Jenis Kalimat
B. Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)
Berdasarkan hal ini kalimat akan bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Kalimat Tunggal
Kalimat yang memiliki satu pola (klausa), terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat tunggal merupakan kalimat dasar sederhana.
Contoh:
Dia sangat baik ( “Dia” merupakan subjek dan “sangat baik” adalah predikat.)
2. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan. Jenisnya ada tiga, yaitu:
a. Kalimat Majemuk Setara b. Kalimat Majemuk Bertingkat c. Kalimat Majemuk Campuran Kalimat majemuk
Adalah kalimat yang memiliki setidaknya dua pola kalimat Contoh:
Sukma mengambil air, ayu menyiram bunga.
Pembagian kalimat majemuk, yaitu:
Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara merupakan jenis kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan setara.
Kalimat majemuk setara terbentuk dari kalimat-kalimat tunggal yang digabungkan. Hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk setara lazimnya ditandai dengan kehadiran konjungsi.
Adapun konjungsi yang menghubungkan antarklausa dalam kalimat majemuk setara antara lain: dan, lalu, kemudian, atau sementara, ketika, setelah, padahal, sebelum, dan sebagainya.
Kalimat majemuk setara sejalan atau setara menggabungkan
1. Ibu pergi berbelanja dan ayah berangkat bekerja.
2. Suasana riuh di dalam kelas terhenti ketika kepala sekolah datang.
3. Bayi mungil itu tertidur pulas ketika berada dalam gendongan ibunya.
4. Petugas kebersihan sudah sibuk membersihkan saluran air sebelum memasuki musim hujan.
5. Andi membaca surat itu kemudian menangis tersedu-sedu.
Kalimat majemuk setara berlawanan atau pertentangan
1. Anak itu tidak pandai belajar matematika, tetapi dia sangat mahir berbahasa Inggris.
2. Ia sudah bolak balik berobat, namun sakit yang di deritanya tak kunjung sembuh.
3. Bapak Andi bukanlah seorang pengusaha, melainkan seorang karyawan swasta.
4. Ani sangat menyukai warna putih sedangkan Ina lebih menyukai warna merah.
5. Satpam perumahan itu menangkap pencuri,
mengintrogasinya, kemudian membawanya ke kantor polisi.
Kalimat majemuk setara sebab akibat
1. Andi tidak hadir di acara perpisahan sekolah karena Andi sakit.
2. Jessica di jadikan tersangka karena kasus kopi bersianida.
3. Pemimpin itu memerintah dengan adil dan bijaksana sehingga ia dihormati dan di egani oleh masyarakat.
4. Hama werang mewabah hampir di semua desa, akibatnya panen tahun ini terancam gagal.
5. Siswa itu terjaring razia narkoba, akibatnya ia di keluarkan dari sekolah.
Kalimat majemuk setara memilih
1. Adik mau dibelikan tas sekolah baru atau sepatu sekolah baru.
2. Paman sekeluarga yang akan datang ke sini atau kita sekeluarga yang akan berlibur ke sana.
3. Penggusuran kali atau normalisasi kali yang akan menjadi topik bahasan seminar kali ini.
4. Setelah lulus kuliah nanti, ia akan pergi merantau atau membuka usaha.
5. Kakak memilih memakai gaun atau kebaya ke pesta temannya.
Kalimat majemuk setara penguatan
1. Pemuda itu rajin bekerja bahkan ia merupakan tulang punggung keluarganya.
2. Ayu sangat pandai dalam pelajaran bahasa bahkan ia menguasai tujuh macam bahasa.
3. Jangan keluar malam-malam, terlebih lagi hari sedang hujan deras.
4. Baju kakek itu terlebih lusuh, terlebih lagi kotor dan banyak tambalan.
5. Ani disukai teman-temannya karena ia murid terpandai di sekolahnya, terlebih lagi ia anak yang baik dan ringan tangan.
Kalimat majemuk setara berurutan atau setara urutan waktu 1. Ibu mengantar adik ke sekolah kemudian berbelanja ke pasar.
