• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam

Dalam dokumen Ilmu Pendidikan Islam - Repository IAIN Kediri (Halaman 115-119)

BAB XVII BAB XVII

B. Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam

Ada tiga komponen dasar yang harus dibahas dalam teori pendidikan Islam dan pada gilirannya dapat dibuktikan validitasnya dalam operasionalisasi yaitu antara lain :

116

1. Tujuan pendidikan Islam harus dirumuskan dan ditetapkan secara jelas dan sama bagi seluruh umat Islam sehingga bersifat universal.

2. Metode pendidikan islam yang diciptakan harus berfungsi secara efektif dalam prosees pencapaian tujuan pendidikan Islam. Komprehensivitas dari tujuan pendidikan Islam harus parallel dengan keanekaragaman metode. Metode yang dipakai bertumpu dapa paedasentrisme, dimana fitrah manusia dijadikan pusat proses pendidikan.

3. Irama gerak yang harminis antara metode dan tujuan akan mengalami vakum bila tanpa kehadiran nilai dan idea. Oleh karena itu, content pendidikan Islam yang diwujudkan dalam kurikulum harus mengandung makna dan nilai sebagai petunjuk kearah pengembangan kualitas hidup manusia sebagai khalifatullah dan Abdullah yang memuliki kepribadian utuh (Tafsir, 20006:57).

Pendidikan islam sebagai disiplin ilmu memiliki modal dasar dasar yang potensional untuk dikembangkan sehingga mampu berperan di masyarakatdinamis masa kini dan mendatang. Ilmu pendidikan yang menjadi pedoman operasionalisasi pendidikan harus dikembangkan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dapa diunia akademik, yaitu :

1. Memiliki obyek pembahasan yang jelas dan khas pendidikan islam

2. Mempunyai wawasan, pandangan, asumsi, hipotesisserta teori dalam lingkungan pendidikan islam yang bersumber dapa ajaran islam

3. Memilliki metode analisis yang relevan dengan kebutuhan perkembangan ilmu pendidikan berdasarkan islam, serta system pendekatan yang seirama dengan corak keislaman sebagai kultur.

4. Memiliki struktur keilmuan yang sistematis, mengandung totalitas dari komponen - komponen yang saling mengembangkan satu sama lain dan menunjukkan kemandiriannya sebagai ilmu yang bulat.

Oleh karena itu, teori-teori pendidikan islam harus harus memenuhi persyaratan , yaitu :

1. Teori harus menetapkan hubungan antara fakta yang ada

117

2. Teori harus mengembangkan system klasifikasi dan struktur dari konsep-konsep

3. Teori harus mengikhtisarkan berbagai fakta , kejadian- kejadian, oleh karenanya sebuah teori harus dapat menjelaskan sejumlah besar fakta

4. Teori harus dapat meramalkan fakta dan kejadian-kejadian C. Metode Pendidikan Islam

Dalam proses pendidikan Islam, metode mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya pencapaian tujuan, karena ia menjadi sasaran dalam menyampaikan materi yang tersusun dalam kurikulum. Tanpa metode, suatu materi pelajaran tidak akan dapat berproses secara efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar menuju tujuan pendidikan.

Metode pendidikan yang tidak efektif menjadi penghambat kelancaran proses balajar mengajar sehingga banyak tenaga dan waktu terbuang sia-sia. Oleh karna itu, metode yang diterapkan oleh seorang guruakan berdaya guna dan berhasil guna jika mampu dipergunakan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Dalam literature ilmu pendidikan, dapat ditemukan banyak banyak metode mengajar seperti metode ceramah, Tanya jawab, diskusi, sosiodrama dan pemberian tugas dan resitasi. Metode – metode itu biasa disebut dengan metode umum karena metode tersebut digunakan untuk mengajar pada umumnya. Akan tetapi, metode yang digunakan dalam pendidikan islam tidak cukup dengan menggunakan metode-metode tersebut karena dalam pelaksanaanya metode-metode tersebut belum bisa menunjukkan suatu pengembangan aspek afektif menuju terbentuknya pribadi muslim.

