• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Menyampaikan Pelajaran

Dalam dokumen e-BinaAnak 2002 - MEDIA SABDA (Halaman 177-200)

[Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa menjadi topik pembahasan atau bahan diskusi ketika guru-guru SM sedang berkumpul untuk melakukan persiapan. Point-point yang dibahas dalam sajian berikut ini dapat menolong guru untuk semakin

meningkatkan kemantapan penampilannya dalam mengajar dan juga kemantapan kesiapan seluruh kelasnya.]

1. Mintalah beberapa guru untuk menyampaikan adegan-adegan lucu yang menggambarkan persoalan-persoalan yang lazim tentang cara menyampaikan pelajaran. Misalnya saja mereka mendemonstrasikan seorang guru yang mengajar dengan pakaian yang kotor dan tidak rapi, seorang laki-laki dengan dasi yang terlalu menyolok atau seorang wanita dengan rambut yang kusut dan tidak teratur rapi, atau seorang guru yang menggunakan gerakan tangan dengan berlebih- lebihan atau nada suara yang serak dan kecepatan bicara yang tidak menarik.

Kemungkinan lain ialah menggambarkan seorang guru yang menggunakan kata- kata yang belum dikenal oleh anak-anak atau memakai tata bahasa dan

pengucapan yang salah. Mereka juga dapat melukiskan apa yang terjadi apabila seorang guru tidak mempersiapkan bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan:

misalnya alat peraga, kapur tulis, penghapus, persediaan pekerjaan tangan dan lain-lain.

2. Sesudah penyajian adegan itu mintalah para guru menyebutkan kesalahan dan kekurangan dalam penyampaian pelajaran yang baru saja diperagakan. Tulislah komentar mereka itu di papan tulis.

Pada saat ini Saudara dapat melakukan salah satu hal yang berikut ini. Saudara dapat melanjutkan pembahasan dengan para guru mengenai cara-cara

mengatasi persoalan itu. Hal ini dapat dilakukan bersama-sama dengan seluruh staf atau dengan membagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Atau Saudara dapat meminta salah satu guru yang cakap untuk membicarakan pokok itu dengan singkat, dengan memakai bahan di bawah ini ditambah dengan pendapat-pendapat lain yang mungkin telah diperolehnya. Berilah waktu kepada para guru untuk menilai penyampaian pelajarannya masing-masing.

3. Perhatikan kerapihan Saudara. Sikap tenang dan rasa percaya pada diri sendiri adalah perlu untuk penyampaian yang efektif dan kerapihan Saudara itu erat hubungannya dengan unsur-unsur itu.

Tanpa disengaja kelas Saudara mengukur dan menilai Saudara. Saudara harus pastikan bahwa pakaian Saudara bersih dan rapi. Namun demikian, janganlah berpakaian untuk menarik perhatian saja. Saudara sudah harus ada di kelas atau ruangan Saudara sebelum murid-murid Saudara tiba.

e-BinaAnak 2002

178

4. Sikap tubuh dan hal berdiri atau duduk waktu mengajar dapat mempengaruhi penyampaian pelajaran. Bila mengajar anak-anak kecil mungkin lebih baik untuk duduk bersama-sama dengan mereka di tikar atau duduk di kursi atau bangku yang rendah. Yang penting ialah supaya para murid tidak usah memandang ke atas, ketika guru mengajar atau menunjukkan alat peraga, misalnya gambar- gambar, dan lain-lain. Apabila Saudara mengajar anak-anak muda dan orang dewasa, Saudara boleh duduk atau berdiri. Apabila mungkin, usahakan supaya kelas itu membentuk satu lingkaran atau duduk mengelilingi meja. Apabila Saudara berdiri, berdirilah tegak.

5. Pakailah sedikit gerakan tangan. Mintalah guru lain menilik untuk melihat apakah gerakan Saudara itu kaku atau berlebih-lebihan. Keefektifan Saudara akan meningkat, apabila Saudara memandang murid sementara mengajar. Mintalah seseorang menilik untuk melihat apakah Saudara mempunyai kebiasaan- kebiasaan buruk seperti: melihat ke lantai atau ke langit-langit; melihat ke luar jendela; hanya melihat atau menatap satu atau dua anggota kelas saja.

