• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ilmu Pendidikan Islam - Repository IAIN Kediri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Ilmu Pendidikan Islam - Repository IAIN Kediri"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

Hati nurani adalah kemampuan untuk mengambil keputusan tentang apa yang baik atau benar dan apa yang buruk atau salah bagi seseorang. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akhlak yang menyertai hati nurani yang tajam adalah akhlak yang baik.

Dimensi-dimensi Hakikat Manusia, Keunikan dan Dinamikanya

Drijarkoro mengartikan orang yang bermoral adalah orang yang mempunyai nilai-nilai, menghayatinya dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam tindakannya. Untuk melakukan apa yang perlu dilakukan orang, mereka perlu mengetahui, menyadari dan memahami nilai-nilai.

Pengembangan (Proses Pendidikan) Dimensi Hakikat Manusia Pengembangan dimensi hakikat manusia menjadi tugas

Perkembangan yang utuh adalah apabila terjadi perkembangan pada dimensi-dimensi fitrah manusia secara keseluruhan, antara dimensi jasmani dan rohani, antara dimensi individu, sosial, moral dan agama, antara aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Perkembangan tidak tuntas merupakan proses berkembangnya dimensi-dimensi fitrah manusia yang tidak seimbang antara satu dimensi dengan dimensi lainnya, artinya ada satu dimensi yang terabaikan.

Pandangan Islam

Untuk mempertahankan kedudukan mulia dan wujud pribadi yang baik, Allah membekalinya dengan akal dan perasaan yang memungkinkan manusia menerima dan mengembangkan ilmu serta menumbuhkembangkan ilmu yang dimilikinya. Fitrah inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya serta menjadikan manusia istimewa dan mulia. Hal ini juga berarti bahwa manusia adalah makhluk pedagogis.

Kesimpulan

Dari prinsip hubungan ini, masyarakat kemudian mengembangkan proses pertumbuhan budaya; proses ini mendorong manusia untuk maju dalam kehidupan sesuai dengan tuntutan zaman. Ketiga kekuatan tersebut akan menjadi motivasi masyarakat untuk saling bersaing, sehingga keberadaan pendidikan menjadi semakin penting; Padahal, pendidikan merupakan kunci terpenting bagi kemajuan kehidupan manusia dalam segala aspek.

Keharusan Pendidikan : Mengapa Manusia Harus Di Didik / Mendidik ?

Pendidikan akan berusaha membantu manusia mengungkap dan menemukan rahasia alam, mengembangkan sifat manusia yang berpotensi untuk berkembang, mengarahkan kecenderungan dan membimbingnya untuk kepentingan diri sendiri dan masyarakat. Pada akhirnya dengan bantuan dan bimbingan tersebut manusia akan menjadi manusia yang nyata, manusia yang gila, manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kemungkinan Pendidikan: mengapa manusia dapat dididik/mendidik ?

Dari asumsi-asumsi tersebut di atas dapat diketahui bahwa manusia merupakan makhluk yang perlu dididik dan diajar. Mereka tidak dapat membedakan perbuatan yang baik dan buruk, perbuatan yang bermoral dan perbuatan yang tidak bermoral. Oleh karena itu, hanya manusialah yang secara sadar melaksanakan pendidikan bagi sesamanya.

Batas-Batas Kemungkinan Pendidikan

Poin terakhir adalah prinsip dan dicapai ketika seorang pemuda dapat berdiri sendiri dan mantap mengembangkan dan melaksanakan rencana sesuai dengan pandangan hidupnya.Dengan kondisi di atas, pendidikan tidak lagi menjadi masalah, ia dapat mendidik dirinya sendiri, tetapi tidak bisa. dapat dipungkiri bahwa untuk memajukan kehidupan seseorang, mungkin perlu juga untuk terus mendapat pendidikan di bidang tertentu, bantuan pendidikan seperti itu disebut pembentukan pribadi dewasa.” Oleh karena itu, orang dewasa akan mampu mendidik dirinya sendiri lebih baik dibandingkan orang lain, namun dalam keadaan tertentu orang dewasa juga akan membutuhkan pendidikan dari orang lain.

Pandangan Islam

Tujuan hidup manusia muslim untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat terwujud dan benar-benar dijalani apabila dibina melalui proses pendidikan yang berkesinambungan c. Fasilitas dasar tersebut tidak dapat dikembangkan jika tidak didukung melalui proses pendidikan yang optimal.

Kesimpulan

Manusia adalah makhluk Tuhan, dia dan alam semesta tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Omar Mohammad al Taumi al Syaibani memperincikan pandangan Islam tentang manusia berdasarkan lapan prinsip.

