D. Nasab Wali Songo Melalui Adzmatkhan
6. Riwayat Hidup Dan Makam Syaikh Jumadil Kubro
jelas tertulis bahwa Sunan Giri adalah keturunan dari Sayyid Abdullah bin Abdul Malik. Itu artinya, beliau Sunan Giri terkonfirmasi sebagai keturunan Bani Alawi melalui marga Adzmatkhan.
16.Muhammad Sohib Mirbath 17.Sayyid Alawi Ammil Faqih
18. Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir 19.Sayyid Abdullah Al-Khan Al Husseini
20. Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin Al-Khan 21.Sayyid Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Al-Khan 22. Sayyid Ali Nurul Alam / Raja Umdha bergelar Ratu Baniisrail 23.Sayyid Abdullah Umadtuddin / Sultan Hud Mesir
24. Syarif Hidayatullah / Sunan Gunung Jati Cirebon Sumber:
https://radenayulina.wordpress.com/2023/05/22/manuskrip- kuno-pagaruyung-minangkabau-abad-15-masehi-koleksi- perpustakaan-nasional-republik-indonesia-kode-mi-438-adalah- bukti-silsilah-nasab-syech-jumadil-kubro-bersambung-ke-sultan- rum-benggala/ (diakses pada 17 Agustus 2023).
Berdasar tahun penulisan manuskrip tersebut, terlihat bahwa manuskrip ini ditulis sebelum masa penjajahan Belanda. Ini sekaligus membantah klaim bahwa Nasab Adzmatkhan para Wali Songo adalah buah tangan distorsi Belanda.
Mengenai tahun kelahirannya, disebutkan bahwa beliau lahir pada 1270 M,, di Negeri Malabar, yakni sebuah negeri yang terletak di Wilayah Kesultanan Delhi. Sumber lain juga menyebutkan tahun yang sama, antara lain;
1. Sayyid Bahruddin bin Sayyid Abdurrozaq Azmatkhan dan Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (2014) menyebutkan bahwa Syekh Jamaluddin Akbar Alhusaini, adalah raja/sultan ke-4 Kesultanan Islam Nasarabad di India Lama, juga sebagai mubalig yang traveling hingga ke Nusantara. Beliau lahir pada 1270 M, dan meninggal di Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan pada 1453 M. Jadi, diperkirakan usia beliau sekitar 183 tahun (Iwan Mahmud Al- Fattah (https://arsiparmansyah.wordpress.com/2015/03/03/asal- usul-nasab-azmatkhan-reshared/. Diakses tanggal. 3 Agustus 2017.
2. Menurut peneliti sejarah Islam Indonesia bernama Bruinessen (https://travel.detik.com/domestic-destination/d- 2963121/napak-tilas-sayyid-hussein-jumadil-kubro-bapak-wali-
songo)(Diakses 3Agustus 2017). Beberapa catatan sejarah menyebutkan Syekh Jamaluddin Akbar Alhusaini atau Syekh Jumadil Kubro lahir sekitar tahun 1270 M, dan berasal dari Samarqand, Uzbekistan Asia Tengah. Tetapi besar kemungkinan bahwa itu hanya tempat yang pernah dikunjungi oleh beliau untuk berdakwah. Lebih meyakinkan menurut peneliti sejarah ini, beliau berasal dari Hadramaut, Yaman.
Ayahnya bernama As-Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Abdullah bin Abdul Malik Azmatkhan (Azmatkhan ke III dari leluhur Walisongo) atau yang dikenal dengan nama Amir Ahmad Syah Jalaluddin, seorang gubernur (Amir) di Negeri Malabar (https://arsiparmansyah.wordpress.com/2015/03/03/asal-usul- nasab-azmatkhan-reshared/. (Diakses pada11 September 2017).
Menurut Bruinessen, ayahnya bernama Ahmad Syah Jalaluddin, bangsawan dari Nasarabad di India. Kakek buyutnya seorang yang bergaris keturunan ke Imam Jafar Shodiq, salah seorang keturunan keenam dari Nabi Muhammad SAW (https://travel.detik.com/domestic-destination/d-2963121/napak- tilas-sayyid-hussein-jumadil-kubro-bapak-wali-songo). (Diakses pada11 September 2017). Pada masa pemerintah Islam di India, Amir Ahmad Syah Jalaluddin dianggap sebagai seorang tokoh besar yang berpengaruh pada waktu itu. Jabatan yang beliau peroleh adalah Raja Kesultanan Nasarbad India Lama.
