I. Pengolahan dan Analisa Data
1. Pengolahan Data
Pengelolaan data penelitian melalui bantuan komputer. Dengan memakai aplikasi Microsoft Exel, data terkumpul dalam satu tabel dari sumber data penelitian.
2. Analisis Data
Setelah pengolahan data selesai, selanjutnya data dianalisa dengan analisa deskriptif sederhana, yang kemudian hasilnya akan disajikan sebagai table distribusi frekuensi.
BAB V
HASIL, PEMBAHASAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN
A. Hasil
Hasil temuan analisis univariat yang menggunakan metodologi penelitian observasional deskriptif memberikan gambaran dari setiap temuan penelitian yang berkaitan dengan jenis tanaman obat dimana digunakan dan ditanam pada pekarangan masyarakat Indonesia di berbagai daerah dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2022. Macam- macam tanaman obat tumbuhan yang dikonsumsi dan ditanam penduduk dapat didasarkan pada jenis tanaman obat herbal, jenis tanaman obat untuk masakan, jenis tanaman obat untuk sayuran, dan jenis tanaman obat buah- buahan, yang telah dihimpun dari sebelas jurnal oleh penulis.
Tabel 4. Distribusi Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 Sampai Dengan Tahun 2022, Berdasarkan Jenis Tanaman Obat Herbal
NO. TANAMAN OBAT HERBAL 1. Daun Sirih 2. Kumis Kucing 3. Daun Jambu Biji 4. Sambiloto
5. Alang-alang 6. Lidah Buaya 7. Pegagan
8. Lempuyang Wangi 9. Sidaguri
10. Cocor Bebek
LOKASI PENELITIAN JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
10
6
11
3
2
4
2
2
3
5
KETERANGAN
1. Desa Cimenteng Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten Kawasan Taman Naasional Ujung Kulon 2. Pemukiman Kota Wuna Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara 3. Duwet, Ngawen, Klaten
4. Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng
5. Desa Pulau Sangkar Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci
6. Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara 7. Desa Amesiu Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe
8. Pekon Way Kerab, Kecamatan Way Semaka, Kabupaten Tanggamus, Kecamatan Way Semaka Kabupaten Tanggamus
9. Desa Bangkir Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Toli-toli 10. Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur
11. Desa Pasar VI Kualanamu terletak di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serrdang Provinsi Sumatera Utara
Gambar 16. Diagram Lingkaran Jumlah Tanaman Obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah di Indonesia periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2022, berdasarkan jenis tanaman obat herbal
Jenis Tanaman Obat Herbal
daun sirih lidah buaya
kumis kucing pegagan
daun jambu biji lempuyang
sambiloto sidaguri
alang-alang cocor bebek
Gambar 16. Menunjukkan dari 11 jurnal yang menjadi bahan sumber data penelitian, mendapatkan hasil bahwa penduduk menanam daun sirih sebagai tanaman obat terdapat pada 10 lokasi penelitian (90%), yang menanam kumis kucing pada 6 lokasi penelitian (60%), yang menanam daun jambu biji pada 11 lokasi penelitian (100%), yang menanam
sambiloto pada 3 lokasi penelitian (30%), yang menanam alang-alang pada 2 lokasi penelitian (20%), yang menanam lidah buaya pada 4 lokasi penelitian (40%), yang menanam pegagan pada 2 lokasi penelitian (20%), yang menanam lempuyang pada 2 lokasi penelitian (20%), yang menanam sidaguri pada 3 lokasi penelitian (30%), yang menanam cocor bebek pada 5 lokasi penelitian (50%). Hal ini menunjukkan 11 dari 11 lokasi penelitian banyak yang menanam daun jambu biji sebagai tanaman obat dengan jumlah yang menanam adalah 11. Sedangkan, 2 dari 11 lokasi penelitian hanya sedikit yang menanam alang-alang, pegagan, dan lempuyang sebagai tanaman obat dengan jumlah yang menanam adalah 2.
