• Tidak ada hasil yang ditemukan

2819 7081 1 PB1ekekznnannxba

N/A
N/A
ibal laode

Academic year: 2023

Membagikan "2819 7081 1 PB1ekekznnannxba"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Strategi Sosialisasi Program Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (Lapor) di Kota Bandung

1Ajeng Fitriyani,2Udung Noor Rosyad.

1.2Prodi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116

e-mail:1[email protected],2[email protected]

Abstract. “Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR)” program was selected by city government as a means of delivering information from the public to the government which was concerned, in order to resolve issues that arose in the environment of Bandung. In order to succeed this program, socialization activities was required to inform the existence of the program to the general public. A socialization about a government program to the publics needed a good strategy. Therefore, the authors wanted to know how the socialization strategy of Communications and Information Agency of Bandung in socializing the program. The author analyzed the problem through some of the elements contained in the communication strategy, namely the determination of the communication target, message content, and the use of communication media. Moreover, the authors also reviewed the reasons for the use of social media- based program as a means of delivering information. The research used qualitative method by using case study approach. Author collected, processed and analyzed systematically the socialization strategy of Communication and Information Technology Bandung to conduct interviews, observation and literature study. The result showed socialization strategies which was used by Communications and Information Technology Agency of Bandung in setting the target of communication is by classifying the entire community in Bandung through active, open and caring districts toward the program which was made by the government. Strategy in determining the content of the message using the one-side issue technique, in this case the delivering message highlighted the goodness of LAPOR program such as the definitions, functions, procedures for the use and benefit of the program. Media which was used are radio, outdoor media, namely banners, small format print media such as leaflets or booklets ans brochure as well. In addition the Communications and Information Technology Agency of Bandung also used new media, especially social media such as websites, instagram, and twitter. The use of social media-based programs had selected for the advantages of the media which are close and inherent in the life of the community social media-based programs are also considered a practical, easy and fast.

Keywords: socialization strategy, LAPOR program, government programs

Abstrak. Program Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) dipilih pemerintah kota Bandung sebagai sarana penyampaian informasi dari masyarakat kepada pemerintah terkait, guna menyelesaikan persoalan yang muncul dilingkungan kota Bandung. Dalam meyukseskan program terrsebut, dibutuhkan kegiatan sosialisasi untuk menginformasikan keberadaan program tersebut kepada masyarakat luas. Suatu kegiatan sosialisasi mengenai suatu program pemerintah kepada masyarakat membutuhkan suatu strategi yang baik. Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui bagaimana strategi sosialisasi Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung dalam mensosialisasikan program tersebut. Penulis menganalisis masalah tersebut melalui beberapa unsur yang terdapat di dalam strategi komunikasi, yakni penetapan sasaran komunikasi, isi pesan, dan penggunaan media komunikasi. Selain itu penulis juga mengkaji alasan penggunaan program berbasis media sosial sebagai sarana penyampaian informasi. Peneitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penulis mengumpulkan, mengolah dan menganalisis secara sistematis mengenai strategi sosialisasi Komunikasi dan Informatika kota Bandung dengan melakukan wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan strategi sosialisasi yang digunakan Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung dalam menetapkan sasaran komunikasi adalah dengan mengelompokan seluruh masyarakat yang ada di kota Bandung melalui kecamatan yang aktif, terbuka dan peduli terhadap program yang dibuat pemerintah. Strategi dalam menentukan isi pesan yaitu dengan menggunakan teknik one-side issue, dalam hal ini pesan yang disampaikan menonjolkan sisi kebaikan dari program LAPOR diantaranya mengenai definisi, fungsi, tata cara penggunaan dan manfaat dari program tersebut.Media yang digunakan diantara lain media elektronik radio, media luar ruangan yaitu banner, media cetak format kecil seperti leaflet atau blosur dan juga booklet. Selain itu Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung juga menggunakan

(2)

new media khususnya media sosial seperti website, instagram dan twitter. Penggunaan program berbasis media sosial dipilih karena kelebihan dari media tersebut selain dekat dan melekat di kehidupan masyarakat program berbasis media sosial juga dirasa praktis, mudah dan cepat.

