• Tidak ada hasil yang ditemukan

jenis tanaman obat yang dikonsumsi yang - Universitas Bosowa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "jenis tanaman obat yang dikonsumsi yang - Universitas Bosowa"

Copied!
172
0
0

Teks penuh

(1)

DITANAM DI PEKARANGAN PENDUDUK DI BEBERAPA LOKASI DI WILAYAH INDONESIA PERIODE TAHUN 2012

SAMPAI DENGAN TAHUN 2022 (SYSTEMATIC REVIEW)

TEMA: HERBAL

AUDRELYA JEANNETTE THOMAS PUTRI 4518111025

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR

2023

(2)

JENIS TANAMAN OBAT YANG DIKONSUMSI YANG DITANAM DI PEKARANGAN PENDUDUK DI BEBERAPA LOKASI DI WILAYAH INDONESIA PERIODE TAHUN 2012

SAMPAI DENGAN TAHUN 2022

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Kedokteran

Program Studi Pendidikan Dokter

Disusun dan diajukan oleh

Audrelya Jeannette Thomas Putri

Kepada

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR

2023

(3)

SKRIPSI

Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 Sampai dengan Tahun 2022

Disusun dan diajukan oleh

Audrelya Jeannette Thomas Putri 4518 111 025

Menyetujui Pembimbing

Pembimbing 1

dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And Tanggal: 11 November 2022

Pembimbing 2

dr. Desi Dwirosalia NS, M.Biomed Tanggal: 11 November 2022

Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa

Mengetahui

Ketua Program Studi

dr. Anisyah Hariadi, M.kes Tanggal: 11 November 2022

Dekan

Dr. dr. Bachtiar Baso, M.Kes Tanggal: 11 November 2022

(4)

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Yang bertanda tangan di bawah ini Nama

Nomor Induk Program studi

: Audrelya Jeannette Thomas Putri : 4518111025

: Pendidikan Dokter

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar- benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan mengambil alih tulisan atau pemikiran orang lain. Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa sebagian atau keseluruhan skripsi ini hasil karya orang lain, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Makassar, 18 Februari 2023 Yang menyatakan

Audrelya Jeannette Thomas Putri

(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT dimana sudah memberi hidayah serta rahmatnya hingga penulis bisa menyelesaikan skripsi berjudul “Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 Sampai dengan Tahun 2022”.

Skripsi disusun agar memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa Makassar.

Skripsi ini dipersembahkan kepada kedua orang tua penulis tercinta, Bapak Thomas Tandi Papiang serta Ibu Ruth Nisa, dimana selalu memberi semangat pada penulis agar mengerjakan skripsi ini hingga selesai.

Skripsi ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih pada kesempatan ini:

1. Bapak DR.Dr. Ilham Jaya Patellongi. M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa Makassar pada masanya.

2. Bapak Dr. Marhaen Hardjo, M. Biomed, PhD., selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa Makassar pada masanya.

3. Bapak Dr. dr Bachtiar Baso, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa Makassar

4. Dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And selaku Dosen Pembimbing I akan semua perhatiannya didalam meluangkan waktu untuk memberikan saran serta arahan pada penulis hingga skripsi ini bisa terselesaikan.

5. Dr. Desi Dwirosalia NS, M. Biomed selaku Dosen Pembimbing II akan semua perhatiannya didalam meluangkan waktu serta pertimbangannya untuk memberi saran serta arahan pada penulis hingga skripsi ini bisa terselesaikan.

6. Dr. Baedah Madjid, Sp. Mk (K) sebagai dosen serta orang tua dimana secara konsisten berjuang untuk menyediakan waktu dan

(6)

perhatian yang diperlukan untuk memberikan petunjuk dan arahan pada penulis hingga skripsi ini bisa terselesaikan.

7. Dr. Anisyah Hariadi, M.Kes, selaku Ketua Program Studi Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa Makassar.

8. Semua dosen serta staff Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa Makassar.

9. Sahabatku Jelita Pristika Tandiarrang, Roland parinding, Nur Wahyuli, Nur Fadilla, Elsya Mayora, Mardewiyanti Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan, dorongan, dan benar- benar membantu penulis dalam menyelesaikan tesis ini.

10. Terima kasih pada seluruh pihak dimana sudah membantu penulis menyelesaikan skripsi dengan berjalan bersamanya, menyemangati, dan mendukungnya dengan cara dimana tidak bisa disebutkan semuanya.

Makassar, 18 Februari 2023

Penulis

Audrelya Jeannette Thomas Putri

(7)

Audrelya Jeannette Thomas Putri. Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi yand Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi Wilayah di Indonesia Periode Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2022 (Dibimbing oleh dr. Rahmawati Thamrin, Sp,And dan dr. Desi Dwirosalia NS, M.Biomed)

ABSTRAK

Tanaman obat keluarga adalah berbagai tanaman obat pilihan yang ditanam pada pekarangan ataupun di sekitaran rumah. Tanaman obat dipilih seringkali dimanfaatkan sebagai penolong pertama ataupun pengobatan ringan.

Tujuan penelitian yakni agar memahami jenis tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode 2012 hingga 2022.

Metode penelitian dipakai yakni metode systematic review menggunakan pendekatan deskriptif observasional, memakai jurnal penelitian mengenai jenis tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam pada pekarangan masyarakat pada beberapa wilayah Indonesia periode tahun 2012 hingga 2022, dimana tujuannya agar memahami jenis tanaman obat keluarga.

Analisis temuan studi dari sebelas jurnal penelitian mengungkapkan 37 jenis tanaman obat pekarangan yang tercatat pada jurnal penelitian meliputi jenis tanaman obat herbal, jenis tanaman obat bumbu dapur, jenis tanaman obat sayuran dan jenis tanaman obat buah.

Kesimpulan tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode 2012 sampai dengan tahun 2022 yaitu tanaman obat herbal, bumbu dapur, sayuran dan buah.

Kata Kunci: Tanaman obat herbal, tanaman obat bumbu dapur, tanaman obat sayuran, tanaman obat buah

(8)

Audrelya Jeannette Thomas Putri. Types of Medicinal Plants Consumed and Planted in Residents Yards in Several Locations in Indonesia for the Period 2011 to 2022 (Supervised dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And and dr. Desi Dwirosalia NS, M.Biomed)

ABSTRACT

Family medicinal plants are a variety of carefully chosen medicinal plants that are grown in the yard or in the vicinity of a home. The chosen medicinal plants are often those that may be utilized as first aid or mild medications.

This study's goal was to identify the different kinds of therapeutic herbs consumed which were grown in the yards of residents in various Indonesian areas from 2012 through 2022.

A systematic review was chosen as the research methodology for this study method with a descriptive observational approach, using research journals on the types of medicinal plants consumed that are grown in residents' yards The analysis of the eleven academic journals' findings revealed.

The results of the eleven research journals analyzed showed that there were 37 types of garden medicinal plants recorded in research journals including types of herbal medicinal plants, types of medicinal herbs for cooking, types of vegetable medicinal plants and types of fruit medicinal plants.

The conclusion is that medicinal plants for consumption grown in residents' yards in a number of Indonesian locales from 2012 to 2022 are herbal medicinal plants, medicinal herbs for cooking, vegetable medicinal plants and fruit medicinal plants.

