• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aplikasi dalam Maple

Dalam dokumen Kristayulita,. Trigonometri.pdf (Halaman 113-122)

BAB IV FUNGSI TRIGONOMETRI

5. Aplikasi dalam Maple

Dalam aplikasi software Maple, nilai ๏ฐ tidak dalam bentuk derajat yang berkisar antara 0o sampai 360o melainkan dalam bentuk

85 radian sebesar 3,14. Berikut akan ditampilkan sketsa/grafik dari fungsi-fungsi trigonometri.

1. Fungsi Sinus

>

>

Keterangan:

Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› ๐‘ฅ dengan batasan antara 0 sampai 360 memiliki satu puncak dan satu lembah dan disebut satu periode. Nilai maksimumnya 1 dan nilai minimum -1

>

>

86 Keterangan

Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› 2๐‘ฅ dengan batasan antara 0 sampai 360 memiliki dua puncak dan dua lembah dan disebut dua periode. Nilai maksimumnya 1 dan nilai minimum -1

>

>

Keterangan

Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› (2๐‘ฅ + 35) dengan batasan antara 0 sampai 360 memiliki

87 dua puncak dan dua lembah dan disebut dua periode. Nilai maksimumnya 1 dan nilai minimum -1

2. Fungsi Cosinus

>

>

Keterangan

Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) = 2๐‘๐‘œ๐‘  (3๐‘ฅ ) dengan batasan antara 0 sampai 360 memiliki tiga puncak dan tiga lembah dan disebut dua periode. Nilai maksimumnya 2 dan nilai minimum -2

>

>

88 Keterangan

Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘๐‘œ๐‘  (๐‘ฅ2 ) dengan batasan antara 0 sampai 360 memiliki puncak dan lembah lebih dari 1. Nilai maksimumnya 1 dan nilai minimum -1

3. Fungsi Tangen

>

>

89 Keterangan

Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ก๐‘Ž๐‘› ๐‘ฅ dengan batasan antara 0 sampai 360 tidak memiliki puncak dan lembah. Tidak memiliki nilai maksimum dan minimum.

C. Rangkuman

1. Perubahan nilai-nilai fungsi trigonometri

a. Nilai maksimum sin ๐›ผ๐‘œsama dengan 1, dicapai untuk ๐›ผ๐‘œ = 90๐‘œ+ ๐‘› . 360๐‘œ

Nilai minimum sin ๐›ผ๐‘œsama dengan โ€“ 1, dicapai untuk ๐›ผ๐‘œ = 270๐‘œ+ ๐‘› . 360๐‘œ

Jadi, โˆ’1 โ‰ค sin ๐›ผ๐‘œ โ‰ค 1 untuk setiap sudut ๐›ผ๐‘œ.

b. Nilai maksimum cos ๐›ผ๐‘œ sama dengan 1, dicapai untuk ๐›ผ๐‘œ = ๐‘› . 360๐‘œ

Nilai minimum cos ๐›ผ๐‘œ sama dengan โ€“ 1, dicapai untuk ๐›ผ๐‘œ = 180๐‘œ+ ๐‘› . 360๐‘œ

Jadi, โˆ’1 โ‰ค cos ๐›ผ๐‘œโ‰ค 1 untuk setiap sudut ๐›ผ๐‘œ.

c. Nilai tan ๐›ผ๐‘œ tidak mempunyai nilai maksimum maupun nilai minimum

90 2. Grafik fungsi trigonometri itu dapat digambarkan dengan dua

cara yaitu

a. Dengan menggunakan tabel,

b. Dengan menggunakan lingkaran satuan.

3. Mengambar grafik fungsi trigonometri dapat menggunakan aplikasi Maple

D. Tugas

Gambarkan grafik dari fungsi tigonometri berikut 1. ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› 2๐‘ฅ , 0 ๏‚ฃ ๐‘ฅ ๏‚ฃ 360

2. ๐‘“(๐‘ฅ) = 2 ๐‘ก๐‘Ž๐‘› ๐‘ฅ, 0 ๏‚ฃ ๐‘ฅ ๏‚ฃ 360 3. ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘๐‘œ๐‘  ๐‘ฅ โˆ’ 1 , 0 ๏‚ฃ ๐‘ฅ ๏‚ฃ 360 4. ๐‘“(๐‘ฅ) = 3 ๐‘ ๐‘–๐‘› ( ยฝ ๐‘ฅ), 0 ๏‚ฃ ๐‘ฅ ๏‚ฃ 360

5. Buatlah fungsi sekan, cosekan dan cotangen. Buatlah grafik dengan menggunakan Maple

E. Penilaian

Tes Essay: Kerjakan soal-soal berikut

1. Gambarlah grafik-grafik fungsi trigonometri berikut dalam interval , 0 ๏‚ฃ ๐‘ฅ ๏‚ฃ 360

a. ๐‘ฆ = 2 tan ๐‘ฅ b. ๐‘ฆ = โˆ’2 cos ๐‘ฅ โˆ’ 1 c. ๐‘ฆ = 2 sin(๐‘ฅ โˆ’ 60) + 1 d. ๐‘ฆ = 2 tan ๐‘ฅ โˆ’ 2

e. ๐‘ฆ = โˆ’2 cos(๐‘ฅ + 45)

2. Berdasarkan fungsi trgonometri pada soal nomor 1, tentukanlah nilai maksimum dan nilai minimum dari masing-masing grafik tersebut.

91 F. Rujukan

Corliss, J.J., Berglund, V.W. 1958. Plane Trigonomtri. Boston: The Riverside Press Cambridge.

Budiarta, M. T. 2004. Trigonometri. Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendiidkan Dasar dan Menengah Departemen Pendiidkan Nasional.

George B. Thomas JR dan Ross L. Finney. 1993. Kalkulus dan Geometri Analitik. Penerbit: Airlangga.

Gunawan, J. 1996. 100 Soal dan Pembahasan Trigonometri.

Grasindo, Jakarta.

John A. Graham and Robert H. Sorgenfrey. 1986. Trigonometry with application. Boston: Houghton Miffin Company.

Kariadinata, R. 2013. Trigonometri Dasar. Penerbit: Pustaka Setia Bandung.

