• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komunikasi Kelompok

A. Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian dalam mensosialisasikan Program Kepada Masyarakat

2. Komunikasi Kelompok

67 Gambar 3.4

Dempot : Sistem tanam padi jajar legowo (Media Penyuluhan), salah satu strategi penyuluh pertanian79

68 Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

Maka dari itu, komunikasi kelompok adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama yang berintraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.81Michael Burgoon juga mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antaratiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota- anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat.82 Sementara Menurut Jalaludin Rakhmat dalam bukunya yang berjudul Psikologi Komunikasi, menerangkan bahwa kelompok adalah sekumpulan orang yang terdiri dari dua atau tiga orang bahkan lebih kelompok juga memiliki hubungan yang intensif diantara satu sama lainnya, maka dari itu komunikasi kelompok adalah komunikasi yang dilakukan antara dua, atau tiga orang atau lebih.83 Dari beberapa definisi komunikasi kelompok yang terdapat diatas terdapat kesamaan makna dari komunkasi kelompok itu sendiri, yaitu adanya komunikasiface to face atau tatap muka, komunikasi yang dilakukan terdiri lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.

Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang termasuk dalam komunikasi secara tatap muka atau face to face, karena komunikator dan komunikan dengan posisi serta situasi berhadapan dan saling melihat antar

81Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2007), hlm. 75.

82Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2004), hlm. 47.

83 Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, ( Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,1994),hlm. 172.

69 muka, komuniksi kelompok adalah komunikasi dengan sejumlah komunikasi, karena jumlah komunikan itu menimbulkan konsekuensi, jenis komuniksi kelompok pun dibagi menjadi 2 bagian yaitu,84

a. Komunikasi Kelompok Besar

Komunikasi kelompok besar adalah dimana jika suatu situasi dinilai sebagai komunikasi kelompok besar berdasarkan jumlah serta antar komunikator dan komunikan sukar terjadi komunikasi antar pribadi, dan kecil kemungkinan untuk terjadi saling dialog seperti halnya, pada komukasi kelompok kecil. Biasanya komunikasi kelompok besar terdiri dari 10 orang atau lebih sehingga jumlahnya pun dikategorikan kelompok besar.

b. Komunikasi Kelompok Kecil

Komunikasi kelompok kecil adalah dimana jika suatu situasi dinilai sebagai komunikasi kelompok kecil berdasarkan jumlah serta dapat diubah menjadi komunikasi antar pribadi, dan dalam komunikasi kelompok kecil biasa jumlah nya terdiri dari kurang dari 10 orang sehingga jumlanya pun dikategorikan kelompok kecil dan ada kemungkian komunikasi secara antar pribadi.

Kelompok memiliki tujuan dan aturan-aturan yang dibuat sendiri dan merupakan kontribusi arus infomasi diantara mereka.

Sehingga mampu menciptakan atribut kelompok sebagai bentuk karakteristik yang khas dan melekat pada kelompok mereka85

Dalam melaksanakan komunikasi kelompok, didalamnya pasti ada yang disebut dengan klasifikasi kelompok, sebagai berikut :

84 Onong Uchjana Effendi, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakraya, 1986), hlm. 8.

85Saptomo dan Bambang Suteng Sulasmono, Sosiologi, (Jakarta, PT. Phibeta Aneka Gama, 2007), hlm.

119.

70 1. Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder

2. In Group dan Out Group

3. Kelompok Keanggotaan dan Kelompok Rujukan 4. Kelompok Deskriptif dan Kelompok Perspetif

Adapun juga pengaruh-pengaruh kelompok dalam suatu komunikasi yang dapat mempengaruhi prilaku komunikasi itu sendiri adalah :

a. Konformitas.

Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju norma kelompok sebagai akibat tekanan kelompok yang nyata atau dibayangkan. Bila sejumlah orang dalam kelompok mengatakan atau melakukan sesuatu, ada kecenderungan para anggota untuk mengatakan dan melakukan hal yang sama. Jadi, kalau anda merencanakan untuk menjadi ketua kelompok,aturlah rekan-rekan anda untuk menyebar dalam kelompok. Ketika anda meminta persetujuan anggota, usahakan rekan-rekan anda secara persetujuan mereka. Tumbuhkan seakan-akan seluruh anggota kelompok sudah setuju. Besar kemungkinan anggota-anggota berikutnya untuk setuju juga.86

b. Fasilitasi sosial.

