KAJIAN TEORITIK
A. Deskripsi Teoritik
5. Pendidikan
Pengertian Pendidikan a
Menurut Langevel dan
Yasin
yangdikutip
Suwamo dalambu.ku Pengantar Umum Pendidikan, bahwa pendidikan adalah :
Memberi pertolongan secara sadar dan sengaja kepada seorang anak (yang belum dewasa) dalam pertumbuhan menuju kearah kedewasaan dalam
a(i
dapatberdiri
sendiri dan bertanggungjawab
sesuaiatas
segala tindakannyamenurut
pilihannya sendiri.2rMenurut ldris,
pendidikanadalah :
Serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan antara manusia dewasa dengansi
anakdidik
secaratatap muka
atau dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya dalamarti
supaya dapat mengembangkan potensifisik,
emosi, sikap moral, pengetahuan dan keterampilan-22Sedangkan menurut
Arifin
dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam yang mengutip pendapat Adler, menyatakan bahwa :Pendidikan adalah proses dengan mana semua kemampuan
manusia (bakat dan
kemampuanyang diperoleh) yang
dapatdipengaruhi oleh
pembiasaan, disempumakan dengan kebiasaan- kebiasaan yangbaik
melalui sarana yang secara astistik dibuat dan2t Su*amo, Pengantar lJmum Pendidikaz, Jakarta: Rincka Cipta" 1992, hal: 4
2' Idris. Zahra, dan Lisna lunal, Pengantar Pendidikaa, Jakarta: PT. Gramedia Sarana Indonesia Anak. 1992, hal I I
t7
dipakai oleh siapapun untuk membantu orang lain atau dirinya sendiri mencapai tujuan yang ditetapkannya yaitu kebiasaan yang baik.23
Dari
beberapa pendapatdiatas, dapat disimpulkan
bahwa pendidikan adalah usaha sadarorang
dewasauntuk
memberikanpertolongan kepada seorang anak untuk menuju kearah kedewasaan
dan
pertumbuhanjasmani dan rohani untuk
mencapai tingkatkedewasaan
yang
berpotensifisik, emosi, sosial, sikap
moral,pengetahuan dan keterampilan.
Dalam aktivitas pendidikan ada enam faktor pendidikan yang dapat membentuk
pola
interaksi atau saling mempengaruhi namunfaktor
integratirnya terutama terletak pada pendidik dengan segala kemampuan dan keterbatasannya.Faktor Pendidikan
Dalam
proses perkembanganpendidikan di dunia
Barat' kegiatan pendidikan berkembangdari
konsep paedagogi, androgogidan education. Dalam konsep
paedagogi,kegiatan
pendidikan ditujukan hanya kepada anak yang belum dewasa (paeda artinya anak).Tujuannya mendewasakan anak. Namun karena banyak hasil didikan yang justru menggambarkan perilaku yang tidak dewasa, maka sebagai antitesis dari kenyataan itu, muncullah gerakan andragogi (kata dasar andro artinya laki-laki yang rupanya seperti perempuan). Selanjutnya gerakan
modern
memunculkan konsep educationyang
berfungsi b1t Arifin. I'-ilsdat Pendidikan tsldm, lakarta: Bumi Aksara
r8
gandq yakni "Trawfer of bawledge"
disatusisi
dengan "makingscientific
attitude" padasisi
yanglain.
(Dimaksud adalah manusia yang dewasa secara fisik, tetapi belum matang dalam kepribadian dan profesi)Coser
at all.
Mengungkapkan: " Educationis
lhe deliberate,formal
transfer of knowledge, skill and valuesfrom
one person loanother". Semenlara itu dalam Webster disebutkan "Educalion is the process
of training and
developmentthe
knou,'ledge' skill, mind, character etc especially byformalschooling"-"
Adapun maksud dari kaidah-kaidah yang diatas
yaitu menunjukkan bahwadalam
proses pendidikanada pendidik
yangberfungsi
sebagaipelatih,
pengembang,pemberi atau
pewaris.Kemudian terdapat bahan yang dilatihkan, dikembangkan, diberikan dan diwariskan
yakni
pengetahuan, keterampilan,berpikir,
karakteryang
berupa bahanajar,
serta adamurid
yang menerima latihan;pengembangan, pemberian dan pewarisan pengetahuan, keterampilan, pikiran dan karakter.