Kata kunci: Strategi sosialisasi, program LAPOR, program pemerintah

A. Pendahuluan

Hobi memanfaatkan media sosial dan perangkat teknologi lainnya menuntun walikota Bandung Ridwan Kamil memilih program yang berbasis media sosial tersebut guna mendorong keterbukaan dan akuntabilitas pemerintah dengan menjadikan media sosial sebagai platform dalam menampung aspirasi dan pengaduan masyarakat menuju reformasi birokrasi dan tata kelola. Program Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online (LAPOR) dipilih dan dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung khususnya UPT Pelayanan Pengaduan Masyarakat sebagai salah satu saranan penyampaian informasi dari masyarakat kepada pemerintah terkait.

Melalui program tersebut, penyampaian informasi dari masyarakat kepada pemerintah dapat berjalan dengan mudah, lancar dan cepat. Selain itu, melalui program tersebut segala jenis informasi, aspirasi dan ide khususnya dalam hal penyampaian segala informasi mengenai suatu masalah di kota Bandung dapat langsung sampai kepada pemerintah.

Suatu program pemerintah yang dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat membutuhkan suatu kegiatan sosialisasi agar masyarakat yang dimaksud tersebut mengetahui keberadaan dari program tersebut. Dalam rangka mensosialisasikan program tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung memerlukan strategi yang tepat untuk mendukung keberhasilan dalam melaksanakan program tersebut.

Melihat pentingnya suatu sosialisasi dalam keberhasilan program LAPOR di kota Bandung, serta berhasilnya program tersebut, ditambah dijadikannya program ini sebagai percontohan di kota lain dan juga digunakannya program tersebut sebagai salah satu indikator penilaian kinerja pemerintahan kota Bandung membuat penulis tertarik untuk meneliti bagaimana strategi komunikasi yang digunakan Dinas Komunikasi dan Informatika dalam mensosialisasikan program tersebut sehingga keberadaan program tersebut di kota Bandung menjadi program yang baik. Dalam konteks penelitian tersebut penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana strategi sosialisasi yang digunakan dalam menentukan sasaran komunikasi, isi pesan serta media komunikasi. Selain itu penulis juga tertarik mengetahui alasan pemerintah kota Bandung memilih program berbasis media sosial sebagai sarana penyampaian informasi.

B. Landasan Teori

Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berfikir agar ia dapat berperan dan berfungi baik sebagai anggota masyarakat. Menurut Nasution, sosialisasi adalah “proses memimbing individu ke dalam dunia sosial”. Sedangkan menurut Suprapto, sosialisasi adalah “suatu proses belajar, berinteraksi dalam masyarakat (Hakim dan Ningsih, dalam Riana 2003: 27). Dengan proses sosialisasi, setiap individu diharapkan memperoleh hasil-hasil yang bermanfaat dalam kehidupannya seperti berikut:

1. Memberikan keterampilan yang dibutuhkan bagi kehidupan sosial.

2. Mengembangkan kemampuan komunikasi.

(3)

3. Mengembalikan fungsi organik.

4. Menambah nilai dan kepercayaan pokok masyarakat (Sitorus, dalam Riana 2003:29).

Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseoranng kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan maupun tak langsung atau melalui media. Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan kegiatan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi juga merupakan suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Terdapat dua jenis proses komunikasi, diantaranya adalah proses komunikasi tatap muka (langsung) dan proses komunikasi bermedia. Terdapat komponen dan unsur yang mencakup dan merupakan persyaratan terjadinya komunikasi, diantaranya komunikator, pesan, komunikan, media, efek (Effendy, 2008:6).

Berhasil tidaknya kegiatan komunikasi secara efektif banyak ditentukan oleh strategi komunikasi. Terutama dalam komunikasi yang fungsinya untuk menyampaikan suatu informasi yang sangat penting kepada khalayak banyak. Menurut Arifin strategi komunikasi adalah “Keseluruhan keputusan kondisional tentang tindakan yang akan dijalankan guna mencapai tujuan. Jadi, merumuskan strategi komunikasi, berarti memperhitungkan kondisi dan situasi (ruang dan waktu) yang dihadapi dan yang akan mungkin dihadapi di masa depanm guna mencapai efektivitas”

(Arifin, 1994:10). Strategi komunikasi baik secara makro (planned multimedia strategy) maupun secara mikro (single communication medium strategy) mempunyai fungsi ganda sebagai berikut:

1. Menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal

2. Menjembatani “kesenjangan budaya” akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperaasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.