6. Perhatikan sikap Saudara. Sikap guru menjadi sikap seluruh kelas itu.

Penyampaian pelajaran itu akan lebih diterima oleh anak- anak, jikalau Saudara dapat membuat mereka tenang. Tunjukkan kepada mereka bahwa Saudara adalah manusia dan dapat didekati. Jangan gugup, tetapi tenanglah. Usahakan supaya murid-murid merasa tidak tegang.

7. Bergembiralah. Kelas bukanlah tempat untuk menunjuk-nunjukkan kedukaan atau mengungkapkan "kejengkelan". Bangkitkanlah suasana yang hangat dan akrab. Terbukalah terhadap pandangan-pandangan yang berbeda. Jangan berdebat. Mungkin Saudara menang, tetapi akan kehilangan anggota kelas.

Jadilah pendengar yang baik. Dengarkanlah arti-arti yang tersembunyi di balik kata-kata mereka. Pusatkanlah perhatian pada apa yang diucapkan anak-anak itu, agar balasan Saudara sesuai dengan bicara mereka.

8. Perhatikan kata-kata Saudara. Sadarlah selalu akan nada dan kekuatan suara Saudara. Usahakan untuk berbicara dengan nada suara yang biasa.

Berbicaralah cukup keras sehingga semua dapat mendengar dengan enak.

Ubah-ubahkanlah kecepatan berbicara Saudara, dan kadang-kadang berhentilah bicara seperti dalam drama. Bersikaplah yang wajar. Berbicaralah kepada kelas seperti Saudara berbicara dalam percakapan biasa dengan gembira dan penuh semangat, dengan sungguh-sungguh dan dengan perasaan.

Seorang pendidik Kristen, Ray Rozell, berkata, "Salah satu penghalang besar untuk pengajaran yang efektif terletak pada pemilihan kata-kata yang tidak lazim bagi anak-anak atau yang memberi arti lain bagi sebagian anak." Komunikasi akan terjadi hanya apabila kata-katanya dapat dimengerti. Ini berarti Saudara dapat meminta murid-murid melihatnya dalam kamus umum atau kamus Alkitab.

Usahakan untuk menghilangkan "istilah gerejani" dalam pembicaraan Saudara.

Tidak diharuskan berbicara seperti ahli bahasa, akan tetapi Saudara harus terus- menerus meningkatkan tata bahasa dan pengucapan Saudara. Kesalahan- kesalahan ini seringkali menyebabkan murid-murid tidak memperhatikan apa yang Saudara katakan, melainkan cara Saudara mengatakannya. Cobalah berbicara dengan terang dan jelas.

e-BinaAnak 2002

179

9. Perhatikan keadaan ruang kelas. Anak-anak sangat terpengaruh oleh keadaan sekitarnya. Suatu ruang kelas yang rapi dan teratur akan membuat murid-murid berkelakuan baik. Periksalah ruangan Saudara, apakah bersih dan rapi.

Berusaha agar murid-murid Saudara bisa duduk dengan enak di kelas.

Saudara sudah harus mengatur ruang kelas sebelum anak-anak tiba atau mintalah kepada anak-anak yang datang lebih pagi untuk menolong

mengaturnya. Semua anak harus bisa melihat papan tulis, papan flanel atau apa yang ada di depan kelas. Jagalah agar tidak terjadi gangguan yang tidak perlu.

Saudara harus yakin bahwa semua bahan. Alat dan keperluan untuk mengajar telah disusun sebelumnya dan sudah siap untuk dipakai. Periksalah semua keperluan apakah dalam keadaan baik. Ingat, RUANG KELAS JUGA IKUT MENGAJAR!

Sumber:

Judul Buku: Buku Pintar Sekolah Minggu

Penerbit : Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1987 Halaman : 249 - 250

Humor: Guru Dan Murid Sekolah Minggu

Mengajar Sekolah Minggu memang memiliki keunikan tersendiri. Sering GSM

mengalami kejadian-kejadian lucu dalam menghadapi ASM, dan di bawah ini salah satu kejadian yang mungkin pernah terjadi pula di kelas SM Anda.

Seorang guru Sekolah Minggu sedang bercerita tentang pencobaan yang dialami Tuhan Yesus di padang gurun. Kebetulan ia mengajar di kelas anak-anak yang terkenal pintar namun bandel.

