• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

3. Audit Tenure

Audit tenure adalah lamanya masa perikatan (keterlibatan) antara Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan klien terkait jasa audit yang telah disepakati. Tenure menjadi perdebatan karena tenure dapat berdampak pada kinerja auditor pada perusahaan klien seperti hubungan emosional auditor dengan klien, independensi, dan lain - lain. Hubungan yang lama antara auditor dengan kliennya berpotensi untuk menciptakan kedekatan antara mereka cukup untuk menghalangi independensi auditor dan mengurangi kualitas audit.

Penelitian yang dilakukan oleh Hardiningsih, (2012) menemukan bahwa kecurangan klien tidak terlepas dari lemahnya independensi auditor yang rendah. Penyimpangan dalam akuntansi dapat disebabkan eskalasi komitmen dari auditor untuk selalu memberi pendapat wajar terhadap laporan keuangan klien yang menyimpang.

Sikap yang lemah dapat menyebabkan auditor terjebak dalam cara pola berpikirnya sendiri, sehingga keputusan awal untuk menyetujui tindakan klien yang keliru menyebabkan auditor secara terpaksa harus menanamkan komitmennya secar mendalam, karena ketika auditor mengetahui kliennya melakukan penyimpangan dalam pelaporan keuangan, auditor tidak memberikan teguran bahkan mengesahkan perbuatan klien sebagai akibat dari independensi auditor yang lemah.

17

Indonesia mengalami masalah yang mengenai auditor tenure atau masa kerja auditor dengan klien sudah diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan No.423/KMK.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik.Keputusan ini berisi mengenai pembatasan masa kerja auditor paling lama tiga tahun untuk klien yang sama,sementara untuk kantor Kantor Akuntan Publik (KAP) boleh sampai lima tahun.

B. Penelitian Terdahulu

Penelitian ini mengacu pada beberapa penelitian terdahulu yang terdapat dalam tabel berikut:

Tabel 2.1 Penelitian Terhadulu

No Judul

Penelitian

Nama dan Tahun Penelitian

Metode Penelitian

Hasil Penelitian

1

Pengaruh Audit Tenure, Ukuran Auditor, Spesialisasi Audit dan Audit Capacity Stress Terhadap Manajemen Laba

Deddy

Kurniawansyah (2016)

Metode yang digunakan yaitu metode

kuantitatif

Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit tenure dan aduti capacity stress berpengaruh positif sedangkan ukuran auditor dan spesialisasi audit berpengaruh negatif terhadap manajemen laba.

2

Pengaruh Hubungan Politik, Ukuran KAP, dan Audit Tenure Terhadap Manajemen Laba.

Andriana Puspitasari, Yeterina WIdi Nugrahanti (2016)

Metode yang digunakan yaitu metode

purposive sampling

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan politik tidak berpengaruh terhadap

manajemen laba.

Hal ini dikarenakan jumlah perusahaan sampel yang memiliki hubungan politik hanya sedikit yaitu hanya 23 perusahaan dari

83 perusahaan.

Sedangkan untuk KAP memiliki pengaruh yang positif terhadap manajemen laba dalam perusahaan adapun audit tenure hasilnya yaitu perusahaan tidak berpengaruh terhadap

manajemen laba.

3

Pengaruh Arus Kas Bebas, Ukuran KAP, Spesialisasi Industri KAP, Audit Tenure dan

Independensi Auditor Terhadap Manajemen Laba

Fransiska Dian Permatasari Kono, Etna Nur Afri Yuyetta (2015)

Metode yang digunakan yaitu regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas berpengaruh terhadap

manajemen laba sedangkan ukuran KAP, Spesialisasi industri KAP, audit tenure dan

independensi tidak berpengaruh terhadap

manajemen laba.