Fasilitasi (dari kata Prancis facile, artinya mudah) menunjukkan kelancaran atau peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok.

Kelompok mempengaruhi pekerjaan sehingga menjadi lebih mudah.

Robert Zajonz menjelaskan bahwa kehadiran orang lain-dianggap-

86Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, ( Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,1994),hlm. 150.

71 menimbulkan efek pembangkit energi pada perilaku individu. Efek ini terjadi pada berbagai situasi sosial, bukan hanya didepan orang yang menggairahkan kita. Energi yang meningkat akan mempertingi kemungkinan dikeluarkannya respon yang dominan. Respon dominan adalah perilaku yang kita kuasai. Bila respon yang dominan itu adalah yang benar, terjadi peningkatan prestasi. Bila respon dominan itu adalah yang salah, terjadi penurunan prestasi. Untuk pekerjaan yang mudah, respon yang dominan adalah respon yang benar, karena itu, peneliti melihat melihat kelompok mempertinggi kualitas kerja individu.87

c. Polarisasi.

Polarisasi adalah kecenderungan seseorang dengan keputusan lebih berani ketika masuk atau takut lebih dulu kedalam sebuah kelompok. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras.88

Dalam komunikasi kelompok, keefektifan menjadi salah satu tolak ukur apakah komunikasi yang dibangun dalam kelompok tersebut efektif atau tidak efektif, dan untuk menentukan keefektifan suatu komunikasi kelompok tersebut tentu dipengaruhi beberapa faktor, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi kelompok ialah Faktor dari situasional karakteristik kelompok itu sendiri dan faktor

87Ibid hlm. 155.

88 Ibid hlm. 158.

72 personal dari karakteristik kelompok tersebut. Menurut Jalaluddin Rakhmat menyatakan bahwa faktor-faktor keefektifan kelompok dapat dilacak pada karakteristik kelompok, yaitu:

d. Faktor situasional karakteristik kelompok:

1) Ukuran kelompok.

Hubungan antara ukuran kelompok dengan prestasi kerja kelompok bergantung pada jenis tugas yang harus diselesaikan oleh kelompok. Tugas kelompok dapat dibedakan dua macam, yaitu tugas koaktif dan interaktif. Pada tugas koaktif, masing- masing anggota bekerja sejajar dengan yang lain, tetapi tidak berinteraksi. Pada tugas interaktif, anggota-anggota kelompok berinteraksi secara teroganisasi untuk menghasilkan suatu produk, keputusan, atau penilaian tunggal. Pada kelompok tugas koaktif, jumlah anggota berkorelasi positif dengan pelaksanaan tugas. Yakni, makin banyak anggota makin besar jumlah pekerjaan yang diselesaikan. Misalnya satu orang dapat memindahkan tong batu bata ke satu bak truk dalam 7 jam, maka bila sepuluh orang dapat memindahkan pekerjaan tersebut dalam 1 jam. Akan tetapi, bila mereka melakukan sebuah berinteraksi, keluaran tenaga secara keseluruhan akan berkurang atau bahkam tidak terasa sama sekali.89 Dalam hal ini penyuluh pertanian melakukan pengelompokam sesuai dengan kadar masing-masing agar proses penyuluhan dapat berjalan dengan

89Ibid hlm. 174.

73 baik dan lancar serta dapat dengan mudah diterima oleh para petani90

Faktor lain yang mempengaruhi hubungan antara prestasi dan ukuran kelompok adalah tujuan kelompok. Bila tujuan kelompok memelukan kegiatan konvergen atau mencapai suatu pemecahan masalah yang benar, hanya diperlukan kelompok kecil supaya produktif, terutama bila tugas yang dilakukan hanya membutuhkan sumber, keterampilan, dan kemampuan yang terbatas. Bila tugas memerlukan kegiatan yang divergen seperti menghasilkan gagasan berbagai gagasan kreatif, diperlukan jumlah anggota kelompok yang lebih besar.

