• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak Covid-19 terhadap Harga Saham

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

7. Dampak Covid-19 terhadap Harga Saham

Investor meluangkan waktu untuk membuat penilaian karena perdagangan ekuitas di bursa memiliki risiko besar, yang bervariasi berdasarkan kondisi ekonomi saat ini (Pratten, 1993). Pasar modal sangat

fluktuatif, dibuktikan dengan kesulitan investor dalam memahami dan meramalkan kondisi ekonomi, serta memperkirakan laba atas investasi dan keuntungan bunga (Dimitri dan Viktor, 2017). Melindungi kekayaan adalah tugas yang sulit bagi investor (Deloitte, 2020). Deloitte memeriksa reaksi investor terhadap pasar saham selama wabah Covid-19 dan mempresentasikan hasilnya untuk waktu terkini, Juni 2020.

Investor harus memahami kondisi pasar lebih cepat dari biasanya dalam skenario ini, dan mereka harus bereaksi sebelum situasi di mana mereka harus bertindak selama krisis. , 2020 (Deloitte). Ukuran sektor publik merupakan indikator makroekonomi, menurut sebuah studi oleh Mirosolva Kapkova et al, 2019. Menurut Shawer, Munir, Aljouni, dan Ahmed (2018), harga saham perusahaan petrokimia yang terdaftar tidak mewakili pertumbuhan pendapatan. Menurut studi Green, David (2004), krisis ekonomi Indonesia 1997-1998 under-invested karena skeptisisme investor tentang prospek ekonomi negara pada saat itu. Peneliti menurunkan hipotesis pertama, H1, berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, yang mendukung gagasan tersebut di atas. Harga saham Covid 19 terpengaruh.

B. Tinjauan Empiris

Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan Covid- 19 dan Harga Saham yang nantinya dapat memberikan gambaran untuk memperjelas gambaran dalam kerangka pemikiran penelitian :

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Nama &

Tahun

judul penelitian metode penelitian

hasil penelitian 1 Ifa

Nurmasari (2020) (jurnal SEKURITAS vol. 3, No. 3, Mei 2020

Dampak Covid- 19 Terhadap Perubahan Harga Saham dan

Volume Transaksi

(Studi Kasus

Pada PT.

Ramayana Lestari Sentosa, T bk.)

kuantitatif Dari hasil pengolah data, menunjukkan terjadi

perbedaan signifikan pada harga saham sebelum dan sesudah diumumkannya kasus pertama covid-19 di Indonesia.

2 Henny

Saraswati (2020)(

Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Dewantara Vol. 3 No. 2, juli (2020)- Desember (2020).

Dampak

Pandemi Covid- 19 Terhadap Pasar Saham Di Indonesia.

metode eksploratif deskriptif

Berdasarkan hasil kajian diperoleh rekomendasi untuk pemerintah agar mempercepat

kestabilan pasar saham dengan cara meningkatkan jumlah penerima bantuan di

sektor UMKM,

melakukan sosialisasi yang lebih gencar terkait

bahaya dan

pencegahan Covid-19, serta memberikan keringanan kepada

emiten yang

memiliki pinjaman.

No Nama &

Tahun

judul penelitian metode penelitian

hasil penelitian 3 Aris

Winanti (2021) (jurnal SEKURIT AS Vol.4, No.2, Januari 2021.

Dampak Covid-19 Terhadap Harga Saham Bank Syariah Di Bursa Efek Indonesia.

kuantitatif Pengujian menghasilkan adanya perbedaan dari harga saham bank syariah sebelum pengumuman kasus positif Covid-19 dan setelah pengumuman positif Covid-19 di Indonesia, signifikansi menunjukkan nilai 0,00, hasilnya terdapat penurunan harga saham bank syariah sesudah pengumuman Covid-19 dibandingkan dengan sebelum pengumuman Covid-19.

4 Dewi Kartikanin gsih dan Nugraha (2020) Jurnal Bisnis dan Manajeme n, Vol. 14 No. 2, 2020, Hal.

133-139

Pengaruh Nilai tukar terhadap Harga Saham Perusahaan sektor FOOD AND

BEVERAGE Di masa Pandemi Covid-19

kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar berpengaruh terhadap harga saham perusahaan yang bergerak di sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

No Nama &

Tahun

judul penelitian

metode penelitian

hasil penelitian

5 Hana

Tamara Putri (2020) (Jurnal Ilmiah

Ekonomi dan Bisnis, 11(1), Mei 2020

Covid 19 dan Harga Saham Perbankan di Indonesia

kuantitatif pada saat Covid 19 terjadi penurunan harga saham yang signifikan pada industri Perbankan di Indonesia dan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap harga

saham ketika

sebelum terjadi pandemic Covid 19, saat diumumkannya kasus Covid 19 Pertama di Indonesia dan 3 bulan pasca diumumkannya kasus Covid 19.