Metode pendidikan yang dapat dipakai dalam pendidikan islam diantaranya :

1. Metode situasional

Yaitu metode yang mendorong manusia didik untuk belajar dengan perasaan gembira dalam berbagai tempat dan keadaan.

Metode ini dapat memberikan kesan-kesan yang menyenangkan, sehingga melekat pada ingatan yang cukup lama.

118

2. Metode taghrib wat targhib

Yaitu metode yang mendorong manusia didik untuk belajar suatu bahan pelajaran atas dasar minat yang berkesadaran pribadi, terlepas dari paksaan atau tekanan mental

3. Metode belajar yang berdasarkan conditioning

Yaitu metode yang dapat menimbulkan konsentrasi perhatian anak didik kearah bhan-bahan pelajaran yang disajikan oleh guru didik. Berdasarkan teori behaviorisme, anak didik akan dapat melakukan proses kegiatan berdasarkan pola S-R=bong, yaitu stimulus yang menimbulkan respon hingga terbentuklah pengertian yang makin mendalam.

4. Metode berdasarkan prinsip bermakna

Yaitu yang menjadikan anak didik menyukai dan bergairah untuk mempelajari bahan pelajaran yang diberikan guru.

5. Metode dialogis

Yaitu metode yang melahirkan sikap saling ketrbukaan antara guru dan murid, akan mendorong untuk saling member dan mengambil antara guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Dalam penerapan metode ini pikiran , kemauan, perasaan dan ingatan serta pengamatan akan terbuka terhapad ide-ide baru yang timbul dalam proses belajar mengajar tersebut.

6. Prinsip inovasi dalam proses belajar mengajar

Yaitu metode yang menjadikan manusia didik diberi pelajaran ilmu pengetahuan baru yang dapat menarik minat mereka.

Mereka didorong secara aktif dan inovatif serta kreatif melalui metode penyelidikan dan menemukan fakta-fakta pengetahuan yang baru dari lingkungan sekitar dirinya sendiri.

7. Metode pemberian contoh yang baik (uswah hasanah)

Yaitu metode seorang guru terhadap manusia didik, terutama anak-anak yang belum mampu berpikir kritis akan banyak mempengaruhi pola tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari.

8. Metode kasih sayang

Yaitu metode yang menitikberatkan pada bimbingan yang berdasarkan rasa kasih sayang terhadap anak didik akan menghasilkan kedayagunakan proses belajar mengajar. Rasa kasih sayang akan mampu memperlancar kegiatan belajar dari

119

hambatan-hambatan psikologis akibat ketakutan atau keresahan batin.

9. Metode-metode lain seperti metode cerita, metode metafora, metode Tanya jawab, metode induktif-deduktif, metode verbalistik, metode pemberian hukuman dan pemberian hadiah (Arifin, 2007:144 )

Metode pendidikan menurut al-Ghozali dapat dipahami bahwa al-ghozali telah meletakkan dasar-dasar penyusunan kurikulum yang harus disampaikan oleh murid secara bertahap sesuai dengan perkembangan anak untuk mencapai derajat yang tinggi, baik di dunia maupun di akhirat. Pentahapan itu melahirkan metode khusus pendidikan agama yang pada prinsipnya di mulai dengan hafalan dan pemahaman kemudian dilanjutkan dengan keyakinan dan pembenaran, setelah itu penegakan dalil-dalil dan keteranganyang menunjang penguatan akidah serta metode khusus pendidikan akhlaq yaitu dengan berakhlak mulia (Rusn, 2009:97).

D. Pendekatan-Pendekatan dalam proses Pendidikan Islam

Dalam dokumen Ilmu Pendidikan Islam - Repository IAIN Kediri (Halaman 115-119)

Dokumen terkait