BAB IV FUNGSI TRIGONOMETRI
5. Aplikasi dalam Maple
Dalam aplikasi software Maple, nilai ๏ฐ tidak dalam bentuk derajat yang berkisar antara 0o sampai 360o melainkan dalam bentuk
85 radian sebesar 3,14. Berikut akan ditampilkan sketsa/grafik dari fungsi-fungsi trigonometri.
1. Fungsi Sinus
>
>
Keterangan:
Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ ๐ฅ dengan batasan antara 0 sampai 360 memiliki satu puncak dan satu lembah dan disebut satu periode. Nilai maksimumnya 1 dan nilai minimum -1
>
>
86 Keterangan
Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ 2๐ฅ dengan batasan antara 0 sampai 360 memiliki dua puncak dan dua lembah dan disebut dua periode. Nilai maksimumnya 1 dan nilai minimum -1
>
>
Keterangan
Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ (2๐ฅ + 35) dengan batasan antara 0 sampai 360 memiliki
87 dua puncak dan dua lembah dan disebut dua periode. Nilai maksimumnya 1 dan nilai minimum -1
2. Fungsi Cosinus
>
>
Keterangan
Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐(๐ฅ) = 2๐๐๐ (3๐ฅ ) dengan batasan antara 0 sampai 360 memiliki tiga puncak dan tiga lembah dan disebut dua periode. Nilai maksimumnya 2 dan nilai minimum -2
>
>
88 Keterangan
Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐(๐ฅ) = ๐๐๐ (๐ฅ2 ) dengan batasan antara 0 sampai 360 memiliki puncak dan lembah lebih dari 1. Nilai maksimumnya 1 dan nilai minimum -1
3. Fungsi Tangen
>
>
89 Keterangan
Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐(๐ฅ) = ๐ก๐๐ ๐ฅ dengan batasan antara 0 sampai 360 tidak memiliki puncak dan lembah. Tidak memiliki nilai maksimum dan minimum.
C. Rangkuman
1. Perubahan nilai-nilai fungsi trigonometri
a. Nilai maksimum sin ๐ผ๐sama dengan 1, dicapai untuk ๐ผ๐ = 90๐+ ๐ . 360๐
Nilai minimum sin ๐ผ๐sama dengan โ 1, dicapai untuk ๐ผ๐ = 270๐+ ๐ . 360๐
Jadi, โ1 โค sin ๐ผ๐ โค 1 untuk setiap sudut ๐ผ๐.
b. Nilai maksimum cos ๐ผ๐ sama dengan 1, dicapai untuk ๐ผ๐ = ๐ . 360๐
Nilai minimum cos ๐ผ๐ sama dengan โ 1, dicapai untuk ๐ผ๐ = 180๐+ ๐ . 360๐
Jadi, โ1 โค cos ๐ผ๐โค 1 untuk setiap sudut ๐ผ๐.
c. Nilai tan ๐ผ๐ tidak mempunyai nilai maksimum maupun nilai minimum
90 2. Grafik fungsi trigonometri itu dapat digambarkan dengan dua
cara yaitu
a. Dengan menggunakan tabel,
b. Dengan menggunakan lingkaran satuan.
3. Mengambar grafik fungsi trigonometri dapat menggunakan aplikasi Maple
D. Tugas
Gambarkan grafik dari fungsi tigonometri berikut 1. ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ 2๐ฅ , 0 ๏ฃ ๐ฅ ๏ฃ 360
2. ๐(๐ฅ) = 2 ๐ก๐๐ ๐ฅ, 0 ๏ฃ ๐ฅ ๏ฃ 360 3. ๐(๐ฅ) = ๐๐๐ ๐ฅ โ 1 , 0 ๏ฃ ๐ฅ ๏ฃ 360 4. ๐(๐ฅ) = 3 ๐ ๐๐ ( ยฝ ๐ฅ), 0 ๏ฃ ๐ฅ ๏ฃ 360
5. Buatlah fungsi sekan, cosekan dan cotangen. Buatlah grafik dengan menggunakan Maple
E. Penilaian
Tes Essay: Kerjakan soal-soal berikut
1. Gambarlah grafik-grafik fungsi trigonometri berikut dalam interval , 0 ๏ฃ ๐ฅ ๏ฃ 360
a. ๐ฆ = 2 tan ๐ฅ b. ๐ฆ = โ2 cos ๐ฅ โ 1 c. ๐ฆ = 2 sin(๐ฅ โ 60) + 1 d. ๐ฆ = 2 tan ๐ฅ โ 2
e. ๐ฆ = โ2 cos(๐ฅ + 45)
2. Berdasarkan fungsi trgonometri pada soal nomor 1, tentukanlah nilai maksimum dan nilai minimum dari masing-masing grafik tersebut.
91 F. Rujukan
Corliss, J.J., Berglund, V.W. 1958. Plane Trigonomtri. Boston: The Riverside Press Cambridge.
Budiarta, M. T. 2004. Trigonometri. Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendiidkan Dasar dan Menengah Departemen Pendiidkan Nasional.
George B. Thomas JR dan Ross L. Finney. 1993. Kalkulus dan Geometri Analitik. Penerbit: Airlangga.
Gunawan, J. 1996. 100 Soal dan Pembahasan Trigonometri.
Grasindo, Jakarta.
John A. Graham and Robert H. Sorgenfrey. 1986. Trigonometry with application. Boston: Houghton Miffin Company.
Kariadinata, R. 2013. Trigonometri Dasar. Penerbit: Pustaka Setia Bandung.
