1. Setelah mendapat rekomendasi etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Unibos, akan dilakukan penelusuran jurnal ilmiah tentang jenis tanaman obat di Indonesia pada berbagai web seperti google scholar, situs web Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI), situs respository Universitas di Indonesia Pubmed, scopus, atau ebsco.
2. Peneliti telah mengumpulkan 11 jurnal hasil penelitian deskriptif tentang jenis tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam di perkarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode tahun 2012 hingga tahun 2022.
3. Kemudian akan dipilih jurnal hasil penelitian deskriptif yang meneliti tentang jenis tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam penduduk di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode tahun 2012 hingga tahun 2022.
4. Kemudian dibuat rangkuman data tentang jenis tanaman obat herbal, jenis tanaman obat bumbu dapur, jenis tanaman obat sayuran, jenis tanaman obat buah, dari data hasil penelitian tentang jenis tanaman obat yang dikonsumsi dan ditanaman di pekarangan pendududk di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode tahun 2012 hingga tahun 2022.
5. Lalu dilakukan pengambilan data jenis tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam di pekarangan penduduk, sebagai berikut a. Judul Penelitiani.
b. Nama Peneliti dan Tahun.
c. Tempat dan Waktu Penelitian.
d. Akan dilakukan pengambilan data jenis tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanaman di pekarangan penduduk di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode tahun 2012 hingga tahun 2022:
1. Jenis Tanaman Obat Herbal: akan diambil data jenis tanaman obat yang dikonsumsi yang ditanam penduduk di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode tahun 2012 hingga tahun 2020, dari jurnal sumber data. Kemudian kategorikan menjadi kelompok:
a. Daun Sirih: akan diambil data daun sirih sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat daun sirih ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat daun sirih tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
b. Kumis kucing: akan diambil data kumis kucing sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kumis kucing ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kumis kucing tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
c. Daun Jambu Biji: akan diambil data daun jambu biji sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat daun jambu biji ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat daun jambu biji tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
d. Sambiloto: akan diambil data sambiloto sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat sambiloto ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat sambiloto tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
e. Alang-alang: akan diambil data alang-alang sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat alang-alang ditanam
sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat alang-alang tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
f. Lidah Buaya: akan diambil data lidah buaya sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat lidah buaya ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat lidah buaya tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
g. Pegagan: akan diambil data pegagan sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat pegagan ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat pegagan tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
h. Lempuyang Wangi: akan diambil data lempuyang wangi sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat lempuyang wangi ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat lempuyang wangi tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
i. Sidaguri: akan diambil data sidaguri sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat sidaguri ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat sidaguri tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
j. Cocor Bebek:akan diambil data cocor bebek sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat cocor bebek ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak
ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat cocor bebek tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
2. Jenis Tanaman Obat Bumbu Dapur: akan diambil data jenis tanaman obat bumbu dapur yang dikonsumsi yang ditanam di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode tahun 2012 hingga tahun 2020, dari jurnal sumber data. Kemudian kategorikan menjadi kelompok:
a. Jahe: akan diambil data jahe sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat jahe ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat jahe tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
b. Kunyit: akan diambil data kunyit sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kunyit ditanam sebagai obat tradisional.
Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kunyit tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
c. Serai: akan diambil data serai sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat serai ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat serai tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
d. Lengkuas: akan diambil data lengkuas sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat lengkuas ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat lengkuas tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
e. Kencur: akan diambil data kencur sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kencur ditanam sebagai obat
tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kencur tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
f. Bawang Merah: akan diambil data bawang merah sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat bawang merah ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat bawang merah tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
g. Bawang Putih: akan diambil data bawang putih sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat bawang putih ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat bawang putih tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
3. Jenis Tanaman Obat Sayuran: akan diambil data jenis tanaman obat sayuran yang dikonsumsi yang ditanam di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode tahun 2012 hingga tahun 2020, dari jurnal sumber data. Kemudian kategorikan menjadi kelompok:
a. Jarak Pagar: akan diambil data jarak pagar sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat jarak pagar ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat jarak pagar tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
b. Kelor: akan diambil data kelor sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kelor ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kelor tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
c. Kecibeling: akan diambil data kecibeling sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat keci beling ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kecibeling tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
d. Kemangi: akan diambil data kemangi sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kemangi ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kemangi tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
e. Pandan: akan diambil data pandan sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat pandan ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat pandan tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
f. Miana: akan diambil data miana sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat miana ditanam sebagai obat tradisional.
Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat miana tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
g. Bayam: akan diambil data bayam sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat bayam ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat bayam tidak ditanam sebagai sebagai
obat tradisional.
h. Katuk: akan diambil data katuk sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat katuk ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat katuk tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
i. Gedi: akan diambil data gedi sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat gedi ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat gedi tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
j. Kangkung: akan diambil data kangkung sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kangkung ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat kangkung tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
4. Jenis Tanaman Obat Buah: akan diambil data jenis tanaman obat buah yang dikonsumsi yang ditanam di beberapa lokasi di wilayah Indonesia periode tahun 2012 hingga tahun 2020, dari jurnal sumber data.
Kemudian kategorikan menjadi kelompok:
a. Mengkudu: akan diambil data mengkudu sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat mengkudu ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat mengkudu tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
b. Belimbing Wuluh: akan diambil data belimbing wuluh sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat belimbing wuluh ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok
tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat belimbing wuluh tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
c. Sirsak: akan diambil data sirsak sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat sirsak ditanam sebagai obat tradisional.
Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat sirsak tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
d. Pepaya: akan diambil data pepaya sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat pepaya ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat pepaya tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
e. Alpukat: akan diambil data alpukat sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat alpukat ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat alpukat tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
f. Jeruk Nipis: akan diambil data jeruk nipis sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat jeruk nipis ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat jeruk nipis tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
g. Srikaya: akan diambil data srikaya sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat srikaya ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila
pada jurnal sumber data tercatat srikaya tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
h. Mahkota Dewa: akan diambil data mahkota dewa sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat mahkota dewa ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat mahkota dewa tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
i. Mangga: akan diambil data mangga sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat mangga ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat mangga tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
j. Cabe Jawa: akan diambil data cabe jawa sebagai tanaman obat dari jurnal sumber data, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat cabe jawa ditanam sebagai obat tradisional. Atau dikelompokkan menjadi kelompok tidak ditanam, bila pada jurnal sumber data tercatat cabe jawa tidak ditanam sebagai sebagai obat tradisional.
5. Kemudian akan dilakukan pengumpulan data dengan memasukkan semua data kedalam komputer dengan menggunakan program Microsoft Excel.
6. Lalu dilakukan pengelolaan data menggunakan program Microsoft Excel.
7. Setelah itu dilakukan analisa deskriptif sederhana.
8. Setelah analisis data selesai, akan dilakukan penulisan hasil penelitian sebagai pembuatan laporan dalam bentuk skripsi.
9. Hasil penelitian kemudian akan ditampilkan secara tulis dan lisan.
I. Pengolahan dan Analisa Data
1. Pengolahan Data
Pengelolaan data penelitian melalui bantuan komputer. Dengan memakai aplikasi Microsoft Exel, data terkumpul dalam satu tabel dari sumber data penelitian.
2. Analisis Data
Setelah pengolahan data selesai, selanjutnya data dianalisa dengan analisa deskriptif sederhana, yang kemudian hasilnya akan disajikan sebagai table distribusi frekuensi.