BAB III METODE PENELITIAN
G. Cara Pengamatan
51
nilai dilakukan dengan menggunakan skala 0-100 dengan rumus:
Nilai = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 × 100%
Teknik pengumpulan data melalui tes yang dilakukan peneliti bertujuan untuk memperoleh data terhadap penguasaan konsep peserta didik kelas X IPA 2 SMN 1 Pemenang Timur.
2. Data Keterampilan Berpikir Kreatif (Tes)
Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes berupa essay dilakukan peneliti bertujuan untuk mengetahui kemampuan dalam berpikir kreatif peserta didik terhadap mata pelajaran fisika.
52
kolaborasi dengan teman sejawat dan guru mata pelajaran fisika di SMAN 1 Pemenang Timur dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Lembar observasi adalah format atau blangko pengamat yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. Observasi adalah teknik pengamat dan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang diselidiki.69
Observasi yang dimaksud adalah observasi keterlaksanaan model pembelajaran bertujuan untuk mengetahui apakah tahapan- tahapan model pembelajaran yang diteliti tersebut telah dilaksanakan oleh guru atau tidak. Observasi ini dibuat dalam bentuk cheklist. Jadi dalam pengisiannya, observer memberikan tanda cheklist pada tahapan-tahapan model pembelajaran yang sedang diteliti yang dilakukan oleh guru tersebut. Adapun observer yang terlibat ialah guru IPA khususnya pada mata pelajaran fisika di sekolah tempat penelitian.
H. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah adanya peningkatan terhadap penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas X IPA 2 SMAN 1 Pemenang Timur pada mata pelajaran fisika dengan pokok bahasan Getaran, Gelombang dan Bunyi setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah. Kriteria meningkatnya penguasaan konsep secara klasikal
69 Ibid
53
sebesar 80% dan keterampilan berpikir kreatif sebesar 90% peserta didik telah menguasai indikator penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kreatif tersebut.
54 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini, lokasi yang dipilih adalah SMAN 1 Pemenang Timur, Dusun Karang Montong, Desa Pemenang Timur, Kabupaten Lombok Utara. SMAN 1 Pemenang Timur Ini berdiri pada tanggal 22 bulan Februari Tahun 2005. Tampuk kepemimpinan dipegang oleh bapak Suharna S. Pd.
Dilihat dari segi geografis, SMA ini berada di daerah perkampungan yang masyarakatnya masih hidup secara tradisional dimana keadaan sosial, ekonomi dan kultur masyarakat sekitarnya masih labil. Hal ini disebabkan oleh faktor tingkat pendidikan, kesehatan, ekonomi, budaya serta kesadaran terhadap kesetaraan gender sehingga memacu sekolah untuk membentuk kepribadian dan kejiwaan yang benar-benar tangguh terhadap para siswa dan siswi sesuai dengan visi dan misi sekolah yang akan diwujudkan.
Penekanan kedisiplinan disegala bidang baik dalam menjalankan syariat agama, penerapan budi pekerti serta akhlakul karimah di lingkungan sekolah maupun masyarakat terus dilakukan.
Dalam perkembangannya sekolah ini mengalami peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal ini terindikasi dengan peningkatan status sekolah yang sampai saat ini telah memiliki status terakreditasi dari pemerintah. Selain itu juga output SMAN 1 Pemenang Timur menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan baik dari faktor siswa dan siswi yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun
55
kredibilitas moral dan akhlak di lingkungan sekitar maupun di tengah-tengah masyarakat.