Guru : "Adik-adik, ketika Tuhan Yesus dicobai Setan untuk mengubah batu menjadi roti, apa yang dikatakan Tuhan Yesus?"

Murid : (terdiam)

Guru : "Tuhan Yesus berkata, 'Manusia tidak hidup dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah'."

Tiba-tiba seorang murid mengangkat tangan.

Guru : "Joe, apa yang ingin kamu katakan?"

Joe : "Kalau saya jadi Tuhan Yesus bukan seperti itu yang akan saya katakan."

Guru : "O, ya? Lalu kalau kamu jadi Tuhan Yesus apa yang akan kamu katakan?"

Joe : "Saya akan berkata, 'Setan, jangankan membuat roti dari batu, kalau saya mau, kamu pun bisa saya jadikan roti!'

e-BinaAnak 2002

180

Sumber : Publikasi e-Humor edisi Februari tahun 2001 Untuk bergabung : < [email protected] >

Untuk baca arsip: http://www.sabda.org/publikasi/e-humor/arsip/

Dari Anda Untuk Anda

Pada edisi e-BinaAnak 69 yang lalu, kami menerima surat dari Sdri. Remy

<angel_rafael_63@> yang meminta saran bagaimana memulai pelayanan kepada anak-anak pemulung. Berikut ini adalah satu tanggapan/saran dari seorang pembaca e- BinaAnak yang dapat menjadi masukan bagi kita semua, khususnya bagi Sdri. Remy.

Dari: Daniel Oktavianus <d4171elod80@>

>Aku kasih saran untuk pertama-tama, anda bisa mengajak mereka

>berkumpul dan kasih hidangan seadanya. Aku mau tanya apakah anak-

>anak itu sekolah? Kalau belum, pendekatan pertama ialah dengan

>mengajar mereka baca dan tulis. Kalau sudah sekolah buat suatu

>games yang membuat mereka tertarik dulu dan setelah itu tanya

>mereka mau mendengar cerita atau nggak. Kalau mereka mau, baru PI

>kan/injili mereka tentang Yesus yang mati bagi mereka dan mengasihi

>mereka. Bisa juga kalau mereka suka nonton filem, putar film Tuhan

>Yesus.

>Tuhan memberkatimu di pelayananmu.

>daniel Redaksi:

Terima kasih atas e-mail Anda. Saran Anda pasti akan sangat berguna bagi Sdr. Remy.

Bagi rekan-rekan pembaca e-BinaAnak yang lain yang pernah mengadakan pelayanan bagi anak-anak pemulung, bagikanlah pengalaman Anda kepada kami, agar dapat dijadikan contoh untuk para rekan-rekan GSM yang lain yang juga ingin mengadakan kegiatan yang serupa. Silakan kirimkan cerita/kesaksian Anda kepada redaksi e- BinaAnak di < [email protected] >.

e-BinaAnak 2002

181

e-BinaAnak 074/Mei/2002: Anak dan Yesus

Salam dari Redaksi

Syaloom,

Selama bulan Mei ini e-BinaAnak akan menyajikan topik-topik berseri yang akan

membahas tentang anak dan dunianya. Berikut ini adalah seluruh rangkaian topik sajian kami bulan Mei:

No. 74 --> Anak dan Yesus No. 75 --> Anak dan Alkitab No. 76 --> Anak dan Misi No. 77 --> Anak dan Keluarga No. 78 --> Anak dan Guru

Untuk sajian yang pertama bulan ini kami akan membahas tentang Anak dan Yesus.

Melalui sajian ini kami ingin mengingatkan guru-guru SM bahwa tugas utama

diadakannya Sekolah Minggu adalah untuk membawa anak-anak mengenal Kristus supaya anak boleh menerima anugerah keselamatan yang disediakan bagi mereka.

Oleh karena itu sajian- sajian kami pada edisi ini diharapkan dapat menolong guru untuk kembali memfokuskan diri pada tugas utama Sekolah Minggu, yaitu bagaimana

memperkenalkan Kristus lebih dekat kepada anak-anak dengan cara yang cocok dengan usia anak-anak.

