BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan yang menjadi acuan untuk penelitian ini dapat dilihat pada tabel 2. berikut ini :
No Nama Judul Penelitian Hasil Penelitian 1. Ajeng Suci
Ramanda. (2018)
Penerapan PSAK No.101 tentang penyajian Laporan Keuangan pada PT.LMI
PT. LMI belum sepenuhnya
memahami dan
menerapkan PSAK
101 mengenai
penyajian laporan keuangan
2. Juwita (2019) Analisis Penerapan PSAK 101 Tentang
Laporan keuangan yang disajikan oleh
penyajian laporan keuangan. (studi kasus pada PT.
Global sawit semesta, kec.
Danau paris, kab.aceh singkil)
PT. Global sawit semesta belum sepenuhnya sesuai dengan PSAK 101.
Kerena perusahaan hanya menyajikan neraca percobaan sebagai laporan keuangan tahunan, dan berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, kesesuaian antara laporan keuangan PT. Global sawit semesta dengan PSAK hanya 33,33
%. Sedangkan
ketidaksesuaian sebesar 66,67%.
3 Bauty Shendhy Rahma (2019)
Analisis penyusunan laporan keuangan berdasarkan PSAK 01 tentang penyajian laporan keuangan (studi kasus pada PD. Arga arta pratama
Hasil penelitian menunjukkan
perbedaan cara penyajian laporan keuangan yang ada di PSAK No. 101
dengan yang
disajikan di PD. Arga Arta Pratama. Dari empat laporan keuangan yang sudah dibandingkan dapat diambil kesimpulan bahwa laporan posisi keuangan (neraca) 41,18% sesuai, laporan laba rugi 80%
sesuai, laporan arus kas 33,33% sesuai dan cataran atas laporan keuangan
75% sesuai.
Berdasarkan uraian di atas, maka saran dari peneliti adalah dalam penyajian laporan keuangan perlu adanya standar atau peraturan baru yang
berlaku tentang penyajian laporan keuangan dan PD.
Arga Arta Pratama diharapkan segera memperbaiki dan memperbarui cara penyajian laporan keuangannya
sehingga PD. Arga Arta Pratama Kediri dapat menjaga kualitas dan relevansi dalam pembuatan laporan keuangannya 4 Fandi winanta
(2021)
Rekontruksi laporan keuangan
PT.Setrum bangkit Sentosa sesuai dengan PSAK 101 Tentang penyajian laporan keuangan
Hasil dari penelitian menujukan bahwa laporan keuangan yang dibuat PT.
Sentrum Bangit Sentosa tidak sesuai dengan PSAK No. 01, sehingga peneliti melakukan
rekontruksi pada laporan keuangan tersebut agar sesuai dengan PSAK No.
101 dan nantiknya laporan keuangan perusahaan dapat diperbandingan dengan laporan keuangan periode sebelumnya dan atau dengan laporan keuangan entitas lainnya serta dapat dijadikan sebagai salah satu referensi untuk mengambil kebijakan
perusahaan.
5 5
Marshallino Jordy Wandah (2015)
Analisis penerapan Psak No. 101 tentang penyajian laporan keuangan pada perum buloq divre sulut dan Gorontalo
Hasil penelitian menunjukan bahwa perusahaan Umum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo hanya menyajikan dua jenis laporan keuangan
yaitu laporan posisi
keuangan dan
laporan laba rugi, dimana pelaporan keuangan dari Perusahaan Umum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo belum sepenuhnya
menerapkan PSAK No. 101
6 6
R. Sanjaya
silalahi(2012)
Analisis penerapan PSAK 101 pada laporan keuangan koperasi syariah BMT Al Ittihad rumbai- Pekanbaru
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa laporan keuangan BMT Al Ittihad Rumbai – Pekanbaru tidak sesuai dengan PSAK 101, BMT Al Ittihad Rumbai – Pekanbaru mengacu pada PSAK 59, namun tidak sepenuhnya sesuai
dengan PSAK
tersebut. laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas Laporan keuangan tidak disajikan karena pihak – pihak yang berkepentingan
terhadap BMT Al Ittihad Rumbai – Pekanbaru hanya membutuhkan laporan neraca dan laba rugi. Sehingga Laporan sumber dan penggunaan dana zakat maupun laporan sumber dana kebajikan tidak disajikan oleh BMT Al Ittiihad
Rumbai – Pekanbaru Tabel 2.5 PenelitianTerdahulu
6. Kerangka Pikir
Kerangka konsep pada hakikatnya berlandaskan dari kajian teori dan sering ditemukan dalam bentuk anggapan dasar. Anggapan dasar merupakan sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti harus dirumuskan secara jelas. Dalam hal ini yang dimaksud bahwa setiap peneliti harus mempunyai anggapan dasar yang dicapai sebagai dasar sementara bagi aktivitas peneliti secara ilmiah.
