• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, Serta Sistem Informasi

Sistem pembiayaan dan alokasi dana Program Studi PPG berbeda PPG Parajabatan dengan PPG Dalam Jabatan. Pembiayaan PPG Prajabatan, baik PPG SM3T maupun PPG Prajabatan Bersubsidi, semua pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah pusat melalui

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

52 dana APBN. Sedangkan PPG Dalam Jabatan pembiayaannya sebagian ditanggung oleh pemerintah pusat melalui dana APBN, tetapi sebagian ditanggung oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota melalui dana APBD.

F.1.1. Pembiayaan PPG SM3T

PPG SM3T merupakan Program PPG Prajabatan Berasrama. Seluruh mahasiswa tinggal di Asrama PPG UNTAN yang telah disediakan oleh Rektor. Seluruh komponen pembiayaan bagi mahasiswa ditanggung oleh pemerintah pusat melalui dana APBN.

Komponen-komponen pembiayaan sangat komprehensif mencakup seluruh kebutuhan mahasiswa, yaitu: (1) tiket kedatangan dan tiket kepulangan setelah lulus, (2) biaya pendidikan, (3) biaya hidup, termasuk di dalamnya konsumsi dan akomodasi (4) uang buku, (5) uang saku, (6) uang kesehatan, (7) uang transport PPL ke sekolah, (8) uang asuransi kecelakaan, (8) uang kegiatan ekstra kurikuler dan pembinaan karakter, (9) uang jaket almamater dan seragam olah raga, (10) uang wisata budaya, dan (10) biaya pendalaman materi persiapan menghadapi Uji Pengetahuan (UP).

Jumlah satuan biaya per-mahasiswa adalah: (1) PPG SM3T Tahun 2016 sebesar Rp50.000.000,- per-mahasiswa. Karena jumlah mahasiswa PPG SM3T Tahun 2016 sebanyak 16 orang, maka total keseluruhan dana PPG SM3T Tahun 2016 sebesar Rp800.000.000,- (2) PPG SM3T Tahun 2017 mengalami penurunan menjadi Rp47.500.000,- per-mahasiswa. Karena jumlah mahasiswa PPG SM3T Tahun 2017 sebanyak 34 orang, maka total keseluruhan dana PPG SM3T Tahun 2017 sebesar Rp1.615.000.000,- (3) PPG SM3T Tahun 2018 satuan biaya masih tetap yaitu Rp47.500.000,- per-mahasiswa. Karena jumlah mahasiswa PPG SM3T Tahun 2018 sebanyak 56 orang, maka total keseluruhan dana PPG SM3T Tahun 2018 sebesar Rp2.660.000.000,-.

Mekanisme pembiayaan dilakukan dalam bentuk kerjasama antara Ditjen Belmawa dengan Universitas Tanjungpura yang dituangkan dalam bentuk Kontrak Kerjasama.

Setelah semua persyaratan kontrak kerjasama terpenuhi, pencairan dana dilakukan dengan cara transfer oleh Ditjen Belmawa ke rekening Universitas Tanjungpura. Untuk keperluan pembiayaan PPG SM3T, maka Program Studi PPG harus mengajukan pencairan dana kepada Rektor berdasarkan RAB yang telah dibuat oleh Program Studi PPG dengan diketahui dan disetujui oleh Dekan FKIP.

Pembiayaan PPG SM3T dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 sebagaimana tertera pada Tabel F.1.

Tabel F.1. Pembiayaan PPG SM3T Tahun 2016-2018

Tahun Jumlah

Mahasiswa

Satuan Biaya Total Sumber

Dana

2016 16 50.000.000 800.000.000 APBN

2017 34 47.500.000 1.615.000.000 APBN

2018 56 47.000.000 2.660.000.000 APBN

TOTAL 5.075.000.000 APBN

Jika dituangkan ke dalam bentuk diagram, maka pembiayaan program PPG SM3T itu tampak sebagaimana tertera pada Diagram F.1.