Menurut Surati Imam Bamadib, bahwa perbuatan mendidik dan didikan memuat faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi dan menentukan, yaitu:
l)
Adanya tujuan yang hendak dicapai,2)
Adanya subjek manusia (pendidik dan anak didik) yang melakukan pendidikan,3)
Yang hidup bersama dalam lingkungan hidup tertentu (milieu),2! Coser at all, lnrroduclion to S<riologt, Harcourt Brace Jovanovich, inc' florida" 1983, hal.380
l9
4)
Yang menggunakan alat-alat tertentu untuk mencapai tujuan.Antara faktor yang satu dengan faktor yang lainnya" tidak bisa dipisahkan, karena kesemuanya saling pengaruh mempengaruhi-
Pendidikan Keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang
pertamq karena dalam keluarga inilah anak
pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan. Juga dikatakan lingkungan yang utama, karena sebagian besardari
kehidupan anak adalah didalam keluarg4 sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga.Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai
peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan
pandangan hidupkeagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga yang lain.2s
Di dalam pasal I UU
PerkawinanNomor I tahun
1974'dinyatakan bahwa perkawinan adalah ikatan
lahir
dan batin antara seorangpria
dan seorang wanita sebagai suamiistri
dengan tujuanmembentuk keluarga yang bahagia dan
sejahtera" berdasarkan KetuhananYang Maha
Esa.Anak
yanglahir dari
perkawinanini
adalah anak yang sah dan menjadi hak serta tanggungjawab
kedua orang tuanya memelihara dan mendidiknya dengan sebaik-baiknya.Kewajiban kedua orang tua mendidik anak ini terus berlanjut sampai ia c
" 4.i.
Daien Indrakusuma, Pengantar llmu Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional, 1973, hal. 10920
dikawinkan atau dapat berdiri sendiri, bahkan menurut pasal 45 ayat 2
UU
perkawinanini,
kewajiban dan tanggungjawab
orang tua akan kembali apabila perkawinan antara keduanya putus karena sesuatu hal.Maka anak ini kembali menjadi tanggungjawab orang tua.
Dengan demikian terlihat betapa besar tanggung jawab orang
tua terhadap anak. Bagi seorang anak, keluarga
merupakan persekutuan hidup pada lingkungan keluarga tempat persekutuan hidup pada lingkungan keluarga tempat dimana ia menjadidiri
pribadi ataudiri
sendiri. Ketuarga juga menrpakan wadah bagi anak dalam konteks proses belajarnya untuk mengembangkan dan membentukdiri
dalam fungsi sosialnya. Disampingitu
keluarga merupakan tempat belajar bagi anak dalam segala sikap untuk berbakti kepada Tuhan sebagai per*ujudan nilai hidup yang tertinggi.Dengan demikian
jelaslah
bahwa orangyang
pertama danutama
bertanggungjawab terhadap
kelangsunganhidup
danpendidikan anak adalah orang tua.
I
)
Fungsi dan peranan pendidikan keluargaa)
Pengalaman pertama masa anak-anakDidalam
keluargalahanak didik mulai
mengenalhidupnya.
Hal ini
harus disadari dan dimengerti oleh tiap+iap keluarga" bahwa anak dilahirkan didalam lingkungan keluarga yang tumbuh dan berkembang sampai anak melepaskandiri
dari ikatan keluarga.2t
Lembaga pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang menrpakan faktor penting dalam perkembangan
anak.
Suasanapendidikan keluarga ini sangat
pentingdiperhatikan, sebab
dari sinilah
keseimbanganjiwa
didalam perkembangan individu selanjutnya ditentukan.Sebagaimana dikemukakan terdahulu,
bahwapendidikan keluarga adalah yang pertama dan utama. Pertama, maksudnya bahwa kehadiran anak
di dunia ini
disebabkanhubungan kedua orang tuanya. Mengingat orang
tua
adalah orang dewasa, maka merekalah yang harus bertanggung jawab terhadapanak.
Kewajiban orang tua tidak
hanya sekedar memelihara eksistensi anak untuk menjadikannya kelak sebagai individu yang tumbuh dan berkembang.Sedangkan utam3, maksudnya adalah bahwa orang tua bertanggung jawab pada pendidikan anak. Ha[ itu memberikan pengertian bahwa seorang
anak dilahirkan dalam
keadaan penuh ketergantungan dengan orang lain' tidak mampu berbuat apa-apa bahkan tidak mampu menolong dirinya sendiri' Ia Iahir dalam keadaan suci bagaikan mejalilin
berwarna putih (a sheetof
white paper avoidof all
characters) atau yang lebih dikenal dengan istilah Tabularasa' DidalamIslam
secarajelas
Nabi MuhammadSAW.
Mengisyaratkanlewat
sabdanya yang berbunyi:22
^)l$-\i ari s-A6fi -''p;:\ 'v U'i-;i'y Y
- C.tc?