Berlandaskan teori yang telah dipaparkan sebelumnya, maka penelitian ini dipandang perlu mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran yaitu Analisis penerapan PSAK 101 dalam penyajian laporan keuangan pada bank syariah di kota Makassar.
Tabel 2.6 kerangka fikir Pengakuan
n
PSAK 101
Pengukuran Penyajian Pengungkapan BSI Syariah di Kota
Makassar
Temuan
41
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Field Receach yaitu Penelitian Lapangan. Penelitan lapangan merupakan metode untuk menemukan secara spesifik dan realistis tentang apa yang sedang terjadi pada suatu saat ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Penelitian lapangan dilakukan dangan cara mendatangi langsung tempat yang menjadi objek penelitian. Field Receach yang dimaksud dalam penelitian ini bahwa peneliti mendatangi secara langsung dilokasi penelitian yaitu di BSI Syariah KC Universitas Muammadiyah Makassar.
B. Fokus Penelitian
Penelitian dengan judul Analisis Penerapan PSAK 101 dalam Penyajian laporan keuangan pada bank syariah di kota Makassar. fokus penelitiannya terletak pada Analisis Penerapan PSAK 101 dalam Penyajian laporan keuangan pada BSI syariah di kota Makassar.
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi Penelitian di bank Syariah Indonesia di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar. Dengan Objek Penelitian Karyawan di BSI Syariah. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan November 2021.
D. Sumber Data
Adapun Sumber data yang yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu :
1. Sumber primer merupakan sumber data langsung yang memberikan data kepada pengumpul data secara langsung tanpa perantara.
2. Sumber sekunder merupakan sumber tidak langsung yang memberikan data kepada pengumpul data lewat adanya perantara, misalnya lewat orang lain atau dokumen lain (Sugiyono, 2018).
E. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen utama adalah subjek yaitu peneliti sendiri. Maka dari itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi instrumen dalam proses penelitian. Selain peneliti sebagai instrumen utama (yang terpenting) dalam penelitian ini, beberapa instrumen yang digunakan terdiri dari pedoman atau petunjuk wawancara, buku catatan sebagai wadah untuk mencatat, dan camera untuk mendokumentasikan proses penelitian. Ketiga unsur iniadalah yang terpenting.
F. Teknik Analisis Data
a. Observasi
Jenis observasi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi tersamar. Yaitu adanya unsur yang tersirat yaitu langsung saja kepada inti dari penelitian tersebut dilakukan dalam menganalisis data. Menurut Winarni (2018) observasi tersamar merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti pada saat
pengumpulan data sedang berlangsung dengan menyampaikan tujuan penelitian, obyek yang akan diteliti, dan batas waktu penelitian secara terus terang dan langsung kepada sumber data.
b. Wawancara
Menurut Sugiyono (2019) Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari narasumber yang lebih mendalam yang diperlukan.
c. Dokumentasi
Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Adapun dokumentasi berbentuk tulisan seperti; catatan harian, sejarah kehidupan, hukum-hukum yang berlaku dan kebijakan (Sugiyono, 2019). Dokumen yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa PSAK No. 101 berupa penyajan laporan keuangan.
G. Teknik Pengumpulan Data
a. Data Reduction (Reduksi Data)
Data diperoleh dari lapangan mencakup jumlahnya yang cukup banyak, oleh sebab itu diharuskan untuk dicatat secara rinci dan teliti.
Untuk itu, perlu segera diupayakan dalam mengalisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, meringkas, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang inti dan penting, dicari tema dan polanya seperti apa (Sugiyono, 2018).
b. Data Display (Penyajian Data)
Penyajian data dalam penelitian kualitatif boleh dilakukan
dalam bentuk uraian singkat, bagan, korelasi antar kategori, flowchart atau sejenisnya. Melalui adanya penyajian data tersebut, diharapkan data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, leih mudah dipahami (Sugiyono, 2018).
c. Conclusion Drawing (pengambilan Kesimpulan)
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah temuan baru, dikarenakan belum pernah ada sebelumnya. Temuan bisa berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih kurang jelas sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal, atau interaktif, hipotesis atau teori. (Sugiyono, 2018).
