• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBLIGASI I BANK CIMB NIAGA TAHUN 2011 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI

IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

2. ANALISA KEUANGAN

2.1. Aset, Liabilitas dan Ekuitas

a. Aset

Tabel berikut menyajikan komponen-komponen utama dari aset Perseroan untuk posisi 30 Juni 2011, 31 Desember 2010, 2009 dan 2008.

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 30 Juni 31 Desember

2011 2010 2009 2008

Kas 2.370.132 2.515.903 2.758.596 2.766.684

Giro pada BI 10.033.621 8.714.923 3.898.110 2.996.213

Giro pada bank lain setelah dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai 595.194 659.694 1.256.362 3.061.609

Penempatan pada bank lain dan BI setelah dikurangi

cadangan kerugian penurunan nilai 3.853.350 10.983.436 2.062.212 1.827.563 Efek- efek setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan

nilai 7.632.624 6.044.382 3.811.565 4.404.157

Obligasi Pemerintah Republik Indonesia 6.849.459 6.640.036 6.613.378 8.263.340 Tagihan derivatif setelah dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai 112.873 178.840 296.383 994.935

Kredit yang diberikan

- Pihak berelasi 35.548 47.289 60.883 13.701

- Pihak ketiga 114.750.772 103.574.635 82.772.139 74.391.868

Cadangan kerugian penurunan nilai (3.383.440) (3.271.710) (2.718.177) (1.614.918) Kredit yang diberikan – bersih 111.402.880 100.350.214 80.114.845 72.790.651 Piutang pembiayaan konsumen setelah dikurangi cadangan

kerugian penurunan nilai 1.725.775 1.161.432 397.725 449.039

Piutang sewa pembiayaan setelah dikurangi cadangan

kerugian penurunan nilai 154.648 5.049 53.942 158.463

Tagihan anjak piutang setelah dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai 3.670 9.278 60.410 119.786

Tagihan akseptasi setelah dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai 1.515.540 1.388.518 1.221.676 806.584

Penyertaan setelah dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai 6.365 111.026 81.763 66.563

Aset tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan 1.214.469 1.191.857 1.258.532 1.183.110

Aset pajak tanggungan - bersih 472.962 746.741 616.655 613.125

Aset yang diambil alih setelah dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai 87.653 95.763 558.324 737.677

Uang muka pajak 764.532 484.400 752 1.176

Pendapatan yang masih harus diterima 954.748 856.908 845.418 872.036

Beban dibayar dimuka 1.669.390 1.257.829 905.364 679.464

Aset lain-lain setelah dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai 1.288.688 256.623 292.262 405.399

Jumlah Aset 152.708.573 143.652.852 107.104.274 103.197.574

Posisi tanggal 30 Juni 2011 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2010

Jumlah aset Perseroan meningkat sebesar Rp9.055.721 juta atau sebesar 6,30% dari sebesar Rp143.652.852 juta pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi sebesar Rp152.708.573 juta pada tanggal 30 Juni 2011.

Peningkatan tersebut terutama berasal dari kredit yang diberikan-bersih, yang meningkat sebesar Rp11.052.666 juta atau 11,01% dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Posisi tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2009

Jumlah aset Perseroan meningkat sebesar Rp36.548.578 juta atau sebesar 34,12% dari sebesar Rp107.104.274 juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp143.652.852 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Peningkatan tersebut terutama berasal dari kredit yang diberikan-bersih, yang meningkat sebesar Rp20.235.369 juta atau 25,26% dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Posisi tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2008

Jumlah aset Perseroan meningkat sebesar Rp3.906.700 juta atau 3,79%, dari sebesar Rp103.197.574 juta pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi sebesar Rp107.104.274 juta pada tanggal 31 Desember 2009. Peningkatan tersebut terutama berasal dari kredit yang diberikan-bersih, yang meningkat sebesar Rp7.324.194 juta atau 10,06% dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

x Kredit yang diberikan berdasarkan jenis dan mata uang

(dalam jutaan Rupiah, kecuali persentase)

Keterangan 30 Juni 31 Desember

2011 2010 2009 2008

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Pihak Berelasi (Rupiah)

Konsumsi 31.999 0,03 30.511 0,03 56.905 0,07 11.829 0,02

Modal Kerja 3.549 0,00 16.778 0,02 3.978 0,00 1.872 0,00

Pihak Berelasi (Dolar Amerika Serikat)

