• Tidak ada hasil yang ditemukan

Beban Gempa (Seismic) Lokasi didaerah Malang

Dalam dokumen DOKUMEN MODUL STAAD Pro (Halaman 64-78)

1. Open StaadPro

2. Pilih/ tentukan jenis konstruksi yang Anda hitung  Space  Lalu Input nama file : “Portal 3 Lantai”  Tentukan lokasi tempat Anda menyimpan data  Pilih/ tentukan satuan gaya (Force Unit) yang Anda gunakan  Pilih/ tentukan satuan panjang (Length Unit) yang Anda gunakan  Klik NEXT

3. Pilih “Open Structure Wizard”  Klik FINIISH

Type : Frame Models  Klik tombol Bay Frame (dua kali klik)  Lalu input nilai parameternya.

NB: Ketika Anda menginputkan nilai parameter yang disebelah kanan (No of bays along length/ jumlah angka pembagi dari sisi panjang), maka Anda diharuskan untuk menginputkan nilai panjang tiap-tiap segmen  Klik tombol kotak kecil di samping parameter  Ketik secara berurutan: 3; 3; 5; 3; 3  OK. Lalu Anda dapat mengisikan nilai angka pembagi di tiap-tiap segmen.

5. Klik tombol Transfer Model  Lalu muncul kotak dialog StWizard  Klik Yes  Klik OK.

6. Tampilan yang muncul di lembar kerja Anda berupa sistem grid/

sistem koordinat. Dikarenakan pemodelan yang akan Anda buat untuk contoh soal ini menggunakan database pemodelan StaadPro dengan menggunakan parameter yang Anda inputkan tadi.

7. Selanjutnya Anda ganti sudut pandang melihat objek ke arah depan (View from Z). Tombol ini bisa Anda jumpai di menu toolbar sisi kiri atas, berupa symbol objek kotak dengan warna kuning di bagian depan.

8. Klik Tab “General”  Klik Tab “Property”  Klik tombol “Define

menu pilihan di sebelah kanan bagian bawah.

9. Klik Tab “Rectangle”  Input nilai Yd = 0.3 dan nilai Zd = 0.3  Pastikan jenis material yang digunakan “Concrete”  Klik Add  Input kembali nilai Yd = 0.6 dan nilai Zd = 0.4  Pastikan jenis material yang digunakan “Concrete”  Klik Add  Klik Close

NB: apabila ukuran property batang/ beam yang digunakan dalam struktur tersebut sama, namun terdapat dua atau lebih batang dalam struktur tersebut. Maka Anda hanya cukup membuat satu ukuran property untuk struktur tersebut.

10. Lalu pilih satu per satu property yang sudah Anda inputkan  pilih property Rect0.30x0.30 Concrete  pilih untuk struktur balok yang berada di lembar kerja Anda  pilih property Rect0.60x0.40 Concrete  pilih/ blok struktur kolom yang berada di lembar kerja Anda  Klik Assign  Klik Yes

NB-1: Cara memilih property yang sudah Anda input untuk contoh kasus ini mungkin agak sulit, sehingga Anda diharuskan mengganti tampilan sudut pandang pemodelan ke arah depan objek model struktur (View From Z). Lalu selanjutnya bisa Anda pilih seperti halnya memilih struktur balok/ kolom pada latihan yang sebelumnya.

NB-2: Cara memilih objek struktur kolom/ balok bisa Anda cek kembali dengan melihat kembali sudut pandang prespektif (Isometric View). Lalu klik masing-masing tulisan property yang tercantum di kolom sebelah kiri. Apakah tampilan struktur menyala sesuai dengan property yang Anda pilih. Misal: Anda klik tulisan Rect0.30x0.30 Concrete, maka seharusnya objek struktur balok yang menyala.

11. Coba Anda perhatikan, suatu beban yang bekerja di terima langsung oleh bangunan melalui pelat yang nantinya akan di salurkan merata ke balok, dan disalurkan kembali oleh balok ke kolom. Pada kondisi ini, pelat masih belum dibuat pemodelannya.

12. Ganti sudut pandang objek  Klik tombol “View From Z”  Pilih/

blok seluruh balok di lantai 3  Klik menu toolbar “View”  Pilih

View Selected Object Only” (untuk mempermudah Anda

memodelkan pelat di lantai 3)  Klik tombol “View From Y” (untuk melihat objek dari atas)

13. Klik Tombol “Generate Surface Meshing”  Klik masing-masing titik tepi dari posisi pelat rencana (sesuai ukuran rencana pelat)  Klik di node 1 Klik di node 2  Klik di node 3  Klik di node 4  Klik di node 1 lagi (untuk menutup ke titik awal)  Pilih Quadrilateral  Atur dan sesuaikan parameter yang tertulis divn  Inputkan nilainya: AB = 3; BC = 5; CD = 3; DA = 5  Klik OK