Tabel 5. Distribusi Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 Sampai Dengan Tahun 2022, Berdasarkan Jenis Tanaman Obat Bumbu Dapur
NO. TANAMAN OBAT BUMBU DAPUR 1. Jahe
2. Kunyit 3. Serai 4. Lengkuas 5. Kencur
6. Bawang Merah 7. Bawang Putih
LOKASI PENELITIAN JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
9
8
7
8
5
1
1
KETERANGAN
1. Desa Cimenteng Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten Kawasan Taman Naasional Ujung Kulon 2. Pemukiman Kota Wuna Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara 3. Duwet, Ngawen, Klaten
4. Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng
5. Desa Pulau Sangkar Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci
6. Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara 7. Desa Amesiu Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe
8. Pekon Way Kerab, Kecamatan Way Semaka, Kabupaten Tanggamus, Kecamatan Way Semaka Kabupaten Tanggamus
9. Desa Bangkir Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Toli-toli 10. Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur
11. Desa Pasar VI Kualanamu terletak di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serrdang Provinsi Sumatera Utara
Gambar 17. Diagram Lingkaran Jumlah Tanaman Obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah di Indonesia periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2022, berdasarkan jenis tanaman obat bumbu dapur
Jenis Tanaman Obat Bumbu Dapur
jahe kunyit serai lengkuas kencur bawang merah bawang putih
Gambar 17. Menunjukkan dari 11 jurnal yang menjadi bahan sumber data penelitian, mendapatkan hasil bahwa penduduk menanam jahe sebagai tanaman obat terdapat pada 9 lokasi penelitian (90%), yang menanam kunyit pada 8 lokasi penelitian (80%), yang menanam serai pada 7 lokasi penelitian (70%), yang menanam lengkuas pada 8 lokasi penelitian (80%), yang menanam kencur pada 5 lokasi penelitian (50%), yang menanam bawanag merah pada 1 lokasi
penelitian (10%), yang menanam bawang putih pada 1 lokasi penelitian (10%). Hal ini menunjukkan 9 dari 11 lokasi penelitian banyak menanam jahe sebagai tanaman obat dengan jumlah yang menanam adalah 9. Sedangkan, 1 dari 11 lokasi penelitian hanya sedikit yang menanam bawang merah dan bawang putih sebagai tanaman obat dengan jumlah
yang menanam adalah 1.
Tabel 6. Distribusi Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 Sampai Dengan Tahun 2022, Berdasarkan Jenis Tanaman Obat Sayuran
NO. TANAMAN OBAT SAYURAN 1. Jarak Pagar 2. Kelor
3. Kecibeling 4. Kemangi 5. Pandan 6. Miana 7. Bayam 8. Katuk 9. Gedi 10. Kangkung
LOKASI PENELITIAN JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
5
3
4
2
4
3
2
2
2
1
KETERANGAN
1. Desa Cimenteng Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten Kawasan Taman Naasional Ujung Kulon 2. Pemukiman Kota Wuna Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara 3. Duwet, Ngawen, Klaten
4. Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng
5. Desa Pulau Sangkar Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci
6. Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara 7. Desa Amesiu Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe
8. Pekon Way Kerab, Kecamatan Way Semaka, Kabupaten Tanggamus, Kecamatan Way Semaka Kabupaten Tanggamus
9. Desa Bangkir Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Toli-toli 10. Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur
11. Desa Pasar VI Kualanamu terletak di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serrdang Provinsi Sumatera Utara
Gambar 18. Diagram Lingkaran Jumlah Tanaman Obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah di Indonesia periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2022, berdasarkan jenis tanaman obat sayuran
Jenis Tanaman Obat Sayuran
jarak pagar kelor miana bayam
kecibeling katuk
kemangi gedi
pandan kangkung
Gambar 18. Menunjukkan dari 11 jurnal yang menjadi bahan sumber data penelitian, mendapatkan hasil bahwa penduduk menanam jarak pagar sebagai tanaman obat terdapat pada 5 lokasi penelitian (50%), yang menanam kelor pada 3 lokasi penelitian (30%), yang menanam kecibeling pada 4 lokasi penelitian (40%), yang menanam kemangi pada 2 lokasi penelitian (20%), yang menanam pandan pada 4 lokasi penelitian (40%), yang menanam miana pada 3 lokasi
penelitian (30%), yang menanam bayam pada 2 lokasi penelitian (20%), yang menanam katuk pada 2 lokasi penelitian (20%), yang menanam gedi pada 2 lokasi penelitian (20%), yang menanam kangkung pada 1 lokasi penelitian (10%). Hal ini menunjukkan 5 dari 11 lokasi penelitian banyak yang menanam jarak pagar sebagai tanaman obat dengan jumlah yang menanam adalah 5. Sedangkan, 1 dari 11 lokasi penelitian hanya sedikit yang menanam kangkung sebagai tanaman obat
dengan jumlah yang menanam adalah 1.