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

53 Diagram F.1. Pembiayaan PPG SM3T Tahun 2016 s.d. 2018

F.1.2. Pembiayaan PPG Prajabatan Bersubsidi

Program PPG Prajabatan Bersubsidi, sesuai dengan namanya, merupakan program PPG yang memperoleh subsidi bantuan pemerintah pusat dalam pembiayaannya. Hanya saja, pembiayaan dari pemerintah pusat ini tidak meliputi keseluruhan komponen sebagaimana pada program PPG SM3T. Pada program PPG Prajabatan Bersubsidi ini yang dibiayai oleh pemerintah hanya komponen biaya pendidikan saja, sedangkan komponen biaya lainnya seluruhnya ditanggung sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan. Besarnya biaya pendidikan yang disubsidi oleh pemerintah pusat ini adalah Rp7.500.000,- per- mahasiswa per-semester. Karena lama pendidikan program PPG Prajabatan Bersubsidi ini dua semester, maka biaya keseluruhan permahasiswa adalah Rp15.000.000,-.

Program PPG Prajabatan Bersubsidi di FKIP Universitas Tanjungpura dilaksanakan pada tahun 2018 sebanyak dua gelombang, yaitu Program PPG Prajabatan Bersubsidi Gelombang II dan Gelombang III. Jumlah mahasiswa Program PPG Prajabatan Bersubsidi Gelombang II sebanyak 38 orang sehingga jumlah dana keseluruhan selama dua semester adalah Rp570.000.000,- Sedangkan jumlah mahasiswa Program PPG Prajabatan Bersubsidi Gelombang III mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebanyak 73 orang sehingga jumlah dana keseluruhan selama dua semester adalah Rp1.095.000.000,-

Pembiayaan Program PPG Prajabatan Bersubsidi tahun 2018 Gelombang II dan III sebagaimana tertera pada Tabel F.2.

Tabel F.2. Pembiayaan Program PPG Prajabatan Bersubsidi Tahun 2018 Gelom-

bang

Jumlah Mahasiswa

Satuan Biaya

Total Sumber Dana

II 38 15.000.000 570.000.000 APBN

III 73 15.000.000 1.095.000.000 APBN

Total 1.665.000000 APBN

Mekanisme pembiayaan PPG Prajabatan Bersubsidi dilakukan dalam bentuk kerjasama antara Ditjen Belmawa dengan Universitas Tanjungpura yang dituangkan dalam bentuk Kontrak Kerjasama. Setelah semua persyaratan kontrak kerjasama terpenuhi, pencairan dana dilakukan dengan cara transfer oleh Ditjen Belmawa ke rekening Universitas Tanjungpura. Untuk keperluan pembiayaan kegiatan, Program Studi PPG harus mengajukan pencairan dana kepada Rektor berdasarkan RAB yang telah dibuat oleh Program Studi PPG dengan diketahui dan disetujui oleh Dekan.

800.000.000

1.615.000.000 2.660.000.000

DANA PPG SM3T

2016 2017 2018

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

54 Jika dituangkan ke dalam diagram, maka besarnya pembiayaan PPG Prajabatan Bersubsidi Gelombang II dan III sebagaimana pada Diagram F.2.

Diagram F.2. Pembiayaan PPG Prajabatan Bersubsidi Tahun 2018

F.1.3. Pembiayaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2018

PPG Dalam Jabatan merupakan program PPG yang mahasiswanya adalah mereka yang sudah menjadi guru, baik PNS maupun Non-PNS dengan syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh Ditjen GTK dan telah dinyatakan lulus seleksi.

Pada program PPG Dalam Jabatan ini biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah, baik pemerintah pusat melalui dana APBN maupun pemerintah daerah kabupaten/kota melalui dana APBD. Sedangkan komponen biaya lainnya ditanggung sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan. Besarnya biaya pendidikan yang disubsidi oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah secara keseluruhan sampai lulus adalah Rp7.500.000,- karena lama studi PPG Dalam Jabatan hanya satu semester.

Program PPG Dalam Jabatan di FKIP Universitas Tanjungpura dilaksanakan pada tahun 2018 sebanyak dua gelombang, yaitu Program PPG Dalam Jabatan Gelombang I dan Gelombang II. Jumlah mahasiswa Program PPG Dalam Jabatan Gelombang I sebanyak 79 orang sehingga jumlah dana keseluruhan adalah Rp592.500.000,- Sedangkan jumlah mahasiswa Program PPG Dalam Jabatan Gelombang II mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebanyak 131 orang sehingga jumlah dana keseluruhan adalah Rp982.500.000,-

Pembiayaan Program PPG Dalam Jabatan tahun 2018 Gelombang I dan II sebagaimana tertera pada Tabel F.3.