Keadaan SMAN 1 Pemenang Timur dapat ini gambarkan pada profil berikut:
1. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMAN 1 PEMENANG
Nomor Pokok Sekolah Nasional : 50219460 Jenjang Pendidikan : SMA
Status Sekolah : Negeri
Alamat Sekolah : JL. RAYA PEMENANG
RT/RW : 1 / 0
Dusun : Karang Montong Lauk
Desa Kelurahan : Pemenang Timur
Kecamatan : Kec. Pemenang
Kabupaten : Kab. Lombok Utara
Provinsi : Prov. Nusa Tenggara Barat
Kode Pos : 83352
Lokasi Geografis : Lintang -8 Bujur 116
Akreditasi : B
2. Izin dan Pendirian
SK Pendirian Sekolah : 36/39/PDK/2005
Tanggal SK Pendirian : 2005-02-22 Status Kepemilikan : Negeri SK Izin Operasional : 421.61.1522- Dikmen/DPK/2004
56
Tgl SK Izin Operasional : 2004-08-14 3. Data Periodik
Waktu Penyelenggaraan : Pagi
Status Menerima Bos : Bersedia Menerima Sertifikasi ISO : Belum Bersertifikat
Sumber Listrik : PLN
Daya Listrik Sekolah : 7700 Watt Akses Internet : Telkomsel Flash 4. Sarana Prasana / Sarpras
a. Ruang Kelas
b. Ruang Perpustakaan c. Ruang Laboratorium d. Ruang Praktik e. Ruang Pimpinan
Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA 2 SMAN 1 Pemenang Timur sebanyak 1 kelas yang berjumlah 34 orang dengan karakteristik dan latar belakang yang berbeda – beda.
Tabel 3. 1 Daftar Subjek Penelitian
No Nama Siswa Jenis Kelamin
1 Ani Astuti P
2 Baiq Liza Natalia P
3 Baiq Wiwin Saputrih P
4 Dandi Jopansyah L
57
5 Dwi Andhyra Meylasthy P
6 Fazryatun Puspa Ningrum P
7 Firman Zaki L
8 Goval Saputra L
9 Gia Maolida P
10 Gili Mali Efendi P
11 Handika Pratama L
12 Haolidan L
13 Hawa Nazla Annisa P
14 Kurniawati Putri P
15 Lalu Fahrial Hadi L
16 Lalu Niran Hadi Kusuma L
17 Muhammad Ambara L
18 Muhammad Al Fathir L
19 Muhammad Maulana L
20 Muhammad Daniel L
21 Muhammad Murdani L
22 Munajam Hadi L
23 Nopia Haryana P
24 Pedita Arya Dana L
25 Putri Maulia Hidayat P
26 Rahman Hardi L
27 Restu Bani Utama L
28 Sila Selviana Putri L
29 Suci Putri Utami P
30 Surathana Virya Dikha L
31 Tara Febri Alesia P
32 Windira Auliya P
33 Yaomi Fawas L
34 Zurratul Aini P
B. Hasil Penelitian
1. Keterlaksanaan Siklus I
Siklus I dilaksanakan dengan 3 x pertemuan. Pada siklus I dilaksanakan pembelajaran dengan materi Getaran, Gelombang dan Bunyi yang dimana dalam pelaksanaan siklus I ini peserta
58
didik membentuk kelompok besar beranggotakan 5-6 peserta didik. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus I adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan
Berdasarkan hasil koordinasi dengan guru mata pelajaran yang berkaitan dengan teknik penelitian tentang penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada materi Getaran, Gelombang dan Bunyi, pada tahap ini dilakukan dengan menyusun perangkat pembelajaran berupa RPP (lampiran 6), menyiapkan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru (lampiran 12) dan lembar observasi aktivitas peserta didik (lampiran 13)
b. Pelaksanaan tindakan
Pada tahap ini, guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) sesuai rencana yang telah disusun.
Untuk siklus I dilakukanselama 3 x pertemuan yaitu dengan materi Getaran, Gelombang dan Bunyi. Dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), kegiatan pembelajaran terdiri dari:
1. Kegiatan awal, guru memberi salam dan memimpin doa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, mengecek kehadiran peserta didik dan menyampaikan cakupan materi serta kegiatan yang akan dilakukan. Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatiannya pada materi yang akan dijelaskan guna
59
menggali potensi awal peserta didik dengan memberikan pertanyaan terkait materi yang diajarkan.
