• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN TEORITIK

A. Deskripsi Teoritik

5. Anek

29

30

Dalam hubungannya dengan proses

belajar-mengajar (pendidikan), pentahapan perkembangan yang dipergunakan sebaiknya bersifat

elektif,

maksudnya

tidak

terpaku pada suatu pendapat saja

tetapi bersifat luas untuk

meramu

dari

berbagai pendapat yang mempunyai hubungan

yang erat.

Berdasarkan pendirian tersebut' perkembangan individu sejak lahir sampai masa kematangan itu dapat digambarkan melewati fase-fase berikut.

I

)

Masa Usia Prasekolah

Pada masa usia prasekolah

ini

dapat diperinci lagi menjadi dua masa, yaitu masa vital dan masa estetik.

a)

Masa vital

Pada masa

ini, individu

menggunakan fungsi-fungsi

biologis untuk

menemukan berbagai

hal dalam

dunianya.

Untuk masa belajar, Freud menamamkan tahun pertama dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral (mulut), karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan ketidaknikmatan' Anak memasukkan apa saja yang dijumpai ke dalam mulutnya

itu, tidaklah

karena

mulut

merupakan sumber kenikmatan utama, tetapi karena

waktu itu mulut

merupakan

alat

untuk melakukan eksplorasi (penelitian) dan belajar.

Pada tahun kedua anak telah belajar berjalan, dengan mulai berjalan anak akan mulai be lajar menguasai ruang. Mula-

mula ruang

tempatnya

saj4 kemudian ruang dekat

dan

3l

selanjutnya ruang yang jauh. Pada tahun kedua

ini,

umumnya

terjadi

pembiasaan terhadap kebersihan (kesehatan). Melalui latihan kebersihan

ini,

anak belajar mengendalikan impuls- impuls atau dorongandorongan yang datang dari dalam dirinya (umpamany4 buang air kecil dan air besar).

b)

Masa Estetik

Pada masa

ini

dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Kata estetik disini dalam arti bahwa pada masa

ini,

perkembangan

anak yang terutama adalah

fungsi

pancainderanya. Kegiatan eksplorasi

dan

belajar anak juga terutama menggunakan pancainderanya. Pada masa

ini,

indera masih peka, karena

itu

Montessori menciptakan bermacam- macam alat permainan untuk melatih pancaideranya.

2)

Masa usia sekolah dasar

Masa usia

sekolah dasar

sering disebut

sebagai masa intelektual atau masa keserasian bersekolah- Pada

umur

berapa tepatnya anak matang

untuk

masuk sekolah dasar, sebenamya sukar dikatakan karcna kemalangan

tidak

ditentukan

oleh

umur semata-mata. Namun pada umur

6

atau

7

tahun, biasanya anak telah matang untuk memasuki sekolah dasar. Pada masa keserasian bersekolah

ini

secara

relatif,

anak-anak

Iebih mudah

dididik daripada masa sebelum dan sesudahnya- Masa

ini

diperinci lagi menjadi dua fase, yaitu:

32

a)

Masa kelas-kelas rcndah sekolah dasar, kira-kira 6 atau 7 tahun sampai umur

9

atau

l0

tahun. Beberapa sifat anak-anak pada masa ini antara lain seperti berikut:

. Adanya

hubungan

positif yang tinggi antara

keadaan jasmani dengan prestasi (apabila jasmaninya sehat banyak

prcstasi yang diperoleh),

.

Sikap tunduk kepada peraturan-p9raturan permainan yang tradisional.

o Adanya

kecenderungan

memuji diri sendiri

(menyebut

nama sendiri),

.

Suka membanding-bandingkan

dirinya

dengan anak yang lain,

.

Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting,

. Pada masa ini (terutama usia, 6,0-8,0 tahun)

anak menghendaki

nilai (angka rapor) yang baik,

tanpa

mengingat apakah prestasinya memang pantas

diberi

nilai baik atau tidak.

b)

Masa-masa kelas tinggi sekolah dasar, kira-kira umur 9,0 atau 10,0 sampai

umur

12,0 atau 13,0 tahun. Beberapa sifat khas anak-anak pada masa ini ialah:

33

.

Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret, hal

ini

menimbulkan adanya kecenderungan untuk membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang praktis,

.

Amat realistih ingin mengetahui, ingin be lajar,

.

Menjelang akhir masa

ini

telah ada minat kepada hal-hal

dan mata

pelajaran

khusuq yang oleh para ahli

yang

mengikuti teori faklor ditafsirkan sebagai

mulai

menonjolnya faktor-faktor (bakat-bakat khusus),

.

Sampai kira-kira umur I1,0 tahun anak membutuhkan guru

atau

orang-orang dewasa

lainnya untuk

menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. Selepas umur

ini

pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya,

o

Pada masa ini, anak memandang nilai (angka rapor) sebagai

ukuran yang tepat

(sebaik-baiknya) mengenai prestasi sekolah,

.