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Bank Syariah Indonesia (BSI)
PT Bank Syariah Indonesia resmi beroperasi pada 1 Februari 2021. Diresmikan oleh President Jokowi. BSI adalah bank syariah terbesar di Indonesia yang merupakan hasil penggabungan (Marger ) dari tiga bank syariah dari akumulasi Himpunan bank milik Negara (Himbara), yaitu : PT Bank Syariah Mandiri (BSM), PT Bank BRI Syariah (BRIS), dan PT Bank BNI Syariah (BNIS). Pendirian Bank Syariah Indonesia ini adalah bagian dari upaya dan komitmen pemerintah dalam memajukan Ekonomi Syariah sebagai pilar aru kekuatan ekonomi nasional yang secara jangka panjang akan mendorong Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan Syariah dunia.
2. Visi dan Misi PT. Bank Syariah Indonesia a. Visi
Adapun visi PT. Bank Syariah Indonesia ini adalah menjadi salah satu dari 10 bank Syariah Terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar secara Global dalam waktu 5 tahun ke depan.
b. Misi
1. Memberikan Akses solusi keuangan Syariah di Indonesia.
Melayani >20 juta nasabah dan menjadi top 5 bank berdasarkan asset (500+ T) dan nilai buku 50 T di tahun 2025.
2. Menjadi Bank besar yang memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham.
Top 5 bank yang paling profitable di Indonesia (ROE 18 %) dan valuasi kuat (PB>2).
3. Menjadi perusahaan pilihan dan kebanggan para tatenta terbaik Indonesia.
Perusahaan dengan nilai yang kuat dan memberdayakan masyarakat serta berkomitmen pada pengembangan karyawan dengan budaya berbasis kinerja.
47
Tabel 4.1. Struktur orgnisasi PT. Bank Syariah Sumber : https://www.bank bsi.co.id
Adapun kelengkapan uraian jabatan dan fungsi di Kantor Cabang berdasarkan Peraturan Direksi PT Bank BSI:
a. Pimpinan Cabang, berfungsi merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan kegiatan operasional, administrasi dan keuangan usaha gadai dan usaha lain Kantor Cabang dan Unit Pelayanan Cabang (UPC). Untuk menyelenggarakan fungsi tersebut, pemimpin cabang mempunyai tugas:
1) Menyusun rencana kerja beserta anggaran kantor cabang dan UPC berdasarkan acuan yang telah ditetapkan,
2) Merencanakan, mengorganisasikan,
meyelenggarakan, dan mengendalikan operasional usaha gadai dan usaha lain,
3) Merencanakan, mengorganisasikan,
menyelenggarakan dan mengendalikan operasional UPC, 4) Merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan,
dan mengendalikan penatausahaan barang jaminan bermasalah,
5) Merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan pengelolaan modal kerja,
6) Merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan pengelolaan administrasi serta pembuatan laporan kegiatan operasional kantor cabang, 7) Merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan,
dan mengendalikan kebutuhan dan penggunaan sarana
prasarana, serta kebersihan dan ketertiban kantor cabang dan UPC,
8) Merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan pemasaran dan pelayanan konsumen, dan
9) Mewakili kepentingan perusahaan baik kedalam maupun keluar berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh atasan.
b. Manajer Operasional, berfungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi penetapan harga taksiran, penetapan kelayakan kredit, penetapan besaran uang pinjaman, administrasi, keuangan, serta pembuatan laporan kegiatan operasional usaha gadai dan usaha lain pada kantor cabang. Untuk menyelenggarakan fungsi tersebut, Manajer Operasional mempunyai tugas:
1) Merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan operasional usaha gadai dan usaha lain,
2) Menangani barang jaminan bermasalah (taksiran tinggi, rusak, palsu, dan barang potensi), barang jaminan lewat jatuh tempo, kredit macet serta asuransi kredit,
3) Melaksanakan pengawasan secara uji petik dan terprogram, terhadap barang jaminan yang masuk, serta pengwasan survey secara berkala dan terprogram,
4) Mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi
Pengelolah/Penaksi
Kasir/Tata Usaha Penjaga/Satpam
administrasi, keuangan, sarana dan prasarana keamanan, serta pembuatan laporan kegiatan operasional kantor cabang, dan
5) Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi penerimaan dan pembayaran serta pengelolaan modal kerja.
