Ayam Bukan Ras (Buras), Ayam Sayur, atau lebih dikenal dengan ayam kampung, tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia dan dimiliki sebagian besar rumah tangga, utamanya di pedesaan. Ayam buras mempunyai peluang besar untuk dikembangkan, karena modal yang digunakan relatif kecil dan perputarannya cepat. Selain itu dapat menggunakan pakan yang diramu sendin dengan bahan baku yang ada di lokasi, daging dan telumya mempunyai rasa, tekstur, dan aroma yang khas yang disukai banyak orang. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang optimal, diuraikan berikut : Pemilihan Bibit. Induk yang balk : Sehat dan tidak cacat; lincah dan tampak cerah; kepala relatif lebih kecil; bentuknya lonjong dan halus; mata bening, bulat dan bersinar, paruh pendek dan kuat; jengger dan pial merah, halus, tidak keriput; bentuk badan bulat, cukup besar dan perutnya lapang; serta umur antara 8 —18 bulan. Pejantan yang baik : Sehat dan kuat; badan langsing dan agak panjang; kepala relatif besar, paruh pendek dan kuat; mata bulat dan bersinar;
mampu berdiri kokoh, tegap, dan gagah; kaki, kuku dan sisik-sisik bersih; dan umur antara 8 — 24 bulan. Anak ayam/kutuk yang balk : tidak cacat; kaki dan jail tidak bengkok; dapat berdiri tegak; paruh normal; bulu, dubur, dan pusar keying dan tidak lengket; lincah dan sehat; serta mata bulat dan bercahaya.
Pakan: harus cukup, baik jumlah maupun mutunya, tersedia setiap saat, mudah diperoleh, dan harganya murah. Pakan dapat berupa pabrikan maupun non pabrikan (dengan bahan lokal, misalnya dedak, jagung, bungkil, bekicot, cacing, 34 Panduan Materi Bimbingan Peningkatan Usaha Pertanian,
jangknk, kodok, sisa-sisa restoran). Pada periode kutuk (1 hari — 3 bulan) memeeukan protein tinggi; pada umur 1 hari — 2 minggu pakan berupa butiran kecil dengan formulasi seperti ayam petelur (protein 20%); umur 2 minggu — 3 bulan protein 14-15%. Periode 3 — 5 bulan : adalah masa persiapan produksi, sehingga ayam diberi pakan yang bervariasi dengan jumlah cukup, kandungan protein 10-15%. Periode lebih dan i 5 bulan : dapat diberi pakan komersial dan campuran bahan baku pakan lainnya.
Kandang: antara lain berfungsi sebagai tempat berlindung dan berkembang biak, mempermudah penanganan temak dalam proses produksi, dan pengawasan kesehatan. Syarat kandang, cukup menerima sinar matahari dan terpisah dan rumah; ventilasi baik; dan ditempatkan di tanah yang lebih tinggi.
Model kandang dapat menggunakan sistim ren maupun postal. Sistim ren atau terbuka mempunyai keuntungan kenyamanan karena ayam bebas bergerak, matahari langsung dapat masuk, jumlah ayam lebih banyak, mudah dibersihkan, dan ayam bisa memperoleh pakan dari umbaran. Namun untuk lokasi yang masih banyak binatang pemangsa, disarankan supaya kandang ren dibuat tertutup. Sedangkan penggunaan sistem postal/litter harus memperhatikan aspek usaha, utamanya dalam penyediaan pakan, karena secara terus menerus ayam dikandangkan. Peralatan yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum (dapat dibuat dan bambu, kayu, plastik bekas, kaleng bekas tapi tidak boleh berkarat, mudah dibersihkan, mudah diisi dan pakan tidak tumpah);
tempat bertelur dan mengeram (dianjurkan berbentuk kerucut, terbuat dan bambu); tenggeran (tinggi dari lantai 50 — 60 cm); dan indukan/alat pemanas (dapat menggunakan kotak).
