SKRIPSI
STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN DALAM MENSOSIALISASIKAN PROGRAM KEPADA MASYARAKAT
( Studi Kasus Dinas Pertanian Kota Mataram )
Oleh
Gilang Mahardika Romdhani Putra NIM : 160301002
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM
MATARAM 2020
ii
STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN DALAM MENSOSIALISASIKAN PROGRAM KEPADA MASYARAKAT
( Studi Kasus Dinas Pertanian Kota Mataram ) Skripsi
diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar Sarjana Sosial
Oleh
Gilang Mahardika Romdhani Putra NIM : 160301002
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM
MATARAM 2020
iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi oleh: Gilang Mahardika Romdhani Putra, NIM: 160301002 dengan judul “ Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Dalam Mensosialisasikan Program Kepada Masyarakat ” telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.
Disetujui pada tanggal: 15 Juli 2020
Pembimbing I
Dr. Muchammadun, MPS, M.Gen.APP.Ling .(Adv) NIP. 1977112120090110005
Pembimbing II
H. Muhammad Fikri, MA NIP. 198811202019031001
iv
NOTA DINAS PEMBIMBING
Mataram : 15 Juli 2020
Hal : Ujian Skripsi Yang Terhormat
Dekan Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Di Mataram
Assalamu’alaikum, Wr. Wb
Dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi, kami berpendapat bahwa skripsi saudara:
Nama : Gilang Mahardika Romdhani Putra Nim : 1603010002
Jurusan : Komunikasi Dan penyiaran Islam
Judul : Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Dalam Mensosialisasikan Program Kepada Masyarakat (Studi kasus Dinas Pertanian Kota Mataram)
Telah memenuhi syarat untuk di ajukan dalam sidang munaqasah skripsi Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi UIN MATARAM. Oleh karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di-munaqasyah-kan
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Pembimbing I
Dr. Muchammadun, MPS, M.Gen.APP.Ling .(Adv) NIP. 1977112120090110005
Pembimbing II
H. Muhammad Fikri, MA NIP. 198811202019031001
vi
vii MOTTO :
بملْعأو كَبرَنإۚنسْحأى ىتَلٱبم ْلدج ۖةنسحْل ةظعْومْل ةمْكحْلٱبكِبرليبسىلإعْد بملْعأوه ۖۦهليبسنعَلضنم
نيدتْ مْل
(٥٢١)َ
Artinya :
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”1
1 QS. An-Nahl [281]:125. DepartemenAgama RI, AL-Qur’an Tajwid dan Terjemahnya, (Bandung: Syahmil Cipta Media, 2002), hlm. 281
viii
PERSEMBAHAN
Puji syukur senantiasa dipanjatkan kehadirat Allah SWT. atas segala nikmat, rahmat, hidayah dan karunianya, kupersembah skripsi ini kepada:
1. Kupersembahkan skripsi ini untuk kedua orang tuaku tercinta Ayahanda Ir.
Saiful Bahri dan Ibunda Sulastri, SH. serta adikku tercinta yang tidak pernah lupa serta selalu memberikan do’a, motivasi serta semangat terus-menerus tanpa henti.
2. Kupersembahkan skripsi ini untuk seluruh keluargaku yang telah memberikan semangat dan dukungan.
3. Skripsi ini juga kupersembahkan untuk saudara seperjuangan, sahabat dan teman-temanku yang selama ini menemani proses di saat melakukan penyusunan skripsi.
4. Skripsi ini juga kupersembahkan untuk teman-teman KPI A dan KPI angkatan 2016 yang selama ini selalu memberikan support dan dukungan.
5. Dan skripsi ini juga kupersembahkan kepada seseorang yang selalu mensupport dan memberikan motivasi kepadaku tanpa henti.
6. Skripsi ini kupersembahkan dosen tercinta yang selama ini telah membimbing dengan sabar dan tulus dari segala hal.
7. Kupersembahkan skripsi ini kepada diriku telah mengerjakannya dengan maksimal
8. Skripsi ini kupersembahkan untuk almamaterku UIN Mataram.
ix
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT. Tuhan semesta alam yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayah, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Dalam Mensosialisasikan Program Kepada Masyarakat (Studi Kasus Dinas Pertanian Kota Mataram)”. Sholawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. yang telah membimbing kita dari zaman kegelapan dan kejahilan, menuju zaman yang terang benderang dan penuh dengan rahmatan lil‘alamin seperti saat ini.
Peneliti menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih sebagai berikut:
1. Bapak Dr. Muchammadun, MPS, M.Gen.APP.Ling .(Adv) sebagai pembimbing 1 dan Bapak H. Muhammad Fikri, MA. Sebagai pembimbing 2, yang telah meluangkan waktunya dan memberikan bimbingan, motivasi, serta koreksi secara detail, cermat dan mendalam, secara terus-menerus tanpa bosan ditengah kesibukan kegiatan diluar maupun didalam kampus.
2. Rektor UIN Mataram Bapak Prof. Dr. H. Mutawalli M.Ag beserta staf dan jajaran civitas akademika UIN Mataram.
3. Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunkasi Bapak Dr. H. Subhan Abdullah MA. beserta staf dan jajarannya.
x
xi DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii
NOTA DINAS PEMIMBING ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi
HALAMAN MOTTO. ... vii
HALAMAN PERSEMBAHAN... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI. ... xi
DAFTAR TABEL... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
ABSTRAK.. ... xv
BAB I PENDAHULUHAN ... 1
A.Latar Belakang Masalah ... 1
B.Fokus Penelitian. ... 5
C.Tujuan dan Manfaat. ... 6
D.Ruang Lingkup Penelitian ... 7
E.Telaah Pustaka ... 8
F. Kerangka Teori ... 10
G.Metodologi Penelitian ... 16
BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 25
A.Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 25
1. Peta Wilayah ... 25
2. Potensi Daerah ... 27
3. Sumber Daya Penyuluhan ... 34
xii
B.Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Dalam Mensosialisasikan
Program Kepada Masyarakat.. ... 43
C.Kendala-Kendala Penyuluh Pertanian dalam Mensosialisasikan Program Kepada Masyarakat. ... 55
BAB III PEMBAHASAN. ... 61
D.Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Dalam Mensosialisasikan Program Kepada Masyarakat ... 61
E.Kendala-Kendala Penyuluh Pertanian dalam Mensosialisasikan Program Kepada Masyarakat ... 84
BAB IV PENUTUP ... 90
F. Kesimpulan ... 90
G.Saran ... 93
DAFTAR PUSTAKA ... 94
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 97
xiii
DAFTAR TABEL
2.1 Luas Wilayah Kota Mataram. ... 27
2.2 Jumlah Penduduk Kota Mataram ... 30
2.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian. ... 33
2.4 Luas Lahan Pertanian Kota Mataram. ... 32
2.5 Jumlah Tenaga Penyuluh Kota Mataram. ... 34
2.6 Aspek Kemampuan BPP Kecamatan... 36
2.7 Hasil Penilaian Penilaian BPP.. ... 37
xiv
DAFTAR GAMBAR
2.1 Peta Kota Mataram. ... 26
2.2 Piramida Penduduk Kota Mataram ... 31
2.3 Persebaran Penduduk Kota Mataram. ... 32
3.4 Demplot... ... 66
3.5 Proses Komunikasi Kelompok Antara Petani dan Penyuluh. ... 77
3.6 Proses Bimbingan Teknis Bagian Dari Komunikasi Kelompok ... 78
3.7 Brosur Jajar Legowo ... 82
3.8 Platform Youtube... ... 83
3.9 Sistem Hidroponik ... 85
xv
STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN DALAM MENSOSIALISAIKAN PROGRAM KEPADA MASYARAKAT
Oleh:
Gilang Mahardika Romdhani Putra 160301002
ABSTRAK
Strategi komunikasi penyuluh pertanian dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat. Latar belakang penelitian, program pembangunan pertanian terus didorong dan dikembangkan oleh Pemerintah setiap tahunnya dalam rangka pencapaian swasembada pangan nasional dan dalam hal ini strategi komunikasi berperan penting dan sentral dalam membangun kesinambungan antara penyuluh dan masyarakat, lebih khususnya para petani. Strategi komunikasi adalah perencanaan dalam penyampaian pesan melalui kombinasi berbagai unsur komunikasi seperti unsur, etika, dan keefektifan komunikasi tersebut. Singkatnya strategi komunikasi merupakan perpaduan antara perencanaan komunikasi dan manejemen komunikasi. Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan mendeskripsikan Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Dalam Mensosialisasikan Program Kepada Masyarakat di Kota Mataram, sesuai dengan hasil pengamatan dan wawancara bahwa ada beberapa strategi yang digunakan oleh penyuluh pertanian, sebagai berikut demplot, latihan kunjungan atau laku, jadwal kunjungan, hidroponik dan lain-lain. Strategi-strategi diatas tidak terlepas dari komunikasi kelompok dan komunikasi massa yang memperkuat dan mendukung adanya strategi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, artinya peneliti terlibat langsung dalam melakukan pengumpulan data, baik itu dalam bentuk wawancara, observasi dan dokumentasi.