Larson and Hostetler. 2007. Algebra and Trigonometry. Seventh Edition. Boston, New York.
Noormandiri, B.K dan Scipto, E. 2000. Buku Pelajaran Matematika untuk SMU Jilid 2 Kelas 2 Kurikulum 1994, Suplemen GBPP 1999. Penertbit: Airlangga
Purcell E., J., & Varberg, D. 1984. Calculus with Analytic Geometry. Diterjemahkan Susila, I. N., Kartasasmita, B., Rawuh: Kalkulus dan Geometri Analitis, jilid 1. Penertbit:
Erlangga.
Purcell E., J., & Varberg, D. 1984. Calculus with Analytic Geometry. Diterjemahkan Susila, I. N., Kartasasmita, B., Rawuh: Kalkulus dan Geometri Analitis, jilid 2. Penertbit:
Erlangga
Wirodikromo, S. 2006. Matematika Jilid 2 IPA untuk Kelas XI.
Penerbit: Erlangga
Zen Fathurin, 2012. Trigonometri. Penerbit: Alfabeta Bandung
92 BAB V
LIMIT FUNGSI TRIGONOMETRI
A. Pendahuluan
Limit fungsi trigonometri merupakan konsep yang limit dengan menggunakan fungsi trigonometri. Pada bab ini, membahas tentang limit fungsi di suatu titik, yakni melalui pengamatan grafik fungsi dan melalui perhitungan nilai-nilai fungsi di sekitar titik yang ditinjau.
Dalam bahan ajar BAB V Limit Fungsi Trigonometri, anda akan mempelajari limit fungsi trigonometri yang mencakup materi-materi bahasan seperti:
a. Pengertian limit fungsi b. Limit fungsi trigonometri
Setelah mempelajari bahan ajar BAB V Limit Fungsi Trigonometri ini anda diharapkan dapat:
a. Memahami pengertian limit fungsi b. Memahami limit fungsi trigonometri
Sebagai penjabaran dari tujuan di atas, setelah mempelajari bahan ajar BAB V Limit Fungsi Trigonometri anda diharapkan dapat:
93 a. Memahami pengertian limit fungsi melalui pengamatan grafik b. Memahami pengertian limit fungsi melalui perhitungan nilai-nilai
fungsi
c. Memahami teorema limit
d. Memahami limit fungsi trigonometri e. Menentukan nilai limit fungsi trigonometri
Agar anda berhasil dengan baik dalam mempelajari bahan ajar ini, ikutilah petunjuk belajar berikut:
a. Bacalah dengan cermat pendahuluan bahan ajar ini sehingga anda memahami tujuan mempelajari bahan ajar ini dan bagaimana mempelajarinya
b. Bacalah bagian demi bagian materi dalam bahan ajar ini, tandailah kata-kata penting yang merupakan kata kunci. Ucapkan pengertian kata-kata kunci tersebut dengan kalimat anda sendiri.
c. Pahamilah pengertian demi pengertian dari isi bahan ajar ini dengan mempelajari contoh-contohnya, dengan pemahaamn sendiri, tukar pikiran (diskusi) dengan awan mahasiswa atau dengan tutor.
d. Buatlah ringkasan isi bahan ajar bab 5 ini dengan kata-kata sendiri
e. Kerjakan soal-soal tugas dalam bahan ajar bab 5 ini.
f. Kerjakan soal-soal dalam penilaian jika ragu-ragu menjawabnya lihatlah kembali pada uraian materi yang berkenaan dengan soal tersebut
B. Uraian Materi
1. Pengertian Limit Fungsi
Ada dua macam cara untuk memahami pengertian limit fungsi di suatu titik, yakni melalui pengamatan grafik fungsi dan melalui perhitungan nilai-nilai fungsi di sekitar titik yang ditinjau.
94 1.1. Pengertian Limit Fungsi Melalui Pengamatan Grafik
Fungsi
Pengertian limit fungsi di sebuah titik melalui pengamatan grafik fungsi di sekitar titik itu, dapat dideskripsikan dengan menggunakan alat peraga dua buah potongan kawat dan satu lembar film tipis.
Misalkan kawat 1 dibentuk seperti Gambar 5.1(a). titik ujung kawat yang ditandai dengan noktah ๏ท digerakkan ke kanan secara terus menerus sehingga makin dekat dengan film. Dikatakan jarak antara titik ujung kawat dengan film mendekati nol.
(a) (b) Gambar 5.1
Suatu ketika titik ujung kawat akan menyentuh film (Gambar 5.1(b)), sehingga dapat diperkirakan berapa tinggi titik ujung kawat terhadap sumbu X. Dalam matematika, perkiraan ketinggian titik ujung kawar terhadap sumbu X dikatakan limit fungsi f(x) untuk x mendekati a dari arah kiri. Misalkan ketinggian yang diperkirakan itu adalah L1, maka notasi singkat untuk menuliskan pernyataan itu adalah:
f(x) ๏ฎ L1 untuk x ๏ฎ a atau lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) = ๐ฟ1
95 dan dibaca limit fungsi f(x) untuk x mendekati a dari arah kiri sama dengan L11.
Apabila kawat 1 dibentuk seperti Gambar 5.2, maka titik ujung kawat tidak pernah menyentuh film. Dalam kasus demikian dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a dari arah kiri tidak ada.
Gambar 5.2
Bagaimana halnya dengan kawat 2 yang berada di sebelah kanan film? Dengan menggunakan bentuk kawat yang berbeda-beda dan kawat digerakkan ke kiri mendekati film, maka berbagai kemungkinan kedudukan titik ujung kawat terhadap film diperlihatkan pada Gambar 5.3 berikut ini.