4

Pengaruh Proporsi Komite Audit Independen, Audit Tenure dan Proporsi Kepemilikan Manajerial Terhadap Manajemen Laba

Wahyudianto Matanari (2018)

Metode yang digunakan yaitu metode

purposive sampling

Hasil penelitian menunjukkan bahwa purposive komite audit berpengaruh tidak signifikan terhadap manajemen laba.

Audit tenure memiliki pengaruh yang tidak

signifikan tetapi ada pengaruh positif terhadap manajemen laba.

Hal ini

menunjukkan bahwa manajemen perusahaan

melakukan manajemen laba akan semakin tinggi bila mana keterkaitan kerja

19

AKP dengan perusahaan panjang dan disebabkan karena rusaknya

independensi dari auditor itu sendiri.

Adapun purporsi kepemilikan

manajerial memiliki pengaruh yang tidak signifikan tetapi ada pengaruh negatif terhadap

manajemen laba.

5.

Pengaruh Leverage Pertumbuhan Perusahaan, Audit Tenure, Opini Audit Terhadap Manajemen laba (Studi Pada

Perusahaan Pertambanga n Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013- 2017 ).

Dina Eka Wijayanti, Ni Nyoman Alit Triani (2017)

Variabel Independen :Leverage, pertumubhan perusahaan, audit tenure dan opini tenure sedangkan variabel

dependen yaitu manajemen laba

Hasil penelitian menunjukkan bahwa empiris yang diperoleh hanya leverage dan pertumbuhan perusahaan yang berpengaruh terhadap

manajemen laba.

(sumber : peneliti) C. Kerangka Berpikir

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

(Sumber : dikembangkan oleh peneliti)

Banyaknya kasus kegagalan audit membuat semakin menurunnya kepercayaan masyarakat dunia terhadap profesi akuntan khusunya auditor.

Audit Tenure (X) Manajemen Laba

(Y)

Laporan keuangan yang seharusnya menjadi alat yang digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan akhirnya menimbulkan keraguan bagi pihak yang berkepentingan, masyarakat dan pihak-pihak berkepentingan pun meragukan kredibilitas dan integritas auditor dalam meminimalkan praktek manajemen laba.

Sutiawan dan Na’im mengemukakan bahwa manajemen laba merupakan faktor yang dapat mengurangi kepercayaan dalam pelaporan keuangan, dan bahwa manajemen laba meningkatkan bias pelaporan keuangan dan mencegah pengguna laporan keuangan untuk percaya bahwa angka laba yang dihitung adalah margin laba yang tidak direkayasa (Rachmawati dkk, 2013). Praktik manajemen laba terutama dapat memengaruhi relevansi pelaporan keuangan karena, alih-alih membantu pengguna, praktik tersebut justru menyesatkan pengguna laporan keuangan. Hal ini dikarenakan manajer secara tidak jujur melaporkan kondisi atau kejadian keuangan yang sebenarnya terjadi dalam laporan keuangannya. Oleh karena itu, praktik manajemen laba merupakan skandal akuntansi keuangan

Adanya asimetri informasi dapat memungkinkan pihak manajemen untuk melakukan praktek manajemen laba. Hal ini disebabkan karena manajemen dianggap memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan pihak principal. Pengguna informasi laporan keuangan lebih mempercayai laporan keuangan yang diaudit oleh auditor yang berkualitas. Laporan keuangan perusahan yang diaudit oleh auditor berkualitas memberikan informasi yang lebih berkualitas dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan yang diaudit oleh auditor yang tidak berkualitas.

Berdasarkan uraian di atas, maka kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah tentang pengaruh audit tenure terhadap manajemen laba.

21

D. Hipotesis Penelitian

Menurut Mulyadi (2000) independensi berarti sikap mental yang bebas pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain dan tidak tegantung pada pihak lain.

Independensi juga berarti adanya kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya perimbangan fakta yang objektif tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya.