2. Budi menempelkan perangko di amplop surat, lalu membawakannya ke Kantor Pos.
3. Petugas kebersihan menyapu jalanan ibu kota, lalu mengangkutnya ke mobil sampah.
4. Amir mengerjakan PR sekolah, setelah itu bermain bola dengan teman- temannya.
5. Bibi menyapu, mengepel, setelah itu mencuci pakaian.
Kalimat Majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat merupakan sebuah kalimat yang terdiri dari satu kalimat dasar dan anak kalimat. Kalimat dasar memiliki fungsi sebagai inti kalimat (kalimat yang tidak bergantung pada kalimat mana pun).
Jenis kalimat majemuk dan contohnya Berdasarkan beberapa peran yang berbeda, anak kalimat dalam kalimat majemuk bertingkat dapat dibagi
menjadi beberapa jenis, anak kalimat keterangan waktu, sebab, akibat, syarat, tujuan, cara, pengganti pewatas dan nomina.
a. Kalimat majemuk bertingkat hubungan waktu 1. Ayahku pulang dari Jakarta saat malam hari tiba.
2. Ibuku memintaku untuk cepat pulang sebelum hujan turun.
3. Hidupnya telah berubah secara dramatis sejak ia menjadi pengedar narkoba dan pecandu.
4. Dia sudah meninggalkan rumahnya sebelum fajar menyingsing.
5. Dia sering menangis ketika teringat ibunya yang tidak pernah pulang.
b. Kalimat majemuk bertingkat hubungan tujuan
1. Warga bekerja sama membersihkan selokan dan halaman rumah agar nyamuk tidak berkembang biak.
2. Kakak menambahkan aksesoris di rambutnya agar terkesan lebih anggun.
3. Ibu membawakannya payung agar ia tidak kehujanan.
4. Ayah menambahkan gula ke kopinya supaya terasa lebih manis.
5. Ani mencuci tas sekolahnya supaya terlihat bersih.
c. Kalimat majemuk bertingkat hubungan syarat
1. Ayah ingin membeli mobil baru jika ayah dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.
2. Kita akan mengalami kerugian besar apabila produk kita gagal di pasaran.
3. Ibu tidak semarah itu seandainya ia meminta maaf.
4. Tidak ada barang yang ketinggalan asalkan kau menyusunnya dengan teliti.
5. Semua pekerjaan itu selesai dalam sekejap asalkan semua orang bergotong royong mengerjakannya.
d. Kalimat majemuk bertingkat hubungan perumpamaan/perbandingan 1. Berdiam diri lebih baik daripada bergosip membicarakan orang lain.
2. Setiap hari dua bersaudara itu bertengkar ibarat anjing dan kucing.
3. Ayu sangat mirip dengan ibunya seperti pinang dibelah dua.
4. Semangatnya menyala-nyala laksana kobaran api.
5. Sifat saudara kembar itu sangat berbeda bagaikan bumi dan langit.
e. Kalimat majemuk bertingkat hubungan sebab akibat
1. Beberapa hari terakhir gelombang besar menghantam perahu nelayan sehingga mereka tidak berani melaut.
2. Kakak bermain games sampai larut malam sehingga kakak sering tertidur di kelas.
3. Ayu adalah anak tunggal di keluarganya, oleh karena itu ia sangat dimanja orangtuanya.
4. Lingkungan yang kotor menyebabkan terjangkitnya banyak penyakit, oleh karena itu kita harus menjaga kebersihan.
5. Banyak anak sekolah yang menjadi pecandu narkoba, oleh karena itu tugas kita semua untuk memeranginya
f. Kalimat majemuk bertingkat hubungan pertentangan/perlawanan 1. Setiap hari ia terlambat masuk sekolah padahal jarak rumahnya hanya sejengkal.