2) Jaringan komunikasi.

Terdapat beberapa tipe jaringan komunikasi, diantaranya adalah sebagai berikut: rantai, roda, lingkaran, Y dan bintang.

Dalam hubungannya dengan prestasi kelompok, tipe roda menghasilkan produk kelompok tercepat serta terorganisir.

3) Kohesi kelompok.

Kohesi kelompok didefinisikan sebagai kekuatan yang mendorong anggota kelompok untuk tetap tinggal dalam kelompok, dan mencegahnya meninggalkan kelompok.

McDavid dan Harari menjelaskan kohesivitas suatu kelompok diukur dari beberapa faktor sebagai berikut: ketertarikan anggota secara interpersonal pada satu sama lain; ketertarikan

90Observasi, BPP Cakranegara, 14 April 2020.

74 anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok, sejauh mana anggota tertarik pada kelompok sebagai alat untuk memuaskan kebutuhan personal.91

Kohesi kelompok erat hubungannya dengan kepuasan anggota kelompok, makin kohesif kelompok makin besar tingkat kepuasan anggota kelompok. Dalam kelompok yang kohesif, anggota merasa aman dan terlindungi, sehingga komunikasi menjadi bebas, lebih terbuka, dan lebih sering. Pada kelompok yang kohesifitasnya tinggi, para anggota terikat kuat dengan kelompoknya, maka mereka makin mudah melakukan konformitas. Makin kohesif kelompok, makin mudah anggota- anggotanya tunduk pada norma kelompok, dan makin tidak toleran pada anggota yang demikian.

Dalam kohesi kelompok yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, dapat dikatakan bahwa penyuluh berhasil membangun kohesi kelompok yang erat dengan para petani karena tingkat kepuasaan serta saling terbuka dalam melakukan komunikasi terutama dalam masalah-masalah pertanian yang ada dari para petani, Seperti yang diungkapkan oleh satu petani yaitu Bapak Hamimi, bahwa kehadiran penyuluh pertanian di kota Mataram sangat membantu para petani karena penyuluh melakukan tugasnya dengan baik, menerima keluh kesah dari para petani, dan juga sikap keterbukaan dari penyuluh yang menghasilkan rasa nyaman serta aman kepada para petani.

91Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, ( Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,1994), hlm. 164.

75 Sehingga hal tersebut mendapatkan rasa antusias yang tinggi dari para petani dengan kehadiran para penyuluh, bahkan tidak jarang mereka yang meminta para penyuluh untuk melakukan penyuluhan diluar jadwal kunjungan yang ada karena kohesi kelompok yang kuat antara petani dan penyuluh pertanian.92 4) Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah yang erat hubungannya dengan peranan yang bersifat fungsi dalam kelompok dalah konsep kepemimpinan, dan komunikasi yang membangun secara positif dapat mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok.93 Kepemimpinan adalah faktor yang paling utama dalam kefektifan komunikasi kelompok.

e. Faktor personal karakteristik kelompok:

1) Kebutuhan interpersonal

William C. Schultz merumuskan Teori FIRO (Fundamental Interpersonal Relations Orientatation), menurutnya orang menjadi anggota kelompok karena didorong oleh tiga faktor kebutuhan intepersonal sebagai berikut:

a) Ingin masuk menjadi bagian kelompok (inclusion).

b) Ingin mengendalikan orang lain dalam tatanan hierakis (control).

c) Ingin memperoleh keakraban emosional dari anggota kelompok yang lain.94

92Hamimi, Wawancara, Kota Mataram, 06 Mei 2020.

93Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), hlm 190.

94Alo Liliweri, Perspektif Teoritis Komunikasi Antarpribadi, (Bandung: Citra Aditya Bakti, 1994).

hlm. 132.