Terdapat pandangan dari otoritas regulasi bahwa auditor dengan kontrak kerja dalam waktu yang lebih lama, akan mengamankan hubungan yang kuat dengan klien, sehingga menghasilkan kemunduran pada kualitas audit. Hal tersebut menyebabkan adanya kewajiban untuk rotasi perusahaan audit di berbagai negara (Geiger dan Raghunandan, 2000 dalam Fernando dkk,2011).

Ketidakberesan memiriksa akuntansi klien merupakan akibat dari audit tenure yang lama, baik pada perusahaan audit atau tingkat auditornya (Chi dan Huang, 2005 dalam Al-Thuneibat dkk, 2011 ).

Flint (1989) dalam Nasser dkk, (2005) juga berpendapat bahwa independensi akan hilang jika auditor terlibat dalam hubungan pribadi dengan klien, karena hal akan mempengaruhi opini dan sikap mental mereka. Lamanya audit tenure dapat menyebabkan auditor mengembangkan “hubungan yang lebih nyaman” dan kesetiaan yang kuat atau hubungan emosional dengan klien mereka, sehingga independensi auditor menjadi terancam. Audit tenure dalam jangka waktu yang lama juga menimbulkan rasa “kekeluargaan yang lebih” dan mengakibatkan kualitas dan kompotensi kerja auditor menurun ketika auditor mulai membuat asumsi-asumsi yang tidak tepat dari pada evaluasi objektif dari buku terkini.

Pendapat-pendapat yang muncul menimbulkan pertanyaan empiris tentang keterkaitan audit tenure dengan manajemen laba, sehingga hipotesis dalam penelitian ini yaitu :

H : Audit tenure berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur di Indonesia

23

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif asosiatif yang menggambarkan suatu variabel secara mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan variabel dengan variabel lainnya dan metode asosiatif dengan penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Berdasarkan judul penelitian yang diangkat yaitu “Pengaruh Audit Tenure Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” oleh karena itu, data perusahaan yang tercatat di BEI diambil dari situs resmi BEI yaitu (www.idx.co.id) Penelitian ini dilakukan kurang lebih selama 2 bulan yaitu bulan Juli-Agustus 2021.

C. Populasi dan Sampel Penelitian a. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2017). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018 sampai tahun 2020. Berikut daftar perusahaan manufaktur sebanyak 78 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2020.

Tabel 3.1. Daftar Perusahaan Manufaktur Industri Dasar dan Kimia Periode 2018-2020

