G. Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama
II. ANALISIS SWOT PROGRAM STUDI
Bagian ini berisi analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) antar komponen yang diakhiri strategi dan pengembangan. Komponen yang dimaksud dalam bagian ini mencakup lima kelompok komponen evaluasi diri, yaitu:
1. Masukan mentah, meliputi komponen kemahasiswaan.
2. Masukan lingkungan, meliputi komponen integritas, jati diri, misi, visi, tujuan, sasaran, dan suasana akademik.
3. Masukan instrumental, meliputi komponen dosen dan tenaga pendukung, kurikulum, sarana dan prasarana, pembiayaan, sistem informasi, dan sistem jaminan mutu.
4. Proses, meliputi komponen tata pamong, pengelolaan program, proses pembelajaran, sistem informasi, dan sistem penjaminan mutu.
5. Keluaran, meliputi komponen lulusan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan hasil lainnya.
ANALISIS SWOT DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM STUDI PPG FKIP UNTAN A. Analisis SWOT Komponen Masukan Mentah serta Strategi dan Pengembangan
FAKTOR INTERNAL
Kekuatan (S)
1. Pimpinan program studi, dosen tetap, dan tenaga kepeddidikan Program Studi PPG FKIP UNTAN secara sinergis melaksanakan PPG dengan sepenuh hati dan komitmen yang tinggi dalam memberikan layanan demi kelancaran dan keberhasilan Program Studi PPG FKIP UNTAN.
2. Dalam implementasi kegiatan lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran, dan peer teaching, semua dosen bidang studi menunjukkan dukungan dan komitmen profesional yang tinggi.
Kelemahan (W)
1. Persentase kelulusan Uji Pengetahuan (UP) mahasiswa PPG Dalam Jabatan masih tergolong rendah (≤60%).
2. Beban kerja dosen PPG cukup padat sehingga layanan bimbingan profesional kepada mahasiswa PPG kurang optimal.
3. Proses penerimaan mahasiswa
baru Program Studi PPG FKIP
82 FAKTOR EKSTERNAL
3. Mekanisme proses seleksi calon mahasiswa Program Studi PPG dilakukan secara nasional melalui sistem seleksi yang standar dan baku yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti.
4. Hasil ujian masuk (passing grade) mahasiswa Program Studi PPG FKIP UNTAN relatif tinggi, sehingga mereka secara potensial bisa mengikuti keseluruhan program PPG dengan baik.
UNTAN tidak bersamaan dengan penerimaan mahasiswa regular, baik Program Diploma, Program Sarjana, maupun Program Magister sehingga sistem PPG tidak jarang mengalami kesulitan untuk bisa masuk ke dalam sistem aplikasi akademik UNTAN yang sudah memiliki aplikasi yang baku.
Peluang (O)
1. Banyak pilihan sumber belajar yang bisa dimanfaatkan mahasiswa Program Studi PPG FKIP UNTAN dalam mencari berbagai informasi, baik yang disediakan oleh UNTAN melalui layanan perpustakaan maupun sumber belajar online.
2. Mahasiswa Program Studi PPG FKIP UNTAN memiliki latar belakang budaya, etnis, dan adat istiadat yang beragam. Ini dapat memperkaya sikap toleransi dan saling menghargai dalam masyarakat yang heterogen.
3. Program Studi PPG FKIP UNTAN memiliki peluang untuk memperoleh kuota calon mahasiswa secara berkelanjutan, karena Program Studi PPG FKIP UNTAN menyiapkan sumber daya yang memadai baik, dosen, guru pamong, sekolah mitra, sarana dan prasarana, termasuk tersedianya
Strategi SO Strategi WO
1. Komitmen terhadap mekanisme proses seleksi calon mahasiswa Program Studi PPG sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kemdikbud, bisa diperoleh mahasiswa PPG yang siap melaksanakan kegiatan pembelajaran, baik secara daring maupun tatap muka di kampus serta kegiatan PPL yang dilaksanakan di sekolah mitra baik di tingkat SD, SMP, SMA, maupun SMK.