Adapun subjek pada penelitian ini adalah Kepala Bidang Penyuluh Dinas Pertanian Kota Mataram, Koordinator Penyuluh Pertanian Kota Mataram, Koordinator Penyuluh beberapa Kecamatan di Kota Mataram, Para Penyuluh Pertanian, Ketua Kelompok Tani Kota Mataram, dan para Petani Kota Mataram.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif naratif yang memiliki beberapa tahap sebagai berikut reduksi data, penyajian data lalu penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data, menggunakan triangulasi, maka dengan begitu jadilah data yang valid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktek strategi komunikasi yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian Kota Mataram dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat dengan menggunakan sistem demplot, latihan kunjungan atau laku, jadwal kunjungan, hidroponik dan lain-lain dinilai efektif, hal tersebut terbukti dengan ada respon yang sangat positif dari para petani, karena pada dasarnya para penyuluh pertanian selalu mengedepankan pendekatan emosional kelompok maupun invidual yang baik dan komunikasi yang terarah, sopan serta sesuai dengan etika bahasa komunikasi yang tepat kepada para petani sehingga dalam melakukan penyuluhan para petani dapat menerima penyuluhan dengan baik dan utuh, serta
xvi
pengaraharan-pengarahan tambahan melalui dengan media massa seperti brosur, pamflet dan platform media online yang terus bekembang untuk membantu daya ingat para petani di Kota Mataram.
Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Penyuluh Pertanian.
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris dimana perekonomian dititikberatkan pada sektor pertanian. Sektor pertanian sebagai bagian integral dari struktur perokonomian nasional merupakan sektor yang penting, karena mampu memberikan kontribusi dan meningkatkan penerimaan devisa negara melalui ekspor. Selain itu, sektor pertanian juga berperan dalam menyediakan pangan sebagai pemasok bahan baku industri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan Negara dan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, sektor pertanian harus terus dikembangkan agar tetap menjadi sektor andalan dalam memantapkan ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan dan menekan angka kemiskinan serta memacu pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.1
Sektor pertanian di Nusa Tenggara Barat terdiri dari sub sektor tanaman pangan dan holtikultura, sub sektor perkebunan serta sub sektor perternakan merupakan sektor andalan dan unggulan dalam pembangunan ekonomi daerah, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti program PIJAR dengan tujuan untuk terus mengembangkan sektor pertanian agar tetap menjadi sektor yang kuat dan tangguh.
Keberhasilan sektor pertanian dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional merupakan peran serta dan kerjasama dari berbagai pihak, salah satunya adalah daya dukung dari sumber daya manusia yang handal dan profesional baik
1Programa Penyuluhan Pertanian, (Mataram: Sekertariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Nusa Tenggara Barat, 2014), hlm. 1.
2 dari pelaku utama dan petugas/penyuluh dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di masing-masing sektor.
Peran aktif penyuluh pertanian dalam melakukan kegiatan penyuluhan kepada pelaku utama usaha atau petani untuk mensukseskan pembangunan pertanian tidak pernah surut, bahkan para penyuluh bekerja dengan semangat yang tinggi walaupun ditempatkan di pelosok desa yang terpencil dimana pelaku utama dan pelaku usaha berada.
Penyuluhan Pertanian adalah suatu usaha atau upaya untuk mengubah perilaku petani dan keluarganya, agar mereka mengetahui dan mempunyai kemauan serta mampu memecahkan masalahnya sendiri dalam usaha atau kegiatan-kegiatan meningkatkan hasil usahanya dan tingkat kehidupannya.
Menurut U.Samsudin, penyuluhan pertanian adalah suatu cara atau usaha pendidikan yang bersifat di luar bangku sekolah (non formal) untuk para petani dan keluarganya di pedesaan. Menurut A.T. Mosher dalam penyuluhan terkandung arti aktivitas pendidikan di luar bangku sekolah (non formal).2
Penyuluh pertanian, penyuluh pertanian adalah orang yang mengemban tugas memberikan dorongan dan pengarahan kepada petani agar mau mengubah cara berfikir, sikap dan perilaku nya terhadap perkembangan teknologi.
Balai Penyuluhan Kecamatan/Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BPK/BP3K) merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluhan Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten/Kota atau kelembagaan yang menangani
2Soekartawi. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. (Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press), 2005), hlm.
27.
3 Penyuluhan di Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan fungsi Penyuluhan di Kecamatan.3
Program Pembangunan Pertanian terus didorong dan dikembangkan oleh Pemerintah setiap tahunnya dalam rangka pencapaian Swasembada Pangan Nasional berkelanjutan melalui program upaya khusus percepatan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai serta kebutuhan produksi pangan lainnya, seperti hortikultura yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani untuk mewujudkan tujuan Pembangunan Nasional dalam bidang pertanian tersebut melalui pengembangan Sumber Daya Manusia dan penguatan kapasitas kelembagaan penyuluhdan pemantapan sistem penyuluhan pertanian.
Program Pembangunan Pertanian tahun 2018 merupakan kelanjutan dari program tahun 2017, pencapaian Swasembada Pangan berkelanjutan Padi, Jagung, Kedelai, melalui Program upaya khusus percepatan peningkatan Padi,Jagung dan Kedelai yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional melalui pemantapan sistem penyuluhan pertanian antaralain melalui Pemantapan penyelenggaraan penyuluhan.
Agar pemantapan sistem penyuluhan pertanian dapat berjalan secara produktif, efektif dan efisien, serta perlu dilakukan identifikasi sumberdaya dan programa pembangunan pertanian. Hal tersebut diperlukan dalam rangka penyusunan rencana penyelenggaraan pertanian pada tingkatan yang ada.