NB: Untuk mengisikan nilai parameter divn, Anda harus melihat terlebih dahulu letak/ posisi titik yang Anda pilih sebagai acuan dalam membuat objek pelat. Jika Anda menentukan titik awal dimulai dari node 1 ke node 4, dilanjutkan ke node 3 ke node 2 berakhir ke node 1 kembali. Maka Anda harus menginputkan nilai divn dengan nilai AB = 5; BC = 3; CD = 5; DA = 3. Adapun maksudnya supaya nantinya Anda bisa dapatkan suatu pelat yang sudah terbagi merata secara 1 meter persegi. Dikarenakan beban yang akan Anda inputkan berupa satuan kg/m2, yang artinya tiap pelat yang terbagi secara 1 m2 akan dikenai beban dengan nilai tertentu.

Property”  Klik tombol “Thickness” menu pilihan di sebelah kanan bagian bawah.

15. Input nilai Node 1 = 0,1 m (maka secara otomatis parameter nilai node 2, node 3 node 4 terisi)  Klik “Assign”  Klik “Yes

16. Klik menu toolbar “View”  Lalu pilih “View Selected Object Only

(untuk mematikan pemilihan bidang objek yang terpilih)  Klik tombol “Isometric View” (untuk melihat objek secara prespektif).

17. Ganti jenis kursor yang digunaakan  Klik tombol “Plate Cursor”

Lalu pilih/ blok semua objek pelat  Klik tombol “Translational Repeat”  Muncul kotak dialog 3D Repeat  Tentukan “Global Direction” sumbu arah penggandaan objek pelat  Pilih Y (searah sumbu Y lokal)  Lalu inputkan nilai “Default Step Spacing”  Input nilai -4 m (nilai minus menyatakan objek digandakan kearah bawah)  Lalu klik “OK

18. Klik Tab “Support”  Lalu klik tombol “Create” Lalu pilih/ tentukan jenis perletakan/ tumpuan yang Anda gunakan  Lalu klik Tab

Fixed”  Klik Add

19. Lalu pilih satu per satu jenis perletakan/ tumpuan yang sudah Anda inputkan  pilih/ blok node/ titik lokasi tumpuan struktur yang berada di lembar kerja Anda  Klik Assign  Klik Yes

NB-1: Apabila jenis perletakan yang digunakan dalam struktur tersebut sama, namun terdapat dua atau lebih letak posisi tumpuan dalam struktur tersebut. Maka Anda hanya cukup membuat satu jenis perletakan/ tumpuan untuk struktur tersebut.

NB-2: Cara memilih jenis perletakan yang sudah Anda input untuk contoh kasus ini mungkin agak sulit, sehingga Anda diharuskan mengganti tampilan sudut pandang pemodelan ke arah depan objek model struktur (View From Z). Lalu selanjutnya bisa Anda pilih seperti halnya memilih jenis perletakan sesuai soal.

20. Klik Tab “Load”  Inputkan nama beban: “Beban Mati”  Pilih/

tentukan “Loading Type: Dead ”  Klik OK

21. Klik tombol “Plate” pada menu pilihan sebelah kanan  Klik Tab

Pressure on Full Plate” untuk menginputkan beban merata yang terjadi di pelat  input nilai W1 = -720 kg/m (nilai minus menyatakan arah gaya ke bawah)  Pilih/ tentukan arah sumbu beban bekerja

GY (searah sumbu lokal Y)  Klik Add  Klik Close

22. Ganti sudut pandang terhadap objek  Klik tombol “View From+Z

(Untuk melihat objek dari tampak depan)  Lalu pilih tulisan PR GY - 720 kg/m2 (yang terdapat pada kolom sebelah kiri bawah)  Ganti jenis kursor yang digunakan  Klik tombol “Plate Cursor”  Pilih/ blok semua objek pelat  Lalu pilih “Assign to Selected Plates”

 Klik “Assign”  Klik Yes”.

23. Klik Tab “Load”  Inputkan nama beban: “Beban Hidup”  Pilih/

tentukan “Loading Type: Live”  Klik OK

24. Klik tombol “Plate” pada menu pilihan sebelah kanan  Klik Tab

Pressure on Full Plate” untuk menginputkan beban merata yang terjadi di pelat  input nilai W1 = -250 kg/m (nilai minus menyatakan arah gaya ke bawah)  Pilih/ tentukan arah sumbu beban bekerja

GY (searah sumbu lokal Y)  Klik Add  Klik Close

25. Ganti sudut pandang terhadap objek  Klik tombol “View From+Z

(Untuk melihat objek dari tampak depan)  Lalu pilih tulisan PR GY - 250 kg/m2 (yang terdapat pada kolom sebelah kiri bawah)  Ganti jenis kursor yang digunakan  Klik tombol “Plate Cursor”  Pilih/ blok objek pelat yang mengalami beban merata sebesar 250