2. Kegiatan inti, Langkah 1 mengorientasi siswa pada masalah, pada tahap ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta memberikan suatu permasalahan dalam bentuk pertanyaan kepada peserta didik untuk diselesaikan secara bersama-sama. Langkah 2 mengorganisasikan siswa untuk belajar, pada kegiatan ini guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Langkah 3 membantu membimbing penyelidikan individual dan kelompok, pada kegiatan ini guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalahnya. Langkah 4 membantu mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah, pada kegiatan ini guru membantu siswa merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video dan model serta membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Langkah 5 menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada kegiatan ini guru membantu siswa melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses- proses yang mereka gunakan.
3. Kegiatan akhir, bersama peserta didik guru menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari, guru
60
menugaskan peserta didik untuk mempelajari materi selanjutnya serta mengucapkan salam.
c. Pengamatan/Observasi
Tahap pengamatan yaitu tahap dimana peneliti memiliki peran yang sangat aktif untuk memperhatikan berbagai komponen yang akan diamati dalam proses pembelajaran.
Adapun hal yang perlu diamati adalah melakukan pengamatan terhadap aktivitas guru dan pengamatan terhadap aktivitas peserta didik.
1) Hasil observasi aktivitas guru
Pada kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), menggunakan lembar observasi untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang terdiri dari 10 aspek yang diamati oleh observer (lampiran 12). Pada setiap aspek terdapatempat kriteria penilaian yaitu: Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C) dan Kurang (K).
Analisis aktivitas guru menggunakan rumus:
Nilai = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑚𝑎𝑡𝑖
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 × 100%
Nilai = 7
10× 100% = 70 %
Setelah menghitung persentase pada aktivitas guru dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % Baik sekali 3 = 76-85 % Baik
2 = 56-75 % Cukup
61 1 = 10-55 % Kurang
Dari hasil deskripsi siklus I di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada aktivitas guru sebesar 70% dan tergolong cukup. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas guru pada siklus I dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Pada siklus selanjutnya, keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru perlu ditingkatkan lagi. Adapun hal-hal yang masih belum tercapai dalam observasi siklus II adalah sebagai berikut:
a) Guru masih belum menyampaikancakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan
b) Guru masih belum dalam memberikan motivasi atau rangsangan kepada peserta didik berupa pertanyaan terkait dengan kegiatan yang akan dilakukan.
c) Guru masih belum memberikan suatu permasalahan dalam bentuk pertanyaan kepada peserta didik.
Solusi perbaikan pada observasi kegiatan guru pada siklus I untuk melanjutkan ke siklus II adalah sebagai berikut:
a) Guru harus menyampaikan cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan
b) Guru harus memberikan motivasi atau rangsangan kepada peserta didik berupa pertanyaan terkait dengan kegiatan yang akan dilakukan.
62
c) Guru harus memberikan suatu permasalahan dalam bentuk pertanyaan kepada peserta didik.
2) Hasil observasi aktivitas peserta didik Hasil observasi aktivitas terhadap peserta didik dilakukan dengan mengamati perilaku peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas peserta didik yang terdiri dari 20 aspek yang diamati (lampiran 13). Pada setiap aspek terdapat empat kriteria penilaian yaitu: Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C) dan Kurang (K).
Analisis aktivitas peserta didik menggunakan rumus:
Nilai = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑚𝑎𝑡𝑖
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 × 100%
Nilai = 12
20× 100% = 60 %
Setelah menghitung persentase pada aktivitas peserta didik dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % Baik sekali 3 = 76-85 % Baik
2 = 56-75 % Cukup 1 = 10-55 % Kurang
Dari hasil deskripsi siklus I di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada aktivitas peserta didik sebesar 60%
dan tergolong cukup. Pada siklus selanjutnya, aktivitas peserta didik perlu ditingkatkan lagi. Adapun hal-hal yang
63
masih belum tercapai dalam observasi siklus II adalah sebagai berikut:
a) Siswa belum menjawab apersepsi guru
b) Siswa masih kurang dalam memperhatikan motivasi yang disampaikan
c) Siswa belum aktif dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru ketika proses pembelajaran berlangsung
d) Siswa belum aktif bertanya ketika proses pembelajaran berlangsung
e) Siswa belum antusias terhadap materi yang disampaikan guru
f) Siswa belum melakukan tanya jawab dengan guru tentang materi yang belum terselesaikan
g) Siswa belum bisa membuat simpulan dari materi yang telah dipelajari
h) Siswa dan guru belum merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan.