.+it.+-e,r- 1l
"setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci,
makaorangtuanyalah
yang dapat
menjadikannyaYahudi,
nasrani atau Majusi".Dengan
demikian
terserah kepadaorang tua
untuk memberikancorak
wamayang
dikehcndaki terhadap anak- anaknya- Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan seorang anak pada saatitu
benar-benar tergantung kepada kedua orang tuanya. Orang tua adalah tempat menggantungkandiri bagi anak
secarawajar. Oleh karena itu orang
tua berkewajiban memberikan pendidikan pada anaknya dan yangpaling
utama dimana hubungan orangtua
dengan anaknya bersifat alami dan kodrati.b)
Menjamin Kehidupan Emosional AnakSuasana didalam keluarga mentpakan suasana yang
diliputi
rasa cinta dan simpati yang sewajamya' suasana yang aman dan tenteram, suasana percaya mempercayai.Untuk itulah
melalui -)endidikan keluarga ini'
kehidupan emosional atau kebutuhan akan rasa kasih sayang dapat dipenuhi atau dapat berkembang dengan
baik, hal
inidikarenakan adanya hubungan darah antara pendidik dengan
23
anak
didilq
sebab orang tua hanya menghadapi sedikit anak didik dan karena hubungan tadi didasarkan atas rasa cinta kasihsayang mumi.
Kehidupan emosional
ini
merupakan salah satu faktoryang terp€nting didalam membentuk pribadi
seseorang.Berdasarkan
penelitian, terbuhi adanya
kelainan-kelainandidalam
perkembanganpribadi individu yang
disebabkankarena kurang berkembangnya kehidupan emosional
ini
secara wajar, antara lain:o
Bagi anak-anak yang sejak kecil dipeliharadi
rumah yatimpiatrl
panti asuhan atau rumah sakit, banyak mengalami kelainan-kelainanjiwa
seperti menjadi seorang anak yangpemalu, agrcsif dan lainJain yang pada
mulanya disebabkan kurang terpenuhinya rasa kasih sayang, yang sebenamya merupakan bagian dari emosional anak..
Banyaknyaterjadi tindak
kejahatanatau kriminal,
daripenelitian menunjukkan bahwa tumbuhnya
kejahatan tersebut karena kurangnya rasa kasih sayang yang diperoleh anak dari orang tuanya. Penyebabnya, kesibukan orang tua, suasana yang tidak religius, broken home dan sebagainya-c)
Menanamkan dasar pendidikan momlDidalam keluarga
juga
merupakan penanaman utama dasardasar moral bagi anak, yang biasanya tercermin dalam24
sikap dan perilaku orang tua
sebagai teladanyang
dapatdicontoh anak. Dalam
hubunganini Ki Hajar
Dewantaramenyatakan bahwa:
"Rasa
cinta,
rasa bersatudan lainJain
perasaan dankeadaan
jiwa
yang pada umumnya sangat berfaedah untuk berlangsungnya pendidikan, teristimewa pendidikan budi pekerti, terdapatlah didalamhidup
keluarga dalam sifatyang kuat dan mumi,
sehinggalak
dapat pusat-pusat pendidikan lainnya menyamainya"'"Memang
biasanyatingkah lakq cara
berbuat dan berbicara akan ditiru oleh anak. Dengan teladan ini, melahirkan gejala identifikasipositil
yakni penyamaandiri
dengan orangyang ditiru, dan hal ini penting sekali dalam
rangkapembentukan kepribadian.
Segala
nilai yang dikenal anak akan
melekat pada orang-orangyang
disenangdan
dikaguminya"dan
denganmelalui inilah
salah satu proses yang ditempuh anak dalam mengenal nilai.d)
Memberikan dasar pendidikan sosialDidalam kehidupan
keluargq
merupakan basis yang sangat penting dalam peletakan dasar{asar pendidikan sosial anak. Sebab pada dasamya keluarga merupakan lembaga sosial resmi yang minimal terdiri dari ayah, ibu dan anak.tu Malcli. Luhur Persatuan Taman Siswa, Korya
Ki ltaiot
Dewantara Bogian I'Yogyakarta, 1962, hal. 7l dikutip Socwamo, Penganlar LJnnn Pendidikan, Aksara Baru, Jakarta, 1985, hal. 69
25
Perkembangan benih-benih kesadaran sosial pada anak- anak dapat dipupuk sedini mungkin, terutama lewat kehidupan keluarga yang penuh rasa
tolong
menolong' gotong royong secara kekeluargaan, menolong saudara atau tetangga yangsakit, bersama-sama menjaga ketertiban,
kedamaian,kebersihan dan keserasian dalam segala hal.