Struktur Organisasi Kantor Unit Pelayanan Cabang Syariah Sumber: Pedoman Struktur Organisasi dan Tata Kerja PT.Bank
Syariah.
Fungsi:
a. Pengelola/Penaksir bertugas sebagai mengelola dan menafsir yang akan digadaikan terutama emas untuk menentukan kadar dari emas tersebut, setelah penaksir mengetahui nilai kualitas barang kemudian barulah ditetapkan nilai taksir barang tersebut,
b. Kasir bertugas sebagai pemberi sejumlah uang yang akan dipinjam rahin sesuai dengan kualitas barang yang digadaikan, dan
c. Penjaga/Satpam bertugas sebagai penjaga keamanan di lingkungan pegadaian.
B. Penyajian Data (Hasil Penelitian )
Berikut hasil yang diperoleh dari analisis penelitian pada bank BSI Syariah Adapun hasil wawancara yang dilaukan penulis terkait penerapan PSAK 101 pada bank BSI Syariah sebagai berikut :
1. Apa keuntungan menggunakan Bank BSI Syariah
Berikut jawaban dari narasumber yang di wawancarai terkait keuntungan menggunakan bank BSI Syariah
Bank syariah menerapkan sistem bagi hasil, artinya keuntungan yang didapat untuk nasabah dihitung dari pendapatan yang diperoleh bank syariah. Maka, jika pendapatan bank semakin meningkat otomatis semakin besar pula hasil yang diperoleh nasabah. Sistem ini akan menghindarkan nasabah dari riba.
Berdasarkan prinsip Syariah islam disini maksudnya adalah kegiatan usaha yang dilaukan tidak mengandung riba, gharar, maisir, menggunaan objek yang haram dapat menimbulkan suatu bentuk kedzaliman Syariah berarti sesuai dengan ajaran islam.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis mengenai Apakah hanya PSAK 101 yang di terapkan di Bank BSI Syariah kepada bapak ridwan sebagai pegawai di bidang keuangan di bank BSI Syariah adalah sebagai berikut:
Untuk penerapan PSAK yang diterapkan di bank BSI Syariah tidak hanya menggunakan standar akuntansi 101 tapi PSAK 112 Terkait akuntansi waqaf. Kemudian PSAK 102 mengenai pembiayaan murabahah.
Adapun standar akuntansi dan penyajian yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS), tetapi belum adanya pemberlauan yang efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Dan instansi bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika
dipandang sesuai dengan kereleannya, saat telah lebih efektif.
Accounting standards and interpretations that have been ratified by the Financial Accounting Standards Board (DSAK) and the Sharia Accounting Standard Board (DSAS).
C. Analisis dan Interpretasi (Pembahasan)
1. Analisis Laporan Keuangan PT. Bank BSI Syariah a. Neraca
Neraca sering disebut laporan posisi keuangan (Statement of financial position ) merupakan daftar harta, hutang, modal dari suatu ban pada saat tertentu. Elemen yang berkaitan secara langsung pada pengukuran posisi keuangan adalah aset, liabilitas, dan ekuitas. Pada Laporan Posisi Keuangan Publikasi Triwulan Tanggal Laporan 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 rasio piutang, pembiayaan, dan pinjaman Syariah yang diberikan bank adalah sebesar 28% dan 32 % yang dilaporkan pada otoritas jasa keuangan masing-masing adalah sebesar 104.427.240 dan 98.756.969.