Keywords: Herbal medicinal plants, medicinal herbs, vegetable medicinal plants, fruit medicinal plants

(9)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PENGAJUAN HALAMAN PERSETUJUAN

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI KATA PENGANTAR

ABSTRAK ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR SINGKATAN LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Pertanyaan Penelitian D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum 2. Tujuan khusus E. Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori

a. Definisi Tanaman Obat Keluarga b. Klasifikasi Tanaman Obat Keluarga c. Epidemiologi

d. Budidaya Tanaman Obat Keluarga e. Jenis Tanaman Obat Keluarga yang

Dikonsumsi

f. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga B. Kerangka Teori

BAB III. KERANGKA KONSEP HIPOTESIS DAN DEFINISI OPERASIONAL

A. Kerangka Konsep B. Definisi Operasional

BAB IV. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian

Halaman i ii iii iv v viii ix x xii xiii xiv xv 1 1 2 2 3 3 3 4

5 5 5 5 43 43 52 66 84 85

85 86 104 104

(10)

B. Tempat dan Waktu Penelitian 104

1. Tempat Penelitian 104

2. Waktu Penelitian 105

C. Populasi dan Sampel Penelitian 106

1. Populasi Peneitian 106

2. Sampel Penelitian 106

D. Kriteria Jurnal Penelitian 106

Kriteria Inklusi Jurnal Penelitian 106

E. Cara Pengambilan Jurnal Sumber Data 110

F. Teknik Pengumpulan Data 110

G. Alur Penelitian 111

H. Prosedur Penelitian 112

I. Pengolahan dan Analisis Data 121

J. Aspek Etika Penelitian 121

BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN 122 A. Hasil 122 B. Pembahasan 139 C. Keterbatasan Penelitian 143

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN 144

A. Kesimpulan 144

B. Saran 145

DAFTAR PUSTAKA 146

(11)

DAFTAR TABEL

Judul Tabel

Tabel 1 Kategori Tanaman Sayuran yang dapat Ditanam di Pekarangan

Tabel 2 Jenis Pemanfaatan Tanaman Obat

Tabel 3 Jurnal Penelitian Tentang Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 sampai dengan tahun 2022, yang Dipakai Sebagai Sumber Data Penelitian

Tabel 4 Distribusi Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2022, Bersdasarkan Jenis Tanam Obat Herbal

Tabel 5 Distribusi Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2022, Bersdasarkan Jenis Tanam Obat Bumbu Dapur Tabel 6 Distribusi Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi

yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2022, Bersdasarkan Jenis Tanam Obat Sayuran Tabel 7 Distribusi Jenis Tanaman Obat yang Dikonsumsi

yang Ditanam di Pekarangan Penduduk di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2022, Bersdasarkan Jenis Tanam Obat Buah

Halaman 44 66

107

123

127

131

138

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7 Gambar 8 Gambar 9 Gambar 10 Gambar 11 Gambar 12 Gambar 13 Gambar 14 Gambar 15 Gambar 16 Gambar 17 Gambar 18 Gambar 19 Gambar 20 Gambar 21 Gambar 22 Gambar 23 Gambar 24 Gambar 25 Gambar 26 Gambar 27 Gambar 28 Gambar 29 Gambar 30 Gambar 31 Gambar 32 Gambar 33 Gambar 34 Gambar 35 Gambar 36 Gambar 37 Gambar 13 Gambar 14 Gambar 15

Judul Gambar Daun Sirih

Kumis Kucing Jambu Biji Sambiloto Alang-alang Lidah Buaya Pegagan Lempuyang Sidaguri Cocor Bebek Jahe

Kunyit Serai Lengkuas Kencur

Bawang Merah Bawang Putih Jarak Pagar Kelor

Kecibeling Kemangi Pandan Miana Bayam Katuk Gedi Kangkung Mengkudu

Belimbing Wuluh Sirsak

Pepaya Alpukat Jeruk Nipis Srikaya

Mahkota Dewa Mangga

Cabe Jawa Kerangka Teori Kerangka Konsep Alur Penelitian

Halaman 5 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 84 85 111

(13)

Gambar 16

Gambar 17

Gambar 18

Gambar 19

Diagram Lingkaran Jumlah Tanaman Obat 125 yang dikonsumsi yang ditanam di

pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah di Indonesia periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2022, berdasarkan jenis tanaman obat herbal

Diagram Lingkaran Jumlah Tanaman Obat 129 yang dikonsumsi yang ditanam di

pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah di Indonesia periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2022, berdasarkan jenis tanaman obat bumbu dapur

Diagram Lingkaran Jumlah Tanaman Obat 133 yang dikonsumsi yang ditanam di

pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah di Indonesia periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2022, berdasarkan jenis tanaman obat sayuran

Diagram Lingkaran Jumlah Tanaman Obat 137 yang dikonsumsi yang ditanam di

pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah di Indonesia periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2022, berdasarkan

jenis tanaman obat buah

(14)

DAFTAR SINGKATAN

Singkatan KEMENKES TOGA

Arti dan Keterangan Kementrian Kesehatan

Tanaman Obat Keluarga

(15)

LAMPIRAN

Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6

Judul Lampiran Jadwal Penelitian

Tim peneliti dan Biodata Peneliti Utama Rincian Biaya Penelitian dan Sumber Dana Rekomendasi Persetujuan Etik

Sertifikat Bebas Plagiarisme Sertifikat Bebas Plagiarisme

Halaman 151 152 154 155 156 157

(16)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tanaman obat keluarga yakni pada pekarangan rumah ataupun disekitaran rumah, ditanam berbagai tanaman obat pilihan. Tanaman obat dimana dipilih seringkali bisa dimanfaatkan sebagai penolong pertama ataupun pengobatan ringan.1

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tumbuh pada kebun, pekarangan rumah, maupun di alam liar sebagai bahan pengobatan alami. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sering dimanfaatkan masyarakat sebagai obat herbal. Hal tersebut karena TOGA mengandung berbagai zat aktif yang berfungsi mencegah serta mengobati penyakit2.

Setelah Brazil, studi ilmiah menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati paling tinggi kedua didunia. Meskipun diperkirakan ada 30.000 spesies tanaman di hutan tropis Indonesia, hanya sekitar 200 dimana dipakai menjadi bahan baku industri obat tradisional di tanah air, menurut sejumlah penelitian. Diperkirakan saat ini terdapat 1.260 spesies tumbuhan obat yang berbeda di Indonesia, ditemukan di berbagai ekosistem hutan. Dari 180 spesies yang tercantum dalam bagan standar industri obat tradisional, sebagian besar telah digunakan secara komersial.

Tanaman obat keluarga meliputi berbagai macam jenis tanaman, antara lain sirih, kumis kucing, daun jambu biji, jahe, kunyit, serai, pare, kelor, katuk, mengkudu, mahkota dewa, dan sirsak.

Kebanyakan orang yang menggunakan tanaman obat melaporkan sedikit efek negatif. didalam jumlah sesuai, pada waktu sesuai, dengan teknik sesuai, dan dengan komponen dipilih secara cermat, obat-obatan sintetis semakin banyak digunakan sebagai bentuk perawatan medis

(17)

karena orang-orang beradaptasi dengan zaman modern dan memanfaatkan pilihan medis yang lebih baik. Oleh karena itu, penggunaan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) sangat jarang dilakukan. Akibatnya, banyak anak muda saat ini yang masih awam dengan tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan2.

B. Rumusan Masalah

Tanaman obat keluarga adalah berbagai tanaman obat pilihan dimana ditanam pada sekitaran ataupun pekarangan rumah. Tanaman obat dipilih seringkali bisa dimanfaatkan sebagai penolong pertama ataupun pengobatan ringan. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sering digunakan masyarakat menjadi obat herbal. Hal tersebut karena TOGA mengandung berbagai zat aktif yang berfungsi mencegah serta mengobati penyakit.

