Bab 2 Risiko Utama NRA TPPT 2015 Updated
B. Ancaman Utama Luar Negeri
1. Jaringan Terorisme Luar Negeri (ISIL Dan Al-Qaeda) Yang Terafiliasi Dengan Kelompok Atau Organisasi Teroris di Indonesia
Kondisi terorisme global terus mengalami perubahan pada beberapa tahun terakhir.
Salah satunya adalah melemahnya ISIS. Sejak 2016, ISIS telah kehilangan sebagian besar wilayah teritorial di Suriah dan Irak, yang mencapai hampir 18.000 km persegi. Saat ini, ISIS berada pada tahap transisi, adaptasi dan konsolidasi dengan menjadi jaringan rahasia di Irak yang memfokuskan kepada operasi lokal. Namun, ISIS masih terus menjadi ancaman terorisme global dan bertahan sebagai organisasi internasional dengan sistem kepemimpinan terpusat yang bertujuan mencapai ‘kekhalifahan global’. Meskipun telah kehilangan wilayah secara signifikan, ISIS diperkirakan masih mempunyai cadangan finansial sebesar 50 – 300 juta dolar yang mencukupi untuk keberlangsungan operasinya.
Lebih lanjut, ISIS masih mempunyai keahlian teknologi informasi dan keuangan yang menunjang tujuannya. Penyedia jasa keuangan ilegal merupakan alat utama ISIS untuk memindahkan dana, diikuti dengan pertukaran emas.
Perkembangan ini menyebabkan ancaman ISIS semakin sulit untuk dideteksi dibandingkan ketika terpusat di Suriah dan Irak. Kemunduran teriotrial ISIS juga memicu ekspansi ISIS ke berbagai kawasan, mengakibatkan adanya ancaman regionalisasi terorisme, seperti di Marawi, Filipina. ISIS juga memanfaatkan perkembangan teknologi
45
untuk menyebarkan pengaruhnya melalui dunia maya dan menginspirasi serangan teroris di beberapa negara, antara lain Pakistan, Amerika Serikat, Filipina dan Indonesia.
Salah satu tren terkini di kawasan adalah fenomena ‘frustrated traveler’, yaitu individu yang gagal mencapai Irak dan Suriah dan kembali ke tempat asal, dengan niat melakukan aksi teror di wilayahnya. Tren lainnya adalah keterlibatan perempuan dan anak-anak dalam tindakan terorisme tidak hanya sebagai korban, tetapi juga pelaku, sebagaimana dapat dilihat di serangan Bom Surabaya, bulan Mei 201820.
Keberadaan ISIS telah membelah afiliasi jaringan terorisme dunia menjadi dua, antara mereka yang masih loyal dengan Al-Qaeda maupun yang tergabung dengan ISIS, tak terkecuali di Indonesia. Afiliasi jaringan terorisme ini telah mengubah doktrin, pola dan target serangan teror di dunia, seperti yang terjadi di Eropa dan Asia Tenggara yaitu mulai dari serangan mobil, aksi peledakan bom yang melibatkan wanita dan keluarga, bahkan aksi penusukan atau penikaman dan kerusuhan di sebuah rumah tahanan di Indonesia.
Otoritas Indonesia telah mengidentifikasi adanya Individu maupun Kelompok yang telah berbaiat atau terafiliasi secara langsung dengan kelompok ISIS. Hal tersebut menunjukkan bahwa ISIS telah berupaya untuk memperluas dan memperkuat basisnya di Kawasan Asia Tenggara. Berikut ini statistk yang telah teridentifikasi berdasarkan hasil kajian Indonesia melalui External Funding to ISIL SEA.
Negara Swearing allegiance Affiliated with ISIS Daerah Operasi Indonesia Individual: 336
Group: -
Individual: - Group: 2 (JAD, MIT)
Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah,
NTB, Sumatera, Kalimantan Sumber: data diolah, kajian External Funding to ISIL SEA 2018
20Eighth report of the Secretary-General on the threat posed by ISIL (Da’esh) to international peace and security and the range of United Nations efforts in support of Member States in countering the threat,
https://www.un.org/en/ga/search/view_doc.asp?symbol=S/2019/103
46 2. Profil Kelompok Teror di Indonesia
Ancaman aksi teror di Indonesia kedepan sangat dipengaruhi oleh ISIS. Salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk menghentikan pergerakan ISIS yaitu melalui pemberian hukuman maksimal berupa pidana mati21 dan telah memperkuat hukum tindak pidana terorisme.22 Pemerintah Indonesia telah memberlakukan Undang-Undang Terorisme yang baru yakni Nomor 5 Tahun 2018 dimana melalui UU tersebut efektivitas penerapan hukum telah ditunjukan oleh Detasemen 88 AT Polri yang telah menahan sedikitnya 350 orang yang terkait dengan JAD dan menyatakan bahwa JAD merupakan organisasi terlarang dan telah dibekukan. Beberapa poin catatan terhadap kelompok teror di Indonesia adalah:
a. Kelompok teroris dan individu di Indonesia yang terpengaruh/terafiliasi dengan ISIS dalam bentuk:
• Melakukan baiat kepada ISIS,
• Memperhatikan dan mengikuti perkembangan ISIS melalui media eketronik, cetak dan media sosial atau melalui komunikasi dengan WNI yang sudah bergabung dengan ISIS di Suriah-Irak,
• Berpotensi melakukan aksi teror dalam bentuk aksi lone wolf.