Tabel F.3. Pembiayaan Program PPG Dalam Jabatan Tahun 2018 Gelom-

bang

Jumlah Mahasiswa

Satuan Biaya

Total Sumber

Dana

I 79 7.500.000 592.500.000 APBN

II 131 7.500.000 982.500.000 APBN

Total 1.575.000000 APBN

Jika dituangkan ke dalam diagram, maka pembiayaan PPG Dalam Jabatan Gelombang I dan II Tahun 2018 sebagaimana pada Diagram F.3.

GELOMBANG II 570.000.000

GELOMBANG III 1.095.000.000

PEMBIAYAAN PPG PRAJABATAN BERSUBSIDI TAHUN 2018

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

55 Diagram F.3. Pembiayaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2018

F.1.4. Pembiayaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2019

Program PPG Dalam Jabatan ini kemudian berlanjut pada tahun 2019. Bahkan pada tahun 2019 ini PPG Dalam Jabatan di FKIP UNTAN berlangsung sebanyak lima gelombang, yaitu Gelombang I sampai dengan dengan Gelombanng V. Pada tahun 2019 program PPG Dalam Jabatan biaya pendidikannya sebagian ditanggung oleh pemerintah pusat melalui dana APBN dan sebagian ditanggung oleh pemerintah provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan dan sebagian ditanggung oleh pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten. Adapun kabupaten yang sudah membiayai mahasisw PPG Dalam Jabatan pada tahun 2019 adalah Kabupaten Sintang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Ketapang. Biaya pendidikan yang ditanggung oleh pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten adalah Rp7.500.000- per-mahasiswa sampai mereka lulus. Sedangkan komponen biaya lainnya ditanggung sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan.

Pembiayaan Program PPG Dalam Jabatan tahun 2019 yang pembayaannya oleh APBN adalah sebagaimana tertera pada Tabel F.4.

Tabel F.4. Pembiayaan Program PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 Gel. Jumlah

Mhs

Satuan

Biaya Total Sumber Dana

I 286 7.500.000 2.145.000.000 APBN

Sub Total 2.145.000.000

II

62 7.500.000 465.000.000 APBN

49 7.500.000 367.500.000 APBD Provinsi 52 7.500.000 382.500.000 APBD Kab. Sintang 15 7.500.000 112.500.000 APBD Kab. Ketapang Sub Total 1.327.500.000

III 35 7.500.000 262.500.000 APBN

15 7.500.000 112.500.000 APBD Provinsi 6 7.500.000 45.000.000 APBD Kab. Sintang 22 7.500.000 165.000.000 APBD Kab. Bengkayang

1 7.500.000 7.500.000 APBD Kab. Ketapang

Sub Total 592.500.000

IV 96 7.500.000 720.000.000 APBN

2 7.500.000 15.000.000 APBD Kab. Bengkayang GELOMBANG I

592.500.000 GELOMBANG II

982.500.000

PEMBIAYAAN PPG DALAM JABATAN TAHUN 2018

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

56 3 7.500.000 22.500.000 APBD Kab. Ketapang

Sub Total 757.500.000

V 83 7.500.000 622.500.000 APBN

1 7.500.000 7.500.000 APBD Provinsi 4 7.500.000 30.000.000 APBD Kab. Ketapang

Sub Total 700.000.000

Grand Total 5.522.500.000

Tabel F.4. itu menunjukkan bahwa pembiayaan pendidikan PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 termasuk besar yaitu Rp5.522.500.000 karena meliupti Gelombang I sampai dengan Gelombang V. Besarnya pembiaya pendidikan tiap-tiap gelombang bervariasi, yaitu Gelombang I Rp2.145.000.000, Gelombang II Rp1.327.500.000, Gelombang III Rp592.500.000, Gelombang IV Rp757.500.000, dan Gelombang V Rp700.000.000. Artinya, jumlah pembiayaan PPG Dalam Jabatan yang paling besar adalah pada Gelombang I (Rp2.145.000.000) kemudian disusul Gelombang II (Rp1.327.500.000). Selanjutnya, adalah pembiayaan pada Gelombang IV (Rp757.500.000) dan Gelombang V (Rp700.000.000).