Berdasaarkan hal tersebut, maka rumusan masalah pada penelitian yakni “Jenis Tanaman Obat dimana Dikonsumsi yang Ditanam pada Pekarangan Penduduk di Beberapa Wilayah Indonesia Periode 2012 hingga 2022?”

C. Pertanyaan Penelitian

1. Bagaimanakah distribusi tanaman obat dimana dikonsumsi yang ditanam pada pekarangan penduduk dibeberapa lokasi wilayah Indonesia periode 2012 hingga 2022, didasari jenis tanaman obat herbal?

2. Bagaimanakah distribusi tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk dibeberapa wilayah Indonesia periode 2012 hingga 2022, didasari jenis tanaman obat bumbu dapur?

3. Bagaimanakah distribusi tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk pada wilayah Indonesia periode 2012 hingga 2022, didasari jenis tanaman obat sayuran?

(18)

4. Bagaimanakah distribusi tanaman obat dimana dikonsumsi yang ditanam pada pekarangan penduduk dibeberapa wilayah Indonesia periode 2012 hingga 2022, didasari jenis tanaman obat buah?

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Agar memahami jenis tanaman obat dimana dikonsumsi ditanam pada pekarangan penduduk di eberapa lokasi wilayah Indonesia periode 2012 hingga 2022.

2. Tujuan Khusus

a. Agar memahami distribusi tanaman obat dimana dikonsumsi yang ditanam pada pekarangan penduduk dibeberapa lokasi wilayah Indonesia periode 2012 hingga 2022, berdasarkan jenis tanaman obat herbal.

b. Agar memahami distribusi tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk dibeberapa wilayah Indonesia periode 2012 hingga 2022, berdasarkan jenis tanaman obat bumbu dapur.

c. Untuk mengetahui distribusi tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk dibeberapa wilayah Indonesia periode 2012 hingga 2022, berdasarkan jenis tanaman obat sayuran.

d. Untuk mengetahui distribusi tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk dibeberapa wilayah Indonesia periode 2012 hingga 2022, berdasarkan jenis tanaman obat buah.

(19)

E. Manfaat Penelitian

1. Manfaat bagi Institusi Kedokteran dan Kesehatan

a. Menjadi bahan bacaan bagi civitas akademika di perguruan tinggi kesehatan dan kedokteran.

b. Hal ini dimaksudkan agar temuan penelitian bisa menambah pemahaman serta memberi ilustrasi tentang jenis tanaman obat dimana digunakan dan ditanam pada sekitaran rumah.

2. Manfaat bagi Tenaga Kesehatan

Hasil penelitian bisa digunakan menjadi acuan promosi kesehatan mengenai tanaman obat dari petugas kesehatan dengan tujuan agar mengonsumsi tanaman obat.

3. Manfaat bagi Peneliti

a. Meningkatkan dan meningkatkan pemahaman tentang berbagai varietas tanaman obat dimana bisa dimakan yang dipelihara pada sekitaran rumah orang.

b. Berkembang menjadi alat untuk pertumbuhan pribadi dan untuk memperkaya studi penulis.

(20)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

a. Definisi Tanaman Obat Keluarga

Tanaman obat keluarga adalah berbagai tanaman obat pilihan dimana ditanam dipekarangan ataupun disekitaran tempat tinggal. Tanaman obat menjadi pilihan seringkali bisa dimanfaatkan sebagai penolong pertama atau pengobatan ringan1.

b. Klasifikasi Tanaman Obat Keluarga

1. Sirih (Piper batle L.)

Gambar 1. Sirih

(Sumber: Gendrowati, 2015)

(21)

1) Klasifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnoliopsida : Piperales : Piperaceae : Piper

: Piper batle L.1 2) Nama Daerah

Sumatera: ranub (Aceh), Belo (Batak Karo), Demban (Batak Toba)20, Kalimantan:Uwit (Dayak)20, Jawa: seureuh (Sunda), Suruh (Jawa), Sere (Madura)20, Bali: Base, Sedah20, Nusa Tenggara: Nahi (Bima), Kuta (Sumba)20, Sulawesi: Gapura (Bugis), Sangi (Talaud)20, Maluku: Amu (Ambon)20, Papua: Afo (Sentani)20

3) Bagian yang digunakan adalah daun segar20

(22)

2. Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth.)

Gambar 2. Kumis Kucing

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Klasifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnoliopsida : Lamiales : Lamiaceae : Orthosiphon

: Orthosiphon stamineus Benth.1 2) Nama Daerah

Sumatera: kumis kucing1, Jawa: kumis kucing (Sunda), Remujung, Salaseyan (Jawa), Soengot Koceng (Madura)1

3) Bagian yang digunakan adalah daun segar1

(23)

3. Jambu Biji (Psidium guajava L.)

Gambar 3. Jambu Biji

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Myrtales : Myrtaceae : Psidium

: Psidium guajava L.1 2) Nama Daerah

Sumatera: Glima Bereueh (Aceh), Jawa: Jambu Biji (Madura) Sotong1, Kalimantan: Libu (Dayak)1, Sulawesi: Gayomas (Manado)

3) Bagian yang digunakan adalah daun muda1

(24)

4. Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) wall ex Nees.)

Gambar 4. Sambiloto

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae : Tracheophyta : Magnolipsida : Lamiales : Acanthaceae

: Andrographis wall. Ex Nees

: Andrographis paniculata (Burm.f.) wall ex Nees.1 2) Nama Daerah

Ki peurat, takilo (Sunda), bidara, sadilata, sambilata, takila (Jawa) 3) Bagian yang digunakan adalah daun muda1

(25)

5. Alang-alang (Imperata cylindrica L. Raeusch)

Gambar 5. Alang-alang

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Liliopsida : Poales : Poaceae : Imperata

: Imperata cylindrica L. Raeusch1 2) Nama Daerah

Sumatera: rih (Batak), Jawa: ki eurih (Sunda)1, Kalimantan: halalang1, Papua: kalepip (Kalana)

3) Bagian yang digunakan adalah daun muda1

(26)

6. Lidah Buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.)

Gambar 6. Lidah Buaya

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : liliopsida : Asparagales : Xanthorrhoeaceae : Aloe

: Aloe vera (L.) Burm.f.1 2) Nama Daerah

Lidah buaya

3) Bagian yang digunakan adalah daun muda1

(27)

7. Pegagan (Centella asiatica L.)

Gambar 7. Pegagan

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Apiales : Apiaceae : Centella

: Centella asiatica L.1 2) Nama Daerah

Sumatera: daun kaki kuda, Jawa: antanan (Sunda) Sotong1, Papua:

gogauke

3) Bagian yang digunakan adalah daun muda1

(28)

8. Lempuyang Wangi (Zingiber zerumbet (L.) Roscoe ex Sm)

Gambar 8. Lempuyang Wangi

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Lilipsida

: Zingiberales : Zingiberaceae : Zingiber

: Zingiber zerumbet (L.) Roscoe ex Sm1 2) Nama Daerah

Sumatera: lempuyang wangi (Melayu), Jawa: lempuyang room (Madura) 3) Bagian yang digunakan adalah daun muda1

(29)

9. Sidaguri (Sida rhombifolia L.)

Gambar 9. Sidaguri

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae : Tracheophyta : Magnolipsida : Malvales : Malvaceae : Sida

: Sida rhombifolia L.1 2) Nama Daerah

Sumatera dan Sulawesi: sidaguri, Jawa: sadagori, Nusa Tenggara:

kahindu

3) Bagian yang digunakan adalah seluruh bagian tumbuhan segar1

(30)

10. Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.)

