F. Jenis Benang Tekstil Menurut Seratnya
4. Benang Wol
Benang wol dibuat dari serat wol. Secara garis besar, serat wol dapat diklasifikasikan menurut tiga golongan, yaitu:
• Wol panjang, berkisar antara 6–9 inci dan dipintal menjadi benang nomor 36 – 44 S. Jenis ini digunakan untuk tali sepatu, selimut dan kain-kain yang agak kasar.
• Wol medium, berkisar antara 2–5 inci. Jenis ini dapat dipintal menjadi benang nomor 46–60 S dan biasa digunakan untuk membuat kain celana, tweed halus, selimut, dan lainnya.
• Wol halus, berkisar antara 1–5 inci. Jenis ini dapat dipintal menjadi benang bernomor 64 S ke atas dan dipakai bahan untuk membuat kain rajut, kain celana dan jenis-jenis kain halus.
Cara pemintalan benang wol ada dua macam, yaitu:
a. Benang wol garu (wollen system) Mempunyai sifat sebagai berikut:
1) Lembut dan antihannya rendah 2) Berbulu, letaknya tidak teratur.
DUMMY DUMMY
3) Kekuatannya rendah.
4) Antihannya tidak rata.
5) Kerataannya kurang.
6) Sifat kempanya baik.
7) Jika dicelup memberikan warna yang cerah.
Urutan proses pemintalan benang garu secara garis besar adalah sebagai berikut:
1) Pemilihan serat (sorting), tujuannya ialah menggolongkan serat yang sama menurut jenis-jenis yang diperlukan.
2) Pembersihan kotoran (scouring), tujuannya menghilangkan kotoran baik yang berasal dari luar maupun dari bulunya sendiri. Kotoran dari luar dibersihkan secara mekanis, prinsipnya sama seperti blowing pada kapas, sedangkan kotoran dari bulunya sendiri dibersihkan secara kimia yang dilakukan setelah pembersihan mekanis.
3) Pengkarbonan (carbonizing), tujuannya untuk menghilangkan zat-zat dari tumbuh-tumbuhan.
4) Pencampuran (blending), pencampuran menggunakan mesin-mesin yang namanya hampir sama dengan sistem kapas, susunannya terdiri dari: mesin penyuap (feeder) silinder dan mesin pemukul.
5) Pemberian minyak (oiling), tujuannya ialah:
Mengurangi kerusakan dan putusnya serat dalam carding atau drawing.
Mengurangi serat yang berterbangan.
Mengurangi limbah.
Menghindari elektrostatik.
6) Penggaruan dengan mesin garu (carding), tujuannya adalah:
Membuka serat.
Menguraikan serat.
Meluruskan serat.
Mencampur serat.
Membersihkan serat.
Membentuk serat menjadi sliver.
DUMMY DUMMY
7) Pemintalan, proses pemintalan sliver benang garu langsung disuapkan ke dalam proses pemintalan yang sesungguhnya yaitu untuk memperoleh benang dengan nomor (run atau cut) yang dibutuhkan.
Mesin yang dapat digunakan yaitu mesin pintal mule atau mesin pintan ring (ring spinning frame). Hasil pemintalan dengan mesin ring bersifat kurang lembut dan dalam peregangan terasa kurang penuh. Selain itu sifat kempa benang yang dihasilkan juga agak rendah daripada benang yang dihasilkan dengan mesin pintal mule.
Beberapa jenis benang wol garu ialah:
1) Benang wol saxony, dibuat dari serat merino halus, untuk memperoleh benang garu yang paling halus dan bertekstur paling baik.
2) Benang wol cheviot, dibuat dari wol cross bred medium yang kuat, ditujukan untuk membuat kain tweed dan cheviot, yang memerlukan sedikit kempa (felting).
3) Benang wol luster, dibuat dari wol cross bred medium yang mengkilat, ditujukan untuk membuat kain permadani (rugs) yang berwarna cerah.
4) Benang wol shoddy, dibuat dari serat wol yang dicampur dengan wol bekas atau kapas, oleh karena itu mutu benang ini rendah.
5) Benang wol Angola dan Llama, benang ini tersusun dari serat wol dan kapas, yang dipintal dengan sistem wol garu (woolen system). Terkadang benang jenis ini merupakan campuran antara wol dan kapas yang baik untuk mendapatkan hasil yang mutunya lebih baik.
b. Benang wol sisir (worsted system)
Urutan proses pembuatan benang wol sisir, secara garis besar adalah sebagai berikut:
1) Pemeriksaan dan pemilihan (sorting).
2) Pencucian dan pembersihan kotoran (scouring).
3) Pembuatan top atau sliver.
