• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bendahara Umum

Dalam dokumen AP HKBP Th.2002 Bah.Indonesia (Halaman 46-54)

Bab IV HKBP UMUM

Pasal 22 Bendahara Umum

2.4  Bekerja sama dengan Komisi Teologia dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan ajaran dan teologia.

2.5  Memberikan laporan dan saran kepada Pimpinan HKBP untuk membantu organ- organ pelayanan yang ada di HKBP.

2.6  Saling membantu dalam pelayanan dengan Sekolah Tinggi Teologia HKBP, Universitas HKBP Nommensen, dan lembaga lain yang dianggap perlu.

2.7  Membuat evaluasi dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Pimpinan HKBP paling sedikitnya setahun sekali.

 

3. Pimpinan

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan diangkat oleh Pimpinan HKBP dari tengah-tengah warga HKBP, dan ditetapkan dengan surat keputusan.

 

4. Syarat Menjadi Pimpinan dan Anggota Badan Penelitian dan Pengembangan HKBP

4.1   Warga HKBP yang rajin mengikuti kebaktian, setia, dan bersedia mempersembahkan dirinya untuk pekerjaan gereja.

4.2   Warga HKBP yang memiliki kemampuan di bidang penelitian.

4.3   Sehat rohani dan jasmani.

4.4   Belum pernah dikenai sanksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP.

4.5   Berusia paling sedikitnya 35 tahun, dan setinggi-tingginya 61 tahun.

 

5. Periodenya

Periodenya empat tahun, dan dapat dipilih dua kali berturut-turut.

   

Pasal 22

4. Syarat

4.1  Pelayan tahbisan atau warga HKBP.

4.2  Terpercaya dan mempunyai keahlian tentang keuangan.

4.3  Sehat rohani dan jasmani.

4.4  Berusia paling sedikitnya 35 tahun, dan setinggi-tingginya 61 tahun.

BAGIAN KETIGA – PERATURAN

Bab V

KOMISI-KOMISI DI HKBP  Pasal 23

Komisi 1. Komisi Teologia

1.1  Tugasnya

a.   Mengamati teologia yang tengah berkembang di masyarakat, di tingkat nasional, regional, dan internasional.

b.   memberikan informasi kepada para pendeta tentang teologia yang sedang berkembang.

c.   Mengadakan seminar, lokakarya, dan konsultasi tentang teologia yang sedang berkembang.

d.   Mengambil kecenderungan peristiwa-peristiwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dari sudut pandang teologia.

e.   Menyampaikan hasil-hasil komisi kepada Ketua Rapat Pendeta untuk dibahas dalam Rapat Pendeta.

f.   Membantu perguruan tinggi teologia HKBP ntuk menerbitkan jurnal teologia.

g.   Membuat evaluasi dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban komisi kepada Pimpinan HKBP paling sedikitnya setahun sekali.

1.2  Pimpinan

Ketua Komisi Teologia dipilih oleh Pimpinan HKBP dari para pendeta anggota komisi itu.

1.3  Anggota

a.   Tiga orang dosen teologia.

b.   Dua orang Praeses.

c.   Lima orang Pendeta.

d.   Tiga orang warga jemaat.

2. Komisi Liturgi dan Ibadah 2.1  Tugasnya

a.   Meneliti liturgi dan ibadah yang ada di HKBP.

b.   Meneliti liturgi dan ibadah yang disukai oleh warga gereja sesuai dengan perkembagan zaman.

c.   Menyusun liturgi dan ibadah yang sesuai dengan kegiatan atau kejadian-kejadian yang belum diatur dalam Agenda HKBP.

d.   Membuat evaluasi dan menyampaikan hasil komisi kepada Ketua Rapat Pendeta untuk dibahas dalam Rapat Pendeta.

 2.2  Pimpinan

Ketua Komisi Liturgi dan Ibadah dipilih oleh Pimpinan HKBP dari para pendeta anggota komisi itu.

