BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Rata-rata Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang
yang terdaftar di BEI, 90 hari sebelum pengumuman Covid-19 pertama di Indonesia (2 maret 2020) dan 90 hari setelah pengumuman Covid-19.
Berikut tabel hasil perhitungannya :
Tabel 4.1 :
Rata – Rata Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Harga Saham Rata - Rata
Harga Saham
Rata - Rata
No Nama Perusahaan
90 Hari Sebelum Pengumunan
90 Hari Setelah
Pengumunan Keterangan
Covid 19 Masuk Indonesia
Covid 19 Masuk
Indonesia
1
Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk 175.13 120.46 Turun
2 Bank IBK Indonesia Tbk 158.87 118.28 Turun
3 Bank Jago Tbk 2815.28 1468.5 Turun
4
Bank MNC Internasional
Tbk 50 50 Tetap
5
Bank Capital Indonesia
Tbk 301.78 413.29 Naik
6 Bank Central Asia Tbk 6523.22 5493.28 Turun
7 Allo Bank Indonesia Tbk 136.52 88.34 Turun
8 Bank KB Bukopin Tbk 233.33 146.09 Turun
9
Bank Mestika Dharma
Tbk 2392.61 1341.39 Turun
10
Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 7575.56 4298.06 Turun
11
Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 4346.89 2979.67 Turun
12
Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 1998.67 1051.89 Turun
13 Bank Neo Cmmerce Tbk 287.44 257.61 Turun
14
Bank Jtrust Indonesia
Tbk 450 450 Tetap
15
Bank Damamon
Indonesia Tbk 3875.67 2489.56 Turun
Sumber : https://id.investing.com (Data Diolah, 2021)
Berdasarkan tabel diatas dapat di jelaskan bahwa rata-rata harga saham perusahaan perbankan 90 hari sebelum pengumunan Covid 19 masuk di Indonesia mengalami penurunan sampai 90 hari setelah pengumuman Covid 19 masuk di Indonesia. Penurunan paling signifikan 16
Bank Pembangunan
Daerah Banten Tbk 117.05 117.02 Turun
17 Bank Ganesha Tbk 60.87 50.42 Turun
18 Bank Ina Pardana Tbk 856.94 946.61 Naik
19
Bank Pembangunan
Daerah Jawa Barat Tbk 1335.56 809.72 Turun
20
Bank Pembangunan
Daerah Jawa Timur Tbk 664.78 511.98 Turun
21
Bank QNB Indonesia
Tbk 164.38 86.31 Turun
22
Bank Maspion Indonesia
Tbk 297.94 261.89 Turun
23
Bank Mandiri (Persero)
Tbk 7420.28 4876.72 Turun
24 Bank Bumi Arta Tbk 316.36 284.73 Turun
25 Bank CIMB Niaga Tbk 928.61 690.83 Turun
26
Bank Maybank
Indonesia 206.37 152.33 Turun
27 Bank Permata Tbk 1214.67 1226.89 Naik
28 Bank Sinarmas Tbk 544.82 497.86 Turun
29 Bank BTPN Tbk 3125.67 2015.11 Turun
30
Bank Victoria
International Tbk 109.04 62.99 Turun
31
Bank Mayapada
Internasional Tbk 8327.89 4956 Turun
32
Bank China Construction Bank Indonesia Tbk
126.89 108.97 Turun
33 Bank Mega Tbk 5844.17 6295.83 Naik
34 Bank OCBC NISP Tbk 843.28 745.39 Turun
35 Bank Pan Indonesia Tbk 1238.22 786.33 Turun
36 Bank Nationalnobu Tbk 904.5 795.82 Turun
37
Bank Woori Saudara
Indonesia 1 785.12 799.3
Naik
38 Bank Oke Indonesia Tbk 220.25 221.41 Naik
39
Bank Artha Graha
Internasional Tbk 60.78 50.49
Turun
adalah PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk yakni sebesar Rp. 2.543,56.
Berdasarkan tabel diatas dapat juga dilihat bahwa hanya ada beberapa perusahaan yang mengalami kenaikan.
Harga saham rata – rata Bank Capital Indonesia Tbk mengalami kenaikan, 90 hari sebelum pengumunan Covid 19 masuk Indonesia rata- rata harga saham sebesar Rp. 301,78 dan setelah 90 hari pengumunan Covid 19 masuk Indonesia rata- rata harga saham sebesar Rp. 413,29, artinya Bank Capital Indonesia Tbk mengalami kenaikan harga saham sebesar Rp.111,51.
Penguatan saham-saham bank mini pada saat pandemi ditopang oleh sentimen terkait berkembangnya narasi tentang bank digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis roadmap (peta jalan) pengembangan perbankan nasional 2020-2025, yang mengatur soal digitalisasi. bahwa pandemi telah mendorong transaksi dan layanan keuangan secara digital dan virtual di Indonesia. Perkembangan tersebut mendorong otoritas pengawas keuangan tersebut untuk mempercepat transformasi digitalisasi perbankan Indonesia, Kemudian, sentimen lainnya berkaitan dengan adanya kabar pasar bahwa Grab dan beberapa investor asing lain dikabarkan tertarik menyuntikkan dana dengan masuk ke salah satu unit digital ke BACA. Sementara itu, dalam surat penjelasan atas pemberitaan di media massa yang ditujukan untuk BEI, pihak manajemen BACA menjelaskan, perseroan saat ini memang sedang mengembangkan layanan digital.
Sebagai perusahaan publik, maka ketertarikan investor sangat terbuka untuk menamkan sahamnya.