Larson and Hostetler. 2007. Algebra and Trigonometry. Seventh Edition. Boston, New York.

Noormandiri, B.K dan Scipto, E. 2000. Buku Pelajaran Matematika untuk SMU Jilid 2 Kelas 2 Kurikulum 1994, Suplemen GBPP 1999. Penertbit: Airlangga

Purcell E., J., & Varberg, D. 1984. Calculus with Analytic Geometry. Diterjemahkan Susila, I. N., Kartasasmita, B., Rawuh: Kalkulus dan Geometri Analitis, jilid 1. Penertbit:

Erlangga.

Purcell E., J., & Varberg, D. 1984. Calculus with Analytic Geometry. Diterjemahkan Susila, I. N., Kartasasmita, B., Rawuh: Kalkulus dan Geometri Analitis, jilid 2. Penertbit:

Erlangga

Wirodikromo, S. 2006. Matematika Jilid 2 IPA untuk Kelas XI.

Penerbit: Erlangga

Zen Fathurin, 2012. Trigonometri. Penerbit: Alfabeta Bandung

92 BAB V

LIMIT FUNGSI TRIGONOMETRI

A. Pendahuluan

Limit fungsi trigonometri merupakan konsep yang limit dengan menggunakan fungsi trigonometri. Pada bab ini, membahas tentang limit fungsi di suatu titik, yakni melalui pengamatan grafik fungsi dan melalui perhitungan nilai-nilai fungsi di sekitar titik yang ditinjau.

Dalam bahan ajar BAB V Limit Fungsi Trigonometri, anda akan mempelajari limit fungsi trigonometri yang mencakup materi-materi bahasan seperti:

a. Pengertian limit fungsi b. Limit fungsi trigonometri

Setelah mempelajari bahan ajar BAB V Limit Fungsi Trigonometri ini anda diharapkan dapat:

a. Memahami pengertian limit fungsi b. Memahami limit fungsi trigonometri

Sebagai penjabaran dari tujuan di atas, setelah mempelajari bahan ajar BAB V Limit Fungsi Trigonometri anda diharapkan dapat:

93 a. Memahami pengertian limit fungsi melalui pengamatan grafik b. Memahami pengertian limit fungsi melalui perhitungan nilai-nilai

fungsi

c. Memahami teorema limit

d. Memahami limit fungsi trigonometri e. Menentukan nilai limit fungsi trigonometri

Agar anda berhasil dengan baik dalam mempelajari bahan ajar ini, ikutilah petunjuk belajar berikut:

a. Bacalah dengan cermat pendahuluan bahan ajar ini sehingga anda memahami tujuan mempelajari bahan ajar ini dan bagaimana mempelajarinya

b. Bacalah bagian demi bagian materi dalam bahan ajar ini, tandailah kata-kata penting yang merupakan kata kunci. Ucapkan pengertian kata-kata kunci tersebut dengan kalimat anda sendiri.

c. Pahamilah pengertian demi pengertian dari isi bahan ajar ini dengan mempelajari contoh-contohnya, dengan pemahaamn sendiri, tukar pikiran (diskusi) dengan awan mahasiswa atau dengan tutor.

d. Buatlah ringkasan isi bahan ajar bab 5 ini dengan kata-kata sendiri

e. Kerjakan soal-soal tugas dalam bahan ajar bab 5 ini.

f. Kerjakan soal-soal dalam penilaian jika ragu-ragu menjawabnya lihatlah kembali pada uraian materi yang berkenaan dengan soal tersebut

B. Uraian Materi

1. Pengertian Limit Fungsi

Ada dua macam cara untuk memahami pengertian limit fungsi di suatu titik, yakni melalui pengamatan grafik fungsi dan melalui perhitungan nilai-nilai fungsi di sekitar titik yang ditinjau.

94 1.1. Pengertian Limit Fungsi Melalui Pengamatan Grafik

Fungsi

Pengertian limit fungsi di sebuah titik melalui pengamatan grafik fungsi di sekitar titik itu, dapat dideskripsikan dengan menggunakan alat peraga dua buah potongan kawat dan satu lembar film tipis.

Misalkan kawat 1 dibentuk seperti Gambar 5.1(a). titik ujung kawat yang ditandai dengan noktah ๏‚ท digerakkan ke kanan secara terus menerus sehingga makin dekat dengan film. Dikatakan jarak antara titik ujung kawat dengan film mendekati nol.

(a) (b) Gambar 5.1

Suatu ketika titik ujung kawat akan menyentuh film (Gambar 5.1(b)), sehingga dapat diperkirakan berapa tinggi titik ujung kawat terhadap sumbu X. Dalam matematika, perkiraan ketinggian titik ujung kawar terhadap sumbu X dikatakan limit fungsi f(x) untuk x mendekati a dari arah kiri. Misalkan ketinggian yang diperkirakan itu adalah L1, maka notasi singkat untuk menuliskan pernyataan itu adalah:

f(x) ๏‚ฎ L1 untuk x ๏‚ฎ a atau lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ1

95 dan dibaca limit fungsi f(x) untuk x mendekati a dari arah kiri sama dengan L11.

Apabila kawat 1 dibentuk seperti Gambar 5.2, maka titik ujung kawat tidak pernah menyentuh film. Dalam kasus demikian dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a dari arah kiri tidak ada.

Gambar 5.2

Bagaimana halnya dengan kawat 2 yang berada di sebelah kanan film? Dengan menggunakan bentuk kawat yang berbeda-beda dan kawat digerakkan ke kiri mendekati film, maka berbagai kemungkinan kedudukan titik ujung kawat terhadap film diperlihatkan pada Gambar 5.3 berikut ini.

1 Tanda โ€“ pada a- dimaksudkan bahwa arah ketika mendekati x = a adalah dari arah kiri. Oleh karena itu, lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ1 disebut limit kiri

96 (a) (b)

Gambar 5.3

Sumber: Wirodikromo, S. 2006. Matematika Jilid 2 IPA untuk Kelas XI. Penerbit: Erlangga

Untuk situasi pada gambar 5.3 dapat ditulis sebagai berikut F(x) ๏‚ฎ L2 untuk x ๏‚ฎ a+ atau lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ2

Dan dibaca sebagai limit fungsi f(x) untuk x mendekati a dari arah kanan sama dengan L22.