 2.3  Anggota

a.   Dua orang dosen teologia.

b.   Seorang Praeses.

c.   Seorang Pendeta Resort.

d.   Seorang Guru Huria.

e.   Seorang Ahli Musik Gerejawi.

f.   Seorang Warga Jemaat.

g.   Seorang Bibelvrouw.

h.   Seorang Diakones.

i.   Seorang Penatua.

j.   Seorang Pemuda.

3. Komisi Beasiswa 3.1  Tugasnya

a.   Memikirkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan pelayan-pelayan HKBP melalui kursus-kursus di dalam dan di luar negeri.

b.   Meneliti dan menetapkan penerima-penerima beasiswa dari warga jemaat sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh komisi.

c.   Meneliti permohonan-permohonan dan menetapkan orang yang akan melanjutkan studinya.

d.   Memberangkatkan orang-orang yang akan melanjutkan pelajaran atau sekolahnya sesuai dengan keperluan HKBP.

e.   Memberangkatkan pelayan-pelayan yang meningkatkan pengalaman melalui perkunjungan di dalam dan di luar negeri.

f.   Membantu putera-puteri pelayan-pelayan atau warga gereja yang tidak mampu membayar biaya sekolahnya.

g.   Menyusun program mencari dan menghimpun dana yang diperlukan komisi dari jemaat-jemaat setempat, dan badan-badan gerejawi di dalam dan di luar negeri.

h.   Menyampaikan rencana kerja dan anggarannya kepada Pimpinan HKBP untuk ditetapkan.

i.   Membuat evaluasi dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban komisi kepada Pimpinan HKBP sedikitnya setahun sekali.

 3.2  Pimpinan

Ketua Komisi Beasiswa dipilih oleh Pimpinan HKBP dari para pendeta anggota komisi itu.

 3.3  Anggota

a.   Dua orang anggota Majelis Pekerja Sinode.

b.   Dua orang Praeses.

c.   Dua orang dari kembaga.

d.   Seorang dari Universitas HKBP Nommensen.

e.   Dua orang dari Badan Penyelenggara Pendidikan HKBP.

GIAN KETIGA – PERATURAN  

Bab VI

JABATAN TAHBISAN DI HKBP  Pasal 24

Jabatan Tahbisan di HKBP  

1. Pengertian

Jabatan tahbisan adalah jabatan gerejawi yang diembankan kepada seseorang pelayan melalui penahbisan sesuai dengan Agenda HKBP.

 

2. Jenis-jenis Tahbisan

Ada enam jenis tahbisan di HKBP sesuai dengan Konfessi dan Agenda HKBP:

2.1  Pendeta.

2.2  Guru Jemaat.

2.3  Bibelvrouw.

2.4  Diakones.

2.5  Evangelis.

2.6  Penatua.

   

Pasal 25

Pelayan Tahbisan di HKBP  

1. Pendeta 1.1  Pengertian

Pendeta adalah yang menerima jabatan kependetaan dari HKBP melalui Ephorus sesuai dengan Agenda HKBP. Dalam jabatan kependetaan itu tercakup ketiga jabatan Kristus, yaitu nabi, imam, dan raja.

 1.2  Syarat Menjadi Pendeta

a.   Lulusan Sekolah Tinggi Teologi HKBP atau sekolah tinggi teologia lain yang diakui oleh HKBP yang sama kurikulumnya dengan Sekolah Tinggi Teologi HKBP jurusan kependetaan.

b.   Warga HKBP yang menghayati kasih karunia Allah yang diterimanya melalui baptisan dan pengkuan iman.

c.   Sudah praktek sedikit-dikitnya dua tahun di HKBP, dan dianggap sudah mampu menerima jabatan kependetaan sesuai dengan rekomendasi praeses dan pendeta resort.

d.   Sehat rohani dan jasmani.

e.   Menerima tahbisan jabatan kependetaan dari HKBP.

f.   Pendeta yang diutus oleh gereja lain yang seiman dengan HKBP diperhitungkan sama dengan pendeta HKBP.