Modal Kerja - - - - - - - -

Sub Jumlah-Pihak

Berelasi 35.548 0,03 47.289 0,05 60.883 0,07 13.701 0,02

Pihak Ketiga (Rupiah)

Konsumsi 24.024.529 20,93 21.578.639 20,82 23.670.116 28,58 21.273.631 28,59 Modal Kerja 37.281.896 32,48 42.778.755 41,28 36.954.446 44,61 33.605.404 45,17 Investasi 34.584.697 30,13 22.259.843 21,48 8.840.333 10,67 7.556.730 10,16

Ekspor - - - - 2.201 0,00 36.026 0,05

Pihak Ketiga (Dolar Amerika Serikat)

Konsumsi 50.515 0,04 60.950 0,06 19.486 0,02 27.020 0,04

Modal Kerja 9.671.674 8,43 12.877.577 12,43 10.217.887 12,34 8.886.925 11,94

Investasi 8.857.830 7,72 3.741.008 3,61 2.870.837 3,47 2.692.718 3,62

Ekspor - - - 0,00 2.475 0,00 87.021 0,12

Pihak Ketiga (Dolar Singapura)

Konsumsi 91 0,00 107 0,00 170 0,00 476 0,00

Modal Kerja 146.885 0,13 167.969 0,16 132.063 0,16 125.777 0,17

Investasi 123.088 0,11 62.031 0,06 54.505 0,07 91.069 0,12

Pihak Ketiga (Euro)

Modal Kerja - - - - - - 205 0,00

Konsumsi 2.110 0,00 39.617 0,04 - - - -

Pihak Ketiga (Pound Sterling)

Modal Kerja - - - - - - - -

Pihak Ketiga (Yen)

Ekspor - - - 0,00 7.620 0,01 8.866 0,01

Konsumsi 7.457 0,01 8.139 0,01 - - - -

Sub-Jumlah Pihak

Ketiga 114.750.772 99,97 103.574.635 99,95 82.772.139 99,93 74.391.868 99,99 Jumlah Kredit - Kotor 114.786.320 100,00 103.621.924 100,00 82.833.022 100,00 74.405.569 100,00 Kredit yang diberikan pada tanggal 30 Juni 2011 sebesar Rp114.786.320 juta. Kredit yang diberikan tersebut naik sebesar Rp11.164.396 juta atau 10,77% dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2010 yang sebesar Rp103.621.924 juta. Peningkatan terbesar pada kredit yang diberikan dalam Rupiah yaitu sebesar Rp9.262.144 atau sebesar 10,69% dan mengambil porsi sebesar 83,57% dari total kredit yang diberikan.

Kredit yang diberikan pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp103.621.924 juta. Kredit yang diberikan tersebut naik sebesar Rp20.788.902 juta atau 25,10% dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2009 yang sebesar Rp82.833.022 juta. Peningkatan terbesar pada kredit yang diberikan dalam Rupiah yaitu sebesar Rp17.136.547 atau sebesar 24,65% dan mengambil porsi sebesar 83,64% dari total kredit yang diberikan.

Kredit yang diberikan per 31 Desember 2009 sebesar Rp82.833.022 juta. Kredit yang diberikan tersebut naik sebesar Rp8.427.453 juta atau 11,33% dibandingkan pada 31 Desember 2008. Kenaikan ini terutama terjadi di segmen korporasi yang naik sebesar Rp2.301.000 juta dan segmen bisnis naik sebesar Rp6.591.000 juta.

Di segmen korporasi, selama tahun 2009 strategi perseroan adalah menjaga kualitas kredit yang sudah ada dibandingkan mengejar pertumbuhan kredit. Sedangkan untuk segmen bisnis terjadi kenaikan yang signifikan yang berasal dari pertumbuhan di sektor high-end business banking (44,17% dari total segmen bisnis) dan Small Medium Enterprise (33,01% dari total segmen bisnis).

