• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. Mata Pencaharian

4) Aspek Aktifitas

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan mempunyai fungsi tugas yang sangat strategis dalam pengembangan sumber daya pertanian yang ada di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terutama dalam pengembangan sumber daya manusianya.

Berdasarkan hasil penilaian ke 6 (enam) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan di wilayah Kota Mataram bahwa nilai tertinggi adalah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sandubaya

41 dengan skor 492.5 di ikuti Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mataram dengan skor 432.5, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sekarbela dengan skor 420.5, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cakranegara dengan skor 413.5, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Selaparang dengan skor 311 dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ampenan dengan skor 298. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi dan tugas strategis dalam pengembangan sumber daya pertanian, terutama sumber daya manusia di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan di Kota Mataram sesuai target dalam upaya penyampaian dan penyebaran informasi teknologi , fasilitasi pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha, melaksanakan kaji terap, kaji tindak dan percontohan, mengembangkan modal usaha, memberikan rekomendasi dan akses sumber teknologi baik dari perguruan tinggi, BPTP maupun mitra usaha, fasilitasi kerjasama peneliti, penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha, melakukan rembug tani, dan koordinasi serta musyawarah, menumbuhkembangkan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kelompok tani, melaksanakan perakitan materi/media dan alat bantu spesifik local, melakukan pelayanan terpadu informasi melalui cyber extension, klinik konsultasi agribisnis, pusat inkubator agrinisnis, pemutahiran data ketenagaan, kelembagaan tani dan usaha tani dan kelembagaan penyuluh, serta membuat laporan supervise, evaluasi dan pembinaan kinerja penyuluh.

42 Struktur Organisasi Dinas Pertanian Kota Mataram

4.

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Kasubag Umum dan Kepegawaian

KasubagKeu angan

KasubagPeren canaan Sekretaris

Kepala UPTD Puskeswan

Ka. TU UPTD Puskeswan

Ka. TU UPTD RPH& Pasar

Hewan Kepala UPTD

RPH &

PasarHewan Kepala Bidang

Sarana dan Prasarana Pertanian

Kepala Seksi Pengelolaan Lahan

dan Air

Kepala Seksi Pembiayaan, Pengolahan dan

Pemasaran Kepala Seksi Sarana Produksi

Pertanian

Kepala Bidang Penyuluhan

KepalaSeksiKelem bagaan

Kepala Seksi Penyelenggaraan

Kepala Seksi Ketenagaan Kepala Seksi

Keswan dan Kesmavet Kepala Seksi Pembibitan dan

Budidaya Peternakan

Kepala BidangPeternaka

n

KepalaSeksiPaka nTernak Kepala Seksi

Produksi Hortikultura Kepala Seksi Produksi Tanaman

Pangan Kepala BIdang Tanaman Pangan

dan Hortikultura Pertanian

Kepala Seksi Perbenihan dan

Perlintan

KepalaDinasPertanian

43 B. Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian dalam Mensosialisasikan Program

Kepada Masyarakat

Dalam melakukan penyuluhan, penyuluh pertanian Kota Mataram memiliki beberapa strategi komunikasi salah satunya yaitu Lakusi atau latihan kunjungan, hal ini dilakukan sebagai wujud pengaplikasian dari programa yang berisi tentang rancangan secara tertulis yang disusun secara urut dan sistematis tentang pedoman penyuluhan, dimana dalam hal ini laku atau latihan kunjungan berbentuk seperti musyawarah atau komunikasi secara kelompok, yang didalamnya membahas tentang bagaimana permasalahan yang terjadi baik itu dari petani maupun dari penyuluh untuk menyelesaikan dan memberi solusi terkait permasalahan yang terjadi. Hal ini dilakukan berdasarkan ketentuan dari pusat terkait tugas dan fungsi pokok dari penyuluh itu sendiri. Dan untuk mencapai hasil yang maksimal, serta dalam hal ini Dinas Pertanian terus melakukan pembenahan dan evaluasi dengan penyuluh di masing-masing wilayah kerja maupun dari strategi-stretegi yang ada. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kepada Bidang Penyuluh Ibu Amy, menurutnya dalam membangun sinergi antara penyuluh pertanian dan petani, pihak struktural tetap melakukan pendekatan-pendekatan secara komunikasi yang tidak terlepas dari tugas pokok dalam mengubah sikap dan keterapilan dari para petani dengan mengamati potensi-potensi dari masing-masing wilayanh pertanian yang ada dan tentu dengan ikatan serta sinergitas daripada dinas pertanian kota Mataram, penyuluh, para petani atau kelompok tani yang berada di Kota Mataram. 46