 1.3  Tugasnya

a.   Sebagaimana tertera dalam Agenda Pemberian Jabatan Kependetaan HKBP.

b.   Menghadiri rapat-rapat pendeta HKBP.

 1.4  Tempat Pelayanan

a.   Rapat Pimpinan HKBP yang menentukan tempat pelayanan pendeta HKBP.

b.   Pendeta-pendeta HKBP dapat melayani di luar HKBP atas persetujuan Ephorus.

Jika tidak dengan persetujuan Ephorus, mereka tidak dianggap lagi pelayan HKBP.

c.   Para Pendeta yang bekerja di pelayanan umum dianggap sebagai pelayan jemaat dimana mereka terdaftar sebagai warga jemaat.

 1.5  Mutasi

a.   Rapat Pimpinan HKBP yang menentukan mutasi Pendeta setelah menerima saran dari Praeses, Pimpinan Lembaga, dan Pimpinan Yayasan.

b.   Seorang Pendeta dapat bertugas di suatu jemaat atau resort paling lama enam tahun, dan di suatu distrik paling lama dua periode.

c.   Seorang Pendeta dapat dimutasikan walupun belum cukup enam tahun di suatu tempat, sesuai dengan pertimbangan Pimpinan HKBP.

 1.6  Pensiun

Seorang Pendeta pensiun apabila sudah berusia 65 tahun, tetapi kependetaannya tetap, dan Ephorus menerbitkan surat ketetapan pensiun.

 1.7  Berhenti dari Jabatan Tahbisannya a.   Tidak melaksanakan jabatan tahbisannya.

b.   Dikenai saksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP c.   Meninggal dunia.

 

2. Guru Jemaat 2.1  Pengertian

Guru Jemaat adalah yang menerima jabatan guru jemaat dari HKBP melalui Ephorus sesuai dengan Agenda HKBP.

2.2  Syarat menjadi Guru Huria

a.   Lulusan Sekolah Tinggi Guru Jemaat HKBP.

b.   Sudah praktek sedikit-dikitnya dua tahun di HKBP, dan sudah menerima rekomendasi Praeses dan Pendeta Resort.

c.   Sehat rohani dan jasmani.

d.   Menerima tahbisan jabatan guru jemaat dari HKBP.

2.3  Tugasnya

a.   Sebagaimana tertera dalam Agenda Pemberian Jabatan Guru Jemaat.

b.   Menyampaikan berkat tanpa menumpangkan tangan.

c.   Menghadiri Rapat Guru jemaat.

2.4  Tempat Pelayanan

a.   Rapat Pimpinan HKBP yang menentukan tempat pelayanan Guru Jemaat.

b.   Ephorus yang memberikan persetujuan kepada guru-guru jemaat untuk bekerja di luar HKBP.

c.   Guru-guru jemaat yang bekerja di luar HKBP tanpa persetujuan Ephorus, mereka tidak dianggap lagi pelayan HKBP.

2.5  Mutasi

a.   Rapat Pimpinan HKBP yang menentukan mutasi Guru Jemaat setelah menerima saran dari Praeses dan Pendeta Resort.

b.   Seorang Guru Jemaat dapat bertugas di suatu jemaat paling lama enam tahun, dan di suatu distrik paling lama dua periode.

c.   Seorang Guru Jemaat dapat dimutasikan walupun belum cukup enam tahun di suatu tempat, sesuai dengan pertimbangan Ephorus.

 2.6  Pensiun

Seorang Guru Jemaat pensiun apabila sudah berusia 65 tahun, tetapi jabatan tahbisannya tetap, dan Ephorus menerbitkan surat ketetapan pensiunnya.

 2.7  Berhenti dari Jabatan Tahbisannya a.   Tidak melaksanakan jabatan tahbisannya.

b.   Dikenai saksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP c.   Meninggal dunia.

 

3. Bibelvrouw 3.1  Pengertian

Bibelvrouw adalah perempuan yang menerima jabatan Bibelvrouw dari HKBP melalui Ephorus sesuai dengan Agenda HKBP.

