43
44
Selanjutnya strategi sebelum melakukan promosi wisata desa danau biru Bapak Yuda Praya Cindra Budi, SH. Menjelaskan bahwa dengan memperjelas struktur organisasi dapat merumuskan pola pengelolaan penyelenggaraan hiburan dan rekreasi wisata danau biru, dapat merumuskan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) pengelolaan wisata serta mengatur secara rinci mulai dari deskripsi tugas para pekerja, pola pemeliharaan, pola pelayanan, dan termasuk hak dan kewajiban yang terlibat dan lain sebagainya yang akan disusun oleh pelaksana operasional BUM Desa. Hal ini menunjukan bahwa memang pentingnya managemen seperti yang disampaikan purwadi dalam penelitiannya bahwa managemen membantu dalam mencapai tujuan kelompok dan mengatur faktor-faktor target, mengumpulkan dan mengatur sumber daya, mengintegrasikan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan. ini mengarahkan upaya kelompok menuju pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Dalam konteks bauran promosi (promotion mix), Dalam pelaksanaannya di lapangan, pemerintah desa karangsidemen belum memiliki susunan program promosi Desa Wisata Danau Biru secara terintegrasi dan intensif. Elemen promotion mix yang digunakan pemerintah desa, di antaranya pengiklanan, event seperti bazar, public relations, publikasi dan promosi melalui mulut ke mulut (word of mouth).
Dalam aktivitas promosi yang dilakukan pemerintah desa karangsidemen, terjadi proses komunikasi. Pada aktivitas promosi tersebut melibatkan unsur-unsur komunikasi. Sementara itu, berdasarkan hasil wawancara dengan ketua kepala desa dan ketua pokdarwis, penulis dapat menyimpulkan bahwa promosi desa wisata danau biru belum dikelola managemennya secara optimal. Sehingga pemerintah desa dan pengurus pokdarwis belum menetapkan tujuan berkelanjutan terkait aktivitas promosi desa wisata danau biru. Aktivitas promosi yang belum tersusun menjadi program kerja pemerintah desa menyebabkan aspek rancangan yang sudah ada seperti master plan belum terlalu diperhatikan.
Namun meskipun begitu, melalui berbagai bentuk promotion mix yang dilaksanakan, mengindikasikan pemerintah desa menargetkan terjadinya tahap perubahan pada target pengunjung kemajuan wisata.
Tujuan promosi desa wisata danau biru, di antaranya membangun awareness, memberitahu (informatif), dan mengingatkan (remembering).
45
Media penyampaian pesan promosi desa wisata danau biru terbagi menjadi dua, yakni saluran komunikasi tidak bermedia dan saluran komunikasi melalui media perantara. Saluran komunikasi tidak bermedia meliputi komunikasi tatap muka dan word of mouth (WOM). Saluran penyampaian pesan melalui media dilakukan menggunakan internet seperti Instagram dan facebook.
Sementara itu, hambatan non teknis yang dialami, antara lain terbatasnya dana anggaran promosi, kurangnya SDM pelaksana promosi, belum siapnya sarana prasarana, dan dukungan dari pelaku seni. Di dalam penelitian yang dilakukan oleh Mahmoudi et al, menyebutkan bahawa salah satu strategi yang harus dilakukan dalam rangka mengembangankan desa wisata adalah pembangunan sarana prasarana infrastruktur wisata dan perencanaan sektor pariwisata.45 Pentingnya peningkatan fasilitas dan infrastruktur yang menunjang sektor pariwisata di Bali dikemukakan oleh Dharmawan yang melakukan studi tentang Strategi Pengembangan Desa Wisata Di Desa Belimbing Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan.46
Media yang digunakan terdiri atas dua saluran, yakni saluran komunikasi tidak bermedia dan saluran komunikasi melalui media. Dari kedua saluran ini, akan bermuara pada berbagai bentuk promosi yang dilaksanakan desa wisata danau biru. Seperti yang dijelaskan Kotler dan Armstrong 47 bauran promosi (promotion mix) juga disebut bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix) perusahaan merupakan panduan spesifik iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan personal, dan sarana pemasaran langsung yang digunakan perusahaan untuk mengomunikasikan nilai pelanggan secara persuasif dan membangun hubungan pelanggan. Beberapa aspek penting dalam komunikasi pemasaran yang terintegrasi adalah pengetahuan konsumen, data yang mendukung pengambilan keputusan di tingkat
45Mahmoudi, “Investigation of Obstacles and Strategies of Rural Tourism Development Using SWOT Matrix.,” Journal of Sustainable Development, 4(2) (2011): 136.