Berikut hasil wawancara dengan Bapak Tatok Sulistyanto, selaku koordinator penyuluh pertanian Kota Mataram serta memberikan informasi

46Tri Utamy, Wawancara, Dinas Pertanian Kota Mataram, 20 April 2020.

44 mengenai strategi-strategi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian dalam mensosialisasikan programnya kepada pihak-pihak terkait.

Menurut Tatok Sulistiyanto, untuk memberikan komunikasi yang efektif antara petani dan penyuluh, laku atau latihan kunjungan menjadi salah satu titik pokok utama dalam hal tersebut. Karena selama ini laku di Kota Mataram berjalan lancar dan efektif serta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Jadi strategi yang pertama yang kita lakukan untuk mensosialisasikan program kepada masyarakat, yang pertama ada namanya laku atau latihan kunjungan dan dalam latihan kunjungan ini yang berlangsung terjadwal.

Dan dalam latihan kujungan tersebut terdapat beberapa pembahasan- pembahasan untuk kemajuan produksi pertanian, seperti apa teknologi yang bisa digunakan kemajuan pertanian.

Sebelumpelaksanaan laku tersebut, penyuluh dibekali beberapa pelatihan di BPP (Balai Penyuluh Pertanian) selama beberapa hari dan maksimal 2 minggu. Lalu setelah itu Penyuluh menyampaikan hasil latihan kunjungannya tersebut kepada petani atau kelompok tani.”47

Laku sendiri adalah pendekatan penyuluhan yang memadukan antara pelatihan bagi penyuluh sebagai upaya peningkatan kemampuan dalam melaksanakan tugasnya, yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kepada petani atau kelompok tani (Poktan) yang dilakukan secara terjadwal. Sistem kerja ini didukung dengan supervisi teknis dari penyuluh senior secara terjadwal dan ketersediaan informasi terknologi sebagai materi kunjungan.Sistem Kerja Latihan dan Kunjungan (Laku). Sistem Kerja Laku yaitu pendekatan penyuluhan yang memadukan antara pelatihan bagi penyuluh sebagai upaya peningkatan kemampuan penyuluh dalam melaksanakan tugasnya, yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kepada petani/kelompoktani (poktan) yang dilakukan secara

47Tatok Sulistiyanti, Wawancara, Dinas Pertanian Kota Mataram13 April 2020.

45 terjadwal. Sistem kerja ini didukung dengan supervisi teknis dari penyuluh senior secara terjadwal dan ketersediaan informasi teknologi sebagai materi kunjungan.

Sistem tersebut sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani, sehingga pada tahun 1984 Indonesia berhasil swasembada beras.48

Beberapa aspek positif sistem kerja laku diantaranya yaitu 1. penyuluh pertanian memiliki rencana kerja dalam setahun, 2. penyuluh pertanian mengunjungi petani secara teratur, dan berkelanjutan, 3. penyuluh pertanian cepat mengetahui masalah yang ada di petani dan cepat memecahkannya, 4. penyuluh pertanian secara teratur mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilannya, 5.

penyuluhan dilaksanakan melalui pendekatan kelompok; serta 6. penyelenggaaan penyuluhan pertanian mendapatkan supervisi dan pengawasan secara teratur.

Penerapan sistem kerja laku diharapkan dapat meningkatkan motivasi penyuluh pertanian dalam melaksanakan fungsinya sebagai pendamping dan pembimbing petani, serta menjamin kesinambungan pembinaan penyuluh kepada petani dalam melaksanakan kegiatan usahatani yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan produksi, produktivitas dan pendapatannya.49

Tujuan Laku

Sistem Kerja Latihan Kunjunga (Laku) bertujuan sebagai berikut:

1. meningkatkan kinerja penyuluh pertanian dalam melaksanakan pendampingan kepada petani.