1 Tanda โ pada a- dimaksudkan bahwa arah ketika mendekati x = a adalah dari arah kiri. Oleh karena itu, lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) = ๐ฟ1 disebut limit kiri
96 (a) (b)
Gambar 5.3
Sumber: Wirodikromo, S. 2006. Matematika Jilid 2 IPA untuk Kelas XI. Penerbit: Erlangga
Untuk situasi pada gambar 5.3 dapat ditulis sebagai berikut F(x) ๏ฎ L2 untuk x ๏ฎ a+ atau lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) = ๐ฟ2
Dan dibaca sebagai limit fungsi f(x) untuk x mendekati a dari arah kanan sama dengan L22.
Untuk situasi pada Gambar 5.3(b) dapat ditulis sebagai :
๐ฅโ๐lim+๐(๐ฅ) ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐
2 Tanda + pada a+ menunjukkan bahwa arah ketika mendekati x = a adalah dari arah kanan. Oleh sebab itu, lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) = ๐ฟ2disebut limit kanan
97 Dari berbagai kemungkinan bentuk fungsi y = f(x) untuk x ๏น a, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
1. Jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) = ๐ฟ1, lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) = ๐ฟ2, dan L1 = L2 = L, maka dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a ada dan nilai limit itu sama dengan L. perhatikan Gambar 5.4(a). pernyataan ini ditulis sebagai:
F(x) ๏ฎ L untuk x ๏ฎ a atau lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) = ๐ฟ 2. Jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) = ๐ฟ1, lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) = ๐ฟ2, tetapi L1๏น L2 , maka dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada. Perhatikan Gambar 5.4(b).
(a) (b) Gambar 5.4
3. Jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) = ๐ฟ1 tetapi lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) tidak ada, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada. Perhatikan Gambar 5.5
4. Jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) tidak ada dan lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) = ๐ฟ2, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada. Perhatikan gambar 5.6
98 5. Jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) tidak ada dan lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) tidak ada, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada. Perhatikan gambar 5.7
Sumber: Wirodikromo, S. 2006. Matematika Jilid 2 IPA untuk Kelas XI. Penerbit: Erlangga
Gambar 5.5 Gambar 5.6
99 Gambar 5.7
Sumber: Wirodikromo, S. 2006. Matematika Jilid 2 IPA untuk Kelas XI. Penerbit: Erlangga
Hasil-hasil tersebut dapat dirangkum seperti diperlihatkan pada Table 5.1.
Tabel 5.1. Nilai limit No Limit Kiri
๐ฅโ๐limโ๐(๐ฅ)
Limit Kanan
๐ฅโ๐lim+๐(๐ฅ), lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) 1 ada, nilainya L1 ada, nilainya L2 L1 = L2
= L
ada, nilainya L 2 ada, nilainya L1 ada, nilainya L2 L1๏น L2 tidak ada 3 ada, nilainya L1 tidak ada tidak ada 4 tidak ada ada, nilainya L2 tidak ada
5 tidak ada tidak ada tidak ada
Dari Table 5.1 diperoleh definisi sebagai berikut.
Definisi
100 Suatu fungsi y = f(x) didefinisikan untuk x di sekitar a, maka
๐ฅโ๐lim๐(๐ฅ) = ๐ฟ jika dan hanya jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) = lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) = ๐ฟ 1.2. Pengertian Limit Fungsi Melalui Perhitungan Nilai-Nilai
Fungsi
Fungsi ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ ๐ฅ๐ฅ dengan daerah asal Df = { ๐ฅ๏ฏ๐ฅ๏๏}, memiliki nilai fungsi ๐(๐ฅ), jika ๐ฅ mendekati 0. Nilai-nilai fungsi ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ ๐ฅ๐ฅ untuk x yang mendekati 0 dibuat daftar seperti pada Table 5.2.
Tabel 5.2. Nilai limit ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ ๐ฅ๐ฅ ๐ฅ 1,0 0,5 0,1 0,01 ๏ฎ0
๏ฌ -
0,01 -0,1 -0,5 -1,0 ๐(๐ฅ)
=sin ๐ฅ ๐ฅ
0,84 14
0,95 88
0,99 83
0,99 99
โฆ.
?...
0,99 99
0,99 83
0,95 88
0,84 14 Dari table 4.2 terlihat bahwa fungsi ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ ๐ฅ๐ฅ mendekati nilai L = 1, jika x dmendekati 0, baik dari arah kiri maupun dari arah kanan.
Dengan demikian, dapat dituliskan bahwa:
๐ฅโ0lim๐(๐ฅ) = lim
๐ฅโ0 sin ๐ฅ
๐ฅ = 1
Dibaca: limit dari ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ ๐ฅ๐ฅ sama dengan 1, jika x mendekati 0 1.3. Teorema Limit
Sifat-sifat limit fungsi dapat dirangkum dalam teorema limit sebgai berikut.
