D. Nasab Wali Songo Melalui Adzmatkhan
4. Catatan Nasab Sunan Gunung Jati
Pernyataan ini didasarkan pada manuskrip kesultanan Cirebon yang masih ada hingga saat ini. Bukti ini menunjukkan adanya hubungan nasab antara para Wali Songo dan Adzmatkhan.
Bukti yang ditemukan dalam manuskrip Kesultanan Cirebon memiliki signifikansi yang besar dalam menggali keterhubungan nasab antara para Wali Songo dan Adzmatkhan. Manuskrip ini merupakan saksi sejarah yang masih ada hingga saat ini, memperkuat keabsahan pernyataan Raden Ayu Linawati mengenai nasab Syarif Hidayatullah. Bukti ini menunjukkan bahwa Adzmatkhan memiliki peran yang signifikan dalam silsilah keturunan para Wali Songo.
Hal itu dijelaskan di dalam sebuah situs berikut:
https://radenayulina.word press.com/2018/10/18/silsilah-nasab- syarif-hidayatullah-sunan-gunung-jati-cirebon/; yang diakses pada 20/07/2023: Pukul, 19:14
a) Berdasar Kitab Syamsu Dzahirah
Kitab Syamsu Dzahirah, karya Sayyid Muhammad Dliya’
Syihab menuliskan mata rantai nasab Sunan Gunung Jati yang tersambung kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam mata rantai catatan itu jelas tertulis bahwa termasuk dari leluhur sunan Gunung Jati adalah Sayyid Abdullah Adzmatkhan. Ini jelas mengkorfimasi validitas Sunan Gunung Jati sebagai salah satu keturunan dari Bani Alawi Bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir.
Data penting ini menjadi satu dari sekian data yang akan kami uraikan nanti tentang keabsahan nasab Para Ahlul Bait dari kalangan Wali Songo sebagai keturunan Bani Alawi melalui jalur Sayyid Abdullah Adzmatkhan.
Berikut data yang kami maksud
penjelasan Gambar: Gambar ini tercatat dalam kitab Syamsu
Dzahirah. Bisa terlihan bahwa Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) tercatat merupakan keturunan Sayyid Abdullah Adzmatkhan.
b) Berdasar Rante-Rante Kesultanan Cirebon 1. Nabi Muhammad Saw.
2. Fatimah al-Zahra
3. Al-Imam Sayyidina Husain 4. Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin 5. Sayyidina Muhammad al-Baqir 6. Sayyidina Ja’far al-Sadiq 7. Sayyid Al-Imam ‘Ali ‘Uradhi 8. Sayyid Muhammad al-Naqib 9. Sayyid ‘Isa Naqib al-Rumi 10.Ahmad al-Muhajir
11. Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah 12.Sayyid Alawi Awwal
13. Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah 14.Sayyid Alawi al-Tsani
15. Sayyid ‘Ali Kholi’ Qosam 16.Muhammad Shohib Mirbath 17. Sayyid Alawi ‘Ammil Faqih
18.Sayyid Amir ‘Abdul Malik al-Muhajir 19. Sayyid Abdullah al-Khan
20.Sayyid Ahmad Shah Jalal / Ahmad Jalaludin Al-Khan 21. Sayyid Syaikh Jumadil Qubro / Jamaluddin Akbar Al-
Khan
22. Sayyid Ali Nurul Alam / Raja Umdha bergelar Ratu Baniisrail
23. Sayyid Abdullah Umadtuddin / Sultan Hud Mesir 24.Syarif Hidayatullah / Sunan Gunung Jati Cirebon
Hujjah Nasab diatas adalah Berdasarkan CATATAN DATABASE NAQOBAH ASROF IRAQ dan Berdasarkan Rante Rante Silsilah Kesultanan Cirebon berusia 350 tahun serta Rante Rante Silsilah Keprabonan. Didukung Naskah Pangeran Arya Carbon bin Bin Sultan Sepuh Martawijaya tahun 1720 Masehi Koleksi Keraton Kasepuhan Cirebon.