Rencana penyelenggaraaan penyuluhan pertanian dikenal dengan Programa Penyuluhan Pertanian.
3 Dokumen Jakarta Dinas Pertanian 2018.
4 Programa penyuluhan pertanian adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman serta sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Programa penyuluhan disusun setiap tahun yang memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran pada masing-masing tingkatan, serta mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya sebagai dasar penyelenggaraan penyuluhan pertanian.
Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Tahun 2018 berdasarkan Permentan Nomor : 47/Permentan/SM.010/9/2016.
Programa penyuluhan terdiri atas programa penyuluhan desa/kelurahan, kecamatan. Programa penyuluhan ini harus dapat merespon aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha di perdesaan dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan.4
Keterpaduan mengandung maksud bahwa programa penyuluhan pertanian tingkat kelurahan disusun dengan memperhatikan programa penyuluhan tingkat kecamatan dengan berdasarkan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha, sedangkan yang dimaksudkan dengan kesinergian yaitu programa penyuluhan pertanian pada tiap tingkatan empunyai hubungan yang bersifat saling mendukung. Dengan demikian semua programa penyuluhan pertanian di semua tingkatan selaras dan tidak bertentangan satu sama lain.
Disamping itu kegiatan penyuluhan pertanian dalam rangka mewujudkan pembangunan pertanian seutuhnya dalam arti luas, juga merupakan bagian yang integral antara pengembangan pembangunan wilayah disuatu sektor dengan sektor lainnya, untuk itu khususnya peningkatan produktivitas komoditas pertanian tidak dapat hanya dilakukan dengan perbaikan sumberdaya alam saja,
4Pedoman Penerapan Sistem Pertanian Terpadu, (Kementrian Pertanian, 2018).
5 tanpa diimbangi dan dibarengi dengan penciptaan sumberdaya manusia yang handal serta peran aktif dari pengemban kebijakan dalam suatu daerah.5 Dan bahkan salah satu produksi pertanian di Kota Mataram yaitu padi, sempat menduduki posisi pertama di NTB sebagai produksi padi tertinggi pertama di Nusa Tenggara Barat,pada tahun 2017.6 Maka dari itu, sinergi dan komunikasi yang baik antara penyuluh pertanian dan petani, tentu menjadi salah satu faktor utama dalam salah satu capaian tersebut.
Strategi komunikasi berperan penting dan sentral dalam membangun kesinambungan antara penyuluh dan masyarakat, karena jika suatu pesan yang disampaikan oleh komunikan kepada komunikator berjalan dengan apa yang sesuai dengan harapan komunikator, diperlukan cara atau strategi komunikasi yang pas serta sesuai dengan tipikal komunikannya. Yang dimana disini yang berperan sebagai komunikator adalah penyuluh pertanian sedangkan komunikannya adalah masyarakat yang lebih spesifiknya para masyarakat tani atau para petani.
Komunikasi merupakan kunci dari sebuah strategi dalam melakukan perubahan yang dimana kata perubahan merujuk kepada sesuatu yang lebih baik dan sistematis. Dan dalam hubungannya dengan proses sosial, komunikasi menjadi sebuah cara dalam melakukan perubahan sosial (social change).
Komunikasi berperan menjembatani perbedaan dalam masyarakat karena mampu merekatkan kembali sistem sosial masyarakat dalam usahanya melakukan perubahan.7
5Dokumen Programa Penyuluhan Pertanian 2018, Dinas Pertanian Kota Mataram.
6“Produksi Padi, Kota Mataram hasilkan tertinggi di NTB”, dalam Bisnis.com, 2017, hlm 1.
7Kamaruddin, Modul Komunikasi Sosial dan Pembangunan, (Aceh: Universitas Malikkussalaeh, 2014), hlm 14.
6 B. Fokus Penelitian
Dari permasalahan yang terjadi selama berlangsungnya proses sosialisasi program yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kota Mataram, tentu ini menjadi bahan penelitian untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan penyuluh pertanian oleh Dinas Pertanian Kota Mataram, dan tidak terlepas dari konteks penelitian yang telah dipaparkan diatas penelitian ini fokus pada :
a. Bagaimana strategi komunikasi Penyuluh Pertanian Kota Mataram dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat.
b. Kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh Penyuluh Pertanian Kota Mataram dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat.
C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan
Strategi Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. Berangkat dari konteks penelitian dan fokus penelitian Strategi Penelitian Penyuluhan Pertanian dalam Mensosialisasikan Program kepada Masyarakat Mataram tentu penelitian ini bertujuan untuk :
a. Mengetahui strategi komunikasi penyuluh pertanian Kota Mataram dalam mensosialisasikan programa kepada masyarakat Kota Mataram.
b. Mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh penyuluh Kota Mataram dalam menerapkan strategi komukasi dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat.
7 c. Bagaimana cara penerapan strategi komunikasi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian Kota Mataram dalam mensosialisasikan programa kepada masyarakat Kota Mataram.
2. Manfaat
Dalam penelitian ini banyak pembelajaran yang bisa diambil dari proses sosialisasi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian Kota Mataram dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat Kota Mataram.
Adapun manfaat dari penelitian ini :
a. Untuk peneliti sebagai pengalaman dan pembelajaran dari penelitian yang dilakukan.
b. Secara teoritis, hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menambah pengetahuan tentang bagaimana strategi dari penyuluh pertanian dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat Kota Mataram.
c. Secara praktis, hasil penelitian ini bisa menjadi masukan kepada Dinas Pertanian Kota Mataram agar lebih baik kedepannya.
D. Ruang Lingkup Penelitian
Untuk menghindari pembahasan yang keluar dari fokus penelitian, maka cakupan dan batasan dalam penelitian ini hanya akan membahas hal-hal yang terkait dengan fokus penelitian yang sudah dikemukakan sebelumnya, yaitu penyuluh pertanian Kota Mataram dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat Kota Mataram.
Dalam penelitian ini, untuk menghindari perbedaan persepsi perlu diberikan ruang lingkup dan batasan penelitian sebagai berikut :
8 a. Objek penelitian
Objek penelitian yaitu strategi komunikasi penyuluh pertanian Kota Mataram dalam mensosialisasikan program
b. Subjek penelitian
Subjek penelitiannya yaitu penyuluh pertanian Kota Mataram dalam mensosialisasikan program, yang bertempat di kantor dinas pertanian Kota Mataram
c. Lokasi penelitian
Lokasi penelitian bertempat di kantor Dinas Pertanian yang berada di Majeluk Kecamatan Selaparang atau ditempat lain yang mudah dijangkau oleh peneliti dalam mendapatkan data seperti Balai Pusat Pertanian (BPP) masing-masing kecamatan dan lain-lain.
E. Telaah Pustaka
Setelah peneliti mencari dan membaca skripsi yang ada di perpustakaan UIN Mataram peneliti belum menemukan skripsi yang membahas tentang Strategi Komunikasi Penyuluh dalam Mensosialisasikan Program kepada Masyarakat Kota Mataram. Sehingga peneliti berinisiatif untuk melihat skripsi orang berada diluar, tentunya berkaitan tentang penyuluh pertanian.