26. Klik tombol “Plate” kembali pada menu pilihan sebelah kanan  Klik Tab “Pressure on Full Plate” untuk menginputkan beban merata yang terjadi di pelat  input nilai W1 = -400 kg/m (nilai minus menyatakan arah gaya ke bawah)  Pilih/ tentukan arah sumbu beban bekerja  GY (searah sumbu lokal Y)  Klik Add  Klik Close 27. Ganti sudut pandang terhadap objek  Klik tombol “View From+Z

(Untuk melihat objek dari tampak depan)  Lalu pilih tulisan PR GY - 400 kg/m2 (yang terdapat pada kolom sebelah kiri bawah)  Ganti jenis kursor yang digunakan  Klik tombol “Plate Cursor”  Pilih/ blok objek pelat yang mengalami beban merata sebesar 400 kg/m2  Lalu pilih “Assign to Selected Plates”  Klik “Assign”  Klik

Yes”.

28. Klik Tab “Load”  Inputkan nama beban: “Beban Angin”  Pilih/

tentukan “Loading Type: Wind”  Klik OK

29. Ganti sudut pandang melihat objek ke arah depan  Klik tombol

View From + Z”  Pilih/ blok kolom yang menerima beban angin  Klik/ pilih menu toolbar “View”  Lalu pilih “View Selected Object Only”  Klik/ pilih objek kolom yang menerima beban angin tombol “Member” pada menu pilihan sebelah kanan  Klik Tab

Hydrostatic” untuk menginputkan beban angin yang terjadi di struktur input nilai W1 = 0 kg/m dan W2 = 76,56 kg/m (nilai minus menyatakan arah gaya ke kanan)  Pilih/ tentukan arah sumbu beban bekerja  GX (searah sumbu lokal X)  Klik Assign  Klik Close

30. Lalu pilih jenis beban yang sudah Anda inputkan  lalu ganti jenis kursor yang digunakan  Klik tombol Node Cursor  pilih objek balok yang mengalami beban titik  Lalu pilih Assign to Selected Node  Klik Assign  Klik Yes

31. Klik Tab “Load”  Inputkan nama beban: “Beban Gempa”  Pilih/

tentukan “Loading Type: Seismic”  Klik OK

32. Ganti sudut pandang melihat objek ke arah depan  Klik tombol

View From + Z”  Pilih/ blok kolom yang menerima beban gempa

 Klik/ pilih menu toolbar “View”  Lalu pilih “View Selected Object Only” (untuk menapilkan objek pemodelan struktur yang diberi beban gempa)

33. Klik tombol “Nodal” untuk menginputkan nilai beban titik  input

34. Klik tombol “Nodal” untuk menginputkan nilai beban gempa yang terjadi pada lantai 2  input nilai Fx = 19,26 kg (nilai positif menyatakan arah gaya ke kanan)  Klik Add  Klik Close

35. Klik tombol “Nodal” untuk menginputkan nilai beban gempa yang terjadi pada lantai 3  input nilai Fx = 20,35 kg (nilai positif menyatakan arah gaya ke kanan)  Klik Add  Klik Close

36. Lalu pilih tulisan FX 18,17 kg,m yang berada di kolom sebelah kanan

 lalu ganti jenis kursor yang digunakan  Klik tombol “Node Cursor”  pilih objek struktur yang mengalami beban gempa di lantai 1  Lalu pilih Assign to Selected Node  Klik Assign  Klik Yes 37. Lakukan dengan cara yang sama untuk menginputkan beban

gempa yang terjadi di lantai 2 (19,26kg) dan beban gempa yang terjadi di lantai 3 (20,35kg)

38. Klik Tab “Analysis/Print”  Pilih “No Print”  Klik Add  Pastikan tulisan “PERFORM ANALYSIS” muncul di kotak dialog sebelah kanan

 Lalu klik Close

39. Klik menu toolbar “Analyze” pada menu pilihan toolbar bagian tengah atas  Pilih “Run Analys”  AnalysisSave  Lalu pilih

Go to Post Processing Mode”  Klik Done  Klik OK

40. Klik Tab “Node”  Klik Tab “Reactions” (untuk melihat reaksi yang terjadi di balok)

41. Klik Tab “Beam”  Klik Tab “Force”  Lihat tabel di bagian sebelah kanan  lalu klik Tab “Summary” (untuk melihat ringkasan gaya maksimum dan momen maksimum yang terjadi di balok)

42. Klik Tab “Plate”  Pilih “Load Case” (jenis beban yang ingin Anda lihat)  Pilih “Stress Type: Global Moment” (untuk menampilkan jenis momen secara keseluruhan yang terjadi di pelat)

Dalam dokumen DOKUMEN MODUL STAAD Pro (Halaman 64-78)

Dokumen terkait