Solusi perbaikan pada observasi aktivitas peserta didik pada siklus 1 untuk melanjutkan ke siklus II adalah sebagai berikut:
a) Guru meminta siswa agar dapat menjawab apersepsi guru
b) Guru meminta siswa agar dapat memperhatikan motivasi yang disampaikan
64
c) Guru meminta siswa agar aktif dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru ketika proses pembelajaran berlangsung
d) Guru meminta siswa agar aktif bertanya ketika proses pembelajaran berlangsung
e) Guru meminta siswa dapat berantusias terhadap materi yang disampaikan guru
f) Guru meminta siswa agar melakukan tanya jawab dengan guru tentang materi yang belum terselesaikan g) Guru meminta siswa harus bisa membuat simpulan dari
materi yang telah dipelajari
h) Siswa dan guru dapat merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan.
Untuk selanjutnya, pada siklus I guru memberikan evaluasi berupa tes dengan jumlah 5 soal essay dengan tujuan untuk mengetahui penguasaan konsep peserta didik dan 4 soal essay untuk mengetahui keterampilan berpikir kreatif.
a) Penguasaan Konsep Peserta Didik
Konsep bahasan Getaran, Gelombang dan Bunyi dalam penelitian ini dibatasi untuk melihat tingkatan kognitif pada aspek C1 dan C2. Secara teori, dilakukan tes dengan melaksanakan evaluasi tertulis yang berupa soal essay (lampiran 7) yang terdiri dari 5 butir soal yang telah divalidasi (terlampir) dan diberikan diakhir siklus. Dari hasil kemampuan terhadap penguasaan konsep pada siklus I, data hasil post test berupa soal
65
essay dengan materi Getaran, Gelombang dan Bunyi dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.1 Hasil tes penguasaan konsep setelah pembelajaran siklus I
No Nama Siswa Nilai Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1 Ani Astuti 80 T -
2 Baiq Liza Natalia 80 T -
3 Baiq Wiwin Saputrih 80 T -
4 Dandi Jopansyah 75 - TT
5 Dwi Andhyra Meylasthy 80 T -
6 Fazryatun Puspa Ningrum 75 - TT
7 Firman Zaki 80 T -
8 Goval Saputra 80 T -
9 Gia Maolida 80 T -
10 Gili Mali Efendi 80 T -
11 Handika Pratama 80 T -
12 Haolidan 80 T -
13 Hawa Nazla Annisa 75 - TT
14 Kurniawati Putri 75 - TT
15 Lalu Fahrial Hadi 80 T -
16 Lalu Niran Hadi Kusuma 80 T -
17 Muhammad Ambara 75 - TT
18 Muhammad Al Fathir 80 T -
19 Muhammad Maulana 75 - TT
20 Muhammad Daniel 80 T -
21 Muhammad Murdani 80 T -
22 Munajam Hadi 80 T -
23 Nopia Haryana 60 - TT
24 Pedita Arya Dana 60 - TT
25 Putrid Maulia Hidayat 80 T -
26 Rahman Hardi 75 - TT
27 Restu Bani Utama 80 T -
28 Sila Selviana Putri 80 T -
29 Suci Putri Utami 60 - TT
30 Surathana Virya Dikha 80 T -
31 Tara Febri Alesia 60 - TT
66
32 Windira Auliya 85 T -
33 Yaomi Fawas 85 T -
34 Zurratul Aini 60 - TT
Jumlah Seluruh Siswa 34
Total nilai 2595
Rata-rata 76,32
Nilai Tertinggi 85
Nilai Terendah 60
Ketuntasan Klasikal 67,64%
Jumlah siswa yang tuntas 23
Jumlah siswa yang tidak tuntas 11
1) Untuk memperoleh nilai tes dalam bentuk uraian dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 × 100%
2) Untuk menetukan skor rata – rata digunakan rumus : 𝑀 = Σ𝜒
𝑛
Keterangan:
M = Rata-rata (Mean)