e)
Peletakan dasardasar keagamaanKeluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan
utam4
disamping sangat menentukandalam
menanamkan dasar{asarmoral
yang tak kalah pentingnya adalah berperan besar dalam proses intemalisasi dan transpormasi nilai-nilai keagamaan ke dalam Pribadi anak.Masa kanak-kanak adalah masa yang paling baik untuk meresapkan dasar{asar hidup beragam4 dalam
hal ini
tentu saja terjadi dalam keluarga. Anak-anak seharusnya dibiasakanikut
serta ke masjid bersama-sama untuk menjalankan ibadah, mendengarkan khutbahatau
ceramah keagamaan, kegiatan sepertiini
besar sekali pengaruhnya terhadap kepribadian anak' Kenyataan membuktikan, bahwa anak yang semasa kecilnya tidak tahu menahu dengan hal-hal yang berhubungan dengan hidup keagamaan,tidak
pemahpergi
bersama orangtua
kemesjid atau tempat ibadah untuk
melaksanakan ibadah, mendegarkan khutbah atau ceramah-ceramah dan sebagainya'26
maka
setelah dewasa merckaitu pun tidak ada
perhatian terhadap hiduP keagamaan.Kehidupan
dalam keluarga
hendaknya memberikankondisi kepada anak untuk mengalami
suasana hidupkeagamaan.
2)
Tanggung jawab keluargaDasar{asar tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya meliputi:
a)
Adanya motivasi atau dorongancinta
kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak. Kasih sayang orang tua yangikhlas
danmumi
akan mendorong sikap dan tindakan rela menerima tanggungjawab untuk
mengorbankan hidupnya dalam memberikan pertolongan kepada anaknya.b)
Pemberianmotivasi kewajiban moral
sebagai konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya. Adanya tanggungjawab moral ini meliputi nilai-nilai
agama atau nilai-nilai spiritual. Menurut para ahli, bahwa penanaman sikap beragama sangat baik pada masa anak-anak. Pada masa anak-anak (usia 3 sampai6
tahun) seorang anakmemiliki
pengalaman agama yang asti dan mendalam, serta mudah berakar dalamdiri
dan kepribadiannya.Hal
tersebut merupakan faktor saatitu
anak mempunyai sifat wordering atau heran sebagai salah satu faktor untuk memperdalam pemahaman spiritual reality'27
Pada periode
ini
peranan orang tua dirasakan sangat penting melalui pembiasaan, misalnya orang tua sering mengajak anak- anaknyake
tempat-tempat ibadah, sebagai penanaman dasaryang akan
mengarahkananak pada pengaMian
yangselanjutny4 dan mampu menghargai kehadiran agama dalam bentuk pengalaman dan pengalaman dengan penuh ketaatan.
Dengan demikian penanaman agama yang
dimiliki
anak sejakkecil ini betul-betul tertanam dan berkesan pada dirinya.
c)
Tanggung jawab sosial adalah bagian dari keluarga yang pada gilirannya akan menjadi tanggungjawab
masyarakat, bangsa dan negara.Tanggung jawab sosial
itu
merupakan perwujudan kesadaran tanggungjawab
kekeluargaanyang dibina oleh
darah'keturunan dan kesatuan keyakinan.
Terjalinnya hubungan antara orang tua dengan
anakberdasarkan rasa
kasih
sayangyang ikhlas, dan
kesediaanmengorbankan segala-galanya, adalah hanya untuk melindungi dan memberikan pertolongan kepada analq dalam membimbing mereka
agar
pe(umbuhandan
perkembangannya menjadisempuma,
sebagaimanayang diharapkan. Begitu
jugadiharapkan untuk melatih sikap mandiri dan
mampumengambil
keputusansendiri serta
kehidupannya dalam keadaan stabil.28
d)
Memelihara dan membesarkan anaknyaTanggung
jawab ini
merupakandorongan alami
untukdilaksanakan, karena anak memerlukan makan,
minum
danperawatan, agar ia dapat hidup secara berkelanjutan. Disamping
itu
ia bertanggung jawab dalam hal melindungi dan menjamin kesehatan anaknyqbaik
secara jasmaniah maupun rohaniah dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan diri anak terscbut.e)
Memberikan pendidikan dengan berbagaiilmu
pengetahuan dan kaerampilan yang berguna bagi kehidupan anak kelak,sehingga bila ia telah dewasa akan mampu mandiri.
Demikian beberapa
hal
yangperlu
diperhatikan sebagai tanggungjawab orang tua
terhadap anaknya' terutama dalam konteks pendidikan. Kesadaran akan tanggung jawab mendidik dan membina anak secara terus-menerus perlu dikembangkan kepada setiap orangtu4
sehingga pendidikan yang dilakukantidak
lagi berdasarkan kebiasaanyang dilihat dari orang tua' tapi
telahdidasari oleh teori-teori pendidikan modem, sesuai
dengan perkembangan zaman.Dapat
disimpulkan pendidikandalam
keluarga adalah fungsi, peranan dan tanggung jawab keluarga.29