PENGERTIAN PENDIDIKAN

Sistem pendidikan yang tepat adalah pendidikan formal, nonformal dan informal, untuk itu kita harus bisa menggunakan sistem pendidikan. Oleh karena itu, dalam upaya mengembangkan sistem pendidikan, setiap unsur utama dalam sistem pendidikan harus mendapat perhatian utama.

PENGERTIAN SISTEM

KOMPONEN DAN HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN DALAM PENDIDIKAN

PENDIDIKAN FORMAL, NON FORMAL, IN FORMAL SEBAGAI SEBUAH SISTEM

LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL

Pembahasan persoalan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal patut dikatakan formal karena diselenggarakan di sekolah/..tempat tertentu, secara sistematis, mempunyai jenjang dan dalam kurun waktu tertentu, serta berlangsung mulai dari Taman Kanak-Kanak. ke pendidikan tinggi, berdasarkan aturan resmi yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah atau Undang-Undang Dasar. Dalam pendidikan formal mempunyai tujuan yaitu wadah untuk memantapkan masyarakat bahwa pendidikan penting bagi kehidupan bermasyarakat agar siap pakai.

LEMBAGA PENDIDIKAN NON FORMAL

Mereka yang telah lulus pendidikan formal pada jenjang tertentu tetapi tidak dapat melanjutkan lebih jauh. Masukan mentahnya adalah mereka yang putus sekolah/. pendidikan formal dan/atau mereka yang belum pernah bersekolah.

LEMBAGA PENDIDIKAN IN FORMAL

Misalnya keluarga, yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang belum menikah, merupakan suatu lembaga pendidikan dimana ayah dan ibu sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Di dalam keluarga, anak mendapatkan pengalaman pertamanya bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang-orang dan berhubungan dengan dunia disekitarnya.

KESIMPULAN

Implikasi pada program-program pendidikan

Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan dan kematangan politik merupakan bagian penting dari pendidikan seumur hidup. Dengan latar belakang ini, pendidikan budaya dan penggunaan waktu luang secara konstruktif merupakan bagian penting dari pendidikan seumur hidup.

Implikasi pada sasaran pendidikan

Mengenai keberadaan pendidikan nasional dalam upaya membangkitkan kehidupan bangsa dan bagi pemerintah berusaha menyelenggarakan sistem pendidikan yang diatur dengan undang-undang yaitu dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 2, oleh karena itu pendidikan dan pendidikan merupakan hal yang penting. membutuhkan ajaran, maka dibentuklah Panitia Purna. . Sistem pendidikan nasional merupakan suatu kesatuan terpadu dari seluruh satuan dan kegiatan pendidikan yang saling berkaitan satu sama lain untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, sebagaimana tertuang dalam Undang-undang RI No.

Pengertian, Tujuan, dan Landasan Pendidikan Nasional

Pengertian pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia NOMOR 20 TAHUN 2003 tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL yang antara lain memuat , berhubungan dengan: .

Pasal 1

Jalur pendidikan merupakan sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya dalam pendidikan yang sesuai dengan tujuannya. Satuan pendidikan adalah sekelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada jenjang dan jenis pendidikan.

Pasal 3

Kelembagaan Pendidikan

Jenjang pendidikan merupakan suatu tahapan pendidikan yang didasarkan pada tingkat perkembangan peserta didik, apa yang akan dicapai dan keterampilan yang akan dikembangkan. Lembaga pendidikan nonformal atau pendidikan ekstra kurikuler (PLS) adalah segala bentuk pendidikan yang diselenggarakan secara terarah, tertib, dan terencana, di luar kegiatan sekolah.

Program dan Pengelolaan Pendidikan

Dan sekolah adalah suatu lembaga yang organisasinya tersusun dengan baik dan segala kegiatannya sengaja direncanakan, yang disebut dengan kurikulum. Dan Pasal 51 terkait: pengelolaan satuan pendidikan dan kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat dilaksanakan oleh instansi/perorangan penyelenggara satuan pendidikan yang bersangkutan.

Kesimpulan

Pengertian Era Globalisasi

Prof. A. Qodri Azizy di sini menyampaikan bahwa di era globalisasi ini terjadi pertemuan dan pergerakan nilai-nilai budaya dan agama di seluruh dunia dengan menggunakan komunikasi, transformasi dan layanan informasi hasil modernisasi teknologi. Perjumpaan dan pergesekan ini akan mengakibatkan persaingan liar yang berarti saling mempengaruhi (menganut) dan terpengaruh (menganut) saling beradu dan beradu dengan nilai-nilai yang berbeda.