b. Serangkaian aksi terror di Indonesia yang dilakukan bertujuan untuk menunjukkan existensi dan mendapatkan perhatian ISIS Internasional dalam rangka penentuan perwakilan keberadaan ISIS di kawasan Asia Tenggara.
c. Sekitar 1331 orang yang teridentifikasi sebagai FTF ke Filipina maupun Suriah. Per tahun 2019 terdapat sekitar 625 WNI yang telah dideportasi otoritas luar negeri.
d. Selama periode 2015-2017 setidaknya terdapat 20 aktivitas terorisme seperti diantaranya pembelian senjata, alat peledak, mobilitas transportasi dan FTFs.
e. Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Malaysia dan Singapura telah berhasil menggagalkan rencana kelompok teror yang memiliki afiliasi ISIL yang berbasis di Batam untuk melancarkan serangan roket ke Marina Bay Sands di Singapura.
21 http://www.thejakartapost.com/news/2018/06/22/aman-abdurrahmans-death-sentence-wont-provoke-retaliation- bin.html
22 https://www.usnews.com/news/world/articles/2018-05-25/Indonesia-passes-new-terror-law-after-attacks-using-children
47
f. Serangan bom yang terjadi di Surabaya pada Mei 2018 menggambarkan ancaman terus menerus dari kelompok-kelompok ekstremis, yang melibatkan keluarga dan berlatih secara mandiri, sehingga sulit untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya serangan.
g. Kelompok dan organisasi di Indonesia yang terafiliasi dengan kelompok teroris Internasional diantaranya adalah23:
Terafiliasi Dengan Al-Qaeda
• Jamaah Islamiyah (JI)
• Jamaah Ansharu Syariah (JAS)
• Majelis Mujahidin Indonesia (MMI)
• Syam Organizer (SO)
• Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) Terafiliasi Dengan ISIS/ISIL
• Jemaah Ansharut Daulah (JAD)
• Mujahidin Indonesia Timur (MIT)
• Jemaah Nasharut Tauhid (JAT)
• Tauhid Wal Jihad (TWJ)
• Mujahidin Indonesia Barat (MIB)
• Kelompok Ring Banten
• Forum Aktivitas Syariah Islam (FAKSI)
3. Pendanaan Teroris dari Luar Negeri (External Funding).
a. Berdasarkan hasil penilaian risiko regional terkait external funfing into region tahun 2018, Indonesia memiliki kecenderungan sebagai negara transit dalam hal pendanaan terorisme di kawasan regional (contoh dalam kasus terorisme di Marawi) yang pengiriman dananya dengan memanfaatkan layanan PTD berizin bukan bank.
b. Berdasarkan hasil intelijen menunjukkan bahwa adanya bentuk-bentuk interaksi pada individu maupun kelompok terror di Indonesia yang berafiliasi dengan ISIS.
23 Dikutip dari berbagai sumber baik data intelijen penegak hukum dan berita media massa;
(https://www.suara.com/news/2015/03/23/191806/ini-daftar-nama-kelompok-ekstrem-Indonesia-yang-gabung-ke- isis)
48 Negara Indifidu/Keompok
Terafiliasi ISIS Interaksi Negara Bentuk Interaksi Indonesia Individuals: 12
Groups: 2
• Syria
• Turkey
• Iraq
• Taiwan
• Hong Kong
• Kuwait
• USA
• Malaysia
• Philippines
• Thailand
• Singapore
• Australia
• Komunikasi,
• Transfer Dana
• Pembelian Senjata
• Pelatihan Personil
• Mobilitas Personil (Travel) ke Marawi & Syiria
• FTF
c. Pemerintah Indonesia juga telah menjatuhkan sanksi pidana kepada dua pekerja migran perempuan Indonesia yang berada di Taiwan dan Hongkong yang radikal dan bersumpah setia kepada ISIL dan terbukti sebagai teroris. Selain itu, ada 9 pekerja migran perempuan Indonesia di Singapura yang dideportasi karena indikasi radikal.
