• Tidak ada hasil yang ditemukan

106

mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi agama, bangsaa dan Negara.

 Masyarakat adalah lingkungan ketiga setelah keluarga dan sekolah. Corak dan ragam pendidikan yang dialami meliputi pembentukan kebiasaan – kebiasaan, pembentukan pengetahuan, sikap, minat maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.

4. Fungsi dan peran Tri Pusat Pendidikan a) Fungsi dan peran keluarga

 Sebagai pengalaman pertama masa kanak – kanak

 Menjamin kehidupan emosional anak

 Menanamkan dasar pendidikan moral

 Memberikan dasar pendidikan social.

 Peletak dasar – dasar keagamaan.

b) Fungsi dan peran sekolah

Peranan : anak didik belajar bergaul, anak didik belajar mentaati peraturan – peraturan sekolah, mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara.

Fungsi : mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan, spesialisasi, efisiensi, sosialisasi, konservasi dan transisi cultural, serta transisi dari rumah kemasyarakat.

c) Fungsi dan peran masyarakat

 Turut mendirikan dan membiayai sekolah.

 Mengawasi pendidikan.

 Ikut menyediakan tempat pendidikan

 Menyediakan berbagai sumber untuk sekolah.

 Sebagai sumber pelajaran / laboratorium tempat belajar.

107

harus mampu menjadi contoh teladan bagi murid serta selalu mendorong murid untuk lebih baik dan maju dalam sosial kemasyarakatan maupun dalam perilaku dan sikapnya. Hal ini belumlah cukup dikategorikan sebagai guru yang memiliki pekerjaan profesional dan berkompetensi.

Akan tetapi ada syarat-syarat khusus guru itu bisa digolongkan sebagai guru yang profesional dan berkompetensi.

Dengan demikian, dari paparan di atas dapat dijelaskan kembali pada hakikatnya menjadi guru bukanlah pekerjaan yang gampang.

Menjadi guru tidak cukup bermodal penguasaan materi dan langsung menyampaikannya kepada siswa, akan tetapi butuh orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.

A. Pengertian Guru Profesional dan Berkompetensi Pengertian Guru Profesional

Menurut Zakiah Daradjat ( Ilmu Pendidikan Islam : 2004 ) guru berasal dari bahasa jerman “ derlehlur “ yang berarti “pengajar “. Akan tetapi kata guru bukan saja mengandung arti “pengajar “, melainkan juga

“pendidik “ baik di dalam maupun di luar sekolah. Ia harus menjadi penyuluh masyarakat.

Menurut UU No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa profesi adalah suatu keahlian (skill) dan kewenangan dalam suatu jabatan tertentu yang menyaratkan kompetensi (pengetahuan, sikap, ketrampilan ) tertentu secara khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang intensif.

Sementara itu, yang dimaksud dengan profesionalisme adalah kondisi, arah, nilai, tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan yang berkaitan dengan mata pencaharian seseorang. Jadi profesionalisme seorang guru merupakan suatu kondisi, arah, nilai, tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian.

Menurut Surya, guru yang profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya

108

dibidangnya (Kunandar, 2007:31). Jadi guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya, yaitu dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik dalam belajar. Sikap yang harus dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya, mau belajar untuk meluangkan waktu untuk menjadi guru,seorang guru yang tidak bersedia untuk belajar tak mungkin krasan dan bangga menjadi guru, krasan dan bengga atas keguruannya. Guru yang profesional akan tercermin dalam pelaksanaannya, pengabdian tugas- tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode.

Menjadi guru yang profesional diharuskan memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang memadai, memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak didiknya, mempunyai jiwa kreatif dan produktif, mempunyai etos kerja dan selalu melakukan pengembangan diri secara terus menerus.

Pengertian Kompetensi

Menurut Ustman (2005), kompetensi adalah suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. Pengertian ini mengandung makna bahwa kompetensi itu dapat digunakan dalam dua konteks, yakni ; Pertama, sebagai indikator kemampuan yang menunjukkan pada perbuatan yang diamati. Kedua, sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek kognitif, afektif dan perbuatan serta tahap-tahap pelaksanaannya secara utuh ( Joni, 1980 )

Sedangkan menurut Roestiyah N. K. mengartikan kompetensi seperti yang dikutip dari pendapat W. Robert Houston sebagai suatu tugas memadai atau pemilikan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan tertentu (Roestiyah N. K. , 1989 ).

Sementara itu, Piet dan Ida Sahertian mengatakan bahwa kompetensi adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang bersifat kognitif, afektif dan performen ( Piet A Sahertian dan Ida Alaida Sahertian , 1990 ).

Kompetensi sebagai agen pembelajaran meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial ( PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ).

109

Dari beberapa pengertian kompetensi di atas maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan kinerjanya secara tepat dan efektif.

Adapun kompetensi guru meliputi : a. Kompetensi Intelektual

 Yaitu berbagai perangkat pengetahuan yang ada dalam diri individu yang diperlukan untuk menunjang berbagai aspek kinerja sebagai guru.

b. Kompetensi Fisik

 Yaitu perangkat kemampuan fisik yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas sebagai guru dalam berbagai situasi.

c. Kompetensi Pribadi

 Yaitu perangkat perilaku yang berkaitan dengan kemampuan individu dalam mewujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri dan pemahaman diri.

d. Kompetensi sosial

 Yaitu perangkat perilaku tertentu yang merupakan dasar dari pemahaman diri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta tercapainya interaksi sosial secara efektif.

e. Kompetensi Spiritual

 Yaitu pemahaman, penghayatan serta pengamalan kaidah- kaidah keagamaan (Surya, seminar sehari 6 Mei 2005 ).

Agar menjadi seorang guru yang memiliki kompetensi, maka diharuskan memiliki kemampuan untuk mengembangkan 3 aspek kompetensi yang ada pada dirinya, yakni kompetensi pribadi, kompetensi profesional dan kompetensi kemasyarakatan ( Piet A Sahertian dan Ida Alaida Sahertian, 1990 ).

B. Syarat-syarat Menjadi Guru Profesional dan Berkompetensi Syarat-Syarat Menjadi Guru Profesional

110

Agama Islam sangat menghargai orang-orang yang berilmu pengetahuan (guru) , sehingga hanya mereka sajalah yang pantas mencapai taraf ketinggian dan keutuhan hidup.

Firman Allah SWT :

ﻊﻔﺮﻴ

Dalam dokumen Ilmu Pendidikan Islam - Repository IAIN Kediri (Halaman 106-110)

Dokumen terkait