Mayoritas komposisi kredit yang diberikan adalah kredit kepada pihak ketiga dalam mata uang Rupiah, khususnya kredit untuk modal kerja dan konsumsi. Untuk posisi per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, komposisi kredit yang diberikan pada pihak ketiga dalam mata uang Rupiah adalah masing-masing sebesar 83,57%, 83,64%, 83,94%, dan 83,97% dari keseluruhan kredit yang diberikan. Berdasarkan jenisnya, kredit investasi memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar, sebesar 67,16% pada tanggal 30 Juni 2011 dibandingkan 31 Desember 2010. Sementara itu pada periode yang sama, kredit modal kerja mengalami penurunan sebesar 15,65%.

x Kredit yang diberikan berdasarkan sektor ekonomi

(dalam jutaan Rupiah, kecuali persentase) KETERANGAN

30 Juni 31 Desember

2011 2010 2009 2008

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Rupiah:

Perindustrian 15.248.963 13,28 13.803.952 13,32 11.489.455 13,87 11.903.556 16,00 Perdagangan, restoran, hotel

dan administrasi 16.510.880 14,38 15.643.621 15,10 12.272.002 14,82 12.149.723 16,33

Jasa usaha 12.395.069 10,80 15.853.414 15,30 11.284.615 13,62 10.110.307 13,59

Pertanian 5.905.501 5,14 4.659.917 4,50 4.403.717 5,32 3.018.292 4,06

Pengangkutan, pergudangan

dan komunikasi 3.126.050 2,72 2.933.074 2,83 2.905.776 3,51 1.970.079 2,65

Konstruksi 2.196.463 1,91 1.681.177 1,62 1.856.791 2,24 1.146.428 1,54

Jasa pelayanan sosial 14.327.797 12,48 9.692.388 9,35 390.846 0,47 373.153 0,50

Listrik, gas dan air 727.543 0,63 575.205 0,56 432.631 0,52 410.916 0,55

Pertambangan 1.432.184 1,25 212.661 0,21 626.350 0,76 129.709 0,17

Perumahan 17.239.407 15,02 15.201.141 14,67 13.324.185 16,09 13.418.408 18,03

Konsumsi 6.816.813 5,95 6.407.976 6,18 10.493.114 12,67 7.843.652 10,54

Lain-lain - - - - 48.497 0,06 11.269 0,02

Jumlah Rupiah 95.926.670 83,56 86.664.526 83,64 69.527.979 83,94 62.485.492 83,98 Mata uang asing:

Perindustrian 3.979.160 3,47 3.903.413 3,77 4.138.129 5,00 3.772.662 5,07

Pertambangan 5.481.749 4,78 3.634.815 3,51 1.400.854 1,69 970.004 1,30

Perdagangan, restoran, hotel

dan administrasi 1.930.065 1,68 2.277.850 2,20 1.466.989 1,77 1.976.634 2,66

Pertanian 2.435.855 2,12 2.192.899 2,12 1.694.943 2,05 2.135.382 2,87

Pengangkutan, pergudangan

dan komunikasi 882.650 0,77 1.278.339 1,23 993.907 1,20 607.346 0,82

Konstruksi 340.439 0,30 240.215 0,23 871.010 1,05 499.022 0,67

Listrik, gas dan air 299.190 0,26 387.565 0,37 227.324 0,27 286.035 0,38

Jasa usaha 2.692.902 2,35 2.917.371 2,81 2.457.275 2,97 1.625.475 2,18

Jasa pelayanan sosial 757.468 0,66 24.257 0,02 34.830 0,04 19.997 0,03

Perumahan 11 0,00 107 0,00 170 0,00 476 0,00

Konsumsi 60.161 0,05 100.567 0,10 19.486 0,02 26.995 0,04

Lain-lain - - - - 126 0,00 49 0,00

Jumlah mata uang asing 18.859.650 16,44 16.957.398 16,36 13.305.043 16,06 11.920.077 16,02 Jumlah (Kotor) 114.786.320 100,00 103.621.924 100,00 82.833.022 100,00 74.405.569 100,00 Dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai (3.383.440) (3.271.710) (2.718.177) (1.614.918)

Jumlah (Bersih) 111.402.880 100.350.214 80.114.845 72.790.651

Pada posisi 30 Juni 2011, portofolio kredit yang diberikan Perseroan didominasi oleh kredit bermata uang Rupiah di sektor perindustrian, perdagangan, restoran, hotel dan administrasi, jasa usaha, jasa pelayanan sosial, perumahan dan konsumsi, yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 15,90%, 17,21%, 12,92%, 14,94%, 17,97% dan 7,11%, atau secara kolektif sebesar 86,04% dari keseluruhan kredit yang diberikan. Secara keseluruhan, kredit yang diberikan (dalam Rupiah dan mata uang asing) pada periode 31 Desember 2010 sampai dengan 30 Juni 2011 tumbuh sebesar 10,77% sebagai respon atas kondisi pasar yang sangat berkembang serta penurunan suku bunga. Oleh karena itu, dalam memenuhi perkembangan kredit perseroan yang cukup pesat, perseroan harus meningkatkan kapasitas permodalannya.

