159 BADAN KEHORMATAN
Menurut, Sirajuddin dkk (2009), bahwa lembaga legislative di daerah (DPRD) dalam menegakkan kode etik dipersyaratkan memiliki alat kelengkapan berupa badan kehormatan. Badan Kehormatan dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan DPRD. Adapun anggota badan kehormatan DPRD dipilih dari dan oleh anggota DPRD dengan ketentuan:
a. Untuk DPRD kabupaten/kota yang beranggotakan sampai dengan 34 (tiga puluh empat) berjumlah 3 (tiga) orang, dan untuk DPRD yang beranggotakan 35 (tiga puluh lima) sampai dengan 45 (empat puluh lima) berjumlah 5 (lima) orang.
b. Untuk DPRD provinsi yang beranggotakan sampai dengan 74 (tujuh puluh empat) berjumlah 5 (lima) orang, dan untuk DPRD yang beranggotakan 75 (tujuh puluh lima) sampai 100 (seratus) berjumlah 7 (tujuh) orang.
Sirajuddin dkk (2009),merumuskan tugas Badan Kehormatan:
a. Mengmati, mengevaluasi disiplin, etika dan moral para anggota DPRD dalam rangka menjaga martabat dan kehormatan sesuai dengan kode etik DPRD;
160 b. Meneliti dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota DPRD terhadap
peraturan tata tertib dank ode etik DPRD serta sumpah/janji;
c. Melakukan penyelidikan, verifikasi dan klarifikasi atas pengaduan pimpinan DPRD, masyarakat dan/atau pemilih;
d. Menyampaikan kesimpulan atas hasil penyelidikan, dan klasifikasi sebagaimana dimaksud pada huruf c sebagai rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh DPRD.
e. Menyampaikan rekomendasi kepada pimpinan DPRD berupa rehabilitasi nama baik apabila tidak terbukti adanya pelanggaran yang dilakukan anggota DPRD atas pengaduan pimpinan DPRD, masyarakat dan atau pemilih.
Menurut Friedman (1975) sebagaimana dikutip Sirajuddin dkk (2009), bahwa paling tidak ada 3 (tiga) factor yang cukup dominan yang mempengaruhi proses penegakan hukum. Pertama, factor subtansi hukum.
Subtansi di sini yang dimaksudkan adalah aturan, norma, pola perilaku nyata manusia yang berada dalam sistem itu. Kedua, factor structural dalam hal ini adalah bagian yang tetap bertahan, bagian yang member semacam bentuk dan batasan terhadap keseluruhan. Di Indonesia misalnya, jika kita berbicara tentang struktur sistem hukum Indonesia maka termasuk didalamnya struktur institusi penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan jenis pengadilan.
161 Ketiga, faktor kultural dalam hal ini sikap manusia dan sistem hukum-
kepercayaan. Dengan kata lain kultur hukum adalah suasana pikiran sosial yang menentukan bagaimana hukum digunakan, dihindari atau disalahgunakan.
Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Donggala
Kemudian pada Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala Nomor: 1 Tahun 2014, pada Pasal 36 menyatakan bahwa:
162 (1) Badan Kehormatan dibentuk oleh DPRD dan merupakan alat
kelengkapan DPRD yang bersifat tetap.
(2)Pembentukan Badan Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan DPRD.
(3)Anggota Badan Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipilih dari dan oleh anggota DPRD dengan ketentuan untuk DPRD Kabupaten yang beranggotaan sampai dengan 34 (tiga puluh empat) berjumlah 3 (tiga) orang.
(4)Pimpinan Badan Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 1 (satu) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Kehormatan.
(5)Anggota Badan Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipilih dan ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD berdasarkan alat kelengkapan dari setiap Fraksi.
(6)Untuk memilih anggota Badan Kehormatan, setiap Fraksi berhak mengusulkan 1 (satu) orang calon anggota Badan Kehormatan.
(7)Masa tugas anggota Badan Kehormatan paling lama 2 ½ (dua setengah) tahun.
(8)Anggota DPRD pengganti antar waktu menduduki tempat anggota Badan Kehormatan yang digantikan.
163 (9)Badan Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibantu oleh
sekretariat DPRD.