Selamat melayani, Tim Redaksi

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

(Yohanes 1:12)

< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Yoh+1:12 >

e-BinaAnak 2002

182

Artikel: Mengenalkan Yesus Kepada Anak

Ketentuan dasar dalam menolong anak untuk mengenal Yesus adalah menempatkan penekanan utama pada kemanusiaan-Nya. Jika kita memperkenalkan Yesus pertama- tama dari sisi keilahian-Nya, tugas belajar anak menjadi jauh lebih rumit. Yesus sendiri mengenali masalah ini saat Dia mengajar murid-murid dan para pengikut-Nya yang lain.

Dia memanggil mereka untuk mengikuti Dia, untuk mengamati dan belajar dari Dia.

Barulah secara bertahap mereka dapat melihat-Nya sebagai Anak Allah. Dan kemudian, muncullah pengakuan Petrus sebagai hasil pewahyuan khusus dari Allah (lihat Matius 16:16-17).

Dengan cara yang sama, sangatlah baik untuk membiarkan anak tertarik secara wajar pada pribadi Yesus. Dengan cara ini anak dibukakan jalan untuk lebih dekat kepada Allah. Yesus akan lebih berarti bagi anak pada saat anak-anak menjadi semakin bertambah dewasa.

MENGHUBUNGKAN KEHIDUPAN YESUS DENGAN PENGALAMAN ANAK Masa Bayi dan Kanak-Kanak.

Masa bayi dan kanak-kanak Yesus merupakan daya tarik khusus bagi anak-anak.

Meskipun Alkitab hanya sedikit menceritakan kedua masa ini, tetapi jelas dinyatakan bahwa Yesus kecil, "Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia." (Lukas 2:52). Anak-anak amat tertarik pada proses pertumbuhan, khususnya yang menyangkut diri mereka.

Pertumbuhan mereka dari bayi ke kanak-kanak, membantu mereka menyamakan dirinya dengan Yesus. Juga cerita-cerita tentang bagaimana Yesus bertumbuh menolong meredakan beberapa ketidakpastian tentang apakah Dia itu bayi atau laki- laki dewasa. Banyak anak yang melihat-Nya hanya pada dua tahap kehidupan. Mereka juga perlu melihat Dia sebagai anak laki-laki yang bertumbuh besar.

Untuk membuat masa kanak-kanak Yesus lebih berarti bagi anak, kaitkanlah cerita itu dengan beberapa peristiwa yang dialami sendiri oleh anak. Berilah komentar tentang bagaimana Yesus membantu keluarga-Nya. Mengetahui bahwa Yesus pergi ke sekolah dan ke Bait Allah sungguh menarik bagi anak karena ia dapat membandingkannya dengan pengalaman-pengalamannya sendiri.

Yesus Tukang Kayu.

Sisi lain kehidupan Yesus yang amat menarik bagi anak-anak adalah pekerjaan-Nya sebagai tukang kayu. Kebanyakan anak berusia empat atau lima tahun mampu memakai palu kecil dan gergaji mini untuk membuat sesuatu yang cukup

mengagumkan. Beri mereka beberapa potong kayu lunak, paku, dan sebuah tempat untuk bekerja. Tentu saja, beberapa petunjuk pendahuluan dan sedikit bimbingan

diperlukan demi keamanan mereka. Situasi ini memungkinkan untuk berdiskusi informal tentang apa saja yang mungkin dibuat Yesus di bengkel kayu Yusuf. Aktivitas ini juga

e-BinaAnak 2002

183

membuka kesempatan untuk berbicara tentang tenaga yang kuat dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk membuat barang-barang dari kayu. Percakapan semacam ini

menolong anak melihat Yesus sebagai manusia yang selain cakap, juga memiliki tubuh yang kuat.

Yesus Sang Guru yang Teladan.

Anak-anak juga tertarik untuk mengetahui bahwa Yesus mengajar orang banyak tentang Allah. Guru merupakan tokoh penting dalam kehidupan anak kecil. Sebutan

"guru" membantu membuka pengertian anak-anak tentang Yesus. Bantulah mereka mengetahui cara-cara spesifik yang digunakan Yesus untuk menolong orang lain, baik lewat ucapan-ucapan-Nya maupun lewat perbuatan-perbuatan-Nya. Penting juga menjelaskan bagaimana Dia berhati-hati untuk tidak melakukan hal-hal yang menyenangkan diri-Nya saja. Hubungkan teladan Yesus yang positif dengan

pengalaman-pengalaman anak itu sendiri. Misalnya, "Josh, kamu sungguh baik mau meminjamkan sepeda roda tigamu pada Tiffani. Saya kira Yesus dulu juga melakukan hal itu." Tolonglah anak-anak untuk sadar bahwa orang dewasa juga berusaha untuk meneladani Yesus. "Saya akan senang sekali menolongmu untuk memperbaiki truk itu, Bryan. Yesus selalu menolong orang lain, dan saya juga ingin seperti Dia."