46 Dharmawan, and Adi, “Strategi Pengembangan Desa Wisata Di Desa Belimbing Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan.,” E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 3(1) (2014): 13.
47 Kotler, Philip & Gary Armstrong., Prinsip- Prinsip Pemasaran.
Terjemahan Bob Sabran Dari Principles of Marketing. (jakarta: Jakarta: Erlangga., 2008), 114.
46
konsumen, integrasi media, dan komunikasi di antara stakeholders, semuanya merupakan aspek-aspek yang harus ditingkatkan untuk mengelola komunikasi dalam era digital.48
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan strategi promosi desa danau biru baik yang bersifat non teknis. Umumnya pelaksanaan promosi terhambat karena beberapa hal bersifat non teknis dan berasal dari sumber komunikasi, seperti sumber anggaran promosi hingga sumber daya manusianya.
Beberapa hambatan tersebut memang berasal dari pihak pihak yang mengelola seperti pokdarwis damun jika diusut secara mendalam akan kembali kepada intervensi pemerintah desa. Seperti hambatan berupa kurangnya SDM yang memiliki kapabilitas dalam bidang promosi turut menyebabkan perumusan tujuan serta pesan promosi yang kurang jelas.
48 Frank Mulhern, “Integrated Marketing Communications: From Media Channels to Digital Connectivity.,” Journal of Marketing Communications, 15(2–3).
(2009): 2.
47 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah disampaikan sebelumnya, diperoleh simpulan dari hasil penelitian. Pemerintah desa karangsidemen belum merumuskan managemen yang tepat untuk merealisasikan strategi promosi secara komprehensif dan terintegrasi.
Meskipun begitu, pemerintah desa karangsidemen tetap menjalankan aktivitas promosi. Promosi yang dilaksanakan pemerintah desa diantaranya memaksimalkan peran kolaborasi antara pemerintah desa dengan organisasi pokdarwis serta masyarakat dengan tujuan antara lain membangun awareness membanguan dan memajukan pariwisata, meningkatkan knowledge, dan mengingatkan antusiame masyarakat mengenai desa wisata.
Kemudian strategi promosi yang sudah dilakukan dengan menggunakan strategi bauran promosi seperti periklanan, publikasi dan memanfaatkan media interaktif adalah salah satu bagian dari proses untuk kemajuan wisata danau biru meskipun dalam aktivitas promosi masih belum maksimal.
Penelitian selanjutnya akan menarik untuk membahas mengenai aspek komunikasi dalam konteks kontestasi antara beberapa wisata desa yang ada didaerah batukliang.
B. Saran
Penelitian ini masih terdapat kekurangan, baik dari segi penyajian, kelengkapan teori yang digunakan, maupun data sudah penulis kumpulkan, maka dari situ, peneliti membutuhkan kritik dan sasaran demi kesempurnaan dalam penelitian ini.
Namun, apabila dalam penelitian ini terdapat sesuatu yang bermanfaat, maka penulis berharap semogga ini bisa menjadi acuan untuk lebih menigkatkan pengujung wisata Danau Biru:
1. Pihak pengelola lebih kreatif, ulet dan pantang menyerah dalam memasarkan dan mempromosikan objek wisata tersebut supaya semakin dikenal oleh Masyarakat umum maupun MancaNegara
48
serta dapat menigkatkan jumlah wisatawan yang berkujung diobjek ini meskipun ruang lingkup wilayah promosi dan pemasaran Objek Wisata ini masi lokal.
2. Objek Wisata Masjid Kuno Bayan mempunyai lahan yang luas sebagian belum digunakan sebaiknya Fasilitas di Objek tersebut ditambah seperti tempat-tempat duduk supaya wisatawan merasa lebih nyaman dengan tersediaya fasiliatas tersebut.
3. Bagi pembaca, di harapkan adanya penelitian ini dapat bermanfaat, serta bisa menjadi informasi.
4. Bagi pemerintah, diharapkan untuk melihat keadaan masyarakatnya agar tidak lupa bahwa orientasinya untuk mensejahterakan rakyat.