76 2) Tindak komunikasi

Mana kala kelompok bertemu, terjadilah pertukaran informasi. Setiap anggota berusaha menyampaikan atau menerima informasi secara verbal maupun nonverbal. Robert Balesmengembangkan sistem kategori untuk menganalisis tindak komunikasi, yang kemudian dikenal sebagai Interaction Process Analysis (IPA).95 Dalam hal ini tindak komunikasi yang terjadi antara berjalan seperti yang dijelaskan diatas, dimana para petani menerima informasi terkait pertanian baik itu secara verbal dan non verbal melalui komunikasi kelompok yang dalam proses ini dilakukan dalam laku atau latihan kunjungan, sebagai contoh dalam mensosialisasikan program hidroponik dan jajar legowo, para petani diberikan arahan dan informasi bagaiamana cara memberdayakan, teknik menanam, dan juga contoh secara praktis agar lebih mudah dipahami oleh para petani. Selain melakukan hal tersebut petani juga melakukan timbal balik dengan menyampaikan keluh kesah serta kesulitan mereka dalam proses sosialisasi kepada penyuluh pertanian, lalu ditindak lanjuti oleh pernyuluh pertanian96

3) Peranan

Seperti tindak komunikasi, peranan yang dimainkan oleh anggota kelompok dapat membantu penyelesaian tugas kelompok, memelihara suasana emosional yang lebih baik, atau

95Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, ( Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,1994),hlm. 174.

96Observasi, Kota Mataram, 14 April 2020.

77 hanya menampilkan kepentingan individu saja yang tidak jarang atau terkadang menghambat kemajuan kelompok. Beal, Bohlen, dan audabaugh meyakini peranan-peranan anggota- anggota kelompok terkategorikan sebagai berikut:

a) Peranan Tugas Kelompok. Tugas kelompok adalah memecahkan masalah atau melahirkan gagasan-gagasan baru. Peranan tugas berhubungan dengan upaya memudahkan dan mengkoordinasi kegiatan yang menunjang tercapainya tujuan kelompok.

b) Peranan Pemiliharaan Kelompok. Pemeliharaan kelompok berkenaan dengan usaha-usaha untuk memelihara emosional anggota-anggota kelompok.

c) Peranan Individual, berkenaan dengan usahan anggota kelompok untuk memuaskan kebutuhan individual yang tidak relevan dengan tugas kelompok.97

Berdasarkan uraian diatas tentang komunikasi kolompok dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan penyuluhan pertanian di kota Mataram, para penyuluh bergantung pada proses komunikasi kelompok yang berlangung dengan para petani, hal ini terlihat dari beberapa kegiatan dan salah satunya program laku atau latihan kunjungan.

Dalam melaksanakan kegiatan laku yaitu latihan kunjungan, para petani biasa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3 hingga kurang dari 10 orang perkelompok, dan para petani melakukan

97Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, ( Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,1994),hlm 171.

78 kegiatan serta menerima penyluhan secara masih selama 4 hari yaitu dari hari senin hingga hari kamis dalam seminggu.98

Gambar 3.5

Proses komunikasi kelompok antara penyuluh dan petani99

Dimana dalam hal ini ketika para penyuluh melakukan penyuluhan kepada para petani, para penyuluh melakukan sistem kelompok kecil yang dimana hal ini dilakukan agar sosialisasi serta penyuluhan berjalan efektif dan mudah diterima oleh para petani. Hal ini tentu didukung dengan kepercayaan dari para petani serta fasilitas-fasilitas dan teknologi yang disediakan oleh Dinas Pertanian Kota Mataram dalam melakukan penyuluhan kepada para petani, serta polarisasi positif yang ditunjukan dari para petani tekait dengan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian.

98 Tatok Sulistyanto, Wawancara, Dinas PertanianKota Mataram, 13 April 2020.

99Dokumentasi, BPP Kota Mataram 2020.