Di dalam Silsilah Geonologi Allawiyyin disebutkan nazab lengkap dari keturunan Syekh Jamaluddin Akbar Alhusaini, yaitu dari Nabi Muhammad SAW, Fatimah Azzahra, Al Imam Husain, Ali Zainal Abidin, Muhammad Al Bagir, Ja’far As Shadiq, Ali Uradhy, Muhammad An-Nagieb, Isa ar-Rummy, Ahmad al-Muhajir, Ubaidillah, Almi Allawiyyin, Muhammad, Alwi Ali Khala-Ghasam, Muhammad Shahib Mardad, Alwi, Abdul Malik, Abdullah, Ahmad Jalaluddin yang terakhir Jamaluddin Akbar Alhusaini (Husnul, 2011:
397).
Makam Syaikh Jumadil Kubro
Makam Syekh Jamaluddin Kubro, juga dikenal sebagai Syekh Jumadil Kubro, diklaim berada di beberapa tempat. Berikut adalah
beberapa lokasi yang diklaim sebagai makamnya:
1. Semarang: Ada klaim bahwa makam Syekh Jumadil Kubro berada di Semarang. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai lokasi pastinya. Sumber: https://kumparan.com/berita- hari-ini/mengenal-syekh-jumadil-kubro-beserta-kisah-
perjalananya-menyebarkan-ajaran-islam-1z5RFhVi6is
2. Mojokerto: Ada juga klaim bahwa makam Syekh Jumadil Kubro berada di Mojokerto. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai lokasi pastinya. Sumber= ibid.
3. Lereng Gunung Merapi, Yogyakarta: Ada klaim bahwa makam Syekh Jumadil Kubro berada di lereng Gunung Merapi di Yogyakarta. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai lokasi pastinya. Sumber: Ibid
4. Wajo, Sulawesi Selatan: Menurut beberapa sumber, makam Syekh Jumadil Kubro berada di Wajo, Sulawesi Selatan[4]. Tempat ini dianggap sebagai tempat asli makamnya. Sumber:
https://mudabicara.com/mengenal-syaikh-jamaluddin-al-akbar-al- husaini-ulama-besar-penyebar-islam-sulawesi-selatan/
Menurut penelitian yang dirilis oleh Situs Resmi Kemendikbud RI berada di Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo,
Profinsi Sulawesi Selatan. Sumber:
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbsulsel/keberadaan- syekh-jamaluddin-akbar-alhusaini-di-kabupaten-wajo-provinsi- sulawesi-selatan-rosdianahafid/#respond (diakses pada 11:42, 14 Agustus. 23)
Hal senada juga diutarakan oleh K. Ahmad Baso. Menurut beliau data yang paling valid menunjukkan bahwa makam asli Syaikh Jumadil Kubro berada di Wajo Sulawesi. Sumber:
https://youtube.com/watch?v=_jiUNTk6-5Y
Menurut beliau, tahun 1428 M beliau pernah berada di Maluku.
Dua tahun kemudian tepatnya 1430 M beliau kembali datang ke Maluku dari Jawa. Lalu beliau singgah ke Makassar dan masuk kerajaan Tosora di Bugis tahun 1430an hingga akhirnya beliau wafat di tanah tersebut.
Pada kesimpulannya, meskipun terdapat klaim-klaim sebelumnya yang mengaitkan makam Syekh Jumadil Kubro dengan lokasi lain seperti Semarang, Mojokerto, dan lereng Gunung Merapi di Yogyakarta, data yang dianggap paling valid menunjukkan bahwa makamnya sebenarnya berada di Wajo, Sulawesi Selatan.
Lokasi ini dianggap sebagai tempat asli makamnya, di mana pengikut dan para pencari spiritual datang untuk merayakan keberadaan dan jejak perjalanan spiritual sang tokoh sufi.
Penjelasan Gambar: inilah Makam Syakh Jumadil Kubro yang berada di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.