Namun, yang diteliti oleh mahasiswa sebelumnya berbeda dengan isi atau konten permasalahan yang diteliti oleh peneliti. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti menjiplak karya orang lain, maka peneliti mempertegas perbedaan antara masing-masing fokus masalah yang dibahas pada skripsi-skripsi sebelumnya dengan fokus masalah yang akan diteliti:
9 1. Skripsi yang pertama dengan judul Peran Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani Di Nagari Sungai Pua Kecamatan Sungai Puan Kabupaten Agam. Skripsi ini membahas tentang peran penyuluh pertanian Kabupaten Agam dalam mengembangkan kelompok tani di Nagari Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua. Metode penelitiannya adalah kuantitaif.
Masalah yang dibahas adalah bagaimana peran penyuluh dan apa saja kendala-kendala Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh sebagai penyuluh motivator, edukator, organisator, dan komunikator dikategorikan berperan, sedangkan peran penyuluh sebagai katalisator dan konsultan dikategorikan tidak berperan. Kendala-kendala yang dihadapi oleh penyuluh dalam pengembangan kelompok tani adalah mengatur jadwal pertemuan dengan 25 kelompok tani karena penyuluh hanya berjumlah satu orang, daerah yang luas yang mengakibatkan penyuluh banyak menghabiskan waktu diperjalanan, tidak semua solusi dan saran dari penyuluh dapat diterima kelompok tani karena petani belum terbiasa menggunakan teknologi baru, dan kelompok tani masih belum berkembang karena masih bergantung kepada penyuluh.8
Persamaan dari skripsi diatas adalah sama-sama membahas tentang penyuluh pertanian, sedangkan perbedaannya adalah skripsi diatas hanya membahas bagaimana peran penyuluh pertanian dalam mengembangkan kelompok tani dan di skripsi ini peneliti membahas bagaimana strategi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat. Selain itu, skripsi diatas menggunakan metode penelitian
8Putri Resicha,”Peran Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani Di Nagari Sungai Pua Kecamatan Sungai Puan Kabupaten Agam”(Skripsi, Universitas Andalas Padang, Padang,2015).
10 kuantitatif sedangkan disini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif.
2. Skripsi yang kedua dengan judul Efektivitas Komunikasi Penyuluhan Pertanian di Tingkat Kelompok Tani Desa Margahayu, Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Metode Penelitiannya adalah Kuantitatif. Masalah yang dibahas adalah bagaiman efektivitas komunikasi kegiatan penyuluhan pertanian tingkat kompok tani dan apa faktor apa saja yang berhubungan dengan efektivitas komunikasi penyuluhan pertanian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi petani dalam mengikuti kegiatan penyuluhan termasuk dalam kategori kurang aktif dalam partisipasi perencanaan. 9
Persamaan yang terdapat pada skripsi diatas adalah sama-sama membahas tentang penyuluh pertanian, sedangkan perbedaan yang terdapat dalam skripsi diatas hanya membahas bagaimana efektivitas komunikasi penyuluh pertanian dan di skripsi ini peneliti membahas bagaimana strategi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat. Selain itu, skripsi diatas menggunakan metode penelitian kuantitatif sedangkan disini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif.
F. Kerangka Teori
1. Strategi Komunikasi
Tjipto menyatakan bahwa strategi dapat dilihat dari dua perspektif.
Perspektif pertama, strategi adalah apa yang ingin dilakukan (intends to do), program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan
9Nazar Kusumawijya, “Efektivitas Komunikasi Penyuluhan Pertanian di Tingkat Kelompok Tani Desa Margahayu, Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.”(Skripsi , Institut Pertanian Bogor, 2016).
11 mengimplementasikan misinya. Hal ini bermakna bahwa manajer memainkan peranan yang aktif, sadar dan rasional dalam merumuskan strategi organisasi. Perspektif kedua, strategi merupakan apa yang organisasi akhirnya lakukan (eventually does), artinya pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungannya sepanjang waktu.
Menurut James Brian, strategi adalah alat untuk mencapai tujuan perusahaan yang mengintregrasikan tujuan utama, kebijakan-kebijakan dan rangkaian tindakan dalam sebuah organisasi dan menjadi sebuah kesatuan yang utuh10
Menurut Onong Uchjana Effendidalam buku berjudul “Dimensi- dimensi Komunikasi” menyatakan bahwa: strategi komunikasi merupakan panduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen (communications management) untuk mencapai suatu tujuan.
Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung dari situasi dan kondisi. Selanjutnya menurut Onong Uchjana Effendi bahwa strategi komunikasi terdiri dari dua aspek, yaitu:
a. Secara makro Planned multi-media strategy
b. Secara mikro Single communication medium strategy Kedua aspek tersebut mempunyai fungsi ganda, yaitu:
10 Winengan, Seni Mengelola Dakwah, (Mataram: Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah LP2M UIN Mataram , 2018), hlm. 66.
12 Menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Menjembatani “cultural gap”, misalnya suatu program yang berasal dari suatu produk kebudayaan lain yang dianggap baik untuk diterapkan dan dijadikan milik kebudayaan sendiri sangat tergantung bagaimana strategi mengemas informasi itu dalam dikomunikasinya.11
Yoshida mengemukakan bahwa strategi merupakan cara-cara yang digunakan organisasi untuk mencapai tujuannya melalui pengintegrasian segala keunggulan organisasi dalam menghadapi tantangan dan ancaman potensial untuk dihadapi masa mendatang oleh organisasi yang bersangkutan. Dan strategi konfrehensif memiliki ciri sebagai berikut:
a. Strategi bersifat koheren, menyatu dan menunjukan pola keputusan yang integratif.
b. Strategi menentukan dan menyatakan secara tersurat oleh organisasi terutama dalam hal tujuan jangka panjang, program-program yang akan dilakukan dan prioritas alokasi sumberdaya.
c. Strategi digunakan untuk memilih bisnis apa yang akan dimasuki oleh organisasi saat ini atau yang akan ditekuni oleh organisasi tersebut dimasa yang akan dating.
d. Strategi merupakan usaha organisasi untuk mencapai keunggulan jangka panjang secara terus menerus dalam setiap bisnis yang dimasukinya dan dari ancaman yang berasal dari lingkungan bisnis yang dihadapinya.
11Onong Uchjana Effendy, Dinamika komunikasi, (Bandung: PT Remaja Kosda Karya, 1986), hlm, 29.
13 e. Strategi menentukan kontribusi natural ekonomi dan non ekonomi bagi
para stakeholders yang bersangkutan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa strategi adalah suatu cara atau pendekatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam perusahaan, organisasi maupun dalam hal yang lainnya.
Strategi komunikasi adalah mengartikulasikan, menjelaskan dan mempromosikan visi dan satu set tujuan yang didefinisikan dengan baik, dimana hal ini harus dilakukan secara konsisten dengan beberapa elemen penting. Swastha dan Irawan menjelaskan bahwa rencana yang terpenting dalam mewujudkan suatu tujuan adalah strategi. Oleh karena itu, strategi dapat dikatakan sebagai suatu alat. Strategi komunikasi mengandung unsur yang sangat utama untuk diperhatikan. Unsur-unsur itu terdiri dari:
a. Penyuluhan pertanian yakni baik menyangkut tentang kredibilitas, daya tarik maupun kekuatan yang mereka miliki.
b. Metode penyuluhan yakni bagaimana pendekatan yang dilakukan baik peorangan maupun kelompok terhadap masyarakat.
c. Media penyuluhan yang terdiri pesan, makna dan simbol yang digunakan oleh penyuluh kepada masyarakat.
d. Mempertimbangkan waktu dan penyuluhan akan dilaksanakan. Apakah waktu dan tempat tersebut dapat disepakati oleh masyarakat dan tidak merasa keberatan.