Tabel 7. Distribusi Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 Sampai Dengan Tahun 2022, Berdasarkan Jenis Tanaman Obat Buah
NO. TANAMAN OBAT BUAH 1. Mengkudu
2. Belimbing Wuluh 3. Sirsak
4. Pepaya 5. Alpukat 6. Jeruk Nipis 7. Srikaya
8. Mahkota Dewa 9. Mangga
10. Cabe Jawa
LOKASI PENELITIAN JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
8
8
9
6
3
6
4
2
3
2
KETERANGAN
1. Desa Cimenteng Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten Kawasan Taman Naasional Ujung Kulon 2. Pemukiman Kota Wuna Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara 3. Duwet, Ngawen, Klaten
4. Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng
5. Desa Pulau Sangkar Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci
6. Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara 7. Desa Amesiu Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe
8. Pekon Way Kerab, Kecamatan Way Semaka, Kabupaten Tanggamus, Kecamatan Way Semaka Kabupaten Tanggamus
9. Desa Bangkir Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Toli-toli 10. Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur
11. Desa Pasar VI Kualanamu terletak di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serrdang Provinsi Sumatera Utara
Gambar 16. Diagram Lingkaran Jumlah Tanaman Obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah di Indonesia periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2022, berdasarkan jenis tanaman obat buah
Jenis Tanaman Obat Buah
mengkudu jeruk nipis
belimbing wuluh srikaya
sirsak pepaya
mahkota dewa mangga
alpukat cabe jawa
Gamabar 19. Menunjukkan dari 11 jurnal yang menjadi bahan sumber data penelitian, mendapatkan hasil bahwa penduduk menanam mengkudu sebagai tanaman obat terdapat pada 8 lokasi penelitian (80%), yang menanam belimbing wuluh pada 8 lokasi penelitian (80%), yang menanam sirsak pada 9 lokasi penelitian (90%), yang menanam pepaya pada 6 lokasi penelitian (60%), yang menanam alpukat pada 3 lokasi penelitian (30%), yang menanam jeruk nipis pada 6 lokasi
penelitian (60%), yang menanam srikaya pada 4 lokasi penelitian (40%), yang menanam mahkota dewa pada 2 lokasi penelitian (20%), yang menanam mangga pada 3 lokasi penelitian (30%), yang menanam cabe jawa pada 2 lokasi penelitian (20%). Hal ini menunjukkan 9 dari 11 lokasi penelitian banyak yang menanam sirsak sebagai tanaman obat dengan jumlah yang menanam adalah 9. Sedangkan, 2 dari 11 lokasi penelitian hanya sedikit yang menanam mahkota dewa dan cabe jawa sebagai tanaman obat dengan jumlah yang menanam adalah 2.
B. Pembahasan
1. Jenis Tanaman Obat Herbal
Terdapat 10 tanaman obat berdasarkan tanaman obat herbal. Diperoleh tanaman obat yang paling banyak dikonsumsi dan ditanam di pekarangan penduduk yaitu daun jambu biji dengan jumlah 11 (100%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam. Kemudian Daun sirih dengan jumlah 10 (90%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, kumis kucing dengan jumlah 6 (60%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, cocor bebek dengan jumlah 5 (50%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, lidah buaya dengan jumlah 4 (40%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, sambiloto dengan jumlah 3 (30%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, sidaguri dengan jumlah 3 (30%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, alang-alang dengan jumlah 2 (20%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, pegagan dengan jumlah 2 (20%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, lempuyang dengan jumlah 2 (20%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam.