Gambar 10. Cocor Bebek

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Saxifragales : Crassulaceae : Kalanchoe

: Kalanchoe pinnata L.1 2) Nama Daerah

Sumatera: beueu (Aceh), Jawa: suru bebek1 3) Bagian yang digunakan adalah daun muda1

(31)

11. Jahe (Zingiber officinale Rosc.)

Gambar 11. Jahe

(Sumber: Gendrowati, 2015)

1) Klasifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Spermatophyta : Monocotyledone : Zingiberales : Zingiberaceae : Zingiber

: Zingiber officinale Rosc1. 2) Nama Daerah

Sumatera: Halia (Aceh), Sipodeh (Minangkabau), Jae (Jawa), Kalimantan: Lai (Dayak)20, Sulawesi: Melito (Gorontalo), Pese (Bugis)20 3) Bagian yang digunakan adalah rimpang2

(32)

12. Kunyit (Curcuma domestica Val. Syn. Curcuma Longa L.)

Gambar 12. Kunyit

(Sumber: Gendrowati, 2015)

1) Klasifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Spermatophyta : Monocotyledon : Zingiberales : Zingiberaceae : Curcuma

: Curcuma domestica Val. Syn. Curcuma Longa L.1 2) Nama Daerah

Sumatera: Kunyet (Aceh)21, Kalimantan: Janar (Banjar), Jawa: Koneng, Nusa Tenggara: Kunyik (Sasak); Sulawesi: Hamu (Sangir)21

Maluku : Kumino, Unin (Ambon)21, Irian: Kandeifu (Nufor), Yaw (Arzo)21 3) Bagian yang digunakan adalah rimpang21.

(33)

13. Serai (Cymbopogon nardus L. Rendle.)

Gambar 13. Serai

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

1) Klasifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Monocotyledonae : Poales

: Poaceae : Cymbopogon

: Cymbopogon nardus L. Rendle22 2) Nama Daerah

Sumatera: Sere Mangat, Sarai21, Jawa: Sere21, Kalimantan: Belangkak21, Nusa Tenggara: See21, Sulawesi: Tonti, Maluku:Tapisa-Pisa21

3) Bagian yang digunakan adalah herbal21.

(34)

14. Lengkuas (Alpina galnga (L.) Wild)

Gambar 14. Lengkuas

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Liliopsida : Zingiberales : Zingiberaceae : Alpina

: Alpina galnga (L.) Wild1 2) Nama Daerah

Sumatera: lengkueneh (Gayo)1, Jawa: laju (Sunda), Nusa Tenggara:

laos, Sulawesi: ringkuwas (Minahasa)1 3) Bagian yang digunakan adalah rimpang.

(35)

15. Kencur (Kaempferia galanga L.)

Gambar 15. Kencur

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Zingibirales : Zingiberaceae : Kaemferia

: Kaempferia galanga L.22 2) Nama Daerah

Sumatera: ceuko (Aceh)1, Jawa: kencor (Madura), Sulawesi: cakue (Minahasa)

3) Bagian yang digunakan adalah rimpang1.

(36)

16. Bawang Merah (Allium cepa L.)

Gambar 16. Bawang Merah

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Spermatophyta : Monocotyledonae : Liliales

: Liliaceae : Allium

: Allium cepa L.22 2) Nama Daerah

Sumatera: abang mirah (Aceh)1, Jawa: bawang beureum (Sunda)1, Bali:

jasun mirah

3) Bagian yang digunakan adalah umbi1.

(37)

17. Bawang Putih (Allium sativum L.)

Gambar 17. Bawang Putih

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Spermatophyta : Monocotyledonae : Liliales

: Liliceae : Allium

: Allium sativum L.22 2) Nama Daerah

Jawa: bawang Sulawesi: lasuna kebo (Makassar), lasuna moputi (Manado)

3) Bagian yang digunakan adalah umbi1.

(38)

18. Jarak pagar (Jatropha curcas L.)

Gambar 18. Jarak Pagar

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Euphorbiales : Euphorbiaceae : Jatropha

: Jatropha curcas L.22 2) Nama Daerah

Sumatera: Nawaih nawas (Aceh)1, Jawa: Jara budge (Sunda), Nusa Tenggara: lulu mau, paku kase (Timor)1, Sulawesi: tanggang-tanggang 3) Bagian yang digunakan adalah getah atau minyak1.

(39)

19. Kelor (Moringa oleifera Lamk.)

Gambar 19. Kelor

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Dicotyledoneae : Brassicales

: Moringaceae : Moringa

: Moringa oleifera Lamk.24 2) Nama Daerah

Jawa: Marangghi (Madura), Kelor (Sunda)25, Sulawesi: Keloro (Bugis)25, Gorontalo: Kelor25, Nusa Tenggara: Moltong (Flores)25

3) Bagian yang digunakan adalah daun segar25.

(40)

20. Kecibeling (Strobilanthes crisps BI.)

Gambar 20. Kecibeling

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnoliopsida : Scrophulariales : Acanthaceaea : Strobilanthes

: Strobilanthes crisps BI22 2) Nama Daerah

Sumatera: Kayu gabir, kembang bugang26, Jawa: keji beling26 3) Bagian yang digunakan adalah daun segar26.

(41)

21. Kemangi (Ocium basilicum L.)

Gambar 21. Kemangi

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Lamiales : Lamiaceae : Ocium

: Ocium basilicum L.22 2) Nama Daerah

Sumatera: mamata, simani1, Jawa: katu, kerakur 3) Bagian yang digunakan adalah seluruh tanaman1.

(42)

22. Pandan (Pandanus amary L.)

Gambar 22. Pandan

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Liliopsida : Pandanales : Pandanaceae : Pandanus

: Pandanus amary L.22 2) Nama Daerah

Sumatera: pandan jau1, Jawa: pandan wangi, pandan rampe, Sulawesi:

kelamoni

3) Bagian yang digunakan adalah semua tumbuhan.

(43)

23. Miana (Coleus atropurpureus L. Benth)

Gambar 23. Miana

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Lamiales : Lamiaceae : Coleus

: Coleus atropurpureus L. Benth22 2) Nama Daerah

Sumatera: sigresing (Batak)1, Jawa: iler (jawa tengah), Sulawesi: ati-ati (Bugis), serewung (Minahasa)

3) Bagian yang digunakan adalah getah atau minyak1.

(44)

24. Bayam duri (Jatropha curcas L.)

Gambar 24. Bayam duri

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Asterales : Asteraceae : Lactuca

: Lactuca sativa L.22 2) Nama Daerah

Sumatera: Nawaih nawas (Aceh)1, Jawa: Jara budge (Sunda), Nusa Tenggara: lulu mau, paku kase (Timor)1, Sulawesi: tanggang-tanggang 3) bagian yang digunakan adalah seluruh tanaman

(45)

25. Katuk (Jatropha curcas L.)

Gambar 25. Katuk

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Malpighiales : Euphorbiaceae : Sauropus

: Sauropus androgynus (L.) Merr.22 2) Nama Daerah

Sumatera: Nawaih nawas (Aceh)1, Jawa: Jara budge (Sunda), Nusa Tenggara: lulu mau, paku kase (Timor)1, Sulawesi: tanggang-tanggang 3) Bagian yang digunakan adalah getah atau minyak1.

(46)

26. Gedi (Jatropha curcas L.)

Gambar 26. Gedi

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Malvales : Malvaceae

: Abelmoschus Medik

: Abelmoschus manihot L Medik22 2) Nama Daerah

Sumatera: Gidi (Aceh)1, Jawa: ki dedi, edi (Sunda), Sulawesi: gedi (Bugis, Makassar), gidi (Minahasa)

3) Bagian yang digunakan adalah getah atau minyak1.