Kemudian pada Pasal 37 menyatakan bahwa:
(1) Badan Kehormatan mempunyai tugas:
a. Memantau dan mengevaluasi dispilin dan/atau kepatuhan terhadap moral, kode etik, dan/atau peraturan tata tertib DPRD dalam rangka menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD.
b. Meneliti dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota DPRD terhadap peraturan tata tertib dan/atau kode etik DPRD.
c. Melakukan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi atas pengaduan pimpinan DPRD, anggota DPRD, dan/atau masyarakat; dan
d. Melaporkan keputusan Badan/Kehormatan atas hasil penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi sebagaimana dimaksud dalam huruf c kepada rapat paripurna DPRD.
(2)Badan melaksanakan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Badan Kehormatan dapat meminta bantuan dari ahli independen.
Kemudian pada Pasal 38 menyatakan bahwa untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Badan Kehormatan berwenang:
164 a. Memanggil anggota DPRD yang diduga melakukan pelanggaran kode
etik dan/atau Peraturan Tata Tertib DPRD untuk memberikan klarifikasi atau pembelaan atas pengaduan dugaan pelanggaran yang dilakukan.
b. Meminta keterangan pengadu, saksi, dan/atau pihak lain yang terkait, termasuk untuk meminta dokumen atau bukti lain; dan
c. Menjatuhkan sanksi kepada anggota DPRD yang terbukti melanggar kode etik dan/atau Peraturan Tata Tertib DPRD.
Selanjutnya pada Pasal 39 menyatakan bahwa:
(1) Badan Kehormatan menjatuhkan sanksi kepada anggota DPRD yang terbukti melanggar kode etik dan/atau peraturan tata tertib DPRD berdasarkan hasil penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi oleh Badan Kehormatan.
(2)Sanksi sebagaimana dimkasud pada ayat (1) dapat berupa:
a. Teguran lisan;
b. Teguran tertulis;
c. Pemberhentian sebagai pimpinan alat kelengkapan DPRD; atau d. Pemberhentian sebagai anggota DPRD sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
165 (3)Keputusan Badan Kehormatan mengenai penjatuhan sanksi berupa
teguran lisan, teguran tertulis, atau pemberhentian sebagai pimpinan alat kelengkapan DPRD disampaikan oleh pimpinan DPRD yang bersangkutan, pimpinan fraksi, dan pimpinan partai politik yang bersangkutan.
(4)Keputusan Badan Kehormatan mengenai penjatuhan sanksi berupa pemberhentian sebagai anggota DPRD diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kemudian pada Pasal 40 menyatakan bahwa:
(1) Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (1) huruf c disampaikan secara tertulis kepada pimpinan DPRD disertai identitas pengadu yang jelas dengan tembusan Badan Kehormatan.
(2)Pimpinan DPRD wajib menyampaikan pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Badan Kehormatan paling lama 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tanggal pengaduan diterima.
(3)Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pimpinan DPRD tidak menyampaikan pengaduan kepada Badan Kehormatan menindaklanjuti pengaduan tersebut.
166 (4)Dalam hal pengaduan tidak disertai dengan identitas pengadu yang
jelas, pimpinan DPRD tidak meneruskan pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Badan Kehormatan.
Selanjutnya pada Pasal 41 menyatakan bahwa:
Sekretaris Badan Kehormatan DPRD Kab. Donggala
(1) Setelah menerima pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 Badan Kehormatan melakukan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi.
(2)Penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan cara meminta keterangan dan penjelasan kepada pengadu, saksi, teradu, dan/atau pihak lain yang terkait, dan/atau memverifikasi dokumen atau bukti lain yang terkait.
167 (3)Hasil penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi Badan Kehormatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dituangkan dalam berita acara penyedikan,verifikasi, dan klarifikasi.
(4)Pimpinan DPRD dan/atau Badan Kehormatan menjamin kerahasiaan hasil penyelidikan, verifikasi dan klarifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3).
Kemudian pada Pasal 42 menyatakan bahwa:
(1) Dalam hal hasil penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (3) menyatakan bahwa beradu bukti bersalah, Badan Kehormatan menjatuhkan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya.
(2)Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan Badan Kehormatan dan dilaporkan kepada rapat paripurna DPRD.