Studi kasus adalah salah satu metode penelitian sosial, secara umum studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok bila pokok pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan how atau why, bila peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan diselidiki dan bilamana fokus penelitiannya terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) di dalam konteks kehidupan nyata (Yin, 2013:1). Studi kasus dipilih karena dalam penelitian yang dilakukan berkenaan dengan pertanyaan bagaimana dan mengapa seperti dalam pengertian studi kasus diatas. Selain itu, keunikan yang dimiliki oleh program LAPOR sebagai program yang disosialisasikan Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung terletak pada dijadikannya program tersebut sebagai indikoator penilaian kinerja pemerintahan dikota Bandung, dan juga keberhasilannya program tersebut menjadi percontohan bagi kota-kota lain.

C. Hasil Penelitian

Kegiatan komunikasi dapat berlangsung dengan baik dan dapat mencapai

(4)

tujuan yang ingin dicapai jika dilakukan dengan benar. Strategi komunikasi dibutuhkan untuk dapat mencapai tujuan dari berlangsungnya kegiatan komunikasi tersebut. Guna menginformasikan suatu program yang dibuat untuk masyarakat dibutuhkan suatu kegiatan yang disebut sosialisasi. Dalam melakukan kegiatan sosialisasi, strategi yang baik dan benar dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Begitu juga dalam kegiatan sosialisasi program Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung, menetapan strategi dalam soasialisasi diperlukan guna mencapai tujuan dari berlangsungnya kegiatan sosialisasi tersebut. Dalam penelitian ini, penulis mencoba meneliti beberapa strategi sosialisasi yang digunakan Dinas Komunikasi dan Informatika dalam menentukan sasaran komunikasi, isi pesan, media yang digunakan serta alasan pemilihan media berbasis media sosial sebagai sarana penyampaian informasi dari masyarakat kepada pemerintah terkait.

Pada awalnya kegiatan penyampaian saran, kritik atau pengaduan masalah seputar pembangunan kota Bandungdilakukan dengan cara bertatap muka langsung antara masyarakat yang menyampaikan masalah tersebut dengan pihak UPT.

Pelayanan Pengaduan Masyarakat yang berada di Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung. Namun, setelah program LAPOR dibuat penyampaian saran, kritik atau pengaduan masalah tersebut berlangsung secara online dan masih di kelola oleh UPT.

Pelayanan Pengaduan Masyarakat.

Sosialisasi program LAPOR dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung kepada masyarakat di wilayah kota Bandung dengan mengelompokannya berdasarkan kecamatan pada setiap wilayahnya. Hal tersebut dirasa dapat mewakili masyarakat yang lebih luas lagi. Dalam memilih sasaran dalam sosialiasi program tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung menggunakan strategi dengan mengelompokan masyarakat yang ada di kota Bandung melalui kecamatan yang aktif, terbuka dan peduli akan program yang pemerintah buat sebagai perwakilan masyarakat sehingga mempermudah penerimaan pesan yang disampaikan kepada masyarakat yang ada di daerah kecamatan tersebut.

Program pemerintah seperti program LAPOR seakan produk yang intangible (tidak nyata) sehingga diperlukan strategi yang baik dalam pemilihan isi pesan. Isi pesan yang dibentuk harus lengkap sehingga pesan yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung dalam sosialisasi berisi definisi, fungsi atau tujuan, tata cara penggunaan dan manfaat dari penggunaan program tersebut.

Pesan juga bersifat informatif dan edukatif serta menggunakan teknik One-side issue atau menonjolkan sisi kebaikan dalam penggunaan program tersebut demi menarik simpati masyarakat

Media yang digunakan dalam sosialisasi program tersebut berupa media internetmkhususnya media sosial website, instagram dan twitter. Serta media luar ruangan banner, media cetak berupa leaflet atau blosur, dan booklet. Selain itu dalam mensosialisasikan program tersebut juga digunakan media elektronik radio, yaitu radio Sonata Bandung. Dalam penggunaan media sosial instagram lebih banyak menonjolkan kisah sukses atau manfaat dari penggunaan program tersebut dengan menambahkan gambar dan warna yang menarik sehingga menarik perhatian penerima pesan. Sedangkan dalam penggunaan radio, terdapat dialog interaktif yang melibatkan masyarakat sehingga sering kali muncul sesi tanya jawab yang dapat menambah wawasan masyarakat akan program tersebut.