Harga saham rata – rata Bank Ina Pardana Tbk juga mengalami kenaikan, 90 hari sebelum pengumunan Covid 19 masuk Indonesia rata- rata harga saham sebesar Rp. 856,94 dan setelah 90 hari pengumunan Covid 19 masuk Indonesia rata- rata harga saham sebesar Rp. 946.61, artinya Bank Ina Pardana Tbk mengalami kenaikan harga saham sebesar Rp.89,67. meskipun rata-rata kenaikan tidak begitu signifikan salah satu faktor yang berpangaruh adalah Bank Ina Pardana Tbk sedang bersiap melakukan ekspansi dengan memacu proses digitalisasi layanan. Bahkan, Bank Ina siap merilis produk digitalnya. Di samping itu, perseroan akan melakukan penambahan beberapa kantor cabang. Penambahan kantor cabang meliputi wilayah Jakarta berupa kantor cabang pembantu, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Selain itu adanya right issue dijalankan perseroan demi memuluskan rencananya untuk meningkatkan modal inti hingga Rp2 triliun dengan melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru bernominal Rp100 per lembar saham.
Kenaikan harga saham juga dipengaruhi adanya Anthoni Salim lewat PT Indolife Pensiontama menjadi salah satu pemegang saham PT Bank Ina dengan kepemilikan 48,96% dari total jumlah saham senilai Rp 565,43 miliar atau 5.654.375.000 lembar. Anthoni Salim menjadi pemegang saham pengendali terakhir (PSPT) dan pemegang saham pengendali (PSP) PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) bersama Pieter Tanuri. Dengan masuknya Bank Ina Perdana ke dalam jajaran perusahaan Grup Salim, maka peluang ekspansi terbuka lebar. Langkah ini juga membantu perusahaan semakin berkembang.
Harga saham rata – rata Bank Permata Tbk mengalami kenaikan, 90 hari sebelum pengumunan Covid 19 masuk Indonesia rata- rata harga saham sebesar Rp. 1.214,67 dan setelah 90 hari pengumunan Covid 19 masuk Indonesia rata- rata harga saham sebesar Rp. 1.226,89, artinya Bank Permata Tbk mengalami kenaikan harga saham sebesar Rp.12,22.
Salah satu isu pokok yang mebuat harga saham Bank Permata Tbk tetap stabil bahkan mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan adalah Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank) mengumumkan telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat dengan Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk (Astra) untuk mengakuisisi agregat 89,12% kepemilikan saham mereka di PT Bank Permata Tbk. Bangkok Bank mengakuisisi Permata Bank dengan nilai transaksi akuisisi sebesar Rp37,43 triliun.
Selain itu PT Bank Permata Tbk mengumumkan kinerja perusahaan Semester I 2020. Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari pandemi COVID-19, Bank tetap membukukan pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan sebesar 24,2%. Kualitas aset Permata Bank tetap terkendali, dengan posisi permodalan yang sangat kuat dan likuiditas terjaga dengan optimal. Permata Bank mencatatkan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp1,7 triliun, tumbuh 24,2% year-on-year (YOY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal inilah yang mebuat harga saham Bank Permata Tbk tetap stabil bahkan mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan.
Harga saham rata – rata Bank Mega Tbk mengalami kenaikan, 90 hari sebelum pengumunan Covid 19 masuk Indonesia rata- rata harga
saham sebesar Rp. 5.844,17 dan setelah 90 hari pengumunan Covid 19 masuk Indonesia rata- rata harga saham sebesar Rp. 6.295,83, artinya Bank Mega Tbk mengalami kenaikan harga saham sebesar Rp.451,66.
PT Bank Mega Tbk (MEGA) masih berhasil menorehkan kinerja positif sepanjang kuartal I-2020. Bank milik Chaerul Tanjung ini membukukan laba bersih Rp 669,39 miliar di periode kuartal I-2020, tumbuh 38,39% secara Year On Year (YOY). Selain itu Bank Mega konsisten menjaga loan to deposit ratio (LDR) di kisaran 67,48%, Angka LDR Bank Mega menunjukan masih memiliki ruang yang longgar dalam penyaluran kredit ke depannya. Pasalnya, semakin tinggi angka LDR ini menjadi tanda bahwa bank kurang leluasa untuk menyalurkan kredit, karena ketatnya likuiditas, lain halnya dengan Bank Mega. Dengan begitu, Bank Mega memiliki modal yang kuat untuk menghadapi ketidakpastian, dan tantangan yang ada tahun ini terutama di tengah pandemi COVID-19. Kedua faktor diatas membuat harga saham Bank Mega tetap stabil dan cenderung meningkat walaupun tidak begitu signifikan.
Harga saham rata – rata Bank Woori Saudara Indonesia Tbk juga mengalami kenaikan, 90 hari sebelum pengumunan Covid 19 masuk Indonesia rata- rata harga saham sebesar Rp. 785,12 dan setelah 90 hari pengumunan Covid 19 masuk Indonesia rata- rata harga saham sebesar Rp.
799.30, artinya Bank Woori Saudara Indonesia Tbk mengalami kenaikan harga saham sebesar Rp.14,18.
Kenaikan harga saham rata-rata Bank Woori Saudara Indonesia Tbk walaupun tidak terlalu signifikan, sedikit banyaknya dipengaruhi oleh rencana rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
rights issue ini terjadi ketika sebuah perusahaan ingin menerbitkan saham baru, rights issue juga ini memeberikan dampak yang positif hingga di awal tahun ini secara resmi Bank Woori Saudara Indonesia Tbk telah masuk dalam kelompok bank Buku III. kedua faktor ini bisa membuat harga saham Bank Woori Saudara Indonesia Tbk tetap stabil dan naik disituasi pasca pengumuman pandemi Covid 19