As one of State-Owned Enterprises (SOE), Krakatau Steel has a role as agent of development, namely as an extension of the Government in improving development equality and actualizing welfare for the people. Therefore, in order to realize such strategic role, the Company is committed to implement sound and proper business practices through meeting principles of Good Corporate Governance (GCG).
Good Corporate Governance (GCG) is one of key instruments that can be used as a benchmark for investors and/or Shareholders to assess a company’s performance to secure their investment. To that end, the Company is committed implement principles of Good Corporate Governance (GCG) in each business activity to realize the Company’s business growth in a sustainable manner, obtain the trust of Shareholders and Stakeholders, record excellent performance, and do not harm the interests of other parties.
Perseroan menyadari pentingnya penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten dan berkelanjutan sebagai sarana pencapaian Visi dan Misi Perseroan. Di samping itu, GCG juga merupakan alat yang dipergunakan oleh Organ Perseroan untuk memperkokoh fundamental dan keunggulan bisnis Perseroan demi merealisasikan transformasi bisnis yang sedang dilaksanakan Perseroan dalam rangka memperkuat posisi Krakatau Steel sebagai perusahaan baja terkemuka di Indonesia.
Penerapan Prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Bagi Perseroan, GCG tidak hanya merupakan kewajiban atau keharusan, melainkan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam rangka mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan dan mencegah terjadinya praktik-praktik bad corporate governance yang dapat merugikan Perseroan maupun para Pemangku Kepentingan. Oleh karena itu, Perseroan berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas bisnis dan keputusan strategis yang dilakukan oleh Organ Perseroan selalu mempertimbangkan prinsip-prinsip GCG yang menjadi salah satu kunci sukses bagi keberhasilan bisnis Perseroan. Prinsip-prinsip GCG yang diterapkan Perseroan terdiri dari:
The Company is aware of the significance of a consistent and continuous implementation of Good Corporate Governance (GCG) as a mean to accomplish the Company’s Vision and Mission.
In addition, GCG is also used by the Company’s Organs to strengthen fundamentals and business excellence of the Company to realize business transformation that is currently carried out by the Company to consolidate Krakatau Steel position as a leading steel company in Indonesia.
Implementation of Good Corporate Governance Principles
For the Company, GCG is not only an obligation or a requirement, as it is also a necessity that must be fulfilled to realize continuous business growth and prevent practices of bad corporate governance from occurring which may harm the Company and Stakeholders.
Accordingly, the Company is committed to implement principles of GCG in a consistent and sustainable manner.
Every strategic business activity and decision conducted by the Company’s Organs always takes into account the principles of GCG to be one of keys for the Company’s success. Principles of GCG implemented by the Company consist of:
Komitmen dan Implementasi yang Menyeluruh dalam Menerapkan Prinsip-Prinsip GCG pada Seluruh Lini Bisnis Perseroan Mendorong Perbaikan pada Kinerja Perseroan yang Tengah Melakukan
Transformasi Bisnis agar Dapat Menangkap Segala Peluang Bisnis Guna Mencapai Pertumbuhan Berkelanjutan dan Memberikan Nilai Tambah pada Pemangku Kepentingan.
Full commitment to the implementation GCG Principles at all business lines of the
Company drives an improvement in the Company’s management which is undergoing
business transformation at present, in order to capture all business opportunities to reach
sustainable growth and provide added values for all Stakeholders.
No. Prinsip GCG /
GCG Principle Bentuk Implementasi di Krakatau Steel / Implementation in Krakatau Steel
1. Transparansi / Transparency
• Pelaporan secara berkala atas keterbukaan informasi Krakatau Steel baik melalui Web Bursa Efek Indonesia maupun Web Krakatau Steel, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. / A perodic report on Krakatau Steel’s information through the website of Indonesian Stock Exchange and the Company’s offcial website according to the applicable laws.
2. Akuntabilitas / Accountability
• Mendorong Direksi dan Dewan Komisaris serta organ pendukungnya memiliki pembagian tugas yang jelas dan tata cara pengambilan keputusan, serta memastikan seluruh karyawan memiliki job description yang jelas. / Encouraging the Board of Directors and the Board of Commissioners as well as other supporting organs to have a clear job divisions and decision-making guidelines, as well as ensuring all employees
3. Responsibilitas / Responsibility
• Penerbitan kebijakan Gratifikasi, LHKPN dan program Corporate Social Responsibility sesuai dengan yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. / Issuing the policies of Gratification, LHKPN, and Corporate Social Responsibility program as mandated by the laws.