Pemerintah kota Bandung menggunakan program berbasis media sosial yang

(5)

dekat dengan masyarakat sehingga keberadaan dari program berbasis media sosial tersebut dapat mudah diterima dan digunakan oleh masyarakat. Porgram berbasis media sosial Layanan dan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) dipilih untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan informasi dan pengaduan seputar masalah di kota Bandung kepada pemerintah kapan dan dimanapun sehingga laporan dengan cepat dan mudah sampai kepada pemerintah dan dapat dengan cepat pula masalah tersebut dapat diselesaikan.

D. Kesimpulan

Dari hasil penelitian terdapat beberapa temuan yang berhubungan dengan strategi sosialisasi program Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) di kota Bandung, maka dari itu dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Strategi sosialisasi yang digunakan Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung dalam menetapkan sasaran komunikasi adalah dengan mengelompokan seluruh masyarakat yang ada di kota Bandung melalui kecamatan yang aktif, terbuka dan peduli terhadap program yang dibuat pemerintah. Dalam menentukan kecamatan dalam mengadakan kegiatan sosialisasi tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika berkoordinasi dengan Dinas lain guna mencocokan jadwal kunjungan sehingga menghindari bentroknya jadwal kunjungan.

2. Strategi sosialisasi yang digunakan Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung dalam memilih pesan yaitu dengan merancang isi pesan bersama dengan staff kepresidenan. Pesan yang dipilih merupakan pesan yang dapat menjelaskan secara lengkap mengenai definisi, fungsi atau tujuan, tata cara penggunaan dan manfaat dari program Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). Selain itu pesan juga dirancang secara informatif dan juga mendidik dengan menggunakan teknik one-side issue atau teknik penyampaian pesan yang menonjolkan sisi kebaikan dari program tersebut.

3. Strategi sosialisasi yang digunakan dalam hal penggunaan media antara lain penggunaan media elektronik radio, media luar ruangan yaitu banner, media cetak format kecil seperti leaflet atau blosur dan juga booklet. Selain itu Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bandung juga menggunakan new media khususnya media sosial seperti website, instagram, dan twitter.

4. Penggunaan program berbasis media sosial dipilih pemerintah kota Bandung guna memudahkan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang dapat membantu perkembangan kota. Penggunaan program berbasis media sosial tersebut juga dipilih karena kelebihan dari media tersebut selain dekat dan melekat di kehidupan masyarakat program berbasis media sosial juga dirasa praktis, mudah dan cepat.

(6)

Daftar Pustaka

Arifin, Anwar. 1994. Strategi Komunikasi. Bandung: CV. Amrico

Effendy, Onong Uchjana. 2008. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rodakarya

Yin, Robert K. 2014. Studi Kasus : Desain & Metode. Jakarta: Grafindo

Riana, Ana. 2013. Tanggapam Pelajar Terhadap Program Sosialisasi Kereta Api yang Dilakukan Humas DAOP 2 Bandung. Skripsi. Bandung: Universitas Padjajaran

Referensi

Dokumen terkait

Begitu juga dengan pemerintahan kota bandung yang memiliki departemen Komunikasi dan Informatika yang membina hubungan dan kerjasama antar publik, dinas komunikasi

Bertitik tolak dari kewenangan tugas dan fungsi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung sebagaimana diuraikan pada bab terdahulu, maka dirumuskan visi Dinas

Bertitik tolak dari kewenangan tugas dan fungsi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung sebagaimana diuraikan pada bab terdahulu, maka dirumuskan visi Dinas

Pada tahun ini, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung selaku PPID Utama Kota Bandung melakukan monitoring terhadap 4 kewajiban yang diamanatkan peraturan

Indikator kinerja Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Semarang yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Kota Semarang Tahun 2010-2015 adalah

Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program dan kegiatan dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika adalah :2. Masyarakat pengguna

Penyusunan LKIP Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Tahun 2015 yang dimaksudkan sebagai perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan yang dicerminkan dari

Penyusunan LKIP Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Tahun 2020 yang dimaksudkan sebagai perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan yang dicerminkan