Anak-anak

ada usia ini gemar

membentuk kelompok

sebaya biasanya untuk dapat bermain bersama-sama. Dalam permainan

itu

biasanya

anak tidak lagi terikat

kepada

peraturan permainan yang tradisional (yang sudah ada), mereka membuat peraturan sendiri-

Masa keserasian bersekolah

ini diakhiri

dengan suatu masa yang biasanya disebut poeral. Berdasarkan penelitian para

14

ahli. sifat-sifat khas anak-anak masa poeral

ini

dapat diringkas dalam dua hal, Yaitu:

. Ditujukan untuk

berkuasa:

sikap' tingkah laku,

dan

perbuatan anak poeral ditujukan untuk berkuasa; apa yang diidam-idamkannya adalah si kuat, si jujur. dan sebagainya'

o

Ekstraversi: berorientasi

keluar dirinya;

misalnya" untuk mencari teman sebaya untuk memenuhi kebutuhan fisiknya- Anak-anak masa

ini

membutuhkan kelompok-kelompok sebaya, pada mereka dorongan bersaing besar sekali, karena

itu

masa

ini

sering diberi

ciri

sebagai masa "Competitive Socialization".

Suatu

hal penting

pada masa

ini ialah sikap

anak terhadap otoritas (kekuasaan)' khususnya otoritas orang tua dan guru. Anak-anak poeral menerima otoritas orang tua dan guru sebagai suatu hal yang wajar. Justru karena hal tersebut, anak- anak mengharapkan adanya pihak orang

tua

dan

guru

serta pemegang otoritas orang dewasa yang lain'

3)

Masa usia Sekolah Menengah

Masa

usia

sekolah menengah bertepatan dengan masa remaja' Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan peranannya yang menentukan dalam kehidupan

individu

dalam masyarakat orang dewasa' Masa ini dapat diperinci lagi menjadi beberapa masa' yaitu sebagai berikut:

35

a)

Masa praremaja (remaja awal)

Masa

praremaja biasanya berlangsung hanya

dalam

waktu relatif singkat. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negatif pada si remaja sehingga

seringkali

masa

ini

disebut masa negatif dengan gejalanya seperti

tidak

tenang, kurang suka bekerja"

pesimisti(

dan sebagainya. Secara garis besar sifat-sifat negatif tersebut dapat diringkas, yaitu

a)

negatif dalam prestasi, baik prestasi jasmani maupun prestasi mental; dan b) negatif dalam sikap sosial, baik datam bentuk menarik

diri

dalam masyarakat (negatif positif) maupun dalam bentuk agresif terhadap masu (negatifaktif).

b)

Masa rcmaja (remaja madya)

Pada masa ini mulai tumbuh dalam

diri

remaja dorongan untuk

hidup,

kebutuhan

akan adanya teman yang pada

dapat

memahami dan menolongny4 teman yang dapat

turut merasakan suka dan dukanya. Pada masa

ini,

sebagai masa

mencari

sesuatu

yang dapat dipandang bemilai,

pantas dijunjung

tinggi

dan dipuja-puja sehingga masa

ini

disebut masa merindu puja (mendewa{ewakan), yaitu sebagai gejala remaja.

Proses terbentuknya pendirian atau pandangan hidup atau cita-cita

hidup itu

dapat dipandang sebagai penemuan

nilai-nilai

kehidupan. Proses penemuan

nilai-nilai

kehidupan

36

tersebut adalah pertamq karena tiadanya pedoman,

si

remaja merindukan sesuatu

yang

dianggap

bernilai,

pantas dipuja walaupun sesuatu yang dipujanya belum mempunyai bentuk tertentu, bahkan seringkali remaja hanya mengetahui bahwa dia menginginkan sesuatu

tetapi tidak

mengetahui

apa

yang

diinginkan seswttu tetapi tidak mengetahui apa

yang

diinginkannya. Kedua,

objek

pemujaan menjadi lebih

jelag yaitu

pribadi-pribadi yang dipandang mendukung nilai-nilai tertentu

(iadi

personifikasi

nilai-nilai).

Pada

anak

laki-laki

sering aktif meninr,

sedangkan

pada anak

perempuan

kebanyakan pasif, mengagumi, dan memujanya

dalam khayalan.

c)

Masa remaja akhir

Masa usia mahasiswa sebenamya berumur sekitar 18,0 sampai 25,0 tahun. Mereka dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya. Dilihat dari segi perkembangan, tugas perkembangan pada usia mahasiswa

ini

ialah pemantapan pendirian hidup.

Akan tetapi anak para pengrajin atap tidak pemah merasakan namanya bangku kuliah atau melanjutkan ke perguruan tinggi setelah tamat SMA. Anak para pengrajin atap

ini

s€telah tamat SMA mereka langsung bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.

37

Dapat disimputkan kriteria pentahapan perkembangan anak ada 4 masa adalah masa usia pra sekolah, masa usia sekolah dasar, masa usia sekolah menengah dan masa usia kemahasiswaan'10

Tabel

Fase-Fase Perkembangan Individu

Tahap Perkembangan Usia

Masa usia prasekolah Masa usia sekolah dasar Masa usia sekolah menengah Ma-sa usia mahasiswa

0,0

-

6,0

6,0

-

12,0

12,0

-

18,0

t 8,0

-

25,0

Dalam dokumen NUR HAYATI - Digilib IAIN Palangkaraya (Halaman 48-56)

Dokumen terkait