101 1. Jika f(x) = k maka lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) = ๐ (untuk setiap k konstan dan a bilangan real)
2. Jika f(x) = x maka lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) = ๐ (untuk setiap a bilangan real) 3. a) lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) + ๐(๐ฅ) = lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) + lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) b) lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) โ ๐(๐ฅ) = lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) โ lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) 4. jika k suatu konstan maka lim
๐ฅโ๐ ๐ ๐(๐ฅ) = k lim
๐ฅโ๐ ๐(๐ฅ) 5. a) lim
๐ฅโ๐(๐(๐ฅ) . ๐(๐ฅ)) = (lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ)) . (lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ)) b) lim
๐ฅโ๐ ๐(๐ฅ)
๐(๐ฅ)= ๐ฅโ๐limlim๐(๐ฅ)
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) dengan lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) โ 0 6. lim
๐ฅโ๐{๐(๐ฅ)}๐ = {lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ)}๐ 7. lim
๐ฅโ๐๐โ๐(๐ฅ) = ๐โlim๐ฅโฬก ๐(๐ฅ) dengan lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) โฅ 0 untuk n genap 2. Limit Fungsi Trigonometri
Dalam beberapa kasus, penyelesaian limit fungsi trigonometri hamper sama dengan penyelesaian limit fungsi aljabar, misalnya dengan metode subtitusi langsung atau dengan metode pemfaktoran.
Rumus-rumus trigonometri dan teorema limit yang pernah dipelajari dapat membantu untuk menyelesaikan limit-limit fungsi trigonometri.
Contoh 5.1.
Hitunglah nilai limit-limit fungsi trigonometri berikut ini a. lim
๐ฅโ๐4sin ๐ฅ b. lim
๐ฅโ0(cos2๐ฅ โ sin2๐ฅ) Jawab
102 a. lim
๐ฅโ๐4sin ๐ฅ = sin๐4 = 12โ2 . jadi lim
๐ฅโ๐4sin ๐ฅ = 12โ2 b. lim
๐ฅโ0(cos2๐ฅ โ sin2๐ฅ) = cos20 โ sin20 = 1 โ 0 = 1. Jadi lim๐ฅโ0(cos2๐ฅ โ sin2๐ฅ) = 1
Rumus-Rumus Limit Fungsi Trigonometri
Limit fungsi trigonometri dapat pula diselesaikan dengan menggunakan rumus. Rumus-rumus fungsi trigonometri yang dimaksudkan itu adalah
lim๐ฅโ0
sin ๐ฅ ๐ฅ = lim
๐ฅโ0
๐ฅ
sin ๐ฅ = 1 lim๐ฅโ0
tan ๐ฅ ๐ฅ = lim
๐ฅโ0
๐ฅ
tan ๐ฅ = 1
Rumus-rumus limit fungsi trigonometri dasar di atas dapat diperluas.
Misalkan u adalah fungsi dari x dan jika x ๏ฎ 0 maka u ๏ฎ 0, sehingga rumus-rumus tersebut dapat dituliskan menjadi
๐ฅโ0lim sin ๐ข
๐ข = lim
๐ฅโ0
๐ข
sin ๐ข = 1
๐ฅโ0lim tan ๐ข
๐ข = lim
๐ฅโ0
๐ข
tan ๐ข = 1 Contoh 5.2
Hitunglah lim
๐ฅโ0
(x2โ7x+12) sin(๐ฅโ3) (๐ฅ2โ๐ฅโ6)2
Jawab
๐ฅโ0lim
(x2โ 7x + 12) sin(๐ฅ โ 3) (๐ฅ2โ ๐ฅ โ 6)2 = lim
๐ฅโ0
(x โ 3)(x โ 4) sin(๐ฅ โ 3) ((๐ฅ โ 3)(๐ฅ + 2))2
=lim
๐ฅโ0 (๐ฅโ4) (๐ฅ+2)2โ lim
๐ฅโ0
sin(๐ฅโ3)
(๐ฅโ3) =(3+2)(3โ4)2 โ 1
= โ251.
103 C. Rangkuman
1. Fungsi y = f(x) untuk x ๏น a, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
a. Jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) = ๐ฟ1, lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) = ๐ฟ2, dan L1 = L2 = L, maka dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a ada dan nilai limit itu sama dengan L. Pernyataan ini ditulis sebagai:
f(x)๏ฎ L untuk x ๏ฎ a atau lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) = ๐ฟ b. Jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) = ๐ฟ1, lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) = ๐ฟ2, tetapi L1๏น L2 , maka dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada.
c. Jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) = ๐ฟ1 tetapi lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) tidak ada, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada.
d. Jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) tidak ada dan lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) = ๐ฟ2, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada.
e. Jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) tidak ada dan lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) tidak ada, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada.
2. Suatu fungsi y = f(x) didefinisikan untuk x di sekitar a, maka
๐ฅโ๐lim๐(๐ฅ) = ๐ฟ jika dan hanya jika lim
๐ฅโ๐โ๐(๐ฅ) = lim
๐ฅโ๐+๐(๐ฅ) = ๐ฟ 3. Sifat-sifat limit fungsi dapat dirangkum dalam teorema limit
sebgai berikut.