79 Gambar 3.6

Proses bimbingan teknis yang merupakan salah satu proses latihan kunjungan atau laku dan implementasi dari proses komunikasi kelompok100 Peranan sistem komunikasi kelompok sendiri merupakan titik fokus utama, karena ukuran kelompok, jaringan komunkasi, serta kohesi kelompok yang berjalan dengan baik antara petani dan penyuluh pertanian, sehingga mendapat hubungan dan jalan yang baik dari kedua pihak tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari antusiasnya para petani dalam menerima sosialisasi serta penyuluhan dari para penyuluh pertanian, yang dimana ketika para petani ingin mendapatkan informasi yang ada tentang program- program pertanian yang ada, mereka meminta dan memanggil para penyuluh untuk menjelaskan tentang pertanian di luar jadwal kunjungan yang sudah ditetapkan dalam latihan kunjungan. Tentu hal ini juga merupakan bentuk kebutuhan daripada personal dan kelompok dari para petani, dan menjadi tuhuan dimana komunikasi kelompok itu terbentuk yaitu adalah dengan memiliki tujuan yang dimana tujuannya disini ialah

100Dokumentasi, BPP Mataram 2019.

80 sama ingin agar produk dari hasil pertanian maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan oleh dua pihak serta juga menjadi hal ini titik keberhasilan penyuluh pertanian dalam membangun komunikasi yang baik dengan para petani di Kota Mataram, seperti yang disampaikan oleh bapak Hamimi, bahwa dari latihan kunjungan tersebut petani mendapatkan pengarahan dan sosisalisasi tentang program-program yang baru, proses komunikasi yang lakukan juga efektif dan dapat diterima oleh petani sehingga ketika mengimplementasikannya di lapangan dapat dengan mudah dijalankan, maka dari itu petani terkadang meminta meminta penyuluh melakukan sosialisasi dan penyuluhan tersebut ditambah dilakukan diluar jadwal kunjungan, karena rasa nyaman dan antusias yang sudah terbentuk dari para petani yag ada di Kota Mataram.101

3. Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah proses pengiriman pesan yang ditujukan kepada massa atau khalayak yang jumlahnya banyak. Dipahami pula, bahwa berbicara tentang komunikasi massa berbicara tentang proses transmisi pesan yang dilakukan dengan menggunakan media massa baik cetak, maupun elektronik.102Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa. Seperti yang dikemukakan para ahli yang dimana komunikasi massa ialah komunikasi yang menggunakan media massa, seperti televisi, media cetak, dan lain-lain.103

Secara umum, penggunaan komunikasi massa di samping untuk menjalankan fungsi utamanya seperti memberi informasi dan hiburan, juga

101 Hamimi, Wawancara, Kota Mataram, 06 Mei 2020.

102Fatma Laili Khoirun Nida, “Persuasi dalam Media Komunikasi Massa”, At-Tabsyir, Vol. 2, No. 2, Juli-Desember 2014, hlm. 85.

103Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2007), hlm. 20.

81 dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan khusus, misalnya sebagai media penyuluhan pertanian. Media massa memiliki keunggulan tersendiri dalam penggunaannya sebagai media penyuluhan.

Media massa merupakan komponen utama dalam sistem komunikasi massa. Menurut DeVito, komunikasi massa dapat dirincikan dengan memusatkan titik fokus atau perhatian pada unsur-unsur yang masuk dalam proses serta tindakan komunikasi dan mengaitkannya dengan operasional media massa. Unsur-unsur yang dimaksud adalah sumber, khalayak, pesan, proses, dan konteks. Untuk menyusun dan memproduksi pesan dalam komunikasi massa, membutuhkan biaya yang sangat besar karena bekerja dalam institusi yang besar dan rumit serta melibatkan banyak orang104.

Komunikasi Massa adalah salah satu aktivitas sosial yang berfungsi di masyarakat, dalam melakukan aktifvitas komunikasi massa, media massa merupakan kunci pokok dan komponen utama dari media massa. Karena pada dasarnya ruh dari komunikasi massa adalah media massa itu sendiri, media massa sendiri adalah sarana penyampaian suatu informasi atau pesan kepada khalayak banyak atau masyrakat secara. Dalam pembagiannya media massa dibagi menjadi 3 yaitu, media cetak, media elektronik, dan media cyber atau media online, dan adapun fungsi-fungsi dari komunikasi massa itu sendiri sebagai berikut:

a. Fungsi Infromasi

Media massa pada dasarnya memiliki fungsi utama yaitu, mengumpulkan, menyusun, memproduksi, dan menyampaikan informasi. Melalui informasi tersebut, khalayak banyak atau

104Abdul Halik, Komunikasi Massa, (Makassar: Alauddin University Press, 2013), hlm. 2.