Globalisasi Sebagai Ancaman Atau Tantangan

Bagaimana nilai-nilai positif yang terdapat di Barat bisa masuk ke dalam bangsa kita dan juga diamalkan di masyarakat kita seperti budaya disiplin, kebersihan, akuntabilitas, kesetaraan, kompetisi, kerja keras dan masih banyak lagi contoh positif yang bisa diambil. Sebaliknya, ketika mereka mengetahui nilai-nilai yang positif dan bermanfaat bagi bangsanya, maka mereka akan meneladani dan menganutnya, bukan menghindarinya.

Strategi Pendidikan Yang Mengacu pada Masa Depan dan Berorientasi pada Pengembangan Kemampuan Potensi

Simaklah nasehat Back to Basics yang disampaikan oleh Jhon Naisbit “Belajar berpikir/menulis, sekarang belajar belajar dan belajar mencipta; dikemukakan oleh A. Hal ini menggambarkan bahwa pendidikan dasar dan menengah telah gagal untuk tidak mewujudkan hak-hak yang paling mendasar. hakikat pendidikan sehingga perguruan tinggi disarankan untuk mampu berkreasi, dan harus memulainya dari awal yaitu belajar berpikir/menulis dan belajar bagaimana belajar.

Persiapan SDM Dalam Mengahadapi Globalisasi 1. Perlunya landasan

  • Persiapan SDM dengan kriteria pribadi berkualitas a. Aspek Intelektual

Visi pendidikan yang dirumuskan UNESCO menguraikan bahwa pendidikan mengajarkan anak untuk berpikir, belajar hidup, belajar menjadi diri sendiri dan belajar hidup. Pendidikan demokratis adalah pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk memperoleh pendidikan di sekolah, sesuai dengan kemampuannya.

Pengertian Dan Perlunya Demokrasi Pendidikan

Dan demokrasi pendidikan merupakan implementasi dan prinsip kesetaraan sosial dan tidak adanya perbedaan, baik horizontal maupun vertikal. Karena pendidikan demokratis mengharapkan pendidikan dapat maju dan berkembang tanpa merugikan pihak lain, hal ini dijelaskan dalam Pasal 31 ayat (1) UUD 1945.

Prinsip-prinsip Demokrasi dalam Pendidikan

Jika dikaitkan dengan prinsip-prinsip demokrasi pendidikan yang dikemukakan, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui, antara lain: Upaya pemenuhan hak setiap warga negara untuk mengakses pendidikan umum dengan menggunakan kemampuan pribadinya untuk memenuhi kebutuhannya guna mengembangkan kreasi demi pembangunan dan kemajuan. ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa merugikan ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya.

Pelaksanaan Demokrasi Pendidikan di Indonesia

Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa. Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, perlu segera dilakukan perbaikan sistem pendidikan nasional yang diatur dalam Undang-Undang Pendidikan Nasional.

Kesimpulan

Jadi demokrasi pendidikan adalah suatu proses dalam bidang pembangunan pendidikan yang mengandung nilai-nilai pendidikan demi tercapainya cita-cita luhur suatu bangsa dan negara. Jadi, demokrasi pendidikan adalah suatu proses atau aturan yang sama dalam pembangunan pendidikan yang sejalan dengan tujuan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

UNSUR – UNSUR PENDIDIKAN

  • Tujuan Pendidikan
  • Pendidik
  • Peserta Didik
  • Materi / Isi Pendidikan
  • Alat dan Metode
  • Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung/ lingkungan Pendidikan

Berkembangnya individu berarti perubahan-perubahan yang wajar terjadi dalam diri siswa, baik yang ditujukan pada dirinya sendiri maupun penyesuaian terhadap lingkungan. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik mempunyai kesempatan untuk terbebas dan bertanggung jawab sesuai dengan kepribadiannya masing-masing serta bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

PENDIDIKAN SEBAGAI PENGETAHUAN

  • Obyek Ilmu Pendidikan a. Obyek Material
  • Metode Penelitian
  • Sistematika

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam ilmu pendidikan adalah metode survei, metode tes, metode wawancara, metode observasi dan lain-lain. Terutama digunakan untuk ilmu-ilmu pendidikan praktis atau dengan pola pikir deduktif yang terutama digunakan untuk ilmu-ilmu pendidikan teoritis.

PENDIDIKAN NASIONAL SEBAGAI SUATU SISTEM

Reja Mudhoharjo dan Waini Rasyidin menyatakan: Pendidikan nasional adalah suatu sistem sosial dan salah satu sektor dalam kehidupan umum suatu negara berkembang. Pendidikan Nasional adalah suatu sistem dan lembaga yang bertanggung jawab terhadap pengembangan dan pemeliharaan sistem negara Pancasila dan kebudayaan nasional.