a. Jika f(x) = k maka lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) = ๐ (untuk setiap k konstan dan a bilangan real)
b. Jika f(x) = x maka lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) = ๐ (untuk setiap a bilangan real) c. a) lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) + ๐(๐ฅ) = lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) + lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) b) lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) โ ๐(๐ฅ) = lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) โ lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) d. jika k suatu konstan maka lim
๐ฅโ๐ ๐ ๐(๐ฅ) = k lim
๐ฅโ๐ ๐(๐ฅ)
104 e. a) lim
๐ฅโ๐(๐(๐ฅ) . ๐(๐ฅ)) = (lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ)) . (lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ)) b) lim
๐ฅโ๐ ๐(๐ฅ)
๐(๐ฅ)= ๐ฅโ๐limlim๐(๐ฅ)
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) dengan lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ) โ 0 f. lim
๐ฅโ๐{๐(๐ฅ)}๐ = {lim
๐ฅโ๐๐(๐ฅ)}๐ D. Tugas
Kerjakan soal-soal berikut
1. Hitunglah nilai limit-limit fungsi trigonometri berikut ini.
a. lim
๐ฅโ๐2cos (๐ฅ โ๐3) b. lim
๐ฅโ๐2tan (๐ฅ โ๐2) c. lim
๐ฅโ๐2
sin 2(๐ฅโ๐3) (๐ฅโ๐3)
d. lim
๐ฅโโ2
tan(6๐ฅ+12) (4๐ฅ+8)
2. Hitunglah nilai limit-limit fungsi trigonometri berikut ini a. lim
๐ฅโ0 1โcos ๐ฅ
๐ฅ2
b. lim
๐ฅโ0 sin2๐ฅ
4๐ฅ2
c. lim
๐ฅโ0
(2๐ฅ+2) sin(๐ฅโ2) ๐ฅ2โ4
d. lim
๐ฅโ0
(3๐ฅ+6) tan(๐ฅโ4) 2๐ฅ2โ7๐ฅโ4
3. Tentukan nilai dari: lim
โโ0
๐(๐ฅ+โ)โ๐(๐ฅ)
โ untuk fungsi-fungsi ๐(๐ฅ) berikut ini.
a. ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ 3๐ฅ b. ๐(๐ฅ) = ๐๐๐ ๐ฅ c. ๐(๐ฅ) = 3 ๐๐๐ ๐ฅ
d. ๐(๐ฅ) = 3 ๐ ๐๐ ๐ฅ + ๐๐๐ ๐ฅ.
105 E. Penilaian
Tes Essay: Kerjakan soal-soal berikut
1. Hitunglah nilai limit-limit fungsi trigonometri berikut ini a. lim
๐ฅโ๐2sin (๐ฅ โ๐2) b. lim
๐ฅโ๐3
sin 2(๐ฅโ๐3) (๐ฅโ๐3)
c. lim
๐ฅโ๐2
tan 2(๐ฅโ๐3) (๐ฅโ๐3)
d. lim
๐ฅโโ2
cos (6๐ฅ+12) (4๐ฅ+8)
2. Hitunglah nilai limit-limit fungsi trigonometri berikut ini a. lim
๐ฅโ0
sin 3๐ฅโsin 3๐ฅ cos 2๐ฅ 2๐ฅ3
b. lim
๐ฅโ0
sin 4๐ฅโsin 2๐ฅ 6
c. lim
๐ฅโ2
1โcos2(๐ฅโ2) 3๐ฅ2โ12๐ฅ+12
d. lim
๐ฅโ0
cos 4๐ฅโ1 ๐ฅ tan 2๐ฅ
3. Tentukan nilai dari: lim
โโ0
๐(๐ฅ+โ)โ๐(๐ฅ)
โ untuk fungsi-fungsi ๐(๐ฅ) berikut ini.
a. ๐(๐ฅ) = cos 2๐ฅ b. ๐(๐ฅ) = tan 2๐ฅ c. ๐(๐ฅ) = 3 sin ๐ฅ
d. ๐(๐ฅ) = 3 sin ๐ฅ + cos ๐ฅ.
F. Rujukan
106 Corliss, J.J., Berglund, V.W. 1958. Plane Trigonomtri. Boston: The
Riverside Press Cambridge.
Budiarta, M. T. 2004. Trigonometri. Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendiidkan Dasar dan Menengah Departemen Pendiidkan Nasional.
George B. Thomas JR dan Ross L. Finney. 1993. Kalkulus dan Geometri Analitik. Penerbit: Airlangga.
Gunawan, J. 1996. 100 Soal dan Pembahasan Trigonometri.
Grasindo, Jakarta.
John A. Graham and Robert H. Sorgenfrey. 1986. Trigonometry with application. Boston: Houghton Miffin Company.
Kariadinata, R. 2013. Trigonometri Dasar. Penerbit: Pustaka Setia Bandung.
Larson and Hostetler. 2007. Algebra and Trigonometry. Seventh Edition. Boston, New York.
Noormandiri, B.K dan Scipto, E. 2000. Buku Pelajaran Matematika untuk SMU Jilid 2 Kelas 2 Kurikulum 1994, Suplemen GBPP 1999. Penertbit: Airlangga
Purcell E., J., & Varberg, D. 1984. Calculus with Analytic Geometry. Diterjemahkan Susila, I. N., Kartasasmita, B., Rawuh: Kalkulus dan Geometri Analitis, jilid 1. Penertbit:
Erlangga.
Purcell E., J., & Varberg, D. 1984. Calculus with Analytic Geometry. Diterjemahkan Susila, I. N., Kartasasmita, B., Rawuh: Kalkulus dan Geometri Analitis, jilid 2. Penertbit:
Erlangga
Wirodikromo, S. 2006. Matematika Jilid 2 IPA untuk Kelas XI.
Penerbit: Erlangga
Zen Fathurin, 2012. Trigonometri. Penerbit: Alfabeta Bandung
107 BAB VI
TURUNAN FUNGSI TRIGONOMETRI
108 A. Pendahuluan
Turunan fungsi trigonometri merupakan konsep yang diajarkan setelah limit fungsi trigonometri. memahami turunan fungsi trigonometri tidak sulit, akan tetapi perlu trik-trik khusus dalam mencari turunannya. Sebelum memahami turunan pada suatu fungsi, perlu memahami laju perubahan rata-rata maupun laju perubahan sesaat. Turunan suatu fungsi memiliki formula yang cukup banyak sehingga perlu memiliki cara yang kreatif untuk dapat mengingat formula yang tepat untuk menylesaikan masalah turunan fungsi trigonometri.