Hasil penelitian ini sejalan dengan yang diungkapkan Lestari D, dkk (2020) yang menyatakan bahwa daun jambu biji banyak dikonsumsi dan ditanam oleh masyarakat karena tanamanan daun jambu biji banyak dijumpai dipekarangan yang berkhasiat sebagai anti diare, sakit perut dan peningkatan imun tubuh penangkal covid-19.
Sesuai dengan penelitian Lestari D, dkk (2020) yang menunjukkan bahwa daun jambu biji banyak dikonsumsi dan ditanam sebagai tanaman obat oleh penduduk. Sedangkan berdasarkan penelitian Nurmayulis, dkk (2012), Adriadi, dkk (2021) Lestari D, dkk (2020) menunjukkan bahwa alang-alang, pegagan, dan lempuyang hanya sedikit digunakan oleh
penduduk sebagai tanaman obat.
2. Jenis Tanaman Obat Bumbu Dapur
Terdapat 7 tanaman obat berdasarkan tanaman obat bumbu dapur.
Diperoleh tanaman obat yang paling banyak dikonsumsi dan ditanam di pekarangan penduduk yaitu jahe dengan jumlah 9 (90%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam. Kemudian kuyit dengan jumlah 8 (80%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, lengkuas dengan jumlah 8 (80%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, serai dengan jumlah 7 (70%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, kencur dengan jumlah 5 (50%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, bawang merah dengan jumlah 1 (10%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, bawang putih dengan jumlah 1 (10%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam.
Hasil penelitian ini sejalan dengan yang diungkapkan Lestari D, dkk (2020) yang menyatakan bahwa jahe banyak dikonsumsi dan ditanam oleh masyarakat karena tanamanan jahe memiliki akar berupa rimpang dengan tunas yang dapat tumbuh dengan cepat. Tanaman jahe banyak ditanam dan dikonsumsi peduduk sebagai bumbu masakan, bahan rempah-rempah dan obat menghilangkan sakit kepala, mengatasi influenza dan rematik.
Sesuai dengan penelitian Lestari D, dkk (2020) yang menunjukkan bahwa jahe banyak dikonsumsi dan ditanam sebagai tanaman obat oleh penduduk. Sedangkan berdasarkan penelitian Alkawi, dkk (2021) menunjukkan bahwa bawang merah, dan bawang putih hanya sedikit dikonsumsi dan ditanam oleh penduduk sebagai tanaman obat.
3. Jenis Tanaman Obat Sayuran
Terdapat 10 tanaman obat berdasarkan tanaman obat sayuran.
Diperoleh tanaman obat yang paling banyak dikonsumsi dan ditanam di pekarangan penduduk yaitu jarak pagar dengan jumlah 5 (50%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam. Kemudian kecibeling dengan jumlah 4 (40%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, pandan dengan jumlah 4 (40%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, kelor dengan jumlah 3 (30%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, miana dengan jumlah 3 (30%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, kemangi dengan jumlah 2 (20%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, bayam dengan jumlah 2 (20%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, katuk dengan jumlah 2 (20%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, gedi dengan jumlah 2 (30%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam kangkung dengan jumlah 1 (10%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam.
Hasil penelitian ini sejalan dengan yang diungkapkan Lestari D, dkk (2020) yang menyatakan bahwa jarak pagar banyak dikonsumsi dan ditanam oleh masyarakat karena tanamanan jarak pagar banyak dijadikan pagar ipekarangan yang berkhasiat sebagai obat antibakteri, obat cacing dan obat luka baru.
Sesuai dengan penelitian Lestari D, dkk (2020) yang menunjukkan bahwa jarak pagar banyak dikonsumsi dan ditanam sebagai tanaman obat oleh penduduk. Sedangkan berdasarkan penelitian Aditiameri, dkk (2021) menunjukkan bahwa kangkung hanya sedikit digunakan oleh penduduk
sebagai tanaman obat.
