• Tidak ada hasil yang ditemukan

Appendix I yang tidak memenuhi PB dikenai denda

Dalam dokumen 1. Salinan PP Nomor 28 Tahun 2025[1] (Halaman 195-200)

administratif

sebagaimana

diatur dalam

Peraturan Pemerintah

yang mengatur

mengenai

jenis dan tarif

atas

jenis

PNBP yang berlaku pada kementerian yang menyelenggarakan

urusan pemerintahan di

bidang

kelautan dan perikanan;

o. memiliki dan/atau

mengoperasikan

kapal

penangkap ikan

dan/atau

kapal pengangkut ikan yang melakukan

alih muatan yang tidak sesuai dengan

ketentuan

peraturan perundang-undangan dikenai

denda

administratif

sebesar:

1. Rp50.000.000,00

PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA

-t96-

1.

Rp5O.OOO.OOO,00

(lima puluh juta rupiah) untuk

kapal penangkap ikan

dan/atau

kapal pengangkut

ikan berukuran lebih dari 10 (sepuluh)

gross

tonnage sampai dengan 30 (tiga puluh)

gross

tonnage;

2. Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) untuk

kapal penangkap ikan

dan/atau

kapal pengangkut

ikan berukuran lebih dari 30 (tiga puluh)

gross tonnage

sampai dengan 60 (enam puluh)

gross tonnage;

3.

Rp15O.O0O.000,00 (seratus lima puluh

juta

rupiah)

untuk kapal penangkap ikan dan/atau

kapal pengangkut

ikan berukuran lebih dari 60

(enam

puluh)

gross tonnage sampai dengan 100 (seratus) gross tonnage;

4.

Rp2O0.O0O.OOO,OO (dua

ratus juta rupiah) untuk

kapal penangkap ikan

dan/atau

kapal pengangkut

ikan berukuran lebih dari

1OO

(seratus)

gross

tonnage sampai dengan 150 (seratus

lima

puluh) gross tonnage; dan

5.

Rp25O.00O.O00,00

(dua ratus lima puluh juta rupiah) untuk kapal

penangkap

ikan dan/atau kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

150

(seratus lima puluh) gross tonnage.

p. memiliki dan/atau

mengoperasikan kapal pengangkut

ikan berbendera Indonesia yang

melakukan pengangkutan

ikan di

wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia

dan/atau

laut lepas dengan

PB dan/atau PB UMKU yang sudah tidak

berlaku dikenai denda

administratif

sebesar:

1. Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

10

(sepuluh) g/ross tonnage

sampai

dengan 3O (tiga puluh) gross tonnage;

2.

Rp20.OOO.OOO,00

(dua puluh juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

3O

(tiga puluh) gross tonnage sampai dengan 60 (enam puluh) gross tonnage;

SK

No 253t23 A

3.Rp30.0O0.0OO,O0...

PRESIDEN

R.EPUBLIK INDONESIA

-r97-

3.

Rp30.000.000,00

(tiga puluh juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

60

(enam

puluh)

gross tonnage sampai

dengan

100 (seratus) gross tonnage;

4.

Rp40.OO0.0OO,OO (empat puluh

juta

rupiah)

untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

100 (seratus) gross tonnage sampai dengan 150 (seratus lima puluh) gross tonnage; dan

5.

Rp5O.OO0.00O,00

(lima puluh juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

150 (seratus lima puluh) gross tonnage.

q. memiliki dan/atau

mengoperasikan kapal pengangkut

ikan berbendera Indonesia di wilayah

pengelolaan

perikanan

negara

Republik

Indonesia

dan/atau laut

lepas

yang tidak

membawa PB

dan/atau PB

UMKU dikenai denda

administratif

sebesar:

1.

Rp10.OO0.OOO,OO

(sepuluh juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

10

(sepuluh)

gross

tonnage

sampai

dengan

30

(tiga

puluh) gross tonnage;

2.

Rp15.O00.OOO,OO

(lima

belas

juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

30 (tiga puluh) gross tonnage sampai dengan 60 (enam puluh) gross tonnage;

3.

Rp20.OO0.000,00

(dua puluh juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

60

(enam

puluh)

gross tonnage sampai

dengan

10O

(seratus) gross tonnage;

4.

Rp25.0O0.000,OO

(dua puluh lima juta

rupiah)

untuk

kapal pengangkut ikan berukuran lebih dari

100

(seratus)

gross

tonnage

sampai dengan

150 (seratus lima puluh) gross tonnage; dan

5.

Rp30.0O0.OOO,OO

(tiga puluh juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

15O

(seratus lima puluh) gross tonnage.

r. memiliki dan/atau

mengoperasikan kapal pengangkut

ikan berbendera asing di wilayah

pengelolaan

perikanan negara Republik Indonesia yang tidak membawa PB dan/atau PB UMKU dikenai

denda

administratif

sebesar:

1.