(47)

27. Kangkung (Ipomea reptans poir L.)

Gambar 27. Kangkung

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Solanales : Convolvulaceae : Ipomea

: Ipomea reptans poir L.22 2) Nama Daerah

Sumatera: kangkueng1, Sulawesi: kango, Maluku: utango 3) Bagian yang digunakan adalah seluruh tumbuhan.

(48)

28. Mengkudu (Morinda citrifoliaL.)

Gambar 28. Mengkudu

(Sumber: Dinas Pertanian dan Pangan Bandung)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Spermatophyta : Dicotyledone : Rubiales : Rubiaceae : Morinda

: Morinda citrifoliaL1 2) Nama Daerah

Sumatera: Keumudee (Aceh) 28, Jawa: Pace Kudu (Sunda)28, Kalimantan: Rewonong (Dayak)28, Nusa Tenggara: Bakulu28, Bali:

Wangkudu28

3) Bagian yang digunakan adalah buah segar28.

(49)

29. Belimbing Wuluh (Averrhoa abtusangulata Stokes.)

Gambar 29. Belimbing Wuluh

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Oxalidase : Oxalidaceae : Averrhoa

: Averrhoa abtusangulata Stokes1 2) Nama Daerah

Sumatera: Belimbing asam (Melayu)1, Jawa: Balimbing (Sunda)1, Nusa Tenggara: limbi (Bima)1, Sulawesi: bainang (Makassar), calene (Bugis)1 3) Bagian yang digunakan adalah daun, bunga dan buah segar1.

(50)

30. Sirsak (Annona muricata L)

1) Klasifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

2) Nama Daerah

Gambar 12. Sirsak

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

: Plantae

: Spermatophyta : Dicotyledonae : Polycarpiceae : Annonaceae : Annona

: Annona muricata L.22

Sumatera: Durian Betawi (Minangkabau)29

Jawa: Nangka Walanda (Sunda), Nangka Buris atau Nangkelan (Madura)29, Bali: Skrikaya Jawa29, Sulawesi: Atis, Mangka, Walanda (Sulawesi Utara), Lange Lo Walanda (Gorontalo), Srikaya Balanda (Makassar dan Bugis)29

3) Bagian yang digunakan adalah buah segar dan daun29.

(51)

31. Pepaya (Carica pepaya L.)

Gambar 30. Pepaya

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Violales : Caricaceae : Carica

: Carica pepaya L22. 2) Nama Daerah

Sumatera: ralempaya, punti kayu1, Jawa: kates, gedang (Sunda), Nusa Tenggara: kalajawa, padu1, Sulawesi: kalapay, kaliki, unti jawa

3) Bagian yang digunakan adalah buah, akar, daun dan biji segar1.

(52)

32. Alpukat (Persea americana Mill.)

Gambar 31. Alpukat

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Laurales : Lauraceae : Persea

: Persea americana Mill.22 2) Nama Daerah

Sumatera: boah pokat, jamboo pokat (Batak)1, Jawa: alpuket, alpokat, advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung)

3) Bagian yang digunakan adalah buah segar1.

(53)

33. Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle)

Gambar 32. Jeruk Nipis

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Sapindales : Rutaceae : Citrus

: Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle22 2) Nama Daerah

Sumatera: kelangsa (Aceh)1, Jawa: jeruk pecel, jeruk nipis (Sunda)1, Sulawesi: lemo ape, lemo kapasa (Bugis), lemo kadasa (Makassar) 3) Bagian yang digunakan adalah daun dan buah segar1.

(54)

34. Srikaya (Annona squamosa L.)

Gambar 33. Srikaya

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Ranunculales : Annonaceae : Annona

: Annona squamosa L.22 2) Nama Daerah

Sumatera: delima bintang, serba bintang, sarikaya 1, Jawa: sarikaya, serkaya, surikaya, sirikaja, Nusa Tenggara: sirkaya, garoso1, Sulawesi:

atis soe walanda, sirikaya, perse, atis

3) Bagian yang digunakan adalah buah dan daun segar1.

(55)

35. Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl)

Gambar 34. Mahkota Dewa

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae : Tracheophyta : Magnolipsida : Thymelacales : Thymeiaceae : Phaleria

: Phaleria macrocarpa Boeri22 2) Nama Daerah

Sumatera: simalakama1, Jawa: mahkota dewa 3) Bagian yang digunakan adalah daun dan kulit buah1.

(56)

36. Mangga (Mangievera indica L.)

Gambar 35. Mangga

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Sapindales : Anacardiaceae : Mangifera

: Mangifera indica L.22 2) Nama Daerah

Sumatera: mamplam (Aceh)1, Jawa: pelem, Bali: ampelm1, Sulawesi:

pao

3) Bagian yang digunakan adalah getah atau minyak1.

(57)

37. Cabe Jawa (Jatropha curcas L.)

Gambar 36. Cabe Jawa

(Sumber: Kemenkes RI, 2017)

1) Kalsifikasi Kerajaan Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Plantae

: Magnoliophyta : Magnolipsida : Piperales : Piperaceae : Piper

: Piper retrofractum Vahl1 2) Nama Daerah

Sumatera: lapa panjang, cabe jawa1, Jawa: cabe areuy (Sunda), cabe ongghu1, Sulawesi: cabai

3) Bagian yang digunakan adalah daun, akar dan buah1.

(58)

c. Epidemiologi

Setelah Brazil, studi ilmiah menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tertinggi kedua di dunia. Meskipun diperkirakan ada 30.000 spesies tanaman di hutan tropis Indonesia, hanya sekitar 200 yang digunakan sebagai bahan baku industri obat tradisional di tanah air, menurut sejumlah penelitian. Diperkirakan saat ini terdapat 1.260 spesies tumbuhan obat yang berbeda di Indonesia, ditemukan di berbagai ekosistem hutan. Dari 180 spesies yang tercantum dalam bagan standar industri obat tradisional, sebagian besar telah digunakan secara komersial.1.

d. Budidaya Tanaman Obat Keluarga

Dalam buku “Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Meningkatkan Gizi Keluarga” oleh Ayuningtyas (2019) tentang budidaya tanaman obat pekarangan. Munculnya penyakit kusta di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain7:

a. Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah

Anggota masyarakat dapat beralih ke kebun nutrisi sebagai salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan makanan keluarga mereka. Setiap rumah tangga dapat memiliki kebun sendiri yang kaya nutrisi di halaman belakang rumahnya sendiri. Nilai kebun nutrisi jauh melampaui manfaat nyata memiliki sumber produk segar dan sehat yang dapat diandalkan yang ditanam di rumah dan potensi pendapatan tambahan untuk rumah tangga.