4. Jenis Tanaman Obat Buah
Terdapat 10 tanaman obat berdasarkan tanaman obat buah. Diperoleh tanaman obat yang paling banyak dikonsumsi dan ditanam di pekarangan penduduk yaitu sirsak dengan jumlah 9 (90%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam. Kemudian belimbing wuluh dengan jumlah 8 (80%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, mengkudu dengan jumlah 8 (80%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, pepaya dengan jumlah 6 (60%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, jeruk nipis dengan jumlah 6 (60%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, srikaya dengan jumlah 4 (40%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, alpukat dengan jumlah 3 (30%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, mangga dengan jumlah 3 (30%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam, mahkota dewa dengan jumlah 2 (20%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam cabe jawa dengan jumlah 2 (20%) lokasi yang mengonsumsi dan menanam.
Hasil penelitian ini sejalan dengan yang diungkapkan Lestari D, dkk (2020) yang menyatakan bahwa sirsak banyak dikonsumsi dan ditanam oleh masyarakat karena tanamanan sirsak banyak di pekarangan yang berkhasiat sebagai obat disentri, hipertensi dan diabetes mellitus.
Sesuai dengan penelitian Lestari D, dkk yang menunjukkan bahwa sirsak banyak dikonsumsi dan ditanam sebagai tanaman obat oleh penduduk.
Sedangkan berdasarkan penelitian Wakhidah A, dkk (2021) menunjukkan bahwa mahkota dewa dan cabe jawa hanya sedikit digunakan oleh
penduduk sebagai tanaman obat.
C. Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan beberapa kendala yang ditemui selama penelitian ini, dan ini dapat lebih lanjut ditangani oleh peneliti selanjutnya untuk meningkatkan pekerjaan mereka. Di antaranya, penelitian ini memiliki beberapa kekurangan:
1. Terbatasnya jurnal penelitian dari berbagai situs website tentang penggunaan tanaman obat penduduk di beberapa lokasi di wilayah Indonesia yang memenuhi kriteria inklusi penelitian.
2. Adanya keterbatasan waktu penelitian, tenaga, dan kemampuan peneliti.
3. Peneliti banyak mendapatkan data dari penulis jurnal yang tisak menunjukkan hasil bermakna pada variabel mengenai jenis tanaman obat herbal, jenis tanaman obat bumbu dapur, jenis tanaman obat sayuran dan jenis tanaman obat buah.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa terdapat 37 jenis tanaman obat yang berbeda berdasarkan temuan penelitian yang diterbitkan dalam 11 publikasi dari tahun 2012 hingga 2022 yang secara eksplisit menganalisis jenis tanaman obat yang dikonsumsi yang tumbuh di pekarangan rakyat di banyak daerah di Indonesia sebagai berikut :
1. Tanaman obat herbal didapatkan banyak penduduk yang menanam daun jambu biji untuk pengobatan anti diare, sakit perut dan peningkatan imun tubuh penangkal covid-19.
2. Tanaman obat bumbu dapur didapatkan banyak penduduk yang menanam jahe untuk bumbu masakan, bahan rempah dan obat menghilangkan sakit kepala, mengatasi influenza dan rematik.
3. Tanaman obat sayuran didapatkan banyak penduduk yang menanam jarak pagar untuk dikonsumsi sebagai obat antibakteri, obat cacing dan obat luka baru.
4. Tanaman obat buah didapatkan banyak penduduk yang menanam sirsak dan belimbing wuluh di pekarangan dan dikonsumsi penduduk, tanaman sirsak sebagai obat disentri, hipertensi, diabetes mellitus, untuk tanaman belimbing wuluh sebagai obat batuk rejan, rematik dan sariawan.
B. SARAN
Adapun saran yang dapat direkomendasikan penulis dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi Petugas Kesehatan
Meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan untuk digunakan sebagai promosi bagi masyarakat tentang jenis tanaman obat dan manfaat apotik hidup serta menggiatkan masyarakat untuk menanam tanaman obat di pekarangan.
2. Bagi Insitusi Pendidikan Kesehatan dan Kedokteran
a. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan yang dapat dijadikan sebagai bahan bacaan yang dapat bermanfaat bagi mahasiswa lain dan institusi pendidikan kesehatan dan kedokteran itu sendiri.
b. Diharapkan Fakultas Kedokteran Unibos dapat menerbitkan hasil penelitian ini dalam bentuk jurnal atau buletin sehingga dapat dibaca oleh banyak orang.