Namun, jika teladan Yesus dipakai sebagai usaha untuk memotivasi si anak agar berperilaku lebih baik, maka usaha ini dapat menghasilkan nada seperti, "Mengapa kamu tidak bisa serapi saudara perempuanmu?" Ungkapan semacam ini amat merusak citra diri anak! Dalam diri anak akan terbangun kemarahan terhadap pengharapan yang tampak tidak mampu dicapainya. Dengan demikian, alangkah bijaksana untuk

menghindari pernyataan-pernyataan seperti "Yesus tidak menyukainya" atau "Tidak inginkah kamu menjadi seperti Yesus?" Pendekatan semacam ini akan memperoleh respon seperti yang dialami seorang ibu saat ia meminta anaknya yang berusia tiga tahun menolong membereskan mainannya dengan memberi motivasi "karena kita mengasihi Yesus." Gadis kecil itu berpikir sejenak, kemudian berkata, "Mami mengasihi Yesus. Mami saja yang mengambili mainan ini."

Yesus dan Mujizat.

Membicarakan perbuatan-perbuatan Yesus akan secara wajar menuntun anak pada mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya. Anak tidak mengalami kesulitan menerima realitas mujizat. Kesulitannya hanya jika ia bermaksud menerapkannya pada pengalamannya sendiri. Arahkan pembicaraan sehingga anak mengerti bahwa Yesus melakukan perkara-perkara ajaib untuk menolong orang-orang karena Dia mengasihi mereka. Hal yang penting untuk diketahui anak bukanlah semata-mata perbuatan mujizat, tetapi tujuan dari mujizat itu. "Yesus begitu mengasihi orang-orang itu sehingga Dia tidak ingin mereka sakit. Dia membuat mereka sembuh karena Dia mengasihi mereka."

Jika anak bertanya, "Tetapi bagaimana Dia melakukannya?" yang paling baik beri jawaban sederhana: "Yesus itu Anak Allah. Saya tidak tahu bagaimana Yesus

membangkitkan orang mati, tetapi yang saya tahu adalah Yesus selalu memakai kuasa-

e-BinaAnak 2002

184

Nya untuk menyatakan kasih-Nya yang besar." Tak ada anak yang mengalami

keruntuhan iman dengan mendengar orang dewasa berkata, "Ini adalah salah satu hal tentang Yesus dan Allah yang belum dapat saya pahami. Alah begitu besar, ada hal-hal tentang Dia yang tidak dapat dijelaskan. Tetapi kita tahu secara pasti bahwa Yesus mengasihi kita." Arahkan selalu pada apa yang dapat kita ketahui secara pasti, bukannya berputar-putar pada hal-hal yang tidak dapat kita jelaskan.

Sumber:

Judul Buku: Mengenalkan Yesus kepada Anak Pengarang : Wes Haystead

Penerbit : Divisi Literatur Yayasan Gloria Halaman : 122 - 125

e-BinaAnak 2002

185

Bahan Mengajar: Yesus dan Anak-Anak

Dalam kehidupannya, Tuhan Yesus banyak berurusan dengan anak-anak. Tuhan Yesus selalu menyambut dan menerima anak-anak. Jika ada yang sakit, kerasukan setan, bahkan mati, Tuhan Yesus dengan kuasa-Nya menolong mereka. Yesus tidak menganggap mereka sebagai anak kecil yang tidak perlu diperhatikan. Dia justru sangat memperhatikan anak- anak. Karena itulah Yesus disebut sebagai sahabat anak-anak.

Anak-anak Diberkati Yesus

"Lalu Ia memeluk anak-anak itu ... dan memberkati mereka ..."(Baca: Markus 10:13-16).