Penanganan Penyakit: Pengendalian/pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan cara tidak menggunakan tempat yang pemah ditempati oleh ayam yang mendenta penyakit menular, usahakan memilih lokasi barn yang masih bebas dan penyakit.; jangan sekali-kali membuang ayam mati di lokasi peternakan, bila ada ayam yang mati sebaiknya dikubur atau dibakar. Meningkatkan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan vaksinasi secara teratur, memberikan obat cacing secara berkala 2 bulan sekali dan koksidiostat sampai umur 3 bulan; dan tidak memberkan pakan yang sudah berjamur atau tengik. Untuk mengurangi kenigian akibat penyakit dapat dilakukan diagnosa dini (contoh kotoran ayam dan ayam yang sakit dapat dikirimkan ke Dinas Peternakan untuk diuji di Balai Penyidikan Penyakit Vetenner); memisahkan ayam yang sakit dan i kelompoknya
Panduan Materi Bimbingan Peningkatan Usaha Pertanian, 35
Depademen Pertanian
atau yang tidak ada harapan untuk sembuh, sebaiknya dimatikan dengan cara tidak mengeluarkan darah; dan bila terjadi wabah, kandang dan sarananya harus disucihamakan (dikapur dengan kapur tembok atau menggunakan crolin 10-30 cc yang dilarutkan pada 10 liter air kemudian disemprotkan); membenkan tambahan gizi; memisahkan kutuk dan induknya (sebelum anak ayam dimasukkan kedalam indukan, harus disucihamakan menggunakan kapur dan dibiarkan 2-3 hail); kandang boks dibersihkan 2-3 kali seminggu. Anak ayam di vaksin secara teratur pada umur 1-4 hari dengan vaksin lasota dosis 1 tetes melalui mata/hidung, dan umur 4 minggu dengan vaksin lasota 2 tetes melalui mata/hidung. Penyakit yang sering menyerang adalah Tetelo (disebabkan oleh virus yang dapat menyerang ayam umur berapa pun); Pullorum/Berak Kapur (disebabkan oleh bakten Salmonella, umumnya menyerang anak ayam), Fowl Cholera (penyebabnya bakten Pasteurella Aviecida, umumnya menyerang ayam dewasa); Mareks (disebabkan virus tipe DNA, umumnya menyerang ayam umur 1-4 bulan); Gumboro (disebabkan oleh virus, menyerang anak ayam umur kurang dan 3 minggu); Koksidiosis; dan Pilek Ayam/Snot.
Pengelolaan Reproduksi : untuk meningkatkan produktivitas diperlukan teknik pemuliabiakan, yaitu perbandingan ayam jantan dan betina adalah 1: (8-10);
induk yang akan diambil telumya minimal berumur 8 bulan atau sudah bertelur 2 bulan; umur pejantan 8-24 bulan; telur yang akan ditetaskan harus bersih, berat telur ± 50 gr, umur telur 1-5 hail, permukaan kulit tidak kasar` dan tidak retak;
penetasan dapat menggunakan induk (satu induk dapat mengerami 8-12 butir) atau dengan mesin tetas. Memisahkan ayam jantan dengan betina (sexing) sejak ayam berumur 1 hari (caranya : dubur/kloaka dibuka dengan jail tangan, bagian bawah arah ke perut ditekan halus, apabila pada anus terlihat ada tonjolan kecil menunjukkan ayam jantan). Memeriksa fertilitas dan daya tetas untuk mengetahui kesuburan sekelompok telur (caranya dan 100 butir telur, setelah 6-7 hail diteropong menggunakan lampu, bila yang menampakkan bibit 90 butir, artinya fertilitasnya 90%, bila dan jumlah tersebut terdapat 72 ekor yang menetas, maka daya tetasnya adalah 72/90x100=80%).
Analisis Usaha : Parameter yang digunakan adalah produksi telur rata-rata 30%; telur yang ditetaskan 40%; daya tetas 80%; telur yang dijual 50%; telur yang dikonsumsi 10%; kematian anak ayam 8%; kematian induk 5%; dan pakan yang dibenkan/ekor/hail adalah (umur 1-3 bulan 35 gr, umur 3-6 bulan 50 gr, dan lebih 6 bulan 80 gr).
36 Panduan Maten Bimbingan Peningkatan Usaha Pertanian,