Pembiayaan yang paling kecil adalah pada Gelombang III (Rp592.500.000).

Sesuatu yang menggembirakan adalah bahwa dalam program PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 ini meskipun pada Gelombang I belum ada samasekali partisipasi dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten, namun mulai Gelombang II sampai Gelombang V sudah ada partisipasi dari pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan empat Kabupaten yaitu Kabupaten Sintang, Ketapang, dan Bengkayang. Besarnya partisipasi pembiayaan pendidikan pada program PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 juga cukup besar.

Jika pembiayaan pendidikan PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 ini dituangkan ke dalam bentuk diagram, tampak sebagaimana pada Diagram F.4.

Diagram F.4. Pembiayaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2018

Mekanisme pembiayaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 dilakukan dengan cara:

(1) Ditjen GTK Kemdikbud membuat MoU dengan tiap-tiap mahasiswa PPG Dalam Jabatan dan ditanda tangani oleh tiap-tiap mahasiswa pada saat kegiatan Orientasi Akademik yang dihadiri oleh perwakilan dari Ditjen GTK Kemdikbud dan BNI UNTAN

GELOMBANG I 2.145.000.000

GELOMBANG II 1.377.500.000 GELOMBANG III

592.500.000 GELOMBANG IV

757.500.000

GELOMBANG V 700.000.000

PEMBIAYAAN PPG DALAM JABATAN TAHUN 2019

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

57 sebagaiBank Mitra. (2) Mahasiswa dibuatkan nomor rekening dan Buku Tabungan melalui kerjasama LPTK dengan BNI UNTAN sebagai Bank Mitra. (3) Ditjen GTK Kemdikbud mentransfer dana pembiayaan pendidikan sebesar Rp7.500.000,- ke rekening masing- masing mahasiswa. (4) Supaya mahasiswa tidak bisa mengambil dana yang telah ditransfer oleh Ditjen GTK Kemdikbud ke dalam rekening mereka, maka oleh pihak BNI dibuat sistem auto-debet. (5) Setelah semua dana masuk ke rekening mahasiswa sesuai jumlah mahasiswa yang resmi dikeluarkan oleh Ditjen GTK Kemdikbud dan FKIP UNTAN, selanjutnya pihak BNI bisa langsung mendebet ke rekening UNTAN melalui Virtual Account. Jika semua dana sudah masuk ke rekening UNTAN, maka proses mekanisme penyaluran pembiayaan pendidikan PPG Dalam Jabatan sudah selesai.

Proses mekanisme penyaluran pembiayaan pendidikan PPG Dalam Jabatan semacam ini juga diberlakukan bagi penyaluran pembiayaan PPG Dalam Jabatan yang dananya ditanggung oleh pemerintah daerah provinsi maupun pemerintah daerah kabupaten. Untuk keperluan pembiayaan kegiatan, Program Studi PPG harus mengajukan pencairan dana kepada Rektor berdasarkan RAB yang telah dibuat oleh Program Studi PPG dengan diketahui dan disetujui oleh Dekan.

Jika dilihat dari besarnya persentase pembiayaan pendidikan PPG Dalam Jabatan antara yang ditanggung pemerintah pusat (APBN) dengan yang ditanggung oleh pemerintah pemerintah daerah provinsi maupun pemerintah daerah kabupaten (APBD), maka tampak sebagaimana pada Tabel F.5.