No. Nama Perusahaan Kode

1 Polychem Indonesia Tbk ADMG

2 Aneka Gas Industri Tbk AGII

3 Argha karya Prima Industri Tbk AKPI

4 Alkindo Naratama Tbk ALDO

5 Alaska Industrindo Tbk ALKA

6 Alumindo Linght Metal Industri Tbk ALMI

7 Asahimas Flat glass Tbk AMFG

8 Asiaplats Industries Tbk APLI

9 Arwana Citramulia Tbk ARNA

10 Saranacental bajatama Tbk BAJA

11 Berlina Tbk BRNA

12 Brito Pacific Tbk BRPT

13 Betonjaya Manunggal Tbk BTON

14 Cahayaputra Asa Keramik Tbk CAKK

15 Charoen Pokphand Indonesian Tbk CPIN

16 Central Proteina Prima Tbk CPRO

17 Citra Tubindo Tbk CTBN

18 Duta Pertiwi Nusantara Tbk DPNS

19 Sinergi Inti Plastindo Tbk EISP

20 Ekadharma International Tbk EKAD

21 Eterindo Wahanantama Tbk ETWA

22 Fajar Surya Wisesa tbk FASW

23 Lotte Chemical Titan Tbk FPNI

24 Gunawan Dianjaya Steel Tbk GDST

25 Gunung Raja Paksi Tbk GGRP

26 Indonesia Fibreboard Industri Tbk IFII

27 Champion Pacific Indonesia Tbk IGAR

28 Intikeramik Alamasri Industri Tbk IKAI

29 Impack Pratama Industri Tbk IMPC

30 Indal Aluminium Industri Tbk INAI

31 Indi Komoditi Korpora Tbk INCF

32 Intanwijaya internasional tbk INCI

33 Indah Kiat Pulp & paper Tbk INKP

34 Inocycle Technology Group Tbk INOV

35 Tuba Pulp Lestari Tbk INRU

36 Indocement Tunggal Prakasa Tbk INTP

37 Indopoly Swakarsa Industri Tbk IPOL

25

38 Steel Pipe Industri Of Indonesi Tbk ISSP

39 Jakarta Kyoei Steel Works Tbk JKSW

40 Japfa Comfeed Indonesia Tbk JPFA

41 Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk KBRI

42 Kedawung Setia Industri Tbk KDSI

43 Keramik Indonesia Assosiasi Tbk KIAS

44 Kirana Megatara Tbk KMTR

45 Kraktau steel (Persero) Tbk KRAS

46 Lion Metal Works Tbk LION

47 Lionmesh Prima Tbk LMSH

48 Malindo Feedmill Tbk MAIN

49 Mark Dynamics Indonesia Tbk MARK

50 Emdeki Utama Tbk MDKI

51 Mulia Industrindo Tbk MLIA

52 Madusari Murni Tbk MOLI

53 Pelat Timah Nusantara Tbk NIKL

54 Panca Budi Idaman Tbk PBID

55 Pelangi Indah Canindo Tbk PICO

56 Trinitan Metals and Minerals Tbk PURE

57 Singaraja Putra Tbk SINI

58 Sierad Produce Tbj SIPD

59 Holcim Indonesia Tbk SMBC

60 Semen Baturaja (persero) Tbk SMBR

61 Semen Indonesia (persero) Tbk SMGR

62 Satyamitra Kemas Lestari Tbk SMKL

63 Suparma Tbk SPMA

64 Indo Acidatama SRSN

65 SLJ Global Tbk SULI

66 Sriwahana Adityakarta Tbk SWAT

67 Tunas Alfin Tbk TALF

68 Tembaga Mulia Semanan Tbk TBMS

69 Tridomain Performance Material Tbk TDPM

70 Tirta Mahakam Resource Tbk TIRT

71 Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk TKIM

72 Surya Toto Indonesia Tbk TOTO

73 Chandra Asri Petrochemical Tbk TPIA

74 Trias Sentosa Tbk TRST

75 Unggul Indah Cahaya tbk UNIC

76 Wakista beton Precast Tbk WSBP

77 Wijaya Karya Beton Tbk WTON

78 Yanaprima Hastapersada Tbk YPAS

b. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimilki oleh populasi (Sugiyono, 2017). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel ini berdasarkan kesesuaian karakteristik dan kriteria tertentu. Kriteria pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Perusahaan manufaktur sektor indusri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2020.

b. Menerbitkan laporan keuangan periode 2018-2020 yang tersedia di Bursa Efek Indonesia.

c. Perusahaan manufaktur yang memiliki laporan auditor independen dan nama aduitor.

d. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan dengan mata uang Rupiah.

Tabel 3.2

Kriteria Penentuan Sampel

NO KRITERIA JUMLAH

1 Perusahaan manufaktur sektor industry dasar dan kimia yang terdaftar di BEI periode 2018- 2020

78

2 Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan berturut-turut selama periode tahun 2018-2020

24

3 Perusahaan yang tidak memiliki laporan auditor independen dan nama auditor selama periode tahun 2018-2020

9

4 Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dengan mata uang asing

6 Jumlah sampel yang sesuai kriteria 39 Sumber: Data Sekunder diolah (2021)

27

Berdasarkan beberapa kriteria diatas, berikut daftar perusahaan yang sesuai kriteria yang digunakan sebagai sampel penelitian sebanyak 39 perusahaan dengan periode penelitian 3 tahun (2018-2020) sehingga terdapat 96 data yang akan diteliti :