Sayur-sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah seperti empon-empon semuanya cocok ditanam di kebun yang bisa dimakan ini. Masyarakat bisa mendapatkan semua vitamin, mineral, dan serat makanan yang mereka butuhkan dari produk yang ditanam di kebun nutrisi, menghemat uang mereka7.

b. Jenis Tanaman yang Dapat Ditanam

Sayuran, pohon buah-buahan, dan rempah-rempah (secara kolektif disebut sebagai empon-empon) adalah pilihan yang layak untuk taman

(59)

rumah. Hasil panen pekarangan dapat mencukupi kebutuhan gizi keluarga dan menambah pendapatan rumah tangga. Sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah hampir selalu perlu diberi makan. Tanaman yang cocok untuk pekarangan perumahan antara lain sebagai berikut8:

1) Sayuran

Berkebun di pekarangan memungkinkan untuk budidaya sayuran buah, sayuran daun, sayuran bunga, dan sayuran umbi7. Berikut ini adalah contoh tanaman yang dapat dimakan yang akan tumbuh subur di pekarangan rumah9:

Tabel 1. Kategori Tanaman Sayuran yang dapat Ditanam di Pekarangan

No. Kategori 1. Sayuran Buah

2. Sayuran Daun

3. Sayuran Bunga 4. Sayuran Umbi

Jenis Sayuran

Cabai besar, cabai rawit, kapri, kecipir, tomat, buncis, kacang Panjang, terong, mentimun, pare, paprika

Kangkung, bayam, sawi, bawang daun, kubis, selada, seledri, kemangi Kol, brokoli dan bunga pepaya

Wortel, kentang, bawang merag, bawang putih, lobak serta tanaman bumbu

(Ayuningtyas, et al., 2019) 2) Buah

Kontak buah merupakan salah satu dari sekian banyak produk pertanian yang bermanfaat. Hampir semua orang menikmati buah, dan nilai gizinya cukup untuk bertahan sepanjang hari. Anda dapat memakan buah dalam keadaan alami dan tidak berubah, atau Anda dapat menyiapkannya dengan berbagai cara (mentah, dimasak, dihaluskan, dll.). Hampir setiap rumah juga memiliki tanaman buah- buahan, yang memberikan keteduhan dan menyediakan sumber nutrisi yang mudah didapat dan murah.

Ada gerakan yang terjadi untuk mengembalikan kebun di halaman belakang, dan itu mendapatkan daya tarik di lingkungan di semua

(60)

tempat. Namun karena keterbatasan lahan, banyak buah-buahan yang ditanam dalam wadah yang disebut juga dengan tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot). Berikut ini adalah tanaman buah yang biasa ditanam di wadah7:

a) Sawo b) Kelengkeng c) Anggur d) Rambutan e) Jambu Air f) Jambu Biji g) Buah Naga h) Jeruk Nipis i) Jeruk Sunkist j) Mangga k) Delima l) Alpukat

Karena pekarangan dikembangkan lebih sempit, lebih banyak buah ditanam dalam pot. Manfaat Tabulampot juga antara lain (ini bukan hanya konsep baru dan menarik, tetapi juga menghasilkan pohon yang lebih pendek daripada di darat tetapi masih menghasilkan buah)7 : a) Mudah untuk dipindah lokasikan.

b) Buahnya cepat dipanen, dan lebih banyak hasilnya.

3) Empon-Empon

Jahe, kunyit, temulawak, kencur, dan serai adalah tanaman bumbu empon-empon. Tanaman ini tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu penyedap, tetapi juga sebagai obat herbal saat keluarga sedang tertimpa cuaca. Sebagai anggota TOGA (Keluarga Tanaman Obat) istilah empon-empon biasanya digunakan untuk menggambarkan jenis

lansekap ini.

(61)

c. Teknik dan Media Tanam untuk di Pekarangan

Pertumbuhan tanaman sayuran dan buah-buahan didorong oleh media tanam yang berkualitas tinggi, terutama bila hasil panennya diharapkan tinggi. Media tanam yang baik akan memenuhi kebutuhan tanaman yang dimaksudkan pada ketiga tingkatan (fisik, kimia, dan biologi). Berikut ini adalah kualitas media tanam yang ideal10:

1) Akar membutuhkan ruang untuk berkembang, jadi pastikan media tanam dapat menahan sendiri.

2) Karena porositasnya yang tinggi, air mudah diserap ke dalam tanah, dan kadar oksigen dan kelembapannya tepat.

3) Memiliki nutrisi pertumbuhan tanaman yang dibutuhkan tanah. Ini dapat dipasok baik oleh pupuk atau oleh aksi mikroorganisme tanah.

4) Steril, artinya tidak menularkan penyakit ke tanaman lain.

Berkebun sayur dan buah di halaman belakang bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pemilihan bibit hingga pengumpulan hasil panen.

Berikut adalah beberapa saran untuk menyiapkan halaman belakang Anda untuk penanaman sayur dan buah10.

1) Pemilihan Benih

Tujuannya adalah untuk menemukan benih terbaik dan memisahkannya dari yang lain. Kriteria berikut harus dipenuhi oleh benih yang digunakan10 :

a) Dihasilkan oleh ayah yang sehat dan sehat (superior).

b) Seharusnya tidak ada penyerbukan silang antara berbagai jenis benih tanaman.

c) Bebas dari penyakit dan serangga yang mengganggu.

d) Potensi perkecambahan dan pertumbuhannya cukup tinggi.

2) Penyiapan Benih

Dalam beberapa kasus, benih potensial tidak pernah ditanam. Biji besar lewati langkah ini. Untuk memastikan benih berkualitas tinggi yang dapat ditanam, prosedur ini dirancang untuk secara selektif mendorong tahap perkembangan benih tertentu. Tanam benih di polibag kecil, daun pisang, nampan persemaian, atau di lahan terbuka. Menanam benih di nampan

(62)

tanah adalah metode paling sederhana. Tanaman pembibitan perlu diberi jarak yang cukup jauh sehingga mereka tidak harus berkelahi satu sama lain untuk mendapatkan makanan. Ketika tanaman berumur 3-4 minggu atau memiliki 3-4 daun, tanaman siap ditransplantasikan ke media yang lebih besar. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa pembibitan harus dibuat11:

a) Untuk melindungi benih yang berkecambah dari tekanan lingkungan seperti serangga, hama, hujan, dan terlalu banyak sinar matahari.

b) Letakkan semua benih di satu area di mana bisa memberi mereka perhatian yang dekat dan konstan.

c) Menghasilkan bibit yang baik. 3) Penyiapan Media Tanam

Ketika benih sudah matang dan siap untuk dipindahkan, bisa mulai menyiapkan media tanamnya. Tanah dan pupuk biasanya dicampur bersama dalam rasio tertentu untuk membuat media ini. Bahan-bahannya seperti campuran satu bagian tanah, satu bagian pasir halus, dan satu bagian pupuk kendang10.

4) Pemindahan Bibit

Memindahkan benih yang berkecambah ke media tanam dimungkinkan.

Pemindahan dilakukan dengan hati-hati, dan segala upaya dilakukan untuk memastikan bahwa sebagian tanah tetap menempel pada benda tersebut10. Akar diperiksa kerusakan dan kekusutannya sebelum dibiarkan masuk lubang tanam secara lurus11.

5) Pemeliharaan dan Perawatan

Untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah, perlu dilakukan perawatan tanaman dengan pemupukan, penyiraman, dan pemangkasan secara teratur. Pemeliharaan yang konsisten sangat penting untuk kinerja yang optimal10. Memelihara taman mencakup tugas-tugas seperti penyiangan dan pembersihan, yang dapat menghambat perkembangan tanaman11.

(63)

5) Pemanenan

Dilakukan setelah tanaman matang dan menghasilkan buah, atau setelah sayuran berdaun mencapai usia panen11.

Di antara banyak metode dan pilihan media untuk berkebun di halaman adalah10:

1) Pot dan Polibag

Wadah tanam, atau "pot", adalah pilihan yang popular. Untuk alasan yang sama dapat mengurangi kebutuhan lahan, polybag sering digunakan dalam pembibitan dan penanaman tanaman. Polybag terbuat dari plastik hitam dengan lubang kecil di bagian bawah untuk drainase.

Alih-alih menggunakan pot, digunakan polybag. Polybag memiliki banyak keunggulan, antara lain kegunaannya, keterjangkauannya, ketahanannya terhadap karat, daya tahan, dan bobotnya yang ringan.