PENDIDIKAN AGAMA DALAM SISTEM PENDIDIKAN

Sistem Pendidikan Nasional Pancasila adalah: Sistem pendidikan nasional Indonesia adalah satu-satunya yang menjamin kelestarian Pancasila. Dengan memasukkan pendidikan agama dalam tujuan pendidikan nasional, maka akan terwujud karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat serta mengembangkan kemampuan peserta didik.

KESIMPULAN

  • KESIMPULAN

Jika kita menelaah hadits riwayat Anas, Nabi Muhammad SAW merinci tugas dan tanggung jawab kedua orang tua tersebut sebagai berikut. Tanggung jawab pendidikan yang harus disadari dan dipupuk oleh kedua orang tua terhadap anak-anaknya antara lain sebagai berikut.

PENGERTIAN INOVASI PENDIDIKAN

Inovasi merupakan perubahan baru yang mengarah pada perbaikan, sedangkan inovasi pendidikan dimaknai sebagai perubahan untuk meningkatkan mutu. Ibrahim (1988) menyatakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan.

TUJUAN INOVASI PENDIDIKAN

Bedanya pada update tersebut terdapat unsur kesengajaan - Persamaannya adalah keduanya mempunyai unsur yang baru atau berbeda. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu gagasan, benda, cara yang dirasakan atau diamati sebagai sesuatu yang baru bagi hasil seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu hasil inversi (penemuan baru) maupun penemuan (baru ditemukan oleh orang lain). orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.

MASALAH YANG MENUNTUT DIADAKANNYA INOVASI Adapun masalah-masalah yang menuntut diadakannya inovasi

Cita-cita masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik semakin meningkat, sementara (di sisi lain) peluangnya sangat terbatas. Persepsi kualitas pendidikan semakin menurun sehingga belum mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

BERBAGAI UPAYA INOVASI PENDIDIKAN 1. Proyek Perintis Sekolah Pembangunan

  • Kurikulum 1975
  • Proyek Pamong
  • SMP Terbuka
  • Universitas Terbuka
  • Pembaharuan Sistem Pendidikan Kependidikan
  • Kurikulum 1984

Persepsi kualitas pendidikan semakin menurun sehingga belum mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. e. Penyempurnaan kurikulum ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih besar kepada peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang sesuai dengan bakat, minat, kebutuhan, dan kemampuannya.

Pengertian Pendidikan Seumur Hidup

Prinsip pendidikan seumur hidup dibentuk oleh prinsip bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses yang berkesinambungan yang dimulai dari lahir sampai mati. Di Indonesia sendiri, konsep pendidikan sepanjang hayat baru mulai dipopulerkan melalui kebijakan negara (Ketetapan MPR No. IV/MPR/1973 jo.

Tujuan pendidikan Seumur Hidup

Proses pendidikan ini mencakup bentuk pembelajaran informal dan formal yang berlangsung dalam keluarga, di tempat kerja, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, oleh karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Pendidikan Seumur Hidup Dalam berbagai Persepektif

dr. H. Fuad Ihsan, dalam buku Pokok-Pokok Pendidikan, menuliskan beberapa gagasan pokok – dilihat dari beberapa aspek – mengenai perlunya pendidikan sepanjang hayat, antara lain: Aspek ideologis, setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, pengetahuan dan meningkatkan keterampilan. Aspek teknologi, pembelajaran sepanjang hayat sebagai alternatif bagi para sarjana, teknisi dan pemimpin di negara berkembang untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilannya seperti di negara maju.

Karakteristik Pendidikan Seumur Hidup

Pemilihan model pendidikan harus dilakukan, oleh karena itu asas pendidikan sepanjang hayat memungkinkan terlaksananya berbagai program pendidikan di dalamnya. Namun pendidikan sepanjang hayat mensyaratkan bahwa tanggung jawab pendidikan berada pada keluarga, sekolah dan masyarakat, karena tempat tersebut adalah dunia anak dan sepanjang perkembangannya.

PENGERTIAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Oleh karena itu, pemahaman lebih jauh mengenai lingkungan pendidikan sangat diperlukan untuk dapat berperan sebagai pendidik yang pada akhirnya akan menjadi pendidik. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan pendidikan adalah batas tempat berlangsungnya proses pendidikan, yang meliputi keadaan dan sifat dunia ini, yang dalam hal tertentu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kita.