2. Komunikasi Kelompok
Pengertian Komunikasi Kelompok.
Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama
14 lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.
Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.12
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok kecil, seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi dan sebagainya, Michael Burgoon mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat.13 Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
B. Curtis, James J.Floyd, dan Jerril L. Winsor menyatakan komunikasi kelompok terjani ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya di bawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. Lebih mendalam ketiga ilmuwan tersebut menjabarkan sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut:
a. Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka;
b. Kelompok memiliki sedikit partisipan;
c. Kelompok bekerja di bawah arahan seseorang pemimpin;
12 Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2007) hlm. 71.
13Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia), hlm. 47.
15 d. Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama;
e. Anggota kelompok memiliki pengaruh atas satu sama lain.14
3. Komunikasi Massa
Para ahli komunikasi berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan komunikasi massa (mass media communication) adalah komunikasi melalui media massa, jelasnya merupakan singkatan dari komunikasi massa (mass media communication). Seperti dikemukakan di atas, para ahli komunikasi membatasi pengertian komunikasi massa pada komunikasi dengan menggunakan media massa, misalnya surat kabar, majalah, radio, televisi, atau film.15
Memahami komunikasi massa secara mendalam maka hendaknya difahami tentang definisi komunikasi massa. Joseph A. Devito, sebagaimana dikutip Nurudin mengatakan bahwa:
“First, mass communication is communication addressed to masses, to an extremely large science… Second, mass communication is communication mediated by audio and/or visual transmitter”.
Hal senada dikemukakan Jay Black dan Frederick C. Whitney,
“Mass communication is process whereby mass-produced message are transmitted to large, anonymous, and heterogeneous masses of receivers”.16
Berdasarkan dua definisi di atas, dapat kita pahami bahwa yang dimaksudkan dengan komunikasi massa adalah proses pengiriman pesan yang ditujukan kepada massa atau khalayak yang jumlahnya banyak. Dipahami pula, bahwa berbicara tentang komunikasi massa berbicara tentang proses transmisi
14 Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 149.
15Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktik, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2015), hlm. 20.
16 Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,2011), hlm. 2013.
16 pesan yang dilakukan dengan menggunakan media massa baik cetak, maupun elektronik.17
Secara umum, penggunaan komunikasi massa di samping untuk menjalankan fungsi utamanya seperti memberi informasi dan hiburan, juga dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan khusus, misalnya sebagai media penyuluhan pertanian dakwah. Media massa memiliki keunggulan tersendiri dalam penggunaannya sebagai media penyuluhan.
Media massa merupakan sarana utama dalam sistem komunikasi massa.
Menurut DeVito (1997), komunikasi massa dapat didefinisikan dengan memusatkan perhatian pada unsur-unsur yang terlibat dalam tindakan komunikasi dan mengaitkannya dengan operasional media massa. Unsur-unsur yang dimaksud adalah sumber, khalayak, pesan, proses, dan konteks. Untuk menyusun dan memproduksi pesan dalam komunikasi massa, membutuhkan biaya yang sangat besar karena bekerja dalam institusi yang besar dan rumit serta melibatkan banyak orang.18
G. Metode Penelitian 1. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif.
Metode ini menitikberatkan pada observasi dan suasana ilmiah. Peneliti terjun langsung ke lapangan, bertindak sebagai pengamat. Lalu membuat kategori pelaku, mengamati gejala, dan mencatat dalam buku observasinya.
Pendekatan penelitian merupakan suatu langkah yang sangat penting, sehingga dapat menghasilkan suatu penelitian yang refresentatif, sehubungan dengan hal tersebut, maka pendekatan yang digunakan dalam
17Fatma Laili Khoirun Nida, “Persuasi dalam Media Komunikasi Massa”, At-Tabsyir, Vol. 2, No. 2, Juli-Desember 2014, hlm. 85.
18Abdul Halik, Komunikasi Massa, (Makassar: Alauddin University Press, 2013), hlm. 2.
17 penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah
“suatu pendekatan dalam melakukan penelitian dengan brorientasi pada gejala-gejala yang bersifat ilmiah.” 19
Penggunaan pendekatan kualitatif dalam hal ini disebabkan karena peneliti ingin mengetahui gambaran atau deskriptif yang jelas dan objek tentang strategi komunikasi Dinas Pertanian Kota Mataram, di Kota Mataram.
Alasan peneliti menggunakan penelitian kualitatif adalah:
a. Untuk memudahkan peneliti memperoleh data tentang strategi komunikasi Dinas Pertanian Kota Mataram.
b. Dapat menganalisis peristiwa di lapangan dan data yang ada bisa diperlihatkan kebenaran.
c. Dalam mengumpulkan data peneliti terjun langsung kelapangan agar terjadi intraksi yang baik antara peneliti dengan subyek peneliti dan agar mendapatkan data yang valid.
2. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian dilakukan di kantor Dinas Pertanian Kota Mataram yang berlokasi di Majeluk, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram,Provinsi Nusa Tenggara Barat.Sedangkan waktu penelitian akan dilakukan mulai April 2020 hingga Mei 2020
3. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah Penyuluh Pertanian Kota Mataram. Dan yang akan menjadi objek penelitian adalah strategi komunikasi penyuluh pertanian Kota Mataram dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat Kota Mataram.
19Muhammas Nadzir, Metode Penelitian,(Jakarta: Ghalia Indonesia, 1993), hlm. 159.
18 4. Teknik Pengumpulan Data
a. Wawancara
Wawancara adalah kegiatan secara langsung yang bertujuan mendapatkan informasi yang dibutuhkan, dan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan pada para responden.20 Wawancara yang dilakukan adalah melalui wawancara yang mendalam dengan teknik wawancara yang tidak terstruktur dimana peneliti memberikan pengarahan pada pewawancanra tentang pertanyaan yang diajukan.21
Dalam teknik ini peneliti menggunakan wawancara mendalam dengan tekhnik tidak terstruktur di mana peneliti sudah menyiapkan pertanyaan terlebih dahulu kepada narasumber, yang terdiri dari penyuluh pertanian Kota Mataram dan perangkat yang terkait lainnya.
Adapun pertanyaan utama yang diajukan untuk mendapatkan data sebagai berikut :
1) Bagaimana strategi penyuluh pertanian kota Mataram dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat ?
2) Apa saja kendala-kendala yang dihadapi selama proses tersebut?
Selain dari 2 pertanyaan utama diatas, peneliti juga akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pendukung baik itu secara verbal maupun non verbal dan dalam bentuk linguistik, kepada pihak-pihak terkait seperti kabid atau kepala bidang penyuluh dinas pertanian kota mataram,
20 Joko Subagio, Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), hlm.39.
21. Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik,(Jakarta:PT Bumi Aksara,2014), hlm. 160.
19 penyuluh pertanian di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Cakranegara, Kecamatan Sandubaya dan Kecamatan Mataram, dan para pertani itu sendiri yang juga berasal dari masing-masing kecamatan yang akan peniliti wawancara. Pertanyaan-pertanyaan tersebut peneliti ajukan untuk memperkuat dan mendukung data serta pertanyaan utama diatas, agar data yang diperoleh kuat dan valid. Adapun pertanyaan yang diajukan sebagai berikut:
1) Apa saja cara-cara yang digunakan oleh penyuluh pertanian dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat ?