3. Bagi Peneliti Lain
Karena keterbatasan penelitian ini diharapkan bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian tentang tanaman obat dengan data primer, sehingga bisa didapatkan data yang akurat.
4. Bagi Masyarakat
Diharapkan kepada masyarakat agar kiranya tidak hanya terfokus untuk berobat dengan cara tradisional yakni dengan memanfaatkan tanaman obat. Akan tetapi alangkah baiknya jika masyarakat lebih memanfaatkan tenaga-tenaga kesehatan seperti dokter untuk mendeteksi penyakit apa yang di derita sehingga dapat mempermudah proses pengobatan, walaupun penggunaan tanaman obat ini sudah terbukti khasiat dan manfaatnya, melalui dokter kita akan mampu mengetahui bahaya atau tidak tanaman yang digunakan. Hal ini dapat dilakukan agar masyarakat tidak akan meraba-raba dan ragu dalam pemilihan tanaman obat yang
akan di jadikan bahan untuk di ramu.
DAFTAR PUSTAKA
1. Wahyuni iKusuma iD, iet ial. iBuku iTOGA iIndonesia. iSurabaya:
iAirlangga iUniversity iPress; i2016
2. Mindarti iS, iNurbaeti iB. iBuku iSaku iTanaman iObat iKeluarga i(TOGA). iLembang: iBTPT iJakarta iBarat, i2015
3. Qamari iAl iM, iet ial. iBuku iBudidaya iTanaman iObat i& iRempah.
iMedan: iUmsu iPress; i2017
4. Hakim iL. iRempah i& iHerba iKebun-Pekarangan iRumah
iMasyarakat: iKeragaman, iSumber iFitofarmaka idan iWisata
iKesehatan-kebugaran. iMalang: iDiandra iCreative; i2015
5. Susilowati iE. iTOGA iTanaman iObat iKeluarga. iJakarta: iSinar iCemerlang iAbadi; i2017
6. GendrowatiiF.iTOGAiTaanaman iObatiKeluarga. iJakartaiTimur:
iPadi; i2015.
7. Ayuningtyas iEri iC, iJatmika iDwi iEmma iS. iPemanfaatan iLahan
iPekarangan iUntuk iMeningkatkan iGizi iKeluarga. iYogyakarta:
iK-Media; i2019
8. Ratna iN, iGustiani iE. i2016. iKontribusi iPemanfaatan iLahan
iPekarangan iterhadap iPemenuhan iGizi iKeluarga idan
iPengeluaran iPangan iRumah iTangga
9. Latifah iE, iBoga iK, iMaryono iJ. i2012. iPotensi iKebunSayur
iKeluarga iuntuk iPemenuhan iKonsumsi idan iGizi iRumah
iTangga.
10. Pasir iS, iHakim iMS. i2014. iPenyuluhan iPenanaman iSayuran idengan iMedia iPolybag
11. Sutaminingsih iCL. iVertikultur iPola iBertanam iSecara iVertikal.
i5th ied. iYogyakarta: iPenerbit iKanisius; i2007
12. Sukanata iIK, iBudirokhman iD, iNurmaulana iA. i2015. iFaktor- Faktor iYang iMempengaruhi iPemanfaatan iLahan iPekarangan iDalam iKegiatan iKawasan iRumah iPangan iLestari. iJ iAngrijati.
13. Pujiastuti iE. i29 iTeknik iUrban iFarming. iI. i(Apriyanti iRN, ied.).
iDepok: iPT iTrubus iSwadaya; i2017
14. Mailina iB, iOctora iG, iNovrianti iE. i2019. iBudidaya iSayuran iSecara iVertikultur. iBTPT iLampung
15. Dwi iEndah iKurniasih iJA. i2017. iKKebutuhan iGizi iSebagai
iStrategi iBerbasis iMasyarakat iUntuk iMemenuhi iKebutuhan
iKonsumsi. iBer iKedokt iMasy. i
16. Bahagia iW, iKurniawaty iE, iMustafa iS. i2018. iPotensi iEkstrak
iBuah iPare i(Momordhica icharantia) isebagai iPenurub ikadar
iGlukosa iDarah: iManfaat idi iBalik iRasa iPahit
17. Santana iT, iRahayu iA, iMulyaningsih iY. i2021. iKarakteristik
iMorfologi idan iKualitaas iBerbagai iAksesi iKatuk i(Sauropus
iandrogynus i(L.) iMerr.