Laporan Posisi Keuangan pada bank Syariah Indonesia pada pembiayaan bagi hasil ada 3 yaitu mudharabah sebesar 55.340.607 musyarakah sebesar 53.022.742 dan untuk pembiayaan sewa sebesar 1.275.259 menurut PSAK Syariah 101 dalam mengatur tata cara penyajian laporan keuangan entitas Syariah sudah merincikan jenis-jenis dari akunnya. Pada Laporan Posisi Keuangan Publikasi Triwulan Tanggal Laporan 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 pos-pos asset berupa kas, penempatan pada bank Indonesia, penempatan pada bank lain, surat berhaga yng dimiliki, dll aktiva lancar telah terpisah dengan aktiva tidak lancar. Aktiva lancar antara
lain berupa kas dan setara kas, persediaan, piutang usaha. Untuk tanah, Gedung dan kendaraan
Jika kita bandingkanan antara Laporan Neraca pada bank Syariah di kota Maassar seperti pada peiodik 1.1 dengan ilustrasi Penyajian Laporan Keuangan menurut SAK Syariah (standar keuangan Syariah). Standar akuntansi keuangan Syariah no 101 : penyajian laporan keuangan Syariah. dapat dilihat bahwasanya dalam penyajian Neraca atau Laporan Posisi Keuangan pada bank BSI di kota Makassar secara keseluruhan sudah menerapkan pos- pos seperti Aset, Kewajiban, dan Ekuitas didalam laporan Neraca sesuai dengan SAK Syariah (standar keuangan Syariah). Standar akuntansi keuangan 101 : penyajian laporan keuangan Syariah.
Laporan Posisi Keuangan Publikasi Triwulan Tanggal Laporan 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020
INDIVIDUAL
No Pos- pos 30 Juni 2021 31
desember 2021 ASET
1 Kas 3.926.276 3.180.740
2 Penempatan pada bank Indonesia 19.237.842 21.527.934 3 Penempatan pada bank lain 4.321.760 8.714.797
4 Tagihan Spot dan Forward 56 -
5 Surat berhara yang dimiliki 58.478.626 49.210.494 6 Tagihan dan surat berharga yang diebeli
dengan janji di jual Kembali (reverse sepo)
- -
7 Tagihan Akseptasi 325.655 292.789
8 Piutang 104.427.240 98.758.969
a. Piutang Murabahah 94.307.278 89.438.306 b. Piutang Istishna 462 637
c. Piutang multijasa - -
d. Piutang Qardh 10.050.966 9.280.855
e. Piutang sewa 68.543 39.167
9 Pembiayaan bagi hasil 55.340.607 56.019.515
a. Mudharabah 2.317.865 2.670.983
b. Musyarakah 53.022.742 53.348.533
c. Lainnya - -
10 Pembiayaan sewa 1.275.259 1.509.460
11 Penyertaan modal - -
12 Asset keuangan lainnya - -
13 Cadangan kerugiaan penurunan nilai aset keuangan -/-
7.301.982 6.141.554
14 Salam - -
15 Asset istishna dalam penyelesaian - -
Termin istishna - -
16 Persediaan 8.950 5.103
17 Asset tidak berwujud 144.879 159.471
18 Asset tetap dan inventaris 2.984.741 3.030.508 19 Asset non produktif 3.516 77.596
a. Properti terbengkalai - -
b. Bangunana yang diamil alih - 74.594 c. Rekening tunda 3.516 3.002
d. Asset antar kantor - -
20 Asset lainnya 4.162.186
3.284.737 Liabilitas dan ekuitas
Liabilitas
1 Dana simpanan wadiah 52.432.097 60.399.236
a. Giro 21.960.521 30.822.613
b. Tabungan 30.471.576 29.576.623
2 Dana investasi non profit Sharing 163.953.179 149.506.922
b. Giro 7.023.721 5.347.885
c. Tabungan 59.137.341 58.489.740
d. Defosito 97.792.117 85.669.297
3 Uang elektronik - -
4 Liabilitas kepada bank Indonesia - -
5 Liabilitas kepada bank lain 1.402.869 1.222.341
6 Liabilitas spot dan forward - -
7 Surat berharga yang diterbitkan 1.375.000 2.030.000
8 Liabilitas akseptasi 325.655 295.337
9 Pembiayaan diterima - -