FUNGSI LNGKUNGAN PENDIDIKAN

Misalnya, dalam waktu dekat masyarakat Indonesia harus berhadapan dengan 'tiga budaya', antara lain budaya Indonesia dan budaya dunia. Untuk menyeleksi pengaruh “tiga kebudayaan” tersebut maka lingkungan pendidikan dalam hal ini berfungsi memperkuat ketiga sisi tujuan pendidikan, yaitu masyarakat yang sadar akan harkat dan martabatnya, menguasai ilmu pengetahuan dan mempunyai spesialisasi atau keterampilan tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan. yang dimaksud. menjadi manusia seutuhnya.

TRI PUSAT PENDIDIKAN, TUJUAN DAN PROGRAM (KELUARGA, SEKOLAH DAN MASYARAKAT)

Sebagai lembaga yang membantu lingkungan keluarga, sekolah bertanggung jawab terhadap pendidikan dan pengajaran serta memperbaiki dan menyempurnakan perilaku peserta didik. Pendidikan eksperiensial dimulai beberapa saat setelah anak meninggalkan pengasuhan keluarga dan keluar dari pendidikan sekolah.

FUNGSI DAN PERAN TRI PUSAT PENDIDIKAN 1. Fungsi dan peran keluarga

Peran sekolah adalah sebagai tempat siswa bersosialisasi, belajar menaati peraturan, dan mempersiapkan siswa menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Peran: siswa belajar bersosialisasi, siswa belajar menaati peraturan sekolah, mempersiapkan siswa menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.

BAB XVI

Pengertian Guru Profesional dan Berkompetensi Pengertian Guru Profesional

Menurut Surya, guru yang profesional adalah seseorang yang terdidik dan terlatih serta kaya akan pengalaman. Untuk menjadi guru yang kompeten dituntut memiliki kemampuan untuk mengembangkan 3 aspek kompetensi yang ada, yaitu kompetensi personal, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial (Piet A Sahertian dan Ida Alaida Sahertian, 1990.

Syarat-syarat Menjadi Guru Profesional dan Berkompetensi Syarat-Syarat Menjadi Guru Profesional

Artinya, berbagai perangkat pengetahuan yang ada dalam diri seorang individu diperlukan untuk mendukung berbagai aspek kinerja sebagai seorang guru. Artinya, seperangkat keterampilan fisik yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas sebagai guru dalam berbagai situasi.

ﻊﻔﺮﻴﷲﺍ

Guru yang gembira mempunyai sifat kelakar, suka ketawa dan suka memberi peluang kepada kanak-kanak untuk ketawa. Hubungan dan kerjasama adalah yang paling berharga. Jika guru bercanggah antara satu sama lain, kanak-kanak akan keliru dan tidak tahu apa yang dibenarkan dan apa yang tidak.

BAB XVII

Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam

Tujuan pendidikan Islam harus dirumuskan dan ditetapkan secara jelas dan merata bagi seluruh umat Islam agar bersifat universal. Metode pendidikan Islam yang diciptakan harus berfungsi secara efektif dalam proses pencapaian tujuan pendidikan Islam.

Pendekatan-Pendekatan dalam proses Pendidikan Islam Dalam menganalisa sasaran pendidikan Islam secara ilmiah,

Dalam konteks ini, pendidikan Islam dipandang sebagai suatu proses yang terdiri dari sub-sistem atau komponen-komponen yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. Pendekatan eksperiensial adalah memberikan pengalaman keagamaan kepada peserta didik dalam rangka penanaman nilai-nilai keagamaan baik secara individu maupun kelompok.

DAFTAR PUSTAKA

BIODATA SINGKAT PENULIS

Selain memberikan ceramah, mengikuti workshop dan seminar, penulis juga mengemas pemikirannya dengan menulis pada jurnal dan buku yang diterbitkan, antara lain: (1) Manajemen Pembelajaran Efektif, STAIM Press Pengembangan Pengetahuan Agama Islam dalam Perspektif Filsafat Ilmu, STAIM Politik Pers yang Diperankan Nabi Muhammad SAW, Fundamentalisme dan Modernisme STAIM Press, Komponen Implementasi dan Pendukung STAIM Press Madrasah, STAIM Press Budaya Islam, STAIM Press Pondok Pesantren Sebagai Pusat Sosialisasi Jama'ah Tabligh, Studi Kasus di Al Fattah Temboro Pondok Pesantren Magetan, Jawa Timur, dalam Irwan Abdullah, dkk. (eds).

ISBN/KDT & BARCODE IPI

COVER BELAKANG

Referensi

Dokumen terkait

Iqbal and Murtanto in his research entitled Analysis of the Influence of Fraud Triangle Factors Against Financial Financial Fraud on Property and Real Estate Companies that are on