x Kualitas kredit yang diberikan

Berdasarkan kolektibilitas kredit sesuai dengan ketentuan BI

(dalam jutaan Rupiah, kecuali persentase)

Keterangan 30 Juni 31 Desember

2011 2010 2009 2008

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Lancar 106.662.292 92,92 96.620.511 93,24 77.118.853 93,10 68.962.870 92,69 Dalam perhatian

khusus 5.033.031 4,38 4.394.629 4,24 3.180.351 3,84 3.571.236 4,80

Kurang lancar 469.375 0,41 405.487 0,39 538.179 0,65 373.915 0,50

Diragukan 373.781 0,33 276.345 0,27 429.128 0,52 173.618 0,23

Macet 2.247.841 1,96 1.924.952 1,86 1.566.511 1,89 1.323.930 1,78

Cadangan Kerugian

Penurunan Nilai (3.383.440) (3.271.710) (2.718.177) (1.614.918)

Jumlah Kredit -

Bersih 111.402.880 100.350.214 80.114.845 72.790.651

Rasio kredit bermasalah (“NPL”) dihitung sesuai dengan pedoman perhitungan rasio keuangan sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran BI No.3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 sebagaimana telah diubah dengan Surat Edaran BI No. 7/10/DPNP tanggal 31 Maret 2005 yang kemudian diubah melalui Surat Edaran BI No.12/11/DPNP tanggal 31 Maret 2010. Pada tanggal 30 Juni 2011, NPL bruto dan neto Perseroan, adalah sebagai berikut:

Keterangan *) 30 Juni 31 Desember

2011 2010 2009 2008

NPL Bruto 2,71% 2,53% 3,06% 2,50%

NPL Netto 1,95% 1,85% 1,04% 1,42%

* Rasio Perseroan saja

Berdasarkan kredit yang mengalami penurunan nilai dan tidak mengalami penurunan nilai

Sejak berlakunya PSAK 55 (Revisi 2006) pada tanggal 1 Januari 2010, Perseroan juga mengelompokkan kualitas kredit yang diberikan menjadi kredit yang mengalami penurunan nilai (impaired) dan kredit yang tidak mengalami penurunan nilai sesuai dengan hasil penilaian yang dilakukan oleh Perseroan berdasarkan ada atau tidaknya bukti objektif penurunan nilai atas kredit yang diberikan Perseroan.

30 Juni 2011 Tidak Mengalami

Penurunan Nilai Mengalami

Penurunan Nilai Jumlah

Rupiah 93.229.227 2.697.443 95.926.670

Dolar Amerika Serikat 17.215.033 1.364.986 18.580.019

Dolar Singapura 267.675 2.389 270.064

Euro 2.110 - 2.110

Yen 7.457 - 7.457

Jumlah 110.721.502 4.064.818 114.786.320

Cadangan kerugian penurunan nilai (1.826.566) (1.556.874) (3.383.440)

Jumlah kredit- Bersih 108.894.936 2.507.944 111.402.880

Rasio kredit yang mengalami penurunan nilai–kotor dan bersih terhadap jumlah kredit yang diberikan per 30 Juni 2011 adalah sebesar 3,54%dan 2,18%.

Sejalan dengan pertumbuhan industri, peningkatan kredit Perseroan mencapai 10,77% pada tanggal 30 Juni 2011 dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2010, dengan rasio NPL sebesar 2,71% di posisi tanggal 30 Juni 2011, yang lebih baik dari rata-rata industri sebesar 2,98% di posisi tanggal 30 Juni 2011.

Perseroan menerapkan Tata Kelola Manajemen Risiko Kredit untuk menjaga tingkat kredit bermasalah.

Beberapa upaya yang ditempuh untuk memitigasi risiko kredit yang dilakukan oleh Perseroan, yaitu:

1. Menentukan batasan eksposur seperti konsentrasi kredit pada sektor industri tertentu 2. Memantau portofolio kredit secara berkala

3. Melakukan post mortem review terhadap debitur secara berkala

4. Melakukan stress test dengan memperhitungkan dampak skenario terburuk terhadap portofolio maupun debitur-debitur tertentu.