18. Salasa iA. i2012. iAktifitas iEkstrak iBuah iMahkota iDewa
i(Phaleria imacrocarpa i[Scheff.] iBoerl) iTerhadap
iPertumbuhanStreptococcus imuntans idan iStaphylococcus
iaureus iPenyebab iKaries iGigi
19. Rahmanisa iS, iAulianova iT. i2016. iEfek iEkstraksi iAlkaloid idan iSterol iDaun iKatuk i(Sauropus iandrogynus) iterhadap iASI 20. Badan iPOM iRI. iAcuan iSediaan iHerbal iVolume ike i7 iEdisi iI.
iJakarta: iDirektorat iObat iAsli iIndonesia; i2012
21. Badan iPOM iRI. iAcuan iSediaan iHerbal. iJakarta: iKarya iNusantara; i2011
22. Kasim iA iNovarina iV, iYusuf iK iZ. iTumbuhan iObat iBerbasis iPenyakit. iGorontalo: iC. iV iAthra iSamudra; i2020
23. Badan iPOM iRI. iAcuan iSediaan iHerbal. iJakarta: iKarya iNusantara; i2011
24. Marhaeni iSutji iL. i2021. iDaun iKelor i(Moringa ioleifera) isebagai iSumber iPangan iFungsional idan iAntioksidan
25. Dinas iPertanian. i2020. iKelor i(Moringa ioleifera).
26. Nusantari iM. i2014. iPotensi iEkstrak iDaun iKatuk i(Sauropus
iandrogynus i(L). iMerr. iTerhadap iAktivitas iMikrobisida iSel
iNeutrofil iyang iDipapar iStreeptococcus imutans
27.Wardhany iD, iBara iBtu, iTalawi. i2020. iMengenal iTanaman iMahkota iDewa.
28. Kustantinah. iAcuan iSedian iHerbal iVolume iKelima iEdisi iPertama.Jakarta: iDirektorat iObat iAsli iIndonesia; i2010
29. Kurniasih iN, iKusmiyati iM, iNurhasanah, iSari iPuspita iR,
iWafdan iR. i2015. iPotensi iDaun iSirsak i(Annona imuricata
iLinn), iDaun iBinahong i(Anredera icordifolia i(Ten) iSteeins), idan
iDaun iBenalu iMangga i(Dendrophthoe ipentandra) isebagai
iAntioksidan iPencegahan iKanker
30. Rambe iY, iBatubara iIrawati iS, iSiregar iWahyuli iL. i2022.
iPengolahan iTanaman iDaun iJambu iBiji iMenjadi iObat iHerbal 31. Edrikarina iL. i2021. iPemanfaatan iDaun iJambu iBiji i(Psidium
iguava iL.), iJahe i(Zingiber iofficinale iRosc.) idan iSerai
i(Cymbopogon icitratus) isrbagai iMinuman iFungsional
iPeningkatan iImun iubuh iPenangkal iCovid-19
32. Aryanta iRedi iWayan iI. i2019. iManfaat iJahe iuntuk iKesehatan 33. Kementrian iKesehatan iRepublik iIndonesia iDirektorat ijenderal
iPelayanan iKesehatan. i2020. iPemanfaatan iObat iTradisional
iuntuk iPemeliharaan iKesehatan, iPencegahan iPenyakit, iDan
iPerawatan iKesehatan
34. Indrayangingsih iIrma iOde iW, iIbrahim iN, iAnam iS. i2015. iStudi
iEtnofarmasi iTumbuhan iBerkhasiat iObat ipada iSuku iButon idi
iKecamatan iBinongko, iKabupaten iWakatobi, iSulawesi
iTenggara
35. Haro iM. i2017. iCara iMembuat iRamuan iJitu idari iMahkota iDewa iuntuk iAsam iUrat
36. Pemkomedan. i2015. iManfaat iBuah iMahkota iDewa iuntuk iObat iHerbal iPenyakit iDiabetes iMellitus