Dalam bahan ajar BAB VITurunan Fungsi Trigonometri, anda akan mempelajari turunan fungsi trigonometri yang mencakup materi-materi bahasan seperti:
a. Pengertian turunan fungsi
b. Rumu-rumus turunan fungsi trigonometri
Setelah mempelajari bahan ajar BAB VITurunan Fungsi Trigonometri ini anda diharapkan dapat:
a. Memahami pengertian turunan fungsi
b. Memahami rumus-rumus turunan fungsi trigonometri
Sebagai penjabaran dari tujuan di atas, setelah mempelajari bahan ajar BAB VITurunan Fungsi Trigonometri anda diharapkan dapat:
a. Memahami laju perubahan rata-rata b. Memahami laju perubahan sesaat c. Memahami definisi turunan fungsi d. Memahami rumus umum turunan fungsi
e. Memahami rumus-rumus turunan fungsi trigonometri f. Memahami turunan komposisi dengan aturan rantai g. Menentukan nilai turunan fungsi trigonometri
109 Agar anda berhasil dengan baik dalam mempelajari bahan ajar ini, ikutilah petunjuk belajar berikut:
a. Bacalah dengan cermat pendahuluan bahan ajar ini sehingga anda memahami tujuan mempelajari bahan ajar ini dan bagaimana mempelajarinya
b. Bacalah bagian demi bagian materi dalam bahan ajar ini, tandailah kata-kata penting yang merupakan kata kunci.
Ucapkan pengertian kata-kata kunci tersebut dengan kalimat anda sendiri.
c. Pahamilah pengertian demi pengertian dari isi bahan ajar ini dengan mempelajari contoh-contohnya, dengan pemahaamn sendiri, tukar pikiran (diskusi) dengan awan mahasiswa atau dengan tutor.
d. Buatlah ringkasan isi bahan ajar bab 6 ini dengan kata-kata sendiri
e. Kerjakan soal-soal tugas dalam bahan ajar bab 6 ini.
f. Kerjakan soal-soal dalam penilaian jika ragu-ragu menjawabnya lihatlah kembali pada uraian materi yang berkenaan dengan soal tersebut.
B. Uraian Materi
Mempelajari turunan fungsi sebenarnya tidaklah terlalu sulit.
Bahkan, jika kalian mengetahui trik-trik khusus pada turunan dari suatu fungsi ini, maka kalian akan lebih menyukai dan tertantang ketika menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan turunan fungsi. Faktor terpenting adalah ketelitian dalam membaca soal dan menggunakan formula-formula yang ada dengan tepat. Hal ini disebabkan pada turunan fungsi, formula yang digunakan cukup banyak, sehingga kalian harus memiliki cara yang kreatif untuk dapat mengingat formula tersebut lebih tepat.
110 1. Pengertian Turunan Fungsi
Sebagai langkah awal utnuk menyelesaikan konsep turunan fungsi, terlebih dahulu akan dibahas konsep laju perubahan nilai fungsi.
1.1. Laju Perubahan Nilai Fungsi
Dalam bahasa sehari-hari sering dijumpai ungkapan-ungkapan seperti laju pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, laju perkembangan investasi, laju pertumbuhan penduduk, laju pembiakan bakteri, dan lain-lain. Istilah laju dalam bahasa sehari-hari itu dapat dirumuskan dalam bahasa matematika sebagai laju perubahan nilai fungsi. Ada 2 macam laju perubahan nilai fungsi yaitu laju perubahan rata-rata dan laju perubahan sesaat.
a. Laju Perubahan Rata-rata
Kecepatan gerak suatu benda dapat ditentukan apabila diketahui letak atau posisi benda sebagai fungsi waktu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mencatat letak benda dari waktu ke waktu secara terus menerus. Sebagai contoh, seorang mahasiswa mengendarai motor dari rumah ke kampus yang jaraknya 20 km. Ia berangkat dari rumah pukul 06.00 dan sampai di sekolah pada pukul 06.30. Berapa kecepatan rata-rata sepeda motornya. Untuk mencari kecepatan rata- rata mahasiswa itu mengendarai motor dari rumah ke kampusnya adalah
๐ฃ๐๐๐ก๐โ๐๐๐ก๐ = 20 ๐๐
1
2 ๐ๅดด๐ = 40 ๐๐/๐๐๐
111 Perhatikan bahwa kecepatan rata-rata ditentukan sebagai perbandingan antara perubahan jarak terhadap perubahan waktu, ditulis
๐ฃ๐๐๐ก๐โ๐๐๐ก๐ = โ๐
โ๐ก
dengan ๏s sebagai perubahan jarak dan ๏t sebagai perubahan waktu.
Sekarang misalkan letak benda sebagai fungsi waktu diketahui dan dapat dinyatakan sebagai ๐ = ๐(๐ก). ketika ๐ก = ๐ก1 benda berada di ๐(๐ก1) dan ๐ก = ๐ก2 berada di ๐(๐ก2), sehingga perubahan jarak ๏๐ = ๐(๐ก2) โ f(t1) dan perubahan waktunya ๏๐ก = ๐ก2 โ ๐ก1.