10 Setoran jaminan 38.328 43.317
11 Liabilitas antar kantor - -
12 Liabilitas lainnya 4.430.566 4.390.252
13 Dana investasi Profit Sharing - -
14 Kepentingan minoritas (minority Interest ) - - Total liabilitas 223.957.694 217.887.405 Ekuitas
15 Modal disetor 20.564.434 4.950.254
a. Modal dasar 40.000.000 7.500.000
b. Modal yang belum disetor -/- 19.435.566 2.549.746
c.Saham yang dibeli Kembali - -
16 Tambahan modal disetor 806.133 26.316.866
a.Agio 802.380 14.964
b.Disagio - -
c.Modal sumbangan - -
d.Dana setoran modal - -
e.Lainnya 3.753 16.301.902
17 Penghasilan komprehensif lain 19.831 5.007
a.Keuntungan 55.089 12.521
b.Kerugian -/- 35.258 7.514
18 Cadangan 259.702 78.471
a.Cadangan umum 259.702 78.471
B.Cadangan tujuan - -
19 Laba/ rugi 1.691.817 392.547
a.Tahun-tahun lalu 211.315 144.493
b.Tahun berjalan 1.480.502 248.054
c.Dividen yang dibayarkan -/- - -
Total ekuitas yang dapat di atribusikan kepada pemilik
23.341.917 21.743.145
Total ekuitas 23.341.917 21.743.145
Total liabilitas dan ekuitas 247.299.611 239.631.550 Table 4.1 Laporan Posisi Keuangan
b. Laporan Laba Rugi
Pada pos-pos laporan laba/rugi dan penghasilan kompherehensif lain pada publikasi tri wulan 1 januari sampai 30 juni 2020 untuk pos pendapatan dan beban oparasional dari penyaluran dana yang terdiri dari pendapatan dari piutang sebesar 8.570.410 mengalami peningkatan sebesar 9.488.939 untuk tanggal 20 juni ke 30 juni. Sedangkan pada bagian b dari pendapatan dari bagi hasil yang terdiri dari mudharabah, musyarokah dan lainnya. untuk yang pendapatan mudharabah mengalami penurunan dari tanggal 20 ke 30 juni yaitu sebesar 170.308 dan 120.925. sedangkan dari pos seperti mudharaah dan lainnya mengalami penigkatan. Sedankang untuk pembiayaan mudharabah bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai dan telah sesuai dengan ketentuan peraturan otoritas jasa keuangan. (POJK).
Rekonsiliasi atas pendapatan dan beban operasional selain dana adalah sebagai berikut : Keuntungan/Kerugian dari peningkatan/penurunan nilai wajar asset keuangan dari tanggal 20 juni ke 30 juni mengalami peningkatan dari 363 ke 1235 dalam hal ini sangat berakibat dengan transksi dengan nasabah di bank Syariah Indonesia. Sehingga pada dalil PSAK 101 pada paragraph 63 yang menyatakan bahwa entitas Syariah menyatakan, di laporan laba/rugi rincian beban dengan menggunakan klasifikasi yang didasarkan pada sifat atau fungsi beban dalam entitas syariah.
Apabila kita bandingkan antara Laporan Keuangan pada bank BSI Syariah di KC Universitas Makassar dengan Laporan Keuangan menurut SAK Syariah (standar keuangan Syariah). Standar akuntansi keuangan 101 : penyajian laporan keuangan Syariah terkhusus pada penyajian laporan laba
rugi dapat ditarik perbedaan pemberian nama laporan, yaitu antara Laporan Laba Rugi dan Laporan Perhitungan Hasil Usaha. Perhitungan Hasil Usaha merealisasikan hasil konfrensif yang menjalankan prinsip syariah dalam setiap periode akuntansi. Adapun penyajian akhir dari hasil perhitungan usaha disebut dengan SHU (Sisa Hasil Usaha). Jika kita lihat pada gambar 4.2 pada bank BSI Syariah KC Universitas Muhammadiyah Makassar sudah menyesuaikan pemberian nama laporan sesuai dengan Peraturan SAK Syariah (standar keuangan Syariah). Standar akuntansi keuangan 101 : penyajian laporan keuangan Syariah.