2. Menjaga dan meingkatkan komitmen dan profesionalisme dosen dan guru pamong serta sumber belajar yang tersedia agar pelaksanaan pembelajaran melalui kegiatan lokakarya maupun PPL di sekolah mitra dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya
3. Pimpinan Program Studi PPG FKIP UNTAN bersama dosen pembimbing dan staf secara sinergis melaksanakan layanan secara professional yang berbasis kebutuhan kepada seluruh mahasiswa PPG sejak kegiatan pebelajaran daring, lapor diri, sampai dengan Uji Kinerja (UKin) dan Uji Pengetahuan (UP).
1. Karena persentase kelulusan Uji Pengetahuan (UP) mahasiswa PPG Dalam Jabatan tergolong rendah (≤60%), maka sangat penting dilakukan intensifikasi
pembimbingan dan
pendampingan kepada para mahasiswa untuk memperkuat penguasaan pengetahuan bidang studi yang bercirikan TPACK.
2. Karena beban kerja sebagian
besar dosen cukup padat, maka
layanan bimbingan melalui
multimedia sangat penting untuk
ditingkatkan kualitasnya,
termasuk fasilitas internet
dengan sinyal yang kuat perlu
disediakan di banyak titik di
lokasi kampus. Ini sangat penting
guna memudahkan mahasiswa
83
asrama khusus PPG maupun asrama
mahasiswa UNTAN.
4. Meningkatkan kualitas kegiatan pembinaan karakter mahasiswa dan pembinaan asrama kepada mahasiswa PPG melalui berbagai kegiatan baik kegiatan keagamaan, kegiatan sosial, kegiatan olah raga ataupun pembinaan karakter melalui kehidupan di asrama agar bisa menghasilkan calon guru yang profesional, berkarakter, dan bermartabat.
PPG untuk mendapatkan
pengetahuan dan peningkatan
keterampilan agar tidak hanya
terbatas pada kegiatan
pembelajaran tatap muka saja.
84 Ancaman (T)
1. Dalam rekrutmen calon ASN, lulusan PPG yang sudah memiliki sertifikat pendidik tidak otomatis bisa diterima sebagai guru negeri (ASN). Ini menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi para lulusan PPG yang berminat menjadi guru pada satuan pendidikan yang dikelola pemerintah (sekolah negeri).
2. Pada PPG Prajabatan banyak mahasiswa lulusan dari LPTK (sarjana pendidikan) yang merasa tidak adil dengan dibolehkannya mahasiswa lulusan non-kependidikan untuk ikut mendaftar dan ikut seleksi menjadi mahasiswa PPG.
3. Sebagian mahasiswa PPG Dalam Jabatan yang belum menjadi ASN memiliki kemampuan pedagogis maupun kemampuan bidang studi yang masih terbatas. Ini menyulitkan pelaksanaan PPG untuk memenuhi kualitas sesuai dengan standar mutu yang diharapkan.
Strategi ST Strategi WT
1. Adanya kesenjangan kemampuan akademik antara mahasiswa PPG yang satu dengan yang lainnya, sebagi akibat dari heterogenitas daerah asal dan sekolah asal, maka menjadi sangat penting dilakukan program pengayaan dan penguatan bagi mahasiswa PPG yang tergolong
lower group sehingga mereka bisamencapai kesetaraan dengan kelompok lainnya.
2. Sebagian mahasiswa PPG Dalam Jabatan yang belum menjadi ASN memiliki kemampuan pedagogis dan kemampuan bidang studi yang masih di bawah dari standar. Untuk itu, dukungan dan komitmen dosen profesional yang tinggi menjadi sangat penting agar dalam kegiatan lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran dapat mengatasi kemampuan mahasiswa PPG Dalam Jabatan yang kemampuannya masih kurang memenuhi kualitas sesuai dengan standar mutu yang diharapkan.
3. Melalui mekanisme seleksi calon mahasiswa PPG yang dilakukan secara nasional, proses pelaksanaan PPG secara subtantif dapat mengatasi kesenjangan kemampuan antara calon mahasiswa PPG Prajabatan maupun PPG Dalam Jabatan antara yang berasal dari kota, pinggiran kota, dan pedesaan atau pedalaman serta yang lulusan Sarjana Pendidikan dan Non-Kependidikan.