6 Annisa

Nadiyah Rahmani (2020) (jurnal Akuntansi, Volume 21 No.2

September 2020

Dampak Covid-19 Terhadap Harga Saham Dan Kinerja Keuangan Perusahaan

Metode eksplanatori kuantitatif

1. Peristiwa pandemi Covid-19 di Indonesia telah berdampak terhadap turunnya rata-rata harga saham Emiten LQ 45

di BEI

2. Peristiwa pandemi

Covid-19 yag

melanda Indonesia berdampak pada menurunnya kinerja keuangan : ROA, OPM emiten LQ 45 di BEI

No Nama &

Tahun

judul penelitian metode penelitian

hasil penelitian

7 Nastiti Rizky Shiyammurti, Dwi

Anggraeni Saputri, dan Euis Syafira (2020)

Dampak

Pandemi Covid- 19 Di Pt. Bursa Efek Indonesia ( Bei ).

Metode deskriptif kualitatif

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa virus pandemi COVID-19 di Indonesia telah menurunkan

perekonomian Indonesia karena penurunan Indeks Harga Saham Gabungan. Bursa Efek Indonesia dan kenaikan suku bunga dan tingkat inflasi di Indonesia.

8 Siswantoro (2020)Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan

Manajemen/

Vol 1 No 3, 227-238.

Efek

diumumkannya kasus pertama Covid-19

terhadap harga saham dan total saham yang

diperdagangkan (The effect of the

first Covid-19 case

announcement on stock prices and stock trading totals

Metode deskriptif kuantitatif

Penelitian ini

menyimpulkan adanya

perbedaan yang

signifikan terhadap harga saham dan total saham yang diperdagangkan sebelum dan sesudah diumumkannya kasus pertama Covid-19 pada perusahaan

perhotelan, restoran dan pariwisata terdaftar BEI.

Hal ini menunjukkan dengan adanya Covid-19 yang

melanda Indonesia sejak 2 Maret 2020 cukup berpengaruh terhadap penurunan harga saham

dan total

saham yang

diperdagangkan pada perusahaan perhotelan, restoran dan pariwisata.

No Nama & Tahun judul penelitian

metode penelitian

hasil penelitian 9 Dedi dan Faisal

Salistia (2020) Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Syariah, Volume 2 No 2 (2020) 109-131.

Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pasar Modal di Indonesi:

Studi Kasus Indeks Saham Komposit (ISHG).

Metode Kuantitatif

pergerakan

IHSG dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal.

Secara internal kondisi pandemi Covid-19

dan kebijakan social distancing

mempengaruhi pasar modal Indonesia.

Secara eksternal, pandemi Covid-19 di Cina dan Spanyol ikut mempengaruhi index ISHG.

10 Galuh Artika

Febriyanti (2020), INONESIA

ACCOUNTING JURNAL, volume 2, Number 2, Year 2020.

Dampak pandemi Covid-19 terhadap harga saham dan aktivitas volume perdagang an (Studi kasus saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia) .

Metode kuantitatif

Hasil berpasangan

uji sampel

menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam abnormal return saham perusahaan yang terdaftar di indeks LQ-45 antara

sebelum dan

sesudah pengumuman

pertama kasus

Covid-19 di

Indonesia.

Sumber : Data Sekunder diolah (2021)

C. Kerangka konsep

Kerangka penelitian adalah konsep penelitian yang saling berhubungan dimana penggambaran variabel satu dan variabel lainnya bisa berhubungan terperinci dan sistematis.

Gambar 2.1

Kerangka Konsep Pemikiran

D. Hipotesis

Nilai saham sekilas memiliki makna yang sama dengan harga saham.

Hanya saja, nilai saham punya aspek yang lebih luas daripada harga saham.