Perseroan juga mengoptimalkan fungsi Asset Restructuring & Recovery Unit dalam melakukan upaya penyelesaian kredit bermasalah sebagai berikut:

1. Restrukturisasi kredit

2. Usaha-usaha penagihan yang dilakukan baik oleh staf internal Perseroan maupun collection agency untuk membantu Perseroan melakukan penagihan terhadap aset–aset yang berada di lokasi yang sulit dijangkau 3. Melakukan loan sales atau cessie strategy, yaitu pengalihan hak tagih atas kredit bermasalah tersebut dari

Perseroan kepada pihak ketiga

4. Penjualan aset debitur menggunakan balai lelang swasta (BLS) untuk melakukan pelelangan terhadap aset–aset yang dimiliki oleh debitur bermasalah yang menjadi agunan.

b. Liabilitas

Tabel berikut menyajikan komponen-komponen liabilitas Perseroan untuk posisi tanggal 30 Juni 2011, 31 Desember 2010, 2009 dan 2008.

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 30 Juni 31 Desember

2011 2010 2009 2008

Liabilitas segera 576.141 574.984 360.295 202.460

Simpanan nasabah

Pihak berelasi 252.756 316.730 243.556 78.169

Pihak ketiga 123.210.008 117.516.503 86.004.449 83.973.005

Simpanan dari bank lain 1.484.724 1.199.979 1.781.667 1.263.277

Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - - - 199.567

Liabilitas derivatif 70.894 103.109 109.574 1.103.102

Liabilitas akseptasi 1.418.346 1.327.556 1.203.012 767.818

Pinjaman yang diterima 2.046.219 1.688.200 981.184 858.605

Hutang pajak 180.525 387.635 441.430 258.369

Estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi 59.324 104.025 84.139 103.866 Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 1.962.357 1.888.011 1.816.003 1.769.348

Pinjaman subordinasi 4.592.717 4.705.620 2.802.593 3.258.760

Jumlah Liabilitas 135.854.011 129.812.352 95.827.902 93.836.346

Untuk posisi tanggal 30 Juni 2011 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2010

Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal yang berakhir 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp135.854.011 juta, meningkat sebesar Rp6.041.659 juta atau sebesar 4,65% dari Rp129.812.352 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Peningkatan tersebut terutama berasal dari simpanan nasabah dari pihak ketiga yang meningkat sebesar Rp5.693.505 juta dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya. Secara persentase, peningkatan terbesar berasal dari simpanan dari bank lain dan pinjaman yang diterima yang masing-masing besarnya 23,73% dan 21,21%.

Untuk posisi tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2009

Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal yang berakhir 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp129.812.352 juta, meningkat sebesar Rp33.984.450 juta atau sebesar 35,46% dari Rp95.827.902 juta pada tanggal 31 Desember 2009. Peningkatan tersebut terutama berasal dari simpanan nasabah dari pihak ketiga yang meningkat sebesar Rp31.512.054 juta dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya. Secara persentase, peningkatan terbesar berasal dari pinjaman yang diterima, pinjaman subordinasi, simpanan nasabah dari pihak ketiga dan pihak berelasi serta estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi, yang masing-masing besarnya 72,06%, 67,90%, 36,64%, 30,04% dan 23,63%.

Untuk posisi tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2008

Jumlah liabilitas Perseroan meningkat sebesar Rp1.991.556 juta atau 2,12%, dari Rp93.836.346 juta pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp95.827.902 juta pada tanggal 31 Desember 2009. Peningkatan tersebut terutama berasal dari simpanan nasabah dari pihak ketiga yang meningkat sebesar Rp2.031.444 juta dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya. Secara persentase, peningkatan terbesar berasal dari simpanan nasabah dari pihak berelasi, hutang pajak, liabilitas akseptasi dan simpanan dari bank lain yang masing-masing besarnya adalah 211,58%, 70,85%, 56,68% dan 41,04%. Peningkatan simpanan nasabah sebesar 211,58% terutama merupakan kontribusi dari peningkatan produk Tabungan dan Giro nasabah masing- masing sebesar 8,21% dan 9,76% menjadi Rp19.442.732 juta dan Rp19.945.401 juta di akhir Desember 2009.

Sedangkan produk Deposito juga mengalami penurunan sebesar 2,19% menjadi Rp46.859.872 juta.