82 masyarakat dapat mengetahui serta mengerti banyak hal dan informasi sesuai dengan kebutuhannya, mulai dari informasi tentang politik, ekonomi, sosial, hingga hiburan.

b. Fungsi Hiburan

Fungsi hiburan juga menjadi salah satu fungsi pokok media massa pada saat ini, fungsi berkaitan dengan penyampaian informasi dan pesan dengan sifat serta tujuan yang menghibur. Seperti halnya media massa menyajikan tentang drama, lagu-lagu baik itu dalam bentuk visual dan audio visual ataupun hanya dalam bentuk audio saja.

c. Fungsi Persuasi

Media massa pada dasarnya berusaha mengajak dan mempengaruhi penerima pesan atau khalayak banyak melalui informasi yang disampaikan dan persuasi disini maksudnya adalah dalam fungsi persuasi dengan maksud dan iktikad yang baik serta bermanfaat bagi khalayak banyak atau masyarakat. Contoh fungsi persuasi pada media massa dari berita, iklan, hingga semua yang bertujuan untuk mempengaruhi khalayak banyak.

d. Fungsi Pendidikan

Fungsi pendidikan dapat dimaknai dengan media massa pada dasarnya merupakan sarana pendidikan kepada khalayak banyak, melalui berbagai informasi dan pengetahuan yang disampaikan melalui media massa, hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pendidikan, nilai dan norma masyarakat serta aspek-aspek lainnya baik itu berupa aspek politik, sosial, ekonomi, dan lain-lain.

83 Dalam hal ini penyuluh pertanian telah menerapkan beberapa sistem terkait dengan komunikasi massa, yang dimana para penyuluh pertanian Kota Mataram menjalankan salah satu fungsi dari komunikasi masa yaitu fungsi edukasi atau pendidikan dan fungsi informasi.

Gambar 3.7

Contoh brosur jajar legowo, sebagai salah satu media masa yang digunakan oleh penyuluh kepada petani105

Hal ini terlihat dari penggunaan pamflet ataupun poster dan brosur yang dibagikan kepada para petani sebagai alat pengingat dari sosialisasi yang telah dilakukan oleh penyuluh pertanian. Seperti halnya dengan brosur program jajar legowo yang disebarkan kepada para petani agar dapat memahami dengan seksama tentang program tersebut. Selain itu petani juga diberi kebebasan mengakses platform-platfrom media online yang ada seperti youtube dan website-website lainnya yang terkait dengan program-

105Dokumentasi, Kota Mataram,15 Mei 2020.

84 program pertanian, hal ini tentu dilakukan untuk kemajuan pertanian yang ada di kota Mataram.106

Gambar 3.8

Platform youtube, sebagai salah satu media massa yang menjadi sarana pembelajaran mandiri bagi para petani 107

Selain itu, dalam melalukan sosialisasi dan penyuluhan para petani juga melakukan penambahan media seperti demplot, yang dimana demplot ini didalam metodenya menggunakan media percontohan secara spesifik dan nyata, seperti halnya dengan percontohan sawah dan cara pembasmian

106Observasi, BPP Cakranegara, 13 April 2020.

107 Dokumentasi, 15 Mei 2020.

85 hama yang menggunakan media buatan dan ini dilakukan agar petani dapat menerima dengan mudah sosialisasi serta penyuluhan yang ada.108

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa peranan komunikasi massa sangat berpengaruh dan menjadi daya tambahan mengingat era digital teknologi yang begitu maju di masa sekarang ini. Hal ini tentu digunakan dengan baik oleh para penyuluh pertanian dalam melakukan sosialisasi dan pengarahan program kepada para petani di kota Mataram agar hasil produksi pertanian dapat maksimal serta meningkat untuk kedepannya.

B. Kendala-Kendala Penyuluh Pertanian Dalam Mensosialisasikan Program

Dokumen terkait