Nilai suatu saham adalah nilai intrinsik dari saham tersebut yang bisa berbeda dengan harganya. Apabila harga saham dibentuk dari minat pasar maka nilai saham dibangun berdasarkan persepsi publik atas emiten yang terkait. Nilai saham sendiri memiliki empat konsep yaitu nilai nominal, nilai buku, nilai pasar,

Pengumuman Covid-19 pertama di Indonesia (2 maret 2020)

Harga Saham perbankan 90 hari perdagangan sebelum pengumuman Covid-19

Harga Saham perbankan 90 hari perdagangan sesudah pengumuman Covid-19

Terdapat perbedaan Signifikan Harga Saham perbankan sebelum dan setelah pengumuman Covid-

19

dan nilai intristik. Nilai nominal merupakan nilai dari setiap saham yang berkaitan dengan hukum, nilai buku merupakan nilai saham menurut pembukuan sebuah perusahaan.

Menurut Hayes (2020), “saham adalah surat berharga yang dimiliki oleh segelintir perusahaan” (Hayes, 2020). Pemegang saham dapat memberikan perusahaan hak atas kekayaan dan keuntungan sebanding dengan jumlah saham. Ada dua jenis saham yang biasa diperdagangkan: saham biasa dan saham preferen. Perbedaan utama adalah bahwa saham preferen tidak memiliki hak suara seperti penunjukan anggota dewan atau keputusan perusahaan, tetapi pemegang saham preferen menjamin dividen, dan likuidasi memiliki hak yang lebih tinggi untuk mengklaim aset perusahaan. Hal ini berbeda dengan saham biasa yang tidak menjamin dividen.

Investopedia (2020) mendefinisikan saham sebagai sekuritas yang mewakili kepemilikan bagian mana pun dari perusahaan. Ini memberi pemilik hak proporsional atas aset dan keuntungan perusahaan sama dengan jumlah saham yang dimilikinya. BEI, di sisi lain, mendefinisikan saham Sebagai tanda orang perseorangan atau perusahaan pemegang saham atau perseroan terbatas. Di sisi lain, saham merupakan alat investasi pilihan bagi banyak investor karena dapat menghasilkan imbal hasil yang menarik.

Nilai pasar adalah harga saham di bursa efek, dan nilai intrinsik merupakan nilai sebenarnya dari saham. Nilai saham mempunyai sifat yang lebih luas, jika harga saham hanya berkaitan dengan keseimbangan nilai saham di pasar efek maka nilai saham akan berkaitan dengan penilaian publik terhadap perusahaan tersebut seperti citra perusahaan di mata publik, pendapatan perusahaan, keuntungan pemegang saham, citra produk, pelayanan

perusahaan, dan aspek pengabdian kepada masyarakat. Semakin sebuah saham dianggap menguntungkan maka akan semakin besar nilai sahamnya.

Penyebaran Covid-19 telah melumpuhkan aktivitas ekonomi, hal tersebut membuat bank syariah berhati-hati dalam melakukan ekspansi dan mengelola portofolio pembiayaan eksisting (Albanjari & Kurniawan, 2020). Dalam mengatasi dampak Covid-19 pemerintah telah berusaha dengan mengeluarkan peraturan- peraturan dan kebijakan bagi perbankan agar dampak Covid-19 dapat diredam.

Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan agar pengelolaan APBN dan APBD dapat dipercepat untuk mengantisipasi efek Covid-19 (Sianipar & Ardini, 2020)

Penelitian sebelumnya telah dilakukan oleh Haryanto (2020) dalam melihat pengaruh covid pada nilai tukar (kurs) dan IHSG (Haryanto, 2020).

Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa peningkatan kasus Covid sebesar 1% akan menyebabkan Rupiah terdepresiasi terhadap Dollar AS 0,02%, 1% dari kenaikan kasus Covid-19 akan membuat IHSG terkoreksi 0,03%, peningkatan 1% dari IHSG menyebabkan Rupiah terapresiasi sebesar 0,311% terhadap Dollar AS (Haryanto, 2020). Penelitian lain dilakukan oleh Nurmasari (2020) yang perubahan harga saham PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk dan perubahan volume transaksi saham sebagai akibat adanya Covid-19 (Nurmasari, 2020).

Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan signifikan harga saham PT.

Ramayana Lestari Sentosa, Tbk yaitu setelah adanya pengumuman Covid harga saham mengalami penurunan dan Volume transaksi saham mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan sebelum pengumuman (Nurmasari, 2020).