4. Independensi / Independency
• Menetapkan Pakta Integritas pada awal pengangkatan dan diperbaharui setiap tahun yang didalamnya memuat ketentuan untuk menghindari benturan kepentingan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan perusahaan.
/ Stipulating at the beginning of appointment and annually updating the Integrity Pact which contains terms of avoiding conflict of interest in decision making and company’s management
5. Kesetaraan & Kewajaran / Equality & Fairness
• Menetapkan Perjanjian Kerja Bersama yang mengatur hak dan kewajiban karyawan untuk menjamin keadilan, serta pengaturan pemberian kesempatan yang sama kepada seluruh karyawan (promosi, pendidikan dan pelatihan). / Stipulating the joint employement agreement which regulates the rights and obligations of the employees to guarantee justice and regulate the same opportunity to all employees (promotion, education, and training)
Melalui pengimplementasian prinsip-prinsip GCG di atas, diharapkan pengelolaan sumber daya dan organisasi Perseroan menjadi lebih efisien, efektif, dan produktif serta selalu berorientasi pada tujuan Perseroan dan memperhatikan para Pemangku Kepentingan (Stakeholders).
Tujuan Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Merujuk pada Pedoman Umum Corporate Governance Indonesia yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) pada tahun 2006, peraturan perundang-undangan untuk BUMN dan Perusahaan Terbuka serta pedoman Tata Kelola Perusahaan, Perseroan menetapkan tujuan utama penerapan GCG adalah sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan nilai agar Perseroan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional, sehingga mampu mempertahankan keberadaannya dan hidup berkelanjutan untuk mencapai maksud dan tujuan Perseroan.
2. Mendorong pengelolaan Perseroan secara profesional, efisien dan efektif, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian Organ Perseroan.
3. Mendorong agar Organ Perseroan dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial Perseroan terhadap Pemangku Kepentingan maupun kelestarian lingkungan di sekitar Perseroan.
4. Meningkatkan kontribusi Perseroan dalam perekonomian nasional.
5. Meningkatkan iklim usaha yang kondusif bagi perkembangan investasi nasional.
Through implementation of such GCG principles, resource and organization management of the Company are expected to be more efficient, effective, and productive, as well as always oriented towards the Company’s goals and take into consideration the Stakeholders.
Objectives of Implementation of Good Corporate Governance
Referring to Indonesian Corporate Governance Guideline issued by the National Committee on Governance in 2006, laws and regulations for SOE and Public Companies as well as Corporate Governance guideline, the Company sets the main objectives of GCG implementation are as follows:
1. Optimizing value so that the Company has strong competitiveness, both nationally and internationally, to maintain its existence and sustainability to achieve the Company’s objectives and goals.
2. Encouraging professional, efficient, and effective management of the Company as well as empowering function and improving independency the Company’s Organ.
3. Encouraging the Company’s Organs to make decisions and take actions based on high moral value and compliance with laws and regulations as well as awareness on the Company’s social responsibility towards Stakeholders and preservation of the Company’s surrounding environment.
4. Improving the Company’s contribution to national economy.
5. Improving favorable business climate for the development of national investment.
Selain berdasarkan pada peraturan perundang-undangan, tujuan lain dari implementasi GCG di lingkungan Krakatau Steel adalah agar pengelolaan Perseroan dapat dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan prinsip pengelolaan yang profesional, efisien, efektif serta dilandasi oleh nilai moral yang tinggi dan tanggung jawab. Selain itu, penerapan GCG juga dapat menjadi sarana Perseroan dalam mewujudkan visi dan misinya guna membangun daya saing yang kuat baik di tingkat nasional maupun internasional, mampu tumbuh berkelanjutan, dan memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional.
Krakatau Steel Bersih
Dalam rangka mewujudkan penerapan GCG yang komprehensif di setiap lini bisnisnya demi memberikan nilai tambah bagi para Pemangku Kepentingan, Perseroan secara konsisten berpedoman pada standar GCG terbaik, diantaranya Program BUMN Bersih yang ditetapkan oleh Kementerian BUMN melalui penerbitan Surat Edaran No. SE-05/MBU/2013 tentang Roadmap Menuju BUMN Bersih, Surat Edaran No. SE-02/MBU/11/2016 tentang Penegakan Citra BUMN Bersih dan Surat Edaran No. SE-05/MBU/09/2017 tentang Pengelolaan BUMN Yang Bersih.