Untuk situasi pada Gambar 5.3(b) dapat ditulis sebagai :

๐‘ฅโ†’๐‘Žlim+๐‘“(๐‘ฅ) ๐‘ก๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž

2 Tanda + pada a+ menunjukkan bahwa arah ketika mendekati x = a adalah dari arah kanan. Oleh sebab itu, lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ2disebut limit kanan

97 Dari berbagai kemungkinan bentuk fungsi y = f(x) untuk x ๏‚น a, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.

1. Jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ1, lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ2, dan L1 = L2 = L, maka dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a ada dan nilai limit itu sama dengan L. perhatikan Gambar 5.4(a). pernyataan ini ditulis sebagai:

F(x) ๏‚ฎ L untuk x ๏‚ฎ a atau lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ 2. Jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ1, lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ2, tetapi L1๏‚น L2 , maka dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada. Perhatikan Gambar 5.4(b).

(a) (b) Gambar 5.4

3. Jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ1 tetapi lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) tidak ada, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada. Perhatikan Gambar 5.5

4. Jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) tidak ada dan lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ2, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada. Perhatikan gambar 5.6

98 5. Jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) tidak ada dan lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) tidak ada, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada. Perhatikan gambar 5.7

Sumber: Wirodikromo, S. 2006. Matematika Jilid 2 IPA untuk Kelas XI. Penerbit: Erlangga

Gambar 5.5 Gambar 5.6

99 Gambar 5.7

Sumber: Wirodikromo, S. 2006. Matematika Jilid 2 IPA untuk Kelas XI. Penerbit: Erlangga

Hasil-hasil tersebut dapat dirangkum seperti diperlihatkan pada Table 5.1.

Tabel 5.1. Nilai limit No Limit Kiri

๐‘ฅโ†’๐‘Žlimโˆ’๐‘“(๐‘ฅ)

Limit Kanan

๐‘ฅโ†’๐‘Žlim+๐‘“(๐‘ฅ), lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) 1 ada, nilainya L1 ada, nilainya L2 L1 = L2

= L

ada, nilainya L 2 ada, nilainya L1 ada, nilainya L2 L1๏‚น L2 tidak ada 3 ada, nilainya L1 tidak ada tidak ada 4 tidak ada ada, nilainya L2 tidak ada

5 tidak ada tidak ada tidak ada

Dari Table 5.1 diperoleh definisi sebagai berikut.

Definisi

100 Suatu fungsi y = f(x) didefinisikan untuk x di sekitar a, maka

๐‘ฅโ†’๐‘Žlim๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ jika dan hanya jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) = lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ 1.2. Pengertian Limit Fungsi Melalui Perhitungan Nilai-Nilai

Fungsi

Fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› ๐‘ฅ๐‘ฅ dengan daerah asal Df = { ๐‘ฅ๏ƒฏ๐‘ฅ๏ƒŽ๏ƒ‚}, memiliki nilai fungsi ๐‘“(๐‘ฅ), jika ๐‘ฅ mendekati 0. Nilai-nilai fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› ๐‘ฅ๐‘ฅ untuk x yang mendekati 0 dibuat daftar seperti pada Table 5.2.

Tabel 5.2. Nilai limit ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› ๐‘ฅ๐‘ฅ ๐‘ฅ 1,0 0,5 0,1 0,01 ๏‚ฎ0

๏‚ฌ -

0,01 -0,1 -0,5 -1,0 ๐‘“(๐‘ฅ)

=sin ๐‘ฅ ๐‘ฅ

0,84 14

0,95 88

0,99 83

0,99 99

โ€ฆ.

?...

0,99 99

0,99 83

0,95 88

0,84 14 Dari table 4.2 terlihat bahwa fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› ๐‘ฅ๐‘ฅ mendekati nilai L = 1, jika x dmendekati 0, baik dari arah kiri maupun dari arah kanan.

Dengan demikian, dapat dituliskan bahwa:

๐‘ฅโ†’0lim๐‘“(๐‘ฅ) = lim

๐‘ฅโ†’0 sin ๐‘ฅ

๐‘ฅ = 1

Dibaca: limit dari ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› ๐‘ฅ๐‘ฅ sama dengan 1, jika x mendekati 0 1.3. Teorema Limit

Sifat-sifat limit fungsi dapat dirangkum dalam teorema limit sebgai berikut.

101 1. Jika f(x) = k maka lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘˜ (untuk setiap k konstan dan a bilangan real)

2. Jika f(x) = x maka lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘Ž (untuk setiap a bilangan real) 3. a) lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) + ๐‘”(๐‘ฅ) = lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) + lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ) b) lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) โˆ’ ๐‘”(๐‘ฅ) = lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) โˆ’ lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ) 4. jika k suatu konstan maka lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž ๐‘˜ ๐‘“(๐‘ฅ) = k lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž ๐‘“(๐‘ฅ) 5. a) lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž(๐‘“(๐‘ฅ) . ๐‘”(๐‘ฅ)) = (lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ)) . (lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ)) b) lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž ๐‘“(๐‘ฅ)

๐‘”(๐‘ฅ)= ๐‘ฅโ†’๐‘Žlimlim๐‘“(๐‘ฅ)

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ) dengan lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ) โ‰  0 6. lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž{๐‘”(๐‘ฅ)}๐‘› = {lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ)}๐‘› 7. lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘›โˆš๐‘”(๐‘ฅ) = ๐‘›โˆšlim๐‘ฅโ†’ฬก ๐‘”(๐‘ฅ) dengan lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ) โ‰ฅ 0 untuk n genap 2. Limit Fungsi Trigonometri

Dalam beberapa kasus, penyelesaian limit fungsi trigonometri hamper sama dengan penyelesaian limit fungsi aljabar, misalnya dengan metode subtitusi langsung atau dengan metode pemfaktoran.

Rumus-rumus trigonometri dan teorema limit yang pernah dipelajari dapat membantu untuk menyelesaikan limit-limit fungsi trigonometri.

Contoh 5.1.