Penelitian lain dampak pandemi Covid-19 dilakukan oleh Junaedi dan Salistia (2020) hasil penelitian menunjukkan Pergerakan indeks saham gabungan dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal. Secara internal kondisi

pandemi Covid-19 dan kebijakan social distancing (WFH dan PSBB) di dalam negeri mempenagruhi dinamika pasar modal (terindikasi dari pergerakan indek IHSG di BEI). Secara eksternal, pandemic Covid-19 di Cina dan Spanyol ikut mempengaruhi dinamika pasar modal di Indonesia (indeks IHSG)(Junaedi &

Salistia, 2020). Dari uraian adanya dampak Covid-19 terhadap harga saham di atas, maka perlu dilakukan penelitian bagaimana dampak Covid-19 dalam mempengaruhi harga saham bank konvensional. Penelitian ini akan menguji hipotesis adanya perbedaan signifikan harga saham bank Konvensional di BEI sebelum pengumuman positif Covid-19 di Indonesia dibandingkan dengan sebelum adanya pengumuman

Berdasarkan dari uraian diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:

H1: Terdapat perbedaan harga Saham sebelum dan setelah pengumuman pandemi Covid-19 pertama kali di Indonesia pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.

26 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis penelitian

Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode Komparatif, yang bertujuan untuk membandingkan Harga Saham sebelum dan setelah kasus pertama Covid- 19 diumumkan di Indonesia. Pendekatan kuantitatif marupakan sala satu jenis penelitian spesifiknya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuat desain penelitiannya. Sugiyono (2017) menyatakan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang membutuhkan sejumlah besar pengguna digital, mulai dari pengumpulan data, interpretasi data dan tampilan hasil.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian dilakukan. Penelitian ini akan dilaksanakan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Data penelitian dapat diperoleh dengan mengakses melalui situs resmi www.idx.co.id Bursa Efek Indonesia. Ada pun target waktu penelitian yang ditempuh dalam melaksanakan dan menyelesaikan kegiatan ini kurang lebih 2 (dua) bulan.

C. Definisi Overasional Variabel dan Pengukuran

Sesuai dengan judul penelitian yang penulis pilih. Yaitu “Perbandingan Harga Saham Sebelum dan Setelah Pengumuman Covid-19 ( Studi Kasus pada Perusahaan Perbankang yang Terdaftar di BEI “.Oleh karena itu, ada dua jenis

variabel yang diteliti dalam penelitian ini, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.

Berikut ini adalah variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Variabel independen (variabel X)

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau memicu perubahan atau munculnya variabel terikat (Sugiyono, 2016). Variabel bebas yang termasuk dalam penelitian ini adalah sebelum dan setelah pengumuman Covid-19.

2. variabel dependen (variabel Y)

Menurut Sugiyono (2016), variabel terikat atau dependent adalah variabel yang dipengaruhi atau dihasilkan dari variabel bebas. Variabel terikat yang termasuk dalam survei ini adalah harga saham. Harga saham terkait adalah 90 hari sebelum dan 90 hari setelah pengumuman Covid19 di Indonesia pada bank tradisional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Menurut Hayes (2020), “saham adalah surat berharga yang dimiliki oleh sebagian kecil perusahaan” (Hayes, 2020). Pemegang saham dapat memberikan hak atas kekayaan dan keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya. Ada dua jenis saham yang biasanya diperdagangkan: saham biasa dan saham preferen. Perbedaan utamanya adalah saham preferen tidak memiliki hak suara seperti pengangkatan dewan direksi atau keputusan kebijakan perusahaan, tetapi pemegang saham preferen diberikan jaminan dividen dan biaya likuidasi yang lebih tinggi atas aset perusahaan. Berbeda dengan saham biasa yang tidak menjamin dividen.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah seluruh objek penelitian atau wilayah yang digeneralisasikan yang ditentukan oleh peneliti untuk memiliki ciri-ciri tertentu dan menarik kesimpulan. opulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Jumlah perusahaan di sektor finance sebanyak 100 perusahaan, dan hanya terdapat 43 sektor perbankan.

Tabel 3.1 :

Peusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI)

No Nama

Kode Tanggal

Perusahaan I P O

1 Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk AGRO 8/8/2003

2 Bank IBK Indonesia Tbk AGRS 22/12/2014

3 Bank Amar Tbk AMAR 9/1/2020

4 Bank Jago Tbk ARTO 12/1/2016

5 Bank MNC Internasional Tbk BABP 15/07/2002 6 Bank Capital Indonesia Tbk BACA 4/10/2007

7 Bank Central Asia Tbk BBCA 31/05/2000

8 Bank Harda Internasional Tbk BBHI 12/8/2015

9 Bank Bukopin Tbk BBKP 10/7/2006

10 Bank Mestika Dharma Tbk BBMD 8/7/2013

11 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk BBNI 25/11/1996 12 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BBRI 10/11/2003 13 Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk BBTN 17/12/2009