48Pedoman Pelaksanaan LAKU, (Jakarta: Kementrian Pertanian,2014), hlm 1.

49Dokumen Dinas Pertanian 2019.

46 2. meningkatkan kemampuan petani dalam meningkatkan pengelolaan

produksi, produktivitas dan pendapatannya.

3. meningkatkan kualitas penyelenggaraan penyuluhan melalui sistem kerja yang terukur dan terjadwal.

Prinsip Dasar Laku

Penyuluhan pertanian dengan penggunaan Sistem Kerja Latihan Kunjugan(Laku) didasarkan pada prinsip, sebagai berikut:

1. Keakraban, yang artinya terjalinnya hubungan yang akrab antara penyuluh pertanian dengan petani ataupun kelompok tani (poktan).

2. Keterpaduan, yang artinya keterpaduan antara pelaksanaan pelatihan penyuluh dengan kunjungan kepada petaniataupun kelompok tani (poktan).

3. Faktual, yang artinya materi yang disampaikan merupakan kebutuhan petani/poktan dalam pengembangan usahataninya.

4. Berkesinambungan, artinya pelaksanaan pelatihan penyuluh dan kunjungan kepada petani/poktan dilakukan secara terjadwal sesuai dengan rencana kerja penyuluh dan perencanaan poktan.50

Pedoman Latihan Kunjungan (Laku)

Dalam Pedoman ini yang dimaksud dengan:

1. Latihan adalah suatu kegiatan alih pengetahuan dan keterampilan baik berupa teori maupun praktek dari fasilitator kepada penyuluh pertanian

50Dokumen Dinas Pertanian 2019.

47 melalui metode partisipatif untuk meningkatkan kemampuan mendampingi dan membimbing kelompok tani (poktan).

2. Kunjungan adalah kegiatan pendampingan dan bimbingan penyuluh pertanian kepada poktan.

3. Sistem Kerja Latihan dan Kunjungan (Laku) adalah pendekatan yang memadukan antara pelatihan bagi penyuluh yang ditindaklanjuti dengan kunjungan berupa pendampingan kepada petani atau kelompok tani (poktan) secara terjadwal dan didukung dengan supervisi teknis dari penyuluh senior serta ketersediaan informasi teknologi sebagai materi kunjungan.

4. Penyuluhan Pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

5. Pelaku Utama (petani) adalah Warga Negara Indonesia perseorangan dan/atau beserta keluarganya yang melakukan usahatani di bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan/atau peternakan.

6. Pelaku Usaha adalah setiap orang yang melakukan usaha sarana produksi pertanian, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, serta jasa penunjang pertanian yang berkedudukan di wilayah hukum Republik Indonesia.

48 7. Penyuluh pertanian adalah perorangan warga negara Indonesia yang melakukan kegiatan penyuluhan pertanian, baik penyuluh PNS, penyuluh swasta, maupun penyuluh swadaya.

8. Wilayah Kerja adalah daerah binaan penyuluh pertanian yang terdiri dari satu atau beberapa desa.

9. Kelompoktani yang selanjutnya disebut poktan adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan;

kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan sumberdaya; kesamaan komoditas; dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota.

10. Gabungan kelompok tani yang biasa disebut gapoktan adalah kumpulan beberapa kelompoktani yang bergabung dan bekerjasama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha.

11. Usahatani adalah kegiatan dalam bidang pertanian, mulai dari produksi/budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, sarana produksi, pemasaran hasil, dan/atau jasa penunjang.

12. Rencana Definitif Kelompok (RDK) adalah rencana kerja usahatani dari kelompoktani untuk satu tahun, yang disusun melalui musyawarah dan berisi rincian tentang sumberdaya dan potensi wilayah, sasaran produktivitas, pengorganisasian dan pembagian kerja, serta kesepakatan bersama dalam pengelolaan usahatani.

13. Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) adalah rencana kebutuhan sarana produksi pertanian dan alat mesin pertanian untuk satu

49 musim/siklus usaha yang disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompoktani yang merupakan alat pesanan sarana produksi pertanian kelompoktani kepada gapoktan atau lembaga lain (penyalur sarana produksi pertanian dan perbankan), termasuk perencanaan kebutuhan pupuk bersubsidi.51

Dalam pelaksanaannya laku di Kota Mataram sendiri dilakukan selama 4 hari dalam setiap minggu yaitu dari senin hingga kamis, dan pada hari jum’at para penyuluh biasanya mendapatkan materi dari beberapa ahli seperti, pejabat terkait, akademisi, maupun penyuluh yang senior. Rangkaian kegiatan laku tersebut biasa disebut dengan Jadwal Kunjungan.52

Selama proses latihan kunjungan yang berlangsung selama 4 hari dari senin hingga kamis tersebut, disana berlaku intraksi antara petani dan penyuluh pertanian, terkait dengan sosialisasi penyuluh tentang program-program pertanian agar kedepannya produksi sesuai dengan harapan.

Selain itu, untuk mendukung kinerja program agar menghasilkan hasil yang maksimal. Para penyuluh pertanian di Kota Mataram dituntut utuk mencari sendiri informasi-informasi tambahan untuk meningkatkan produksi pertanian, misalnya ketika penyuluh mendapatkan informasi terkait tentang pertanian di platform online maka mereka dapat memberikan informasi-informasi tersebut kepada para petani atau kelompok petani.

“Di internet sendiri juga banyak pengetahuan-pengetahuan dan infromasi- informasi terkait pengembangan produksi pertanian, seperti pengolahan micro organisme termasuk nasi basi untuk disemprotkan dan menjadi

51Dokumen Dinas Pertanian 2019.

52Tatok Sulistiyanti, Wawancara, Dinas Pertanian Kota Mataram, 13 April 2020.

50 pupuk. Oleh kita juga memanfaatkan teknologi yang ada di era 4.0 termasuk penggunaan internet dan platform sosial lainnya.”53

Penerapan laku di Kota Mataram berjalan efektif selama ini, tentu hal tersebut didukung oleh beberapa hal, salah satunya adalah bagaimana sinergi yang dibangun antara pernyuluh pertanian dan petani atau kelompok tani dengan selaing mendukung satu sama lain dan menghasilkan keuntungan di pihak masing-masing dan juga daerah kota Mataram.54

Dalam melakukan strategi komunikasi yang tepat untuk mensosialisasikanprogram kepada masyarakat tani atau petani, tentu tidak hanya dengan laku atau latihan kunjungan saja. Ada beberapa tambahan yang dilakukan para panyuluh dalam melakukan sosialisasi, hal tersebut tergantung dengan kondisi geografis dan sosial setempat mengingat Kota Mataram dibagi menjadi 6 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatam Ampenan 2. Kecamatan Mataram 3. Kecamatan Sandubaya 4. Kecamatan Cakrangara 5. Kecamatan Selaparang 6. Kecamatan Sekarbela

53Tatok Sulistiyanti, Wawancara, Dinas Pertanian Kota Mataram, 13 April 2020.

54Observasi, Kota Mataram, 14 April 2020.

51 Tentu hal tersebut dapat membuat penerapan yang berbeda-berbeda dalam ruang lingkup masing-masing wilayah, karena kondisi yang tidak sama dan permasalahan yang berbeda.

Di Kecamatan Cakranegara, penerapan strategi komunkasi yang dilakukan tetap sama dan sesuai dengan arahan dari pusat dan dinas Kota Mataram dengan dirangkai dengan strategi komunikasi lainnya.55

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada Bapak Zulkarnain selaku koordinator penyuluh pertanian Kota Mataram Kecamatan Cakranegara di BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Kecamatan Cakranegara terkait dengan strategi penyluh pertanian beliau menjelaskan bahwa, dalam melakukan penyuluan pertanian khususnya di Kecamatan Cakranegara. Laku atau latihan kunjungan masih menjadi salah satu strategi utama penyuluh pertaniam dalam mensosialisaikan programnya.

Jadi didalam melakukan penyuluhan pertanian kepada para petani, penyuluh tetap melakukan proses-proses yang susuai dengan standar atau arahan dari pusat. Terkait tentang bagaiamana melakukan penyuluhan di tengah-tengah masyarakat atau petani maupun kelompok tani.