Hal ini menunjukkan semakin rentannya tenaga kerja yang bekerja di luar negeri terhadap ancaman radikalisasi dan terlibat aktif dalam aksi terorisme. Jumlah tenaga kerja perempuan yang dideportasi karena diduga terlibat radikalisme lebih banyak dibanding tenaga kerja pria24.
Berikut ini merupakan hasil identifikasi adanya aliran dana masuk ke Indonesia kepada individu yang terafiliasi maupun simpatisan ISIS di Indonesia selama periode 2016 s.d.
2018.
24https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-40528552 Buruh migran Indonesia 'rentan' terkena paham radikal
49
Sumber: Data diolah, Hasil Kajian External Funding to ISIL-South East Asia (SEA) 2018
Sumber: data diolah, Hasil Kajian External Funding to ISIL-South East Asia (SEA) 2018
Selama periode 2017, aliran dana masuk ke Indonesia sebagain besar ditujukan untuk mendukung aksi serangan di Marawi, Filipina. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia
501.800 2.003.306
15.972.200 49.309.900
53.056.800 70.658.093
79.690.240
263.784.562 331.710.941
471.276.400
1.299.342.400
- 500.000.000 1.000.000.000 1.500.000.000
Taiwan Kuwait Malaysia, Hongkong Australia Iraq Singapura Hongkong Amerika Malaysia Filipina Turki
Jumlah Nominal Aliran Dana Masuk (Dalam Rupiah)
5.080.000 10.000.000
11.800.000 41.580.000
347.000.000
- 100.000.000 200.000.000 300.000.000 400.000.000
Thailand Amerika Serikat Malaysia Hongkong Filipina
Jumlah Nominal Aliran Dana Keluar (Dalam Rupiah)
50
ditujukan sebagai negara transit dalam pendanaan terorisme tersebut. Dengan tujuan untuk mempersulit pelacakan, menghindari kecurigaan dan sekaligus untuk memutus jejak keterkaitan.
CONTOH KASUS
ANCAMAN PENDANAAN TERORISME LUAR NEGERI
Indonesia Sebagai Negara Transit Aliran Dana Ke Kelompok Teror di Marawi Filipina25
Sekitar bulan Juli atau Agustus 2015, AS disuruh oleh AJ untuk mengurus tiket pulang pergi ke Turki dan visa Turki untuk KD dan keluarganya (berjumlah 5 orang) menggunakan ATM bank Biru Platinum (milik AH) dengan jumlah uang sebesar Rp.70.000.000. Setelah sampai di Turki mereka bertemu dengan AM untuk menyebrang ke Suriah dan diberikan uang sekitar Rp80.000.000 dalam mata uang US Dollar.
Pada bulan April 2016 AS bersama dengan AJ, MUL, AK, RT, berangkat ke PTD berizin bukan bank cabang Tanggerang untuk mengirim uang ke SM dengan menggunakan nama orang Philiphina untuk tujuan pembelian senjata api. Uang dikirim saat itu adalah sejumlah Rp150.000.000 kepada orang Philiphina dengan alamat marawi Zambongah dan dalam pengirimannya menggunakan KTP atas nama MUL, AK, RT.
Bulan Januari 2017, AS mengambil amplop coklat yang berisi uang $10.000 di Blitar atas perintah Dr. MD. Dr. MD memberikan 13 nama orang Philiphina untuk dikirimi uang tersebut. AS kemudian menukarkan uang dolar tersebut ke dalam uang rupiah yaitu sejumlah Rp132.000.000 yang selanjutnya dikirim kepada 3 orang nama dengan nilai pengiriman sejumlah Rp40.000,000; Rp50.000.000 dan Rp. 38.500.000 per orang melalui PTD bukan Bank yang berada di Bank Kuning kota Blitar Jawa Timur.
Februari 2017, AS juga menerima uang sebanyak 25.000 US dollar dari Dr. MD yang dimasukan ke dalam amplop coklat, kemudian AS berangkat ke Tanggerang menuju PTD berizin bukan bank di Kuningan dan menukarkan uang US Dollar tersebut ke dalam rupiah berjumlah Rp.332.500.000 yang kemudian dikirim ke Daulah Philiphina.
25 Kasus AS nomor putusan perkara: 828/Pid.Sus/2017/PN.Jkt.Tim
51