Hitunglah nilai limit-limit fungsi trigonometri berikut ini a. lim

๐‘ฅโ†’๐œ‹4sin ๐‘ฅ b. lim

๐‘ฅโ†’0(cos2๐‘ฅ โˆ’ sin2๐‘ฅ) Jawab

102 a. lim

๐‘ฅโ†’๐œ‹4sin ๐‘ฅ = sin๐œ‹4 = 12โˆš2 . jadi lim

๐‘ฅโ†’๐œ‹4sin ๐‘ฅ = 12โˆš2 b. lim

๐‘ฅโ†’0(cos2๐‘ฅ โˆ’ sin2๐‘ฅ) = cos20 โˆ’ sin20 = 1 โˆ’ 0 = 1. Jadi lim๐‘ฅโ†’0(cos2๐‘ฅ โˆ’ sin2๐‘ฅ) = 1

Rumus-Rumus Limit Fungsi Trigonometri

Limit fungsi trigonometri dapat pula diselesaikan dengan menggunakan rumus. Rumus-rumus fungsi trigonometri yang dimaksudkan itu adalah

lim๐‘ฅโ†’0

sin ๐‘ฅ ๐‘ฅ = lim

๐‘ฅโ†’0

๐‘ฅ

sin ๐‘ฅ = 1 lim๐‘ฅโ†’0

tan ๐‘ฅ ๐‘ฅ = lim

๐‘ฅโ†’0

๐‘ฅ

tan ๐‘ฅ = 1

Rumus-rumus limit fungsi trigonometri dasar di atas dapat diperluas.

Misalkan u adalah fungsi dari x dan jika x ๏‚ฎ 0 maka u ๏‚ฎ 0, sehingga rumus-rumus tersebut dapat dituliskan menjadi

๐‘ฅโ†’0lim sin ๐‘ข

๐‘ข = lim

๐‘ฅโ†’0

๐‘ข

sin ๐‘ข = 1

๐‘ฅโ†’0lim tan ๐‘ข

๐‘ข = lim

๐‘ฅโ†’0

๐‘ข

tan ๐‘ข = 1 Contoh 5.2

Hitunglah lim

๐‘ฅโ†’0

(x2โˆ’7x+12) sin(๐‘ฅโˆ’3) (๐‘ฅ2โˆ’๐‘ฅโˆ’6)2

Jawab

๐‘ฅโ†’0lim

(x2โˆ’ 7x + 12) sin(๐‘ฅ โˆ’ 3) (๐‘ฅ2โˆ’ ๐‘ฅ โˆ’ 6)2 = lim

๐‘ฅโ†’0

(x โˆ’ 3)(x โˆ’ 4) sin(๐‘ฅ โˆ’ 3) ((๐‘ฅ โˆ’ 3)(๐‘ฅ + 2))2

=lim

๐‘ฅโ†’0 (๐‘ฅโˆ’4) (๐‘ฅ+2)2โˆ™ lim

๐‘ฅโ†’0

sin(๐‘ฅโˆ’3)

(๐‘ฅโˆ’3) =(3+2)(3โˆ’4)2 โˆ™ 1

= โˆ’251.

103 C. Rangkuman

1. Fungsi y = f(x) untuk x ๏‚น a, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.

a. Jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ1, lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ2, dan L1 = L2 = L, maka dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a ada dan nilai limit itu sama dengan L. Pernyataan ini ditulis sebagai:

f(x)๏‚ฎ L untuk x ๏‚ฎ a atau lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ b. Jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ1, lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ2, tetapi L1๏‚น L2 , maka dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada.

c. Jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ1 tetapi lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) tidak ada, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada.

d. Jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) tidak ada dan lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ2, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada.

e. Jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) tidak ada dan lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) tidak ada, maka limit fungsi f(x) untuk x mendekati a tidak ada.

2. Suatu fungsi y = f(x) didefinisikan untuk x di sekitar a, maka

๐‘ฅโ†’๐‘Žlim๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ jika dan hanya jika lim

๐‘ฅโ†’๐‘Žโˆ’๐‘“(๐‘ฅ) = lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž+๐‘“(๐‘ฅ) = ๐ฟ 3. Sifat-sifat limit fungsi dapat dirangkum dalam teorema limit

sebgai berikut.

a. Jika f(x) = k maka lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘˜ (untuk setiap k konstan dan a bilangan real)

b. Jika f(x) = x maka lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘Ž (untuk setiap a bilangan real) c. a) lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) + ๐‘”(๐‘ฅ) = lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) + lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ) b) lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) โˆ’ ๐‘”(๐‘ฅ) = lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ) โˆ’ lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ) d. jika k suatu konstan maka lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž ๐‘˜ ๐‘“(๐‘ฅ) = k lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž ๐‘“(๐‘ฅ)

104 e. a) lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž(๐‘“(๐‘ฅ) . ๐‘”(๐‘ฅ)) = (lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘“(๐‘ฅ)) . (lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ)) b) lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž ๐‘“(๐‘ฅ)

๐‘”(๐‘ฅ)= ๐‘ฅโ†’๐‘Žlimlim๐‘“(๐‘ฅ)

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ) dengan lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ) โ‰  0 f. lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž{๐‘”(๐‘ฅ)}๐‘› = {lim

๐‘ฅโ†’๐‘Ž๐‘”(๐‘ฅ)}๐‘› D. Tugas

Kerjakan soal-soal berikut

1. Hitunglah nilai limit-limit fungsi trigonometri berikut ini.

a. lim

๐‘ฅโ†’๐œ‹2cos (๐‘ฅ โˆ’๐œ‹3) b. lim

๐‘ฅโ†’๐œ‹2tan (๐‘ฅ โˆ’๐œ‹2) c. lim

๐‘ฅโ†’๐œ‹2

sin 2(๐‘ฅโˆ’๐œ‹3) (๐‘ฅโˆ’๐œ‹3)

d. lim

๐‘ฅโ†’โˆ’2

tan(6๐‘ฅ+12) (4๐‘ฅ+8)