LAPORAN LABA / RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN PUBLIKASI TRI WULAN
Periode Laporan 1 Januari s/d 30 Juni 2020
No
30 Juni 2021
20 juni 2020
1 Pendapatan Penyaluran Dana 9.488.939 8.570.414 a.Pendapatan dari Piutang 5.705.643 4.735.646
i. Murabahah 5.267.939 4.296.502
ii. Istisha 107 144
iii. Multijasa - -
iv. Ujrah 437.597 439.000
v. Lainnya - -
b. Pendapatan dari Bagi Hasil 2.303.540 2.310.914 i. Mudharabah 120.925 170.308
ii. Musyarakah 2.182.615 2.140.606
iii. Lainnya - -
c. Pendapatan Sewa 57.417 153.643
d. Lainnya 1.422.339 1.370.211
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
A. pendapatan dan beban operasional dari penyaluran dana INDIVIDUAL POS-POS
2 Bagi hasil untuk pemilik dana Investasi -/-
2.270.531 2.406.638
a. non profit Sharing 2.270.531 2.406.638
b.profit sharing - -
3 Pendapatan setelah distribusi bagi hasil
7.218.498 6.163.776
1 Keuntungan/Kerugian dari peningkatan/penurunan nilai wajar asset keuangan
1.235 363
2 Keuntungan/kerugian dari peningkatan / penurunan nilai wajar liabilitas keuangan
- -
3 Keuntungan/ kerugian penjualan asset keuangan
27.065 (29.998)
4 Keuntungan/kerugian transaksi Spot dan (Forward Realised)
16.690 39.622
5 Keuntungan/kerugian dari pernyataan dengan Equity Medhod
- -
6 Keuntungan/kerugian penjabaran transaksi transaksi valuta asing
649 (10.227)
7 Pendapatan bank selaku mudharib dalam mudharabah muqayyah
- -
8 Dividen - -
9 Komisi / provisi/ Fee dan administrsi 600.604 528.503
10 Pendapatan lainnya 449.614 600.394
11 Beban bonus wadiah -/- 39.051 214.427
12 Kerugian penurunan nilai asset keuangan (impairment)
1.704.491 2.197.353
13 Kerugian terkait risiko operasional -/- 17.065 11.812 14 Kerugian penurunan Nilai Aset 501.459 -
B. Pendapatan dan Beban Operasional Selain Penyaluran Dana
Keuangan (impairment)
15 Beban tenaga kerja -/- 2.068.421 1.673.703
16 Beban Promosi -/- 70.026 64.577
17 Beban lainnya -/- 1.788.193 1.575.502
Pendapatan/beban Operasional lainnya bersih
(5.092.849) (4.608.817)
Laba/rugi operasional 2.125.559 1.554.959
1 Keuntungan (kerugian) penjualan asset tetap dan inventaris
(78) 5.566
2 Pendapatan (beban) (92.722) (10.934)
Laba (rugi) non operasional (92.800) (5.368) 4 Keuntungan/ kerugian transaksi Spot
dan Forward (Realised)
16.690 39.622
5 Keuntungan/kerugian dari penyertaan dengan Equity method
- -
6 Keuntungan/ kerugian penjabaran transaksi valusa asing
649 (10.227)
7 Pendapatan bank selaku mudharib dalam mudharabah muqayyah
- -
8 Dividen - -
9 Komisi/ provisi/ fee dan administrasi 600.604 528.503
10 Pendapatan lainnya 449.614 600.394
11 Beban bonus wadiah -/- 39.051 214.427
12 Kerugian penurunan nilai asset keuangan (impairment )-/-
1.704.491 2.197.353
13 Kerugian terkait risiko operasional -/- 17.065 11.812 14 Kerugian penurunan nilai asset
lainnya(non keuangan) -/-
501.459 -
15 Beban tenaga kerja -/- 2.068.421 1.673.7093 Pendapatan Dan Beban Non Operasional
16 Beban promosi -/- 70.026 64.577
17 Beban lainnya -/- 1.788.193 1.575.502
Pendapatan/ beban Operasional Lainnya bersih
(5.092.849) (4.608.817)
Laba /Rugi operasional 2.125.559 1.554.959
Pendapatan dan Beban Operasional 1 Keuntungan (kerugian) penjualan
asset tetap dan inventaris
(78) 5.566
2 Pendpatan (beban) Non Operasional lainnya
(92.722) (10.934)
Laba (Rugi) non Operasional (92.800) (5.368)
Laba (Rugi) tahun berjalan sebelum pajak
2.032.759 1.540.591
Pajak penghasilan
a. taksiran pajak tahun berjalan 526.567 391.593 e. pendapatan (beban) Pajak
Tangguhan
(25.690) (55.519)
Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan 1.480.502 1.102.479 Penghasilan Komprehensif lain
1 Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke Laba /Rugi
13.463 (3.224)
a.keuntungan / Kerugian yang berasal dari penyusuaian akibat penjabaran lapoan keuangan dalam mata uang asing
53.728 (3.224)
b. keuntungan / kerugian yang berasal dari peningkatan nilai wajar (MTM )
(40.265) (3.224)
c.Lainnya - -
2 Pos- Pos yang akan Direklasifikasi 1.361 (21.051)