2. BMG meramalkan hari ini hujan lebat, kenyataannya sepanjang hari ini panas menyengat.
3. Polisi merupakan aparat pengayom bagi masyarakat, faktanya di lapangan beberapa oknum melakukan pemerasan.
4. Konglomerat itu hidup sederhana padahal ia bergelimpangan harta.
5. Pihak kelurahan itu mengatakan mengurus KTP cukup satu
hari, kenyataannya sudah seminggu KTP-ku belum ada kabar beritanya.
g. Kalimat majemuk bertingkat hubungan cara
1. Pencuri masuk ke rumah mewah itu dengan mengendap-ngendap.
2. Dinding kamarku kotor berantakan karena adik mencoretnya dengan crayon.
3. Menghadapi terjangan air laut, penduduk menahan tanggul dengan karung yang diisi pasir.
4. Pesta pernikahannya dirayakan dengan megah dan mewah.
5. Berjam-jam guru itu memeriksa hasil ulangan muridnya dengan teliti.
h. Kalimat majemuk bertingkat hubungan penjelas
1. Akbar Risuddin adalah bayi terbesar yang lahir di Sumut bahkan terbesar di Indonesia.
2. Kepala sekolah mengumumkan bahwa tahun ini seluruh siswa lulus ujian negara.
3. Surat edaran kelurahan memberitahukan bahwa minggu depan seluruh warga ikut kerja bakti di lingkungan masing-masing.
4. Ayah memberi kabar bahwa tahun depan ayah akan pensiun dini,
5. Pemuda itu mengatakan bahwa di perempatan lampu merah sana terjadi kecelakaan.
i. Kalimat majemuk bertingkat hubungan atributif
1. Pemenang lomba matematika tingkat kabupaten minggu lalu adalah gadis yang memakai kacamata tebal itu.
2. Petani menyemaikan bibit unggul yang diberikan pemerintah bulan lalu.
3. Para orang tua sibuk merias anak-anaknya yang mengikuti karnaval batik tadi sore.
4. Orang yang mondar-mandir di depan rumah pak RT tadi sedang mencari alamat.
5. Pak satpam memarahi anak yang membuang sampah di depan pagar rumah itu.
j. Kalimat majemuk bertingkat hubungan pengandaian 1. Hatinya sedih pilu seolah-olah di iris sebilah bambu.
2. Hidupnya hancur berantakan seolah-olah dunia sudah kiamat.
3. Anak kecil itu mengangguk-angguk seolah-olah ia mengerti apa yang dikatakan ibunya.
4. Setelah peristiwa kemarin itu, ia diam seribu bahasa seolah-olah tak terjadi apa pun.
k. Kalimat majemuk bertingkat hubungan konsesif
1. Malam itu ia tetap pergi, walaupun ibu sudah melarangnya.
2. Banyak pegguna jalan yang menyeberang sembarangan, meskipun sudah dibangun jembatan penyeberangan.
3. Orang tua itu tidak mau mengungsi biarpun badai sudah memporak porandakan tempat tinggalnya.
4. Ia tetap berjuang untuk sembuh, kendatipun dokter mengatakan sudah tidak ada harapan lagi.
5. Amir menganti kerugian pedagang itu sungguhpun ia tak tahu apa yang terja
Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran ialah kalimat majemuk yang merupakan
gabungan dari kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat.
Dalam kalimat majemuk campuran, sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat tunggal. Ciri-ciri kalimat majemuk, yaitu:
Memiliki minimal 3 klausa atau kalimat tunggal.
Terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat.
Memiliki 2 konjungsi atau kata penghubung seperti : dan, lalu, serta, kemudian, setelah, ketika, supaya, agar, sebab dan sebagainya.
1. Pekerjaan itu sudah selesai ketika ayah datang dari kantor dan ibu sudah menidurkan adik.
o Pekerjaan itu sudah selesai (Induk kalimat) o Ayah datang dari kantor (Anak kalimat) o Ibu sudah menidurkan adik (Anak kalimat)
2. Ayah memberitahukan bahwa aku mendapat juara pertama dan ibu sangat terkejut.
o Ayah memberitahukan berita itu.(Induk kalimat) o Aku mendapat juara pertama. (Anak kalimat) o Ibu sangat terkejut (Anak kalimat)
3. Ketika aku terjatuh dari sepeda di halaman, adik sedang bermain di kamarnya sedangkan ibu menyiapkan makanan di dapur.
o Adik sedang bermain di kamarnya.(Induk kalimat) o Ibu menyiapkan makanan di dapur. (Anak kalimat)
o Aku terjatuh dari sepeda di halaman. (Anak kalimat)
Jadi, dalam kalimat tersebut terdiri dari tiga kalimat tunggal, satu induk kalimat dan dua kalimat menjadi anak kalimat.