2. Hitunglah nilai limit-limit fungsi trigonometri berikut ini a. lim

๐‘ฅโ†’0 1โˆ’cos ๐‘ฅ

๐‘ฅ2

b. lim

๐‘ฅโ†’0 sin2๐‘ฅ

4๐‘ฅ2

c. lim

๐‘ฅโ†’0

(2๐‘ฅ+2) sin(๐‘ฅโˆ’2) ๐‘ฅ2โˆ’4

d. lim

๐‘ฅโ†’0

(3๐‘ฅ+6) tan(๐‘ฅโˆ’4) 2๐‘ฅ2โˆ’7๐‘ฅโˆ’4

3. Tentukan nilai dari: lim

โ„Žโ†’0

๐‘“(๐‘ฅ+โ„Ž)โˆ’๐‘“(๐‘ฅ)

โ„Ž untuk fungsi-fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) berikut ini.

a. ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› 3๐‘ฅ b. ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘๐‘œ๐‘  ๐‘ฅ c. ๐‘“(๐‘ฅ) = 3 ๐‘๐‘œ๐‘  ๐‘ฅ

d. ๐‘“(๐‘ฅ) = 3 ๐‘ ๐‘–๐‘› ๐‘ฅ + ๐‘๐‘œ๐‘  ๐‘ฅ.

105 E. Penilaian

Tes Essay: Kerjakan soal-soal berikut

1. Hitunglah nilai limit-limit fungsi trigonometri berikut ini a. lim

๐‘ฅโ†’๐œ‹2sin (๐‘ฅ โˆ’๐œ‹2) b. lim

๐‘ฅโ†’๐œ‹3

sin 2(๐‘ฅโˆ’๐œ‹3) (๐‘ฅโˆ’๐œ‹3)

c. lim

๐‘ฅโ†’๐œ‹2

tan 2(๐‘ฅโˆ’๐œ‹3) (๐‘ฅโˆ’๐œ‹3)

d. lim

๐‘ฅโ†’โˆ’2

cos (6๐‘ฅ+12) (4๐‘ฅ+8)

2. Hitunglah nilai limit-limit fungsi trigonometri berikut ini a. lim

๐‘ฅโ†’0

sin 3๐‘ฅโˆ’sin 3๐‘ฅ cos 2๐‘ฅ 2๐‘ฅ3

b. lim

๐‘ฅโ†’0

sin 4๐‘ฅโˆ’sin 2๐‘ฅ 6

c. lim

๐‘ฅโ†’2

1โˆ’cos2(๐‘ฅโˆ’2) 3๐‘ฅ2โˆ’12๐‘ฅ+12

d. lim

๐‘ฅโ†’0

cos 4๐‘ฅโˆ’1 ๐‘ฅ tan 2๐‘ฅ

3. Tentukan nilai dari: lim

โ„Žโ†’0

๐‘“(๐‘ฅ+โ„Ž)โˆ’๐‘“(๐‘ฅ)

โ„Ž untuk fungsi-fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) berikut ini.

a. ๐‘“(๐‘ฅ) = cos 2๐‘ฅ b. ๐‘“(๐‘ฅ) = tan 2๐‘ฅ c. ๐‘“(๐‘ฅ) = 3 sin ๐‘ฅ

d. ๐‘“(๐‘ฅ) = 3 sin ๐‘ฅ + cos ๐‘ฅ.

F. Rujukan

106 Corliss, J.J., Berglund, V.W. 1958. Plane Trigonomtri. Boston: The

Riverside Press Cambridge.

Budiarta, M. T. 2004. Trigonometri. Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendiidkan Dasar dan Menengah Departemen Pendiidkan Nasional.

George B. Thomas JR dan Ross L. Finney. 1993. Kalkulus dan Geometri Analitik. Penerbit: Airlangga.

Gunawan, J. 1996. 100 Soal dan Pembahasan Trigonometri.

Grasindo, Jakarta.

John A. Graham and Robert H. Sorgenfrey. 1986. Trigonometry with application. Boston: Houghton Miffin Company.

Kariadinata, R. 2013. Trigonometri Dasar. Penerbit: Pustaka Setia Bandung.

Larson and Hostetler. 2007. Algebra and Trigonometry. Seventh Edition. Boston, New York.

Noormandiri, B.K dan Scipto, E. 2000. Buku Pelajaran Matematika untuk SMU Jilid 2 Kelas 2 Kurikulum 1994, Suplemen GBPP 1999. Penertbit: Airlangga

Purcell E., J., & Varberg, D. 1984. Calculus with Analytic Geometry. Diterjemahkan Susila, I. N., Kartasasmita, B., Rawuh: Kalkulus dan Geometri Analitis, jilid 1. Penertbit:

Erlangga.

Purcell E., J., & Varberg, D. 1984. Calculus with Analytic Geometry. Diterjemahkan Susila, I. N., Kartasasmita, B., Rawuh: Kalkulus dan Geometri Analitis, jilid 2. Penertbit:

Erlangga

Wirodikromo, S. 2006. Matematika Jilid 2 IPA untuk Kelas XI.

Penerbit: Erlangga

Zen Fathurin, 2012. Trigonometri. Penerbit: Alfabeta Bandung

107 BAB VI

TURUNAN FUNGSI TRIGONOMETRI

108 A. Pendahuluan

Turunan fungsi trigonometri merupakan konsep yang diajarkan setelah limit fungsi trigonometri. memahami turunan fungsi trigonometri tidak sulit, akan tetapi perlu trik-trik khusus dalam mencari turunannya. Sebelum memahami turunan pada suatu fungsi, perlu memahami laju perubahan rata-rata maupun laju perubahan sesaat. Turunan suatu fungsi memiliki formula yang cukup banyak sehingga perlu memiliki cara yang kreatif untuk dapat mengingat formula yang tepat untuk menylesaikan masalah turunan fungsi trigonometri.