 3.2  Syarat menjadi Bibelvrouw

a.   Lulusan Sekolah Tinggi Bibelvrouw HKBP.

b.   Sudah praktek sedikit-dikitnya dua tahun di HKBP, dan sudah menerima rekomendasi Praeses dan Pendeta Resort.

c.   Sehat rohani dan jasmani.

d.   Menerima tahbisan jabatan Bibelvrouw dari HKBP.

 3.3  Tugasnya

a.   Sebagaimana tertera dalam Agenda Pemberian Jabatan Bibelvrouw.

b.   Menyampaikan berkat tanpa menumpangkan tangan.

c.   Menghadiri Rapat Bibelvrouw.

 3.4  Tempat Pelayanan

a.   Rapat Pimpinan HKBP yang menentukan tempat pelayanan Bibelvrouw.

b.   Ephorus yang memberikan persetujuan kepada Bibelvrouw untuk bekerja di luar HKBP.

c.   Para Bibelvrouw yang bekerja di luar HKBP tanpa persetujuan Ephorus, mereka tidak dianggap lagi pelayan HKBP.

 3.5  Mutasi

a.   Rapat Pimpinan HKBP yang menentukan mutasi Bibelvrouw setelah menerima saran dari Praeses dan Pendeta Resort.

b.   Seorang Bibelvrouw dapat bertugas di suatu jemaat paling lama enam tahun, dan di suatu distrik paling lama dua periode.

c.   Seorang Bibelvrouw dapat dimutasikan walupun belum cukup enam tahun di suatu tempat, sesuai dengan pertimbangan Ephorus.

 3.6  Pensiun

Seorang Bibelvrouw pensiun apabila sudah berusia 65 tahun, tetapi jabatan tahbisannya tetap, dan Ephorus menerbitkan surat ketetapan pensiunnya.

 3.7  Berhenti dari Jabatan Tahbisannya a.   Tidak melaksanakan jabatan tahbisannya.

b.   Dikenai saksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP c.   Meninggal dunia.

 

4. Diakones 4.1  Pengertian

Diakones adalah perempuan yang menerima jabatan Diakones dari HKBP melalui Ephorus sesuai dengan Agenda HKBP.

4.2  Syarat menjadi Diakones

a.   Lulusan Sekolah Tinggi Diakones HKBP.

b.   Sudah praktek sedikit-dikitnya dua tahun di HKBP, dan sudah menerima rekomendasi Praeses dan Pendeta Resort.

c.   Sehat rohani dan jasmani.

d.   Menerima tahbisan jabatan Diakones dari HKBP.

4.3  Tugasnya

a.   Sebagaimana tertera dalam Agenda Pemberian Jabatan Diakones.

b.   Menyampaikan berkat tanpa menumpangkan tangan.

c.   Menghadiri Rapat Diakones.

4.4  Tempat Pelayanan

a.   Rapat Pimpinan HKBP yang menentukan tempat pelayanan Diakones.

b.   Ephorus yang memberikan persetujuan kepada Diakones untuk bekerja di luar HKBP.

c.   Para Diakones yang bekerja di luar HKBP tanpa persetujuan Ephorus, mereka tidak dianggap lagi pelayan HKBP.

4.5  Mutasi

a.   Rapat Pimpinan HKBP yang menentukan mutasi Diakones setelah menerima saran dari Praeses dan Pendeta Resort.

b.   Seorang Diakones dapat bertugas di suatu jemaat paling lama enam tahun, dan di suatu distrik paling lama dua periode.

c.   Seorang Diakones dapat dimutasikan walupun belum cukup enam tahun di suatu tempat, sesuai dengan pertimbangan Ephorus.

4.6  Pensiun

Seorang Diakones pensiun apabila sudah berusia 65 tahun, tetapi jabatan

tahbisannya tetap, dan Ephorus menerbitkan surat ketetapan pensiunnya.