2) Apakah cara-cara tersebut efektif ?
3) Bagaimana respon komunikan atau petani menanggapinya ? 4) Apa saja kendala serta dari penyuluh dalam mensosialisasikan
program ?
5) Bagaimana cara penyuluh menyampaikan program ? 6) Apakah sesuai dengan yang diharapkan petani ? 7) Dan lain sebagainya
b. Observasi
Selain wawancara pengumpulan data dilakukan juga dengan observasi, yakni memperhatikan atau mengadakan pengamatan dengan menggunakan panca indra. Kegiatan ini dilakukan secara pasif atau non partisisipasi.22Observasi adalah studi yang sengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan.23
22Ibid, hlm. 143.
23 Suharismi Arikunto, Prosedur Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm. 142.
20 Dalam tekhnik observasi ini peneliti mendatangi langsung lokasi penelitian, dan kegiatan observasi ini peneliti berstatus sebagai nonpartisipan di mana peneliti mengamati apa yang menjadi fokus permasalahan peneliti, dan tidak ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh objek penelitian.
Dalam observasi kali ini peneliti akan melakukan obeservasi sebanyak 5 kali dala waktu 30 hari, adapun beberapa tempat yang akan menjadi lokasi obeservasi peneliti sebagai berikut, kantor Dinas Pertanian Kota Mataram dan lingkungan persawahan tempat pera petani melakukan perkerjaan dan mengaplikasikan apa yang disosialisasikan dan diarahkan oleh penyuluh pertanian.
c. Dokumentasi
Teknik dokumentasi adalah teknik penelusuran bahan-bahan tertulis ataupun data-data lain yang ada didalam sebuah lembaga, misalnya jurnal Dinas Pertanian Kota Mataram, struktut kepengurusan, dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan penelitian ini.
Dokumentasi sendiri dari asal katanya dokumen, yang artinya barang- barang tertulis. Didalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat,catatan harian dan sebagainya. 24
Tekhnik pengumpulan data dalam tahap dokumentasi ini penelitian yang peneliti lakukan didukung oleh arsip yang diberikan langsung oleh Dinas Pertanian Kota Mataram.
24Suharismi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pengantar Praktik, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm.128.
21 H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif naratif. Teknis ini menurut Miles dan Hubermen diterapkan melalui tiga alur, yaitu:
1. Reduksi Data
Data yang diperoleh oleh peneliti akan ditulis dalam bentuk laporan atau data yang terperinci. Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting.
2. Penyajian Data
Penyajian data di sini dapat dilakukan melalui berbagai bentuk seperti tabel, grafik, uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya.
Miles dan Huberman mengatakan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks naratif.
Peneliti di sini menggunakan penyajian data dalam bentuk teks naratif, supaya dapat memudahkan dalam memahami apa yang terjadi, juga untuk merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah peneliti pahami tersebut.
3. Penarikan kesimpulan/verifikasi
Menyimpulkan informasi yang benar, kesimpulan awal yang diambil peneliti masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Kesimpulan yang akan diambil peneliti disini dapat menjawab
22 rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karna seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah yang ada dalam pembahasan ini masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.25
I. Keabsahan Data
Peneliti melakukan pengecekan keabsahan data melalui:
1. Kredibilitas (keterpercayaan)
Peneliti di sini menggunakan kreabilitas (derajat kepercayaan) data diperiksa melalui kelengkapan data yang diperoleh dari berbagai sumber, baik dari hasil wawancara, FGD (Focus Group Discussion), observasi, dan studi dokumentasi. Karna data adalah segala-galanya dalam penelitian, oleh karna itu data harus benar-banar valid.
2. Defendabilitas (kebergantungan)
Peneliti menguji terhadap data dengan informan sebagai sumbernya dan teknik yang digunakan adalah yang dapat membuktikan apakah hal tersebut menunjukkan rasionalitas atau tidak. Di sini peneliti menguji keabsahan data dengan mengaudit keseluruhan proses penelitian.
3. Konfirmabilitas (kepastian)
Konfirmabilitas atau kepastian data yaitu data yag diperoleh dapat dilacak benenarannya dan sumber informannya jelas, bisa melalui member check, triangulasi, pengamatan ulang atas rekaman, pengecekan kembali, melihat kejadian yang sama di lokasi atau tempat kejadian sebagai bentuk konfirmasi. Di sini peneliti melaporkan hasil penelitian karna telah melakukan serangkaian kegiatan penelitian di lapangan.
25Ibid, hlm. 154.
23 4. Transperabilitas (keteralihan)
Maksudnya, transperabilitas ini berkenaan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat digenerasikan atau diterapkan pada populasi di mana sampel tersebut diambil atau pada setting sosial yang berbeda dengan karakteristik yang hampir sama. Peneliti akan membuat laporan yang baik agar terbaca dan memberikan informasi yang lengkap, jelas, sistematis, dan dapat dipercaya supaya dapat diterapkan kembali.26
J. Sistematikan Pembahasan
Penulisan skripsi ini disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut : 1. Bagian Awal
Pada bagian ini terdiri dari: cover atau sampul depan, judul, persetujuan pembimbing, nota dinas pembimbing, pernyataan keaslian skripsi, pengesahan, motto, persembahan, kata pengantar, dan daftar isi.
2. Bagian Isi
Bab I: Pendahuluan
Bab ini menguraikan tentang bagaimana konteks penelitian, fokus peneitian atau rumusan masalah, tujuan dan manfaat, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan skripsi.
Bab II: Gambaran Umum
Bab ini menguraikan tentang Gambaran umum, Paparan data dan temuan oleh peneliti di lokasi studi kasus, di bagian ini di ungkapkan seluruh data dan temuan penelitian untuk menunjang penelitian.
Bab III: Pembahasan
26Ibid, hlm. 155.
24 Pada bab bagian ini peneliti mengkaitkan antara teori dengan temuan di lapangan.
Bab IV: Penutup
a. Kesimpulan, bagian ini berisi tentang simpulan semua hasil penelitian.
b. Penutup, bagian ini berisi tentang saran, kritik terhadap hal yang di teliti dan yang aka meneliti.27
K. Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian
Jadwal kegiatan penelitian akan dilakukan sesuai dengan kesepatakan antara pihak yang akan meneliti dengan pihak-pihak terkait tentang apa yang akan di teliti. Penelitian di Dinas Pertanian Kota Mataram akan dilakukan dengan mewawancarai penyuluh pertanian serta pegawai-pegawai lainnya disertai dengan pengamatan peneliti. Jadwal kegiatan penelitian akan di lakukan selama 30 hari dimana setiap minggu akan di jadwalkan 3 kali pertemuan dengan narasumber yang dibutuhkan. Terkait hari apa saja yang akan digunakan untuk meneliti tidak bisa ditentukan karena sesuai dengan kesediaan waktu yang dimiliki masing- masing pihak.
27Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif teori Dan Praktik, (Jakarta: Pt Bumi Aksara,2014),hlm. 160.