Dalam bahan ajar BAB VITurunan Fungsi Trigonometri, anda akan mempelajari turunan fungsi trigonometri yang mencakup materi-materi bahasan seperti:

a. Pengertian turunan fungsi

b. Rumu-rumus turunan fungsi trigonometri

Setelah mempelajari bahan ajar BAB VITurunan Fungsi Trigonometri ini anda diharapkan dapat:

a. Memahami pengertian turunan fungsi

b. Memahami rumus-rumus turunan fungsi trigonometri

Sebagai penjabaran dari tujuan di atas, setelah mempelajari bahan ajar BAB VITurunan Fungsi Trigonometri anda diharapkan dapat:

a. Memahami laju perubahan rata-rata b. Memahami laju perubahan sesaat c. Memahami definisi turunan fungsi d. Memahami rumus umum turunan fungsi

e. Memahami rumus-rumus turunan fungsi trigonometri f. Memahami turunan komposisi dengan aturan rantai g. Menentukan nilai turunan fungsi trigonometri

109 Agar anda berhasil dengan baik dalam mempelajari bahan ajar ini, ikutilah petunjuk belajar berikut:

a. Bacalah dengan cermat pendahuluan bahan ajar ini sehingga anda memahami tujuan mempelajari bahan ajar ini dan bagaimana mempelajarinya

b. Bacalah bagian demi bagian materi dalam bahan ajar ini, tandailah kata-kata penting yang merupakan kata kunci.

Ucapkan pengertian kata-kata kunci tersebut dengan kalimat anda sendiri.

c. Pahamilah pengertian demi pengertian dari isi bahan ajar ini dengan mempelajari contoh-contohnya, dengan pemahaamn sendiri, tukar pikiran (diskusi) dengan awan mahasiswa atau dengan tutor.

d. Buatlah ringkasan isi bahan ajar bab 6 ini dengan kata-kata sendiri

e. Kerjakan soal-soal tugas dalam bahan ajar bab 6 ini.

f. Kerjakan soal-soal dalam penilaian jika ragu-ragu menjawabnya lihatlah kembali pada uraian materi yang berkenaan dengan soal tersebut.

B. Uraian Materi

Mempelajari turunan fungsi sebenarnya tidaklah terlalu sulit.

Bahkan, jika kalian mengetahui trik-trik khusus pada turunan dari suatu fungsi ini, maka kalian akan lebih menyukai dan tertantang ketika menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan turunan fungsi. Faktor terpenting adalah ketelitian dalam membaca soal dan menggunakan formula-formula yang ada dengan tepat. Hal ini disebabkan pada turunan fungsi, formula yang digunakan cukup banyak, sehingga kalian harus memiliki cara yang kreatif untuk dapat mengingat formula tersebut lebih tepat.

110 1. Pengertian Turunan Fungsi

Sebagai langkah awal utnuk menyelesaikan konsep turunan fungsi, terlebih dahulu akan dibahas konsep laju perubahan nilai fungsi.

1.1. Laju Perubahan Nilai Fungsi

Dalam bahasa sehari-hari sering dijumpai ungkapan-ungkapan seperti laju pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, laju perkembangan investasi, laju pertumbuhan penduduk, laju pembiakan bakteri, dan lain-lain. Istilah laju dalam bahasa sehari-hari itu dapat dirumuskan dalam bahasa matematika sebagai laju perubahan nilai fungsi. Ada 2 macam laju perubahan nilai fungsi yaitu laju perubahan rata-rata dan laju perubahan sesaat.

a. Laju Perubahan Rata-rata

Kecepatan gerak suatu benda dapat ditentukan apabila diketahui letak atau posisi benda sebagai fungsi waktu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mencatat letak benda dari waktu ke waktu secara terus menerus. Sebagai contoh, seorang mahasiswa mengendarai motor dari rumah ke kampus yang jaraknya 20 km. Ia berangkat dari rumah pukul 06.00 dan sampai di sekolah pada pukul 06.30. Berapa kecepatan rata-rata sepeda motornya. Untuk mencari kecepatan rata- rata mahasiswa itu mengendarai motor dari rumah ke kampusnya adalah

๐‘ฃ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Žโˆ’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž = 20 ๐‘˜๐‘š

1

2 ๐‘—ๅดด๐‘š = 40 ๐‘˜๐‘š/๐‘—๐‘Ž๐‘š

111 Perhatikan bahwa kecepatan rata-rata ditentukan sebagai perbandingan antara perubahan jarak terhadap perubahan waktu, ditulis

๐‘ฃ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Žโˆ’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž = โˆ†๐‘ 

โˆ†๐‘ก

dengan ๏„s sebagai perubahan jarak dan ๏„t sebagai perubahan waktu.

Sekarang misalkan letak benda sebagai fungsi waktu diketahui dan dapat dinyatakan sebagai ๐‘  = ๐‘“(๐‘ก). ketika ๐‘ก = ๐‘ก1 benda berada di ๐‘“(๐‘ก1) dan ๐‘ก = ๐‘ก2 berada di ๐‘“(๐‘ก2), sehingga perubahan jarak ๏„๐‘  = ๐‘“(๐‘ก2) โ€“ f(t1) dan perubahan waktunya ๏„๐‘ก = ๐‘ก2 โ€“ ๐‘ก1.

Dengan demikian, kecepatan rata-rata dalam interval waktu ๐‘ก1๏‚ฃ ๐‘ก ๏‚ฃ๐‘ก2adalah

๐‘ฃ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Žโˆ’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž = โˆ†๐‘ 

โˆ†๐‘ก= ๐‘“(๐‘ก2) โˆ’ ๐‘“(๐‘ก1) ๐‘ก2โˆ’ ๐‘ก1

Tafsiran geometri dari kecepatan rata-rata dapat diperlihatkan melalui gambar . dari gambar tampak bahwa kecepatan rata-rata โˆ†๐‘ โˆ†๐‘ก mempunyai tafsiran geometri sebagai koefesien arah garis lurus ๐‘” yang menghubungkan titik ( ๐‘ก1, ๐‘“( ๐‘ก1)) dan titik (๐‘ก2, ๐‘“(๐‘ก2)).

Koefesien arah garis ๐‘” juga disebut gradient atau kemiringan garis ๐‘”.

nilai koefesien arah garis ๐‘” sama dengan tan ๏ก dengan ๏ก adalah sudut yang dibentuk oleh garis ๐‘” dengan sumbu T positif.