Berikut analisa pembahasan mengenai akun-akun liabilitas yang signifikan:

x Simpanan nasabah

Rincian simpanan nasabah berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 30 Juni 31 Desember

2011 2010 2009 2008

Giro

Pihak berelasi 143.016 154.371 58.450 15.987

Pihak ketiga 31.740.641 27.234.875 19.886.951 18.156.324

Jumlah - Giro 31.883.657 27.389.246 19.945.401 18.172.311

Keterangan 30 Juni 31 Desember

2011 2010 2009 2008

Tabungan

Pihak berelasi 31.987 26.518 16.378 13.181

Pihak ketiga 28.242.333 23.937.169 19.426.354 17.954.158

Jumlah - Tabungan 28.274.320 23.963.687 19.442.732 17.967.339

Deposito berjangka

Pihak berelasi 77.753 135.841 168.728 49.001

Pihak ketiga 63.227.034 66.344.459 46.691.144 47.862.523

Jumlah – Deposito berjangka 63.304.787 66.480.300 46.859.872 47.911.524

Jumlah 123.462.764 117.833.233 86.248.005 84.051.174

Untuk posisi tanggal 30 Juni 2011 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2010

Simpanan nasabah pada tanggal 30 Juni 2011 sebesar Rp123.462.764 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp5.629.531 juta atau 4,78% dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp117.833.233 juta.

Peningkatan tersebut pada giro dan tabungan masing-masing sebesar Rp4.494.411 juta atau 16,41% dan Rp4.310.633 juta atau 17,99%, sebaliknya deposito berjangka mengalami penurunan sebesar Rp3.175.513 atau 4,78%. Penurunan deposito berjangka ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk meningkatkan komposisi dana murah yang terdiri dari giro dan tabungan melalui berbagai promosi atas program-program yang sudah ada serta inovasi produk-produk tabungan.

Untuk posisi tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2009

Pada tanggal 31 Desember 2010, simpanan nasabah adalah sebesar Rp117.833.233 juta, dimana jumlah ini meningkat secara signifikan sebesar Rp31.585.228 juta atau 36,62% dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp86.248.005 juta. Peningkatan signifikan tersebut berasal dari peningkatan simpanan nasabah dalam bentuk deposito berjangka sebesar Rp19.620.428 juta (atau 41,87%), giro sebesar Rp7.443.845 juta (atau 37,32%) dan diikuti oleh tabungan sebesar Rp4.520.922 juta (atau 23,25%). Peningkatan pada tahun 2010 ini sejalan dengan peningkatan pertumbuhan dana masyarakat. Melalui pengenalan program Festival Kilau X-tra secara intensif selama tahun 2010, Perseroan berhasil meningkatkan simpanan nasabah secara signifikan pada tahun 2010.

Untuk posisi tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2008

Peningkatan sebesar Rp2.196.831 juta atau 2,61% terjadi pada simpanan nasabah pada tanggal 31 Desember 2009 dari sebesar Rp84.051.174 juta pada 31 Desember 2008 menjadi Rp86.248.005 juta. Peningkatan tersebut berasal dari giro sebesar Rp1.773.090 juta atau 9,76% dan tabungan sebesar Rp1.475.393 juta atau 8,21%, sedangkan di sisi lainnya deposito berjangka mengalami penurunan sebesar Rp1.051.652 juta atau 2,19%.

x Simpanan dari Bank Lain

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 30 Juni 31 Desember

2011 2010 2009 2008

Giro 410.812 488.513 984.050 274.829

Tabungan 30.456 12.822 6.897 4.418

Interbank call money 171.510 - 698.900 297.499

Deposito berjangka 871.946 698.644 91.820 686.531

Jumlah 1.484.724 1.199.979 1.781.667 1.263.277

Untuk posisi tanggal 30 Juni 2011 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2010

Pada tanggal 30 Juni 2011, simpanan dari bank lain meningkat sebesar Rp284.745 juta atau 23,73% dari sebesar Rp1.199.979 juta pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi sebesar Rp1.484.724 juta pada tanggal 30 Juni 2011. Peningkatan ini terutama berasal dari peningkatan deposito berjangka sebesar Rp173.302 juta atau 24,81% dan interbank call money sebesar Rp171.510 juta dimana pada tanggal 31 Desember 2010 tidak terdapat simpanan dari bank lain dalam bentuk interbank call money.