Ketika anak-anak datang kepada Tuhan Yesus, banyak orang-orang dewasa

menghalangi mereka. Tetapi Tuhan Yesus memarahi orang- orang dewasa itu, "Biarkan anak-anak itu datang kepadaku, jangan menghalang-halangi mereka." Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu dan memberkati mereka. Mereka dapat merasakan betapa Yesus mencintai dan memperhatikan mereka. Itulah Yesus kita, Yesus yang

memperhatikan anak-anak. Yesus yang memarahi orang-orang dewasa karena mencoba menghalangi anak-anak datang pada-Nya.

Anak-anak Amat Berharga

"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga."(Baca: Matius 18:10).

Yesus menerima anak-anak sebagai manusia yang sangat berharga. Tuhan Yesus tidak suka kalau ada orang dewasa yang menganggap remeh anak-anak. Sebab anak- anak yang menganggap remeh anak- anak. Sebab anak-anak justru sangat dilindungi oleh Allah Bapa. Anak-anak punya malaikat pelindung di surga yang selalu

memohonkan berkat Allah Bapa buat anak-anak.

Anak-anak Tak Boleh Disesatkan

"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut." (Baca: Matius 18:6).

Yesus tidak ingin seorang pun dari anak kecil disesatkan, Yesus gemas pada orang dewasa yang menyepelekan atau salah mendidik anak-anak. Yesus tidak ingin anak- anak yang percaya kepada-Nya disesatkan oleh orang-orang lain Apalagi kalau ada anak yang semula mengasihi Yesus, kemudian tidak mau lagi ikut Yesus. Yesus mau kamu selalu ikut Dia, mengasihi Dia. Jangan mau disesatkan oleh ajaran-ajaran yang salah, misalnya, dari televisi, komik, atau ajaran-ajaran tradisi yang ngawur.

e-BinaAnak 2002

186

Anak-anak Sebagai Contoh

"Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anakkecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga." (Baca: Matius 18:4).

Yesus beberapa kali menempatkan anak-anak di tengah orang-orang dewasa untuk menjadikannya contoh kerendahan hati dan ketulusan. Misalnya waktu murid-murid- Nya sedang bertengkar mengenai siapa yang paling hebat dan besar di antara mereka.

Yesus bahkan menganggap, siapa yang menyambut dan menerima seorang anak dalam nama Yesus Kristus, itu sama dengan menyambut Yesus sendiri. Ini

menandakan bahwa Yesus memahami betul sifat dan jiwa anak-anak, apalagi anak- anak yang percaya kepada-Nya. Yesus selalu menghendaki anak-anak tetap memiliki sifat dan jiwa anak-anak, yakni rendah hati, tulus, tidak penuh tipu muslihat,

merendahkan diri.

Yesus Senang Anak-anak Memuji-Nya

"Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji- pujian?" (Baca:Matius 21:15-16).

Waktu Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem, banyak orang bersorak-sorak menyanyi memuji Dia, terutama anak-anak. Sampai-sampai para Imam dan Ahli Taurat kesal bukan main. Apalagi Yesus tidak menegur atau memarahi mereka. Anak-anak itu dengan tulus (walaupun suara mereka tak begitu bagus) menyanyi dan memuji Tuhan Yesus, dan hati Tuhan Yesus tentu senang sekali. Yesus tidak menganggap kamu norak, kalau kamu sungguh-sungguh memuji Dia. Walau suara kamu tak bagus, tapi Tuhan senang pada suara yang tulus, suara yang dikeluarkan dari hati yang mengasihi Yesus.

Yesus Senang Persembahan Anak-anak

"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dandua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" (Baca: Yohanes 6:9).

Kala itu, ada ribuan orang yang sedang kelaparan. Yesus dan murid- murid-Nya tidak memiliki persediaan makanan yang cukup untuk orang-orang itu. Nah, saat itulah, seorang anak dibawa oleh Andreas murid Yesus, datang kepada Yesus dan mempersembahkan 5 roti jelai dan 2 ikan pelengkap makan roti. Maka Yesus menjadikan persembahan yang sedikit itu sebagai berkat bagi banyak (5000 lebih) orang. Yesus tidak menganggap persembahan anak itu tidak berarti. Dia juga tidak menganggap persembahan itu hanya main- main. Kalau hatimu sungguh-sungguh, persembahanmu akan sangat disukai Yesus, dan bahkan Dia akan menjadikannya sebagai berkat bagi banyak orang.

Dalam dokumen e-BinaAnak 2002 - MEDIA SABDA (Halaman 177-200)

Dokumen terkait