112 Gambar. 6.1

Laju perubahan rata-rata nilai fungsi

Misalkan diketahui fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ). jika ๐‘ฅ berubah dari ๐‘ฅ1ke ๐‘ฅ2 (๐‘ฅ1<๐‘ฅ2) maka nilai fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) berubah dari ๐‘“(๐‘ฅ1) menjadi ๐‘“(๐‘ฅ2). Jadi perubahan ๐‘ฅ sebesar ๏„๐‘ฅ = ๐‘ฅ2 โ€“ ๐‘ฅ1 mengakibatkan perubahan nilai fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ) sebesar ๏„๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ2) โ€“ ๐‘“(๐‘ฅ1).

Dengan demikian, laju perubahan rata-rata nilai fungsi dapat didefinisikan sebagai berikut.

Definisi

Misalkan diketahui fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ). laju perubahan rata-rata fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ) dalam interval ๐‘ฅ1๏‚ฃ ๐‘ฅ ๏‚ฃ๐‘ฅ2 adalah

113

โˆ†๐‘ฆ

โˆ†๐‘ฅ = ๐‘“(๐‘ฅ2) โˆ’ ๐‘“(๐‘ฅ1) ๐‘ฅ2โˆ’ ๐‘ฅ1 b. Laju Perubahan Sesaat

Menentukan kecepatan sesaat sebagai limit dari kecepatan rata- rata, secara eksak dapat dirumuskan sebagai berikut.

Misalkan sebuah benda B bergerak sehingga jarak benda s sebagai fungsi waktu t ditentukan oleh persamaan: ๐‘  = ๐‘“(๐‘ก)

Pada waktu ๐‘ก = ๐‘ก1 benda B berada di ๐‘“(๐‘ก1) dan pada waktu ๐‘ก = (๐‘ก1 + โ„Ž) benda berada di ๐‘“(๐‘ก1 + โ„Ž), sehingga kecepatan rata- ratagerak benda B dalam interval ๐‘ก1๏‚ฃ ๐‘ก ๏‚ฃ๐‘ก1 + โ„Ž adalah

๐‘ฃ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Žโˆ’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž = ๐‘“(๐‘ก1+ โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘ก1)

(๐‘ก1+ โ„Ž) โˆ’ ๐‘ก1 = ๐‘“(๐‘ก1+ โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘ก1) โ„Ž

Kecepatan sesaat pada waktu ๐‘ก = ๐‘ก1 diperoleh apabila nilai โ„Ž mendekati nol. Denga demikian, kecepatan sesaat ditentukan dengan konsep limit sebagai berikut.

๐‘ฃ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Žโˆ’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž๐‘ก1 = lim

โ„Žโ†’0๐‘ฃ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Žโˆ’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž = lim

โ„Žโ†’0

๐‘“(๐‘ก1+ โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘ก1) โ„Ž

Laju Perubahan Sesaat Nilai Fungsi

Misalkan diketahui fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ) terdefinisi dalam interval ๐‘Ž ๏‚ฃ ๐‘ฅ ๏‚ฃ (๐‘Ž + โ„Ž), dengan โ„Ž konstanta positif.

๏‚ท Nilai fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) untuk ๐‘ฅ = ๐‘Ž adalah ๐‘“(๐‘Ž), koordinat titik (๐‘Ž, ๐‘“(๐‘Ž)) diwakili oleh titik P.

๏‚ท Nilai fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) untuk ๐‘ฅ = (๐‘Ž + โ„Ž) adalah ๐‘“(๐‘Ž + โ„Ž), koordinat titik ((๐‘Ž + โ„Ž), ๐‘“(๐‘Ž + โ„Ž)) diwakili oleh titik Q.

114 Grafik fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ), titik P dan titik Q digambarkan dalam sebuah bidang cartesius. Laju perubahan rata-rata nilai fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) terhadap ๐‘ฅ adalah

๐‘“(๐‘Ž + โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘Ž)

(๐‘Ž + โ„Ž) โˆ’ ๐‘Ž = ๐‘“(๐‘Ž + โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘Ž) โ„Ž

Laju perubahan sesaat nilai fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) terhadap ๐‘ฅ pada ๐‘ฅ = ๐‘Ž diperoleh dari laju perubahan rata-rata nilai fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ) apabila nilai โ„Ž mendekati nol, yang dapat didefinisikan sebagai berikut.

Definisi

Misalkan diketahui fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ) yang terdefinisi untuk setiap nilai ๐‘ฅ = ๐‘Ž. Laju perubahan sesaat nilai fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) pada ๐‘ฅ = ๐‘Ž ditentukan oleh

โ„Žโ†’0lim

๐‘“(๐‘Ž + โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘Ž) โ„Ž

dengan catatan nilai limit itu ada.

6.1.2. Definisi Turunan Fungsi

Turunan fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ) pada ๐‘ฅ = ๐‘Ž dapat didefinisikan sebagai berikut.

Definisi

Misalkan diketahui fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ) terdefinisi untuk setiap nilai ๐‘ฅ disekitar ๐‘ฅ = ๐‘Ž. jika lim

โ„Žโ†’0

๐‘“(๐‘Ž+โ„Ž)โˆ’๐‘“(๐‘Ž)

โ„Ž ada maka bentuk

โ„Žโ†’0lim

๐‘“(๐‘Ž+โ„Ž)โˆ’๐‘“(๐‘Ž)

โ„Ž dinamakan turunan dari fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) pada ๐‘ฅ = ๐‘Ž.

115 Catatan:

1. Jika limit itu ada atau mempunyai nilai, dikatakan fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) diferensiabel (dpat didiferensialkan) pada ๐‘ฅ = ๐‘Ž. bentuk limit itu selanjutnya dilambangkan dengan ๐‘“ ๏‚ข(๐‘Ž). jadi

๐‘“โ€ฒ(๐‘Ž) = lim

โ„Žโ†’0

๐‘“(๐‘Ž + โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘Ž) โ„Ž

2. Lambang ๐‘“ ๏‚ข(๐‘Ž) (dibaca: ๐‘“ aksen ๐‘Ž) disebut turunan atau derivative dari fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) terhadap ๐‘ฅ pada ๐‘ฅ = ๐‘Ž.