Tabel. 3.3 Daftar perusahaan yang digunakan sebagai sampel

No. Nama Perusahaan Kode

1 Wakista beton Precast Tbk WSBP

2 Holcim Indonesia Tbk SMBC

3 Semen Baturaja (persero) Tbk SMBR

4 Wijaya Karya Beton Tbk WTON

5 Intikeramik Alamasri Industri Tbk IKAI 6 Keramik Indonesia Assosiasi Tbk KIAS 7 Intikeramik Alamasri Industri Tbk IKAI

8 Mark Dynamics Indonesia Tbk MARK

9 Surya Toto Indonesia Tbk TOTO

10 Berlina Tbk BRNA

11 Champion Pacific Indonesia Tbk IGAR

12 Impack Pratama Industri Tbk IMPC

13 Fajar Surya Wisesa tbk FASW

14 Indah Kiat Pulp & paper Tbk INKP

15 Tuba Pulp Lestari Tbk INRU

16 Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk KBRI

17 Kedawung Setia Industri Tbk KDSI

18 Suparma Tbk SPMA

19 Aneka Gas Industri Tbk AGII

20 Eterindo Wahanantama Tbk ETWA

21 Intanwijaya internasional tbk INCI

22 Madusari Murni Tbk MOLI

23 Indo Acidatama SRSN

24 Alaska Industrindo Tbk ALKA

25 Saranacental bajatama Tbk BAJA

26 Gunawan Dianjaya Steel Tbk GDST

27 Indal Aluminium Industri Tbk INAI 28 Steel Pipe Industri Of Indonesi Tbk ISSP 29 Jakarta Kyoei Steel Works Tbk JKSW

30 Lionmesh Prima Tbk LMSH

31 Pelangi Indah Canindo Tbk PICO

32 Charoen Pokphand Indonesian Tbk CPIN

33 Malindo Feedmill Tbk MAIN 34 Intanwijaya internasional tbk INCI

35 Panca Budi Idaman Tbk PBID

36 Indocement Tunggal Prakasa Tbk INTP

37 Tirta Mahakam Resource Tbk TIRT

38 Asiaplats Industries Tbk APLI

39 Alkindo Naratama Tbk ALDO

Sumber: Data Sekunder diolah (2021) D. Definisi Operasional Variabel

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang peneliti putuskan untuk dipelajari guna memperoleh informasi dan menarik kesimpulan tentangnya dalam beberapa bentuk (Sugiyono, 2016). Variabel berikut yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

a. Variabel Independen

Variabel independen yang digunkan dalam penelitian ini adalah audit tenure yaitu jumlah tahun berturut dimana perusahaan mempertahankan auditornya,di tahun pertama observasi dimulai dengan 1 dan ditambah 1 untuk tahun-tahun berikutnya (Deis Johnson et.al 2002). Skala yang digunakan yaitu skala data rasio.

Tenure adalah lamanya masa perikatan auditor dengan klien dalam memberikan jasa audit yang disepakati lama atau singkatnya tenure menjadi perdebatan karena tenure dapat berdampak pada kinerja auditor pada perusahaan klien seperti hubungan emosional auditor dengan klien, Independensi, dan lain-lain. Variabel audit tenure dapat ditemukan dalam laporan keuangan audit klien selama tiga tahun berturut-turut dari tahun 2018 hingga tahun 2020.

a. Variabel Dependen

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah variabel yang

29

dijelaskan dan dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah manajemen laba. Dalam penelitian ini adalah discretionary accrual (DAC) digunakan untuk mengukur manajemen laba karena merupakan komponen akrual dalam mengatur laba karena komponen akrual tidak memerlukan bukti kas secara fisik sehingga dalam mempermainkan komponen akrual tidak disertai kas yang diterima atau dikeluarkan.

