Nilai Berorientasi Pelayanan merupakan pondasi terkait dengan mengelola diri secara internal. ASN harus sudah memiliki nilai-nilai berorientasi pelayanan, akuntabel, dan kompeten dalam dirinya, sehingga mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Alasan lain yang mendasari pentingnya nilai Berorientasi Pelayanan bagi seorang ASN adalah untuk menghasilkan suatu paradigma berpikir bahwa ASN harus seoptimal mungkin memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sehingga diharapkan ada perubahan mindset yang mempengaruhi ASN dalam bersikap, dan menghasilkan output/outcome atas perubahan mindset atau paradigma dan perubahan sikap tersebut.
Lalu, bagaimana dengan penerapannya? Nilai berorientasi pelayanan dapat menjadi paradigma ASN dalam melaksanakan tugas fungsi jabatannya termasuk dalam tugas pelayanan, agar mendasari bagaimana ASN bersikap dan berperilaku, yang secara langsung akan berdampak pada tujuan unit kerja pada khususnya, dan citacita organisasi pada umumnya yakni menghasilkan birokrasi yang profesional.
Penjabaran berikut ini akan mengulas mengenai panduan perilaku/kode etik dari nilai Berorientasi Pelayanan sebagai pedoman bagi para ASN dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,
yaitu:
a. Memahami dan Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Nilai Dasar ASN yang dapat diwujudkan dengan panduan perilaku Berorientasi Pelayanan yang pertama ini diantaranya:
1) mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia;
33
2) menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;
3) membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian; dan 4) menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama.
Untuk dapat memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat (customer needs) sebagai salah satu unsur penting dalam terciptanya suatu pelayanan publik, terlebih dahulu kita melihat pengertian masyarakat atau publik sebagai penerima layanan. Masyarakat dalam UU Pelayanan Publik adalah seluruh pihak, baik warga negara maupun penduduk sebagai orang-perseorangan, kelompok, maupun badan hukum yang berkedudukan sebagai penerima manfaat pelayanan publik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Standar mutu pelayanan yang berbasis kebutuhan dan kepuasan masyarakat sebagai pelanggan (consumer view or public view), diarahkan untuk memberikan kesejahteraan kepada setiap warga negara, misalnya: layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan konsumen.
Adapun beberapa Nilai Dasar ASN yang dapat diwujudkan dengan panduan perilaku Berorientasi Pelayanan yang kedua ini diantaranya:
1. memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur;
2. memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah; dan
3. memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
Nilai Dasar ASN yang dapat diwujudkan dengan panduan perilaku Berorientasi Pelayanan yang ketiga ini diantaranya:
1. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik; dan 2. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
Karakteristik dalam memberikan pelayanan prima ditunjukkan dengan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara, antara lain: pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi, dan benchmark.
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya. Tidak hanya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan akan tetapi juga terkait dengan mekanisme penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, prosedur, dan biaya penyelenggaraan pelayanan. Sebagai klien masyarakat, birokrasi wajib mendengarkan aspirasi dan keinginan masyarakat
Terdapat enam elemen untuk menghasilkan pelayanan publik yang berkualitas yaitu:
34
a. Komitmen pimpinan yang merupakan kunci untuk membangun pelayanan yang berkualitas;
b. Penyediaan layanan sesuai dengan sasaran dan kebutuhan masyarakat;
c. Penerapan dan penyesuaian Standar Pelayanan di dalam penyelenggaraan pelayanan publik;
d. Memberikan perlindungan bagi internal pegawai, serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat;
e. Pengembangan kompetensi SDM, jaminan keamanan dan keselamatan kerja, fleksibilitas kerja, penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan sarana prasarana; dan,
f. Secara berkala melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja penyelenggara pelayanan publik
Setelah berorientasi pelayanan, maka hal penting selanjutnya adalah ASN harus memiliki nilai-nilai akuntabel. Untuk memahami secara gamblang, bagaimana penerapan akuntabel, maka silahkan menyimak framework berikut dan contoh- contoh penerapan dalam video-video berikut.
Gambar 4 Framework Akuntabilitas, Dikutip dari Modul Akuntabel (2021)
35 Simak Video berikut :
https://www.youtube.com/watch?v=822SB0PgZSs
Untuk memperkuat pemahaman Anda, silakan pelajari materi-materi terkait pada tautan berikut:
Infografis
a. https://aclc.kpk.go.id/learning materials/education/infographics/definition about-conflict-of-interest
b. https://aclc.kpk.go.id/materi-pembelajaran/pendidikan/infografis/prinsip dasar-penanganan-konflik-kepentingan
c. https://aclc.kpk.go.id/materi-pembelajaran/tata-kelola-
pemerintahan/infografis/tahap-tahap-dalam-penanganan-konflik- kepentingan
d. https://aclc.kpk.go.id/materi pembelajaran/politik/infografis/faktor pendukung-keberhasilan-penanganan-konflik kepentingan
Sebagai seorang ASN yang harus berkontribusi dalam pencapaian tujuan dan kinerja organisasi, maka kita dituntut untuk memiliki kompetensi. ASN, termasuk PPPK, harus memahami seperti apa pengembangan kompetensi yang harus dilakukan. Di dalam Undang-Undang Nomor 20/2023, Pasal 31, disebutkan bahwa pengembangan kompetensi menjadi bagian dari Manajemen ASN. Di pasal Pasal 49, ayat (1) disebutkan bahwa setiap Pegawai ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi melalui pembelajaran secara terus menerus agar tetap relevan dengan tuntutan organisasi.