Tabel F.5. Persentase Pembiayaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 antara APBN dan APBD

Gelombang APBN % APBD %

I 2.145.000.000 100 0 0

II 465.000.000 35,03 862.500.000 64,97

III 262.500.000 44,40 330.500.000 55,67

IV 720.000.000 95,05 37.500.000 4,95

V 622.500.000 88,93 37.500.000 11,07

TOTAL 4.215.000.000 77,94 1.268.000.000 22,96

Tabel F.5. itu menunjukkan bahwa 77,94% dari keseluruhan pembiayaan PPG Dalam Jabatan ditanggung oleh pemerintah pusat, sedangkan pemerintah daerah propinsi dan kabupaten baru berpartisipasi sebesar 22,96%. Sungguh pun demikian, tentu sudah merupakan suatu kebanggan bahwa pemerintah propinsi dan kabupaten di Kalimantan Barat sudah mulai berpartisipasi dalam pembiayaan PPg Dalam Jabatan pada tahun 2019.

Hanya saja, baru sebagian kecil pemerintah kabupaten yang ikut berpartisipasi dalam pembiayaan PPG Dalam Jabatan. Bahkan pemerintah Kota Pontianak sendiri yang merupakan lokasi PPG FKIP UNTAN sebagai penyelenggara PPG Dalam Jabatan justru masih belum berpartisipasi dalam pembiayaan PPG Dalam Jabatan, meskipun jumlah guru yang berasal dari Kota Pontianak yang menjadi menjadi mahasiswa PPG Dalam Jabatan cukup banyak. Perkembangan ke depannya tentunya sangat diharapkan semakin banyak pemerintah kabupaten dan kota yang berpartisipasi dalam pembiayaan PPG Dalam Jabatan. Dengan berpartisipasi dalam pembiayaan PPG Dalam Jabatan berarti partisipasi dalam upaya peningkatan kualitas guru di daerah pemerintahannya.

Jika dituangkan ke dalam bentuk grafik, maka tampak sebagaimana pada Grafik F.1.

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

58 Grafik F.1. Proporsi Pembiayaan PPG Dalam Jabatan

Antara APBN dan APBD

Grafik F.1. itu menunjukkan bahwa jika dilihat pembiayaan pada tiap gelombang, maka tampak bahwa pada Gelombang I masih sepenuhnya pembiayaan oleh pemerintah pusat. Namun, berikutnya pada Gelombang II dan Gelombang III persentase pembiayaan oleh pemerintah kabupaten sudah lebih besar darpada pemerintah pusat. Sungguh ini merupakan sesuatu yang sangat menggemberikan karena menunjukkan betapa besar kesungguhan pemerintah daerah Propinsi dan Kabupaten untuk meningkatkan kualitas guru di daerahnya. Namun, pada Gelombang IV dan Gelombang V partisipasi pemerintah daerah propinsi dan kabupaten dalam pembiayaan PPG Dalam Jabatan mengalami penurunan drastis. Mudah-mudahan pada tahun-tahun mendatang akan meningkat lagi partisipasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam pembiayaan PPG Dalam Jabatan.

F.1.5. Pembiayaan PPG GURDASUS

PPG Gurdasus pada adalah PPG Dalam Jabatan, hanya saja mahasiswa terdiri dari guru-guru yang berdasar dari daerah yang tidak terjangkau internet. Jenis PPG ini, dalam program PPG disebut dengan istilah PPG Gurdasus (Guru Daerah Khusus). Disebut daerah khusus karena daerah mereka bertugas tidak dapat dijangkau internet.

Pembiayaan PPG Gurdasus sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat melalui dana APBN. Pembiayaan PPG Gurdasus ini sama dengan PPG Dalam Jabatan, yaitu bantuan pemetintah berupa pembiayaan pendidikan sebesar Rp7.500.000,- permahasiswa sampai mereka lulus. Hanya saja, mahasiswa PPG Gurdasus ada perbedaan dengan mahasiswa PPG Dalam Jabatan yaitu ada tambahan: (1) biaya perjalanan kedatangan dari tempat mereka bertugas menuju LPTK, (2) biaya kepulangan ke tempat mereke bertugas setelah mereka selesai menjalani Uji Pengetahuan, dan (3) biaya konsumsi, akomodasi, dan biaya hidup selama delapan hari ketika mereka mengikuti PGDK (Pelatihan Guru Daerah Khusus).

Mekanisme pembiayaan bagi mahasiswa PPG Gurdasus juga sama dengan mahasiswa PPG Dalam Jabatan, yaitu dengan cara Ditjen GTK membuat MoU dengan tiap- tiap mahasiswa dan ditanda tangani oleh tiap-tiap mahasiswa pada saat kegiatan orientasi.