Dechow dkk, (1995) mempertimbangkan versi modifikasi Model Jones dalam analisis empiris, modifikasi ini dirancang untuk menghilangkan kemungkinan dugaan Model Jones untuk mengukur akrual diskresioner dengan kesalahan ketika diskresi manajemen terhadap pendapatan. Dalam model yang dimodifikasi, akrual nondiskretioner diperkirakan selama periode peristiwa yaitu, selama periode di mana manajemen laba dihipotesiskan. Model perhitungan Model Jones yang dimodifikasi adalah sebagai berikut (Dechow dkk, 1995 dalam Eko Suyono, 2017).

Menghitung total accrual (TAC) yaitu laba bersih tahun t dikurangi arus kas operasi tahun t dengan rumus sebagai berikut :

TACit = NIit – CFOit Keterangan :

TACit = Total Accruals

Ni = Laba Bersih perusahaan i pada periode ke t (sekarang) CFO = Arus kas dari kegiatan operasi

Selanjutnya, total accrual (TA) diestimasi dengan Ordinary Least Square sebagai berikut :

𝑇𝐴𝐶𝑡

𝐴𝑖𝑡−1 = β1 ( 1

𝐴𝑖𝑡−1) + β2 (∆𝑅𝐸𝑉𝑖𝑡

𝐴𝑖𝑡−1) + β3 (𝑃𝑃𝐸𝑖𝑡

𝐴𝑖𝑡−1) + e Keterangan :

TACt = Total accrual perusahaan i pada tahun t Ait-1 = Total aset perusahaan pada tahun t-1

∆REVt = Pendapatan perusahaan i pada tahun t dikurangi dengan pendapatan perusahaan i pada tahun t-1

PPEt = Aset tetap perusahaan i pada tahun t e = koefisien error

Untuk menghitung non discretionary accrual menggunakan Modified Jones Model adalah sebagai berikut :

NDAit = β1 ( 1

𝐴𝑖𝑡−1) + β2 (∆𝑅𝐸𝑉𝑖𝑡

𝐴𝑖𝑡−1) - (∆𝑅𝐸𝐶𝑖𝑡

𝐴𝑖𝑡−1) + β3 (𝑃𝑃𝐸𝑖𝑡

𝐴𝑖𝑡−1) Keterangan :

NDAit = Non discretionary accruals perusahaan i dalam periode tahun t

Ait-1 = Total aset perusahaan pada tahun t-1

∆RECit = Perubahan piutang perusahaan i dari tahun t-1 ke tahun t PEit = Aset tetap perusahaan i pada tahun t

Dari persamaan-persamaan di atas, nilai discretionary accrual (DA) dihitung dengan rumus sebagai berikut :

DAit = 𝑇𝐴𝐶𝑖𝑡

𝐴𝑖𝑡−1 – NDAit Keterangan :

DAit = Discretionary accrual perusahaan i pada tahun t

31

E. Tekhnik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) periode 2018-2020. Metode pengumpulan data ini terdiri dari pencatatan, mengkaji dan menguumpulkan data sekunder berupa laporan keuangan.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, terutama masalah yang berkaitan dengan penelitian. Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan statistic, dan ada dua jenis statistik yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini yaitu statistik inferensial dan statistik deskriptif (Sugiyono, 2017). Statistik inferensial digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini.

Statistik inferensial adalah teknik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya berlaku untuk seluruh populasi. Statistic inferensial terdiri dari statistik parametrik dan statistik non-metrik. Statistik parametrik terutama digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio, dan statistik nonparametrik terutama digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal (Sugiyono, 2016). Berikut adalah metode analisis tentang apa yang akan dilakukan dengan data penelitian yaitu;

1. Uji Hipotesis (Uji t)

Untuk menguji hipotesis (uji t) pada penelitian ini maka dilakukan analisis korelasi antara variabel bebas yaitu audit tenure dan variabel terikat yaitu

manajemen laba untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara keduanya. Setelah diketahui ada tidaknya hubungan ,selanjutnya ditentukan seberapa kuat hubungan antara kedua variabel tersebut.