“Selain melakukan laku, di Kecamatan Cakranegara juga melakukan strategi-strategi lainnya untuk mencapai hasil yang maksimal. Dalam melakukan hal tersebut tentu dengan melihat kondisi sosial serta keadaan wilayah setempat, seperti di daerah kelurahan Sayang-Sayang. Di daerah tersebut para petani memiliki waktu kerja secara penuh dari pagi hingga sore di sawah, maka dari itu untuk melakukan penyuluhan di daerah tersebut tidak harus berpatokan kepada jadwal kunjungan, artinya penyuluh melakukan penyuluhan di waktu luang atau sesuai dengan jadwal akan

55Obsevasi, Kota Mataram 14 April 2020.

52 tetapi ada waktu-waktu tambahan di luar jadwal kunjungan untuk melakukan kepada para petani.”56

Untuk menambah rasa kepercayaan dan mempermudah proses penyuluhan kepada para petani, para penyuluh di kecamatan Cakranegara membangun keterikatan batin dan rasa kekeluargan antara petani dan penyuluh pertanian. Dan dari terciptanya dua ikatan tersebut tentu dapat mempermudah para petani agar selaras dalam menerima program-proagram penyuluhan dari penyuluh pertanian.

Kemudian beliau juga menjelaskan, bahwa terkadang penyuluhan tidak hanya dilakukan di lokasi petani berkerja atau di sawah tapi juga di kantor BPP dengan maksud agar para petani tidak bosan. Selain itu dalam melakukan penyuluhan, besarkan hasil wawancara dengan Ibu Baiq Lia Permatalestarita selaku penyuluh pertanian menjelaskan bahwa, para penyuluh juga mengedepankan etika komunikasi serta sikap yang sesuai dengan adat dan tata kerama lokal agar para petani menerimanya dengan terbuka dan welcome sehingga semua program bejalan lancar dengan ikatan yang kuat anatara penyuluh pertanian dan petani di Kota Mataram. 57

Di Kecamatan Sandubaya, Strategi-strategi yang digunakan sedikit berbeda dengan yang ada di kecamatan Cakranegara, namun tetap pada titik pokok utama yaitu laku atau latihan kunjungan. Berdasarkan hasil wawancara dengan koordinator penyuluh pertanian Bapak Rumli kecamatan Sandubaya, bahwa strategi yang dilakukan di kecamatan Sandubaya sendiri beragam dan tentu tidak terlepas dari pengarahan yang sesuai dengan standar dasar penyuluh.

56Zulkarnain, Wawancara, BPP Pertanian Cakranegara, 14 April 2020.

57 Baiq Lia Permatalestarita, Wawancara, BPP Cakranegara, 14 April 2020.

53 Strategi yang digunakan hampir sama dengan yang digunakan di penyuluh- punyuluh lainnya di kota Mataram atau di BPP masing-masing kecamatan, namun ada perbedaan atau tambahan-tambahan strategi. Hal itu kembali tergantung dengan kondisi sosial dan potensi wilayah yang ada di masing-masing daerah.

Strategi utama yang dilakukan oleh penyuluh pertanian yang ada di Sandubaya adalah memaksimal pertemuan yang ada dalam jadwal kunjungan degan para petani maupun kelompok tani yang ada di Sandubaya. Dan untuk memberikan pemahaman agar pera petani dapat menerimana secara utuh sosialisasi dan bisa mengaplikasikan sesuai dengan harapan, pera penyuluh terus menjelaskan hingga petani atau kelompok tani memamahi dan dapat menerapkan dalam proses pertanian.

“Adapun penambahan media sebagai contoh dari tata cara yang sesuai dengan yang dimaksud oleh program, misalnya seperti penanganan hama- hama tanaman, bagaimana cara mengatasinya, ada hama yang perlu disingkirkan dan ada juga hama yang jangan disingkirkan semuanya, karena berpengaruh pada ekosistem dan rantai makanan yang terjadi di areal persawahan. Penggunaan tata cara bahasa juga berpengaruh bagi para penyuluh, hal ini dikarenakan dengan kondisi sosial dari beberapa petani yang lebih mudah menerima pengarahan atau informasi dengan bahasa yang mudah atau lebih praktis dan simple.”58

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ibu Mariana selaku penyuluh pertanian yang berada di kecamatan Sandubaya, bahwa beberapa strategi yang dilkakukan di Sandubaya dengan melakukan pendekatan-pendekatan secara kelompok, serta memaksimalkanprogram laku atau latihan kunjungan yang ada.

