• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagi Tokoh Agama

Dalam dokumen MUHAMA - etheses UIN Mataram (Halaman 85-125)

BAB V PENUTUP

B. Saran

2. Bagi Tokoh Agama

Semoga dapat lebih instens untuk menggaungkan ekonomi Syariah di masyarakat khususnya bagi masyarakat Kecamatan Suela karena setiap zaman dan generasi membutuhkan adanya penyeru (muballigh) yang dapat menyeru tidak hanya untuk mendapatkan kebahagiaan di akhirat, tapi juga bagaimana membenahi urusan dunia agar bisa bernilai ibadah dan menjadi bekal menuju kebahagiaan akhirat.

DAFTAR PUSTAKA

A. Hudaibi Wildan, Respon Tokoh Agama Terhadap Pemanfaatan Barang Gadai Tanah Sawah Di Desa Merembu Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat, Institut Agama Islam Negeri Mataram Tahun 2015

Abdul Ghofar Anshori, Perbankan Syariah Di Indonesia Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2009

Abu A’la al-Maududi, Mu’ayyasatil Islam, Lahore: Islamic Publication, 1969 Achmad Sunarto, Terjemah Bulughul Maram, Cet.II Jakarta: Pustaka Amani,

2000

Al- Bassam Abdullah Bin Abdurrahman. Syarah Bulugul Maram IV. Jakarta:

Pustaka Azzam, 2006.

Burhani Ahmad Najib, Islam Dinamis, Jakarta: Buku Kompas, 2001

Chaeruman Pasaribu. Suhrawardi K Lubis, Hukum perjanjian Dalam Islam.

Jakarta: Sinar Grapita, 2004

Chuizaimah T Yanggo dan Hafiz Anshory. Problematika Hukum Islam Kontemporer. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995

Daih Akhidzu Mafazan, Pemanfaatan Barang Jaminan Tanah Oleh Penerima Gadai Dalam Perjanjian Hutang Piutang Perspektif Fiqih Empat Madzhab, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Tahun 2019

Dimyauddin Djuwaini, Fiqh Muamalah Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008 Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn

Fitriyani Dewi, Pemanfaatan Tanah Gadai Untuk Usaha Dalam Persepektif Islam (Studi Pada Masyarakat Kota Baru Kecamatan Tanjung Karang Timur Kota Bandar Lampung, Universitas Negeri Raden Intan, Lampung Tahun 2018.

Ghazali Abdul Rahman dkk. Fiqih Muamalat. Jakarta: Prenada Media Group, 2010.

Harun Nasution. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara, 2007.

Hasan Ali, “Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam”, Jakarta: Raja Grapindo, 2003

Ibnu Khaldun, Muqaddimah, Mesir: Dar Nahdhah Mishr, 2006, Juz II

Ismail Nawawi, Fiqih Muamalah Klasik Dan Kontemporer Bogor: Ghalia Indonesia, 2012

Jalaludin Rahmat, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1999 Jamaluddin dalam Jurnal Qawanin Volume 2 Nomor 2 Juli 2010, ISSN 2508-

3156

Kitab Hadis Sahih Bukhori Bab Jual Beli, https://www.bayanelislam.net diakses pada tanggal 8 Maret 2022

Lexy J Moleong, Metodeologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosada, 2000

Lukman Al-Hakim dan Muslihun Muslim. Muqaranah Fi Al-Mu’amalah.

Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2010

Mahmoud, Syaltad dan M Ali As-Sayis. Perbandingan Mazhab Dalam Masalah Fiqih. Jakarta: Bulan Bintang, 1985

Mardani, Fiqih Ekonomi Syariah; Fiqih Muamalah Jakarta: Prenada Media Group, 2012

Mardani, Hukum Sistem Ekonomi Islam Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2015 Muhammad Zuhirsyan, Membidik Potensi Ekonomi Syariah Di Lembaga

Pendidikan Pondok Pesantren, Economica: Jurnal Ekonomi Islam Volume 9 No.2 tahun 2018 diunduh melalui website http://journal.walisongo.ac.id/index.php/economica

Rachmad Syafi’i, Fiqih Muamalah, Bandung: Pustaka Setia, 2004

Rajid, Sulaiman. Fiqih Islam. Bandung: PT Sinar Baru Algensindo, 1994.