1. Karena persentase kelulusan Uji Pengetahuan (UP) mahasiswa PPG Dalam Jabatan masih tergolong rendah (≤60%), maka pelaksanaan program PPG harus optimal sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada agar dapat meningkatkan penguatan kemampuan profesional guru melalui lokakarya perangkat pembelajaran dan perencanaan PTK.
2. Karena lulusan PPG yang sudah mendapat sertifikat pendidik tidak otomatis diterima sebagai ASN, maka perlu diberikan penguatan agar tidak menjadi kekhawatiran bagi para lulusan PPG karena mereka dapat menjadi guru profesional baik di sekolah negeri di swasta.
3. Pemanfaatan teknologi dalam
proses pembelajaran daring penting
untuk selalu ditingkatkan
kualitasnya agar mampu dengan
baik mengatasi keterbatasan
layanan pembimbingan dan
pendampingan profesional kepada
mahasiswa PPG sebagai akibat
dari beban kerja sebagian besar
dosen yang cukup padat.
85 Strategi dan Pengembangan Komponen Masukan Mentah
1.
Strategi pengembangan pertama: pimpinan UNTAN, pimpinan FKIP UNTAN, pimpinan Program Studi PPG FKIP UNTAN, paradosen, dan tenaga kependidikan PPG FKIP UNTAN melakukan penguatan secara berkelanjutan
(cointinus reinforcement) tentangtugas pokok dan standar operasional prosedur pembelajaran di PPG FKIP UNTAN untuk menghasilkan lulusan PPG yang banymak dan berkualitas.
2.
Strategi pengembangan kedua: membangun koordinasi dan kerjasama yang harmonis dan efektif koordinator PPG FKIP UNTANdengan Kemdikbud dalam rekrutmen calon peserta PPG, pengembagan dan peningkatan kualitas dosen dan guru pamong, pengelolaan PPG, dan besaran pembiayaan PPG FKIP UNTAN.
3.
Strategi pengembangan ketiga: menyusun program dan meningkatkan kualitas model pelaksanaan PPG Prajabatan Mandiri yangakan menjadi andalan program PPG untuk menghasilkan calon guru profesional.
4.
Strategi pengembangan keempat: melaksanakan kunjungan kepada PPG di LPTK yang sudah lebih maju di Indonesia dan PPG dinegara lain di Asia untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang praktik terbaik (best practice) yang dilakukan oleh PPG
di LPTK yang sudah lebih maju tersebut, yang ditindak-lanjuti dengan kolaborasi secara konkrit lewat pengalaman dan pelatihan
dosen dan guru pamong.
86 B. Analisis SWOT Komponen Masukan Instrumental serta Strategi dan Pengembangan
FAKTOR INTERNAL
Kekuatan (S)
1. Seluruh dosen Program Studi PPG FKIP UNTAN sudah memiliki sertifikat pendidik sebagai dosen profesional.
2. Sebagian besar dosen bidang studi memiliki kualifikasi akademik Doktor dan sebagian sudah Guru Besar serta bersertifikat pendidik yang memiliki komitmen terhadap peningkatan mutu proses dan hasil pendidikan Program Studi PPG FKIP UNTAN.
3. Sebagian dosen Program Studi PPG FKIP UNTAN adalah peneliti dan penulis aktif di jurnal nasional maupun internasional.
4. Seluruh dosen Program Studi PPG FKIP UNTAN menjadi fasililator pembelajaran daring.
5. Seluruh dosen Program Studi PPG FKIP UNTAN merupakan anggota asosiasi profesi.
6. Hubungan antara sesama dosen, dosen dengan mahasiswa, dan antar sesama mahasiswa bersifat kooperatif sehingga bisa saling melengkapi satu sama lainnya.
7. Kurikulum di setiap bidang studi dikembangkan sesuai dengan visi dan misi Program Studi PPG FKIP UNTAN serta kebutuhan
stakeholders yang didasarkan kepadatuntutan masyarakat kepada pengguna lulusan.
8. Program Studi PPG FKIP UNTAN bersubsidi pembiayaan dari pusat dan pemerintah daerah provinsi Kalimantan Barat serta pemerintah daerah kabupaten sehingga bisa memperkuat Program Studi PPG FKIP UNTAN.