(3)Dalam hal keputusan Badan Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian sebagai anggota DPRD, pimpinan DPRD menyampaikan keputusan tersebut kepada pimpinan partai politik yang bersangkutan.
(4)Pimpinan partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak keputusan Badan
168 Kehormatan diterima, menyampaikan keputusan dan usul
pemberhentian anggotanya kepada pimpinan DPRD.
(5)Dalam hal pimpinan partai politik tidak menyampaikan keputusan dan usul pemberhentian sebagaimana dimaksud pada ayat (4), pimpinan DPRD menyampaikan usul pemberhentian anggota DPRD tersebut berdasarkan keputusan Badan Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat melalui Bupati.
(6)Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat meresmikan pemberhentian anggota DPRD berdasarkan usul pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (5).
Berdasarkan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pembentukan dan Penetapan Komposisi Pimpinan dan Keanggotaan Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala, menimbang bahwa:
a. Berdasarkan pasal 58 Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala Nomor 1 Tahun 2010 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala, Badan Kehormatan merupakan Alat Kelengkapan DPRD yang bersifat tetap;
169 b. Untuk maksud tersebut pada huruf a, maka perlu ditetapkan dengan
Keputusan Dewan.
Dengan memperhatikan saran dan pendapat DPRD Kabupaten Donggala pada Rapat Paripurna khusus tanggal 11 Mei 2010, dengan memutuskan dan menetapkan bahwa Pembentukan dan Penetapan Komposisi Pimpinan dan Keanggotaan Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala ditetapkan di Donggala pada tanggal 11 Mei 2010, bahwa pada:
Pasal 1
Menetapkan komposisi Pimpinan dan Keanggotaan Badan Kehormatan DPRD Kabuoaten Donggala, yang nama-namanya sebagaimana tercantum pada lajur 2 dengan jabatan yang tercantum pada lajur 3 daftar lampiran yang merupakan bagiannn yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.
Pasal 2
Tugas-tugas Badan Kehormatan:
1) Badan Kehormatan mempunyai tugas:
a. Memantau dan mengevaluasi disiplin dan/atau kepatuhan terhadap moral, kode etik, dan/atau Peraturan Tata Tertib DPRD dalam rangka menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD;
b. Meneliti dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota DPRD terhadap Peraturan Tata Tertib dan/atau kode etik DPRD;
c. Melakukan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi atas pengaduan pimpinan DPRD, anggota DPRD, dan/atau masyarakat; dan
d. Melaporkan keputusan Badan Kehormatan atas hasil penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi sebagaimana dimaksud dalam huruf c kepada rapat Paripurna DPRD.
2) Dalam melaksanakan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi sebagaimana dimaksud
Pasal 3
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
170 Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala
Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pembentukan dan Penetapan Komposisi Pimpinan dan Keanggotaan Badan Kehortmatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala. Adapun susunan pimpinan dan keanggotaan Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Donggala, sebagai berikut:
No N a m a Jabatan Ket.
1. H. Muhammadong Ketua
2. Drs.M. Harsin K. Gotian Anggota
3. Mukrimin Djamaludin Anggota
Sebagaimana pada Alat Kelengkapan Dewan lainnya, Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Donggala, yaitu Badan Kehormatan mengalami perubahan dan pergeseran komposisi pimpinan dan anggota Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Donggala melakukan antisipasi kondisi dinamisasi perkembangan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja DPRD Kabupaten Donggala melakukan pergeseran dan perubahan pimpinan dan personalia Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Donggala. Untuk itu, berdasarkan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala Nomor 15 Tahun 2012 tentang Perubahan Komposisi Pimpinan dan Anggota Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten
171 Donggala Periode 2012 – 2014 ditetapkan di Donggala pada tanggal 26 Juni 2012,
menimbang bahwa:
a. Untuk memenuhi makdsud pasal 58 Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala Nomor 1 Tahun 2010 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala, maka perlu menetapkan Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala periode tahun 2012 – 2014;
b. Untuk mengisi keanggotaan Badan Kehormatan perlu menetapkan kembali perubahan atas komposisi Pimpinan dan Anggota Badan Kehormatan Kabupaten Donggala;
c. Untuk keperluan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu ditetapkan dengan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala.
