”Wakafdan Ekonomi, Vol. 9, Nomor 1, 2016.

54

LAMPIRAN

Lampiran 1. Dokumentasi Kegiatan

Pengesahan Data Tanah Wakaf oleh Kepala KUA Kecamatan Tanjung. Kabupaten Lombok Utara.

Dokumentasi Wawancara dengan Sekertaris BWI Kabupaten Lombok Utara.

Dokumentasi Wawancara dengan Penyuluh Wakaf Kantor KUA Kecamatan Tanjung.

Dokumen Wawancara dengan Nadzir Tanah Wakaf Dusun Telok Dalam Desa

Dokumentasi Wawancara dengan Nadzir Tanah Wakaf Dusun Telotok

Dokumentasi Tanah Wakaf Dusun Tanak Song Desa Jenggala.

Dokumentasi Tanah Wakaf Dusun Telok Dalam Desa Desa Medana

Dokumentasi Tanah Wakaf untuk Sekolah Mts. NW Dusun Tanak Song Desa Jenggala.

Dokumentasi Wawancara dengan Nadzir Tanah Wakaf Dusun Penjalin Desa Sigar Penjalin.

Dokumentasi Tanah Wakaf Perkebunan Dusun Dasan Tatar Desa Sigar Penjalin.

Lampiran 2. Kelengkapan Penelitan

Dokumen terkait