9. Mahasiswa Program Studi PPG FKIP UNTAN mendapatkan akses sarana dan prasarana yang lengkap yang sudah disediakan oleh Program Studi PPG FKIP UNTAN, fakultas, dan universitas.
Kelemahan (W)
1. Ada sebagian kecil dosen yang kadang-kadang terlambat memasukkan program dan bahan perkuliahan ke dalam website Program Studi PPG FKIP UNTAN.
2. Ada sebagian dosen Program Studi PPG FKIP UNTAN yang belum menyusun buku ajar yang diterbitkan dan belum semua berpartisipasi dalam kegiatan akademik di luar perkuliahan.
3. Sistem pengelolaan PPL bagi
mahasiswa Program Studi PPG
FKIP UNTAN untuk praktik
mengajar per-mahasiswa
ditetapkan seragam secara
nasional sehingga kadang-
kadang menimbulkan keslitan
dalam penyesuaian dengan
karakteristik bidang studi
masing-masing.
87 FAKTOR EKSTERNAL
10. Mahasiswa, dosen dan pimpinan dapat dengan dengan mudah mengakses situs Program Studi PPG FKIP UNTAN, fakultas, dan UNTAN-net untuk mendapatkan modul atau bahan ajar, panduan PPG, peraturan perkuliahan, dan berbagai informasi khususnya tentang Program Studi PPG FKIP UNTAN.
11. Tersedianya perangkat pembelajaran, RPS dan rumusan CPL yang sudah sesuai dengan Panduan Standar Nasional Perguruan Tinggi Kemenristekdikti Tahun 2016.
Peluang (O)
1. Adanya kerjasama dan kemitraan yang harmonis dengan sekolah-sekolah, perguruan tinggi lain, dan
hubungan nasional
memudahkan Program Studi PPG FKIP UNTAN untuk dapat mengundang nara sumber dari luar UNTAN.
2. Melalui kerjasama dan kemitraan yang harmonis dengan perguruan tinggi (PT) di seluruh Indonesia, sekolah mitra, dan instansi lain terkait dapat mengembangkan kemampuan dan kinerja staf Program Studi PPG FKIP UNTAN.
3. Adanya kesempatan yang terbuka dari LPTK lain, sekolah mitra, dan instansi lain terkait
Strategi SO Strategi WO
1. Karena sebagian besar dosen tetap prodi Program Studi PPG FKIP UNTAN dan dosen tetap bidang studi memiliki kualifikasi akademik Doktor dan Guru Besar yang memiliki komitmen terhadap peningkatan mutu proses dan hasil pendidikan Program Studi PPG FKIP UNTAN, maka perlu dioptimalkan peluang kerjasama dengan berbagai instansi terkait mengenai pengembangan struktur dan substansi kurikulum baik dari segi akademik maupun profesi.
2. Upaya memenuhi tuntutan masyarakat mengenai lulusan guru profesional diperlukan strategi pengembangan substansi kurikulum dengan melaksanakan
collaborative research dengan sekolah mitra.3. Peningkatan kinerja tenaga kependidikan Program Studi PPG FKIP UNTAN dilakukan melalui pelatihan kemitraan dengan LPTK lain yang sudah lebih maju dalam pengelolaan administrasi dan teknologi informasi.
1. Memotivasi dosen untuk memasukkan program dan bahan perkuliahan ke dalam website Program Studi PPG FKIP UNTAN, sehingga dapat terbangun kemitraan dan
kerjasama dalam
pengembangan struktur dan substansi kurikulum baik dari segi akademik maupun profesi dengan instansi terkait.
2. Memotivasi dosen untuk menyusun bahan ajar yang diterbitkan dan agar dosen bisa berpartisipasi dalam kegiatan akademik di luar perkuliahan perlu memanfaatkan kemitraan dan kerjasama dengan perguruan tinggi lain.
3. Agar sistem pengelolaan PPL di
sekolah mitra untuk mahasiswa
88
untuk bekerjasama membangun
kemitraan dalam pengembangan struktur dan substansi kurikulum, baik dari segi akademik maupun profesi memberikan kesempatan yang sangat bagus dalam implementasi kurikulum dan proses pembelajaran.