25 BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Peta Wilayah
Sejarah Kota Mataram
Nama Mataram, di Lombok di sebutkan dengan beragam,ada Mataram, Metaramdan Mentaram, beberapa Literatur mengatakan bahwa Mataram berasal dari bahasa sangsekerta dari kata Mata yang berarti Ibu dan Kata Aram yang berarti Hiburan,Mataram juga berarti persembahan untuk ibu pertiwi. Dalam Babad Lombok, terdapat ekspedisi untuk menaklukkan wilayah Nusa Tenggara. Ekspedisi ini dipimpin Sunan Prapen yang berangkat bersama para muballig dan armadanya didukung puluhan kapal dengan 10 ribu pasukan yang berasal dari pulau jawa, Mataram sendiri di pimpin oleh seseorang yang disebut paoh Mentaram,raja Lombok di islamkan oleh prabu rengkasari,literatur lain mengatakan di masa itu Mataram di pimpin para raja-raja dan nama Mataram di resmikan pada 31 Agustus 1993.28
Wilayah Administrasi dan Letak Geografis
Wilayah Kota Mataram terletak di ujung bagian barat Pulau Lombok yaitu pada titik koordinat 116o04’-116o10’ Bujur Timur dan 08o33’-08o38’
Lintang Selatan, dengan batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kecamatan Gunung Sari, Kecamatan Batu Layar, dan Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat
28 Dokumentasi, Layanan-publik.Mataram kota.go.id, diakses pada tanggal 27 April 2020.
26 Sebelah Timur : Kecamatan Narmada dan Kecamatan Lingsar,
Kabupaten Lombok Barat.
Sebelah Selatan : Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
Sebelah Barat : Selat Lombok.
Luas wilayah Kota Mataram 61,30 Km2 (6.130 Ha) atau 0,30% dari luas Provinsi Nusa Tenggara Barat (20.153,15 Km2), menjadikan Kota Mataram sebagai wilayah terkecil dari kabupaten/kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat atau NTB.
Gambar 2.1 Peta Kota Mataram29
Berdasarkan luas kecamatan, maka Kecamatan Selaparang merupakan kecamatan terluas yaitu 1.077 Ha atau 17,57% dan Kecamatan Ampenan memiliki luas terkecil yaitu 946,00 Ha atau 15,43%.
Secara administrasi Kota Mataram terbagi dalam 6 wilayah Kecamatan, 50 Kelurahan dan 325 lingkungan. Kecamatan Cakranegara memiliki jumlah wilayah lingkungan terbanyak yaitu 73 lingkungan yang tersebar di 10 kelurahan, sedangkan Kecamatan Sekarbela memiliki jumlah
29 Dinas Pertanian Mataram.
27 wilayah lingkungan terkecil yaitu 34 lingkungan yang tersebar di 5 kelurahan, jelasnya diuraikan pada tabel berikut:
Tabel 2.1
Luas Wilayah, Jumlah Kelurahan dan Lingkungan Menurut Kecamatan di Kota Mataram Tahun 2018
No. Kecamatan Luas Wilayah (Km2)
Jumlah Kelurahan
Jumlah Lingkungan
1 Ampenan 9,46 10 56
2 Sekarbela 10,32 5 34
3 Mataram 10,76 9 55
4 Selaparang 10,77 9 64
5 Cakranegara 9,67 10 73
6 Sandubaya 10,32 7 45
Jumlah 61,30 50 325
Sumber: BPS Kota Mataram, 201830
2. Potensi Daerah
Setiap daerah tentu memiliki potensi masing-masing baik itu berupa sumberdaya, struktur tanah, dan lain-lain. Kota Mataram juga memiliki beberapa potensi sebagai berikut:
A. Topografi
Topografi adalah pemetaan yang terperinci tentang muka bumi pada daerah tertentu31, topografi wilayah Kota Mataram bervariasi dari datar sampai agak curam dengan klasifikasi sebagai berikut:
Lereng 0–2%, : bentuk wilayah datar, seluas 4.652,057 Ha (75,9%) Lereng 2–8%, : bentuk wilayah agak landai, seluas 1.299,147 Ha
30Dinas Pertanian Kota Mataram.
31Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Empat, (Jakarta: Balai Pustaka, 2008), hlm. 1542.
28 (21,20%)
Lereng 8-15%, : bentuk wilayah bergelombang, seluas 174,283 Ha (2,84 %)
Lereng 15-25%, : bentuk wilayah curam, seluas 4,568 Ha (0,07%) Kondisi tersebut diatas menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Mataram adalah hamparan datar.
Ketinggian tanah bervariasi yaitu Kecamatan Cakranegara mencapai 25 m dpl, Kecamatan Mataram 15m dpl dan Kecamatan Ampenan 5m dpl dari permukaan laut termasuk daerah pantai.32
B. Geologi dan Jenis Tanah
Geologi adalah ilmu tentang komposisi dan struktur-struktur bumi33.Satuan batuan di Kota Mataram terdiri dari batuan gunung api, batuan sedimen, serta batuan terobosan yang umurnya berkisar dari jaman tersier sampai kuarter. Formasi batuan yang terbentuk adalah Formasi Kalipalung (TQp) yang mempunyai anggota Selayar (TQs), Formasi Kalibalak (TQb), dan Formasi Lekopiko (Qvl) dengan jenis batuan sebagai berikut:
Formasi Kalipalung : Breksi gampingan dan lava.
Anggota Selayar : Batu pasir tuffan dan batu lempung tuffan dengan sisipan tipis karbon.
Formasi Kalibabak : Breksi dan lava.
Formasi Lekopiko : Tuff berbatu apung, breksi lahar, dan lava.
32 Dinas Pertanian Kota Mataram.
33Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Empat, (Jakarta: Balai Pustaka, 2008 hlm.466.
29 Qa Alluvium yang terdiri dari kerakal, kerikil, pasir, lempung, gambut, dan pecahan koral tersebar hampir di seluruh Kota Mataram, khususnya di daerah muara sungai. Kota termasuk dalam Busur Bergunung Api Nusa Tenggara Barat, yang merupakan bagian dari Busur Sunda sebelah timur dan Busur Banda sebelah barat. Busur tersebut terbentang dari Pulau Jawa ke Nusa Tenggara dan melengkung mengitari Laut Banda. Kota Mataram sendiri tidak memiliki daerah pegunungan dengan timbulan kasar.34
C. Hidrologi
Hidrologi adalah ilmu tentang air di bawah tanah, keterdapatannya, peredarannya dan sebarannya35. Kota Mataram memiliki potensi air tanah (aquifer) yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat di beberapa bagian wilayah Kota Mataram, seperti Kelurahan Rembiga (Kecamatan Selaparang), Kelurahan Sayang Sayang (Kecamatan Cakranegara), dan Kecamatan Mataram memiliki kedalaman akuifer 5-7m. Sedangkan Kelurahan Monjok dan Kelurahan Dasan Agung bagian utara (Kecamatan Selaparang) memiliki kedalaman air tanah hingga 15m. Titik-titik mata air tersebar di Kelurahan Pejeruk, Karang Baru, Sayang Sayang, Cakranegara Utara, Dasan Cermen, Babakan, Mandalika, dan Pagesangan. Di samping potensi akuifer, suplai air bersih Kota Mataram berasal dari mata air Sarasuta, Ranget, dan Saraswaka di Kecamatan Narmada (Kabupaten Lombok Barat).
Kota Mataram dialiri empat sungai besar yang berfungsi sebagai drainase dan irigasi, yaitu Sungai Jangkok, Sungai Ancar, Sungai Brenyok
34 Dinas Pertanian Kota Mataram.
35Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Empat, (Jakarta: Balai Pustaka, 2008, hlm.520.