Proses ini dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu cara berikut:
Bradford system atau sistem Inggris, digunakan untuk mengolah serat yang panjangnya lebih dari 2½ inci.
Continental system atau sistem Prancis, digunakan untuk mengolah serat yang panjangnya sama atau lebih pendek dari 2½ inci.
DUMMY DUMMY
Sistem Amerika, digunakan untuk mengolah serat yang panjangnya sampai 6 inci.
4) Peregangan (drawing) 5) Roving,
6 Pemintalan,
Proses pemintalan benang wol sisir, dapat menggunakan mesin pintal mule, mesin pintal sayap (flyer), mesin pintal cincin (ring) atau mesin pintal cap.
Beberapa jenis benang wol sisir:
Benang wol sisir yang dipintal dengan mesin pintal sayap, dengan pemintalan ini serat lebih terkontrol daripada mesin pintal sistem lain. Dengan demikian, benang yang dihasilkan lebih licin, rata (smooth) dan mengkilap.
Benang wol sisir yang dipintal dengan mesin pintal cincin (ring spun worsted yarn), pemintalan ini digunakan untuk benang wol sisir jenis tertentu, mesin ini sangat baik untuk memintal benang botany yang paling halus. Dengan mesin ini pemintalan lebih terkontrol dibanding mesin cap spinning. Dengan demikian, serat dalam benang lebih teratur dan benangnya tidak berbulu.
Benang wol sisir hasil mesin pintal cap (cap spun worsted yarn), produksinya lebih besar dibandingkan produksi mesin sayap, dan sangat baik untuk memintal jenis wol botany dan cross-bred halus.
Hasilnya cenderung lebih besar, karena itu mesin ini cocok untuk serat wol yang mengkilap atau serat wol cross-bred yang kuat.
Benang wol sisir yang dipintal dengan mesin pintal mule, mesin pintal mule sesuai untuk memintal jenis serat wol halus yang tergolong bermutu rendah. Hal ini disebabkan karena mesin ini memungkinkan serat- serat yang lebih pendek ditinggalkan dalam top, sehingga hasil benangnya bersifat lembut, pegangannya penuh dan agak berbulu.
Benang wol sisir mengkilap, benang jenis ini dipintal dari serat wol panjang dan mengkilap, yaitu mohair dan alpaca. Prosesnya melalui giling, lustre combing, open drawing, dan dipintal dengan mesin pintal sayap (flyer-spinning).
Benang wol sisir setengah mengkilap (semi lustre worsted yarns), prosesnya sama dengan pembuatan wol sisir mengkilap, namun serat yang digunakan jenis cross-bred yang tidak begitu mengkilap.
Benang sisir serge, dibuat dari serat wol medium dan serat wol jenis cross-bred, yang dalam rabaan terasa tajam dan gemersik (crisp).
DUMMY DUMMY
Prosesnya melalui mesin giling sesuai dengan panjang serat noble-combing, open drawing dan mesin pintal cap. Hasilnya benang bermutu baik yang mempunyai pegangan penuh tetapi agak kasar dan berbulu.
Benang wol cross-bred, menggunakan serat wol dari jenis halus sampai jenis cross-bred bermutu rendah.
Benang wol sisir Botany, jenis benang ini dibuat dari serat wol merino halus dan bernomor 60’S ke atas. Benang mempunyai pegangan penuh, lembut, tetapi lebih padat daripada jenis benang wol sisir yang lain.
Benang wol sisir yang dipintal kering, disebut juga benang French yang tergolong benang bermutu rendah, dibuat dari serat-serat wol pendek. Sifatnya mempunyai pegangan penuh, lembut, berbulu dan banyak digunakan untuk membuat kain-kain rajut.
Benang Alpaca, tersusun dari campuran serat wol alpaca yang berwarna putih, hitam, abu-abu dan coklat. Benang ini banyak digunakan untuk kain yang sesuai dengan warna asli benang atau dicelup hitam.
Benang cashmere, dibuat dari serat wol halus dan pendek yang berasal dari kambing Thibet. Benang sangat lembut, dengan warna asli abu-abu atau coklat, dan terutama digunakan sebagai benang pakan.
Benang melange, merupakan benang yang terbuat dari serat wol panjang dan mengkilap. Sliver yang telah disisir dicap terlebih dahulu. Proses peregangan dan pemintalan menyebabkan warna- warna yang berbeda menjadi tercampur.
Benang keriting (curled yarn), benang ini dihasilkan dengan cara sejumlah wol sisir dirangkap dan digintir keras kemudian digulung dalam bentuk untaian dan dimantapkan dengan pemasakan.
Kemudian benang tersebut diuraikan gintirannya dan digulung masing-masing terpisah, sehingga diperoleh benang yang keriting secara permanen.