Dengan demikian, kecepatan rata-rata dalam interval waktu ๐ก1๏ฃ ๐ก ๏ฃ๐ก2adalah
๐ฃ๐๐๐ก๐โ๐๐๐ก๐ = โ๐
โ๐ก= ๐(๐ก2) โ ๐(๐ก1) ๐ก2โ ๐ก1
Tafsiran geometri dari kecepatan rata-rata dapat diperlihatkan melalui gambar . dari gambar tampak bahwa kecepatan rata-rata โ๐ โ๐ก mempunyai tafsiran geometri sebagai koefesien arah garis lurus ๐ yang menghubungkan titik ( ๐ก1, ๐( ๐ก1)) dan titik (๐ก2, ๐(๐ก2)).
Koefesien arah garis ๐ juga disebut gradient atau kemiringan garis ๐.
nilai koefesien arah garis ๐ sama dengan tan ๏ก dengan ๏ก adalah sudut yang dibentuk oleh garis ๐ dengan sumbu T positif.
112 Gambar. 6.1
Laju perubahan rata-rata nilai fungsi
Misalkan diketahui fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ). jika ๐ฅ berubah dari ๐ฅ1ke ๐ฅ2 (๐ฅ1<๐ฅ2) maka nilai fungsi ๐(๐ฅ) berubah dari ๐(๐ฅ1) menjadi ๐(๐ฅ2). Jadi perubahan ๐ฅ sebesar ๏๐ฅ = ๐ฅ2 โ ๐ฅ1 mengakibatkan perubahan nilai fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ) sebesar ๏๐ฆ = ๐(๐ฅ2) โ ๐(๐ฅ1).
Dengan demikian, laju perubahan rata-rata nilai fungsi dapat didefinisikan sebagai berikut.
Definisi
Misalkan diketahui fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ). laju perubahan rata-rata fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ) dalam interval ๐ฅ1๏ฃ ๐ฅ ๏ฃ๐ฅ2 adalah
113
โ๐ฆ
โ๐ฅ = ๐(๐ฅ2) โ ๐(๐ฅ1) ๐ฅ2โ ๐ฅ1 b. Laju Perubahan Sesaat
Menentukan kecepatan sesaat sebagai limit dari kecepatan rata- rata, secara eksak dapat dirumuskan sebagai berikut.
Misalkan sebuah benda B bergerak sehingga jarak benda s sebagai fungsi waktu t ditentukan oleh persamaan: ๐ = ๐(๐ก)
Pada waktu ๐ก = ๐ก1 benda B berada di ๐(๐ก1) dan pada waktu ๐ก = (๐ก1 + โ) benda berada di ๐(๐ก1 + โ), sehingga kecepatan rata- ratagerak benda B dalam interval ๐ก1๏ฃ ๐ก ๏ฃ๐ก1 + โ adalah
๐ฃ๐๐๐ก๐โ๐๐๐ก๐ = ๐(๐ก1+ โ) โ ๐(๐ก1)
(๐ก1+ โ) โ ๐ก1 = ๐(๐ก1+ โ) โ ๐(๐ก1) โ
Kecepatan sesaat pada waktu ๐ก = ๐ก1 diperoleh apabila nilai โ mendekati nol. Denga demikian, kecepatan sesaat ditentukan dengan konsep limit sebagai berikut.
๐ฃ๐๐๐ก๐โ๐๐๐ก๐๐ก1 = lim
โโ0๐ฃ๐๐๐ก๐โ๐๐๐ก๐ = lim
โโ0
๐(๐ก1+ โ) โ ๐(๐ก1) โ
Laju Perubahan Sesaat Nilai Fungsi
Misalkan diketahui fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ) terdefinisi dalam interval ๐ ๏ฃ ๐ฅ ๏ฃ (๐ + โ), dengan โ konstanta positif.
๏ท Nilai fungsi ๐(๐ฅ) untuk ๐ฅ = ๐ adalah ๐(๐), koordinat titik (๐, ๐(๐)) diwakili oleh titik P.
๏ท Nilai fungsi ๐(๐ฅ) untuk ๐ฅ = (๐ + โ) adalah ๐(๐ + โ), koordinat titik ((๐ + โ), ๐(๐ + โ)) diwakili oleh titik Q.
114 Grafik fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ), titik P dan titik Q digambarkan dalam sebuah bidang cartesius. Laju perubahan rata-rata nilai fungsi ๐(๐ฅ) terhadap ๐ฅ adalah
๐(๐ + โ) โ ๐(๐)
(๐ + โ) โ ๐ = ๐(๐ + โ) โ ๐(๐) โ
Laju perubahan sesaat nilai fungsi ๐(๐ฅ) terhadap ๐ฅ pada ๐ฅ = ๐ diperoleh dari laju perubahan rata-rata nilai fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ) apabila nilai โ mendekati nol, yang dapat didefinisikan sebagai berikut.
Definisi
Misalkan diketahui fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ) yang terdefinisi untuk setiap nilai ๐ฅ = ๐. Laju perubahan sesaat nilai fungsi ๐(๐ฅ) pada ๐ฅ = ๐ ditentukan oleh
โโ0lim
๐(๐ + โ) โ ๐(๐) โ
dengan catatan nilai limit itu ada.
6.1.2. Definisi Turunan Fungsi
Turunan fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ) pada ๐ฅ = ๐ dapat didefinisikan sebagai berikut.