Rp10.000.000,00

PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA

-198-

1. Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

10

(sepuluh)

gross

tonnage

sampai

dengan

30

(tiga puluh) gross tonnage;

2.

Rp15.0O0.000,00

(lima

belas

juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

30

(tiga puluh) gross tonnage sampai dengan 60 (enam puluh) gross tonnage;

3.

Rp2O.OOO.OOO,O0

(dua puluh juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

6O

(enam

puluh)

gross tonnage sampai

dengan

1OO

(seratus) gross tonnage;

4.

Rp25.000.000,00

(dua puluh lima juta

rupiah)

untuk

kapal pengangkut ikan berukuran lebih dari

100

(seratus)

gross

tonnage

sampai dengan

15O

(seratus lima puluh) gross tonnage; dan

5.

Rp30.OO0.OOO,OO

(tiga puluh juta rupiah) untuk kapal

pengangkut

ikan berukuran lebih dari

150

(seratus lima puluh) gross tonnage.

melakukan usaha pembenihan, pembesaran

ikan

dan/atau jasa subsektor

pembudidayaan

ikan

yang tidak memenuhi PB

dan/atau

PB UMKU dikenai denda

administratif

sebagaimana

diatur dalam

peraturan pemerintah

yang mengatur

mengenai

jenis dan tarif

atas

jenis

PNBP yang berlaku pada kementerian yang menyelenggarakan

urusan pemerintahan di

bidang

kelautan dan perikanan; dan

t.

melakukan usaha pembenihan danf atau pembesaran

jenis ikan yang dilarang, merugikan, dan/atau membahayakan tidak sesuai dengan

ketentuan

peraturan perundang-undangan dikenai

denda

administratif

sebagaimana

diatur dalam

peraturan pemerintah

yang mengatur

mengenai

jenis dan tarif

atas

jenis

PNBP yang berlaku pada kementerian yang menyelenggarakan

urusan pemerintahan di

bidang kelautan dan perikanan.

S

SK

No 253121 A

Pasal.

. .

PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA

-199-

Pasal 36O

(1) Sanksi administratif berupa pembekuan KKPRL,

PB,

dan/atau PB UMKU sebagaimana dimaksud

dalam

Pasal 356 ayat

(21

huruf d dikenakan apabila

Pelaku

Usaha:

a. tidak melaksanakan kewajibannya sampai

dengan berakhirnya jangka

waktu

teguran/ peringatan

tertulis

kedua

kali;

dan

latau

b. tidak

membayar denda administratif yang dikenai.

(2)

Pembekuan KKPRL, PB,

dan/atau

PB UMKU sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) juga dapat dikenai

secara

langsung apabila Pelaku Usaha tidak

melaksanakan

paksaan pemerintah sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 356 ayat (2)

huruf

b.

(3)

Pembekuan KKPRL, PB,

dan/atau

PB UMKU sebagaimana

dimaksud pada ayat

(1)

dapat disertai

dengan perintah

untuk

segera mematuhi kewajiban KKPRL, PB,

dan/atau PB UMKU yang disyaratkan dan/atau

melaksanakan

perbaikan

terhadap

kerusakan dan/atau kerugian

yang ditimbulkan.

(41

Pembekuan KKPRL, PB,

dan/atau

PB UMKU sebagaimana

dimaksud pada ayat

(1)

dan ayat

(21

dikenakan

dalam

jangka waktu tertentu dengan

mempertimbangkan

kemampuan Pelaku Usaha untuk

memenuhi kewajibannya dan

untuk

memberikan efek jera.

Pasal 361

(1) Sanksi administratif berupa pencabutan KKPRL,

PB,

dan/atau PB UMKU sebagaimana dimaksud

dalam

Pasal 356 ayat (2)

huruf

e dikenakan apabila:

a.

setelah pembekuan KKPRL, PB,

dan/atau

PB UMKU

dijatuhkan, Pelaku Usaha tetap tidak

memenuhi

persyaratan KKPRL, PB, dan/atau PB

UMKU;

dan/atau

b. tidak

melaksanakan kewajiban

untuk

melaksanakan

perbaikan terhadap kerusakan dan/atau

kerugian yang ditimbulkan.

(21

Pencabutan KKPRL, PB,

dan/atau

PB UMKU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan tanpa terlebih

dahulu dikenai sanksi administratif lain

apabila pelanggaran yang

dilakukan

menimbulkan dampak yang besar berupa:

a.

gangguan. . .

Dalam dokumen 1. Salinan PP Nomor 28 Tahun 2025[1] (Halaman 195-200)

Dokumen terkait