14 Bank Neo Cmmerce Tbk BBYB 13/01/2015

15 Bank JTrust Indonesia Tbk BCIC 25/06/1997 16 Bank Danamon Indonesia Tbk BDMN 6/12/1989 17 Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk BEKS 13/07/2001

18 Bank Ganesha Tbk BGTG 12/5/2016

19 Bank Ina Perdana Tbk BINA 16/01/2014

20 Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat

Tbk BJBR 8/7/2010

21 Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur

Tbk BJTM 12/7/2012

22 Bank QNB Indonesia Tbk BKSW 21/11/2002

23 Bank Maspion Indonesia Tbk BMAS 11/7/2013 24 Bank Mandiri (Persero) Tbk BMRI 14/07/2003

25 Bank Bumi Arta Tbk BNBA 1/6/2006

26 Bank CIMB Niaga Tbk BNGA 29/11/1989

27 Bank Maybank Indonesia Tbk BNII 21/11/1989

28 Bank Permata Tbk BNLI 15/01/1990

29 Bank BRIsyariah Tbk BRIS 1/1/1911

30 Bank Sinarmas Tbk BSIM 13/12/2010

31 Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk BTPN 12/3/2008 32 Bank Tabungan Pensiunan Nasional

Syariah Tbk BTPS 8/5/2018

33 Bank Victoria International Tbk BVIC 30/06/1999

34 Bank Oke Indonesia Tbk DNAR 11/7/2014

35 Bank Artha Graha Internasional Tbk INPC 29/08/1990 36 Bank Mayapada Internasional Tbk MAYA 29/08/1997 37 Bank China Construction Bank Indonesia

Tbk MCOR 3/7/2007

38 Bank Mega Tbk MEGA 17/04/2000

39 Bank OCBC NISP Tbk NISP 20/10/1994

40 Bank Nationalnobu Tbk NOBU 20/05/2013

41 Bank Pan Indonesia Tbk PNBN 29/12/1982

42 Bank Panin Dubai Syariah Tbk PNBS 15/01/2014 43 Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk SDRA 15/12/2006

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2008), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik populasi. Dalam penelitian ini, sampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling yang memberikan kriteria tertentu. Kriteria sampel yang akan diteliti adalah:

1. Perusahaan sektor perbankan konvensiona[ yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

2. Pergerakan saham yang mengalami naik dan turun sebelum dan saat adanya covid

3. Saham aktif diperdagangkan sesuai pada masa penelitian Tabel 3.2

Perusahaan Sampel Penelitian

No Nama Perusahaan Kode

1 Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk AGRO

2 Bank IBK Indonesia Tbk AGRS

3 Bank Jago Tbk ARTO

4 Bank MNC Internasional Tbk BABP

5 Bank Capital Indonesia Tbk BACA

6 Bank Central Asia Tbk BBCA

7 Allo Bank Indonesia Tbk BBHI

8 Bank KB Bukopin Tbk BBKP

9 Bank Mestika Dharma Tbk BBMD

10 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk BBNI 11 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BBRI 12 Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk BBTN

13 Bank Neo Cmmerce Tbk BBYB

14 Bank Jtrust Indonesia Tbk BCIC

15 Bank Damamon Indonesia Tbk BDMN

16 Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk BEKS

17 Bank Ganesha Tbk BGTG

18 Bank Ina Pardana Tbk BINA

19 Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk BJBR 20 Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk BJTM

21 Bank QNB Indonesia Tbk BKSW

22 Bank Maspion Indonesia Tbk BMAS

23 Bank Mandiri (Persero) Tbk BMRI

24 Bank Bumi Arta Tbk BNBA

25 Bank CIMB Niaga Tbk BNGA

26 Bank Maybank Indonesia BNII

27 Bank Permata Tbk BNLI

28 Bank Sinarmas Tbk BSIM

29 Bank BTPN Tbk BTPN

30 Bank Victoria International Tbk BVIC

31 Bank Mayapada Internasional Tbk MAYA

32 Bank China Construction Bank Indonesia Tbk MCOR

33 Bank Mega Tbk MEGA

34 Bank OCBC NISP Tbk NISP

35 Bank Pan Indonesia Tbk PNBN

36 Bank Nationalnobu Tbk NOBU

37 Bank Woori Saudara Indonesia SDRA

38 Bank Oke Indonesia Tbk DNAR

39 Bank Artha Graha Internasional Tbk INPC Sumber: Data Sekunder diolah (2021)

Berdasarkan kriteria sampel yang ditentukan di atas, maka didapatkan sampel sebanyak 39 perusahaan sektor perbankan konvensional yang diperoleh dari hasil pengamatan.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku kepustakaan yang berkaitan dengan penulisan skripsi, dengan tujuan memberikan landasan teori dan analisis teknis untuk pemecahan masalah.

b. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data harga saham konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Yang diambil 90 hari perdagangan sebelum pengumuman Covid-19 dan 90 hari perdagangan setelah pengumuman Covid-19 di Indonesia. Data diperoleh dengan cara men gaskes laman resmi Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id dan www.yahoo.finance.com. Yaitu data harga saham harian yang digunakan adalah harga saat penutupan.

