• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3. Bank Syariah

a. Defenisi Bank Syariah

Menurut UU nomor 7 tahun 1992 bank yaitu bank usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Sedangkan Bank Syariah merupakan bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. Berdasarkan pendekatan di atas penulis berkesimpulan bahwa pengertian dari bank adalah lembaga jasa keuangan yang melaksanakan usaha menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan atau pinjaman serta kegiatan ekonomi lainnya dalam bentuk jasa.

Bank syariah merupakan badan usaha bidang keuangan yang kegiatannya melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan atau pinjaman serta melakukan kegiatan ekonomi lainnya dalam bentuk jasa yang

berdasarkan pada prinsip syariah. Berdasarkan pengertian tersebut, bank syariah merupakan bank yang memiliki ciri khusus dalam operasionalnya dengan menerapkan syariah yaitu berbagi keuntungan dan kerugian baik dalam penghimpunan dana dan pembiayaan maupun dalam produk jasa.

(Supriyadi, A. 2017).

Dalam ajaran agama Islam di larang atau diharamkan untuk memakan harta secara bathil (tidak benar), diantara bentuk memakan harta secara bathil adalah dengan cara mengambil riba atau bertransaksi dengan metode yang ribawi. Didalam Al Qur’an surah Ali Imran ayat 130 diterangkan bahwa “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” Ayat diatas adalah sebuah perintah untuk meninggalkan riba

Menurut para pakar Pengertian dari bank syariah yaitu :

a. Menurut Sudarsono, Bank Syariah adalah lembaga keuangan negara yang memberikan kredit dan jasa-jasa lainnya di dalam lalu lintas pembayaran dan juga peredaran uang yang beroperasi dengan menggunakan prinsip-prinsip syariah atau Islam.

b. Menurut Perwataatmadja, Bank Syariah ialah bank yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah (Islam) dan tata caranya didasarkan pada ketentuan Al-quran dan Hadist. Masudnya adalah bank yang beroperasinya mengikuti ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara islam. Dalam tata cara bermuamalah itu dijauhi praktik-praktik yang dikhawatirkan mengandung unsur riba, untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan investasi atas dasar bagi hasil dan pembiayaan agi hasil dan pembiayaan perdagangan atau

praktik-praktik yang dilakukan pada zaman Rasurullah atau bentuk- bentuk usaha yang telah ada seelumnya, tetapi tidak dilarang oleh beliau.

c. Dalam UU No.21 tahun 2008 mengenai Perbankan Syariah mengemukakan pengertian perbankan syariah dan pengertian bank syariah. Perbankan Syariah yaitu segala sesuatu yang menyangkut bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, mencakup kegiatan usaha, serta tata cara dan proses di dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya dengan didasarkan pada prisnsip syariah dan menurut jenisnya bank syariah terdiri dari BUS (Bank Umum Syariah), UUS (Unit Usaha Syariah) dan BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah). (Agustina, P. 2020).

2. Dasar Hukum Bank Syariah

a) Al Qur’an

Kegiatan perbankan yang dilakukan di bank konfensional tidak sesuai dengan syariah Islam dikarenakan menggunakan riba yang haram dalam Islam. Sehingga para ulama mendirikan perbankan Syariah yang menggunakan sistem bagi hasil di Indonesia berdasarkan Firman Allah SWT pada Q.S. Al Baqarah Ayat 279 :

Artinya : Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah,bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (Al- Qur’an).

Sehingga ulama Indonesia mendirikan bank yang terbebas dari bunga atau riba karena Allah telah menjelaskan bahwa riba itu haram dan jual beli itu halal. Penjelasan Allah dalam Al Qur’an juga menjelaskan bahwa memakan harta sesama dengan jalan yang bathil itu juga dilarang.

Allah SWT berfirman dalam Q.S. ali’Imran Ayat :130

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda 228 dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. ( Al Qur’an ).

b) Al Hadist

Di dalam hadist juga dijelaskan bahwa riba itu dilarang. Hadis berfungsi menjelaskan lebih lanjut tentang ayat-ayat Al Qur’an sehingga lebih spesifik. Seperti sabda Rasulullah SAW yang artinya :

، َسُنوُي ُنْب ُدَمْحَأ اَنَثَّدَح ،ٍدوُعْسَم ِنْب ِ َّاللَّ ِدْبَع ُنْب ِنَمْح َّرلا ُدْبَع يِنَثَّدَح ،ٌكاَمِس اَنَثَّدَح ،ٌرْيَهُز اَنَثَّدَح

َبِتاَك َو ُهَدِهاَش َو ُهَلِكْؤُم َو ،اَب ِ رلا َلِكآ َمَّلَس َو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص ِ َّاللَّ ُلوُس َر َنَعَل :َلاَق ،ِهيِبَأ ْنَع ُه

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kami Simak, telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud, dari ayahnya, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang makan riba, orang yang memberi makan riba, saksinya dan penulisnya. (HR. Abu Dawud).

3. Fatwa Majelis Ulama IndonesiaI / Dewan Syariah Nasional Tentang bank Syariah.

DSN (Dewan Syariah Nasional ), dibentuk pada tahun 1997 yang merupakan hasil rekomendasi Lokakarya Reksadana Syariah pada bulan Juli 1997. DSN merupakan lembaga otonom di bawah Majelis Ulama Indonesia yang dipimpin oleh ketua umum Majelis Ulama Indonesia. Fatwa DSN No. 7/DSN-MUI/2000, dalam fatwa ini disebutkan:

“Lembaga keuangan Syariah sebagai penyedia dana, menanggung semua kerugian akibat dari mudharabah kecuali jika mudharib (nasabah) melakukan kesalahan yang disengaja, lalai atau

menyalahi perjanjian. (Bellina, A, D. 2017).

d. Prinsip dalam Penyaluran Dana kepada Masyarakat.

2. Al-Mudharabah

Al-Mudharabah adalah perjanjian usaha antara pemilik modal (bank syariah) dan pengusaha, dimana pemilik modal menyediakan seluruh dana yang diperlukan dan pihak pengusaha melakukan pengelolaan atas usaha.

3. Al-Musyarakah

Pengertian Al-Musyarakah merupakan sesuatu perjanjian antara dua pihak atau lebih dalam suatu usaha atau proyek tertentu, dimana masing-masing pihak berhak atas segala keuntungan dan bertanggungjawab atas segala kerugian yang terjadi sesuai dengan perjanjian awal.

4. Al-Murabahah

Murabahah adalah melakukan penjualan dengan harga asal atau harga pokok ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati. Pada prinsip murabahah ini bank akan membiayai pembelian barang yang diperlukan nasabah dengan sistem pembayaran kemudian.

Pada pelaksanaan prinsip ini, bank akan membeli atau memberikan surat kuasa kepada nasabah untuk membelikan barang yang diperlukan atas nama bank. Pada saat yang sama bank menjual barang tersebut kepada nasabah dengan harga pokok ditambah sejumlah keuntungan untuk dibayarkan oleh nasabah dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan kesepakatan.

5. Al-Ijarah

Al-Ijarah merupakan pembiayaan bank untuk pengadaan barang ditambah dengan keuntungan yang disepakati dengan sistem pembayaran sewa tanpa diakhiri dengan kepemilikan. Pada kegiatan ekonomi pada umumnya kegiatan ini dikenal dengan nama leasing (sewa guna usaha), dimana pihak bank akan memberikan kesempatan kepada nasabah atau dengan ketentuan nasabah akan membayar.

Dokumen terkait