Kemudian tiap-tiap mahasiswa juga dibuatkan rekening BNI pada saat kegiatan orientasi melalui kerjasama LPTK dengan BNI Mitra dan ditanda tangani pada saat kegiatan orientasi itu juga. Selanjutnya, Ditjen GTK mentrasfer dana bantuan biaya pendidikan ke rekening tiap-tiap mahasiswa dilanjutkan dengan BNI Mitra langsung melakukan auto-debet ke

0 500,000,000 1,000,000,000 1,500,000,000 2,000,000,000 2,500,000,000

APBN APBD

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

59 rekening UNTAN melalui Virtual Account. Cara ini dilakukan supaya mahasiswa tidak bisa melakukan pengambilan dana tersebut untuk keperluan pribadi selain keperluan pembiayaan pendidikan PPG Gurdasus. Untuk keperluan pembiayaan kegiatan, Program Studi PPG harus mengajukan pencairan dana kepada Rektor berdasarkan RAB yang telah dibuat oleh Program Studi PPG dengan diketahui dan disetujui oleh Dekan. Pembiayaan PPG Durdasus ini sebagaimana tertera pada Tabel F.6.

Tabel F.6. Pembiayaan Program PPG Gurdasus

Tahun Jumlah

Mahasiswa

Satuan Biaya

Total Sumber

Dana

2018 157 7.500.000 1.177.500.000 APBN

2019 86 7.500.000 645.000.000 APBN

Total 1.822.500.000 APBN

Tabel F.6. di atas menunjukkan bahw jumlah yang paling besar pembiayaan program PPG Gurdasus adalah pada tahun 2018 yaitu sebanyak Rp1.177.500.000,- karena jumlah mahasiswa dan jumlah bidang studinya juga banyak. Kemudian pada tahun 2019 mengalami penurunan drastis hampir 50% yaitu hanya sebesar Rp645.000.000,- karena jumlah mahasiswa dan jumlah bidang studinya juga semakin sedikit.

Jika dituangkan ke dalam bentuk diagram, maka pembiayaan PPG Gurdasus tersebut sebagaimana tertera pada Diagram F.4.

Diagram F.4. Pembiayaan Program PPG Gurdasus

F.2. Pengelolaan dan Akuntabilitas Penggunaan Dana

Sumber pembiayaan Program Studi PPG, baik yang bersumber dari pemerintah pusat melalui APBN maupun pemerintah daerah propinsi dan kabupaten melalui APBN digunakan sepenuhnya untuk kegiatan pendidikan dan pengelolaan. Pembiayaan kegiatan pendidikan itu meliputi: (1) Pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) ke UNTAN; (2) Biaya intra kurikuler yang meliuputi lokakarya daring, lokakarya tatap muka di kelas, peer teaching, lokakarya penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas, PPL, Uji Kinerja (UKIN), pendalaman persiapan Uji Pengetahuan, dan Uji Pengetahuan; (3) Kegiatan asrama bagi mahasisw SM3T; (4) Kegiatan ekstra kurikuler, di antaranya Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Kursus Mahir Dasar Pramuka, senam kesegaran jasmani, olah raga, General

1.177.500.000 645.000.000

PEMBIAYAAN PPG GURDASUS

2018 2019

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

60 Education, Seminar Nasional, Seminar Hasil Penelitian Tindakan Kelas, pesantren kilat, wawasan lintas budaya, pembelajaran abad ke-21, keterampilan komunikasi antar-pribadi, cermah keagamaan, peringatan hari besar nasional dan hari besar agama, dan wista budaya; (5) pembuatan jaket almamater, pembelian seragam olah raga dan seragam batik khas Kalmantan Barat; (6) pembuatan Sertifikat Pendidik; (7) Acara Seremonial Penyerahan Sertifikat Pendidik, (8) dan pembayaran honor setiap kegiatan yang bisa dibayarkan honornya sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Secara lengkap dan rinci, komponen-komponen kegiatan beserta besaran pembiayaannya dituangkan di dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya) Program Studi PPG yang secara remi ditanda tangani oleh Rektor UNTAN.