3. Misalkan fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) mempunyai turunan ๐‘“ ๏‚ข (๐‘ฅ). jika ๐‘“ ๏‚ข (๐‘Ž) tidak terdefinisi maka dikatakan ๐‘“(๐‘ฅ) tidak diferensiabel pada ๐‘ฅ = ๐‘Ž.

1.2. Rumus Umum Turunan Fungsi

Aturan umum turunan fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) dapat didefinisikan sebagai berikut.

Definisi

Misalkan diketahui fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ) yang terdefinisikan dalam daerah asal Df = { ๐‘ฅ๏ƒฏ ๐‘ฅ๏ƒŽ๏ƒ‚}. turunan fungsi ๐‘“(๐‘ฅ) terhadap ๐‘ฅ ditentukan oleh

๐‘“โ€ฒ(๐‘Ž) = lim

โ„Žโ†’0

๐‘“(๐‘Ž + โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘Ž) โ„Ž

dengan catatan jika nilai limit ada.

Bentuk lain notasi turunan

Turunan fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ) dilambangkan dengan ๐‘‘๐‘ฆ๐‘‘๐‘ฅ atau ๐‘‘๐‘“๐‘‘๐‘ฅ , yang dikenal sebagai notasi Leibniz. Dalam ilmu-ilmu terapan

116 (Fisika, Kimia, Ekonomi, dan lain sebagainya), notasi Leibniz ini masih sering digunakan.

Notasi Leibniz ๐‘‘๐‘ฆ๐‘‘๐‘ฅ atau ๐‘‘๐‘“๐‘‘๐‘ฅ diperoleh dari hubungan ๐‘“โ€ฒ(๐‘ฅ) = lim

โ„Žโ†’0

๐‘“(๐‘ฅ + โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘ฅ) โ„Ž

dengan manipulasi aljabar sebagai berikut. Misalkan nilai โ„Ž pada hubungan di atas diganti dengan ๏„๐‘ฅ, maka hubungan itu menjadi

๐‘“โ€ฒ(๐‘ฅ) = lim

โ„Žโ†’0

๐‘“(๐‘ฅ + โˆ†๐‘ฅ) โˆ’ ๐‘“(๐‘ฅ)

โˆ†๐‘ฅ

Untuk menyatakan turunan dri fungsi ๐‘ฆ = ๐‘“(๐‘ฅ) dapat digunakan satu diantara notasi-notasi berikut.

๐‘‘๐‘ฆ

๐‘‘๐‘ฅatau๐‘‘๐‘“๐‘‘๐‘ฅatau ๐‘ฆ โ€˜ atau ๐‘“ ๏‚ข (๐‘ฅ) 2. Rumus-Rumus Turunan Fungsi Trigonometri 2.1. Turunan Fungsi Sinus

Misalkan diketahui fungsi sinus ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› ๐‘ฅ. Turunan fungsi sinus: ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› ๐‘ฅ ditentukan sebagai berikut

๐‘“โ€ฒ(๐‘ฅ) = lim

โ„Žโ†’0

๐‘“(๐‘ฅ + โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘ฅ) โ„Ž

= lim

โ„Žโ†’0

sin(๐‘ฅ + โ„Ž) โˆ’ sin ๐‘ฅ โ„Ž

= lim

โ„Žโ†’0

sin ๐‘ฅ cos โ„Ž + cos ๐‘ฅ sin โ„Ž โˆ’ sin ๐‘ฅ โ„Ž

= lim

โ„Žโ†’0

sin ๐‘ฅ (cos โ„Ž โˆ’ 1)

โ„Ž + cos ๐‘ฅ sin โ„Ž โ„Ž

117

= sin ๐‘ฅ lim

โ„Žโ†’0

(cos โ„Ž โˆ’ 1)

โ„Ž + cos ๐‘ฅ lim

โ„Žโ†’0

sin โ„Ž โ„Ž

Berdasarkan perhitungan limit fungsi trigonometri, dapat ditunjukan bahwa:

limโ„Žโ†’0

(cos โ„Žโˆ’1)

โ„Ž = 0 dan lim

โ„Žโ†’0 sin โ„Ž

โ„Ž = 1 Subtitusika nilai-nilai tersebut ke ๐‘“ ๏‚ข (๐‘ฅ), diperoleh ๐‘“โ€ฒ(๐‘ฅ) = sin ๐‘ฅ .0 + cos ๐‘ฅ . 1 = cos ๐‘ฅ

Jadi, dapat disimpulkan bahwa

Jika ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘ ๐‘–๐‘› ๐‘ฅ maka ๐‘“ ๏‚ข (๐‘ฅ) = ๐‘๐‘œ๐‘  ๐‘ฅ

2.2. Turunan Fungsi Cosinus

Misalkan diketahui fungsi sinus ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘๐‘œ๐‘  ๐‘ฅ. Turunan fungsi sinus: ๐‘“(๐‘ฅ) = ๐‘๐‘œ๐‘  ๐‘ฅ ditentukan sebagai berikut

๐‘“โ€ฒ(๐‘ฅ) = lim

โ„Žโ†’0

๐‘“(๐‘ฅ + โ„Ž) โˆ’ ๐‘“(๐‘ฅ) โ„Ž

= lim

โ„Žโ†’0

cos (๐‘ฅ + โ„Ž) โˆ’ cos ๐‘ฅ โ„Ž

= lim

โ„Žโ†’0

cos ๐‘ฅ cos โ„Ž โˆ’ sin ๐‘ฅ sin โ„Ž โˆ’ cos ๐‘ฅ โ„Ž

= lim

โ„Žโ†’0

cos ๐‘ฅ (cos โ„Ž โˆ’ 1)

โ„Ž โˆ’ sin ๐‘ฅ sin โ„Ž โ„Ž

= cos ๐‘ฅ lim

โ„Žโ†’0

(cos โ„Ž โˆ’ 1)

โ„Ž โˆ’ sin ๐‘ฅ lim

โ„Žโ†’0

sin โ„Ž

= cos ๐‘ฅ .0 โˆ’ sin ๐‘ฅ . 1 = โˆ’ sin ๐‘ฅ โ„Ž

Dalam dokumen Kristayulita,. Trigonometri.pdf (Halaman 113-122)

Dokumen terkait