58 Rumli, Wawancara, BPP Sandubaya, 13 Mei 2020.

54 Serta melakukannya dengan memanfaatkan media-media, agar sesuatu yang disampaikan dapat diterima dan dimengerti secara utuh oleh para petani.59

Kegiatan penyuluhan pun sebagian besar terpusat pada sosialisasi kelompok dalam hal ini jenis kelompok yang dimaksudkan adalah jenis kelompok kecil yang berjumlah lebih dari 3 orang dan tidak lebih dari 10 orang, hal ini dilakukan agar para petani dapat lebih menyerap serta mudah menerima dapat yang disampaikan dan disosialisaikan oleh penyuluh pertanian, penggunaan sistem kelompok ini lebih effisen waktu dari pada sisitem perorangan atau individual.60

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Abdul Haris sebagai koordinator BPP Kecamatan Mataram, menjelaskan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian kecamatan Mataram sama dengan kecamatan yang lainnya dengan tetap melaksanakan laku atau latihan kunjungan, dan juga menggunakan media-media tambahan lainnya seperti demplot, brosur dan lain-lain. Dan di dalam proses dan melaksanakan program tersebut terdapat beberapa hal yang menarik, yaitu dimana para petani begitu semangat dan sangat antusias, walaupun banyak dari beberapa petani yang pendidikannya kurang akan tetapi mereka tetap ingin menunjukan rasa semangatnya dengan menanyakan serta meminta anak-anaknya mengajarkan dan membacakan apa saja yang diberikan oleh para penyuluh, misalnya dalam bentuk brosur, walaupun mereka kurang mengerti apa yang dimaksud didalam brosur tersebut, mereka akan meminta anak-anak mereka untuk membantu membaca dan menjelaskan apa maksud dari brosur yang mereka terima.61 Ada beberapa hal yang sedikit berbeda dengan kecamatan yang lain, hal ini juga dikarenakan hal yang sama yaitu

59Mariana, Wawancara, BPP Sandubaya, 13 Mei 2020.

60Observasi, Kota Mataram, 13 Mei 2020.

61 Abdul Haris, Wawancara, BPP Mataram, 13 Mei 2020.

55 kondisi sosial dan keadaan wilayah yang ada di daerah tersebut. Tentu hal ini harus dilakukan dengan menggunakan pedekatan tertetntu, maka dari itu pendektaan yang dilakukan ialah dengan pendekatan komunikasi dan pendekatan secara usaha yang dimana para penyuluh akan berusaha menyediakan fasilitas- fasilitas bagi para petani baik itu ketika melakukan sosialisasi dan penyuluhan maupun ketika petani mengaplikasikanya di lapangan.

Dari hasil wawancara lainnya, dan kali ini peneliti mewawancarai Ketua Kelompok Tani Kota Mataram yaitu Bapak Japri yang juga mewakili dari petani yang ada di kota Mataram, menjelaskan bahwa aktivitas penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian kota Mataram tidak terlepas dari kompak, membangun serta sinergi yang bagus dari para petani kota Mataram dan para penyuluh kota Mataram.62 Hal ini bisa dilihat dari bagaimna para petani menerima dengan bagaimana proses penyuluhan baik itu tentang inovasi yang baru ataupun tentang teknologi yang baru untuk kemajuan daripada produksi pertanian yang ada. Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang petani yaitu Bapak Hamimi, beliau juga menjelaskan bahwa mereka sangat senang dengan kehadiran para penyuluh yang membatu proses pertanian yang ada dengan sosialisasi serta penyuluhan melalui latihan kunjungan, sehingga dengan antusias dari para petani tersebut tak jarang para petani meminta para penyuluh pertanian untuk melakukan penyuluhan di luar jadwal kunjungan dari latihan kunjungn yang ada.63

C. Kendala-Kendala Penyuluh Pertanian dalam Mensosialisasikan Program

Dokumen terkait