Bayam, cabai, tomat, sawi, dll. Merupakan contoh sayuran dan buah- buahan yang dapat ditanam dalam polybag10.

Praktek menanam tanaman buah dalam wadah (disebut "Tabulampot"

di industri) sedang marak saat ini. Tabulampot selalu ada di hampir setiap rumah saat ini. Sebagai bonus tambahan, menanam buah dalam wadah bisa membuat halaman depan atau belakang terlihat bagus11.

Ada beberapa teknik yang perlu dikembangkan agar tanaman dalam wadah mulai menghasilkan buah dengan cepat antara lain11 :

a) Memilih spesies tanaman dalam kaitannya dengan ketinggian.

b) Pemilihan benih merupakan langkah awal dalam proses panjang yang meliputi pemilihan wadah yang sesuai, jadwal pemupukan dan penyiraman, serta pemeliharaan rutin.

c) Berikan tanah dan wadah untuk tanaman. Setengah dari tanah, segenggam pasir, dan sepertiga bahan organik harus mengisi pot.

d) Pemupukan berlebihan dapat membahayakan tanaman, jadi jangan gunakan lebih dari yang direkomendasikan.

e) Pemangkasan membantu mengendalikan hama dan penyakit.

2) Vertikultur

(64)

Kata "vertikal" dan "budaya" keduanya berasal dari Bahasa Inggris.

Pengertian secara harafiah dalam konteks bercocok tanam adalah suatu cara bercocok tanam di suatu areal terbatas melalui bidang-bidang vertikal. Karena mahalnya harga tanah di negara maju, vertikultur menjadi semakin umum. Selain itu, beberapa varietas sayuran dapat ditanam dalam waktu bersamaan. Biaya awal pembuatan rak ini cukup tinggi, dan kekurangannya adalah jika tanaman di bawah ini ditumbuhi tanaman di atas, tidak akan terkena sinar matahari12.

Tidak masalah di mana meletakkan sistem vertikal, selama tanaman mendapatkan cukup cahaya, mereka akan berkembang. Metode ini bekerja dengan baik baik itu dipasang di teras yang luas atau di dalam.

Pemusnahan serangga pengganggu tanaman harus dilakukan dengan cara yang tidak menyebabkan kerusakan lingkungan, karena ini adalah salah satu dari tiga belas faktor yang harus diperhitungkan. Pengaturan ini memungkinkan pertumbuhan rumput mini dan gulma dan menyederhanakan pemeliharaan12. sawi, daun bawang, pakcoi, kangkung, bayam, caisim, selada bokor, seledri, dan daun bawang merupakan contoh tanaman yang tumbuh subur di taman vertikal14.

Membangun metode vertikal membutuhkan sedikit usaha. Langkah awal dalam produksinya adalah pembuatan rak yang akan berfungsi sebagai kerangka struktur. Talang, bambu, kaleng, botol, dan bahkan pot dapat digunakan untuk membuat rak. Kemudian Anda bisa membuat media tanam dengan menggabungkan tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Setelah media disiapkan, tanah ditambahkan ke rak; namun, aliran air terhambat jika tanah dipadatkan13. 3) Hidroponik

Hidroponik mengacu pada praktik menanam tanaman di air daripada di tanah. Metode ini berguna untuk pekarangan kecil. Sayuran sawi, tomat, cabai, brokoli, asparagus, dll. Hanya beberapa sayuran yang tumbuh subur di lingkungan hidroponik. Sayuran yang ditanam pada kedalaman yang berbeda dalam sistem hidroponik tidak selalu memiliki

(65)

ukuran yang sama. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya keseragaman dalam distribusi nutrisi dan cahaya. Pertumbuhan maksimum dicapai pada tanaman bagian atas dengan memberikan dosis awal nutrisi, sedangkan nutrisi yang tersisa dialirkan ke bawah ke tanaman bagian bawah15.

Hidroponik memiliki banyak manfaat dibandingkan metode berkebun tradisional, seperti15:

a) Peluang tanaman tumbuh dan menghasilkan buah ditingkatkan.

b) Kontrol hama yang lebih baik dan pemeliharaan yang lebih realistis.

c) Penggunaan pupuk yang ditingkatkan.

d) Mengganti tanaman yang telah mati adalah tugas yang lebih sederhana daripada merawat yang hidup.

e) Membutuhkan sedikit cara untuk pemeliharaan.

f) Selain peningkatan pertumbuhan, tanaman juga tidak akan mengambil kekotoran.

g) Peningkatan produktivitas dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di lapangan konvensional.

h) Pendapatan penjualan melebihi biaya input dalam kasus ini.

i) Dimungkinkan untuk menanam beberapa tanaman saat tidak musim.

j) Keamanan dari bencana alam seperti banjir, erosi, dan kekeringan, dan kemerdekaan dari unsur-unsur.

Hidroponik adalah pilihan populer untuk rumah tangga perkotaan yang tidak memiliki akses ke sebidang tanah yang cukup besar. Hidroponik memiliki banyak manfaat, tetapi juga memiliki beberapa kelemahan, seperti investasi awal yang tinggi, kebutuhan akan pengetahuan khusus untuk secara akurat menimbang bahan kimia, dan kesulitan dalam memperoleh dan memelihara peralatan hidroponik15.

d. Jenis Pupuk yang dapat Digunakan

Pemupukan sangat penting untuk kesehatan tanaman sayur dan buah.

Seperti manusia, tanaman membutuhkan nutrisi untuk berkembang, dan

(66)

pupuk ini dapat membantu menyediakannya. Bahan yang tercantum di bawah ini sangat penting untuk pengembangan tanaman.

1) Nitrogen (N)

Sederhananya, nitrogen adalah nutrisi yang membantu tanaman memperluas bagian berdaun dan bertangkai mereka. Daun besar dan hijau dapat dicapai dengan pemupukan dengan nitrogen. Jika tanaman tidak mendapatkan cukup nitrogen, mereka tidak akan tumbuh dengan cepat, akan tetap lebih kecil, dan tidak akan menghasilkan banyak. Nitrogen dalam ZA, Urea, pupuk hijau, pupuk kandang, dan kotoran burung menjadikannya pupuk yang berguna11.

2) Phospor (P)

Tanaman membutuhkan komponen ini untuk menghasilkan keturunan, seperti bunga, buah, dan biji. Tujuan kedua adalah untuk mempromosikan perkembangan akar yang sehat untuk meningkatkan stabilitas. Tingkat fosfor yang rendah dapat mengakibatkan perkembangan terhambat, dedaunan jarang, buah kecil, dan dedaunan kecoklatan. Dapat ditemukan di DS, TSP, Pupuk Hijau, pupuk kandang, bahkan kotoran burung sebagai pupuk11.

3) Kalium (K)

Kalium berkontribusi pada perkembangan gula pada tanaman, membuatnya lebih kuat dan kurang rentan terhadap layu dan penyakit.