Program Studi PPG dalam pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana selalu membuat: (1) Laporan Penggunaan Dana beserta pembayaran pajak dilengkapi dengan bukti-bukti fisiknya, (2) Laporan Kegiatan Program sebagai wujud nyata kegiatan yang telah dibiayai dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan. Laporan ini dilakukan pada akhir tahun anggaran (tutup buku) oleh melalui fakultas kepada Universitas Tanjungpura.

Apabila ada sisa dana dari keseluruhan pembiayaan program kegiatan, maka sisa dana tersebut dikembalikan ke Kas Negara disertai dengan bukti pengembalian dana ke Kas Negara tersebut. Mulai tahun 2018 dan 2019 karena UNTAN sudah menerapkan sistem keuangan BLU, apabila ada sisa dana dari keseluruhan pembiayaan program kegiatan, maka sisa dana tersebut disetor ke Kas BLU UNTAN.

F.3. Prasarana dan Sarana

F.3.1. Ruang Workshop/Lokakarya

Ruang workshop/lolakarya yang digunakan untuk pelaksanaan proses pembelajaran Program Studi PPG adalah sebagaimana pada Tabel F.3.1.

Tabel F.3.1. Ruang Workshop/Lokakarya No Jenis Ruang Kapasitas (orang) Jlh Unit

Kepemilikan Kondisi (Terawat/Tdk

Terawat)

Utilisasi (Jam/minggu)

SD SW

1. Ruang Kelas/multimedia untuk workshop

30 orang 20 √ Terawat 36 jam/mg

2. Laboratorium Pendidikan Kimia untuk workshop

20 orang 1 √ Terawat 60 jam/mg

3. Laboratorium Pendidikan Biologi untuk worshop

30 orang 1 √ Terawat 72 jam/mg

4. Laboratorium Komputer 30 orang 6 √ Terawat 40 jam/mg 5. Gedung micro teaching 270 orang 1 √ Terawat 40 jam/mg

TOTAL 29 √ Terawat

Keterangan:

SD = Milik PT/fakultas/jurusan sendiri; SW = sewa/kontrak/kerja sama

Ruang workshop untuk penyelenggaraan proses pembelajaran PPG sudah dilengkapi dengan LCD proyector, kipas angin atau AC, white board, dan wifi, sehingga situasi dan kondisi ruangan terasa kondusif untuk pelaksanaan proses pembelajaran.

Kapasitas internet untuk setiap mahasiswa sudah memadai, yaitu sebesar 512 kbps/mahasiswa. Semua ruang dan unit yang ada di FKIP sudah terpasang WIFI. Selain itu tersedia juga sarana terbuka untuk aktifitas mahasiswa, baik dalam bidang akademik

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

61 maupun non akademik, yaitu gazebo sebanyak empat unit untuk mahasiswa berdiskusi atau mengerjakan tugas-tugas.

F.3.2. Ruang/Fasilitas Akademik

Ketersediaan ruang/fasilitas akademik adalah sebagaimana tertera pada Tabel F.3.2.

Tabel F.3.2. Ruang/Fasilitas Akademik

No Jenis Ruang Jlh

Unit

Kepemilikan Kondisi (Terawat/Tdk

Terawat)

Utilisasi (Jam/mggu)

SD SW

1. Laboratorium Pembelajaran Mikro 9 √ - Terawat 40jam/mg

2. Pusat Sumber Belajar Terintegrasi - - - - -

3. Asrama Mahasiswa 1 √ - Terawat 24jam/hari

4. Sekolah Laboratorium 1 √ - Terawat 40jam/mg

5. Sekolah Mitra 52 √ - Terawat 30jam/mg

TOTAL 63 - Terawat

Keterangan:

SD = Milik sendiri; SW = Sewa/Kontrak/Kerjasama F.3.3. Ruang/Fasilitas Akademik Bidang Studi

Ketersediaan ruang/fasilitas akademik bidang studi sesuai dengan karaktersitik tiap bidang studi sebagaimana pada Tabel F.3.3.