30 dan Sungai Midang. Hulu sungai-sungai tersebut berada di sekitar lereng Gunung Rinjani dan bermuara di sepanjang pesisir Pantai Ampenan36. D. Klimatologi
Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu iklim daerah37, iklim di Kota Matarammenurut Stasiun Klimatologi I Mataram, suhu udara rata-rata di Mataram berkisar antara 21,03°C sampai dengan 26,62°C. Untuk kelembaban udara rata-rata bervariasi, dari 77% sampai dengan 87%. Curah hujan tertinggi tercatat pada bulan Januari sebesar 424 mm dan hari hujan terbanyak tercatat pada bulan Januari sebesar 29 hari.
Wilayah Kota Mataram termasuk daerah beriklim tropis yang menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk type iklim C,D,E dan F.Jenis tanah di wilayah Kota Mataram didominasi oleh jenis regosol, sedangkan sisanya adalah aluvial dengan pH tanah antara 6,5 – 7,0 dengan rata – rata kemiringan lahan kurang dari 8%.38
E. Penduduk
Mataram sebagai ibu kota provinsi mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat dinamis, baik penduduk yang berdasarkan angka kelahiran maupun penduduk akibat urbanisasi yang dari tahun ketahun terus bertambah. Pertumbuhan penduduk hingga saat ini berjumlah 468.509 jiwa dengan 128.135 KK (Kota Mataram Dalam Data 2018)
Tabel 2.2
Jumlah penduduk Kota Mataram tahun 2019
No Kecamatan Jumlah penduduk
36Dinas Pertanian Kota Mataram.
37Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Empat, (Jakarta: Balai Pustaka, 2008, hlm.733.
38 Dinas Pertanian Kota Mataram.
31 Laki-laki Perempuan Jumlah
1. Ampenan 45.852 45.247 91.099
2. Sekarbela 34.553 35.436 69.989
3. Mataram 42.878 44.649 87.527
4. Selaparang 36.749 38.486 75.235
5. Cakranegara 33.451 34.340 67.791
6. Sandubaya 38.314 38.554 76.868
Total 231.797 236.712 468.509
Sumber : Kota Mataram Dalam angka 2018.39
Sumber : BPS Kota Mataram
Gambar 2.2
Piramida Penduduk Kota Mataram, 2018
39 Dinas Pertanian Kota Mataram 2018.
32 Sebagaimana tampak pada piramida penduduk, kelompok umur 20-24 tahunmerupakan yang terbesar di Kota Mataram. Untuk menjadikan penduduk usia produktif ini sebagai potensi wilayah, harus dapat dijamin kualitas penduduk tersebut. Apabila penduduk ini berkualitas maka daya saingnya akan tinggi sehingga secara langsung akan berdampak pada kualitas kesejahteraan penduduk Kota Mataram.
Sumber: BPS Kota Mataram
Gambar 2.3
Persebaran Penduduk di Kota Mataram Menurut Kecamatan 201840 Persebaran penduduk di enam kecamatan relatif merata yaitu berkisar antara 15-19 persen. Kecamatan Ampenan merupakan Kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar yaitu mencapai 89.421 jiwa pada tahun 2016 atau sekitar 19,47 persen dan Kecamatan Cakranegara memiliki jumlah penduduk terkecil sebesar 67.431 jiwa atau sekitar 14,67 persen.
E. Mata Pencaharian
Dilihat dari jumlah penduduk kota Mataram maka mata pencahariannya sangat bervariasi dan yang bermata pencaharian sebagai
40 Dinas Pertanian Kota Mataram 2018.
33 petani sebanyak 3.165 orang, peternak 1.671 orang, pengolahan hasil 1.321 orang (hasil pangan 1.058 orang, pengolahan hasil ternak 254 orang) dan buruh tani 1.940 orang.
Tabel 2.3
Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian pada bidang pertanian di Kota Mataram Tahun 2018.
No .
Kecamatan Petani Peternak
Pengolahan Hasil Buruh Tani
Ket Pangan Ternak
1. Ampenan 419 628 222 31 273
2. Sekarbela 1.206 267 329 129 654
3. Mataram 610 60 80 - 108
4. Selaparang 324 82 227 - 278
5. Cakranegara 218 285 168 62 165
6. Sandubaya 782 349 32 32 462
T o t a l 3.165 1.671 1.058 254 1.940
Sumber : Dinas Pertanian Kota Mataram 2018.41 G. Lahan Pertanian
Seiring dengan pesatnya pembangunan berdampak pada laju alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke-non pertanian. Luas lahan pertanian Tahun 2018 masih 1.973,62 Ha yang terdiri dari lahan sawah teknis 831,31 Ha, sawah setengah teknis 1.136,91 Ha dan lahan sawah dengan salinitas tinggi 5,40 Ha., lahan pekarangan seluas 3.796,87 Ha, kebun 18,23 Ha.
Tabel 2.4
Luas lahan pertanian Kota Mataram tahun 2018
41 Dinas Pertanian Kota Mataram.
34 No Kecamatan
Lahan Sawah (Ha)
Jumlah (Ha)
Lahan Kering Ket Teknis ½ Teknis Penggaraman
Tinggi Pekarangan Kebun
1. Ampenan 0 158,06 2,40 144,61 546,71 0
2. Sekarbela 0 532,10 2,00 534,1 570,26 0,56
3. Mataram 86,35 196,18 0 282,53 186,935 5,90
4. Selaparang 166,54 0 0 166,54 1.151,363 0
5. Cakranegara 169,99 0 0 169,99 624,24 0
6. Sandubaya 436,36 148,18 0 584,54 765,285 11,77
T o t a l 859,24 1021,07 4,40 1884,71 3.844,793 18,23
Sumber : Kesepakatan luas lahan baku Kota Mataram tahun 201842
3. Sumber Daya Penyuluhan
a. Tenaga Penyuluh
Untuk mendukung lancar dan suksesnya program pertanian dalam arti luas ditingkat lapangan maka dibutuhkan tenaga penyuluh baik dari segi kwantitas maupun kwalitas sesuai dengan bidangnya yang memadai.
Jumlah tenaga penyuluh yang ada di Kota Mataram hingga saat ini 46 orang ,PNS 28 orang, THL-TB 19 orang. Penyuluh bidang keahlian pertanian, 39 orang dan 8 orang bidang keahlian peternakan. Disamping itu didukung dengan penyuluh swadaya sebanyak 30 orang.
Tabel 2.5
Jumlah tenaga penyuluh Kota Mataram tahun 2018
No. Kecamatan Status Penyuluh Jumlah Jenis Keahlian Fungsional
42 Dinas Pertanian Kota Mataram 2018.
35 PNS CPNS THL-TB
Pertanian Peternakan
1. Ampenan 5 0 1 6 6 0
2. Sekarbela 4 0 1 5 5 -
3. Mataram 6 0 0 6 4 2
4. Selaparang 5 0 2 7 5 2
5. Cakranegara 5 0 1 6 4 2
6. Sandubaya 5 0 1 6 5 1
7. Dinas 6 0 0 6 5 1
T o t a l 36 0 6 42 34 8
Sumber : Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Tahun 201843.
b. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) saat ini berada di bawah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pertanian Kota Mataram yang dulunya Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) di bawah naungan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kota Mataram, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kota Mataram terdiri dari:
1) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mataram 2) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Selaparang 3) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ampenan 4) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sekarbela 5) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cakranegara 6) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sandubaya
43 Dinas PertanianKota Mataram.