Tanaman yang kekurangan sifat ini telah mengurangi produksi buah dan daun, kering, tepi daun kecoklatan, dan kerentanan terhadap penyakit. ZK, KCL, kali paten, dan abu kayu adalah contoh pupuk yang mengandung komponen ini11. Mengacu pada praktik menanam tanaman di air daripada di tanah. Metode ini berguna untuk pekarangan kecil. Sayuran sawi, tomat, cabai, brokoli, asparagus, dll. hanyalah beberapa sayuran yang tumbuh subur di lingkungan hidroponik. Sayuran yang ditanam pada kedalaman yang berbeda dalam sistem hidroponik tidak selalu memiliki ukuran yang sama. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya keseragaman dalam distribusi nutrisi dan cahaya. Pertumbuhan maksimum dicapai pada tanaman bagian

(67)

atas dengan memberikan dosis awal nutrisi, sedangkan nutrisi yang tersisa dialirkan ke bawah ke tanaman bagian bawah15.

e. Jenis Tanaman Obat Keluarga yang Dikonsumsi a. Jenis Tanaman Obat

1. Daun Sirih

Sirih merupakan tanaman merambat dengan tinggi 15 meter memiliki batang warna coklat, beruas-ruas untuk keluarnya akar.

Bentuk helaian daun seperti jantung, tumbuh selang-seling, bertangkai serta dilengkapi daun pelindung. Daun memberi aroma khas saat diremas. Buah buni, berbulu, bentuk bulat. Tumbuh pada ketinggian 300 meter diatas permukaan laut. Tumbuh subur di tanah kaya zat organik serta cukup air. Perbanyakan dengan setek sulur5. 2. Kumis Kucing

Kumis kucing merupakan tanaman akar tunggang, bentuk batang persegi empat sedikit beralur serta warnanya hijau keunguan. Daun bulat telur, lonjong, warna hijau, Panjangnya <10 cm dan lebarnya 3- 5 cm. Tangkainya bulat, warna ungu kehijauan, atau hijaunya tergantung pada varietas. Daun pada batang berhadapan serta selang-seling, tulang daunnya bercabang-cabang39.

3. Daun Jambu Biji

Jambu biji berpohon kecil dan tinggi 10 meter, memiliki banyak cabang, warna cokelat dan halus batangnya, serta mudah mengelupas. Daun berhadap-hadapan, tulang menyirip, bentuk bulat telur, permukaan lancip dan warna hijau tua. Daun muda warnanya lebih cerah dan berbulu. Buah berbentuk bulat telur, dagingnya warna putih hingga merah jambu, mempunyai banyak biji5.

Tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Tumbuh di tanah gembur di tempat terbuka dan banyak air. Perkembangan dengan generatif maupun vegetatif5. 4. Sambiloto

(68)

Sambiloto merupakan tanaman dengan tinggi 1-700 m di atas permukaan laut, tanaman terna yang tumbuh tegak hingga mencapai ketinggian 1 m, mempunyai bunga berwarna putih dengan tanda lembayung pada bibir bagian bawah.

5. Alang-alang

Alang-alang merupakan tumbuhan herba/rumput-rumputan mena yang tumbuh merayap atau menjalar dengan tinggi 30-180 cm. Akar serabut berwarna putih.

Batang sesungguhnya menjalar di bawah permukaan tanah beruas ruas, setiap ruas terdapat sisik putih yang merupakan daun yang mereduksi, batang semu tegak di atas permukaan tanah sebagai tempat munculnya bunga.

Daunnya tunggal, bagian pangkal yang saling menutupi, berbentuk pita, bertulang daun sejajar, kaku, bagian ujung runcing dan tajam, permukaan kasar dan berambut jarang, panjang 12-80 cm.

Bunga majemuk, berbentuk bulir, agak menguncup, panjang 6-28 cm. Setiap cabang berukuran 2,5-5 cm, tangkai bunga berdiameter 1- 3 mm. Kelopak dan mahkota bunga disebut lodikula, berwarna putih.

Benang sari berjumlah dua, panjang kepala sari 2,5-3,5 mm dan berwarna putih kekuningan atau ungu. Kepala putik berbentuk seperti bulu ayam.

Buah sejati tunggal yang kering, berbentuk lonjong, panjang 1 mm atau lebih, berwarna cokelat tua, berbulu dan berwarna kuning. Kulit buah berlekatan dengan kulit biji. Biji berbentuk lonjong dan berwarna cokelat.

6. Lidah Buaya

Lidah buaya merupakan tumbuhan sukulen dengan tinggi 30-120 cm. Akar serabut, warna kuning kecokelatan. Batangnya berbentuk bulat, tidak berkayu dan berwarna putih karena terlindung daun, selanjutnya setelah daun rontok menjadi hijau, dan akhirnya cokelat.

(69)

Daun tunggal dan termasuk daun yang tidak lengkap karena hanya terdiri atas helaian saja, tanpa ada pelepah dan tangkai daun. Daun tersusun dalam roset akar, helaian daun berbentuk pedang, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi daun bergerigi (berduri), panjang 30-60 cm, lebar 3-7 cm, berdaging tebal, getah kuning, berwarna hijau, permukaan atas dan bawah licin tertutup lapisan lilin, pertulangan daun sejajar.

Bunga majemuk, bentuk malai, panjang sampai 90 cm, muncul di ujung batang (bunga terminal), panjang daun pelindung 8-15 mm.

Bunga banci (benang sari dan putik dalam satu bunga), bentuk tabung, panjang 2-3 cm, warna jingga atau merah, benang sari berjumlah 6, putik menyembul ke luar atau melekat pada pangkal kepala sari, tangkai putik berbentuk benang, kepala putik berukuran kecil.

Buah kotak, berkatup, warna hijau keputihan. Biji berukuran kecil, warna hitam.

7. Pegagan

Bentuk daun menyerupai ginjal dengan pinggiran daun yang berlekuk- lekuk. Helai daun tunggal dengan panjang tangkai 5-15 cm dan penampang daun 1-7 cm yang tersusun dalam roset. Satu roset bisa terdiri atas 2-10 helai daun.

Bunganya berwarna putih atau merah muda. Bunga tersusun dalam karangan yang berbentuk payung. Bunga bisa tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun dan memiliki tangkai bunga sepanjang 5-50 mm.

Buah bentuknya kecil, lonjong, atau pipih serta menggantung dengan panjang 2-2,5 mm. Buah berwarna kuning kecokelatan dan berdinding agak tebal. Baunya harum, tapi berasa pahit.

8. Lempuyang

Gambar

Gambar 3. Jambu Biji
Gambar 5. Alang-alang
Gambar 6. Lidah Buaya
Gambar 7. Pegagan
+7

Referensi

Dokumen terkait

• adalah tanaman yang ditanam di halaman rumah, kebun ataupun sebidang tanah atau ditanam didalam pot yang dimanfaatkan sebagai budidaya tanaman yang berkhasiat sebagai obat

dikelompokkan per proses, yaitu proses menampilkan daftar tanaman obat, mengelola daftar tanaman obat, melakukan pencarian daftar tanaman obat berdasarkan nama

Judul Penelitian : Identifikasi Jenis Tanaman Obat yang Digunakan Sebagai Bahan Pembuatan Minyak

Kasi Penerapan Teknologi Aneka Cabai dan Sayuran Buah, Sub Direktorat Aneka Cabai dan Sayuran Buah Lainnya, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, 3 Maret 20155. SD

Jenis tanaman yang tergolong dalam Kelas Magnoliopsida lebih banyak ditemukan dibandingkan jenis tanaman pekarangan dari kelas lainnya, baik pada tipe Pekarangan

Oleh karena itu, perlunya meningkatkan kesadaran keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan seperti sayuran, tanaman obat

Struktur komunitas dinyatakan dengan Nilai Indeks Dominansi (C), Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), dan Indeks Kemerataan (e) jenis tanaman dari 3 kategori

x EVALUASI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT SEBAGAI BAHAN BAKU PADA INDUSTRI OBAT TRADISIONAL DI PROPINSI JAWA TENGAH BERDASARKAN BUKU DAFTAR OBAT ALAM DOA Valentina Ermita Herdani