F. Teknik Analisis

Menurut Ikriyah dkk. Al. (2017) Analisis data adalah proses pengorganisasian dan pengurutan data ke dalam pola, kategori, dan unit deskriptif dasar. Ini memungkinkan Anda menemukan topik dan mengembangkan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Jika data terdistribusi normal, uji t sampel dengan dukungan parametrik digunakan untuk menganalisis uji normalitas data, tetapi jika data tidak terdistribusi normal, uji nonparametrik peringkat bertanda Wilcoxon Gunakan the. Software SPSS digunakan untuk memudahkan analisis.

1. Statistik Deskriptif

Statistika deskriptif merupakan bagian dari ilmu statistika yang merangkum, menyajikan, dan mendeskripsikan data dalam bentuk yang mudah dibaca untuk memberikan informasi yang lebih lengkap. Statistik deskriptif hanya menyangkut pemberian informasi tentang data atau fenomena atau situasi, dengan kata lain melihat situasi keseluruhan dari data yang diperoleh. Data yang ditampilkan dalam statistik deskriptif biasanya berupa ukuran konsentrasi data (Kuswanto, 2012). Ukuran konsentrasi data yang umum digunakan adalah rata-rata (Fauzy, 2009).

Mean biasanya diterjemahkan sebagai mean atau mean. Nilai rata-rata dilambangkan dengan x dengan garis di atasnya () atau biasa disebut. Rata-rata populasi dilambangkan sebagai, dan rata-rata sampel dilambangkan sebagai (Kuswanto, 2012). Jika Anda memiliki variabel yang merupakan hasil pengamatan atau pengamatan ganda, itu adalah rata-rata keseluruhan (Santosa, 2004).

keterangan:

µ : rata-rata dari suatu himpunan : nilai variabel ke i

I dan menyatakan banyaknya variabel 2. Uji Normalitas data

normalitas data adalah untuk memeriksa apakah data berdistribusi normal. Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menguji normalitas data. Menurut Imam Ghozali (2013: 160), normalitas data dapat diketahui dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Jika data tidak terdistribusi normal, maka uji statistik untuk ukuran sampel yang kecil tidak valid. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov (uji beda) dengan bantuan program statistik. Dasar pengambilan keputusannya adalah:

α > 0,05 Data dikatakan berdistribusi normal α < 0,05 Data tidak berdistribusi normal

probabilitas lebih besar dari nilai alpha yang ditentukan, yaitu 5%, data disebut berdistribusi normal, sebaliknya jika probabilitasnya kurang dari 5%, data tidak berdistribusi normal. Jika sampel tidak berdistribusi secara normal maka uji beda yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah uji non-parametik (wilocoxon signed ranks test).

3. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji paired sample T-Test pada variabel harga saham apakah data berdistribusi normal. Akan tetapi jika data tidak berdistribusi normal maka pengujian dilakukan dengan

uji non parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Perhitungan dilakukan dengan program SPSS.

Pairet Sample T-Test menguji dua sampel berpasangan untuk menganalisis apakah dua sampel terkait memiliki rata-rata yang berbeda secara signifikan. Uji berpasangan dua sampel dirancang untuk menguji perbedaan rata-rata berpasangan antara dua sampel terkait. Pengujian dilakukan pada dua pasang sampel. Sepasang sampel didefinisikan sebagai sampel yang subjeknya sama tetapi telah mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda. Uji Paired Sampel T-Test digunakan unutk menguji beda rata-rata setiap variabel antara sebelum dan sesudah pengumuman Covid-19 pertama di Indonesia (sunjoyo et al, 2013:94)

̅ ̅

√ (

) (

)

Keterangan:

̅ Rata-rata sampel 1 ̅ Rata-rata sampel 2

Simpangan Baku sampel 1

Simpangan baku sampel 2 Varians sampel 1

Dokumen terkait