Untuk posisi tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2009

Simpanan dari bank lain menurun pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember 2009 yaitu dari sebesar Rp1.781.667 juta menjadi hanya sebesar Rp1.199.979 juta atau menurun sebesar Rp581.688 juta (32,65%). Giro dan interbank call money mengalami penurunan masing-masing sebesar Rp495.537 juta (50,36%) dan Rp698.900 juta (100%) sedangkan deposito berjangka meningkat sebesar Rp606.824 juta (660,88%).

Untuk posisi tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2008

Peningkatan pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp518.390 juta atau 41,04% dari sebesar Rp1,263,277 juta pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi sebesar Rp1.781.667 juta pada tanggal 31 Desember 2009.

Peningkatan ini berasal dari giro dan interbank call money masing-masing meningkat sebesar Rp709.221 juta atau 258,06% dan Rp401,401 juta atau 134,93%, sedangkan di sisi lain, deposito berjangka mengalami penurunan sebesar Rp594.711 juta atau sebesar 86,63%.

x Pinjaman Subordinasi

Peningkatan pinjaman subordinasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah disebabkan oleh penerbitan dua kali obligasi subordinasi pada tahun 2010, Perseroan melunasi seluruh obligasi subordinasi yang diterbitkan pada tahun 2005 yaitu sebesar pokok pinjaman USD 100 juta dengan tingkat suku bunga tetap 7,75%.

Dua kali penerbitan obligasi subordinasi tersebut adalah pada tanggal 8 Juli 2010 dengan pokok obligasi subordinasi sebesar Rp1,38 trilliun dan pada tanggal 23 Desember 2010 dengan pokok obligasi subordinasi sebesar Rp1,6 trilliun. Masing-masing obligasi subordinasi tersebut berjangka waktu 7 (tujuh) tahun dan 10 (sepuluh) tahun dengan tingkat bunga 11,30% per tahun dan 10,85% per tahun.

Seluruh penerbitan obligasi subordinasi digunakan untuk ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha.

c. Ekuitas

Tabel berikut menyajikan komponen-komponen ekuitas Perseroan (tidak termasuk kepentingan nonpengendali) untuk posisi tanggal 30 Juni 2011, serta 31 Desember 2010, 2009 dan 2008.

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 30 Juni 31 Desember

2011 2010 2009 2008

Modal ditempatkan dan disetor penuh 1.612.257 1.552.420 1.552.420 1.552.420

Tambahan modal disetor 8.148.573 6.712.481 6.712.481 6.712.481

Cadangan kompensasi berbasis saham 57.011 57.011 57.011 57.011

Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan dan

perusahaan asosiasi 1.180 865 844 844

Keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi atas efek-efek

dalam kelompok tersedia untuk dijual 178.941 207.544 1.019.387 557.999

Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 709 262 (42) (1.114)

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (1.115.123) (1.115.123) (2.155.284) (2.337.804)

Cadangan umum dan wajib 351.538 351.538 351.538 215.900

Saldo laba 7.546.558 6.000.419 3.672.052 2.544.730

Jumlah Ekuitas 16.781.644 13.767.417 11.210.407 9.302.467

Untuk posisi tanggal 30 Juni 2011 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2010

Jumlah ekuitas Perseroan meningkat sebesar Rp3.014.227 juta atau sebesar 21,89% menjadi sebesar Rp16.781.644 juta pada tanggal 30 Juni 2011 dari sebesar Rp13.767.417 juta pada tanggal 31 Desember 2010.

Peningkatan tersebut terutama berasal dari penambahan saham baru yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas V sebesar Rp1.495.929 juta.

Untuk posisi tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2009

Jumlah ekuitas Perseroan meningkat sebesar Rp2.557.010 juta atau 22,81%, dari Rp11.210.407 juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi Rp13.767.417 juta tanggal 31 Desember 2010. Peningkatan tersebut terutama berasal dari naiknya laba bersih tahun 2010 sebesar Rp2.328.367 juta.

Untuk posisi tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2008

Jumlah ekuitas Perseroan meningkat sebesar Rp1.907.940 juta atau 20,51%, dari Rp9.302.467 juta pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp11.210.407 juta tanggal 31 Desember 2009. Peningkatan tersebut terutama berasal dari laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2009 sebesar Rp1.568.130 juta dan keuntungan yang belum direalisasi atas efek-efek dalam kelompok tersedia untuk dijual sebesar Rp461.388 juta.