Dengan memperhatikan saran dan pendapat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala dalam rapat Paripurna tanggal 26 Juni 2012. Dengan memutuskan dan menetapkan bahwa Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala dalam Rapat Paripurna tanggal 26 Juni 2012, memutuskan dan menetapkan bahwa Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala tentang Perubahan Komposisi
172 Pimpinan dan Anggota Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kabupaten Donggala Periode 2012 – 2014, bahwa pada:
Pasal 1
Menetapkan perubahan komposisi Pimpinan dan Anggota Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Donggala Periode 2012 – 2014 yang nama-namanya sebagaimana tercantum pada lajur 2 dengan jabatan sebagaimana tercantum pada lajur 3 daftar lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini;
Pasal 2
Tugas Badan Kehormatan:
1. Memantau dan mengevaluasi disiplin dan/atau peraturan tata tertib DPRD dalam rangka menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD;
2. Meneliti dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota DPRD terhadap peraturan tata tertib dan/atau kode etik DPRD;
3. Melakukan penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi atas pengaduan pimpinan DPRD, dan/atau masyarakat; dan
4. Melaporkan keputusan Badan Kehormatan atas hasil penyelidikan, verifikasi, dan klarifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka 3 kepada rapat paripurna DPRD;
Pasal 4
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala Nomor 15 Tahun 2012 tanggal 26 Juni 2012 tentang Perubahan Komposisi Pimpinan dan Keanggotaan Badan Kehortmatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala Periode 2012 - 2014. Adapun susunan pimpinan dan keanggotaan Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Donggala, sebagai berikut:
173
No N a m a Jabatan Ket.
1. Drs.M. Harsin K. Gotian Ketua
2. Mukrimin Djamaludin Anggota
3. H. Muhammadong Anggota
4. Ismuddin Arsyad, S.Sos Sekretaris bukan Anggota
Hasil pemilihan umum legislative (DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota pada tahun 2014, menetapkan anggota DPRD Kabupaten Donggala Periode 2014 – 2019. Anggota DPRD Kabupaten Donggala periode ini, juga menetapkan alat kelengkapan Dewan yaitu Badan Kahormatan DPRD Kabupaten Donggala dalam rangka meningkatkan kinerjanya berdasarkan tiga fungsi dewan, yaitu fungsi legislasi,fungsi anggaran dan fungsi pengawasan.
Oleh karena itu, berdasarkan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala Nomor 23 Tahun 2014 tentang Penetapan Komposisi Pimpinan dan Anggota Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Donggala Masa Bhakti 2014 – 2019 yang ditetapkan di Donggala pada tanggal 16 Oktober 2014, dengan ini menimbang bahwa:
a. Berdasarkan Peraturan Tata Tertib DPRD Kabupaten Donggala Pasal 58 ayat 1 berbunyi Badan Kehormatan merupakan Alat Kelengkapan DPRD yang gersifat tetap;
174 Anggota Badan Kehormatan DPRD Kab. Donggala
b. Untuk maksud pada hruf a tersebut di atas, perlu ditetapkan dengan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala.
Menetapkan dan memutuskan bahwa Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala Nomor 23 Tahun 2014 tentang Penetapan Komposisi Pimpinan dan Anggota Badan Kehormatan Kabupaten Donggala Masa Bhakti 2014 -2019, bahwa pada:
Pasal 1
Menetapkan Komposisi Pimpinan dan Anggota Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Donggala Masa Bhakti 2014 – 2019, sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini.
Pasal 2
Dengan berlakuknya Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala ini, maka Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten
175 Donggala Nomor 15 Tahun 2012 tentang Komposisi Pimpinan dan Anggota
Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Donggala Periode 2012 – 2014 dinyatakan tidak berlaku lagi.
Pasal 3
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, apabila terjadi kekeliruan dikemudian hari akan diperbaiki sebagaimana mestinya.
Adapun Komposisi Pimpinan dan Anggota Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Donggala Periode 2014 – 2019 berdasarkan Keputusan DPRD Kabupaten Donggala Nomor 23 Tahun 2014, sebagai berikut:
No N a m a Jabatan Ket.
1. H.M. Tahir H. Siri,SE,MH Ketua 2. I Wayan Putra Sadiyasa Sekretaris
3. Maspaung,SH Anggota
4. Ma’mun Ledo,SE,MM Sekretaris bukan Anggota
176