∑X = Nilai yang diperoleh masing-masing siswa N = Banyak data
Jadi rata – ratanya adalah : M = 2595
34 = 76,32 %
3) Untuk memperoleh ketuntasan siswa, dapat digunkan rumus : KI = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 × 100%
67 Keterangan :
KI = Ketuntasan Individual
4) Untuk menentukan ketuntasan secara klasikal KK = 𝑃
𝑁 × 100%
Keterangan :
KK = Ketuntasan Klasikal
P = Banyak siswa yang memperoleh nilai > 75 N = Jumlah soswa seluruhnya
Sehingga dapat dianalisi bahwa : KK = 𝑃
𝑁 × 100%
= 23
34 × 100%
= 67, 64
Setelah menghitung persentase pada tes penguasaan konsep dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % Baik sekali 3 = 76-85 % Baik
2 = 56-75 % Cukup 1 = 10-55 % Kurang
Dari hasil deskripsi siklus I di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada hasil tes penguasaan konsep peserta didik sebesar 67, 64 % dan tergolong cukup. Pada siklus selanjutnya, penguasaan konsep peserta didik perlu ditingkatkan lagi sesuai dengan konsep ilmiah yang ada.
b) Keterampilan Berpikir Kreatif
68
Kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini adalah kemampuan peserta didik untuk memahami materi dan permasalahan yang disampaikan, baik secara teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara teori, dilakukan tes dengan melaksanakan evaluasi tertulis yang berupa soal essay (lampiran 8) yang terdiri dari 4 butir soal yang telah divalidasi (terlampir). Dari hasil kemampuan terhadap keterampilan berpikir kreatif pada siklus I yang berupa tes dengan materi tentang Getaran, Gelombang dan Bunyi dapat dilihat pada tabel berikut.
Table 4.2. Hasil tes Keterampilan Berpikir Kreatif Setelah Pembelajaran Siklus I
No Nama Siswa Nilai Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1 Ani Astuti 80 T -
2 Baiq Liza Natalia 80 T -
3 Baiq Wiwin Saputrih 50 - TT
4 Dandi Jopansyah 50 - TT
5 Dwi Andhyra Meylasthy 85 T -
6 Fazryatun Puspa Ningrum 75 - TT
7 Firman Zaki 80 T -
8 Goval Saputra 50 - TT
9 Gia Maolida 80 T -
10 Gili Mali Efendi 85 T -
11 Handika Pratama 50 - TT
12 Haolidan 50 - TT
13 Hawa Nazla Annisa 75 - TT
14 Kurniawati Putri 75 - TT
15 Lalu Fahrial Hadi 50 - TT
16 Lalu Niran Hadi Kusuma 50 - TT
17 Muhammad Ambara 75 - TT
18 Muhammad Al Fathir 50 - TT
19 Muhammad Maulana 50 - TT
69
20 Muhammad Daniel 80 T -
21 Muhammad Murdani 85 T -
22 Munajam Hadi 50 - TT
23 Nopia Haryana 50 - TT
24 Pedita Arya Dana 50 - TT
25 Putrid Maulia Hidayat 80 T -
26 Rahman Hardi 50 - TT
27 Restu Bani Utama 80 T -
28 Sila Selviana Putri 50 - TT
29 Suci Putri Utami 50 - TT
30 Surathana Virya Dikha 80 T -
31 Tara Febri Alesia 50 - TT
32 Windira Auliya 85 T -
33 Yaomi Fawas 50 - TT
34 Zurratul Aini 50 - TT
Jumlah Seluruh Siswa 34
Total nilai 2180
Rata-rata 64, 11
Nilai Tertinggi 85
Nilai Terendah 50
Ketuntasan Klasikal 35, 29 %
Jumlah siswa yang tuntas 12
Jumlah siswa yang tidak tuntas 22
1) Untuk memperoleh nilai tes dalam bentuk uraian dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 × 100%
2) Untuk menetukan skor rata – rata digunakan rumus : 𝑀 = Σ𝜒
𝑛
Keterangan:
M = Rata-rata (Mean)
∑X = Nilai yang diperoleh masing-masing siswa
70 N = Banyak data
Jadi rata – ratanya adalah : M = 2180
34
= 64, 11
3) Untuk memperoleh ketuntasan siswa, dapat digunkan rumus : KI = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 × 100%
Keterangan :
KI = Ketuntasan Individual
4) Untuk menentukan ketuntasan secara klasikal KK = 𝑃
𝑁 × 100%
Keterangan :
KK = Ketuntasan Klasikal
P = Banyak siswa yang memperoleh nilai > 75 N = Jumlah sIswa seluruhnya
Sehingga dapat dianalisi bahwa : KK = 𝑃
𝑁 × 100%
= 12
34 × 100%
= 35, 29 %
Setelah menghitung persentase pada tes penguasaan konsep dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % Baik sekali 3 = 76-85 % Baik
2 = 56-75 % Cukup
71 1 = 10-55 % Kurang
Dari hasil deskripsi siklus I di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada hasil tes keterampilan berpikir kreatif peserta didik sebesar 35.29% dan tergolong kurang. Pada siklus selanjutnya, keterampilan berpikir kreatif peserta didik perlu ditingkatkan lagi sesuai dengan indikator dari keterampilan berpikir kreatif tersebut.
Kategori ketuntasan klasikal adalah sebagai berikut:
KK = 0% - 75% Tidak Tuntas
KK = 76% - 100% Tuntas
d. Refleksi
Secara kolaboratif, peneliti bersama guru melakukan refleksi yakni mengevaluasi dari hasil pelaksanaan tindakan. Refleksi didasarkan dari data yang terkumpul berupa hasil observasi dan penilaian. Hasil refleksi dijadikan sebagai dasar untuk penentuan dilaksanakan atau tidak tindakan pada siklus berikutnya.
2. Keterlaksanaan Siklus II
Siklus II dilaksanakan dengan 2 x pertemuan. Pada siklus II dilaksanakan pembelajaran dengan materi Getaran, Gelombang dan Bunyi, yang dimana dalam pelaksanaan siklus II peserta didik membentuk kelompok kecil beranggotakan 3-4 peserta didik. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus II adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan
72
Berdasarkan hasil koordinasi dengan guru mata pelajaran yang berkaitan dengan teknik penelitian tentang penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada materi Getaran, Gelombang dan Bunyi, pada tahap ini dilakukan dengan menyusun perangkat pembelajaran berupa RPP (lampiran 14), menyiapkan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru (lampiran 20) dan lembar observasi aktivitas peserta didik (lampiran 21).
b. Pelaksanaan tindakan
Pada tahap ini, guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) sesuai rencana yang telah disusun.
Untuk siklus I dilakukan selama 3 x pertemuan yaitu dengan materi Getaran, Gelombang dan Bunyi. Dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), kegiatan pembelajaran terdiri dari:
1. Kegiatan awal, guru memberi salam dan memimpin doa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, mengecek kehadiran peserta didik dan menyampaikan cakupan materi serta kegiatan yang akan dilakukan. Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatiannya pada materi yang akan dijelaskan guna menggali potensi awal peserta didik dengan memberikan pertanyaan terkait materi yang diajarkan.