4. Adanya keterbukaan untuk pemanfaatan fasilitas instansi pengguna calon lulusan bagi kepentingan praktik mengajar.
Program Studi PPG FKIP UNTAN sesuai dengan karakteristik tiap-tiap bidang studi, perlu didahulukan intensifikasi kerjasama dengan sekolah mitra.
Ancaman (T)
1. Sistem birokrasi pendanaan yang seringkali menyebabkan lamanya pencairan dana Program Studi PPG FKIP UNTAN, menyebabkan kurangnya kelancaran sistem pelaksanaan kegiatan Program Studi PPG FKIP UNTAN.
Strategi ST Strategi WT
1. Karena semua dosen memiliki kualifikasi akademik Doktor dan sebagian sudah berpangkat Guru Besar serta memiliki sertifikat pendidik dan memiliki komitmen tinggi dalam peningkatan mutu proses dan hasil pendidikan Program Studi PPG FKIP UNTAN, maka perlu memberikan kompensasi yang sesuai atau bahkan lebih tinggi.
1. Sistem birokrasi dan
pemerolehan dana operasional
perlu lebih diefektifkan dan
diefisienkan guna keperluan
pemenuhan pembiayaan
pelaksanaan pembelajaran dan
praktik pengalaman mengajar
(PPL) yang sangat diperlukan
bagi mahasiswa Program Studi
PPG FKIP UNTAN dalam
mengembangkan kompetensi
sebagai calon guru
profesional.
89 Strategi dan Pengembangan Komponen Masukan Instrumental
1. Merencanakan pemberian penghargaan bagi dosen yang menulis buku ajar yang diterbitkan secara nasional dan berkaitan dengan bidang studi PPG.
2. Meningkatkan jumlah penelitian dan pengabdian dosen Program Studi PPG FKIP UNTAN 3. Menambah jumlah dosen tetap khusus PPG dengan latar belakang bidang studi keahlian PPG.
4. Meningkatkan kerjasama dan kemitraan untuk penyelenggaraan PPL, magang, seminar, dan penelitian bersama dengan pengguna calon lulusan atau instansi terkait.
5. Mendatangkan dosen tamu profesional dari LPTK lain yang sudah lebih maju dan kalau perlu dari LPTK luar negeri secara
periodik untuk mengembangkan kemampuan profesional guru.
REFERENSI
Kemendiknas. 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen
Kemenpan-RAB. 2010. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri
Kemenristekdikti. 2014. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi
Kemenristekdikti. 2015. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Kemenristekdikti. 2017. Keputusan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 280/M/KPT/2017 tentang Perguruan tinggi Penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru
Kemenristekdikti. 2017. Panduan Teknis II, Petunjuk Bagi Mahasiswa Peserta UKMPPG.
Jakarta: Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kemenristekdikti. 2017. Pedoman Penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru. Jakarta:
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kemenristekdikti. 2017. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Tanjungpura
Kemenristekdikti. 2018. Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 776/KPT/I/2018 tentang Izin Pembukaaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru Pada Universitas Tanjungpura di Kota Pontianak
Kemenristekdikti. 2018. Pedoman Penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru. Jakarta:
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Pusat Penjamin Mutu Universitas Tanjungpura, Kebijakan Akademik Universitas Tanjungpura,
2009.
Pusat Penjamin Mutu Universitas Tanjungpura, Kode Etik Dosen Universitas Tanjungpura, 2009.
Pusat Penjamin Mutu Universitas Tanjungpura, Manual Mutu Universitas Tanjungpura, 2009.
Pusat Penjamin Mutu Universitas Tanjungpura, Peraturan Akademik Universitas Tanjungpura Bidang Pendidikan, Bidang Penelitian, Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat, 2009.
Pusat Penjamin Mutu Universitas Tanjungpura, Standar Akademik Universitas Tanjungpura, 2009.
Rencana Strategis dan Rencana Operasional Universitas Tanjungpura Tahun 2015-2019 Rencana Strategis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura tahun 2015-
2019
Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 48/DJ/KIP/1983 tentang Beban Tugas Tenaga Pengajar Perguruan Tinggi Negeri
Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Undang-Undang Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi