• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV LANDASAN TEORI

4.4 Chiller Carrier HXC140A

Chiller Carrier HXC140A adalah salah satu model chiller yang diproduksi oleh Carrier, sebuah perusahaan terkemuka dalam pembuatan peralatan pemanas, pendingin udara, serta solusi HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning).

Mesin chiller ini dirancang untuk digunakan untuk mendinginkan dan menghidrasi udara di fasilitas komersil, industri, dan institusional berukuran besar.

4.4.1 Spesifikasi Chiller Carrier 30HXC140A

Tabel 4.2 Data Spesifikasi Chiller Carrier 30HXC140A

No. Model 30HXC140A

No. Seri HM1372

Tegangan 360 ⁓ 440 V

Daya Masukan Maks 161 kW

Frekuensi/Fasa 50 Hz/3 Ph

Arus Operasi Maks 263 A

Jenis Refrigeran HFC-134a

Min/Max Tekanan (Tekanan Tinggi) 0/15.0 bar

Total Refrigeran A/B/C 48 kg/48 kg/-

Min/Max Tekanan (Tekanan Rendah) 0/15.0 bar

Pengaturan Pressure Switch 14.5 bar

Opsi dan Aksesoris PT319

Massa 2537 kg

4.4.2 Spesifikasi Evaporator

Tabel 4.3 Data Spesifikasi Evaporator

Model Produk HXC-165E

No. Produk CEM 1673

Klasifikasi II

Massa 504 kg

Tanggal Produksi 7/2012

Luas Penukar Panas 18.82 m2

Standar NB/T47012-2010

Tekanan yang didesain (shell side) 1.6 Mpa Temperatur yang didesain (shell side) 58 OC

Tekanan uji (shell side) 1.84

Medium (shell side) R134a

Material Utama (shell side) 0245R

Lisensi Level (shell side) D1, D2

Tekanan yang didesain (tube side) 1.0 Mpa Temperatur yang didesain (tube side) 58 OC

Tekanan uji (tube side) 1.25 MPa

Medium (tube side) Water

Material Utama (tube side) T2

No Lisensi (tube side) TS2231087-2015

Gambar 4.15 Nameplate Chiller Carrier 30HXC140A

4.4.3 Spesifikasi Kondensor

Tabel 4.4 Data Spesifikasi Kondensor

Model Produk HXC-165C

No. Produk CCM 1672

Klasifikasi II

Massa 854 kg

Tanggal Produksi 7/2012

Luas Penukar Panas 20.61 m2

Standar NB/T47012-2010

Tekanan yang didesain (shell side) 1.6 MPa Temperatur yang didesain (shell side) 58 OC

Tekanan uji (shell side) 1.84

Medium (shell side) R134a

Material Utama (shell side) 0245R

Lisensi Level (shell side) D1, D2

Tekanan yang didesain (tube side) 1.0 Mpa Temperatur yang didesain (tube side) 58 OC

Tekanan uji (tube side) 1.25 MPa

Medium (tube side) Water

Material Utama (tube side) T2

No Lisensi (tube side) TS2231087-2015

Gambar 4.16 Nameplate Evaporator

4.4.4 Spesifikasi Kompresor

Tabel 4.5 Data Spesifikasi Kompresor

No. Model 06NW2300S5NA-A00

Motor RPM 2900 rpm

Tegangan ⁓ 400 V

Phase 3

Frekuensi 50 Hz

Tegangan (Min-Max) 342 – 456 V

RLA 131.3 A

LRA (Y/D) 226/715 A

I nominal 104 A

Power 63 kW

Burst Pressure 17.2 MPa (HI) ; 6.8 MPa (LO)

Proof TP/AP 3.2/2.1 MPa (HI) ; 3.2/2.1 MPa (LO)

MOP/OP 2.0/2.0 MPa (HI) ; 0.45/1.2 MPa (LO)

Gambar 4.17 Nameplate Kondensor

Keterangan:

• RLA (Rated Load Amps) : Arus operasional saat beban penuh

• LRA (Y/D) : “Locked Rotor Amps” yaitu arus start awal motor.

Arus start awal dikurangi (mode start-up star/delta)

• Burst (MPa) : Tekanan maksimum yang membuat motor mengalami retak

• Proof TP/AP : Tekanan uji yang dilakukan untuk menguji kekuatan motor kompresor

• MOP/OP : Tekanan maksimum operasional Gambar 4.18 Nameplate Kompresor

BAB V PEMBAHASAN

5.1 Kompresor Chiller 30HXC140A

Kompresor Chiller 30HXC140 merupakan motor induksi 3 fasa yang memiliki fungsi untuk meningkatkan tekanan refrigeran. Fungsi utama kompresor adalah menaikkan tekanan gas refrigeran yang dihisap dari evaporator pada tingkatan tertentu dan selanjutnya mengirimkannya (discharge) ke condenser.

Berikut ini merupakan spesifikasi peralatan dari Kompresor Chiller Carrier 30HXC140A

Tabel 5.1 Spesifikasi Kompresor Chiller Carrier 30HXC140A (Sumber: Nameplate dan Katalog Datasheet Screw Compressor Carrier)

No. Model 06NW2300S5NA-A00

Motor RPM 2900 rpm

Tegangan ⁓ 400 V

Phase 3

Frekuensi 50 Hz

Tegangan (Min-Max) 342 – 456 V

RLA 131.3 A

LRA (Y/D) 226/715 A

I nominal 104 A

Power 63 kW

Burst Pressure 17.2 MPa (HI) ; 6.8 MPa (LO) Proof TP/AP 3.2/2.1 MPa (HI) ; 3.2/2.1 MPa (LO)

MOP/OP 2.0/2.0 MPa (HI) ; 0.45/1.2 MPa (LO) Salah satu proteksi yang digunakan pada Kompressor Chiller adalah overcurrent relay (OCR). Dimana OCR adalah relay yang mendeteksi adanya arus lebih yang mengalir pada konduktor dari kompresor. Arus lebih yang terdeteksi oleh relay ini adalah arus lebih yang disebabkan oleh hubung singkat antar

yang telah mengalami kerusakan sehingga dapat mengakibatkan hubung singkat yang menimbulkan arus yang sangat besar. Arus lebih haruslah dihindari karena panas yang dihasilkan oleh arus lebih yang kontinu dapat merusak isolasi yang ada pada kompresor. Dimana dalam arti lain adalah merusak motor itu sendiri.

Oleh karena itu diperlukan penanganan cepat apabila terjadi hubung singkat pada kompresor dan OCR (overcurrent relay) merupakan alat yang tepat untuk

melakukan hal tersebut

5.2 Over Current Relay/Rele Arus Lebih 5.2.1 Pengertian Rele Arus Lebih

Rele arus lebih adalah rele yang bekerja terhadap arus lebih, ia akan bekerja bila arus yang mengalir melebihi nilai setting, baik yang disebabkan adanya gangguan hubung singkat atau kelebihan beban untuk kemudian memberikan perintah trip ke PMT sesuai karakter waktunya. Rele arus lebih saat ini memiliki 2 kemampuan yaitu sebagai rele arus lebih (Over Current Relay) dan rele gangguan tanah (Ground Fault Relay). Rele arus lebih dapat berkoordinasi dengan rele lain atau dengan GFR dengan memberikan tunda waktu sesuai setting karakternya.

Rele arus lebih dikategorikan menjadi 3, yaitu

1. Rele arus lebih seketika (instantaneous over-current relay),

2. Rele arus lebih dengan karakteristik tundaan waktu yang tidak tergantung pada besarnya arus gangguan (definite time over current relay), dan

Gambar 5.1 Kompresor Chiller

3. Rele arus lebih dengan karakteristik tundaan waktu terbalik (inverse time over current relay).

5.2.2 Prinsip Kerja Over Current Relay/Rele Arus Lebih

Gambar 5.2 Prinsip Kerja dari OCR (Sumber: scribd.com)

Relay arus lebih (OCR) menggunakan Trafo Arus (CT) sebagai alat pembacaannya. CT akan mendeteksi arus berlebih yang disebabkan oleh hubung singkat yang terjadi. Dengan menggunakan rasio sisi primer dan sekunder trafo CT, didapatkan arus yang lebih kecil pada sisi sekunder CT.

Dimana arus pada sisi sekunder tersebut dihubungkan dengan relay. Apabila arus yang melewati relay telah melebihi nilai arus setting (pick up) yang telah ditentukan, relay akan bekerja dengan mengubah sumber DC yang semula rangkaian terbuka (open-circuti) menjadi rangkaian tertutup (close- circuit). Ketika sumber DC telah menjadi rangakaian tertutup, arus DC akan mengalir dan menghidupkan alarm atau penanda yang ada dan juga akan mengaliri tripping coil (TC), yang mana TC nantinya akan membuat PMT (Circuit Breaker) melakukan trip. Sehingga aliran arus terputus dan kondisi hubung singkat yang terjadi berakhir.

Relay arus lebih (OCR) memproteksi instalasi listrik terhadap gangguan antar fasa. Gangguan antar fasa tersebut adalah 3-phase fault dan line-to-line fault. Dimana 3-phase fault adalah gangguan yang terjadi ketika ketiga konduktor terhubung singkat dan line-to-line fault adalah gangguan yang terjadi ketika dua konduktor terhubung singkat.

5.2.3 Jenis-Jenis Rele Arus Lebih 1. Rele Arus Lebih Seketika

Rele arus lebih seketika adalah rele arus lebih yang bekerja tanpa penundaan waktu (jangka waktu rele) mulai saat arusnya pick- up sampai selesai sangat singkat (sekitar 20 – 100 ms). Salah satu contoh rangkaian sederhana dari rele arus lebih seketika dapat dilihat pada Gambar 5.2. Sedangkan sistem kerja rangkaian tersebut adalah sebagai berikut.

Arus masukan dari CT (trafo arus) diumpankan ke suatu CT bantu dengan beberapa sadapan pada belitan sekundernya. Arus sekunder kemudian diumpankan ke suatu penyearah jembatan gelombang penuh yang dilindungi terhadap tegangan lebih transient oleh filter R1-C1 . Keluaran penyearah kemudian mengalir ke basis transistor T1. Keluaran tadi yang terdapat pada resistor R2 diratakan oleh kapasitor C2. Transistor T1 (npn) dan transistor T2 (pnp) dalam

Gambar 5.3 Rele Arus Lebih Seketika (Sumber: Diktat Dept.Teknik Elektro USU)

keadaan off. Apabila tegangan basis T1 melebihi nilai pickup yang telah diset melalui potensiometer Pe, maka T1 akan bekerja sehingga menyebabkan T2 dan rele output AR akan bekerja pula.

Thermistor Th pada kolektor T1 dimaksudkan sebagai kompensasi suhu, sedangkan diode D sebagai pengaman rele output Tr. Besarnya arus pickup dapat diatur melalui tap-tap transformator bantu dan potensiometer Pe.

Pada rele diatas ada kemungkinan terjadi sensitivitas yang berlebihan (oversensitivity) pada saat terjadi arus gangguan transient dengan komponen-komponen arus searah. Hal ini dapat dicegah dengan membuat transformator bantu (auxiliary transformer) menjadi jenuh diatas nilai pick-up. Juga filter transient R1C1 diatas akan mengurangi terjadinya oversensitivity.

2. Rele Arus Lebih Dengan Tundaan

Waktu Ada beberapa jenis rele arus lebih dengan tundaan waktu, hal ini tergantung pada karakteristik waktu tundanya.

Berdasarkan tundaan waktu kerjanya rele arus lebih dapat dibedakan menjadi :

a. Waktu tertentu (definite time)

b. Waktu minimal tertentu terbalik (inverse definite minimum time/IDMT)

c. Sangat berbanding terbalik (very inverse)

d. Sangat berbanding terbalik sekali (extremely inverse).

Gambar 5.3 merupakan diagram karakteristik rele arus lebih dengan tundaan waktu.

3. Karakteristik Rele Arus Lebih Waktu Terbalik (inverse)

Waktu kerja (operating time) dari rele ini adalah berbanding terbalik dengan besarnya arus masukan atau arus gangguan. Rele Arus Lebih Waktu Terbalik memiliki waktu kerja yang bergantung pada arus gangguannya. Rele ini akan memberikan perintah kepada CB (Pemutus Tenaga) pada saat terjadi gangguan bila besar gangguannya melampaui arus penyetelannya (setting) dan jangka waktu relay ini mulai pick-up sampai kerja waktunya diperpanjang berbanding terbailk dengan besarnya arus.

Sifat atau karakteristik dari relay inverse adalah relay baru akan bekerja apabila yang mengalir pada relai tersebut melebihi besarnya arus setting (Is) yang telah ditentukan. Dan lamanya waktu relay bekerja untuk memberikan komando trupping adalah paling lambat sesuai dengan waktu setting (Ts) yang dipilih. Pada relay ini waktu kerjanya (Ttrip) tidak sama dengan waktu setting (Ts) karena sangat tergantung dengan besarnya arus yang mengalir pada relay tersebut. Sehingga, semakin besar arus yang mengalir pada relay Gambar 5.4 Karakteristik Rele Arus Lebih dengan Tundaan Waktu

(Sumber: Diktat DTE USU)

tersebut maka semakin cepat juga waktu kerja (Ttrip) dari relay tersebut. Dan semakin kecil arus yang mengalir pada relay tersebut maka semakin lama juga waktu kerja (Ttrip) dari relay tersebut.

5.3 Over Current Relay OMRON Model SE-KQP1EN

Relay arus lebih Omron SE-KQP1EN adalah salah satu jenis relay arus lebih pabrikan OMRON yang digunakan untuk melindungi sistem distribusi listrik dari kerusakan akibat arus lebih. Relay ini bekerja dengan cara memonitor arus listrik yang mengalir melalui sistem dan memutuskan aliran listrik jika arus melebihi batas yang telah ditentukan. Relay arus lebih Omron SE-KQP1EN memiliki karakteristik waktu kerja yang dapat diatur dan dapat digunakan bersama dengan relai gangguan tanah (GFR) untuk memberikan perlindungan yang lebih baik pada sistem distribusi listrik.

Gambar 5.5 Over Current Relay OMRON Model SE-KQP1EN

5.3.1 Bagian-Bagian Over Current Relay OMRON Model SE-KQP1EN

(Sumber: Manual Instruction OMRON Motor Relay)

Berikut ini dijelaskan fungsi dari bagian-bagian OCR OMRON SE- KQP1EN, yaitu:

1. LED indicators

LED menunjukkan fungsi yang sedang beroperasi. OPEN merujuk pada fase terbuka, OC merujuk pada arus lebih, dan RVS merujuk pada fase terbalik.

2. Trip/Reset button

Berfungsi untuk mengatur ulang rele apabila terjadi trip.

3. Current setting knob

Untuk mengadjust nilai arus setting pada OCR 4. Current scale multiplying factor decal

Untuk menyesuaikan skala arus setting yang diinginkan 5. Function setting DIP switch

DIP switch adalah saklar kecil yang dapat diatur ke posisi on atau off untuk mengkonfigurasi berbagai fungsi pada relay. Saklar DIP digunakan untuk mengatur parameter dan fungsi relay, seperti pengaturan arus pemicu, pengaturan waktu, atau mode operasi lainnya. Pengaturan saklar DIP biasanya digunakan untuk menyesuaikan relay dengan kebutuhan spesifik dari sistem proteksi listrik yang dioperasikan.

Gambar 5.6 Bagian-bagian OCR OMRON SE-KQP1EN

6. Test button

Test button adalah tombol yang digunakan untuk menguji fungsi relay. Ketika tombol di tekan, maka relay akan memutuskan sirkuit dan menguji apakah fungsi relay bekerja dengan baik atau tidak.

Tombol ini memungkinkan pengguna untuk menguji fungsi relay tanpa harus menunggu terjadinya gangguan atau kelebihan arus pada sistem listrik.

7. Time setting knob

Kontrol untuk mengatur waktu operasi relay, yang digunakan untuk menyesuaikan waktu respon relay terhadap kelebihan arus.

5.3.2 Spesifikasi OCR OMRON SE-KQP1EN

Adapun spesifikasi Over Current Relay OMRON Model SE- KQP1EN sebagai berikut.

• SE : Rele Proteksi Motor

• K : Terdiri dari 3 fungsi, yaitu arus lebih, fasa terbuka, dan proteksi fasa terbalik.

• Q : Tipe rele yang beroperasi seketika (instantaneous) atau tanpa waktu tunda.

• P : Tipe plug-in

• 1 : Pasokan tegangan yaitu, 100/110/120 VAC

• N : Ambang batas maksimum 100% dari set value OCR

5.4 Perhitungan Arus Setting Over Current Relay Pada Motor Kompresor Chiller

Secara matematis nilai arus nominal pada motor dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini :

𝐼𝑛 = 𝑃 𝑉 𝑥 cos 𝜑 𝑥 √3

Jika diketahui daya aktif (P) pada Tabel 5.1 adalah 63 kW, tegangan 400 VAC dan cos 𝜑 = 0,874, maka didapat arus nominal (𝐼𝑛):

𝐼𝑛 = 63000 400 𝑥 0,874 𝑥 √3

= 63000 605,524962 𝐼𝑛 = 104,04 𝐴

Jadi didapatkan arus nominal pada motor ini adalah 104,04 Ampere.

Setelah mendapatkan arus nominalnya, maka kita dapat menentukan arus setting untuk relay over current tersebut, yaitu :

𝐼𝑠𝑒𝑡 𝑂𝐶𝑅 = 𝑘 𝑥 𝐼𝑛

Dimana :

Is = Arus Setting,

K = Konstanta dari over current relay (Berdasarkan Instruction Manual OMRON, k = 100% atau 1,0)

In = Arus Nominal

Berdasarkan Instruction Manual OMRON, nilai ambang batas OCR adalah 100%

dari set value atau , maka didapat nilai arus setting :

𝐼𝑠𝑒𝑡 𝑂𝐶𝑅 = 100% 𝑥 104,04 𝐼𝑠𝑒𝑡 𝑂𝐶𝑅 = 104,04 𝐴𝑚𝑝𝑒𝑟𝑒

Jadi, didapatkan arus setting pada OCR berdasarkan perhitungan adalah 104,04 Ampere.

Tetapi, pada kenyataannya, bahwa arus setting pada OCR menunjukkan nilai 5 x 16A = 80 A. Pengaturan nilai arus setting pada OCR OMRON SE- KQP1EN dibuat berdasarkan ketentuan Current Setting Range pada motor dan Current Converter yang digunakan seperti pada Tabel 5.2 berikut.

Tabel 5.2 Current Setting Range OMRON Model SE (Sumber: OMRON Instruction Manual Model SE MOTOR RELAY)

Motor Relay Current Converter

Rated Current (Current setting range)

(A)

Current scale multiplying factor decal

No.)

Number of conductor runs through

holes

Setting tap Type

1 to 2.5 0.25 8 20

SET-3A

2 to 5 0.5 4 20

4 to 10 1 2 20

8 to 20 2 1 20

16 to 40 4 1 40

32 to 80 8 1 80

64 to 160 16 1 fixed SET-3B

Berdasarkan spesifikasi kompresor pada Tabel 5.1, diketahui nilai arus nominal (Rated Load) adalah 104 A dan Current Converter yang digunakan tipe SET-3B, sehingga skala pengali arus setting adalah 16 A.

Adapun perbandingan nilai perhitungan dengan data lapangan (nameplate) ditunjukkan pada Tabel 5.3 berikut.

Gambar 5.7 Current Converter

Tabel 5.3 Perbandingan Data Perhitungan dan Data Lapangan Over Current Relay

Data Perhitungan Data Lapangan (Nameplate)

Arus Nominal (In) 104,04 A 104 A

Arus Setting (Iset) 104,04 A 5 x 16 A = 80 A Nilai arus setting aktual dibuat lebih rendah dibanding nilai arus berbeban agar mengurangi dampak gangguan seperti lonjakan arus dan juga melindungi komponen-komponen peralatan listrik disekitarnya seperti motor, kabel, dan sebagainya

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari topik laporan akhir magang ini yaitu sebagai berikut.

1. Kompresor Chiller 30HXC140 merupakan motor induksi 3 fasa yang memiliki fungsi untuk menaikkan tekanan gas refrigeran yang dihisap dari evaporator pada tingkatan tertentu dan selanjutnya mengirimkannya (discharge) ke condenser.

2. Rele arus lebih adalah rele yang bekerja terhadap arus lebih. Rele ini akan bekerja jika arus yang mengalir melebihi nilai setting, baik yang disebabkan adanya gangguan hubung singkat atau kelebihan beban.

3. Penggunaan proteksi pada motor kompresor sangatlah penting karena dapat menghindari terjadinya kerusakan sehingga dapat mengurangi perbaikan dari motor kompresor tersebut.

4. Relay arus lebih merupakan relay yang bekerja terhadap arus lebih. Relay ini akan bekerja bila arus yang mengalir melebihi nilai setting arusnya (I set).

5. Relay arus lebih OCR (Overcurrent Relay) memproteksi instalasi listrik terhadap gangguan hubung singkat.

6. Penyetelan over current relay harus berdasarkan arus nominal motor kompresor 63 kW yaitu sebesar 104 A karena apabila setting/penyetelannya tidak sesuai dengan spesifikasi motor maka kerja motor tidak akan maksimal.

7. Pada perhitungan, untuk menentukan arus setting over current relay dapat dibuktikan dengan rumus, maka didapatkan setting arus = 104,04 A dari arus nominal motor pompa 104,04 A.

8. Hasil perhitungan arus setting pada OCR relay sebesar 104.04 A, Hasil ini sedikit berbeda dengan data arus setting di lapangan 80 A.

9. Arus setting pada OCR dibuat lebih kecil dari arus nominalnya agar mengurangi terjadinya lonjakan arus, beban penuh, dan gangguan hubung singkat.

6.2 Saran

Adapun saran yang bisa penulis sampaikan selama melaksanakan kegiatan magang di PT. SOCIMAS baik untuk pembaca maupun untuk perusahaan serta universitas adalah sebagai berikut.

1. Sebaiknya mahasiswa dapat lebih aktif dan tidak sungkan untuk bertanya maupun bersosialisasi dengan karyawan di perusahaan ini.

2. Untuk kedepannya diharapkan agar perusahaan menyiapkan mentor khusus bagi mahasiswa magang agar mahasiswa tidak perlu sungkan untuk bertanya dan tidak mengganggu pekerjaan dari rekan-rekan teknisi.

3. Disarankan juga untuk kedepan agar perusahaan dapat memberikan uang saku dan tanggungan asuransi bagi mahasiswa selama kegiatan magang

DAFTAR PUSTAKA

ARROISY, R. (2019). EVALUASI KINERJA WATER COOLED SCREW CHILLER PADA UNIT UTILITAS PT. POLYTAMA PROPINDO ( PERSERO ).

JAKARTA: UNIVERSITAS TRISAKTI.

Carrier. (n.d.). 30HXC 080-375 30GX 082-358 Screw Compressor Water-Cooled Liquid Chillers and Air-Cooled Liquid Chillers. Carrier.

Ciufo, J., & Cooperberg, A. (2022). Power System Protection Fundamentals and Applications. Chenai: IEEE Press.

DARMA, S. (2015). SISTEM PROTEKSI PADA MOTOR INDUKSI 3 PHASE 200 KW SEBAGAI PENGGERAK POMPA HYDRAN (ELECTRIC FIRE PUMP). 61-69.

GONEN, T. (2013). MODERN POWER SYSTEM ANALYSIS 2nd EDITION. CRC Press.

HARDIMAN, J. (2019). OVERCURRENT RELAY SEBAGAI PROTEKSI ARUS LEBIH PADA MAIN COOLING WATER PUMP DI PLTP KAMOJANG UNIT 2. Semarang: Universitas Diponegoro.

Ir. Zulkarnaen Pane, M. (2014). PROTEKSI SISTEM TENAGA . Medan:

Departemen Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara.

OMRON Corporation. (2023). Motor Protective Relay SE. OMRON Corporation Industrial Automation Company .

Yunitasari, A. V., & Pramono, S. (2020). SISTEM PROTEKSI OVER CURRENT RELAY MOTOR FORCED DRAFT FAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP . Jurnal Teknologi, 1-8.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Permohonan Magang

Lampiran 2. Surat Rekomendasi Mahasiswa Program Magang

Lampiran 3. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM)

Lampiran 4. Surat Ijin Magang Orang tua

Lampiran 5. Pelepasan Kegiatan Magang Mahasiswa

Lampiran 6. Single Line Power Distribution PT. SOCIMAS

Lampiran 7. Training Chiller

Lampiran 8. Pelepasan Flowmeter di area Plant 1

Lampiran 10. Air Circuit Breaker (ACB)

Lampiran 11. Motor Gantry Crane

Lampiran 12. Training Metal Detector Conveyor Batu Bara

Lampiran 13. Genset Diesel

Lampiran 14. Panel Boiler Thermal Oil Heater

Lampiran 15. PLC Thermal Oil Heater

Lampiran 16. Motor Kompresor Chiller

Lampiran 17. Trafo Step Down 11 kV/400 V

Lampiran 18. Generator Turbin Uap PT. SOCIMAS

Lampiran 19. Sistem Robotik Pemindah Produk

Lampiran 20. Motor Control Center Plant 1 (MCC)

Lampiran 21. Training Bahaya Listrik

Lampiran 21. PLC Conveyor Soap Plant

Lampiran 22. Training Prinsip Dasar PLC

Dokumen terkait