Sadiq Hasan Khan, Fathul Bayan Fi Maqashid al-Qur’an, Darul Fikri al-Arabi Juz I

Sarwono Sarlito W., Psikologi Remaja, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1991 Sasli Rais, Pegadaian Syariah, Konsep dan Sistem Operasional (Suatu Kajian

Kontemporer), Jakarta: Universitas Indonesia, 2008 Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah 12, Bandung: Alma’rif, 1987

Shonhaji Abdullah dkk. “Terjemahan Sunan Ibnu Majah Jilid III”, Semarang:

Asy Syifa’, 1993

Siah Khosyi’ah, Fiqh Muamalah Perbandingan, Bandung: Pustaka Setia, 2014 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&G. Bandung:

Alfabeta, 2010.

Suhendi, Hendi, Fiqih Muamalah Jakarta: Raja Grapindo Persada, 2005

Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam (Hukum Fiqh Islam), Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2012

Sulistyo Anggoro dan Chandra A.P., Kamus Besar Lengkap Inggris-Indonesia, Solo: Delima, 1998

Surahman, Zaenal Abidin, dan Haeran, Implementasi Sistem Gadai Tanah Kebun Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Di Desa Sungai Tering Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur), Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 7 (03) Tahun 2021, 1524-1529 diunduh melalui http://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jie diakses pada tanggal 22 Februari 2022

Syaikh al-‘Allamah Muhammad, Fiqih Empat Madzhab, diterjemahkan oleh

‘Abdurrahman li ath-Thiba’ah, dari judul asli Rahmah al-Ummah Muhammad, Bandung: Hasyimi, 2012

Tim Laskar Pelangi, Metodologi Fiqih Muamalah: Diskursus Metodologis Konsep Interaksi Sosial Ekonomi Kediri: Lirboyo Press 2013

Wawancara dengan Abdurrahman, Kasi Trantip di Kantor Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 27 Februari 2022

Wawancara dengan Basimah, warga Desa Sapit Kecamatan Suela tanggal 27 Mei 2022

Wawancara dengan Hurniati, warga Desa Ketangga Kecamatan Suela pada tanggal 28 Mei 2022

Wawancara dengan Amaq Zainul Warga Dusun Kuang Banyak Desa Perigi Kecamatan Suela pada tanggal 28 Mei 2022

Wawancara dengan Amaq Jafar, warga Desa Suntalangu Kecamatan Suela pada tanggal 29 Mei 2022

DOKUMENTASI PENELITIAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri

Nama Muhammad Zainul Ihsan

Tempat / Tanggal Lahir Lombok Timur, 13 Juli 1994

Alamat Rumah Dusun Kuang Banyak Desa Perigi Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, NTB

Nama Ayah Ratmasih

Nama Ibu Martini

Nomor Handphone 085955343128

Alamat E-Mail [email protected]

B. Riwayat Pendidikan

1. Sekolah Dasar (SD), Tahun Lulus 2006

2. Madrasah Tsanawiyah (MTs), Tahun Lulus 2009 3. Madrasah Aliyah (MA), Tahun Lulus 2012 4. S1 IAI Hamzanwadi NW Lombok Timur 2017

5. S2 Universitas Islam Negeri Mataram, Tahun Lulus 2022 C. Riwayat Organisasi

1. Anggota Kelas (Dokter Kecil), Tahun 2001-2006

2. Anggota Palang Merah Remaja (PMR), Tahun 2006-2008

3. KOMSAT Palang Merah Remaja (PMR) Syaikh Zainuddin NW Anjani, Tahun 2009-2010

4. Ketua Badan Konsolidasi Mahasiswa Alumni Dan Santri (BAKULMAS) Nahdlatul Wathan Perigi Kec.Suela, Tahun 2011-2012

5. Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan (IPNW) Kec.Suela, Tahun 2012-2013

6. Anggota PANZIK MDQH Nahdlatul Wathan Anjani, Tahun 2013-2014 7. Anggota BEM IAI Hamzanwadi NW Lombok Timur, Tahun 2013-

2016

8. Komandan KSR PMI Unit Syaikh Zainuddin NW Anjani, Tahun 2013- 2016 dan 2020-Sekarang

D. Riwayat Pekerjaan

1. Tani Ternak, Tahun 2008-Sekarang

2. Tenaga Pendidik (GURU) di MA Mu’allimin NW Anjani Lombok Timur, Tahun 2017-Sekarang

3. Tenaga Pendidik (GURU) di MTs Ubbadussomad NW Kalijaga Tengah, Tahun 2016-Sekarang

RESPON RAHIN DAN MURTAHIN TERHADAP PEMANFAATAN TANAH

GADAI STUDI KASUS

DI KECAMATAN SUELA LOMBOK TIMUR

MUHAMAD ZAINUL IHSAN 180404006

Dewan Penguji:

Dr. Muh. Azkar, M.Pd.I

Dr. Moh. Asyiq Amrullah, M.Ag

Prof. Dr. H. Musawwar, M.Ag

Dr. Zaenudin Mansyur, M.Ag

Latar Belakang

o Masyarakat Kecamatan Suela sebagian besar berprofesi sebagai petani, dan pekebun

o Banyak dari mereka kemudian menggadaikan lahan sawah sebagai jaminan ketika membutuhkan uang tunai untuk kebutuhan mendesak

o Ketika menggadaikan lahan sawah maupun tanahnya, mereka secara sukarela memberikan pihak murtahin memanfaatkan lahan (jaminan) tersebut

o Mazhab Syafi’i tidak membolehkan pemanfaatan objek gadai ( marhun bih ).

Peserta Didik di MTs. Muallimin NW Anjani

IDENTIFIKASI MASALAH

Banyak masyarakat yang melakukan jual beli, sewa menyewa, tukar menukar, gadai menggadai dan lain sebagainya disebabkan kebutuhan yang mendesak

Maraknya masyarakat yang melakukan gadai tanahnya, belum sesuai dengan

ketentuan yang telah

ditentukan oleh hukum Islam

Para Pihak, baik rahin maupun

murtahin nampaknya belum

memahami kedudukan objek

jaminan (marhun bih) dalam

perspektif hukum Islam

RUMUSAN MASALAH

Bagaimana praktik akad gadai di Kecamatan Suela?

1

2

Bagaimana respon Rahin 3

dan Murtahin terhadap pemanfaatan tanah gadai?

Bagaimana penerapan

pemahaman pemanfaatan

tanah gadai perspektif

ekonomi Syari’ah studi

kasus di Kecamatan Suela

Kabupaten Lombok

Timur?

TUJUAN PENELITIAN

Untuk mengetahui bagaimana praktik akad gadai di Kecamatan Suela

Untuk mengetahui bagaimana respon rahin dan murtahin terhadap pemanfaatan barang gadai di Kecamatan Suela

Untuk mengetahui aplikasi ekonomi syari’ah terhadap rahin dan murtahin

dalam pemanfaatan barang gadai tanah sawah di Kecamatan Suela

KEGUNAAN PENELITIAN

Untuk meningkatkan wawasan keilmuan

Sebagai bahan pengkajian selanjutnya bagi pihak akademisi dan bagi peneliti lain yang mengkaji tentang pemanfaatan tanah gadai

Sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar master (S-2) di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Agar dapat menjadi acuan bagi para pelaku transaksi

gadai tanah

K A J I A N T E O R I T

I K

2

Respon berasal dari kata Bahasa Inggris

response” yang berarti jawaban, menjawab, balasan atau tanggapan (reaction)

Respon adalah pemindahan atau pertukaran informasi timbal balik dan mempunyai efek 1

YANG MEMPENGARUHI RESPON

KEBIASAAN

Perhatian Kebutuhan

KEPRIBADIAN

Respon merupakan sikap penolakan atau

persetujuan dari diri seseorang setelah

menerima pesan

K A J I A N T E O R I T

I K

GADAI

Menurut ulama Syafi’i:

Rahn adalah menjadikan suatu benda sebagai jaminan utang yang dapat dijadikan pembayar ketika berhalangan dalam membayar utang

Menurut Hanabilah

Rahn harta yang dijadikan jaminan utang sabagai pembayaran seharta (nilai) utang ketika yang berhutang berhalangan (tak mampu) membayar utangnya kepada pemberi pinjaman

Sayyid Syabiq berpendapat bahwa gadai adalah manjadikan barang yang mempunyai nilai yang menurut padangan syara’ sebagai jaminan hutang sehingga orang yang bersangkutan boleh mengambil hutang atau ia mengambil manfaat dari barangnya itu

(RAHN)

K A J

I A N T E O R I T

I K

Al-Qardh

Al-qard adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan

Al-qard secara terminologis adalah memberikan harta kepada orang yang akan memanfaatkannya dan mengembalikan gantinya dikemudian hari

Ulama Hanafiyah:

ُهاَضَتْقَتِل ىِلْثِم ٍلاِم ْنِم ِهْيِطْعُت اَم

“Sesuatu yang diberikan seseorang dari harta (yang

memiliki perumpamaan) untuk memenuhi kebutuhan

nya.”

METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

METODE PROSEDUR

Metode : kualitatif

Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. (Moleong,2018).

Pendekatan : Fenomologis

Peneliti dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terha dap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu (Moleong,2018)

Prosedur penelitian ini dengan cara menganalisis terhadap berbagai data dari hasil ;

observasi, wawancara, dokume

ntasi, serta informasi yang

didapat dari informan, dan

sumber-sumber yang dapat

dipercaya, yang didapat

di lapangan

Penentuan narasumber menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu Porposive sampling (Sugiyono, 2020 ).

Narasumber 1)Rahin (Penggadai), 2)Murtahin (penerima gadai), 3)Tokoh Agama. 4) Tokoh Masyarakat

SUMBER DATA

1. Pengumpulan data (data collection) 2. Reduksi data (data reduction) 3. Penyajian data (data display)

4. Kesimpulan atau verifikasi (conclutions)

PROSEDUR ANALISI DATA

Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data pada pengumpul data,.

Data skunder merupakan sumber yang tidak langs ung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono, 2020).

DATA

1. Observasi 2. Wawancara 3. Dokumentasi

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

DATA & SUMBER DATA

TEKNIK DAN PROSEDUR PENGUMPULAN DATA

1

2

3

Meninjau Kembali Akad Gadai Tanah Sawah Di Kecamatan Suela

Analisis Sebab Akibat Atas Kekeliruan Akad Gadai Tanah Sawah Di Kecamatan Suela

Rekonstruksi Pemahaman Masyarakat Kecamatan Suela Dalam Pemanfaatan Objek Gadai (Marhun)

ALUR PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Model akad yang diterapkan oleh ‘akidain (rahin dan murtahin) adalah akad gadai dengan kesepakatan yang dibuat hanya secara lisan tanpa tulisan dan saksi serta menghendaki pemanfaatan marhun atau tanah gadai

2. Respon rahin dan murtahin terkait pemanfaatan objek gadai (marhun) adalah menghendaki pemanfaatan tanah gadai (marhun) tersebut dikarenakan

kurangnya pemahaman terhadap ekonomi syariah khususnya tentang rahn (gadai)

3. Penerapan pemahaman ekonomi syariah terkait pemanfaatan tanah gadai di Kecamatan Suela dapat dilakukan dengan dua hal, pertama dengan memberikan pendidikan ekonomi Islam kepada generasi muda usia sekolah baik sekolah negeri maupun swasta, kedua dengan cara mengenalkan ekonomi Islam kepada masyarakat Kecamatan Suela melalui kajian majelis taklim dan paguyuban-pagu yuban yang terdapat di Kecamatan Suela yang selama ini tidak banyak dilakukan oleh tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

Kesimpulan

1.Bagi Masyarakat Kecamatan Suela

a.Selalu berkonsultasi dengan tokoh agama terkait akad yang akan dibuat seperti halnya para sahabat yang selalu bertanya terlebih dahulu kepada Rasulullah terkait perkara agama maupun perkara duniawi

b.Berusaha untuk mendalami ketentuan syariat Islam dalam hal ekonomi khususnya terkait dengan gadai tanah

c.Membenahi administrasi (mengurus sertifikat tanah) agar tanah yang dimiliki tidak langsung menjadi jaminan hutang.

SARAN

2. Bagi Tokoh Agama

Semoga dapat lebih instens untuk menggaungkan ekonomi Syariah di masyarakat khususnya bagi masyarakat Kecamatan Suela karena setiap zaman dan generasi membutuhkan adanya penyeru (muballigh) yang dapat menyeru tidak hanya untuk mendapatkan kebahagiaan di akhirat, tapi juga bagaimana membenahi urusan dunia agar bisa bernilai ibadah dan menjadi bekal menuju kebahagiaan akhirat.

SARAN

TERIMA KASIH SYUKRAN KATSIR MATUR TANPI ASIH

SUKSMA

THANK YOU

Dalam dokumen MUHAMA - etheses UIN Mataram (Halaman 85-125)

Dokumen terkait