36
Gambar 5. Dikutip dari Modul Kompeten (2021)
C.REFLEKSI
1) Bagaimana paradigma ASN? Apa yang bapak/ibu alami selama menjadi ASN. Apakah masih ada pernyataan, “Saya bekerja secukupnya aja, nggak usah terlalu ngoyo, yang penting ada sampingan atau koneksi”?
2) Banyak perbaikan yang terjadi di layanan publik yang bisa ditemukan di keseharian Anda, pilihlah salah satu kasus yang pernah Anda alami, dan tulislah perubahan/perbaikan yang terjadi dari kondisi sebelumnya. Masih ada beberapa layanan publik yang belum berubah dari versi buruknya, pilihlah salah satu layanan yang Anda ketahui masih belum berubah tersebut, dan tuliskan harapan perubahan yang Anda inginkan. Lihatlah video unik pada tautan ini yang berakting terkait sebuah layanan yang sudah berubah dari
bentuk sebelumnya :
https://www.instagram.com/reel/CX3Oa0rJoQ7/?utm_mediu, dan tuliskan pendapat Anda.
3) Bagaimana cara mengidentifikasi konflik kepentingan?
a. Apakah itu termasuk tugas publik dengan kepentingan pribadi?A b. pakah saya memiliki kepentingan pribadi atau swasta yang mungkin
bertentangan, atau dianggap bertentangan dengan kewajiban publik?
37
c. Potensialitas. Mungkinkah ada manfaat bagi saya sekarang, atau di masa depan, yang bisa meragukan objektivitas saya?
d. Bagaimana keterlibatan saya dalam mengambil keputusan / tindakan dilihat oleh orang lain?
e. Proporsionalitas. Apakah keterlibatan saya dalam keputusan tampak adil dan wajar dalam semua keadaan?
f. Presence of Mind. Apa konsekuensi jika saya mengabaikan konflik kepentingan? Bagaimana jika keterlibatan saya dipertanyakan publik?
g. Janji. Apakah saya membuat suatu janji atau komitmen dalam kaitannya dengan permasalahan? Apakah saya berdiri untuk menang atau kalah dari tindakan/keputusan yang diusulkan?
h. Konsekuensi Kepentingan Konflik. Hilangnya/berkurangnya kepercayaan dan stakeholders; Memburuknya reputasi pribadi atau Institusi; Tindakan in-disipliner; Pemutusan hubungan kerja; Dapat dihukum baik perdata atau pidana
4) Simaklah video berikut:
Video ini bercerita tentang Seseorang yang menang dalam sebuah tender pengadaan yang berniat ingin memberikan ‘hadiah’ kepada Pejabat Lelang yang dianggapkan telah berjasa atas pemilihan perusahaannya. Namun, dalam perjalanan memberikan ‘hadiah’ tersebut banyak rintangan yang dihadapi.
Untuk lebih jelasnya, simaklah video tersebut pada tautan berikut:
https://youtu.be/4Yle_pbs9aA
38 D. SOAL LATIHAN
1. Undang-Undang yang mengatur tentang Pelayanan Publik adalah:
a. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2009 b. Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 c. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 d. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2019 2. Sebutkan yang bukan merupakan fungsi ASN:
a. pelaksana kebijakan publik b. pelayan publik
c. pengawas kegiatan publik d. perekat dan pemersatu bangsa
3. Yang dimaksud dengan berorientasi pelayanan adalah
a. Bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan
b. Komitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat c. Saling peduli dan menghargai perbedaan
d. Terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan serta menghadapi perubahan
4. Yang mana kah diantara panduan perilaku berikut yang merupakan kode etik dari nilai berorientasi pelayanan?
a. Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah b. Ramah, cekatan, solutif dan dapat diandalkan
c. Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, setia kepada NKRI serta pemerintahan yang sah
d. Membangun lingkungan kerja yang kondusif
5. Dalam memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, kedudukan masyarakat dalam konteks tersebut adalah sebagai …
a. masyarakat sebagai wajib pajak
b. masyarakat sebagai pengawas kinerja pemerintah c. masyarakat sebagai elemen adanya negara
d. masyarakat sebagai penerima layanan
6. Akuntabilitas yang mengacu pada nilai-nilai yang ada pada diri seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika, adalah
a. Akuntabilitas individu b. Akuntabilitas personal
39 c. Akuntabilitas organisasi
d. Akuntabilitas stakeholder
7. Suatu keadaan sewaktu seseorang pada posisi yang diberi kewenangan dan kekuasaan untuk mencapai tugas dari perusahaan atau organisasi yang memberi penugasan, sehingga orang tersebut memiliki kepentingan profesional dan pribadi yang bersinggungan adalah pengertian dari
a. Integritas
b. Konflik Kepentingan c. Gratifikasi
d. Responsibilitas
8. Undang-Undang terbaru tentang Aparatur Sipil Negara adalah a. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014
b. Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 c. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2023 d. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009
9. Semuanya merupakan karakteristik Smart ASN kecuali a. Integritas, profesionalisme, networking
b. Integritas, penguasaan IT, berwawasan global
c. Integritas, tidak disiplin, memiliki konflik kepentingan d. Integritas, penguasaan bahasa asing, hospitality
10. “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those cannot learn, unlearn, and relearn” adalah kutipan dari
a. Alvin Toffler b. Abraham Maslow c. Margaret Thatcer d. Benjamin Franklin
40 BAB IV
NILAI MENGELOLA ORANG LAIN (HARMONIS DAN LOYAL)
A. SUBSTANSI