c) Versi Naskah carita purwaka caruban nagari dan kitab negara kertabumi
1. Nabi Muahammad SAW 2. Siti Fatimah
3. Sayid Husen 4. Sayid Abidin 5. Muhammad Baqir 6. Ja’far Sidik
7. Kasim al-Malik 8. Idris
9. Al-Baqir 10. Ahmad 11. Baidillah 12. Muhammad 13. Alwi al-Mishri 14. Abdul Malik 15. Amir
16. Ali Nurul Alim
17. Syarif Abdullah (Sultan Hut / Sultan Mahmud) 18. Sunan Gunungjati
d) Versi Naskah Nukilan Sejarah Asli Cirebon 1. Nabi Muahammad SAW
2. Siti Fatimah
3. Sayid Husen As-Sabti 4. Zaenal Abidin
5. Muhammad al-Baqir 6. Ja’far Shadik
7. Kasim al-Kamil (Ali al-Uraid) 8. Muhammad an-Naqib (Idris) 9. Isa al-Bashri (al-Baqir) 10. Ahmad al-Muhajir 11. Ubaidillah
12. Muhammad 13. Alwi
14. Ali al-Ghazam 15. Muhammad
16. Alwi Amir Faqih 17. Abdul Malik
18. Amir Abdullah Khan Nurdin 19. Al-Amir Ahmad Syekh Jalaluddin 20. Jamaluddin al-Husain
21. Ali Nurul Alim 22. Syarif Abdullah
23. Syarif Hidayatullah (SGJ) e) Versi Naskah marsita :
1. Nabi Muahammad SAW 2. Siti Fatimah
3. Sayid Husen As-Sabti 4. Imam Zaenal Abidin 5. Muhammad al-Baqir 6. Ja’far al-Shadik
7. Ali al-Uraidi Kasim al-Kamil 8. Muhammad al-Naqib Idris 9. Isa al-Bashri al-Baqir 10. Ahmad al-Muhair 11. Ubaidillah
12. Muhammad 13. Alwi
14. Ali al-Ghazam 15. Muhammad 16. Alwi Amir Faqih 17. Maulana Abdul Malik 18. Abdul Khan Nurdin Amir
19. Al-Amir Ahmad Syekh Jalaluddin 20. Ali Nurul Alim
21. Syarif Abdullah
22. Syarif Hidayatullah (SGJ) f) Naskah Kuno Pakem Banten
1. Sayidina Muahammad SAW 2. Sayidatina Siti Fatimah 3. Sayidina Husen As-Sabti
4. Ali Zaenal Abidin 5. Muhammad al-Baqir 6. Ja’far al-Shidik 7. Ali al-Uraidi 8. Sayid Isa al-Bashri
9. Ahmad al-Muhajir al-Hadhramaut 10. Sayid Abdullah al-Ardh al-Hadhramaut 11. Sayid Alwi al-Samal al-Hadhramaut 12. Sayid Ali al-Hadhramaut
13. Sayid Ali Khali al-Ghazam al-Hadhramaut
14. Sayid Muhammad Shahib Mirbath Ja’far al-Hadhramaut 15. Sayid Alwi al-tarim al-Hadhramaut
16. Amir Abdul Muluk al-Hindi (Hindustan) 17. Ahmad Syah Jalal al-Hindi (Hinustan)
18. Maulana Jamaluddin al-Akbar al-Husaini (Bugis) 19. Ali Nurul Alam (Siam / Thailand)
20. Raja Umdatuddin Abdullah (Champa) 21. Syarif Hidayatullah (SGJ)
g) Versi Naskah Pangeran Wangsakerta, Kitab Negara Kertabhumi, Tritiya Sarga, hlm. 12-16
1. Syarif Hidayatullah / Sayyid Al-Kamil / Susuhunan Jati / Susuhunan Cirebon, bin
2. Syarif Abdullah + Nyi Hajjah Syarifah Mudaim binti Raja Pajajaran Sunda
3. Ali Nurrul Alim + Puteri Mesir 4. Jamaluddin Al-Husein
5. Al-Amir Akhmad Syekh Jalaludin 6. Amir Abdullah Khanuddin
7. Abdul Malik dari India 8. Alwi Amir Fakih Mesir 9. Muhammad
10. Alwi
11. Muhammad 12. Ali Al-Gazam
13. Ubaidillah
14. Akhmad Al-Muhajir 15. Isa Al-Bakir
16. Idris Al-Muhammad An-Nakib 17. Kasim Al-Kamil / Ali Al-Uraid 18. Jaffarus Sadik dari Parsi (Persia) 19. Muhammad Al-Bakir
20. Zainal Abiddin 21. Husein As-Sabti
22. Sayyidah Fatimah Al-Zahra RA 23. Nabi Muhammad Rasulullah SAW
Penjelasan Gambar: manuskrip Pangeran Wangsakerta pada Haman 13-15. Sumber gambar: Perbandingan Catatan Silsilah Panjang dan Catatan Silsilah Pendek Syarif Hidayatullah / Sunan Gunung Jati Cirebon Berdasarkan Beberapa Kitab Kuno Cirebon – Raden Ayu Linawati (wordpress.com)
Beberapa Naskah tidak kami masukkan dalam kajian ini memandang angka dari ketersambungan nasab yang terlalu sedikit.
Angka yang terlalu sedikit ini merupakan hal yang sangat mencurigakan dan patut dipertanyakan dalam otentitas dan validitas sebuah naskah. Di antara naskah yang kami maksud adalah:
Naskah Kuningan (hanya mencantumkan 10 nama), Naskah Sarpin (hanya mencantumkan 9 nama), Naskah Kasepuhan Cirebon (hanya mencantumkan 10 nama).