Sebagai salah satu BUMN terbuka yang melakukan penawaran saham di Bursa Efek Indonesia, Perseroan juga mengadopsi standar GCG yang mengacu kepada beberapa aturan formal, diantaranya Peraturan Menteri Negara BUMN (PERMEN BUMN) No. PER-01/
MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada BUMN sebagaimana terakhir diubah dengan PERMEN BUMN No. PER-09/MBU/2012, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penerapan prinsip-prinsip GCG, serta mewujudkan Perusahaan yang tangguh, unggul, dan bermartabat yang kemudian diwujudkan oleh Perseroan melalui program “Krakatau Steel (KS) Bersih”.
Sampai dengan tahun 2018, Perseroan telah menjalankan Program
“KS Bersih” dengan berlandaskan pada beberapa kebijakan pokok operasional, antara lain:
1. Menjalankan Tata Kelola Perusahaan berdasarkan prinsip- prinsip GCG secara konsisten untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan pemangku kepentingan dengan mengacu pada standar penerapan GCG baik berupa aturan formal maupun best practice.
2. Menerapkan Pengendalian Internal, Sistem Manajemen Risiko, Sistem Manajemen Pengamanan dan Lingkungan Industri yang efektif untuk mengamankan investasi dan aset Perseroan, menjamin kontinuitas, profitabilitas dan pertumbuhan
In addition to laws and regulations, another objective of GCG implementation within Krakatau Steel is so that the Company’s management can be carried out according to prevailing regulations and professional, efficient, and effective management principle based on high moral value and responsibility. Moreover, GCG implementation can also be a mean for the Company to realize its vision and mission in order to develop strong competitiveness in national and international level, grow in a sustainable manner, and contribute to national economy.
Clean Krakatau Steel
To realize comprehensive GCG implementation in every line of business to provide added value for Stakeholders, the Company consistently refers to the best GCG standard, among others clean SOE Program as determined by the Ministry of SOE through issuance of Circular Letter of No. SE-05/MBU/2013 regarding Roadmap towards Clean SOE, Circular Letter No. SE- 02/MBU/11/2016 regarding Enforcement of Clean SOE Image and Circular Letter No. SE-05/MBU/09/2017 regarding Management of Clean SOE.
As one of the leading SOE that performed offering in Indonesia Stock Exchange, the Company also adopts GCG standard that refer to several formal regulations, among others Regulation of the State Minister of SOE No. PER-01/MBU/2011 regarding Implementation of Good Corporate Governance on State- Owned Enterprise as lastly amended by the regulation No.
PER-09/MBU/2012,, Regulation of Financial Services Authority No. 21/POJK.04/2015 regarding Implementation of Corporate Governance Guideline for Public Companies, and Circular Letter of Financial Services Authority No. 32/SEOJK.04/2015 regarding Guideline of Corporate Governance for Public Companies, which are aimed to improve quality of implementation of GCG principles, as well as to realize strong, excellent, and dignified company which subsequently manifested by the Company through “Clean Krakatau Steel (KS)”.
As of 2018, the Company has conducted “Clean KS” Program which is based on several operational main policies, among others:
1. Performing Corporate Governance based on GCG principles in a consistent manner to foster harmonious relationship with stakeholders by referring to GCG implementation standards in the form of both formal provisions and best practice.
2. Implementing Internal Control, Risk Management System, an effective Industrial Security and Environment Management System to safeguard the Company’s investments and assets, ensuring continuity, profitability, and growth of the Company
3. Mengimplementasikan dan melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap sistem pelaporan atas dugaan pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS).
4. Melaksanakan program Pengelolaan dan Pengendalian Gratifikasi bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah diterapkan sejak tahun 2014.
5. Melaksanakan sosialisasi kepada seluruh karyawan guna membudayakan praktik-praktik GCG pada setiap aktivitas dan perilaku yang beretika dalam melakukan kegiatan kerja dan bisnis Perseroan.
6. Melakukan pengelolaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan dan Anak Perusahaan serta pejabat struktural Perseroan sampai 2 (dua) level di bawah Direksi.
7. Menetapkan Code of Conduct (CoC)/Etika Penggunaan e-mail dan internet sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta kaidah Tata Kelola IT (IT Governance).
8. Mendorong percepatan implementasi GCG pada Anak Perusahaan dengan menetapkan standar penerapan GCG yang sama dengan Induk Perusahaan.
9. Melakukan penilaian atas implementasi GCG pada Anak Perusahaan dengan standar yang sama dengan Induk Perusahaan sejak tahun 2017.
10. Menerapkan sistem penegakan Reward and Punishment secara konsisten guna memelihara dan membangun lingkungan kerja yang berintegritas tinggi dan beretika.