73
2. Kegiatan inti, Langkah 1 mengorientasi siswa pada masalah, pada tahap ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta memberikan suatu permasalahan dalam bentukpertanyaan kepada peserta didik untuk diselesaikan secara bersama-sama. Langkah 2 mengorganisasikan siswa untuk belajar, pada kegiatan ini guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Langkah 3 membantu membimbing penyelidikan individual dan kelompok, pada kegiatan ini guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalahnya. Langkah 4 membantu mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah, pada kegiatan ini guru membantu siswa merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video dan model serta membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Langkah 5 menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada kegiatan ini guru membantu siswa melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses- proses yang mereka gunakan.
3. Kegiatan akhir, bersama peserta didik guru menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari dan mengucapkan salam.
c. Pengamatan/Observasi
74
Tahap pengamatan yaitu tahap dimana peneliti memiliki peran untuk memperhatikan berbagai komponen yang akan diamati dalam proses pembelajaran. Adapun hal yang perlu diamati adalah melakukan pengamatan terhadap aktivitas guru dan pengamatan terhadap aktivitas peserta didik.
1) Hasil observasi aktivitas guru
Pada kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), menggunakan lembar observasi untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang terdiri dari 10 aspek yang diamati oleh observer (lampiran 17). Pada setiap aspek terdapat empat kriteria penilaian yaitu: Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C) dan Kurang (K)
Analisis aktivitas guru menggunakan rumus:
Nilai = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑚𝑎𝑡𝑖
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 × 100%
Nilai = 9
10× 100%
= 90 %
Setelah menghitung persentase pada aktivitas guru dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % Baik sekali 3 = 76-85 % Baik
2 = 56-75 % Cukup
75 1 = 10-55 % Kurang
Dari hasil deskripsi siklus II di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada aktivitas guru sebesar 90% dan tergolong baik. Ini menunjukkan bahwa pada siklus II telah mengalami peningkatan secara signifikan sebesar 20%.
2) Hasil observasi aktivitas peserta didik
Hasil observasi aktivitas terhadap peserta didik dilakukan dengan mengamati perilaku peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas peserta didik yang terdiri dari 20 aspek yang diamati (lampiran 20). Pada setiap aspek terdapat empat kriteria penilaian yaitu: Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C) dan Kurang (K).
Analisis aktivitas peserta didik menggunakan rumus:
Nilai = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑚𝑎𝑡𝑖
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 × 100%
Nilai = 18
20× 100% = 90 %
Setelah menghitung persentase pada aktivitas peserta didik dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % Baik sekali 3 = 76-85 % Baik
2 = 56-75 % Cukup 1 = 10-55 % Kurang
76
Dari hasil deskripsi siklus II di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada aktivitas peserta didik sebesar 90% dan tergolong baik sekali. Ini menunjukkan bahwa pada siklus II, aktivitas yang dilakukan peserta didik telah mengalami peningkatan sebesar 20%. Pada siklus II guru memberikan evaluasi berupa tes dengan jumlah 5 soal essay dengan tujuan untuk mengetahui penguasaan konsep peserta didik dan 4 soal essay untuk mengetahui keterampilan berpikir kreatif.
a) Penguasaan Konsep Peserta Didik
Konsep bahasan Getaran, Gelombang dan Bunyi dalam penelitian ini dibatasi untuk melihat tingkatan kognitif pada aspek C1 dan C2. Secara teori, dilakukan tes dengan melaksanakan evaluasi tertulis yang berupa soal essay (lampiran 15). yang terdiri dari 5 butir soal yang diberikan diakhir siklus.
Dari hasil kemampuan terhadap penguasaan konsep pada siklus II, data hasil post test yang berupa soal essay dengan materi Getaran, Gelombang dan Bunyi dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.3 Hasil tes penguasaan konsep setelah pembelajaran siklus II
No Nama Siswa Nilai Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1 Ani Astuti 90 T -
2 Baiq Liza Natalia 90 T -
3 Baiq Wiwin Saputrih 95 T -
4 Dandi Jopansyah 100 T -
5 Dwi Andhyra Meylasthy 92 T -