49
DAFTAR PUSTAKA
Ali Hasan. Marketing Bank Syariah,. Jakarta: (Jakarta : Ghalia Indonesia, 2010.
Aziz. “Wawancara Terkait Tindakan Promosi Pengembangan Desa Wisata Danau Biru,” March 29, 2022.
Bapak Yuda Praya Cindra Budi, SH. “Wawancara Terkait Tindakan Pengembangan Desa Wisata Danau Biru,” March 29, 2022.
Basrowi, and Suwandi,. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2008.
Darmo, Sujita, Achmad Zainuri, and Rudy Sutanto. “PEMBERDAYAAN DESA WISATA BERBASIS SUMBER DAYA ALAM DI DESA KARANG SIDEMEN LOMBOK TENGAH.” Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat 4, no. 1 (August 14, 2021): 315–319.
Data BPS NTB. “Pertumbuhan Ekonomi Provinsi NTB Triwulan II-2018 No. 56/08/52/Th. XII, 6 Agustus 2018.” BPS NTB, 2018.
https://mataramkota.bps.go.id/pressrelease/2018/09/03/227/.
Data Katalog BPS. “Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha (Gross Regional Domestic Product by Industry) Provinsi NTB 2011-2015.” Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat / BPS – Statistics of Nusa Tenggara Barat Province, 2016.
https://ntb.bps.go.id/publication.
David. Manajemen Strategi Konsep,. Jakarta: (Jakarta : Selemba Empat, 2014.
Dharmawan, and Adi. “Strategi Pengembangan Desa Wisata Di Desa Belimbing Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan.” E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 3(1) (2014).
Fandy Tjiptono. Strategi Pemasaran,. Yogyakarta: Yogyakarta : CV. Andi Offset, 2008.
50
Hadi, Sutrisno. Metodologi Reserch. Jilid II., 2008.
Husain Usman, and Purnomo Soetady. Metodologi Penelitian Sosial.
Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2000.
Inskeep, E. “Tourism Planning, and Integrated and Sustainable Development Approach.” New York: Van Nostrand Reinhold.
(1991).
Kotler, Philip & Gary Armstrong. Prinsip- Prinsip Pemasaran.
Terjemahan Bob Sabran Dari Principles of Marketing. jakarta:
Jakarta: Erlangga., 2008.
Lexy J, Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018.
Mahmoudi. “Investigation of Obstacles and Strategies of Rural Tourism Development Using SWOT Matrix.” Journal of Sustainable Development, 4(2) (2011): 136–141.
Muchsin, slamet, and Hayat. Pengelolaan Ekowisata Desa . Malang:
Malang media inteligensia, 2018.
Mulhern, Frank. “Integrated Marketing Communications: From Media Channels to Digital Connectivity.” Journal of Marketing Communications, 15(2–3). (2009): 2.
Murianto, and Lalu Marsudi. “IDENTITIKASI POTENSI PENGEMBAGAN EKOWISATA DESA KARANG SIDEMEN UNTUK MENDUKUNG BERKELANJUTAN DI LINGKAR GEOPARK, LOMBOK TENGAH.” Last modified 2021.
Accessed September 23, 2021. https://stp-mataram.e- journal.id/JIH/article/view/671/552.
Nafila, and Oktaniza. “Peran Komunitas Kreatif Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya Di Situs Megalitikum Gunung Padang.”
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota 24.1 (2013): 65–80.
Nuryanti, W. Heritage, Tourism and Local Communities. Yogyakarta:
Yogyakarta: UGM Press, 1999.
51
Pearce, D. Tourism a Community Approach. 2. Harlow Longman., 1995.
Rani, Puspita Anggraeni. “Dampak Pengembangan Industri Pariwisata Terhadap Kondisi Masyarakat Ekonomi Sekitar Pada Pantai Embe Desa Merak Belantung Kalianda Lampung Selatan.”
Universitas Lampung (2018).
Rusyidi, B., and Fedryansah, M. “Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat.” Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial 1(3) (2018): 155– 165.
Samsul Rizal. “Wawancara Dengan Ketua POKDARWIS Terkait Sarana Prasarana Wisata Danau Biru,” March 30, 2022.
Setiawan, and ika Rony. “Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Bidang Pariwisata: Perspektif Potensi Wisata Daerah Berkembang.” ." Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN) 1.1 (2016): 23-35.