Analisis korelasi adalah suatu analisis statistik yang mengukur tingkat asosiasi atau hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas (Variabel independent) yang disimbolkan dengan “X” dengan variabel terikat (Variabel dependent) disimbolkan dengan “Y”, dimana hubungan anatara dua variabel (X dan Y) yang disebut korelasi bivariat. Pengukuran korelasi bivariate dapat dibedakan menjadi pengukuran secara linear dan secara berganda (Sunyoto, 2016). Pengukuran pada penelitian ini termasuk pengukuran korelasi secara linear karena hanya melibatkan X dan variabel Y.

Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel auditor tenure dengan variabel manajemen laba yaitu dengan melakukan uji korelasi Product Moment Pearson. Product Moment Pearson berguna untuk mengukur keeratan hubungan diantara hasil-hasil pengamatan dari populasi yang mempunyai dua variabel bivariate, kuat atau lemahnya hubungan variabel X dan Y serta derajat hubungan atau signifikan antara kedua variabel tersebut juga dapat diketahui dengan melakukan uji. Dari hasil yang signifikan tersebut dapat diketahui bahwa apakah hipotesis diterima atau ditolak. Untuk mempermudah pelaksanaan perhitungan, maka digunakan alat bantu SPSS versi 21.

Secara ilmiah ada tidaknya korelasi antara variabel X dan variabel Y harus diuji berdasarkan data empiris. Rumusan hipotesis dalam pengujian ini adalah sebagai berikut :

H01 : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara audit tenure

33

dengan manajemen laba

Ha1 : Terdapat hubungan yang signifikan antara auditor tenure dengan manajemen laba

Santoso (2016) mengemukakan bahwa kriteria kuat atau lemahnya korelasi serta kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis yaitu :

a. Angka korelasi berkisar -1 sampai dengan +1

b. Besar kecilnya angka korelasi dapat menentukan kuat atau lemahnya hubungan kedua variabel.angka korelasi di bawah 0,5 menunjukkan korelasi yang lemah sedangkan korelasi di atas 0,5 menunjukkan korelasi yang cukup kuat.

c. Korelasi dapat positif (+) dan negative (-). Korelasi yang positif menunjukkan arah yang sama pada hubungan antar variabel. Artinya jika satu variabel besar maka variabel yang lain semakin besar pula.

Namun sebaliknya,jika korelasi negatif menunjukkan arah yang berlawanan, artinya jika satu variabel besar maka variabel yang lain akan menjadi kecil.

d. Signifikan hubungan dua variabel dapat dianalisis dengan ketentuan sebagai berikut :

1) Jika probabalitas <0,05 maka hubungan kedua variabel signifikan dan H0 ditolak

2) Jika probabalitas >0,05 maka hubungan kedua variabel tidak signifikan dan H0 diterima

2. Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi sederhana adalah suatu analisis untuk melihat sejauh mana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dan analisis regresi sederhana menggunakan rumus persamaan menurut (Sugiyono,2017 ) yaitu :

Dimana Y = Manajemen Laba

α

= Konstanta

β = Koefisien Regresi X = Audit Tenur

Y =α + βx

35 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan pasar modal untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperjual-belikan, baik dalam bentuk uang ataupun modal sendiri. BEI berperan besar bagi perekonomian negara karena memberikan dua fungsi sekaligus yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Dikatakan memiliki fungsi eonomi karena BEI sebagai pasar modal menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu, pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana. Sedangkan dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena BEI memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.

Perusahaan industri dasar dan kimia merupakan salah satu sektor dari perusahaan manufaktur yang terdapat pada di Bursa Efek Indonesia. Industri dasar mencankup usaha pengubahan material dasar menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang masih akan diproses disektor perekonomian. Selanjutnya Industri kimia mencankup usaha pengolahan bahan-bahan terkait kimia dasar yang akan digunakan pada proses produksi selanjutnya atau industri farmasi.

5. Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia a. Visi

Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia

Dokumen terkait