Definisi
Misalkan diketahui fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ) terdefinisi untuk setiap nilai ๐ฅ disekitar ๐ฅ = ๐. jika lim
โโ0
๐(๐+โ)โ๐(๐)
โ ada maka bentuk
โโ0lim
๐(๐+โ)โ๐(๐)
โ dinamakan turunan dari fungsi ๐(๐ฅ) pada ๐ฅ = ๐.
115 Catatan:
1. Jika limit itu ada atau mempunyai nilai, dikatakan fungsi ๐(๐ฅ) diferensiabel (dpat didiferensialkan) pada ๐ฅ = ๐. bentuk limit itu selanjutnya dilambangkan dengan ๐ ๏ข(๐). jadi
๐โฒ(๐) = lim
โโ0
๐(๐ + โ) โ ๐(๐) โ
2. Lambang ๐ ๏ข(๐) (dibaca: ๐ aksen ๐) disebut turunan atau derivative dari fungsi ๐(๐ฅ) terhadap ๐ฅ pada ๐ฅ = ๐.
3. Misalkan fungsi ๐(๐ฅ) mempunyai turunan ๐ ๏ข (๐ฅ). jika ๐ ๏ข (๐) tidak terdefinisi maka dikatakan ๐(๐ฅ) tidak diferensiabel pada ๐ฅ = ๐.
1.2. Rumus Umum Turunan Fungsi
Aturan umum turunan fungsi ๐(๐ฅ) dapat didefinisikan sebagai berikut.
Definisi
Misalkan diketahui fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ) yang terdefinisikan dalam daerah asal Df = { ๐ฅ๏ฏ ๐ฅ๏๏}. turunan fungsi ๐(๐ฅ) terhadap ๐ฅ ditentukan oleh
๐โฒ(๐) = lim
โโ0
๐(๐ + โ) โ ๐(๐) โ
dengan catatan jika nilai limit ada.
Bentuk lain notasi turunan
Turunan fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ) dilambangkan dengan ๐๐ฆ๐๐ฅ atau ๐๐๐๐ฅ , yang dikenal sebagai notasi Leibniz. Dalam ilmu-ilmu terapan
116 (Fisika, Kimia, Ekonomi, dan lain sebagainya), notasi Leibniz ini masih sering digunakan.
Notasi Leibniz ๐๐ฆ๐๐ฅ atau ๐๐๐๐ฅ diperoleh dari hubungan ๐โฒ(๐ฅ) = lim
โโ0
๐(๐ฅ + โ) โ ๐(๐ฅ) โ
dengan manipulasi aljabar sebagai berikut. Misalkan nilai โ pada hubungan di atas diganti dengan ๏๐ฅ, maka hubungan itu menjadi
๐โฒ(๐ฅ) = lim
โโ0
๐(๐ฅ + โ๐ฅ) โ ๐(๐ฅ)
โ๐ฅ
Untuk menyatakan turunan dri fungsi ๐ฆ = ๐(๐ฅ) dapat digunakan satu diantara notasi-notasi berikut.
๐๐ฆ
๐๐ฅatau๐๐๐๐ฅatau ๐ฆ โ atau ๐ ๏ข (๐ฅ) 2. Rumus-Rumus Turunan Fungsi Trigonometri 2.1. Turunan Fungsi Sinus
Misalkan diketahui fungsi sinus ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ ๐ฅ. Turunan fungsi sinus: ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ ๐ฅ ditentukan sebagai berikut
๐โฒ(๐ฅ) = lim
โโ0
๐(๐ฅ + โ) โ ๐(๐ฅ) โ
= lim
โโ0
sin(๐ฅ + โ) โ sin ๐ฅ โ
= lim
โโ0
sin ๐ฅ cos โ + cos ๐ฅ sin โ โ sin ๐ฅ โ
= lim
โโ0
sin ๐ฅ (cos โ โ 1)
โ + cos ๐ฅ sin โ โ
117
= sin ๐ฅ lim
โโ0
(cos โ โ 1)
โ + cos ๐ฅ lim
โโ0
sin โ โ
Berdasarkan perhitungan limit fungsi trigonometri, dapat ditunjukan bahwa:
limโโ0
(cos โโ1)
โ = 0 dan lim
โโ0 sin โ
โ = 1 Subtitusika nilai-nilai tersebut ke ๐ ๏ข (๐ฅ), diperoleh ๐โฒ(๐ฅ) = sin ๐ฅ .0 + cos ๐ฅ . 1 = cos ๐ฅ
Jadi, dapat disimpulkan bahwa
Jika ๐(๐ฅ) = ๐ ๐๐ ๐ฅ maka ๐ ๏ข (๐ฅ) = ๐๐๐ ๐ฅ
2.2. Turunan Fungsi Cosinus
Misalkan diketahui fungsi sinus ๐(๐ฅ) = ๐๐๐ ๐ฅ. Turunan fungsi sinus: ๐(๐ฅ) = ๐๐๐ ๐ฅ ditentukan sebagai berikut
๐โฒ(๐ฅ) = lim
โโ0
๐(๐ฅ + โ) โ ๐(๐ฅ) โ
= lim
โโ0
cos (๐ฅ + โ) โ cos ๐ฅ โ
= lim
โโ0
cos ๐ฅ cos โ โ sin ๐ฅ sin โ โ cos ๐ฅ โ
= lim
โโ0
cos ๐ฅ (cos โ โ 1)
โ โ sin ๐ฅ sin โ โ
= cos ๐ฅ lim
โโ0
(cos โ โ 1)
โ โ sin ๐ฅ lim
โโ0
sin โ
= cos ๐ฅ .0 โ sin ๐ฅ . 1 = โ sin ๐ฅ โ