Tabel F.3.3. Ruang/Fasilitas Akademik Tiap-tiap Bidang Studi

No Jenis Ruang Jlh Unit Jlh Luas (m2)

Kepemi- likan

Kondisi (Terawat/Tdk

Terawat)

Utilisasi (Jam/mgu

SD SW

Bidang Studi 1: Pendidikan Ekonomi

1 Ruang Kelas 4 288 Terawat 70

2 Lab. Komputer 1 72 Terawat 16

3 Ruang Baca 1 146 Terawat 40

4 Aula FKIP 1 216 Terawat 8

6 American Corner 1 295 Terawat 20

8 Lapangan Olahraga 1 500 Terawat 15

9 Lab. Microteaching 1 140 Terawat 40

Bidang Studi 2 : Pendidikan Kimia

1 Ruang Kelas 4 192 Terawat 50

2 Laboratorium Kimia 3 270 Terawat 50

3 Ruang Staf Laboran 1 8 Terawat 50

4 Ruang Asam 1 6 Terawat 50

5 Lab. Komputer 1 120 Terawat 25

6 American Corner 1 295 Terawat 50

8 Lab. Microteaching 1 140 Terawat 40

9 Lapangan Olahraga 1 500 Terawat 15

Bidang Studi 3 : Pendidikan Bahasa Inggris

1 Ruang Kelas 7 294 Terawat 27

2 Lab Bahasa FKIP 1 90 Terawat 15

3 Lab Bahasa UNTAN 1 120 Terawat 18

BAN-PT: Evaluasi Program Studi PPG FKIP Universitas Tanjungpura 2020

62

4 Ruang Theatre 1 90 Terawat 41

5 Ruang Multimedia 1 90 Terawat 41

6 Ruang Kelas BCLC 1 40 Terawat 41

7 Ruang Administrasi 2 60 Terawat 41

8 Ruang conference 1 60 Terawat 41

9 American Corner 1 295 Terawat 50

11 Lapangan Olahraga 1 500 Terawat 15

12. Lab. Microteaching 1 140 Terawat 40

Bidang Studi 4 : Pendidikan Bahasa Indonesia

1 Ruang Kuliah 5 390 Terawat 70

2 Lab Bahasa 1 120 Terawat 3.20

3 Lab Komputer 2 260 Terawat 3.20

4 Multi Media 2 180 Terawat 5.50

5 Lab. Microteaching 1 140 Terawat 40

6 American Corner 1 295 Terawat 20

8 UPT Bahasa UNTAN 1 450 Terawat 2

9 Lapangan Olahraga 1 500 Terawat 15

Bidang Studi 5 : Pendidikan Matematika

1 Ruang Kelas 4 400 Terawat 48

2 Lab. Matematika 1 100 Terawat 15

3 Lab Komputer 1 100 Terawat 30

5 Lapangan Olahraga 1 500 Terawat 15

6 Lab. Microteaching 1 80 Terawat 25

Bidang Studi 6 : Pendidikan Sosiologi

1 Ruang Kelas 5 328 Terawat 70

2 Laboratorium 1 72 Terawat 16

3 American Corner 1 295 Terawat 20

4 Prasarana Olahraga 2 4212 Terawat 15

5 Lab. Microteaching 1 80 Terawat 25

Bidang Studi 7 : PGSD

1 Ruang Administrasi 1 80 Terawat 42

3 Lab. Terpadu 1 96 Terawat 20

4 Lab. Komputer 1 48 Terawat 20

5 Lab. Microteaching 2 24 Terawat 20

6 Ruang Kuliah 11 864 Terawat 60

7 Lapangan Voli 1 135 Terawat 10

8 Lapangan Basket 1 200 Terawat 10

9 Lapangan Sepak Takraw 1 48 Terawat 10

10 Lapangan Badminton 1 48 Terawat 10

11 Lapangan Bola Mini 1 1500 Terawat 10

Bidnag Studi 8: Pendidikan Biologi

1 Lab. Biologi 1 225,68 Terawat 72

2 Rumah Kawat dan Unggas 1 67,81 Terawat 2

3 Ruang Kelas 5 232,02 Terawat 60

4 Lab. Terpadu 1 114,81 Terawat 15

5 Lab. Microteaching 1 65,1 Terawat 20

6 Ruang Administrasi 1 90 Terawat 45

Dokumen terkait