4.7  Berhenti dari Jabatan Tahbisannya a.   Tidak melaksanakan jabatan tahbisannya.

b.   Dikenai saksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP c.   Meninggal dunia.

 

5. Evangelis 5.1  Pengertian

Evangelis adalah yang menerima jabatan Evangelis dari HKBP melalui Ephorus sesuai dengan Agenda HKBP.

5.2  Syarat menjadi Evangelis

a.   Yang sudah mengikuti program pelatihan dan memperoleh sertifikat Evangelis dari Sekolah Tinggi Teologi HKBP.

b.   Sudah praktek sedikit-dikitnya tiga bulan di HKBP, dan sudah menerima rekomendasi Praeses dan Pendeta Resort.

c.   Sehat rohani dan jasmani.

d.   Kemampuannya sudah dievaluasi oleh Ephorus.

5.3  Tugasnya

a.   Memberitakan Injil melalui kegiatan-kegiatan pewartaan, pengajaran, evangelisasi, dan kesaksian ke masyarakat-masyarakat tertentu seperti kampus, sekolah perkantoran, buruh, masyarakat marginal, dan lain-lain.

b.   Menyampaikan berkat tanpa menumpangkan tangan.

5.4  Tempat Pelayanan

Rapat Pimpinan HKBP yang menentukan tempat pelayanannya.

5.5  Mutasi

Rapat Pimpinan HKBP yang menentukan mutasinya.

5.6  Pensiun

Seorang Evangelis pensiun apabila sudah berusia 65 tahun, tetapi jabatan

tahbisannya tetap, dan Ephorus menerbitkan surat ketetapan pensiunnya.

5.7  Berhenti dari Jabatan Tahbisannya a.   Tidak melaksanakan jabatan tahbisannya.

b.   Dikenai saksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP c.   Meninggal dunia.

 

6. Penatua 6.1  Pengertian

Penatua adalah yang menerima jabatan Penatua dari HKBP melalui Pendeta Resort sesuai dengan Agenda HKBP.

6.2  Syarat menjadi Penatua

a.   Warga jemaat yang mempersembahkan dirinya menjadi Penatua di jemaat.

b.   Rajin mengikuti kebaktian minggu dan perjamuan kudus.

c.   Berperilaku tidak bercela.

d.   Paling sedikitnya berumur 25 tahun.

e.   Sehat rohani dan jasmani.

f.   Sedikit-dikitnya berpendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.

g.   Dipilih warga jemaat dari antara mereka dan ditetapkan oleh Rapat Pelayan Tahbisan.

6.3  Tugasnya

a.   Sebagaimana tertera dalam Agenda Penerimaan Penatua HKBP.

b.   Melaksanakan baptisan darurat.

c.   Menyusun statistik warga jemaat di lingkungannya masing-masing.

d.   Mengikuti sermon dan Rapat Penatua.

e.   Menyampaikan berkat tanpa menumpangkan tangan.

6.4  Tempat Pelayanan

a.   Lingkungan keberangkatannya dan jemaat di mana ia terdaftar sebagai anggota.

b.   Rapat Pelayan Tahbisan yang menentukan bidang-bidang pelayanan penatua di jemaat.

6.5  Mutasi

Penatua yang pindah dari satu jemaat ke tempat lain, tidak otomatis menjadi anggota pelayan di jemaatnya yang baru, tetapi jabatan penatuanya tetap.

6.6  Pensiun

Seorang Penatua pensiun apabila sudah berusia 65 tahun, tetapi jabatan penatuanya tetap, dan Pendeta Resort menerbitkan surat ketetapan pensiunnya.

6.7  Berhenti dari Jabatan Tahbisannya a.   Tidak melaksanakan jabatan tahbisannya.

b.   Karena permintaan sendiri.

e.   Dikenai saksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP d.   Meninggal dunia.

Bab VII

Dalam dokumen AP HKBP Th.2002 Bah.Indonesia (Halaman 46-54)

Dokumen terkait